Monday, January 2, 2012

[sehat] Digest Number 16833

Messages In This Digest (25 Messages)

1.1.
Re: Informasi dr. di Markas From: Sativa Huang
1.2.
Re: Informasi dr. di Markas From: F.B.Monika
1.3.
Re: Informasi dr. di Markas From: Pamelia Yulianto
1.4.
Re: Informasi dr. di Markas From: Sativa Huang
1.5.
Re: Informasi dr. di Markas From: Sativa Huang
1.6.
Re: Informasi dr. di Markas From: Sativa Huang
1.7.
Re: Informasi dr. di Markas From: dviryanti
1.8.
Re: Informasi dr. di Markas From: siti amatullah mutmainah
1.9.
Re: Informasi dr. di Markas From: Sativa Huang
1.10.
Re: Informasi dr. di Markas From: Pamelia Yulianto
1.11.
Re: Informasi dr. di Markas From: Sativa Huang
1.12.
Re: Informasi dr. di Markas From: dviryanti
2a.
Re: Benjolan d leher, bahayakah? From: vjlollipop@gmail.com
2b.
Re: Benjolan d leher, bahayakah? From: ela.batubara@gmail.com
2c.
Re: Benjolan d leher, bahayakah? From: siti amatullah mutmainah
3a.
Re: Kolonoskopi From: Laura Rondo
4a.
[tanya] inguinal hernia, please help From: anggita cinantya
4b.
Re: [tanya] inguinal hernia, please help From: siti amatullah mutmainah
4c.
Re: [tanya] inguinal hernia, please help From: hestydwi1501@gmail.com
5a.
tanya : Kontrasepsi suntik vs kanker payudara From: gina aulia
5b.
Re: tanya : Kontrasepsi suntik vs kanker payudara From: siti amatullah mutmainah
5c.
Re: tanya : Kontrasepsi suntik vs kanker payudara From: siti amatullah mutmainah
6.
PESAT 4 Tangerang From: pesat tangerang
7.
Anak Saya Positif Rota Virus From: riniherman@yahoo.com
8.
Tounge Tie/Tali Lidah dan Fenomena 'Gebyah Uyah'  2012 From: /ghz

Messages

1.1.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Sun Jan 1, 2012 7:27 am (PST)



Sip-sip, saya akan update terus. :)
Trims berat buat perhatiannya.

Salam,

[Non-text portions of this message have been removed]

1.2.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Sun Jan 1, 2012 12:16 pm (PST)



Dear Pak Sativa,

Ketika beberapa waktu lalu diskusi di sini yg cukup seru mengenai TT, saya coba diskusi dari ilmu kedokteran gigi dengan drg Nieka (halo2 Mba Niek). Beliau sendiri menyatakan sangat jarang kasus bayi2 (apalagi bayi kecil) yg perlu tindakan frenotomy, kasus yg beliau ketahui tindakan frenektomi dilakukan pada anak2 yg lebih besar (sekitar usia 5thn) yg mengalami TT sempurna dan mengalami kesulitan wicara dan masalah lainnya. Beliau juga agak kaget bahwa saat ini tindakan frenotomy dapat dilakukan oleh dsa, kalau dari sisi ilmu kedokteran gigi (n mulut) tindakan tsb dilakukan oleh sp bedah mulut.

Just repost :

"Kasus tongue tie atau ankyloglossia sangat sedikit atau bahkan hampir tidak pernah menimbulkan masalah klinis,oleh karena itu perawatan seringkali tidak diperlukan. Frenektomi dilakukan bila ada masalah fungsional atau kelainan pada jaringan periodontal.Tindakan bedah pada anak sebaiknya ditunda sampai usia 4 atau 5 tahun karena lidah biasanya pendek saat lahir sehingga sulit untuk menilai derajat keterbatasan gerakan lidah akibat tongue tie. Biasanya sejalan dengan proses tumbuh kembang bayi, ujung lidah menjadi lebih panjang dan lebih tipis sehingga mengurangi tingkat keparahan tongue tie. Oleh karena itu, pada banyak kasus keadaan ini seringkali self-correcting.

--Oral & Maxillofacial Pathology, Neville, 2002--

Best regard,

Nieka "


F.B.Monika
1.3.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Pamelia Yulianto" hidupsehat.pam@gmail.com   pamelia_yulianto

Sun Jan 1, 2012 1:20 pm (PST)



Buat tambahan bacaan aja :) rata2 taun publikasinya 2011

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/21608523/?i=1&from=/21608523/related&filter=review

Tongue Tie and breastfeeding: a review of the literature 2011, J.edmunds, S.Miles and P.Fulbrook
Abstract

In Australia, initial exclusive breastfeeding rates are 80%, reducing to 14% at 6 months. One factor that contributes to early breastfeeding cessation is infant tongue-tie, a congenital abnormality occurring in 2.8-10.7% of infants, in which a thickened, tightened or shortened frenulum is present. Tongue-tie is linked to breastfeeding difficulties, speech and dental problems. It may prevent the baby from taking enough breast tissue into its mouth to form a teat and the mother may experience painful, bleeding nipples and frequent feeding with poor infant weight gain; these problems may contribute to early breastfeeding cessation. This review of research literature analyses the evidence regarding tongue-tie to determine if appropriate intervention can reduce its impact on breastfeeding cessation, concluding that, for most infants, frenotomy offers the best chance of improved and continued breastfeeding. Furthermore, studies have demonstrated that the procedure does not lead to complications for the infant or mother.

... Recommendations : all health professionals should consider referral for frenotomy as the primary management for the resolution of breastfeeding difficulties,in order to prevent weaning
further education on health professionals regarding the problems caused by TT and the effects of frenotomy

__________

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/2205230/?i=3&from=/21608523/related

Neonatal frenotomy may be necessary to correct breastfeeding problems.

Marmet C, et al. Show all 

Journal

J Hum Lact. 1990 Sep;6(3):117-21.

Affiliation

Abstract

A review of cases of short frenulum (tongue-tie) seen in a recent year at the Lactation Institute and Breastfeeding Clinic provides data about its relationship to sucking and breastfeeding problems such as insufficient infant weight gain and reduced milk supply, sore nipples and repeat bouts of mastitis in the mother. Frenotomy was recommended for ten of 13 babies who appeared to have a short frenulum. Three mothers chose not to hae the frenulum clipped and either gave up breastfeeding or continued to experience problems. Breastfeeding was successfully established by the five healthy babies whose frenulum was clipped. The two babies for whom frenotomy did not completely correct breastfeeding problems had severe birth defects.

______________

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/21449157/?i=1&from=/21449157/related

[Neonatal tongue-tie: myths and science].

Dollberg S, et al. Show all 

Journal

Harefuah. 2011 Jan;150(1):46-9, 67. Article in Hebrew.

The Department of Neonatology and Pediatric Dentistry, Tel Aviv Medical Center, Tel Aviv, Israel. dolberg@post.tau.ac.il

Abstract

Anatomical restraining of tongue movement (tongue-tie, ankyloglossia) has been known for centuries and the subject of dozens of articles. The heated debate persists on its clinical significance and indications for treatment. Most authorities in the field of infant feeding and Lactation agree that breastfeeding problems, such as nipple pain and latching difficulties, are common signs of clinicaLly significant tongue-tie and indications for performing a frenotomy, while the sole presence of a visible lingual frenulum is not. In contrast, the lack of a visible frenulum does not rule out the diagnosis of clinically significant tongue-tie since submucosal ties, also called "posterior tongue-tie", may interfere with efficient breastfeeding. Whether tongue-tie interferes with speech articulation to a significant extent is currently unknown. Theoretically, articulation of some consonants (e.g., /s/, /th/, /r/) would be affected by impeded tongue movement. These articulation problems are, however, Less common than tongue-tie itself, and children and adults characteristically use various compensatory techniques of mouth opening and tongue movements. When it is indicated, frenotomy is performed by lifting the tongue and snipping the frenulum with scissors. Complications of frenotomy are rare and consist mainly of self-limited minor bleeding. The significance of posterior tongue tie and the long-term effects of frenotomy performed during early infancy are unresolved issues.
- p a m e l i a -
"No Labelling, Stop Judging, Start Supporting"

Powered by my children's existance
1.4.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Sun Jan 1, 2012 3:51 pm (PST)



Thanks Bu Monik dan Bu Pam,
Jadi memang, sekali lagi terlihat bahwa isu ini masih sangat kontroversial.

Happy Blue Monday.
Atau
Malah masih liburan ya? :)
Semoga yang terakhir (sori oot)

Salam,

[Non-text portions of this message have been removed]

1.5.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Sun Jan 1, 2012 4:26 pm (PST)



Dear all,
Menambahi penjelasan dr. Anto, kalau ingin mengetahui lebih lanjut,
apa itu Keloid, bisa dibaca berikut ini:

KELOID SANG PENGGANGU
July 29th, 2010 by dr_naziel
http://agusnazilfurqon.blogdetik.com/2010/07/29/keloid-sang-penggangu/

Assalamu'alaikum wr wb. Dok, saya seorang karyawati umur 25 tahun.
Belum lama ini saya kecelakaan yang menyebabkan luka pada bagian
lengan kanan, setelah luka sembuh, timbul benjolan yang keras, yang
membuat saya khawatir benjolan tersebut semakin lama dirasakan semakin
besar. Yang ingin saya tanyakan, 1). Apakah benjolan ini berbahaya dan
harus segera dioperasi? 2). Selain Operasi tindakan apa saja yang
dapat dilakukan? Karena terus terang Dok, baru mendengar kata operasi
saja saya sudah merinding, Terima kasih sebelumnya.
Ana Suprihatin
di Cimahi

Wa'alaikum salam wr wb. Bu Ana yang baik, Saya dapat memahami
kekhawatiran Ibu, apalagi ketika benjolan tersebut semakin bertambah
besar. Benjolan setelah trauma atau luka pada kulit dinamakan Keloid,
untuk menjawab pertanyaan Ibu Ana di atas agar lebih jelas akan saya
uraikan sekilas tentang keloid, mulai dari pengertian sampai dengan
tindakan yang biasanya dokter lakukan. Keloid pada dasarnya adalah
jaringan parut yang tumbuh tanpa dapat dikontrol setelah kulit sembuh
dari luka. Jaringan parut keloid bersifat keras dan berwarna
kecoklatan tumbuh meninggi di atas kulit normal. Bentuknya yang tidak
beraturan dan membesar secara cepat merupakan sifat dasar dari keloid.
Tidak seperti jaringan parut pada umumnya, keloid tidak bisa mengecil
atau berkurang seiring berjalannya waktu.

Selanjutnya akan saya uraiakan tentang proses terjadinya keloid.
Setelah kulit terluka, proses penyembuhan akan meninggalkan jaringan
parut. Jaringan parut ini selanjutnya akan membesar dan mengeras namun
tetap berada diatas batas luka. Beberapa bulan kemudian, jaringan
parut akan mengecil dan menghilang. Pengobatan dengan steroid
terkadang akan mempercepat proses ini.

Sebaliknya keloid tumbuh beberapa waktu setelah luka sembuh dan
membesar melebihi batas luka. Kemungkinan untuk membesar melebih batas
luka inilah yang merupakan perbedaan utama keloid dengan jaringan
parut biasa. Keloid biasanya muncul pada luka bekas operasi namun bisa
juga tumbuh setelah kulit mengalami peradangan lokal. Hal hal lain
yang sering menyebabkan keloid adalah luka bakar dan tindik atau tato.

Keloid tumbuh dan tampak sedikit mengkilat dengan warna kemerahan
sampai kecoklatan. Beberapa keloid bisa tumbuh sangat besar dan tidak
enak dilihat. Selain tidak bagus secara kosmetik, keloid juga bisa
menyebabkan gatal dan nyeri saat dipegang.

Sampai saat ini belum dimengerti dengan pasti mengapa seseorang bisa
dengan mudah mengalami keloid sementara yang lainnya tidak. Perubahan
pada bagian sel yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel
diperkirakan berhubungan dengan proses terjadinya keloid. Sayangnya
semua itu belum bisa dibuktikan dengan data statistik yang pasti.

Keloid jarang terjadi pada anak anak dan orang tua. Keloid mudah
terjadi pada orang yang mempunyai kulit gelap tetapi tidak dipengaruhi
oleh jenis kelamin. Pada beberapa kasus, keloid mempunyai
kecendrungan diturunkan dari orang tua ke anaknya alias bakat keloid.

Keloid dapat tumbuh dimana saja, tapi yang paling sering adalah di
bagian dada, punggung, bahu dan daun telinga. Jarang sekali keloid
tumbuh di bagian wajah kecuali pada bagian bawah mulut.

Seseorang yang mempunyai bakat keloid atau pernah menderita keloid
sebaiknya menghindari luka baik yang disengaja maupun tidak. Jauhi
keloid semampunya.

Beberapa tindakan pengobatan keloid yang sering dilakukan oleh dokter
antara lain :

-Injeksi dengan kortison. Cara ini lumayan aman dan tidak menyakitkan.
Injeksi biasanya diberikan sebulan sekali sampai manfaat maksimal
diperoleh. Injeksi steroid akan meratakan keloid dengan cara
memaksimalkan fungsi pembuluh darah pada daerah keloid.

- Operasi. Tindakan ini sangat beresiko karena irisan pisau dapat
menyebabkan tumbuhnya keloid baru. Beberapa ahli bedah biasanya
mengkombinasi pengobatan injeksi kortison dengan pembedahan untuk
mendapatkan hasil yang maksimal.

- Laser. Pengobatan dengan laser terbukti efektif untuk meratakan
keloid dan memudarkan warnanya. Sayangnya terapi yang cukup aman dan
tidak menyakitkan ini masih jarang digunakan.

- Salep silikon. Penggunaan salep silikon untuk menutup keloid masih
menimbulkan hasil yang beragam. Beberapa ada yang berhasil, namun ada
pula yang gagal.

- Pembekuan. Pembekuan keloid dengan menggunakan nitrogen cair
terkadang mampu meratakannya namun efek sampingnya bisa menyebabkan
daerah keloid menjadi lebih gelap.

Demikian penjelasan sekilas tentang Keloid semoga bermanfaat, apabila
anda mempunyai pertanyaan tentang seputar penyakit dan kesehatan
silahkan layangkan surat ke Redaksi Majalah Media Pembinaan
Jl.Jenderal Sudirman No.644 Bandung, dapat juga melalui fax di (022)
6037850.

Salam,

1.6.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Sun Jan 1, 2012 4:48 pm (PST)



Keloid Hilang, Kulitpun Indah
Yenni Yo, S.Ked
http://www.tanyadokteranda.com/2008/04/keloid-hilang-kulitpun-indah/

Benjolan pada kulit yang dikenal dengan sebutan keloid suatu saat
mungkin dapat menghampiri kulit kita terutama ketika ada luka, baik
terkena guratan pisau, luka bakar, bekas bisul ataupun jerawat. Keloid
yang menempel di dalam kulit sering terlihat menyebalkan di mata
orang. Keloid dapat mengakibatkan estetika kulit berkurang terutama
bila keloid
tersebut timbul di tempat yang sangat tidak diharapkan yaitu wajah.
Bagi kaum perempuan, kecantikan mereka akan menjadi sangat terganggu.

*Apa sih keloid itu?*

Keloid adalah benjolan padat di kulit yang merupakan pertumbuhan
proliferatif (perbanyakan) dari jaringan fibrosa (jaringan ikat pada
kulit) setelah mengalami penyembuhan luka. Keloid sebenarnya merupakan
suatu tumor
jinak pada kulit namun keloid tidak mengundang bahaya pada nyawa.
Keloid yang lebih dari 1 kita sebut sebagai keloidosis.

Pada suatu luka, proses katabolisme dan anabolisme mencapai
keseimbangan kira-kira 6-8 minggu setelah operasi. Pada keadaan
normal, luka yang terjadi pada kulit akan membuat sel-sel kulit dan
jaringan penghubung (fibroblast) mulai menggandakan diri untuk
memperbaiki kerusakan. Pada kasus keloid, terjadi ketidakseimbangan
antara pembentukan dan penghancuran (degradasi) kolagen. Meskipun luka
sudah tertutup, pertumbuhan yang berlebih terus terjadi sehingga
mengakibatkan penumpukan fibroblast dan kemudian penonjolan keluar
permukaan kulit yang akhirnya membentuk benjolan di jaringan luka.

Faktor penyebab keloid masih belum diketahui dengan pasti, tetapi
diduga disebabkan oleh peradangan. *Beberapa faktor yang dapat
menyebabkan terjadinya keloid antara lain adalah:*

1. Genetik dan ras
Keloid berhubungan dengan gen HLA-B14, HLA-B21, HLA-BW16,
HLA-BW35, HLA-DR5, HLA-DQW3, dan golongan darah A. Keloid lebih
banyak ditemukan pada orang kulit hitam dibandingkan orang kulit putih
di barat. Keturunan Afrika lebih banyak menderita keloid dibandingkan
orang kulit putih. Begitu juga dengan Malaysia. Kebanyakan masyarakat
India memiliki kulit yang mudah terkena keloid, kedua adalah bangsa
Melayu, dan ketiga adalah bangsa Cina.

2. Umur
Keloid umumnya muncul pada anak-anak dan dewasa muda (10-30
tahun). Pria dan wanita tidak memiliki perbedaan dalam memiliki
keloid.

3. Jenis dan lokasi trauma
Keloid lebih sering terjadi pada peradangan yang lama sembuh dan
pada daerah dengan regangan kulit yang tinggi, misalnya: dada, bahu,
leher, kepala, dan tungkai.

4. Vaksinasi
Biasanya vaksinasi BCG akan menimbulkan bekas.

*Apa tanda dan gejala keloid?*

Gejala dan tanda dari keloid adalah adanya benjolan kemerahan
berbentuk kubah, keras, tidak teratur, berbatas jelas, menonjol,
pigmentasi, ukurannya jauh lebih besar daripada lukanya sendiri,
sifatnya melebar dan meninggi dengan terlihat adanya teleangiectasis.
Pada tahap awal benjolan terasa kenyal, gatal, dan nyeri bila disentuh
tetapi lama-kelamaan benjolan mengeras dan tidak terasa apa-apa.
Perkembangan keloid biasanya cepat, kira-kira dalam jangka waktu
bulanan.

Pada pemeriksaan fisik perlu diketahui riwayat lesi, ciri-ciri lesi,
serta frekuensi tempat-tempat lesi. Pada keloid sebenarnya tidak perlu
melakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah karena
hanya akan mempermahal biaya pemeriksaan, tetapi cukup melakukan
biopsi saja.

Lokasi-lokasi munculnya keloid antara lain adalah di pipi, telinga,
leher, dan cenderung di dada bagian atas dan bahu.

*Terapi yang diberikan untuk keloid antara lain:*

* *Injeksi kortikosteroid intralesi*
Berupa penyuntikan di lokasi keloid. Umumnya penyuntikan perlu
dilakukan berulang-ulang sehingga sering kali pasien mengeluhkan
ketidaknyamanan.

* *Operasi*
Pada operasi, sulit untuk melakukan pengangkatan keloid secara
menyeluruh. Operasi kurang cocok untuk dilakukan karena dengan membuat
sayatan baru maka akan menimbulkan keloid baru lagi.

* *Bedah beku (Cryosurgery)*
Menggunakan nitrogen cair. Umumnya teknik ini lebih dianjurkan
karena kurang menyebabkan nyeri. Tetapi teknik ini hanya bisa
diterapkan pada keloid dalam ukuran kecil.

* *Bedah skapel*
Merupakan operasi ringan pengambilan keloid dengan menggunakan
pisau dan benang khusus. Prognosis pada keloid yang hanya diterapi
dengan bedah skapel saja biasanya dapat kambuh kembali (>50%).
Biasanya teknik ini akan dikombinasi dengan teknik lain.

* *Laser*
Merupakan metode yang banyak dilakukan karena tidak merusak
jaringan di sekitar. Lamanya pengobatan tergantung pada ukuran keloid.
Perawatan pasca terapi laser harus hati-hati, misalnya saja tidak
boleh terkena air, mengganti perban harus bersih untuk mencegah
terjadinya infeksi.

* *Pengolesan cream*
Untuk mengurangi kemerahan serta meringankan rasa nyeri dan gatal-gatal.

* *Kompresi*
Pemakaian plester yang mengandung hydroactive polyurethane efektif
menyamarkan keloid. Terapi ini hanya dilakukan selama 12 jam sehari
secara berturut-turut selama 8 minggu.

Sumber :
• Ilmu Penyakit Kulit, Marwali Harahap, Prof. Dr.
• Ilustrasi Ilmu Bedah Minor, Michael Saleh, Vija K Sodera
• www.majalah-farmacia.com <http://www.majalah-farmacia.com>
• www.emedicine.com <http://www.emedicine.com>
• www.drazwan.blogspot.com <http://www.drazwan.blogspot.com>
• www.medicastore.com <http://www.medicastore.com>
• www.conectique.com <http://www.conectique.com>
• www.medicinenet.com <http://www.medicinenet.com>
http://cakmoki86.wordpress.com/2007/04/22/keloid-benjolan-kulit-menggemaskan/

1.7.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "dviryanti" dviryanti@yahoo.com   dviryanti

Sun Jan 1, 2012 6:18 pm (PST)



Dear all,
Saya juga py masalah menyusui dan BB bayi saya yg skrg umur 1bulan.
Apakah Sp's punya rekomendasi klinik laktasi yg bagus utk sy datangi?
Krn sy juga pernah mendatangi klinik laktasi di RS daerah jaksel,
anak sy divonis TT ringan, mmg tdk perlu insisi hy dibetulkan latch on.
Tapi sy jadi ngeri mau ke sana lagi krn ada kasus ini...bingung mesti kemana, pdhl kesana tmpt paling dekat...

Tks,
-vira-

1.8.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Sun Jan 1, 2012 6:20 pm (PST)



Dear mba vira,
Bisa ke klinik laktasi di markas sehat.. Sol

Rgds,
Ami


Sent from AmiBerry� via Smart 1x / EVDO Network.
1.9.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Sun Jan 1, 2012 6:24 pm (PST)



Hi Bu Vira,
Punya BB, TB dan LK anak dari lahir hingga sekarang,
Kalau mau bisa di share ~ maaf, kalimat ini sering diulang-ulang. hehehe

Salam,

[Non-text portions of this message have been removed]

1.10.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Pamelia Yulianto" hidupsehat.pam@gmail.com   pamelia_yulianto

Sun Jan 1, 2012 6:38 pm (PST)



Mb Vira
Kl memang udah dibilang ga perlu insisi kenapa takut? Tongue tie sendiri ada 4 tipe n ga semua perlu tindakan. Seperti mb bilang, kl ringan n cm perlu ngebenerin latch on ya cukup

Jd IMO ga bisa bilang semua kasus TT perlu frenotomi atau semua kasus TT ga perlu frenotomi, tergantung tipenya

Tounge Tie (Lidah Pendek)

Istilah lidah pendek sebenarnya bukan karena ukuran lidah yang benar-benar pendek, melainkan untuk menggambarkan gangguan frenulum (jaringan ikat yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung lidah bagian bawah/tali lidah). Dalam bahasa kedokteran disebut dengan ankyloglossia atau disebut dengan nama lain tongue tie.
Tongue tie merupakan kelainan congenital yang disebabkan oleh frenulum (pengikat lidah) pendek. Hal ini menyebabkan mobilitas lidah terbatas. Faktor keturunan berperan pada tongue tie. Tongue tie dapat dibagi menjadi 4 tipe:

tipe 1��� : frenulum terikat sampai ujung lidah,

tipe 2��� : frenulum terikat 1-4 mm dibelakang tipe 1,

tipe 3��� : frenulum terikat di tengah lidah dan biasanya kuat dan kurang elastis,

tipe 4 �� : frenulum terikat dipangkal lidah, namun tebal dan tidak elastis sehingga mobilitas lidah sangat terbatas.

Tongue tie dapat mempengaruhi beberapa hal berikut ini:

Proses makan dimana pada saat makan akan berantakan karena pergerakan lidah yang terbatas.

Proses berbicara dimana terdapat keterlambatan bicara dan kurangnya kebersihan mulut terutama karies gigi.

Pada bayi, tongue tie berpengaruh pada proses menyusui.

Pada saat proses menyusui berlangsung, bayi mengerakkan lidahnya dengan gerakan peristaltik dari depan ke belakang menyentuh palatum atau langit-langit, sehingga ASI keluar ke mulut bayi.

Pada bayi tongue tie, ASI yang didapat sedikit karena pergerakan lidah terbatas. Lidah berperan penting pada proses menyusui. Hal ini berbeda pada bayi tongue tie yang mendapat susu dengan botol dot. Bayi tidak banyak melakukan gerakan lidah pada saat proses menyusui, sehingga proses menyusu tidak terganggu.

Gejala yang dapat kita lihat pada bayi diantaranya :

Perlekatan mulut bayi yang buruk dan cara menghisap pada payudara yang kurang baik, atau terdengar bunyi �klik� pada saat bayi menyusu.

ASI yang diperoleh bayi sedikit.

Kenaikan berat badan bayi lambat, bayi rewel dan sering kolik, dan bayi cenderung lama saat menyusu (bisa lebih dari 1 jam).

Frekuensi menyusu lebih sering, bisa dalam � atau kurang dari 1 jam bayi ingin menyusu kembali. Pemeriksaan sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan memasukkan jari ibu ke mulut bayi, dan lihat saat mulut bayi menghisap, apakah lidah bayi melewati gusi/tidak.

Gejala yang dapat kita temui pada ibu diantaranya:

Puting lecet, nyeri pada payudara.

Produksi ASI sedikit.

Plugged duct ( terdapat seperti jerawat kecil berwarna putih pada ujung puting).

Mastitis.

Tidak nyaman� setiap kali ingin menyusui.

Jika gejala tersebut diatas tedapat pada bayi yang sedang menyusui atau pada payudara ibu menyusui, sebaiknya anda langsung menemui konselor /konsultan laktasi untuk diperiksakan. Konselor/konsultan laktasi akan coba memperbaiki dulu posisi dan perlekatan menyusui. Bila hal ini tidak membantu, maka pada lidah bayi perlu dilakukan tindakan frenotomi.

Tindakan frenotomi,yaitu pengirisan frenulum. Tindakan ini lebih ringan dari tindakan menindik telinga, memakan waktu kira-kira 1 detik. Pada bayi dibawah 1 bulan kadang tidak diperlukan anastesi lokal. Pada bayi lebih dari 1 bulan diperlukan anastesi lokal yang aman untuk bayi. Sedangkan pada bayi 6 bulan ke atas perlu menemui dokter bedah anak.

Segera setelah frenotomi selesai dilakukan, bayi langsung disusui oleh ibu. Ibu akan terasa nyaman saat menyusu dan ASI yang diperoleh bayi lebih banyak. Perdarahan hanya sedikit sekali dikarenakan pada frenulum jarang terdapat pembuluh darah kecil/kapiler, perdarahan terjadi hanya sekitar 1-2 tetes, dan luka setelah frenotomi akan sembuh kurang dari 1 minggu. Prosedur frenotomi sangat aman dan mudah serta faktor resiko infeksi pada luka irisan sangat kecil.

dr. Aini, Konselor Laktasi RSIA Kemang Medical Care


- p a m e l i a -
"No Labelling, Stop Judging, Start Supporting"

Powered by my children's existance
1.11.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Sun Jan 1, 2012 6:46 pm (PST)



Dear Bu Pam,
Thanks buat sharingnya. :)
Untuk tipe tongue tie, tipe apa saja diperlukan tindakan frenotomi?

Salam,

1.12.

Re: Informasi dr. di Markas

Posted by: "dviryanti" dviryanti@yahoo.com   dviryanti

Sun Jan 1, 2012 6:57 pm (PST)





--- In sehat@yahoogroups.com, Sativa Huang <sativahuang@...> wrote:
>
> Hi Bu Vira,
> Punya BB, TB dan LK anak dari lahir hingga sekarang,
> Kalau mau bisa di share ~ maaf, kalimat ini sering diulang-ulang. hehehe
>
>
> Salam,
>
Lahir BB 3600 TB 49 LK 34
4hr. 3200. 49. 34
12hr. 3500. 49. 39
1bln. 4200. 52. 39

Tks pak Sativa,
-vira-

2a.

Re: Benjolan d leher, bahayakah?

Posted by: "vjlollipop@gmail.com" vjlollipop@gmail.com   vionajasin

Sun Jan 1, 2012 7:47 am (PST)



Sudah.
Masalahnya pernah konsul beberapa dokter sih gapapa katanya, tp ga tau jg..hik
Yg d kepala sih keras, tp bs bergerak ( ga ada kriteria ini kayanya)
Trus kalo udah bertaun2 gt apakah mungkin, infeksi ?soalnya ga ada keluhan yg lain2.

Viona
Powered by Telkomsel BlackBerry�
2b.

Re: Benjolan d leher, bahayakah?

Posted by: "ela.batubara@gmail.com" ela.batubara@gmail.com

Sun Jan 1, 2012 8:21 am (PST)



Duh anak saya juga benjolan dibelakang telinga. Ga hilang2 dari usia BB seret 11 bulan- skrg 17 bulan. Ud ke dsa, dsa paru, katanya biasa benjolan gini, bisa krn batpil, bisa krn mgkn di kepalanya ada luka (misalnya krn garuk kepala), kebetulan rambut anak saya agak banyak.

Tp ga batpil pun, ttp ada benjolan. Kayaknya bisa bergerak dan pindah (agak ke tengah telinga, atas telinga sdkt).

Itu knp ya ? Ada yg bs share ?

Tq ya,
Ela

Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
2c.

Re: Benjolan d leher, bahayakah?

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Sun Jan 1, 2012 3:56 pm (PST)



Hi mba ela,
Browse perihal kelenjar getah bening atau lymphadenopati


Rgds,
Ami
*baru bisa liat email,  kumat :(


Sent from AmiBerry® via Smart 1x / EVDO Network.
3a.

Re: Kolonoskopi

Posted by: "Laura Rondo" laura.s.rondo@gmail.com   laura_stefanie

Sun Jan 1, 2012 8:03 am (PST)





Regards,

Laura Rondo

-----Original Message-----
From: "Sam" <samsulna@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 30 Dec 2011 13:53:55
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] Kolonoskopi

Dear all,

As subject, ada yg pernah melakukan ?
kata suster perlu minum pencahar & makan bubur kecap doang sehari sebelumnya.
Gimana rasanya pas dimasukin ?

Thanks,
Sam

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

4a.

[tanya] inguinal hernia, please help

Posted by: "anggita cinantya" anggi_1984@yahoo.com   anggi_1984

Sun Jan 1, 2012 8:52 am (PST)



Dear SPs n Docs,

Aimee (17mo) keluar benjolan di daerah kandung kemih jika menangis sangat kencang. Awal terlihat 2 bulan yg lalu dan Kamis kemarin terlihat lagi. Jika tangisnya berhenti maka benjolan ini hilang lagi. Setelah ke Markas Sehat diagnosisnya Inguinal Hernia. Sekarang sedang dikonsultasikan ke dr bedah anak. Saya juga coba2 baca2 di Mayoclinic, NDDIC, Kidshealth dan Royal Children Hospital semua menyarankan operasi. Ada gak yg punya pengalaman seperti ini? Karena dari hasil baca2 kondisi ini umumnya terjadi pada anak cowok dan jarang pada anak cewek. Butuh penguatan nih kalo ntar udh ada kabar dari dokter bedahnya. Buat bahan diskusi juga. Terima kasih.
 

Best regards,

Anggie
Mama Aimee yg lagi bingung n sedih

[Non-text portions of this message have been removed]

4b.

Re: [tanya] inguinal hernia, please help

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Sun Jan 1, 2012 2:30 pm (PST)



Hi mba anggi,
Tmn sy baru saja mengalami ini..
Mmg dioperasi ..
Mgg lalu bayinya dioperasi di RSPI ..
Dokternya sy japri ya

Rgds,
Ami


Sent from AmiBerry� via Smart 1x / EVDO Network.
4c.

Re: [tanya] inguinal hernia, please help

Posted by: "hestydwi1501@gmail.com" hestydwi1501@gmail.com   hesty

Sun Jan 1, 2012 3:12 pm (PST)



Haluw mbak Anggi,

anakku juga hernia mbak cewek, bawaan lahir, tapi ibunya baru ngeh pas umur 5 tahun, trus operasi umur 6 th dec 2010, sebentar kok mbak operasinya nginep semalem, sebenernya bisa pulang tapi emaknya takut kenapa2 jadi nginep semalem, kategorinya operasi kecil kata dokternya mbak. Habis operasi sebulan nggak boleh naik turun tangga. Sabar ya mbak...nggak serem2 amat kok.... Dokternya blg sebaiknya segera operasi soalnya kalo ususnya kejepit sakit banget.

Sekedar share ya mbak gak bisa bantu apa2 :)

-hesty-


Powered by Telkomsel BlackBerry�
5a.

tanya : Kontrasepsi suntik vs kanker payudara

Posted by: "gina aulia" gina_fiskal@yahoo.com   gina_fiskal

Sun Jan 1, 2012 4:45 pm (PST)



Dear SP and docs,

Kemarin saya mendapat email dari rekan kerja yang istrinya terkena kanker payudara stadium 2, dia menyebutkan beberapa sebat salah satunya adalah penggunaan kontrasepsi suntik, apakah benar ada hubungannya antara kontrasepsi suntik dengan kanker, karena kemarin juga saya sempet ngobrol dengan saudara tmnnya ada yg terkena kanker payudara dan kebetulan memakain kb suntuk, begitupun tante saya yang payudaranya sudah diangkat krn kanker payudara stadium dini dan setelah saya tanya beliau pun kebetulan (lagi) berkontrasepsi suntik, kira2 kb apa ya yang memiliki resiko ringan terhadap penyakit? dulu saya sempat pakai spiral tapi sepertinya tidak cocok karena mengalami sakit perut yang berlanjut dan lama, sehingga spog memutuskan mencabutnya.

thx,
Gina

[Non-text portions of this message have been removed]

5b.

Re: tanya : Kontrasepsi suntik vs kanker payudara

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Sun Jan 1, 2012 5:22 pm (PST)



Dear mba gina
Kontrasepsi suntik memang tdk dianjurkan utk pemakaian lebih dari 2thn, terutama yg suntik per 3bln, krn memicu kanker.
Pemakaian KB sebaiknya mmg berganti jenisnya, tdk slalu jenis yg sama..

Turut prihatin

Rgds,
Ami


Sent from AmiBerry� via Smart 1x / EVDO Network.
5c.

Re: tanya : Kontrasepsi suntik vs kanker payudara

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Sun Jan 1, 2012 5:28 pm (PST)



Dear mba gina,
Utk jenis KB semuanya mmg ada plus minusnya (cocok2an yah)..
Tdk menjamin dpt mencegah kehamilan jg bukan? :) .. Alih2 kalau tdk hamil, jdnya malah ga karuan karena efek samping KB.

Kalaupun tdk menggunakan KB, misal kondom, atau sistem tanggalan, atau sperm dikeluarkan diluar.. Sebetulnya lbh aman tp mengurangi kenikmatan..

Pilihan kembali kepada masing2 pasutri..

Maaf jk krg berkenan

Rgds,
Ami


Sent from AmiBerry� via Smart 1x / EVDO Network.
6.

PESAT 4 Tangerang

Posted by: "pesat tangerang" pesat4tangerang@gmail.com

Sun Jan 1, 2012 5:45 pm (PST)



Selamat Pagi dan Selamat Tahun Baru 2012 Dear Smart Parents,

Sebagai wujud kepedulian pada kesehatan anak serta meningkatnya keinginan
orang tua akan pengetahuan yang komprehensif tentang kesehatan anak, maka
kami panitia PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua)
didukung oleh YOP (Yayasan Orangtua Peduli), akan mengadakan PESAT 4
Tangerang
Sebagai orang tua, seringkali kita dihadapkan pada situasi yang tidak
nyaman, contohnya ketika si kecil sakit. Pertanyaan � pertanyaan berikut
ini mungkin pernah terlintas dibenak Smart Parents
�Wah, kok demam anakku tidak turun-turun ya? Harus segera diberi obat anti
kejang nih! Periksa darah juga deh!�
�Duh, batuknya makin hari kok makin menjadi ya..Ditambah ingusnya berwarna
hijau.. Inhalasi aja deh, sama antibiotiknya sekalian!�
�Imunisasi? Ah, ngga usah lah, nanti malah tambah sakit lagi anakku..�
�Si kecil kok kurus banget ya badannya.. Jangan-jangan TBC nih�
�Si adek jatuh dari tempat tidur nih, apa yang harus saya lakukan ya?
�Sekarang ini kok banyak terjadi malpraktik ya? Gimana caranya terhindar
dari itu?
�. dan 1000 macam pertanyaan dan kekhawatiran khas orang tua lainnya. Sudah
tepat dan rasionalkah penanganannya? Yuk kita cari tahu jawabannya dengan
belajar bersama menjadi SMART PARENTS di PESAT 4 TANGERANG.
Dijamin banyak ilmu yang bisa didapat untuk kesehatan dan tumbuh kembang
buah hati tercinta.

==== When? =====
Sesi I
Sabtu, 11 Februari 2012
Topik:
1. Demam, Kejang Demam, Dengue,Thypus
2. Imunisasi
3. Jaundice (kuning pada bayi) dan seputar perawatan bayi baru lahir
Sesi II
Sabtu, 10 Maret 2012
Topik:
1. Common problem I : Batuk,pilek,radang tenggorokan,OMA, dan OME
2. MPASI
3. TBC dan penyakit paru lainnya: Bronchitis dan Asma.
Sesi III
Sabtu, 14 April 2012
Topik:
1. Common problem II: Gastroenteriris (muntah dan diare) dan konstipasi
2. Kegawatdaruratan pada anak & penanganannya
3. Narkoba dan pola asuh anak
Sesi IV
Sabtu, 12 Mei 2012
Topik:
1. Tumbuh kembang pada anak dan ADB (Anemia Defisiensi Besi)
2. Superbugs dan Antibiotika
3. Becoming Smart Patient (seputar hak pasien dan layanan terbaik untuk
kesehatan )

*)Setiap sesi berlangsung pada pukul 8.30 � 15.00 WIB

==== Where? ====
Metro Sky Garden
German Center Indonesia Lt.7
Jl. Kapten Subianto Dj no.1
BSD City � Tangerang Selatan
Investasi (pengganti makalah, snack, dan makan siang)
Single per sesi Rp 110.000
Couple per sesi Rp 210.000
Single paket Rp 400.000
Couple paket Rp 750.000

==== Mekanisme Pendaftaran ====
1. Daftar ke website resmi PESAT 4 Tangerang www.pesat-tangerang.org atau
melalui SMS ke nomor 02160830356 (Rini) atau 085719998980 (Agnes) dgn
format: Nama peserta#nama pasangan (bila mengambil sesi couple)#jenis
kepesertaan(sesi yg diinginkan/paket)#email yg aktif digunakan#

2. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi (ketersediaan tempat)
dari panitia yang juga berisi no.invoice, nomor rekening panitia, dan total
biaya kepesertaan.

3. Konfirmasi pembayaran dapat dilakukan di website atau sms ke nomor
diatas dengan format: nama#no.invoice#bank#jumlah transfer

Yuk, cerdas bersama untuk anak-anak kita!

Segera daftarkan diri anda, pasangan, keluarga maupun kerabat
Tempat sudah semakin terbatas lho !!

Visit us : www.pesat-tangerang.org
Facebook : pesat4tangerang
Follow us @pesat4tangerang

[Non-text portions of this message have been removed]

7.

Anak Saya Positif Rota Virus

Posted by: "riniherman@yahoo.com" riniherman@yahoo.com   riniherman

Sun Jan 1, 2012 6:56 pm (PST)



Selamat pagi semuanya..

Mohon bantuan pencerahan, anak saya positif kena rotavirus kata DSA, anak saya umur 13 bulan, sempat dirawat 2 hari di RS. Awalnya mencret, muntah, demam naik turun, sekarang udah stabil, tapi beratnya susut dari 9 kg jadi 8,2 kg, DSA bilang tetap dikasih susu tambahan Isomil krn aman, ASI nya juga masih sampe sekarang, tapi hari ini anak saya mencret lagi, takutnya dia lemes, kalo di RS ada infus jadi gak khawatir, kalo di rumah gmn ya, mohon bantuan pencerahan dari yg lebih berpengalaman. Tks

Wassalam,
Rini
Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
8.

Tounge Tie/Tali Lidah dan Fenomena 'Gebyah Uyah'  2012

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Sun Jan 1, 2012 6:57 pm (PST)



reposting siapa tahu bermanfaat.

salam perdjoeangan
wongtjilik--lawan kezaliman--fiat justitia ruat caelum

-------- Original Message --------
Subject: Re: [sehat] Re: Tounge Tie
Date: Thu, 03 Nov 2011 08:04:45 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

numpang posting :

RECOMMENDATIONS
Conservative management of tongue-tie may be sufficient, requiring no
intervention beyond breastfeeding
assistance, parental education, and reassurance.19
For partial ankyloglossia, if a tongue-tie release is deemed
appropriate, the procedure should be performed by a physician or
pedodontist experienced with the
procedure; otherwise a referral should be made to an ear, nose, and
throat specialist or oral surgeon.
*Release of the tongue-tie appears to be a minor procedure, but it may
be ineffective in solving the
immediate clinical problem and may cause complications such as infant
pain and distress and postoperative
bleeding, infection, or injury to Wharton's duct.19*
Complications are rare, however.1,2,5,9
Frenotomy, or simple incision or "snipping," of a tongue-tie is the most
common procedure performed
for partial ankyloglossia. It should be recognized that postoperative
scarring may further limit tongue
movement.19 *_Excision with lengthening of the ventral surface of the
tongue or a z-plasty
release is a procedure with less postoperative scarring,
but it carries the additional risks of general
anesthesia.19_*

kredit :
19. Canadian Paediatric Society, Community Paediatrics Committee:
Canadian Paediatric Society
Statement: Ankyloglossia and breastfeeding. Paediatr Child Health
7:269--270, 2002.

Protocol # 11: Guidelines for the evaluation and
management of neonatal ankyloglossia and its
complications in the breastfeeding dyad
http://www.bfmed.org/Resources/Download.aspx?filename=Protocol_11.pdf

jadi kembali ke dekstop.
sudahkah mengikuit kaidah EBM
sudsahkah tenaga medis menjelaskan dengan runut..teliti....dan
tepat.....risk and benefitnya dengan TT.
pada kondisi seperti apa TT diperlukan tindakan medis....dikatakan 3% ~
4% bukan itu TT yg berat?......apakah anak kita masuk didalamnya?
sudahkan dilakiukan screening?...dst sb......

tentu hak pasien utk mengetahui itu semua.
jangan sampai gebyah uyah.....

saras
bapakeghozan

numpang posting dari:
Journal of Periodontology <http://www.joponline.org/loi/jop>
August 2009, Vol. 80, No. 8, Pages 1204-1219 , DOI 10.1902/jop.2009.090086
(doi:10.1902/jop.2009.090086)

*Methods:* The MEDLINE databases and the Cochrane Library were searched
according to well-defined criteria, resulting in 64 included articles.
The evidence regarding the classifications of tongue-tie, epidemiologic
data, inheritance, breastfeeding problems, impaired tongue mobility,
speech disorders, malocclusion, gingival recessions, therapy, and
complications due to surgery was analyzed in detail.

*Results:* Different classifications for ankyloglossia have been
proposed but not uniformly accepted. Breastfeeding problems in neonates
could be associated with a tongue-tie, but not enough controlled trials
have been performed to identify an ideal treatment option. In children
and adults with ankyloglossia, limitations in tongue mobility are
present, but the individual degree of discomfort, as well as the
severity of an associated speech problem, are subjective and difficult
to categorize. There is no evidence supporting the development of
gingival recessions because of ankyloglossia. Frenotomy, frenectomy, and
frenuloplasty are the main surgical treatment options to release/remove
an ankyloglossia. Because of the limited evidence available, no specific
surgical method can be favored.

*Conclusions: The lack of an accepted definition and classification of
ankyloglossia makes comparisons between studies almost impossible.
Because almost no controlled prospective trials for surgical
interventions in patients with tongue-ties are present in the
literature, no conclusive suggestions regarding the method of choice can
be made. It also remains controversial which tongue-ties need to be
surgically removed and which can be left to observation.*

http://www.joponline.org/doi/abs/10.1902/jop.2009.090086

terus bagaimana donk.......
ikuti petunjuknya di bawah ini :

On 11/3/2011 7:08 AM, purnamawati.spak@cbn.net.id wrote:
> *Dear all
>
> Masih boleh menambahkan ya
> 1. Puting sakit vs TT
> ---
> Penyebab cracked nipple - banyak
> Salah satunya TT
> Please jangan otomatis kalau puting sakit, lalu berpikir mesti insisi karena menganggap si bayi TT
> Cracked nipple merupakan common thing di awal2 menyusui
> "Nikmati" dan observe penyebabnya
>
> 2. Poor latch on vs TT
> ---
> Banyak penyebab poor latch on. Jangan otomatis divonis penyebabnya adalah TT
> Baik bayi maupun ibu, butuh waktu dan "latihan" alias practice
> "Nikmati", amati, dan terus practice
>
> 3. Cadel vs TT
> ---
> Banyak penyebab anak cadel
> Salah satunya TT
> Tapi jangan dibalik karena cadel adalah bagian dari tumbuh kembang anak
> Oang jepang juga cadel padahal gak TT hehehe
>
> 4. "Frenotomy memang tidak semua nakes setuju"
> ----
> Maaf koreksi ya puti
> Saya tidak against frenotomy lho
> Dan menurut saya, tidak ada nakes yang tidak setuju frenotomy kalau indikasinya tegas dan jelas.
>
> Kalau memang TT berat dan jelas gagal tumbuhnya karena TT (kan penyebab gagal tumbuh - banyak. Pastikan dulu apa penyebabnya) - ya harus frenotomy
>
> 5. Testimoni vs EBM
> ---
> Kita semua sama2 menginginkan yang terbaik buat anak
> Dan salah satu cara buat bisa memberikan yang terbaik, adalah by being a smart and wise parents; in many aspects of a child's life
> Salah satu jkriteria untuk jadi smart parents adalah memahami EBM
> Dalam EBM, kekuatan tertinggi adalah meta-analysis dan RCT
> Expert opinion apalagi testimoni, kekuatannya sangat lemah sehingga bukan landasan pengambilan keputusan
>
> 6. Konsultasi ke ahlinya
> ---
> Setuju!
> Meski kembali ke kasus bayinya pak Aziz, saya pribadi belum elihat ada indikasi konsultasi khusus, tapi kalau mau kan dr Utami salah satu pakar utamanya ya.
> Di lain sisi, untuk mendiagnosis TT, tanpa mengurangi rasa hormat, mestinya sih para dsa tahu - karena jelas dan gamblang
> *
> Maaf kalau tidak berkenan
>
> Salam aSI
>
> Wati
> Wati
> Patient Safety, first
>

-------- Original Message --------
Subject: Re: [sehat] Re: Tounge Tie
Date: Thu, 03 Nov 2011 09:35:53 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

kesimpulan saya secara umum :

meskipun bayi baru lahir diduga TT atau malah Cleft Palate, tapi si ibu
asinya lancar yaa Insya Allah cukup saja asinya, karena bayi tinggal
koordinasi antara hisap dengan napas aja..dan ini sunatullah,
kenapa juga yg Cleft Palate tetep bisa menyusui.
lain halnya, meskipun bayi tidak TT dan atau Cleft Palate, sekalipun
bisa melekat sempurna tapi ibunya sendiri stress, ya jangan harap
ASInya akan lancar.

ASI
Aku Sayang Ibu
Berpeluh darah dan keringat.....kau sodorkan 'buah surgawi' didepan
mulutku..
mataku masih menggelayut dalam kegelapan dan buaian timang perutmu.
Namun dengan sabar Ibu menuntunku..
setes demi setes...adalah kebahagianku yang tak terkira.
peluk hangat kulitmu menenangkan fikirku dalam bisingnya duniawi ini.

ASI
Aku Sayang Ibu
hanya satu pintaku.
ASI.

Salam ASI
bapakeghozan

>

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Yahoo! Health

Healthy Aging

Improve your

quality of life.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: