Saturday, November 26, 2011

[sehat] Digest Number 16583

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika From: pancakitchen@yahoo.com
1b.
Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika From: umialiyah_dzatil@yahoo.co.id
1c.
Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika From: puriz_mail@yahoo.com
1d.
Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika From: rinamonstress@yahoo.com
1e.
Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika From: rinamonstress@yahoo.com
2a.
Re: Prod asi yg menurun From: F.B.Monika
2b.
Re: Prod asi yg menurun From: asamisunt@gmail.com
3.1.
Re: [news] Ratusan belatung dikeluarkan dari kepala Faisal ==> Sehat From: Pono Ruci
3.2.
Re: [news] Ratusan belatung dikeluarkan dari kepala Faisal ==> Sehat From: mamikila@yahoo.com
4a.
Re: [news] Seputar Kanker Payudara From: Siti N Febriana
4b.
Re: [news] Seputar Kanker Payudara From: pancakitchen@yahoo.com
5a.
Re: Sex education dan etiquette education From: Pono Ruci
5b.
Re: Sex education dan etiquette education From: Inta
5c.
Re: Sex education dan etiquette education From: rezka MommaAZKA
5d.
Re: Sex education dan etiquette education From: wurihandayani@indosat.blackberry.com
5e.
Re: Sex education dan etiquette education From: feby eboy
6a.
(Sehat) From: aina
6b.
Re: (Sehat) From: yani.febriyanti@yahoo.com
7.
(News)BPOM Says These 22 Coffee Brands Are Bad for You From: polarlander74@yahoo.co.id
8a.
Re: Vitamin asthin force-amankah utk bumil? From: Anto
9a.
Bls: [sehat] OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika From: CHOLIFAH Ilhami
10a.
Re: Blue Turqoise; Heaven on earth (part IA) From: julieaminingsih@telkomsel.blackberry.com
11a.
(ASK) Bejolan antara ketiak dan payudara From: vienta suhendra
11b.
Re: (ASK) Bejolan antara ketiak dan payudara From: blue_for_sure@yahoo.com
12.
Flek setelah 8 bln melahirkan From: Oktaviani

Messages

1a.

Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

Posted by: "pancakitchen@yahoo.com" pancakitchen@yahoo.com   pancakitchen

Fri Nov 25, 2011 6:11 am (PST)



Pasti diminta visum....coba kekepala sekolah nya dulu. Semoga guru itu sadar...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Puti Herryanti <putisehat@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 25 Nov 2011 20:54:54
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

1. Persatuan orangtua murid utk cari dukungan, malah mgkn ktemu kasus yg sama.
2. Wali kelas
3. Konselor sekolah
4. Kepsek
Ngak mempan:
5. Polisi
6. Komnas perlindungan anak

Jangan lupa bukti, foto pas pulang sekolah, saksi dari teman sekelas. Kalau bisa direkam dulu kesaksiannya, khawatir diintimidasi dan ngak ada bukti..

Turut prihatin ya mbak.. Mudah2an dapat penyelesaian terbaik..

Puti
*prihatin&emosi*

[Non-text portions of this message have been removed]

1b.

Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

Posted by: "umialiyah_dzatil@yahoo.co.id" umialiyah_dzatil@yahoo.co.id   umialiyah_dzatil

Fri Nov 25, 2011 3:44 pm (PST)



Perasaan mao nimpuk kepala si guru pake ac dech - sol


Atun
no puyer please

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
1c.

Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

Posted by: "puriz_mail@yahoo.com" puriz_mail@yahoo.com   puriz_mail

Fri Nov 25, 2011 4:04 pm (PST)



Apa ada luka memar/tidak? Apakah ada saksi pemukulan tersebut/tidak?Bila ada, lakukan visum terlebih dahulu untuk jaga2 (untuk jaga2 saja). Datangi kepala sekolah untuk melaporkan tindakan guru tersebut dan minta agar guru tersebut meminta maaf kepada anak ybs. Apabila tidak dipedulikan, bisa mengancam kalo sudah membuat visum dan hal tersebut sudah menjurus ke penganiayaan. Hehehe..kebayang sakit hatinya jd orang tua anak tsb.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
1d.

Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

Posted by: "rinamonstress@yahoo.com" rinamonstress@yahoo.com   rinamonstress

Fri Nov 25, 2011 6:55 pm (PST)



Lapor ke Komnas Perlindungan Anak Bu.

Regards.
Rina
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
1e.

Re: OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

Posted by: "rinamonstress@yahoo.com" rinamonstress@yahoo.com   rinamonstress

Fri Nov 25, 2011 7:07 pm (PST)



Lapor ke LBH Jakarta Bu, ada di daerah Menteng. Bisa juga ke Komnas perlindungan anak yang ada di Pasar Rebo (LSM) atau yang di daerah Menteng (milik negara). Prosedur cenderung tidak menyulitkan. Asal orang tua anak ybs siap tempur untuk membela anaknya. Kalau lapor ke LBH mereka fungsinya menjadi pendamping (menjelaskan hak anak) dan hal-hal lain secara hukum, serta memberikan alternatif langkah-langkah advokasi. Namun keputusan tetap ada di tangan dampingan (dalam hal ini adalah orang tua anak).
Semoga membantu.
Rina Puspitaningrum
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
2a.

Re: Prod asi yg menurun

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Fri Nov 25, 2011 6:12 am (PST)



Dear Mba Widyastuti,

Apakah akhir2 ini Mba lebih lelah,atau banyak pikiran? Prinsipnya ASI adalah supply n demand, mind game, yakin bahwa ASI cukup untuk bayi kita.
Sudahkah Mba benar2 kosongkan PD setelah menyusui langsung / pompa? Bagaimana kalau coba pompa dengan tangan supaya pengosongan PD nya lebih sempurna?

Salah satu tips dari kellymom sbb :

"To accomplish this goal and increase milk production:

Empty the breasts more frequently (by nursing more often and/or adding pumping sessions between nursing sessions)

Empty the breasts as thoroughly as possible at each nursing/pumping session.

To better empty the breasts:

Make sure baby is nursing efficiently.

Use breast massage and compression.

Offer both sides at each nursing; wait until baby is finished with the first side before offering the second. Switch nursing may be helpful if baby is not draining the breast well.

Pump after nursing if baby does not adequately soften both breasts. If baby empties the breasts well, then pumping is more useful if done between nursing sessions (in light of our goal to keep the breasts as empty as possible)"

HTH
F.B.Monika
2b.

Re: Prod asi yg menurun

Posted by: "asamisunt@gmail.com" asamisunt@gmail.com   floreanwl

Fri Nov 25, 2011 6:18 am (PST)



Asi pada prinsipnya supply and demand, makin banyak dikeluarkan makin banyak asi diproduksi. Jadi bila ingin mperbanyak asi harus sering dikeluarin..
Berkurangnya asi bisa jadi karena stress atau kecapean atau terlalu banyak pikiran.. Cmiiw

Salam
Santy

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
3.1.

Re: [news] Ratusan belatung dikeluarkan dari kepala Faisal ==> Sehat

Posted by: "Pono Ruci" rucipono@yahoo.co.id   rucipono

Fri Nov 25, 2011 7:03 am (PST)




dear all,

setuju & sangat mendukung rencana bapake Ghozan..
semoga segera terlaksana ya

Iin

3.2.

Re: [news] Ratusan belatung dikeluarkan dari kepala Faisal ==> Sehat

Posted by: "mamikila@yahoo.com" mamikila@yahoo.com   mamikila

Fri Nov 25, 2011 9:57 am (PST)



Setuju sama mba Dewi (maaf ga potek)

Kalau mba Sari ga keberatan,apa boleh kita nitip transfer ke rekening mba buat bantu ade Faisal?tapi mungkin cari tau dulu biayanya dan info lebih lengkap supaya kita semua bisa tau.

Maaf banget ngerepotin mba Sari. Makasih bgt ya Mba!

Untuk Pak'e, ayo dikordinir buat project2 selanjutnya Pak'e hehehe. Saya mau bgt bantu sebisanya:)

Thia
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: dewijagoan@yahoo.co.id
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 25 Nov 2011 14:09:44
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] [news] Ratusan belatung dikeluarkan dari kepala Faisal ==> Sehat Peduli ==> Member Pekan Baru

mungkin di Transfer ke rekening mba (buka baru khusus untuk sumbangan ini) n diserahkan dalam bentuk tunai langsung ke pihak rumahsakit untuk biaya rumah sakitnya.. Sisanya diberikan langsung ke ortu untuk khdpn selanjutnya .. Just ide

Maap kalo ga berkenan

Dewi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links

4a.

Re: [news] Seputar Kanker Payudara

Posted by: "Siti N Febriana" snfebriana@yahoo.com   snfebriana

Fri Nov 25, 2011 7:20 am (PST)



Baik nya bagaimana pemeriksaan payudara selain SADARI ya, apakah perlu Mammae atau cukup dengan USG payudara tiap tahun
Terimakasih pak
 
Wassalam
 
Nana

________________________________
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 24, 2011 8:02 AM
Subject: [sehat] [news] Seputar Kanker Payudara

 
saya repost siapa tahu bermanfaat dan silakan bisa disimpan.

saya quote tulisan(dari arsip) perihal kanker dan studi epidemiologi
dari salah satu ahli patologi, mantan member milis sehat dr tonang phd. :

Teori yang luas diterima untuk menjelaskan proses berubahnya sifat suatu sel
menjadi sel kanker, dikenal sebagai two-hit theory. Diperlukan minimal 2
kali proses sebelum menjadi sel kanker.

Perubahan tahap I (atau Hit pertama) akan mengubah DNA sel (mutasi) tersebut
sehingga rentan berubah menjadi kanker, tetapi belum mengubah menjadi sel
kanker. Perubahan ini bisa terjadi secara genetik, sejak saat pembuahan,
sehingga disebut bersifat menurun (inherited). Contohnya kanker payudara
dengan gen BRCA1 dan BRCA2. Contoh lain adalah glioma pada bayi.

Perubahan tahap I juga bisa terjadi selama dalam kandungan atau segera
setelah lahir. Belum banyak yang diketahui sifat genetiknya, sehingga
sebagian besar kanker memang sulit diketahui penyebab aslinya.

Faktor-faktor penyebab Hit pertama ini disebut "initiating factor".

Seperti disebut sebelumnya, initiating factor saja belum akan membuat sel
menjadi sel kanker. Dibutuhkan tahap II atau Hit ke dua, yang disebut
promoting factor. Adanya infeksi, penyakit autoimun, gangguan metabolisme
tubuh, radiasi, iritasi, trauma, pengaruh obat-obat tertentu adalah
contoh-contoh promoting factor (dan banyak yang belum diketahui).

Sel baru akan menjadi sel kanker, setelah mengalami dua tahap : initiating
factor dan promoting factor. Yang belum diketahui adalah "hit-hit" ini
ternyata tidak hanya "sekali hit langsung bereaksi" dalam 1 tahapan. Belum
jelas berapa kali dibutuhkan paparan suatu faktor untuk menimbulkan "1 hit"
ini.

Di luar kedua faktor itu, ada lagi predisposing factor seperti : diet,
faktor lingkungan, life-style, obesitas, kondisi imunocompromised dan
mungkin juga banyak lagi yang belum diketahui.

Karena itulah, tidak heran bahwa kalau ada 2 orang tinggal bersama-sama
sejak kecil, pekerjaannya sama, yang satu merokok selama bertahun-tahun,
tetapi justru yang tidak merokok yang menderita kanker paru-paru. Bisa
terjadi karena yang merokok justru tidak mengalami initiating factor,
meskipun merokok menimbulkan iritasi sel-sel saluran nafas (bisa menjadi hit
kedua), sementara orang kedua mengalami initiating factor plus promoting
faktor karena menjadi "perokok pasif".

Sebaliknya dalam hal kanker payudara. Kalau ada orang tuanya yang menderita
kanker payudara, maka anaknya lebih berisiko, karena dia berisiko sudah
memiliki "initiating factor" untuk Hit pertama. Berarti tinggal butuh 1 Hit
lagi untuk menjadi kanker.

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, May 02, 2007 4:48 PM
*Subject:* [news] Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

**

Sepanjang hidup kaum perempuan, kanker payudara selalu mengintai, selain
juga kanker ovarium. Bahkan bagi pasien yang sudah melakukan
pengangkatan payudara pun masih dihantui kemungkinan penyebaran dan
kambuhnya kanker. Itu sebabnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan
HER2 setelah dokter mendiagnosis kanker.

HER2 (Human Epidermal growth factor Receptor-type 2) adalah protein yang
bisa menyebabkan pertumbuhan kanker payudara menjadi kanker yang lebih
ganas. Seorang pasien disebut memiliki HER2 positif bilamana tumor
seorang pasien memiliki jumlah HER2 yang sangat besar.

Kanker payudara dengan HER2 positif merupakan salah satu jenis kanker
payudara yang tumbuh sangat cepat dan ganas. Diperkirakan satu dari
empat pasien kanker payudara memiliki HER2 positif.

"Sebenarnya HER2 ada pada sel normal setiap orang, tapi jumlahnya
sedikit. Jika terjadi kelainan sel yang menyebabkan kanker, maka jumlah
HER2 menjadi tidak terkendali dan akhirnya merangsang pembentukan sel
yang tidak diperlukan, terjadilah kanker," papar dr. Endang SR
Hardjolukito, SpPA, dari Departemen Patologi Anatomik, FKUI-RSCM.

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab timbulnya kanker payudara.
Namun, faktor-faktor risiko tinggi munculnya penyakit ini antara lain
wanita umur di atas 40 tahun yang belum pernah hamil, ada faktor
keturunan dari keluarga, mempunyai anak pertama di atas usia 35 tahun,
mengalami menstruasi pada usia lebih dini, wanita yang mengalami
menopause terlambat, wanita yang tidak menyusui, wanita yang mendapat
obat hormonal dalam jangka waktu lama, dan kegemukan.

Ketika seorang pasien didiagnosis menderita tumor di payudara biasanya
dokter akan melakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk mengetahui
tipe, luasnya, serta keganasan tumor. Setelah itu akan dilakukan terapi
yang tepat untuk mengobatinya, jika tumor jinak maka cukup diambil
tumornya saja, namun jika sudah ganas atau menjadi kanker dilakukan
pemeriksaan lagi apakah payudara perlu diangkat seluruhnya.

Menurut dokter Endang, kendati sudah dilakukan pengangkatan seharusnya
dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui status reseptor
hormon. Jika status HER2 nya positif maka dokter akan menyarankan untuk
pemberian obat anti HER2. "Cara kerja obat ini adalah mengunci HER2 agar
tidak membelah diri dan akhirnya mati," ujarnya.

Pemberian obat HER2 sendiri belum banyak dilakukan. Di dunia pengobatan
HER2 baru dimulai sejak tahun 2000. Selain itu mahalnya biaya pengobatan
masih menjadi kendala tersendiri, padahal sekitar 30 persen pasien
kanker payudara memiliki HER2 positif.

*Penulis*: An
sumber: kompas

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, November 12, 2008 5:39 PM
*Subject:* [news] Deteksi Kanker Payudara Sendiri Pun Bisa!

Deteksi Kanker Payudara Sendiri Pun Bisa!
Rabu, 12 November 2008 | 13:33 WIB

*SEJUMLAH* wanita yang hadir dalam seminar "Embrace Life with Breast
Cancer" di CityWalk Sudirman, Jakarta, Rabu (12/11), merupakan mantan
penderita kanker payudara. Setelah bertutur betapa susah payahnya
melalui masa-masa penyembuhan, mereka berharap tak ada lagi
wanita-wanita yang menderita kanker payudara dalam kategori ganas.

"Saya berdoa, cukup Gusti, saya saja yang mengalami penyakit ini. Sakit
sekali. Mahal pula," ujar Enny Hardjanto, mantan penderita kanker
payudara yang bersaksi bagaimana dirinya bertahan dalam masa-masa
penyembuhan.

Menurut spesialis bedah tumor dari RSCM, dr Erwin Danil Yulian, Sp B (K)
Onk, walaupun makin banyak kanker payudara yang didiagnosis pada stadium
dini, masih banyak wanita yang datang dengan stadium lanjut.

Dengan kondisi seperti ini, sulit sekali untuk mencari cara penanganan
dan penyembuhan yang mudah dan tak menyakitkan. Kemoterapi bahkan
operasi menjadi jalan keluarnya. Padahal, bila mereka datang pada
kondisi jinak, pengobatannya akan menjadi lebih mudah.

"Yang penting ingat, deteksi dini," tutur Erwin seusai seminar berlangsung.

Deteksi dini yang dimaksud Erwin sangat mudah. Wanita bisa melakukan
"Sadari" atau periksa sendiri di rumah masing-masing untuk mengetahui
apakah ada cikal bakal tumor atau kanker di payudaranya.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat tangan kiri ke
atas lalu meraba payudara sebelah kiri dengan cara memutar, sentrifugal
atau sentripetal. Begitu juga dengan payudara sebelah kanan.

"Kalau menemukan benjolan, segera periksa. Jangan main-main. Biasanya
langsung akan diperiksa klinis dan kalau perlu USG," ujar Erwin.

Memang, menurut Erwin, benjolan wajar ditemukan pada payudara wanita
apalagi menjelang masa menstruasi. Namun, jika hal itu menjadi sesuatu
yang tetap ada, Erwin meminta para wanita untuk segera memeriksakan
diri ke dokter.

*Tren meningkat*

Meski belum dapat mengungkapkan jumlah pasti penderita kanker payudara
di RSCM, Erwin mengatakan tren kanker payudara pada tahun ini meningkat
dibandingkan tahun 2007. Hal ini dilihat dari meningkatnya penderita
dari kalangan ekonomi lemah yang tak dapat berobat ke negara-negara
tetangga.

"Mereka tetap dioperasi di sini (di RSCM)," ujar Erwin.

Selain itu, cakupan umur para penderita juga melebar. Jika dulu para
penderita yang datang pertama kali terdeteksi mengidap kanker payudara
umumnya berumur 40-46 tahun, RSCM mencatat seorang wanita muda berumur
24 tahun telah didiagnosis mengidap kanker.

Namun, Erwin menyatakan, jumlah penderita kanker payudara stadium dini
yang datang memeriksakan diri juga bertambah. Hal ini tentu saja karena
dukungan sosialisasi dan kampanye pencegahan kanker payudara yang makin
intens.

*Caroline Damanik*
**
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/13331334/deteksi.kanker.payudara.sendiri.pun.bisa

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, December 24, 2008 12:03 PM
*Subject:* [news] Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara

fyi
Salam ASI
http://asiku.wordpress.com
Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara
Minggu, 21 Desember 2008 | 15:28 WIB

*Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto*

*LAMONGAN, MINGGU* - Menyusui dinilai penting untuk kesehatan baik bagi
anak dan ibunya. Ketua Gerakan Organisasi Wanita Lamongan, Cicik Rosida
Tsalits dalam Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini di Lamongan Minggu
(21/12) yang diikuti para wanita dan bidan menyatakan prihatin dengan
banyaknya ibu muda yang tidak mau menyusui karena takut payudaranya akan
kendor, padahal dengan menyusui juga menyelamatkan ibu dari kanker payudara.

Sementara itu, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Utami Roesli sebagai
pembicara memaparkan beberapa Negara sudah mengenal metode inisiasi
menyusui dini (IMD) sejak medio 1987. Namun Indonesia baru mengenal
metode IMD dua tahun terakhir.

Utami menyebutkan manfaat dari IMD diantaranya jalinan kasih sayang
antara ibu, ayah dan bayi akan lebih baik. Dengan IMD bayi akan mendapat
//kolostrum// yang kaya akan //antibody//, penting untuk pertumbuhan dan
ketahanan infeksi bayi. Bagi ibu, IMD dapat mera ngsang produksi hormon
oksitosin yang dapat mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang dan
rileks serta merangsang pengeluaran ASI, katanya.

Utami menyampaikan pentingnya IMD dilakukan sebab menurut penelitian
dengan IMD delapan kali lebih berhasil untuk mensukseskan program enam
bulan ASI eksklusif. Yang disiapkan Allah untuk bayi yang baru lahir
adalah dada ibunya, bukan //incubator//. Dada ibu diciptakan untuk
memiliki suhu yang lebih hangat dari suhu luar dan bisa menyesuaikan
diri dengan suhu yang dibutuhkan bayi atau //thermoregulator thermal
synchron//. Jika suhu dada ibu terlalu dingin untuk bayi, suhu dada ibu
akan naik. Demikian pula sebaliknya, papar Utami.

Menurut Utami selama ini banyak orang salah dalam menangani bayi yang
baru lahir. Dokter anak senior di RS ST Carolus Jakarta ini menegaskan
anak adalah titipan Tuhan untuk ibu, bukan ke bidan. Oleh karena itu
ibu-ibu harus minta hak IMD. Metode IMD sanga t sederhana. Bayi begitu
lahir diletakkan di dada ibu sehingga ada kontak antara kulit bayi
dengan kulit ibu. Beri waktu selama satu jam bagi bayi untuk mencari
sendiri puting ibunya. Dalam usia bayi 20 menit, bayi akan mulai
merangkak mencari puting ibun ya dan pada usia 50 menit akan mulai
menyusui, katanya.

Namun jika bayi lahir normal langsung dipisahkan dengan ibunya untuk
ditimbang, IMD tidak akan bisa dilakukan. Ini juga berarti mengurangi
kesuksesan program ASI eksklusif enam bulan. Sebuah penelitian dari
Inggris menyebutkan, menunda inisiasi menyusui dapat meningkatkan
kematian bayi. Dengan IMD, dapat mengurangi resiko kematian bayi hingga
22 persen. Dan resiko ini akan semakin besar ketika semakin lama menunda
permulaan penyusuan, tutur Utami.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/21/15285523/menyusui.selamatkan.ibu.dari.kanker.payudara.

-------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Mohon bantuan/sharing: tumor payudara
Date: Wed, 24 Jun 2009 22:01:05 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Malam..

Untuk diagnosis pasti setiap benjolan jinak atau ganas harus berdasarkan
pemeriksaan patologi anatomi.

Dari pemeriksaan fisik bisa diduga (tetapi bukan dipastikan) benjolan jinak
atau ganas. Misalnya pada perempuan muda, benjolan kenyal, tidak membesar,
tidak keras, mudah digerakkan, tidak nyeri. Tidak ditemukan tanda-tanda
perubahan kulit permukaan payudara maka dapat diduga benjolan jinak. Namun
tidak bisa dipastikan jinak sampai benjolan diperiksa di patologi anatomi
dan dikatakan jinak.

Faktor-faktor risiko keganasan diantaranya :

http://medlineplus.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000913.htm

Risk factors you cannot change include:

* Age and gender -- Your risk of developing breast cancer increases as
you get older. The majority of advanced breast cancer cases are found in
women over age 50. Women are 100 times more likely to get breast cancer then
men.
* Family history of breast cancer -- You may also have a higher risk
for breast cancer if you have a close relative has had breast, uterine,
ovarian, or colon cancer. About 20 - 30% of women with breast cancer have a
family history of the disease.
* Genes -- Some people have genes that make them more prone to
developing breast cancer. The most common gene defects are found in the
BRCA1 and BRCA2 genes. These genes normally produce proteins that protect
you from cancer. But if a parent passes you a defective gene, you have an
increased risk for breast cancer. Women with one of these defects have up to
an 80% chance of getting breast cancer sometime during their life.
* Menstrual cycle -- Women who get their periods early (before age 12)
or went through menopause late (after age 55) have an increased risk for
breast cancer.

Other risk factors include:

* Alcohol use -- Drinking more than 1 - 2 glasses of alcohol a day may
increase your risk for breast cancer.
* Childbirth -- Women who have never had children or who had them only
after age 30 have an increased risk for breast cancer. Being pregnant more
than once or becoming pregnant at an early age reduces your risk of breast
cancer.
* DES -- Women who took diethylstilbestrol (DES) to prevent
miscarriage may have an increased risk of breast cancer after age 40. This
drug was given to the women in the 1940s - 1960s.
* Hormone replacement therapy (HRT) -- You have a higher risk for
breast cancer if you have received hormone replacement therapy for several
years or more. Many women take HRT to reduce the symptoms of menopause.
* Obesity -- Obesity has been linked to breast cancer, although this
link is controversial. The theory is that obese women produce more estrogen,
which can fuel the development of breast cancer.
* Radiation -- If you received radiation therapy as a child or young
adult to treat cancer of the chest area, you have a significantly higher
risk for developing breast cancer. The younger you started such radiation,
the higher your risk -- especially if the radiation was given when a female
was developing breasts.

Setiap benjolan kita berasumsi ganas sampai terbukti sebaliknya. Namun bukan
berarti harus khawatir setiap ada benjolan di payudara.Karena benjolan di
payudara bisa karena hormonal, tumor jinak (FAM) sampai ganas. Yang
terpenting adalah deteksi dini dan dikonsultasikan dengan dokter. Bisa
browsing dahulu seputar FAM (fibroadenoma mammae).

BI-RADS adalah istilah hasil pemeriksaan radiologi untuk menterjemahkan
hasil pemeriksaan pencitraan payudara. BI-RADS ada skala 0-6; pada skala 3
dikatakan mungkin jinak (probably benign finding), dan bisa dilakukan
pemeriksaan mammogram berkala 6 bulan lagi. Pemeriksaan penunjang adalah
untuk membantu membuat diagnosis.

http://www.medscape.com/viewarticle/524584_print

silahkan dikonsultasikan kembali dengan dokter bedah onkologi bu apakah
masih dapat diobservasi atau diangkat untuk diperiksa di patologi anatomi.

Menyusui merupakan factor yang mengurangi risiko terkena kanker payudara.
Jadi sangat disarankan setiap perempuan untuk menyusui bayinya.

-anto-

-------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Re: Mohon bantuan/sharing: tumor payudara
Date: Thu, 25 Jun 2009 21:43:39 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Malam..

Seputar mamografi bisa dilihat di

http://www.mayoclinic.com/health/mammogram/MY00303/METHOD=print

http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_6X_Mammography_and_other_Bre
ast_Imaging_Procedures_5.asp

USG payudara bisa sebagai pemeriksaan tambahan karena pada usia 20-35 tahun
jaringan payudara lebih padat (dense) sehingga lebih akurat dengan bantuan
USG.

Dari artikel diatas ada rekomendasi pemeriksaan, janga lupa selalu SADARI
setiap bulan .

-anto-

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [news] Gejala Kanker Payudara Yang Perlu Anda Tahu
Date: Wed, 19 Aug 2009 17:52:31 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

Gejala Kanker Payudara Yang Perlu Anda Tahu
Jika ada yang mencurigakan segera periksakan ke dokter sebelum
berkembang menjadi kanker.
Rabu, 19 Agustus 2009, 17:01 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni

*VIVAnews *- Kanker payudara adalah penyebab kematian kedua terbesar di
Indonesia setelah kanker leher rahim (kanker serviks). Menurut data dari
Rumah Sakit Kanker Dharmais terdapat 126 kasus kanker payudara dari tiap
100.000 populasi wanita.

Sebenarnya, pengidap kanker payudara bisa sembuh. Risiko kematian pun
bisa diminimalisir, jika kanker terdeteksi lebih cepat. Untuk itu
sebagai wanita Anda harus mengetahui gejala-gejala kanker payudara.
Segera periksakan diri ke dokter yang tepat jika Anda menemui gejala
berikut.

*- Benjolan di payudara*
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun
itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar
kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker
lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan
segera periksa ke dokter.

*- Perubahan bentuk dan warna pada puting*
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus
lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke
dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun
mengkerut seperti kulit jeruk.

*- Keluar darah dari puting*
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting.
Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu
jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokter.
*
- Pembesaran kelenjar getah bening*
Pembesaran atau pembangkakan kelenjar getah bening juga salah satu
gejala kanker payudara. Jika Anda menemui pembesaran getah bening di
ketiak, bengkak pada lengan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Ingatlah bahwa Anda yang paling tahu keadaan tubuh Anda. Jika ada
perubahan dan Anda mencurigainya jangan tunda untuk segera berkonsultasi
dengan dokter. Penanganan yang lebih cepat bisa mengurangi risiko kematian.

. VIVAnews

http://kosmo.vivanews.com/news/read/83887-gejala_kanker_payudara_yang_perlu_anda_tahu

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [news] Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Date: Tue, 08 Sep 2009 16:35:59 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Selasa, 8 September 2009 | 13:45 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*

*JAKARTA, KOMPAS.com* --- Jika Anda memiliki benjolan pada payudara,
tetapi tidak merasa nyeri, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pasalnya, salah satu indikasi kanker payudara adalah terdapat benjolan
tanpa rasa sakit.

"Kalau pada payudara ada benjolan lunak dan tidak terasa nyeri, segera
periksa. Dikhawatirkan, itu kanker," kata dr Walta Gautama, SpBK (K)
Onk, divisi bedah Tumor RS Kanker Dharmais, di RS Dharmais, Jakarta,
Selasa (8/9).

Ia menuturkan, semakin keras dan nyeri akibat benjolan yang ada pada
payudara, maka semakin kecil kemungkinan benjolan itu adalah tumor.
Pasalnya, benjolan kanker pada payudara tidak menyebabkan rasa nyeri.
"Banyak pasien yang salah sangka. Mereka pikir kalau benjolan tidak
nyeri itu aman, yang nyeri justru yang berbahaya. Padahal, anggapan itu
salah," ungkap Walta.

Ia menyesalkan, akibat anggapan tersebut, banyak pasien yang menganggap
enteng benjolan yang ada itu dan baru berkonsultasi setelah mengalami
stadium lanjut.

Ia menerangkan, besarnya benjolan tergantung pada /staging /atau
stadium/ /kanker payudara. Stadium 0, sangat dini, benjolan belum
teraba. Stadium/ /I, ukuran benjolan kurang dari 2 cm. Stadium II,
ukuran benjolan meningkat menjadi 2,5 cm, Stadium III, benjolan membesar
menjadi lebih dari 5 cm. Kemudian pada stadium IV, benjolan bisa lebih
dari 5 cm.

Menurutnya, setiap wanita harus melakukan /screening /pada payudara
mereka sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini
kemungkinan terkena kanker payudara. Waktu yang tepat untuk melakukan
/screening/ adalah tujuh sampai sepuluh hari setelah selesai menstruasi.
"Pada saat itu, hormon telah kembali normal sehingga, jika terdapat
benjolan yang mencurigakan, akan segera terdeteksi," kata dia.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13452757/waspadai.benjolan.tak.menyakitkan.di.payudara

Operasi Kanker Payudara Masih Ditakuti

Selasa, 8 September 2009 | 13:52 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Kata operasi terlebih lagi pada penderita kanker
payudara seperti suatu horor yang sangat menakutkan. Hal tersebut sangat
disayangkan pasalnya di Indonesia kanker payudara menduduki posisi kedua
di bawah kanker rahim sebagai sebagai penyebab kematian tertinggi pada
wanita.

Menurut Dr. Walta Gautama, SpB(K) Onk, Divisi Bedah RS Kanker Dharmais,
penyebab utama pasien merasa takut untuk dioperasi adalah kurangnya
pengetahuan tentang operasi.

"Pasien tidak mengetahui operasi jenis apa yang cocok untuk penyakitnya.
Pasien bertanya apa yang dilakukan dokter saat operasi. Semua itu
membuat pasien cemas karena tidak mempunyai gambaran mengenai situasi
yang akan dihadapi setelah operasi," ujarnya dalam penyuluhan operasi
Kanker Payudara di RS. Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).

Berdasarkan data dari RS. Kanker Dharmais, jumlah pasien kanker payudara
yang datang dalam stadium III adalah 13, 42 persen, stadium III sebesar
17 persen dan stadium lanjut 29, 98 persen.

Galta menyayangkan hal tersebut, pasalnya jika pasien datang dengan
stadium yang sudah lanjut akan semakin sedikit pilihan operasi bagi pasien.

Ia mengatakan, pasien tidak perlu merasa takut menghadapi operasi kanker
payudara. Sebelum operasi, pasien pasti akan menjalani pemeriksaan
mendalam. Keputusan jenis operasi yang akan dijalani juga diambil
berdasarkan hasil diskusi tentang kelemahan dan keunggulan operasi serta
keseuaian dengan jenis dan /staging/ kanker pada pasien. "Jadi tidak
asal operasi," ucapnya.

Dikatakannya, secara garis besar terdapat dua jenis operasi untuk kanker
payudara yaitu Mastektomi dan /Breast Conserving Therapy /(BCT) . Teknik
ini digunakan untuk mengangkat jaringan payudara sambil berusaha
mempertahankan sebagian payudara, puting dan areola. Operasi BCT
dilakukan juga dengan pengangkatan kelenjar getah bening akisla dan
dilanjutkan dengan radiasi.

Operasi ini cocok untuk kanker payudara stadium dini kecuali kanker yang
letaknya di tengah payudara. Syarat lain untuk melakukan BCT, besar
tumor tidak lebih dari, tidak ada penyebarab pada jaringan lain dan
puting tidak ikut terkena.

Teknik yang kedua adalah Mastektomi, operasi ini mengangkat seluruh
jaringan payudara, puting dan seluruh pengangkatan getah bening aksila.
Mastektomi sendiri terbagi lagi menjadi beberapa macam. Yang pertama
adalah mastektomi radikal, yaitu mengangkat seluruh otot dada dan
kelenjar getah bening aksila. Kemudian luka operasi ditutup dengan
tandur kulit. "Teknik ini mulai ditinggalkan, karena hasilnya sangat
buruk secara kosmetik," kata dia.

Teknik Masektomi lainnya, kata Walta adalah /skin sparing mastectomy.
/Operasi ini menyisakan kulit payudara./ Skin sparing mastectomy/ ini
banyak dilakukan bagi para pasien yang ingin menjalani rekonstruksi
payudara.

Waktu yang digunakan untuk operasi /skin sparing mastectomy /ini lebih
lama dari pada operasi biasa. Jika operasi biasa memerlukan waktu dua
jam, teknik ini membutuhkan empat jam dalam pengerjaannya. "Itu
disebabkan luka yang dibuat kecil. Jadi pengeluaran jaringan payudara
membutuhkan waktu yang lama," kata dia.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13522724/operasi.kanker.payudara.masih.ditakuti

Deteksi Dini Kanker Payudara Sering Terlambat
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 08:16 WIB

*Jakarta, Kompas* - Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah
kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian
besar penderita baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut karena
rendahnya tingkat kesadaran untuk periksa kesehatan.

"Apalagi tidak ada gejala kanker payudara yang khas," kata dr Samuel
Haryono, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jumat
(28/8) di Jakarta. Dengan terapi sejak dini, angka harapan hidup jauh
lebih tinggi, bahkan kecacatan akibat operasi bisa dihindari.

Data dari RS Dharmais pada lima tahun terakhir menyebutkan, angka
kejadian kanker payudara menempati urutan pertama, 32 persen, dari total
jumlah kasus kanker. Dari total penderita kanker payudara, 40 persen
berobat pada stadium awal, 30 persen dari total jumlah penderita kanker
terdeteksi stadium lanjut lokal, dan dari kelompok ini, 30 persen dengan
metastasis.

Metastasis merupakan proses ketika sel kanker dapat melepaskan diri dari
tumor utama, masuk ke pembuluh darah, ikut bersirkulasi dalam aliran
darah, dan tumbuh di jaringan normal yang jauh dari tumor asalnya. "Pada
kanker payudara, metastasis paling umum terjadi pada organ-organ vital,
seperti paru-paru, hati, tulang, bahkan otak," ujarnya.

"Ada lima fase reaksi emosional penderita ketika diberi tahu menderita
kanker yang sudah lanjut," kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli
perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais.

Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap
kenyataan yang dihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang, dan diliputi
depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima
kenyataan.

Konsultan hematologi-onkologi medik dari RS Kanker Dharmais, dr Asrul
Harsal, menambahkan, pengobatan dilakukan berdasarkan perjalanan
penyakit. Pada stadium satu hingga 3A, yang dianggap kankernya masih
lokal, biasanya dilakukan tindakan operasi dan sering ditambah
radioterapi atau penyinaran.

Keputusan pemberian kemoterapi setelah operasi pada stadium awal
dilakukan berdasarkan faktor risiko, seperti ukuran tumor, keterlibatan
kelenjar, reseptor hormonal, agresivitas tumor, serta menyusupnya
sel-sel ke pembuluh darah dan getah bening.

Sejumlah kondisi yang tak dibolehkan mendapat kemoterapi adalah infeksi,
jumlah sel darah putih kurang, kondisi pasien buruk, dan kondisi
psikologis. Juga perlu diperhatikan efek samping kemoterapi, seperti
mual dan muntah, sariawan, gangguan buang air besar, kebotakan, dan
nyeri sendi.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/29/08165480/deteksi.dini.kanker.payudara.sering.terlambat

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [NEWS] Hadapi Kanker Payudara Tanpa Stres
Date: Thu, 10 Sep 2009 15:20:59 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

Hadapi Kanker Payudara Tanpa Stres
Wednesday, 09 September 2009
NAMANYA Anggriana Oesman. Perempuan berusia 49 tahun ini menjadi pasien
dr Samuel karena di payudaranya terdapat benjolan kista yang harus
disedot dalam 6 bulan sekali.

Pada Desember 2006, setelah mamografi terdapat benjolan yang mengeras
dan membesar seperti bola pingpong. Dr Samuel khawatir akan kemungkinan
DCIS "Ductal Carcinoma In Situ". Operasi pertama dilakukan lokal
benjolan dan diangkat untuk di patologi. Operasi itu dilakukan pada 7
Januari 2007. Patologi menyatakan positif DCIS.

Dia pun mengalami "mix feelings" perasaan cemas campur ragu. Dr Samuel
menyarankan untuk melakukan operasi kedua guna mengangkat payudara
kanan, karena khawatir sudah invasif dan menyebar ke daerah lain. "Perlu
dilakukan second opini, jadi saya dan suami berangkat ke Singapura
dengan membawa hasil patologi RS Dharmais," Anggriana mengenangnya.

Dokter di Singapura menyarankan agar segera masuk dan dilakukan operasi
seperti halnya yang disarankan oleh dr Samuel. "Saya pun memutuskan
untuk melakukan operasi kedua di RS Dharmais pada 04 Februari
2007,"tambahnya. Untungnya semua keluarga menguatkan Anggriana bahwa
hidup itu masih panjang dan memberikan semangat serta dukungan bahwa
operasi akan berjalan lancar.

"Kami semua berdoa kepada Tuhan YME agar memberikan kekuatan. Keluarga
juga memberikan keyakinan bahwa apapun yang terjadi,semua keluarga akan
pasrah dan menerima kenyataan ini sebagai suatu cobaan. Keluarga memberi
dukungan tanpa pamrih agar ia tidak gusar dan ragu bahwa penyakit ini
adalah cobaan yang diberikan Allah SWT dan harus dihadapi dengan ikhlas.

Keluarga juga memberikan dorongan agar Anggriana bisa menghadapi
penyakit ini dengan kekuatan iman dan takwa."Keluarga selalu mengontrol
agar saya tidak lupa minum obat sesuai anjuran dokter dan minum fresh
juice setiap pagi," tambahnya.( inggrid)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268952/

Butuh Dukungan Keluarga
Wednesday, 09 September 2009
KANKER PAYUDARA masih menjadi momok para wanita.Selain kemajuan
teknologi di dunia kedokteran,kanker payudara bisa disembuhkan dengan
dukungan keluarga dan kerabat terdekat.

Kanker payudara adalah tumor yang dalam istilah bahasa latinnya berarti
pembengkakan. Tumor terjadi dari sel-sel yang membelah secara berlebihan
dan merusak dan menginvasi jaringan sekitarnya atau berkeliaran ke
bagianbagian badan lain. Kecepatan tumbuh kanker payudara berbeda-beda
bergantung pada tipe-tipe kanker payudara.

Umumnya, waktu yang dibutuhkan suatu tumor untuk tumbuh menjadi sebesar
dua kali yang disebut juga sebagai doubling time berkisar antara 50
sampai 200 hari. Perubahan dari sel normal menjadi sel ganas terjadi
beberapa tahun sebelum bukti kanker terdeteksi. Kanker payudara mungkin
merupakan kata-kata yang paling menakutkan, namun penting disadari bahwa
suatu diagnosis kanker payudara bukanlah suatu vonis kematian.

"Cancer is just a word,not a sentence," ucap ahli bedah kanker, dr
Samuel Haryono SpBK (Onk) dalam acara temu pasien kanker payudara yang
diselenggarakan RS Dharmais dan sanofi-aventis, beberapa waktu lalu.
Kanker payudara merupakan penyakit yang bisa diobati dan angka harapan
hidup kini jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan, kecacatan akibat
operasi sudah bisa dihindari.

Peduli,berharap,dan bertahan merupakan tiga kata kunci bagi pasien
kanker payudara dalam menjalani kehidupan mereka. Pasien, keluarga,
dokter, relawan, dan lingkungan haruslah saling peduli dan mendukung
dalam mengatasi penyakit ini agar pasien tetap memiliki harapan atau
semangat hidup yang tinggi serta berkomitmen yang kuat untuk patuh
menjalani pengobatan dan bertahan hidup.

"Kepedulian terhadap pasien kanker payudara sangat diharapkan karena
pasien kanker memang mengalami masa-masa sulit sehubungan dengan
penyakit mereka," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas
Gadjah Mada,Yogyakarta. Mengibaratkan seperti lagu Michael Jackson,You
Are Not Alone, Samuel menuturkan bahwa para penderita kanker tidak sendiri.

Cobalah untuk mengatasinya, lakukan sekarang juga.Para penderita akan
melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk melawan kanker payudara.
"Umumnya terdapat lima fase reaksi emosional penderita ketika
diberitahukan bahwa penyakit yang dideritanya adalah kanker yang sudah
lanjut,"tutur dr Maria Astheria Wijaksono Cert.in PC, MPALL dari RS
Dharmais pada acara yang sama.

Fase pertama, denial, penderita menyangkal kenyataan, kemudian fase
anger, penderita marah terhadap kenyataan yang dihadapinya, yang diikuti
fase bargaining atau fase menimbang-nimbang dan depression, penderita
diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya penderita akan
sadar dan menerima kenyataan bahwa jalan hidupnya telah berubah
(acceptance).

"Perawatan pasien kanker payudara terutama stadium lanjut dan terminal
memerlukan penanganan yang multidisiplin," sebut dokter yang meraih
gelar Master in Palliative Care di Flinders University, Australia,tahun
2008. Kebanyakan pasien kanker bahkan sudah membutuhkan perawatan
suportif sejak awal pengobatan.

Karena itu penting bagi keluarga, pendamping serta relawan untuk selalu
memberikan harapan agar pasien dapat bertahan. Dan yang terpenting
adalah agar pasien tetap bersemangat," sebut dokter kelahiran 10 Agustus
1961 ini. Semua wanita mempunyai risiko untuk menderita kanker payudara,
diperkirakan 185.000 kasus baru didiagnosis setiap tahunnya.

Faktor risiko yang terpenting untuk berkembang menjadi kanker adalah
usia. Adanya riwayat keluarga pada derajat 1 (seperti ibu,saudara,dan
anak) yang mempunyai kanker payudara sebelum menopause mengindikasikan
bahwa wanita tersebut memiliki risiko yang meningkat untuk berkembang
menjadi kanker payudara.

Demikian pula wanita yang mempunyai anak sebelum usia 30 berisiko
rendah, sedangkan wanita yang mendapatkan haid pertamanya lebih
awal.Namun,hanya sekitar 1 di antara 20 kasus kanker payudara yang
herediter murni yang terjadi dalam keluarga.

Kita tidak tahu persis penyebab dari kanker payudara,tapi kita tahu
bahwa ini secara pasti tidak menular. Sering dikatakan bahwa berolahraga
serta diet rendah lemak mempunyai efek protektif. Sementara merokok dan
alkohol sebaliknya meningkatkan risiko kanker payudara. (inggrid
namirazswara)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268953/

------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Ty:tumor jinak pd payudara perlu operasi?
Date: Thu, 1 Oct 2009 08:45:03 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Pagi..

Benjolan di payudara bisa hormonal, karena proses jinak atau ganas. Dilakukan dari peneriksaan fisik dan dibantu laboratorium/bedah bila diperlukan (USG, mamografi atau biopsy).

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003155.htm

http://www.mayoclinic.com/health/breast-lumps/MY00165

Definition

A breast lump is a growth of tissue that develops within your breast. A breast lump is often interchangeably described as a mass, swelling, thickness or fullness.

A breast lump can feel distinct and have definite borders, or it could feel more like a general area of thickened tissue in your breast. You may notice other breast changes accompanying a breast lump, such as skin redness, distension, dimpling or pitting; breast asymmetry; breast pain; nipple inversion; or unusual nipple discharge.

Sometimes, a breast lump is a sign of breast cancer. That's why your doctor should promptly evaluate any breast lump you find. Fortunately, most breast lumps result from noncancerous (benign) conditions.

Causes

Breast lump causes:

* Breast cancer<http://www.mayoclinic.com/health/breast-cancer/DS00328>
* Breast<http://www.mayoclinic.com/health/breast-cysts/DS01071> cysts
* Fibroadenoma<http://www.mayoclinic.com/health/fibroadenoma/DS01069>
* Fibrocystic breasts<http://www.mayoclinic.com/health/fibrocystic-breasts/DS01070>
* Hamartoma
* Injury or trauma to the breast
* Intraductal papilloma
* Lipoma<http://www.mayoclinic.com/health/lipoma/DS00634>
* Mastitis<http://www.mayoclinic.com/health/mastitis/DS00678>
* Milk cyst (galactocele)

When to see a doctor

Make an appointment with your doctor for breast lump evaluation without delay if:

* The breast lump is new or unusual and feels different from surrounding tissue in that breast or tissue in your other breast.
* The breast lump doesn't go away after your next menstrual period.
* You notice the breast lump has changed --- getting bigger, firmer or more defined from the surrounding breast tissue.
* You have bloody, possibly spontaneous, discharge from your nipple.
* You notice skin changes on your breast, such as redness, crusting, dimpling or puckering.
* Your nipple is turned inward (inverted), although it isn't normally positioned that way.

Bisa kumpulkna info mulai dari fibroadenoma sampai braset cancer jadi bisa didiskusikan dengan dokternya.

untuk fibroadenoma mamae bisa dilihat di:

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/007216.htm

http://www.mayoclinic.com/health/fibroadenoma/DS01069/METHOD=print

Symptoms

http://www.mayoclinic.com/images/nav/clear.gif

CLICK TO ENLARGE

<http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM04007> Illustration showing a fibroadenoma

Fibroadenoma<http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM04007>

http://www.mayoclinic.com/images/nav/clear.gif

Fibroadenomas are solid breast lumps or masses that usually are:

* Round with distinct borders
* Easily moved
* Firm or rubbery
* Painless

A fibroadenoma may feel like a marble within your breast when you press on it. You can have one or many fibroadenomas. They usually grow to about 1 to 2 centimeters (cm) in size, but they can become even larger. A fibroadenoma that measures 5 cm or greater is referred to as a giant fibroadenoma.

When to see a doctor
Normal breast tissue in healthy women often feels lumpy or nodular. If you detect the presence of any new breast lumps, however, or if a previously evaluated breast lump seems to have grown or otherwise changed, make an appointment with your doctor to get it checked out.

Tests and diagnosis

Evaluation of a fibroadenoma usually begins after you or your doctor has identified a breast lump. The process may involve the following tests or exams:

* Clinical breast exam. Your doctor physically examines the breast lump and checks for any other problem areas in your breasts. Be prepared to answer questions such as when you first noticed the lump, whether it seems to have gotten bigger, if you have any nipple discharge and if you notice any changes in the size of the lump during your menstrual cycle.
* Mammography. Mammography uses a series of X-rays to produce an image (mammogram) of suspicious areas in your breast tissue. A fibroadenoma usually appears on a mammogram as a breast mass with smooth, round edges, distinct from surrounding breast tissue. To evaluate a suspected fibroadenoma, mammograms are routinely performed for women age 30 and older.
* Breast ultrasound. If you're younger than age 30, your doctor may opt for a breast ultrasound instead of a mammogram to evaluate a breast lump. Dense breast tissue in younger women makes mammograms difficult to interpret. Breast ultrasound might also be performed as a follow-up to a mammogram regardless of your age. Breast ultrasound can help your doctor determine whether a breast lump is solid or fluid-filled. A solid mass is more likely a fibroadenoma, and a fluid-filled mass is a cyst. Some doctors, however, opt to skip ultrasound and perform fine-needle aspiration instead.
* Fine-needle aspiration. Through a thin needle inserted into the breast lump, your doctor attempts to withdraw the contents of the breast lump. If no fluid comes out, the lump is solid and most likely a fibroadenoma. A sample of cells may be collected and sent for analysis to check for the presence of cancer (fine-needle aspiration biopsy).
* Core needle biopsy. To be certain that a solid breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer, your doctor will probably recommend a biopsy. Core needle biopsy uses a large needle to obtain several tissue samples from the breast lump to send for analysis.

Treatments and drugs

Surgery to remove a fibroadenoma
A fibroadenoma, once it's identified, can continue to grow and may change the shape of your breast. Your doctor might recommend surgery to remove the fibroadenoma if one of your tests --- the clinical breast exam, an imaging test or a biopsy --- is abnormal. You may also consider surgical removal if leaving the fibroadenoma in place makes you anxious.

The procedure to remove a fibroadenoma is called a lumpectomy or excisional biopsy. The surgery may be performed using local or general anesthesia. A surgeon makes an incision in your breast and removes the breast lump plus some surrounding breast tissue. The tissue sample is then sent to a lab for analysis to confirm that the breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer.

After a fibroadenoma is removed, it's possible that one or more new fibroadenomas may develop. You may need another surgery to remove new fibroadenomas.

When surgery isn't needed
If your doctor is reasonably certain that your breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer --- based on the results of the clinical breast exam, imaging test or biopsy --- surgery may be unnecessary.

For younger women --- those who most commonly develop fibroadenomas --- surgery to remove the breast mass might distort the shape and texture of the breast and leave scar tissue that complicates future breast exams. In older women --- usually past their 30s --- fibroadenomas may stop growing or even shrink on their own.

If you choose not to have a fibroadenoma removed, continued monitoring is important to make sure it doesn't grow larger. At any time that you become overly anxious about the fibroadenoma, you can reconsider surgery.

[Non-text portions of this message have been removed]

-------- Original Message --------
Subject: [news] Mencegah Mubazir Mamografi
Date: Mon, 22 Mar 2010 15:32:25 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

*
22 Maret 2010

Mencegah Mubazir Mamografi
<http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html#>

DETEKSI dini kanker payudara sangat dianjurkan. Tapi, bila
menggunakan cara dan alat yang tidak tepat, malah buang biaya.
Menurut dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Hasan Sadikin,
Bandung, Monty Priosodewo Soemitro, deteksi massal dengan
mamografi harus dibarengi informasi tepat. "Ada pasien yang datang
kepada saya menyatakan anaknya yang baru kelas satu SMA sudah
dimamografi," katanya.

Di Amerika Serikat, alat mamografi bisa dikatakan 95 persen akurat
pada perempuan berusia 65 tahun ke atas. Pada wanita kurang dari
40 tahun hanya 50 persen akurat. Itu karena payudara mereka lebih
besar. Adapun payudara perempuan Asia, termasuk Indonesia, kecil
dan padat, lebih sulit dideteksi dengan alat tersebut.

Akurasi deteksi mamograf sering kali diragukan oleh dokter. Karena
itu, biasanya harus disertai pemeriksaan dengan ultrasonografi
(USG). Berdasarkan survei sebuah lembaga swadaya masyarakat yang
peduli terhadap kanker payudara dan pasien dengan kanker payudara
di Eropa, Donna, dari 3.000 perempuan yang dimamografi, ternyata
2.800 diminta menjalani USG payudara untuk konfirmasi. Sebab,
informasi dari mamografi tidak jelas. "Nah, itu kan sama saja
boros, buang-buang biaya," ujar Monty, magister kesehatan
Universitas Padjadjaran, Bandung.

Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan
sinar-X atau radiasi ion dengan dosis berkisar 0,7 mSv untuk
menghasilkan gambar. Radiolog menganalisis potret untuk menemukan
pertumbuhan abnormal, seperti tumor dan kista. Namun banyak
komunitas medis meragukan deteksi mamografi karena tingkat
kesalahan masih tinggi dan radiasi dapat menimbulkan bahaya. Salah
satunya John Gofman, dokter dan ahli fisika nuklir. Dalam bukunya,
Radiation from Medical Procedures in the Pathogenesis of Cancer
and Ischemic Heart Disease, ia menjelaskan, lebih dari 50 persen
angka kematian akibat kanker dipicu oleh penggunaan sinar-X.

Mamografi dilakukan dengan dua kali penyinaran untuk masing-masing
payudara, sekali dari depan (frontal position) dan dari samping
(oblique position). Payudara ditempatkan di atas penjepit lembar
film dari plastik atau metal dan ditekan sedatar mungkin untuk
menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.
Adapun yang dari samping, penjepit film dinaikkan sehingga sisinya
sama dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh
ketiak.

Setiap mamografi, terjadi empat kali penyinaran yang berlangsung
15-30 menit. Setelah mamografi, menurut dokter Monty, tujuh dari
10 pasien mengeluh sakit, nyeri, dan tidak nyaman.

Dari pengambilan empat gambar film di tiap payudara, seseorang
menyerap 1 rad-dosis serap radiasi. Sinar-X dan radiasi ionisasi
sekelas lainnya dalam beberapa dekade telah terbukti dapat
menyebabkan segala jenis mutasi biologis. Meski pada awalnya tidak
mematikan, mutasi tersebut bisa terakumulasi akibat paparan
sinar-X atau radiasi ionisasi lainnya.

Sinar-X juga diketahui menyebabkan ketidakstabilan genomic, yang
merupakan salah satu karakteristik kanker paling agresif.
Mamografi, menurut Gofman, malah mengakibatkan risiko kumulatif
kanker payudara, terutama bagi wanita premenopause.

Menurut dokter Monty, alih-alih ingin mendeteksi dini kanker
payudara, malah berbahaya dan menghabiskan biaya. Beberapa negara
memang menyarankan mamografi rutin, setahun sampai lima tahun
sekali bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai
metode screening untuk mendiagnosis kanker payudara sedini
mungkin. "Kita tak perlu ikut-ikutan," ujarnya. Sebab, yang
diuntungkan adalah produsen mesin mamografi, sedangkan manfaatnya
tak terlalu banyak.

Lalu bagaimana deteksi dini yang aman? Menurut dokter Monty, yang
terpenting memperkuat pos pelayanan terpadu dan dokter di pusat
kesehatan masyarakat. Masyarakat diajari memeriksa payudaranya
sendiri (sadari). Pemeriksaan payudara secara rutin bisa dilakukan
sebulan sekali beberapa hari setelah menstruasi, ketika payudara
ada kemungkinan sudah tidak terasa keras, membesar, dan sakit.
Untuk wanita yang sudah menopause, pilih hari yang mudah diingat,
setiap bulan. "Sadari dan USG saja sudah cukup, kok," katanya.
"Jika merasa ada kelainan, segera ke dokter, jangan langsung
mamografi."

*Ahmad Taufik*

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html

-------- Original Message --------
Subject: [news] Wanita Rentan Kanker Payudara Jika Sering Kena Asap Rokok
Date: Tue, 05 Oct 2010 15:40:22 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

Selasa, 05/10/2010 10:17 WIB

Wanita Rentan Kanker Payudara Jika Sering Kena Asap Rokok

*Merry Wahyuningsih* - detikHealth

*Meksiko,* Meski tidak merokok bukan berarti wanita terbebas dari dampak
asap rokok. Wanita yang sering terpapar asap rokok alias perokok pasif 3
kali lebih mungkin menderita kanker payudara.

Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa perokok pasif juga menanggung
risiko kesehatan yang besar dari paparan asap rokok. *Perokok pasif
diketahui 2 kali lebih mungkin meninggal*
<http://www.detikhealth.com/read/2010/06/25/124503/1386368/763/perokok-pasif-makin-mudah-terbunuh>
akibat *penyakit*
<http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>
jantung dan kanker paru-paru.

Tapi kini, sebuah studi baru juga menunjukkan bahwa wanita perokok pasif
memiliki risiko 3 kali lebih besar menderita kanker payudara karena
sering terpapar asap rokok.

"Setiap orang harus menghindari asap rokok," tegas Lizbeth
Lopez-Carrillo, profesor epidemiologi di National Institute for Public
Health, Meksiko, seperti dilansir dari /Indiavision/, Selasa (5/10/2010).

Menurut Lopez-Carrillo, produk rokok tembakau menghasilkan dua aliran
asap, yaitu asap yang masuk dan dihisap oleh perokok itu sendiri serta
asap yang dikeluarkan sebagai efek pembakaran rokok. Asap inilah yang
mengontaminasi lingkungan sekitar, termasuk juga membahayakan kesehatan
orang-orang yang tidak merokok seperti wanita dan anak-anak.

Dalam studi ini, Lopez-Carrillo dan rekannya mempelajari 504 wanita yang
didiagnosa dengan kanker payudara dan 504 wanita sehat lainnya dengan
usia yang sama.

Peneliti membandingkan kedua kelompok partisipan ini. Hasilnya,
dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok dan tidak atau
jarang terpapar asap rokok (perokok pasif), wanita yang sering terpapar
asap rokok memiliki risiko kanker payudara 3 kali lebih tinggi.

Lopez-Carrillo menjelaskan, hal ini biasanya dialami oleh wanita yang
memiliki anggota keluarga seperti suami, ayah, anak atau anggota
keluarga lain, yang menjadi perokok aktif. Kemungkinan lain adalah
karena wanita bekerja di lingkungan yang penuh dengan perokok aktif dan
asap rokok.

"Baik perokok aktif maupun pasif keduanya merupakan faktor risiko yang
dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Jadi untuk mencegah berbagai
risiko *penyakit*
<http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>,
kita tidak hanya harus mengurangi perokok aktif, tetapi juga perokok
pasif," jelas Lopez-Carrillo lebih lanjut.

http://us.health.detik.com/read/2010/10/05/101706/1455775/763/wanita-rentan-kanker-payudara-jika-sering-kena-asap-rokok?l991101755
--

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

4b.

Re: [news] Seputar Kanker Payudara

Posted by: "pancakitchen@yahoo.com" pancakitchen@yahoo.com   pancakitchen

Fri Nov 25, 2011 5:17 pm (PST)



Mba Siti...

Sekedar nambahin aja...usg mamae (usg payudara) wajib dilakukan min.1thn sekali...

Cheers
Veronica
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Siti N Febriana <snfebriana@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 25 Nov 2011 07:20:44
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] [news] Seputar Kanker Payudara

Baik nya bagaimana pemeriksaan payudara selain SADARI ya, apakah perlu Mammae atau cukup dengan USG payudara tiap tahun
Terimakasih pak
 
Wassalam
 
Nana


________________________________
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 24, 2011 8:02 AM
Subject: [sehat] [news] Seputar Kanker Payudara


 
saya repost siapa tahu bermanfaat dan silakan bisa disimpan.

saya quote tulisan(dari arsip) perihal kanker dan studi epidemiologi
dari salah satu ahli patologi, mantan member milis sehat dr tonang phd. :

Teori yang luas diterima untuk menjelaskan proses berubahnya sifat suatu sel
menjadi sel kanker, dikenal sebagai two-hit theory. Diperlukan minimal 2
kali proses sebelum menjadi sel kanker.

Perubahan tahap I (atau Hit pertama) akan mengubah DNA sel (mutasi) tersebut
sehingga rentan berubah menjadi kanker, tetapi belum mengubah menjadi sel
kanker. Perubahan ini bisa terjadi secara genetik, sejak saat pembuahan,
sehingga disebut bersifat menurun (inherited). Contohnya kanker payudara
dengan gen BRCA1 dan BRCA2. Contoh lain adalah glioma pada bayi.

Perubahan tahap I juga bisa terjadi selama dalam kandungan atau segera
setelah lahir. Belum banyak yang diketahui sifat genetiknya, sehingga
sebagian besar kanker memang sulit diketahui penyebab aslinya.

Faktor-faktor penyebab Hit pertama ini disebut "initiating factor".

Seperti disebut sebelumnya, initiating factor saja belum akan membuat sel
menjadi sel kanker. Dibutuhkan tahap II atau Hit ke dua, yang disebut
promoting factor. Adanya infeksi, penyakit autoimun, gangguan metabolisme
tubuh, radiasi, iritasi, trauma, pengaruh obat-obat tertentu adalah
contoh-contoh promoting factor (dan banyak yang belum diketahui).

Sel baru akan menjadi sel kanker, setelah mengalami dua tahap : initiating
factor dan promoting factor. Yang belum diketahui adalah "hit-hit" ini
ternyata tidak hanya "sekali hit langsung bereaksi" dalam 1 tahapan. Belum
jelas berapa kali dibutuhkan paparan suatu faktor untuk menimbulkan "1 hit"
ini.

Di luar kedua faktor itu, ada lagi predisposing factor seperti : diet,
faktor lingkungan, life-style, obesitas, kondisi imunocompromised dan
mungkin juga banyak lagi yang belum diketahui.

Karena itulah, tidak heran bahwa kalau ada 2 orang tinggal bersama-sama
sejak kecil, pekerjaannya sama, yang satu merokok selama bertahun-tahun,
tetapi justru yang tidak merokok yang menderita kanker paru-paru. Bisa
terjadi karena yang merokok justru tidak mengalami initiating factor,
meskipun merokok menimbulkan iritasi sel-sel saluran nafas (bisa menjadi hit
kedua), sementara orang kedua mengalami initiating factor plus promoting
faktor karena menjadi "perokok pasif".

Sebaliknya dalam hal kanker payudara. Kalau ada orang tuanya yang menderita
kanker payudara, maka anaknya lebih berisiko, karena dia berisiko sudah
memiliki "initiating factor" untuk Hit pertama. Berarti tinggal butuh 1 Hit
lagi untuk menjadi kanker.

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, May 02, 2007 4:48 PM
*Subject:* [news] Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

**

Sepanjang hidup kaum perempuan, kanker payudara selalu mengintai, selain
juga kanker ovarium. Bahkan bagi pasien yang sudah melakukan
pengangkatan payudara pun masih dihantui kemungkinan penyebaran dan
kambuhnya kanker. Itu sebabnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan
HER2 setelah dokter mendiagnosis kanker.

HER2 (Human Epidermal growth factor Receptor-type 2) adalah protein yang
bisa menyebabkan pertumbuhan kanker payudara menjadi kanker yang lebih
ganas. Seorang pasien disebut memiliki HER2 positif bilamana tumor
seorang pasien memiliki jumlah HER2 yang sangat besar.

Kanker payudara dengan HER2 positif merupakan salah satu jenis kanker
payudara yang tumbuh sangat cepat dan ganas. Diperkirakan satu dari
empat pasien kanker payudara memiliki HER2 positif.

"Sebenarnya HER2 ada pada sel normal setiap orang, tapi jumlahnya
sedikit. Jika terjadi kelainan sel yang menyebabkan kanker, maka jumlah
HER2 menjadi tidak terkendali dan akhirnya merangsang pembentukan sel
yang tidak diperlukan, terjadilah kanker," papar dr. Endang SR
Hardjolukito, SpPA, dari Departemen Patologi Anatomik, FKUI-RSCM.

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab timbulnya kanker payudara.
Namun, faktor-faktor risiko tinggi munculnya penyakit ini antara lain
wanita umur di atas 40 tahun yang belum pernah hamil, ada faktor
keturunan dari keluarga, mempunyai anak pertama di atas usia 35 tahun,
mengalami menstruasi pada usia lebih dini, wanita yang mengalami
menopause terlambat, wanita yang tidak menyusui, wanita yang mendapat
obat hormonal dalam jangka waktu lama, dan kegemukan.

Ketika seorang pasien didiagnosis menderita tumor di payudara biasanya
dokter akan melakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk mengetahui
tipe, luasnya, serta keganasan tumor. Setelah itu akan dilakukan terapi
yang tepat untuk mengobatinya, jika tumor jinak maka cukup diambil
tumornya saja, namun jika sudah ganas atau menjadi kanker dilakukan
pemeriksaan lagi apakah payudara perlu diangkat seluruhnya.

Menurut dokter Endang, kendati sudah dilakukan pengangkatan seharusnya
dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui status reseptor
hormon. Jika status HER2 nya positif maka dokter akan menyarankan untuk
pemberian obat anti HER2. "Cara kerja obat ini adalah mengunci HER2 agar
tidak membelah diri dan akhirnya mati," ujarnya.

Pemberian obat HER2 sendiri belum banyak dilakukan. Di dunia pengobatan
HER2 baru dimulai sejak tahun 2000. Selain itu mahalnya biaya pengobatan
masih menjadi kendala tersendiri, padahal sekitar 30 persen pasien
kanker payudara memiliki HER2 positif.

*Penulis*: An
sumber: kompas

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, November 12, 2008 5:39 PM
*Subject:* [news] Deteksi Kanker Payudara Sendiri Pun Bisa!

Deteksi Kanker Payudara Sendiri Pun Bisa!
Rabu, 12 November 2008 | 13:33 WIB

*SEJUMLAH* wanita yang hadir dalam seminar "Embrace Life with Breast
Cancer" di CityWalk Sudirman, Jakarta, Rabu (12/11), merupakan mantan
penderita kanker payudara. Setelah bertutur betapa susah payahnya
melalui masa-masa penyembuhan, mereka berharap tak ada lagi
wanita-wanita yang menderita kanker payudara dalam kategori ganas.

"Saya berdoa, cukup Gusti, saya saja yang mengalami penyakit ini. Sakit
sekali. Mahal pula," ujar Enny Hardjanto, mantan penderita kanker
payudara yang bersaksi bagaimana dirinya bertahan dalam masa-masa
penyembuhan.

Menurut spesialis bedah tumor dari RSCM, dr Erwin Danil Yulian, Sp B (K)
Onk, walaupun makin banyak kanker payudara yang didiagnosis pada stadium
dini, masih banyak wanita yang datang dengan stadium lanjut.

Dengan kondisi seperti ini, sulit sekali untuk mencari cara penanganan
dan penyembuhan yang mudah dan tak menyakitkan. Kemoterapi bahkan
operasi menjadi jalan keluarnya. Padahal, bila mereka datang pada
kondisi jinak, pengobatannya akan menjadi lebih mudah.

"Yang penting ingat, deteksi dini," tutur Erwin seusai seminar berlangsung.

Deteksi dini yang dimaksud Erwin sangat mudah. Wanita bisa melakukan
"Sadari" atau periksa sendiri di rumah masing-masing untuk mengetahui
apakah ada cikal bakal tumor atau kanker di payudaranya.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat tangan kiri ke
atas lalu meraba payudara sebelah kiri dengan cara memutar, sentrifugal
atau sentripetal. Begitu juga dengan payudara sebelah kanan.

"Kalau menemukan benjolan, segera periksa. Jangan main-main. Biasanya
langsung akan diperiksa klinis dan kalau perlu USG," ujar Erwin.

Memang, menurut Erwin, benjolan wajar ditemukan pada payudara wanita
apalagi menjelang masa menstruasi. Namun, jika hal itu menjadi sesuatu
yang tetap ada, Erwin meminta para wanita untuk segera memeriksakan
diri ke dokter.

*Tren meningkat*

Meski belum dapat mengungkapkan jumlah pasti penderita kanker payudara
di RSCM, Erwin mengatakan tren kanker payudara pada tahun ini meningkat
dibandingkan tahun 2007. Hal ini dilihat dari meningkatnya penderita
dari kalangan ekonomi lemah yang tak dapat berobat ke negara-negara
tetangga.

"Mereka tetap dioperasi di sini (di RSCM)," ujar Erwin.

Selain itu, cakupan umur para penderita juga melebar. Jika dulu para
penderita yang datang pertama kali terdeteksi mengidap kanker payudara
umumnya berumur 40-46 tahun, RSCM mencatat seorang wanita muda berumur
24 tahun telah didiagnosis mengidap kanker.

Namun, Erwin menyatakan, jumlah penderita kanker payudara stadium dini
yang datang memeriksakan diri juga bertambah. Hal ini tentu saja karena
dukungan sosialisasi dan kampanye pencegahan kanker payudara yang makin
intens.

*Caroline Damanik*
**
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/13331334/deteksi.kanker.payudara.sendiri.pun.bisa

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, December 24, 2008 12:03 PM
*Subject:* [news] Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara

fyi
Salam ASI
http://asiku.wordpress.com
Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara
Minggu, 21 Desember 2008 | 15:28 WIB

*Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto*

*LAMONGAN, MINGGU* - Menyusui dinilai penting untuk kesehatan baik bagi
anak dan ibunya. Ketua Gerakan Organisasi Wanita Lamongan, Cicik Rosida
Tsalits dalam Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini di Lamongan Minggu
(21/12) yang diikuti para wanita dan bidan menyatakan prihatin dengan
banyaknya ibu muda yang tidak mau menyusui karena takut payudaranya akan
kendor, padahal dengan menyusui juga menyelamatkan ibu dari kanker payudara.

Sementara itu, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Utami Roesli sebagai
pembicara memaparkan beberapa Negara sudah mengenal metode inisiasi
menyusui dini (IMD) sejak medio 1987. Namun Indonesia baru mengenal
metode IMD dua tahun terakhir.

Utami menyebutkan manfaat dari IMD diantaranya jalinan kasih sayang
antara ibu, ayah dan bayi akan lebih baik. Dengan IMD bayi akan mendapat
//kolostrum// yang kaya akan //antibody//, penting untuk pertumbuhan dan
ketahanan infeksi bayi. Bagi ibu, IMD dapat mera ngsang produksi hormon
oksitosin yang dapat mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang dan
rileks serta merangsang pengeluaran ASI, katanya.

Utami menyampaikan pentingnya IMD dilakukan sebab menurut penelitian
dengan IMD delapan kali lebih berhasil untuk mensukseskan program enam
bulan ASI eksklusif. Yang disiapkan Allah untuk bayi yang baru lahir
adalah dada ibunya, bukan //incubator//. Dada ibu diciptakan untuk
memiliki suhu yang lebih hangat dari suhu luar dan bisa menyesuaikan
diri dengan suhu yang dibutuhkan bayi atau //thermoregulator thermal
synchron//. Jika suhu dada ibu terlalu dingin untuk bayi, suhu dada ibu
akan naik. Demikian pula sebaliknya, papar Utami.

Menurut Utami selama ini banyak orang salah dalam menangani bayi yang
baru lahir. Dokter anak senior di RS ST Carolus Jakarta ini menegaskan
anak adalah titipan Tuhan untuk ibu, bukan ke bidan. Oleh karena itu
ibu-ibu harus minta hak IMD. Metode IMD sanga t sederhana. Bayi begitu
lahir diletakkan di dada ibu sehingga ada kontak antara kulit bayi
dengan kulit ibu. Beri waktu selama satu jam bagi bayi untuk mencari
sendiri puting ibunya. Dalam usia bayi 20 menit, bayi akan mulai
merangkak mencari puting ibun ya dan pada usia 50 menit akan mulai
menyusui, katanya.

Namun jika bayi lahir normal langsung dipisahkan dengan ibunya untuk
ditimbang, IMD tidak akan bisa dilakukan. Ini juga berarti mengurangi
kesuksesan program ASI eksklusif enam bulan. Sebuah penelitian dari
Inggris menyebutkan, menunda inisiasi menyusui dapat meningkatkan
kematian bayi. Dengan IMD, dapat mengurangi resiko kematian bayi hingga
22 persen. Dan resiko ini akan semakin besar ketika semakin lama menunda
permulaan penyusuan, tutur Utami.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/21/15285523/menyusui.selamatkan.ibu.dari.kanker.payudara.

-------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Mohon bantuan/sharing: tumor payudara
Date: Wed, 24 Jun 2009 22:01:05 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Malam..

Untuk diagnosis pasti setiap benjolan jinak atau ganas harus berdasarkan
pemeriksaan patologi anatomi.

Dari pemeriksaan fisik bisa diduga (tetapi bukan dipastikan) benjolan jinak
atau ganas. Misalnya pada perempuan muda, benjolan kenyal, tidak membesar,
tidak keras, mudah digerakkan, tidak nyeri. Tidak ditemukan tanda-tanda
perubahan kulit permukaan payudara maka dapat diduga benjolan jinak. Namun
tidak bisa dipastikan jinak sampai benjolan diperiksa di patologi anatomi
dan dikatakan jinak.

Faktor-faktor risiko keganasan diantaranya :

http://medlineplus.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000913.htm

Risk factors you cannot change include:

* Age and gender -- Your risk of developing breast cancer increases as
you get older. The majority of advanced breast cancer cases are found in
women over age 50. Women are 100 times more likely to get breast cancer then
men.
* Family history of breast cancer -- You may also have a higher risk
for breast cancer if you have a close relative has had breast, uterine,
ovarian, or colon cancer. About 20 - 30% of women with breast cancer have a
family history of the disease.
* Genes -- Some people have genes that make them more prone to
developing breast cancer. The most common gene defects are found in the
BRCA1 and BRCA2 genes. These genes normally produce proteins that protect
you from cancer. But if a parent passes you a defective gene, you have an
increased risk for breast cancer. Women with one of these defects have up to
an 80% chance of getting breast cancer sometime during their life.
* Menstrual cycle -- Women who get their periods early (before age 12)
or went through menopause late (after age 55) have an increased risk for
breast cancer.

Other risk factors include:

* Alcohol use -- Drinking more than 1 - 2 glasses of alcohol a day may
increase your risk for breast cancer.
* Childbirth -- Women who have never had children or who had them only
after age 30 have an increased risk for breast cancer. Being pregnant more
than once or becoming pregnant at an early age reduces your risk of breast
cancer.
* DES -- Women who took diethylstilbestrol (DES) to prevent
miscarriage may have an increased risk of breast cancer after age 40. This
drug was given to the women in the 1940s - 1960s.
* Hormone replacement therapy (HRT) -- You have a higher risk for
breast cancer if you have received hormone replacement therapy for several
years or more. Many women take HRT to reduce the symptoms of menopause.
* Obesity -- Obesity has been linked to breast cancer, although this
link is controversial. The theory is that obese women produce more estrogen,
which can fuel the development of breast cancer.
* Radiation -- If you received radiation therapy as a child or young
adult to treat cancer of the chest area, you have a significantly higher
risk for developing breast cancer. The younger you started such radiation,
the higher your risk -- especially if the radiation was given when a female
was developing breasts.

Setiap benjolan kita berasumsi ganas sampai terbukti sebaliknya. Namun bukan
berarti harus khawatir setiap ada benjolan di payudara.Karena benjolan di
payudara bisa karena hormonal, tumor jinak (FAM) sampai ganas. Yang
terpenting adalah deteksi dini dan dikonsultasikan dengan dokter. Bisa
browsing dahulu seputar FAM (fibroadenoma mammae).

BI-RADS adalah istilah hasil pemeriksaan radiologi untuk menterjemahkan
hasil pemeriksaan pencitraan payudara. BI-RADS ada skala 0-6; pada skala 3
dikatakan mungkin jinak (probably benign finding), dan bisa dilakukan
pemeriksaan mammogram berkala 6 bulan lagi. Pemeriksaan penunjang adalah
untuk membantu membuat diagnosis.

http://www.medscape.com/viewarticle/524584_print

silahkan dikonsultasikan kembali dengan dokter bedah onkologi bu apakah
masih dapat diobservasi atau diangkat untuk diperiksa di patologi anatomi.

Menyusui merupakan factor yang mengurangi risiko terkena kanker payudara.
Jadi sangat disarankan setiap perempuan untuk menyusui bayinya.

-anto-

-------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Re: Mohon bantuan/sharing: tumor payudara
Date: Thu, 25 Jun 2009 21:43:39 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Malam..

Seputar mamografi bisa dilihat di

http://www.mayoclinic.com/health/mammogram/MY00303/METHOD=print

http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_6X_Mammography_and_other_Bre
ast_Imaging_Procedures_5.asp

USG payudara bisa sebagai pemeriksaan tambahan karena pada usia 20-35 tahun
jaringan payudara lebih padat (dense) sehingga lebih akurat dengan bantuan
USG.

Dari artikel diatas ada rekomendasi pemeriksaan, janga lupa selalu SADARI
setiap bulan .

-anto-

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [news] Gejala Kanker Payudara Yang Perlu Anda Tahu
Date: Wed, 19 Aug 2009 17:52:31 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

Gejala Kanker Payudara Yang Perlu Anda Tahu
Jika ada yang mencurigakan segera periksakan ke dokter sebelum
berkembang menjadi kanker.
Rabu, 19 Agustus 2009, 17:01 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni

*VIVAnews *- Kanker payudara adalah penyebab kematian kedua terbesar di
Indonesia setelah kanker leher rahim (kanker serviks). Menurut data dari
Rumah Sakit Kanker Dharmais terdapat 126 kasus kanker payudara dari tiap
100.000 populasi wanita.

Sebenarnya, pengidap kanker payudara bisa sembuh. Risiko kematian pun
bisa diminimalisir, jika kanker terdeteksi lebih cepat. Untuk itu
sebagai wanita Anda harus mengetahui gejala-gejala kanker payudara.
Segera periksakan diri ke dokter yang tepat jika Anda menemui gejala
berikut.

*- Benjolan di payudara*
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun
itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar
kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker
lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan
segera periksa ke dokter.

*- Perubahan bentuk dan warna pada puting*
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus
lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke
dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun
mengkerut seperti kulit jeruk.

*- Keluar darah dari puting*
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting.
Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu
jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokter.
*
- Pembesaran kelenjar getah bening*
Pembesaran atau pembangkakan kelenjar getah bening juga salah satu
gejala kanker payudara. Jika Anda menemui pembesaran getah bening di
ketiak, bengkak pada lengan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Ingatlah bahwa Anda yang paling tahu keadaan tubuh Anda. Jika ada
perubahan dan Anda mencurigainya jangan tunda untuk segera berkonsultasi
dengan dokter. Penanganan yang lebih cepat bisa mengurangi risiko kematian.

. VIVAnews

http://kosmo.vivanews.com/news/read/83887-gejala_kanker_payudara_yang_perlu_anda_tahu

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [news] Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Date: Tue, 08 Sep 2009 16:35:59 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Selasa, 8 September 2009 | 13:45 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*

*JAKARTA, KOMPAS.com* --- Jika Anda memiliki benjolan pada payudara,
tetapi tidak merasa nyeri, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pasalnya, salah satu indikasi kanker payudara adalah terdapat benjolan
tanpa rasa sakit.

"Kalau pada payudara ada benjolan lunak dan tidak terasa nyeri, segera
periksa. Dikhawatirkan, itu kanker," kata dr Walta Gautama, SpBK (K)
Onk, divisi bedah Tumor RS Kanker Dharmais, di RS Dharmais, Jakarta,
Selasa (8/9).

Ia menuturkan, semakin keras dan nyeri akibat benjolan yang ada pada
payudara, maka semakin kecil kemungkinan benjolan itu adalah tumor.
Pasalnya, benjolan kanker pada payudara tidak menyebabkan rasa nyeri.
"Banyak pasien yang salah sangka. Mereka pikir kalau benjolan tidak
nyeri itu aman, yang nyeri justru yang berbahaya. Padahal, anggapan itu
salah," ungkap Walta.

Ia menyesalkan, akibat anggapan tersebut, banyak pasien yang menganggap
enteng benjolan yang ada itu dan baru berkonsultasi setelah mengalami
stadium lanjut.

Ia menerangkan, besarnya benjolan tergantung pada /staging /atau
stadium/ /kanker payudara. Stadium 0, sangat dini, benjolan belum
teraba. Stadium/ /I, ukuran benjolan kurang dari 2 cm. Stadium II,
ukuran benjolan meningkat menjadi 2,5 cm, Stadium III, benjolan membesar
menjadi lebih dari 5 cm. Kemudian pada stadium IV, benjolan bisa lebih
dari 5 cm.

Menurutnya, setiap wanita harus melakukan /screening /pada payudara
mereka sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini
kemungkinan terkena kanker payudara. Waktu yang tepat untuk melakukan
/screening/ adalah tujuh sampai sepuluh hari setelah selesai menstruasi.
"Pada saat itu, hormon telah kembali normal sehingga, jika terdapat
benjolan yang mencurigakan, akan segera terdeteksi," kata dia.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13452757/waspadai.benjolan.tak.menyakitkan.di.payudara

Operasi Kanker Payudara Masih Ditakuti

Selasa, 8 September 2009 | 13:52 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Kata operasi terlebih lagi pada penderita kanker
payudara seperti suatu horor yang sangat menakutkan. Hal tersebut sangat
disayangkan pasalnya di Indonesia kanker payudara menduduki posisi kedua
di bawah kanker rahim sebagai sebagai penyebab kematian tertinggi pada
wanita.

Menurut Dr. Walta Gautama, SpB(K) Onk, Divisi Bedah RS Kanker Dharmais,
penyebab utama pasien merasa takut untuk dioperasi adalah kurangnya
pengetahuan tentang operasi.

"Pasien tidak mengetahui operasi jenis apa yang cocok untuk penyakitnya.
Pasien bertanya apa yang dilakukan dokter saat operasi. Semua itu
membuat pasien cemas karena tidak mempunyai gambaran mengenai situasi
yang akan dihadapi setelah operasi," ujarnya dalam penyuluhan operasi
Kanker Payudara di RS. Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).

Berdasarkan data dari RS. Kanker Dharmais, jumlah pasien kanker payudara
yang datang dalam stadium III adalah 13, 42 persen, stadium III sebesar
17 persen dan stadium lanjut 29, 98 persen.

Galta menyayangkan hal tersebut, pasalnya jika pasien datang dengan
stadium yang sudah lanjut akan semakin sedikit pilihan operasi bagi pasien.

Ia mengatakan, pasien tidak perlu merasa takut menghadapi operasi kanker
payudara. Sebelum operasi, pasien pasti akan menjalani pemeriksaan
mendalam. Keputusan jenis operasi yang akan dijalani juga diambil
berdasarkan hasil diskusi tentang kelemahan dan keunggulan operasi serta
keseuaian dengan jenis dan /staging/ kanker pada pasien. "Jadi tidak
asal operasi," ucapnya.

Dikatakannya, secara garis besar terdapat dua jenis operasi untuk kanker
payudara yaitu Mastektomi dan /Breast Conserving Therapy /(BCT) . Teknik
ini digunakan untuk mengangkat jaringan payudara sambil berusaha
mempertahankan sebagian payudara, puting dan areola. Operasi BCT
dilakukan juga dengan pengangkatan kelenjar getah bening akisla dan
dilanjutkan dengan radiasi.

Operasi ini cocok untuk kanker payudara stadium dini kecuali kanker yang
letaknya di tengah payudara. Syarat lain untuk melakukan BCT, besar
tumor tidak lebih dari, tidak ada penyebarab pada jaringan lain dan
puting tidak ikut terkena.

Teknik yang kedua adalah Mastektomi, operasi ini mengangkat seluruh
jaringan payudara, puting dan seluruh pengangkatan getah bening aksila.
Mastektomi sendiri terbagi lagi menjadi beberapa macam. Yang pertama
adalah mastektomi radikal, yaitu mengangkat seluruh otot dada dan
kelenjar getah bening aksila. Kemudian luka operasi ditutup dengan
tandur kulit. "Teknik ini mulai ditinggalkan, karena hasilnya sangat
buruk secara kosmetik," kata dia.

Teknik Masektomi lainnya, kata Walta adalah /skin sparing mastectomy.
/Operasi ini menyisakan kulit payudara./ Skin sparing mastectomy/ ini
banyak dilakukan bagi para pasien yang ingin menjalani rekonstruksi
payudara.

Waktu yang digunakan untuk operasi /skin sparing mastectomy /ini lebih
lama dari pada operasi biasa. Jika operasi biasa memerlukan waktu dua
jam, teknik ini membutuhkan empat jam dalam pengerjaannya. "Itu
disebabkan luka yang dibuat kecil. Jadi pengeluaran jaringan payudara
membutuhkan waktu yang lama," kata dia.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13522724/operasi.kanker.payudara.masih.ditakuti

Deteksi Dini Kanker Payudara Sering Terlambat
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 08:16 WIB

*Jakarta, Kompas* - Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah
kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian
besar penderita baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut karena
rendahnya tingkat kesadaran untuk periksa kesehatan.

"Apalagi tidak ada gejala kanker payudara yang khas," kata dr Samuel
Haryono, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jumat
(28/8) di Jakarta. Dengan terapi sejak dini, angka harapan hidup jauh
lebih tinggi, bahkan kecacatan akibat operasi bisa dihindari.

Data dari RS Dharmais pada lima tahun terakhir menyebutkan, angka
kejadian kanker payudara menempati urutan pertama, 32 persen, dari total
jumlah kasus kanker. Dari total penderita kanker payudara, 40 persen
berobat pada stadium awal, 30 persen dari total jumlah penderita kanker
terdeteksi stadium lanjut lokal, dan dari kelompok ini, 30 persen dengan
metastasis.

Metastasis merupakan proses ketika sel kanker dapat melepaskan diri dari
tumor utama, masuk ke pembuluh darah, ikut bersirkulasi dalam aliran
darah, dan tumbuh di jaringan normal yang jauh dari tumor asalnya. "Pada
kanker payudara, metastasis paling umum terjadi pada organ-organ vital,
seperti paru-paru, hati, tulang, bahkan otak," ujarnya.

"Ada lima fase reaksi emosional penderita ketika diberi tahu menderita
kanker yang sudah lanjut," kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli
perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais.

Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap
kenyataan yang dihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang, dan diliputi
depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima
kenyataan.

Konsultan hematologi-onkologi medik dari RS Kanker Dharmais, dr Asrul
Harsal, menambahkan, pengobatan dilakukan berdasarkan perjalanan
penyakit. Pada stadium satu hingga 3A, yang dianggap kankernya masih
lokal, biasanya dilakukan tindakan operasi dan sering ditambah
radioterapi atau penyinaran.

Keputusan pemberian kemoterapi setelah operasi pada stadium awal
dilakukan berdasarkan faktor risiko, seperti ukuran tumor, keterlibatan
kelenjar, reseptor hormonal, agresivitas tumor, serta menyusupnya
sel-sel ke pembuluh darah dan getah bening.

Sejumlah kondisi yang tak dibolehkan mendapat kemoterapi adalah infeksi,
jumlah sel darah putih kurang, kondisi pasien buruk, dan kondisi
psikologis. Juga perlu diperhatikan efek samping kemoterapi, seperti
mual dan muntah, sariawan, gangguan buang air besar, kebotakan, dan
nyeri sendi.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/29/08165480/deteksi.dini.kanker.payudara.sering.terlambat

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [NEWS] Hadapi Kanker Payudara Tanpa Stres
Date: Thu, 10 Sep 2009 15:20:59 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

Hadapi Kanker Payudara Tanpa Stres
Wednesday, 09 September 2009
NAMANYA Anggriana Oesman. Perempuan berusia 49 tahun ini menjadi pasien
dr Samuel karena di payudaranya terdapat benjolan kista yang harus
disedot dalam 6 bulan sekali.

Pada Desember 2006, setelah mamografi terdapat benjolan yang mengeras
dan membesar seperti bola pingpong. Dr Samuel khawatir akan kemungkinan
DCIS "Ductal Carcinoma In Situ". Operasi pertama dilakukan lokal
benjolan dan diangkat untuk di patologi. Operasi itu dilakukan pada 7
Januari 2007. Patologi menyatakan positif DCIS.

Dia pun mengalami "mix feelings" perasaan cemas campur ragu. Dr Samuel
menyarankan untuk melakukan operasi kedua guna mengangkat payudara
kanan, karena khawatir sudah invasif dan menyebar ke daerah lain. "Perlu
dilakukan second opini, jadi saya dan suami berangkat ke Singapura
dengan membawa hasil patologi RS Dharmais," Anggriana mengenangnya.

Dokter di Singapura menyarankan agar segera masuk dan dilakukan operasi
seperti halnya yang disarankan oleh dr Samuel. "Saya pun memutuskan
untuk melakukan operasi kedua di RS Dharmais pada 04 Februari
2007,"tambahnya. Untungnya semua keluarga menguatkan Anggriana bahwa
hidup itu masih panjang dan memberikan semangat serta dukungan bahwa
operasi akan berjalan lancar.

"Kami semua berdoa kepada Tuhan YME agar memberikan kekuatan. Keluarga
juga memberikan keyakinan bahwa apapun yang terjadi,semua keluarga akan
pasrah dan menerima kenyataan ini sebagai suatu cobaan. Keluarga memberi
dukungan tanpa pamrih agar ia tidak gusar dan ragu bahwa penyakit ini
adalah cobaan yang diberikan Allah SWT dan harus dihadapi dengan ikhlas.

Keluarga juga memberikan dorongan agar Anggriana bisa menghadapi
penyakit ini dengan kekuatan iman dan takwa."Keluarga selalu mengontrol
agar saya tidak lupa minum obat sesuai anjuran dokter dan minum fresh
juice setiap pagi," tambahnya.( inggrid)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268952/

Butuh Dukungan Keluarga
Wednesday, 09 September 2009
KANKER PAYUDARA masih menjadi momok para wanita.Selain kemajuan
teknologi di dunia kedokteran,kanker payudara bisa disembuhkan dengan
dukungan keluarga dan kerabat terdekat.

Kanker payudara adalah tumor yang dalam istilah bahasa latinnya berarti
pembengkakan. Tumor terjadi dari sel-sel yang membelah secara berlebihan
dan merusak dan menginvasi jaringan sekitarnya atau berkeliaran ke
bagianbagian badan lain. Kecepatan tumbuh kanker payudara berbeda-beda
bergantung pada tipe-tipe kanker payudara.

Umumnya, waktu yang dibutuhkan suatu tumor untuk tumbuh menjadi sebesar
dua kali yang disebut juga sebagai doubling time berkisar antara 50
sampai 200 hari. Perubahan dari sel normal menjadi sel ganas terjadi
beberapa tahun sebelum bukti kanker terdeteksi. Kanker payudara mungkin
merupakan kata-kata yang paling menakutkan, namun penting disadari bahwa
suatu diagnosis kanker payudara bukanlah suatu vonis kematian.

"Cancer is just a word,not a sentence," ucap ahli bedah kanker, dr
Samuel Haryono SpBK (Onk) dalam acara temu pasien kanker payudara yang
diselenggarakan RS Dharmais dan sanofi-aventis, beberapa waktu lalu.
Kanker payudara merupakan penyakit yang bisa diobati dan angka harapan
hidup kini jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan, kecacatan akibat
operasi sudah bisa dihindari.

Peduli,berharap,dan bertahan merupakan tiga kata kunci bagi pasien
kanker payudara dalam menjalani kehidupan mereka. Pasien, keluarga,
dokter, relawan, dan lingkungan haruslah saling peduli dan mendukung
dalam mengatasi penyakit ini agar pasien tetap memiliki harapan atau
semangat hidup yang tinggi serta berkomitmen yang kuat untuk patuh
menjalani pengobatan dan bertahan hidup.

"Kepedulian terhadap pasien kanker payudara sangat diharapkan karena
pasien kanker memang mengalami masa-masa sulit sehubungan dengan
penyakit mereka," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas
Gadjah Mada,Yogyakarta. Mengibaratkan seperti lagu Michael Jackson,You
Are Not Alone, Samuel menuturkan bahwa para penderita kanker tidak sendiri.

Cobalah untuk mengatasinya, lakukan sekarang juga.Para penderita akan
melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk melawan kanker payudara.
"Umumnya terdapat lima fase reaksi emosional penderita ketika
diberitahukan bahwa penyakit yang dideritanya adalah kanker yang sudah
lanjut,"tutur dr Maria Astheria Wijaksono Cert.in PC, MPALL dari RS
Dharmais pada acara yang sama.

Fase pertama, denial, penderita menyangkal kenyataan, kemudian fase
anger, penderita marah terhadap kenyataan yang dihadapinya, yang diikuti
fase bargaining atau fase menimbang-nimbang dan depression, penderita
diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya penderita akan
sadar dan menerima kenyataan bahwa jalan hidupnya telah berubah
(acceptance).

"Perawatan pasien kanker payudara terutama stadium lanjut dan terminal
memerlukan penanganan yang multidisiplin," sebut dokter yang meraih
gelar Master in Palliative Care di Flinders University, Australia,tahun
2008. Kebanyakan pasien kanker bahkan sudah membutuhkan perawatan
suportif sejak awal pengobatan.

Karena itu penting bagi keluarga, pendamping serta relawan untuk selalu
memberikan harapan agar pasien dapat bertahan. Dan yang terpenting
adalah agar pasien tetap bersemangat," sebut dokter kelahiran 10 Agustus
1961 ini. Semua wanita mempunyai risiko untuk menderita kanker payudara,
diperkirakan 185.000 kasus baru didiagnosis setiap tahunnya.

Faktor risiko yang terpenting untuk berkembang menjadi kanker adalah
usia. Adanya riwayat keluarga pada derajat 1 (seperti ibu,saudara,dan
anak) yang mempunyai kanker payudara sebelum menopause mengindikasikan
bahwa wanita tersebut memiliki risiko yang meningkat untuk berkembang
menjadi kanker payudara.

Demikian pula wanita yang mempunyai anak sebelum usia 30 berisiko
rendah, sedangkan wanita yang mendapatkan haid pertamanya lebih
awal.Namun,hanya sekitar 1 di antara 20 kasus kanker payudara yang
herediter murni yang terjadi dalam keluarga.

Kita tidak tahu persis penyebab dari kanker payudara,tapi kita tahu
bahwa ini secara pasti tidak menular. Sering dikatakan bahwa berolahraga
serta diet rendah lemak mempunyai efek protektif. Sementara merokok dan
alkohol sebaliknya meningkatkan risiko kanker payudara. (inggrid
namirazswara)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268953/

------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Ty:tumor jinak pd payudara perlu operasi?
Date: Thu, 1 Oct 2009 08:45:03 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Pagi..

Benjolan di payudara bisa hormonal, karena proses jinak atau ganas. Dilakukan dari peneriksaan fisik dan dibantu laboratorium/bedah bila diperlukan (USG, mamografi atau biopsy).

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003155.htm

http://www.mayoclinic.com/health/breast-lumps/MY00165

Definition

A breast lump is a growth of tissue that develops within your breast. A breast lump is often interchangeably described as a mass, swelling, thickness or fullness.

A breast lump can feel distinct and have definite borders, or it could feel more like a general area of thickened tissue in your breast. You may notice other breast changes accompanying a breast lump, such as skin redness, distension, dimpling or pitting; breast asymmetry; breast pain; nipple inversion; or unusual nipple discharge.

Sometimes, a breast lump is a sign of breast cancer. That's why your doctor should promptly evaluate any breast lump you find. Fortunately, most breast lumps result from noncancerous (benign) conditions.

Causes

Breast lump causes:

* Breast cancer<http://www.mayoclinic.com/health/breast-cancer/DS00328>
* Breast<http://www.mayoclinic.com/health/breast-cysts/DS01071> cysts
* Fibroadenoma<http://www.mayoclinic.com/health/fibroadenoma/DS01069>
* Fibrocystic breasts<http://www.mayoclinic.com/health/fibrocystic-breasts/DS01070>
* Hamartoma
* Injury or trauma to the breast
* Intraductal papilloma
* Lipoma<http://www.mayoclinic.com/health/lipoma/DS00634>
* Mastitis<http://www.mayoclinic.com/health/mastitis/DS00678>
* Milk cyst (galactocele)

When to see a doctor

Make an appointment with your doctor for breast lump evaluation without delay if:

* The breast lump is new or unusual and feels different from surrounding tissue in that breast or tissue in your other breast.
* The breast lump doesn't go away after your next menstrual period.
* You notice the breast lump has changed --- getting bigger, firmer or more defined from the surrounding breast tissue.
* You have bloody, possibly spontaneous, discharge from your nipple.
* You notice skin changes on your breast, such as redness, crusting, dimpling or puckering.
* Your nipple is turned inward (inverted), although it isn't normally positioned that way.

Bisa kumpulkna info mulai dari fibroadenoma sampai braset cancer jadi bisa didiskusikan dengan dokternya.

untuk fibroadenoma mamae bisa dilihat di:

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/007216.htm

http://www.mayoclinic.com/health/fibroadenoma/DS01069/METHOD=print

Symptoms

http://www.mayoclinic.com/images/nav/clear.gif

CLICK TO ENLARGE

<http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM04007> Illustration showing a fibroadenoma

Fibroadenoma<http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM04007>

http://www.mayoclinic.com/images/nav/clear.gif

Fibroadenomas are solid breast lumps or masses that usually are:

* Round with distinct borders
* Easily moved
* Firm or rubbery
* Painless

A fibroadenoma may feel like a marble within your breast when you press on it. You can have one or many fibroadenomas. They usually grow to about 1 to 2 centimeters (cm) in size, but they can become even larger. A fibroadenoma that measures 5 cm or greater is referred to as a giant fibroadenoma.

When to see a doctor
Normal breast tissue in healthy women often feels lumpy or nodular. If you detect the presence of any new breast lumps, however, or if a previously evaluated breast lump seems to have grown or otherwise changed, make an appointment with your doctor to get it checked out.

Tests and diagnosis

Evaluation of a fibroadenoma usually begins after you or your doctor has identified a breast lump. The process may involve the following tests or exams:

* Clinical breast exam. Your doctor physically examines the breast lump and checks for any other problem areas in your breasts. Be prepared to answer questions such as when you first noticed the lump, whether it seems to have gotten bigger, if you have any nipple discharge and if you notice any changes in the size of the lump during your menstrual cycle.
* Mammography. Mammography uses a series of X-rays to produce an image (mammogram) of suspicious areas in your breast tissue. A fibroadenoma usually appears on a mammogram as a breast mass with smooth, round edges, distinct from surrounding breast tissue. To evaluate a suspected fibroadenoma, mammograms are routinely performed for women age 30 and older.
* Breast ultrasound. If you're younger than age 30, your doctor may opt for a breast ultrasound instead of a mammogram to evaluate a breast lump. Dense breast tissue in younger women makes mammograms difficult to interpret. Breast ultrasound might also be performed as a follow-up to a mammogram regardless of your age. Breast ultrasound can help your doctor determine whether a breast lump is solid or fluid-filled. A solid mass is more likely a fibroadenoma, and a fluid-filled mass is a cyst. Some doctors, however, opt to skip ultrasound and perform fine-needle aspiration instead.
* Fine-needle aspiration. Through a thin needle inserted into the breast lump, your doctor attempts to withdraw the contents of the breast lump. If no fluid comes out, the lump is solid and most likely a fibroadenoma. A sample of cells may be collected and sent for analysis to check for the presence of cancer (fine-needle aspiration biopsy).
* Core needle biopsy. To be certain that a solid breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer, your doctor will probably recommend a biopsy. Core needle biopsy uses a large needle to obtain several tissue samples from the breast lump to send for analysis.

Treatments and drugs

Surgery to remove a fibroadenoma
A fibroadenoma, once it's identified, can continue to grow and may change the shape of your breast. Your doctor might recommend surgery to remove the fibroadenoma if one of your tests --- the clinical breast exam, an imaging test or a biopsy --- is abnormal. You may also consider surgical removal if leaving the fibroadenoma in place makes you anxious.

The procedure to remove a fibroadenoma is called a lumpectomy or excisional biopsy. The surgery may be performed using local or general anesthesia. A surgeon makes an incision in your breast and removes the breast lump plus some surrounding breast tissue. The tissue sample is then sent to a lab for analysis to confirm that the breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer.

After a fibroadenoma is removed, it's possible that one or more new fibroadenomas may develop. You may need another surgery to remove new fibroadenomas.

When surgery isn't needed
If your doctor is reasonably certain that your breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer --- based on the results of the clinical breast exam, imaging test or biopsy --- surgery may be unnecessary.

For younger women --- those who most commonly develop fibroadenomas --- surgery to remove the breast mass might distort the shape and texture of the breast and leave scar tissue that complicates future breast exams. In older women --- usually past their 30s --- fibroadenomas may stop growing or even shrink on their own.

If you choose not to have a fibroadenoma removed, continued monitoring is important to make sure it doesn't grow larger. At any time that you become overly anxious about the fibroadenoma, you can reconsider surgery.

[Non-text portions of this message have been removed]

-------- Original Message --------
Subject: [news] Mencegah Mubazir Mamografi
Date: Mon, 22 Mar 2010 15:32:25 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

*
22 Maret 2010

Mencegah Mubazir Mamografi
<http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html#>

DETEKSI dini kanker payudara sangat dianjurkan. Tapi, bila
menggunakan cara dan alat yang tidak tepat, malah buang biaya.
Menurut dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Hasan Sadikin,
Bandung, Monty Priosodewo Soemitro, deteksi massal dengan
mamografi harus dibarengi informasi tepat. "Ada pasien yang datang
kepada saya menyatakan anaknya yang baru kelas satu SMA sudah
dimamografi," katanya.

Di Amerika Serikat, alat mamografi bisa dikatakan 95 persen akurat
pada perempuan berusia 65 tahun ke atas. Pada wanita kurang dari
40 tahun hanya 50 persen akurat. Itu karena payudara mereka lebih
besar. Adapun payudara perempuan Asia, termasuk Indonesia, kecil
dan padat, lebih sulit dideteksi dengan alat tersebut.

Akurasi deteksi mamograf sering kali diragukan oleh dokter. Karena
itu, biasanya harus disertai pemeriksaan dengan ultrasonografi
(USG). Berdasarkan survei sebuah lembaga swadaya masyarakat yang
peduli terhadap kanker payudara dan pasien dengan kanker payudara
di Eropa, Donna, dari 3.000 perempuan yang dimamografi, ternyata
2.800 diminta menjalani USG payudara untuk konfirmasi. Sebab,
informasi dari mamografi tidak jelas. "Nah, itu kan sama saja
boros, buang-buang biaya," ujar Monty, magister kesehatan
Universitas Padjadjaran, Bandung.

Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan
sinar-X atau radiasi ion dengan dosis berkisar 0,7 mSv untuk
menghasilkan gambar. Radiolog menganalisis potret untuk menemukan
pertumbuhan abnormal, seperti tumor dan kista. Namun banyak
komunitas medis meragukan deteksi mamografi karena tingkat
kesalahan masih tinggi dan radiasi dapat menimbulkan bahaya. Salah
satunya John Gofman, dokter dan ahli fisika nuklir. Dalam bukunya,
Radiation from Medical Procedures in the Pathogenesis of Cancer
and Ischemic Heart Disease, ia menjelaskan, lebih dari 50 persen
angka kematian akibat kanker dipicu oleh penggunaan sinar-X.

Mamografi dilakukan dengan dua kali penyinaran untuk masing-masing
payudara, sekali dari depan (frontal position) dan dari samping
(oblique position). Payudara ditempatkan di atas penjepit lembar
film dari plastik atau metal dan ditekan sedatar mungkin untuk
menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.
Adapun yang dari samping, penjepit film dinaikkan sehingga sisinya
sama dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh
ketiak.

Setiap mamografi, terjadi empat kali penyinaran yang berlangsung
15-30 menit. Setelah mamografi, menurut dokter Monty, tujuh dari
10 pasien mengeluh sakit, nyeri, dan tidak nyaman.

Dari pengambilan empat gambar film di tiap payudara, seseorang
menyerap 1 rad-dosis serap radiasi. Sinar-X dan radiasi ionisasi
sekelas lainnya dalam beberapa dekade telah terbukti dapat
menyebabkan segala jenis mutasi biologis. Meski pada awalnya tidak
mematikan, mutasi tersebut bisa terakumulasi akibat paparan
sinar-X atau radiasi ionisasi lainnya.

Sinar-X juga diketahui menyebabkan ketidakstabilan genomic, yang
merupakan salah satu karakteristik kanker paling agresif.
Mamografi, menurut Gofman, malah mengakibatkan risiko kumulatif
kanker payudara, terutama bagi wanita premenopause.

Menurut dokter Monty, alih-alih ingin mendeteksi dini kanker
payudara, malah berbahaya dan menghabiskan biaya. Beberapa negara
memang menyarankan mamografi rutin, setahun sampai lima tahun
sekali bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai
metode screening untuk mendiagnosis kanker payudara sedini
mungkin. "Kita tak perlu ikut-ikutan," ujarnya. Sebab, yang
diuntungkan adalah produsen mesin mamografi, sedangkan manfaatnya
tak terlalu banyak.

Lalu bagaimana deteksi dini yang aman? Menurut dokter Monty, yang
terpenting memperkuat pos pelayanan terpadu dan dokter di pusat
kesehatan masyarakat. Masyarakat diajari memeriksa payudaranya
sendiri (sadari). Pemeriksaan payudara secara rutin bisa dilakukan
sebulan sekali beberapa hari setelah menstruasi, ketika payudara
ada kemungkinan sudah tidak terasa keras, membesar, dan sakit.
Untuk wanita yang sudah menopause, pilih hari yang mudah diingat,
setiap bulan. "Sadari dan USG saja sudah cukup, kok," katanya.
"Jika merasa ada kelainan, segera ke dokter, jangan langsung
mamografi."

*Ahmad Taufik*

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html

-------- Original Message --------
Subject: [news] Wanita Rentan Kanker Payudara Jika Sering Kena Asap Rokok
Date: Tue, 05 Oct 2010 15:40:22 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

Selasa, 05/10/2010 10:17 WIB

Wanita Rentan Kanker Payudara Jika Sering Kena Asap Rokok

*Merry Wahyuningsih* - detikHealth

*Meksiko,* Meski tidak merokok bukan berarti wanita terbebas dari dampak
asap rokok. Wanita yang sering terpapar asap rokok alias perokok pasif 3
kali lebih mungkin menderita kanker payudara.

Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa perokok pasif juga menanggung
risiko kesehatan yang besar dari paparan asap rokok. *Perokok pasif
diketahui 2 kali lebih mungkin meninggal*
<http://www.detikhealth.com/read/2010/06/25/124503/1386368/763/perokok-pasif-makin-mudah-terbunuh>
akibat *penyakit*
<http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>
jantung dan kanker paru-paru.

Tapi kini, sebuah studi baru juga menunjukkan bahwa wanita perokok pasif
memiliki risiko 3 kali lebih besar menderita kanker payudara karena
sering terpapar asap rokok.

"Setiap orang harus menghindari asap rokok," tegas Lizbeth
Lopez-Carrillo, profesor epidemiologi di National Institute for Public
Health, Meksiko, seperti dilansir dari /Indiavision/, Selasa (5/10/2010).

Menurut Lopez-Carrillo, produk rokok tembakau menghasilkan dua aliran
asap, yaitu asap yang masuk dan dihisap oleh perokok itu sendiri serta
asap yang dikeluarkan sebagai efek pembakaran rokok. Asap inilah yang
mengontaminasi lingkungan sekitar, termasuk juga membahayakan kesehatan
orang-orang yang tidak merokok seperti wanita dan anak-anak.

Dalam studi ini, Lopez-Carrillo dan rekannya mempelajari 504 wanita yang
didiagnosa dengan kanker payudara dan 504 wanita sehat lainnya dengan
usia yang sama.

Peneliti membandingkan kedua kelompok partisipan ini. Hasilnya,
dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok dan tidak atau
jarang terpapar asap rokok (perokok pasif), wanita yang sering terpapar
asap rokok memiliki risiko kanker payudara 3 kali lebih tinggi.

Lopez-Carrillo menjelaskan, hal ini biasanya dialami oleh wanita yang
memiliki anggota keluarga seperti suami, ayah, anak atau anggota
keluarga lain, yang menjadi perokok aktif. Kemungkinan lain adalah
karena wanita bekerja di lingkungan yang penuh dengan perokok aktif dan
asap rokok.

"Baik perokok aktif maupun pasif keduanya merupakan faktor risiko yang
dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Jadi untuk mencegah berbagai
risiko *penyakit*
<http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>,
kita tidak hanya harus mengurangi perokok aktif, tetapi juga perokok
pasif," jelas Lopez-Carrillo lebih lanjut.

http://us.health.detik.com/read/2010/10/05/101706/1455775/763/wanita-rentan-kanker-payudara-jika-sering-kena-asap-rokok?l991101755
--

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

Re: Sex education dan etiquette education

Posted by: "Pono Ruci" rucipono@yahoo.co.id   rucipono

Fri Nov 25, 2011 7:24 am (PST)



Ikut nimbrung ah..

Jadi keinget 2 th yg lalu ketika sedang nyiapin pernikahan kami, ponakanku (waktu itu kelas 5 SD di salah satu SDIT di Yk) tanya: berarti mbak Iin dan mas Adji (suamiku) bentar lg boleh dong ciuman? (haduuhh..tepok jidat)
lalu aku iseng baca buku pelajarannya. eh, ada bahasan ttg urut-urutan pernikahan: kenalan, pacaran, tunangan atau tukar cincin yg dijelasin sbg tanda si wanita yg sudah memakai cincin berarti sudah ada yg memiliki, lamaran, menikah.
lgsg deh jd heran: buku macam gini kok bisa beredar & jadi buku acuan di sekolah sih?
jadi
berniat utk aktif baca buku2 pelajaran anakku kelak (skrg msh 1 th sih, hehehe)..

Iin

5b.

Re: Sex education dan etiquette education

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Fri Nov 25, 2011 5:56 pm (PST)



Quote mba Dewijagoan:
Trus distelin lagu2 dewasa,, n bangga aja anak2 kecil dah bisa nyanyi lagu band2 tema cinta2an..


Saya:
Jadi inget jaman saya kecil sampe saya smp belum boleh loh denger lagu2 orang dewasa sama mama saya. Sampe dirumah hari2 tuh dengerinnya kasetnya Julius Sitanggang sama Chica koeswoyo aja :p

Cheers, Inta-maaf OOT
@Intamardwityo
terkirim dari henponkuh
5c.

Re: Sex education dan etiquette education

Posted by: "rezka MommaAZKA" lopelope_funky@yahoo.com   lopelope_funky

Fri Nov 25, 2011 6:12 pm (PST)



Quote mba Dewijagoan:
Trus distelin lagu2 dewasa,, n bangga aja anak2 kecil dah bisa nyanyi lagu band2 tema cinta2an..


Miris ya mba,liat ank2 jaman skrg malah lebih suka nyanyi lagu2 cinta2an,,

Utk azka ini saya download lagu ank2 jaman dl, kaya joshua,tinatoon,chikitameidy,trio kwek2,eno lerian,heheh,, rasa nya gak ikhlas saya kl azka dengerin lagu2 cinta n dewasa sblm wkt nya,,


rezka
sent from mommaazkaberry
5d.

Re: Sex education dan etiquette education

Posted by: "wurihandayani@indosat.blackberry.com" wurihandayani@indosat.blackberry.com   riri_bubunnyarama

Fri Nov 25, 2011 6:22 pm (PST)



Rama lbh tau lagu cublak cublak suweng, gundul pacul, yamko rambe yamko...

SOL

Cheers,

Wuri
Bumil 16minggu+Bubunnya Rama 3thn 6bln

Sent from my BlackBerry0…3
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
5e.

Re: Sex education dan etiquette education

Posted by: "feby eboy" fetriplef@gmail.com

Fri Nov 25, 2011 7:44 pm (PST)



Jadi inget.. Fathan, pernah cerita tapi sblumnya dia bilang bunda jangan
ketawa yah, wekss ada apa ini, pikiran saya.. Dan dia bilang " aku punya
teman cewe namanya S ".. Fuihh, entah kenapa kok aku malah lega :p,
setidaknya dia tidak bilang pacar... Wkwkwkwk...

[Non-text portions of this message have been removed]

6a.

(Sehat)

Posted by: "aina" aina.anwar@yahoo.com   aina.anwar

Fri Nov 25, 2011 7:42 am (PST)



Slmt malam, smoga msh ada yg bgn...
Tmn sy br saja melahirkan spontan, blm ada sminggu....postpartum ini iya mengeluh krn wasirnya mnrtnya parah (4bh dluar)....dan tulang ekornya rasan dia bergeser..sehingga kl duduk sakit sampai kepala.

Pertanyaan :
Bsk rencana mau ke dokter...ke dokter apa sebaiknya? Orthopedi? Neurolog? PD? Cmiiw

merci beaucoup
wassalamu'alaikum wr wb,

aina f.

6b.

Re: (Sehat)

Posted by: "yani.febriyanti@yahoo.com" yani.febriyanti@yahoo.com   yani.febriyanti

Fri Nov 25, 2011 10:14 am (PST)



Hai mb,

Mnrt sy ky nya ke dr.umum dl deh baru tar di rujuk ke spesialis apa yg kira2 sesuai sm dianogsa si dr.umum.kalo mau lgsg ke spesialis jg ky nya ke internis dulu, tar baru minta rujukan ke neurolog/ortopedi dst..


Hth,

Yani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
7.

(News)BPOM Says These 22 Coffee Brands Are Bad for You

Posted by: "polarlander74@yahoo.co.id" polarlander74@yahoo.co.id   polarlander74

Fri Nov 25, 2011 7:44 am (PST)



The Jakarta Globe
November 25, 2011

BPOM Says These 22 Coffee Brands Are Bad for You

by Dessy Sagita

Coffee drinkers, beware of these 22 brands. It is not about their
caffeine content, says the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM), but
that they contain chemicals that can be bad for your health.

The 22 brands are not registered with BPOM but had been sold in the
market, according to BPOM head Kustantinah. The problem is that they
contain sildenafil or tadalafil.

Both substances are not allowed for use in food or beverage as they
can cause headaches, dizziness, nausea, stomach aches, palpitations,
chest pains, permanent erectile dysfunction and even death.

Sildenafil and tadalafil are usually found in drugs or supplements for
erectile dysfunction. They can have a lethal effect if consumed by
someone with a heart condition.

"Imagine if people don't know this fact," Kustantinah said. "Coffee is
a beverage usually taken in the morning, during the day and at night
time."

BPOM has withdrawn all these brands from the market to be destroyed.
Meanwhile, the producers as well as marketers have been warned to stop
producing and selling these or face sanctions of a maximum of five
years in jail or a fine of Rp 600 million.

The banned coffee brands are:

1. 39 Sa Kao 3 in1 Kopi Mix Plus Ekstrak Jahe
2. 39Sa Kao kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1
3. Bel-bel Kopi Ekstra Susu
4. Black Borneo Platinum Coffee
5. Dream Coffee
6. Dynamic Coffee/Dynamic Nusantara/Dynamin Tribulus Coffee.
7. Golden Life
8. God Coffee Premium/ Good Coffee
9. Herba Max Coffee
10. Jaho Mix Barokah SP
11. Jomoon Instant Coffee
12. Joss-Fly Plus Coffee Plus Panax Ginseng
13. Kopi Cleng- Sehat, Nikmat, Berstamina
14. Kopi Mahabbah
15. Kopi Pasutri
16. Kopi KPH/Kopi Kuat
17. Kopi Strong 234
18. Maca-Tech
19. Matador Coffee
20. Mawaddah Coffee
21. On Coffee
22. Premium Energy Coffee

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
8a.

Re: Vitamin asthin force-amankah utk bumil?

Posted by: "Anto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Fri Nov 25, 2011 8:49 am (PST)



Dear bu levina
Menambahkan yg lain, menurut saya kembali ke guideline apa nutrisi pada kehamilan. Bs ke ACOG nutrition in pregnancy. Tambahan selain dari makanan adalah asam folat dan zat besi (sesuai umur kehamilan)
Dan yg utama adalah dari makanan

-anto-

>

9a.

Bls: [sehat] OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

Posted by: "CHOLIFAH Ilhami" cholifah2582@yahoo.co.id   cholifah2582

Fri Nov 25, 2011 5:05 pm (PST)



keponakan saya yg msh ditaman kanak kanak belum lama ini juga mengalami hal yang sama alhamdulilah ga sampai dipukul hanya dimarahin dahsyat sampai sampai sempet ga mau sekolah lagi penyebabnya hanya waktu istirahat mainan keponakan saya dirampas sama temennya terus dia bilang ke gurunya ya hasilnya luapan kemarahan yg dahsyat..akhirnya ibu&adik saya membawanya menemui kepala sekolah dan dia didepan kepala sekolahnya cerita ternyata selama sekolah disitu selain mainan tnyata uang saku, bekal makanan dan minumnya(ponakan saya ikut yg full day sekolahnya) selalu diambil ma anak itu dan dia sering bilang ke gurunya tsb tp gurunya selalu diam dan pengakuan ini diiyakan sama temen2 sekelasnya,akhirnya ibu ma adikku minta ditemuin ma gurunya tsb tp guru tsb lagi cuti dan kepseknya berjanji untuk menasihati gurunya tersebut dan membujuk agar mau masuk sekolah lagi namun tnyata janji hanyalah pemanis mulut belaka,akhirnya adikku datengin ketua yayasannya
(kebetulan ponakan saya sekolahnya dibawah yayasan).
jadi saran saya mungkin utk awalnya ibu minta visum terlebih dahulu dr dokter,temuin kepsek sambil bawa bukti visum tsb,klo ga ada perubahan ke atasannya lagi tetep bukti ditunjukin klo dah mentok ya mau ga mau lapor kepolisian alias jalur hukum soalnya termasuk dlm pasal penganiayaan (Pidana)& kena UU perlindungan anak (kekerasan terhadap anak dibawah umur), saksi bisa dari si korban dan temen2 yg melihat kejadian langsung dan bukti hasil visum yg disahkah oleh dokter (ahli)

________________________________
Dari: Bong Mi Yun <bongmiyun@gmail.com>
Kepada: sehat@yahoogroups.com
Dikirim: Jumat, 25 November 2011 20:46
Judul: [sehat] OOT : Anak kelas 4 SD dipukul guru matematika

 
Dear All,

Sudah ngga tau lagi mau ngomong kemana dan harus lapor kemana.

Tadi siang anak tetanggaku cerita teman sekelasnya dipukul gurunya pake
remote AC 7x diwajah hanya karena PR matematikanya belum selesai (sudah
dikerjakan sebagian).

Untuk kasus2 kayak gini harus lapor kemana ya? tetangga saya krn anaknya
sekolah disitu berniat bersama2 melaporkan kasus ini.

Regards,
Mi Yun (asli sedih banget denger masih ada guru yg mukul muridnya)

[Non-text portions of this message have been removed]

10a.

Re: Blue Turqoise; Heaven on earth (part IA)

Posted by: "julieaminingsih@telkomsel.blackberry.com" julieaminingsih@telkomsel.blackberry.com

Fri Nov 25, 2011 6:37 pm (PST)



Bunda Wati,

Salut untuk Bunda, selain ahli di Bidang Kesehatan, Bunda juga ahli dalam menulis. Semua yang baca cerita Bunda pasti ngilerr..Mungkin tulisan Bunda bisa dikirim ke harian atau majalah kali Bund untuk rubrik jalan jalan.

Kami tunggu berita serius-nya ya Bunda.

Semoga Bunda senantiasa dikaruniai kesehatan dan panjang umur untuk terus menggulirkan bola salju RUM.

Salam

Yulianti (ibunya Z3)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
11a.

(ASK) Bejolan antara ketiak dan payudara

Posted by: "vienta suhendra" barent_hsbl@yahoo.com   barent_hsbl

Fri Nov 25, 2011 7:00 pm (PST)



Dear All,

Titipan pertanyaan temen dikantor, cewe 30 tahun, dua hari ini dia baru merasakan sakit didaerah antara ketiak dan payudara, pas dicek ternyata ada bejolan sebesar kelerang.
Hal itu baru diketahui 2 hari ini, karena merasakan sakit didaerah tersebut.
Semalem dia merasakan panas dingin, dan sampai saat ini belum minum obat apapun.
Dan benjolan tersebut juga belum diberikan obat apa pun.
Kalau misalkan itu bisul, biasanya merah dan titik seperti mata gitu, tapi ini tidak merah atau ada matanya seperti bisul.

APakah bejolan tersebut masuk kedalam kategori kanker payudara atau tumor?

Untuk hal seperti ini sebaiknya temen ku itu dirujuk ke dokter umum atau ke dokter spesialis?

APakah temen" disini ada yg punya pengalaman seperti ini.

Ditunggu advisenya.

salam
Pinta

[Non-text portions of this message have been removed]

11b.

Re: (ASK) Bejolan antara ketiak dan payudara

Posted by: "blue_for_sure@yahoo.com" blue_for_sure@yahoo.com   blue_for_sure

Fri Nov 25, 2011 7:03 pm (PST)



Dear mba Pinta,

Maaf ngga punya pengalaman, kl msl ke dokter spesialis apa,ada baiknya ke dokter umum dl, nanti pasti akan dirujuk kalo memang harus ada penanganan yg lebih detail.

HTH

Regards,
Siska
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: vienta suhendra <barent_hsbl@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Sat, 26 Nov 2011 11:00:33
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] (ASK) Bejolan antara ketiak dan payudara

Dear All,

Titipan pertanyaan temen dikantor, cewe 30 tahun, dua hari ini dia baru merasakan sakit didaerah antara ketiak dan payudara, pas dicek ternyata ada bejolan sebesar kelerang.
Hal itu baru diketahui 2 hari ini, karena merasakan sakit didaerah tersebut.
Semalem dia merasakan panas dingin, dan sampai saat ini belum minum obat apapun.
Dan benjolan tersebut juga belum diberikan obat apa pun.
Kalau misalkan itu bisul, biasanya merah dan titik seperti mata gitu, tapi ini tidak merah atau ada matanya seperti bisul.

APakah bejolan tersebut masuk kedalam kategori kanker payudara atau tumor?


Untuk hal seperti ini sebaiknya temen ku itu dirujuk ke dokter umum atau ke dokter spesialis?

APakah temen" disini ada yg punya pengalaman seperti ini.

Ditunggu advisenya.

salam
Pinta


[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

12.

Flek setelah 8 bln melahirkan

Posted by: "Oktaviani" caplixs_vi@hotmail.com

Fri Nov 25, 2011 7:42 pm (PST)



Sps dan Docs,
Minta masukan dan sharing nya..
Saya melahirkan tgl 29 Maret 2011 (8 bln yang lalu). Saya pertama mens tgl 11 sept, mens ke 2 tgl 14 oct. Smp skr blum mens lagi.
Hari rabu kmrn sempat keluar flex , (saya kira akan mens) dan berhenti keluar di hari kamis. Perut bagian bawah pegal2 spt kalau mau mens. Cuma sampai hari ini (sabtu) belum keluar mens nya.
Sudah di test pack tapi negatif.
Selama ini saya ber-kb menggunakan kondom.
Adakah yg perlu saya khawatirkan? Atau hamilkah saya?
Mohon masukannya yah Sps dan Docs.
Thanks
Rgds,
Oktaviani.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Health

Healthy Aging

Improve your

quality of life.

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: