Thursday, November 24, 2011

[sehat] Digest Number 16571

Messages In This Digest (25 Messages)

1.
Fw: Tanda-tanda Infeksi Telinga From: kieramanis@yahoo.com
2a.
Re: sharing: kelahiran Kiano From: cut_sheila24@yahoo.com
2b.
Re: sharing: kelahiran Kiano From: joliefille_03@yahoo.com
3a.
Re: Mata selalu keluar kotoran From: Khonic
4.
Tanya collistin From: dyahwoelan@gmail.com
5.
Re: Tanya collistin From: Khonic
6a.
Tanya batuk dan muntah From: dewi_boim02@yahoo.com
6b.
Re: Tanya batuk dan muntah From: Khonic
6c.
Re: Tanya batuk dan muntah From: vanessa sutopo
6d.
Re: Tanya batuk dan muntah From: dewi_boim02@yahoo.com
7a.
Re: bentol bentol merah --> Urtikaria ? From: Inta
8a.
Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram From: wening2007@yahoo.co.id
8b.
Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram From: /ghz
8c.
Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram From: wening2007@yahoo.co.id
8d.
Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram From: /ghz
9.1.
KELAS PERSIAPAN KELAHIRAN & MENYUSUI BANDUNG 3-4 Desember 2011 From: klasibdg
10.
Ask: Efek terapi Besi pd batita? From: thescorpio24@gmail.com
11.
[news] Seputar Kanker Payudara From: /ghz
12.
[NEWS] NEJM  November 24, 2011 => Making Sense of the New Cervical-C From: /ghz
13a.
(Tanya)Payudara kiri baby 18d From: meuthia.maharani@yahoo.com
13b.
Re: (Tanya)Payudara kiri baby 18d From: Inta
14a.
Re: Sharing: kelahiran Neysa was Re: [sehat] sharing: kelahiran Kian From: pritha kurniasih
15.
[Ask] Pil KB sebabkan Penyakit LUPUS From: Mutiara Santoso
16a.
Re: MRI & Biopsi payudara From: neni fitriani
17.
(Tanya)PD baby perempuan 18d agak sdikit merah dn bengkak From: meuthia.maharani@yahoo.com

Messages

1.

Fw: Tanda-tanda Infeksi Telinga

Posted by: "kieramanis@yahoo.com" kieramanis@yahoo.com   chaerani_n

Wed Nov 23, 2011 3:01 pm (PST)




Era, KieRania's Mom

-----Original Message-----
From: kieramanis@yahoo.com
Date: Wed, 23 Nov 2011 12:22:39
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: kieramanis@yahoo.com
Subject: Tanda-tanda Infeksi Telinga

Dear sps and docs,
Kemaran siang telinga kiera terkena cotton bud, waktu dia lagi iseng2 maen en luput dari perhatian. Langsung nangis kejer begitu cotton budnya masuk kuping. Ketika sudah tenang dan diperiksa pake senter, sepertinya tidak ada masalah. Tapi tadi pagi saat dia bangun tidur, saya liat seperti ada cairan kuning kemerahan yang sudah mengering di telinga bagian luar. Curiga ada luka di dalam, akhirnya saya bawa ke dr. THT. Ketika dilihat, memang ternyata ada bengkak di gendang telinganya. Dokter bilang, lihat 5 hari lagi apakah bengkaknya menyebabkan luka atau tidak. Sementara itu, menurut dokter untuk mencegah infeksi diberikan AB dan starimmuno utk daya tahan tubuh.
Tapi ternyata kiera tdk cocok dengan salah satu/kedua "treatment" tersebut, karena langsung diare. BAB 5 kali dari jam 3 sampe jam 12, dengan tekstur cair dan belendir. Jadinya lgsg sy stop. O ya, pertimbangan utk memberikan ab karena sudah adanya cairan yang keluar itu. Walaupun jika diliat, sptnya hanya itu saja ciri2 infeksi yg muncul, itupun hanya tadi pagi saja. Tidak berbau dan kiera juga tidak mengeluh sakit. Pertanyaan saya, apakah hal tersebut sudah menunjukkan adanya infeksi telinga? Kalo ya, kira2 jenis ab yg diberikan sbaiknya apa? Tadi
Kiera diberika amoxcillin.
Terima kasih semua untuk perhatiannya:).

Salam,
Era, KieRania's Mom
2a.

Re: sharing: kelahiran Kiano

Posted by: "cut_sheila24@yahoo.com" cut_sheila24@yahoo.com

Wed Nov 23, 2011 3:12 pm (PST)



Makasih Kak Nia supportnya..
Saya tinggal di Jakarta.
Ya, apapun cara melahirkannya yg penting itu terbaik buat ibu dan bayi (berusaha ikhlas...) Semoga si adek juga bisa ASIX seperti abangnya dulu..


Powered by Telkomsel BlackBerry®
2b.

Re: sharing: kelahiran Kiano

Posted by: "joliefille_03@yahoo.com" joliefille_03@yahoo.com   joliefille_03

Wed Nov 23, 2011 4:44 pm (PST)



Mba Chi2,

Selamat yaaa... :) Paling penting 2-2 nya sehat walafiat.. Ah... Jd kangen saat2 IMD... Hehehehe...

Cheers,
Pelangi

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Chici Ernest <chici.ernest@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Wed, 23 Nov 2011 19:28:34
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] sharing: kelahiran Kiano

hai sehaters,

mau sharing kelahiran Kiano tepat seminggu yang lalu ^^

alhamdulillah Kiano lahir normal spontan, sesuai keinginan. kalau ada Inta
mom BitaLuna yang pengen VBAC dan berhasil! aku pengen normal spontan
karena kakaknya dulu normal induksi. hehehe,, manusia tidak pernah puas.

Rabu, 16 Nov 2011 jam 2.00 dini hari..
mulai mulessss,, tapi masih bisa ditahan. tadinya udah mau siap2 ke RS tapi
dipikir2 "ah,, masih bisa nahan!" akhirnya nerusin tidur dulu di rumah.
sampai jam 6 pagi baru berangkat ke RS.

jam 7.00 pagi..
sampai RS di CTG dan bener ada kontraksi meskipun masih sangat lemah. cek
bukaan.. yup! bukaan 3. alhamdulillah...

jam 11.00 siang..
kontraksi makin menguat tapi masih bisa cekikikan, ngobrol, update twitter,
chating dll. cek bukaan.. bukaan 4. woohoooo makin mendekati. masih sempet
tidur dulu sampai jam 1.00 siang.. jalan dulu2 tapi kontraksi makin menguat.

jam 14.30
cek bukaan! yup.. bukaan 5. tapi kok masih bisa ngobrol sama suami ya. beda
pas kakaknya dulu yang pake induksi. bukaan 5 udah silent! sekarang kok
masih santai.. sempet update live tweet di twitter. ^^

jam 15.30
perawat datang, bilang kalau bukaan jalannya lambat. harus di induksi! tapi
CTG dulu untuk memastikan kesejahteraan bayi, kalau masih bagus.. induksi
bisa ditunda.

jam 16.00
CTG untuk memastikan kesejahteraan bayi.. (udah gak sempet update nih..
hehehheee) ternyata ketuban pecah ketika sedang CTG. 10 menit kemudian
mules luar biasaaaa... cek bukaan: bukaan 9! "ayo bu.. udah mulai bisa
mengejan!"

jam 16.50
baby Kiano lahir!! langsung IMD, 45 menit! duh terharu.. kira 25 menit baru
dapat hisapan pertamanya. hikssss,,,

saat itu juga saya bilang ke perawatnya kalau mau rawat gabung. karena ini
RS ini RS semi pemerintah jadi harus selalu diingatkan untuk IMD, ASIX dan
Rooming in. untungnya RSnya gak keberatan.

setelah lahir, kondisi saya sedikit bermasalah.. perdarahan hebat dan rahim
kontraksinya tidak baik sampai jam 10 malam dokter berusaha mengembalikan
kondisi saya supaya stabil. observasi post partum yang biasanya 2jam molor
jadi 18jam. alhamdulillah,, kondisi membaik keesokan harinya.

sedihnya, dari seluruh bayi yang ada di RS saat itu kira 15 bayi, hanya
Kiano saja yang ASI eksklusif. bukannya RS tidak mendukung, poster
mendukung ASI tertempel dimana2. tapi memang kesadaran para Ibu yang sangat
kurang. hikss jadi sedih..

besoknya, Kiano dpt vaksin Hep.B dan polio. agak telat dari jadwal 12jam
setelah lahir, tapi gak papa lah daripada nggak sama sekali. agak debat
sedikit dengan perawatnya.. karena biasanya di RS tersebut Hep.B diberikan
pd usia 1 minggu. tapi berbekal jadwal IDAI, akhirnya berhasil juga.
hehehe.. yang ditolak sama mereka hanya BCG.

alhamdulillah, kelahiran anak kedua semua haknya bisa terpenuhi. IMD, ASIX,
Rooming in dan vaksin. meskipun dokter & RSnya belum RUM, yang penting RUM
dimulai dari diri sendiri dulu. iya kan.. ^^

maaf kepanjangan..

regards,
Chici - mommi Keenan & Kiano


[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

3a.

Re: Mata selalu keluar kotoran

Posted by: "Khonic" khonic@gmail.com   khonic_ds

Wed Nov 23, 2011 3:29 pm (PST)



Mba baca2 tentang conjunctivitis banyak yg udh sharing di milis ini termasuk saya - sol

Maaf ga bisa kasih link

Khonic
-lagidiojek-
Sent from my Freegift-Berry® supported by my lovely hubby (^__^)
4.

Tanya collistin

Posted by: "dyahwoelan@gmail.com" dyahwoelan@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 3:31 pm (PST)



Dear docs dan sps, saya mau bertanya tentang obat Collistin.

Beberapa saat lalu saya diare, menurut dokter itu karena lambung saya, saya memamg punya GERD. Kemudian saya diberi OMZ dan Collistin, diare saya sembuh tapi GERD saya kok malah kambuh. Apakah Collistin mengganggu lambung ? Apakah saya hentikan saja Collistin nya ? Apakah itu semacam antibiotik ?

Terima kasih

Salam,
Dyah

Sent from my HTC

[Non-text portions of this message have been removed]

5.

Re: Tanya collistin

Posted by: "Khonic" khonic@gmail.com   khonic_ds

Wed Nov 23, 2011 3:33 pm (PST)



Mba dyah,
Liat kandungan aktifnya trus di search di www.drugs.com nanti jelas banget deh pertanyaan mba - sol

Khonic
-masihbatpil-
Sent from my Freegift-Berry® supported by my lovely hubby (^__^)
6a.

Tanya batuk dan muntah

Posted by: "dewi_boim02@yahoo.com" dewi_boim02@yahoo.com   dewi_boim02

Wed Nov 23, 2011 3:44 pm (PST)



Dear all,

Anak saya umur 4 bulan.sudah 2-3 minggu ini batuk ga sembuh2.ud ke dokter..dikasih obat...semalam muntah2 sampai 5 kali..oy anak saya pakai sulfor ga ASI...sering bgt muntah2..ad yg tau ya knapa??
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
6b.

Re: Tanya batuk dan muntah

Posted by: "Khonic" khonic@gmail.com   khonic_ds

Wed Nov 23, 2011 3:50 pm (PST)



Mungkin alergi sufornya? - sol

Khonic
Sent from my Freegift-Berry® supported by my lovely hubby (^__^)
6c.

Re: Tanya batuk dan muntah

Posted by: "vanessa sutopo" psycho_laziale@yahoo.com   psycho_laziale

Wed Nov 23, 2011 4:30 pm (PST)



Muntahnya krn mau mengeluarkan dahak mba..
Anak kecil blm bs ngeluarin dahak kaya kita org dewasa, jd dahaknya keluar lwt muntah atau pup.


Vanessa
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
6d.

Re: Tanya batuk dan muntah

Posted by: "dewi_boim02@yahoo.com" dewi_boim02@yahoo.com   dewi_boim02

Wed Nov 23, 2011 5:20 pm (PST)



Iya ak pernah dgr jg klo kaya gt...ap dy batuk 100 hari ya??ap perlu diuap jg y??
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "vanessa sutopo" <psycho_laziale@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Thu, 24 Nov 2011 00:34:20
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Tanya batuk dan muntah

Muntahnya krn mau mengeluarkan dahak mba..
Anak kecil blm bs ngeluarin dahak kaya kita org dewasa, jd dahaknya keluar lwt muntah atau pup.


Vanessa
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links

7a.

Re: bentol bentol merah --> Urtikaria ?

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 3:47 pm (PST)



Naaah sama banget nih mba Risma ma saya. Selain CD, bisa juga celana dengan pinggang karet, turtle neck dengan leher karet (model kayak manset kerut2 jaman sekarang), atau bahan kayak jok mobil, karet sintetis yang suka buat kursi2 kantor.

Coba pelan2 mba ditelusuri satu satu yah.

Cheers, Inta
@Intamardwityo
terkirim dari henponkuh

8a.

Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram

Posted by: "wening2007@yahoo.co.id" wening2007@yahoo.co.id   wening2007

Wed Nov 23, 2011 4:16 pm (PST)



Sama ma pertanyaan jeng Nia....solusinya pak e??

Sol
Iin aka Wening
Sent from my BlackBerry® smartphone from my hunnybunny ^_¤
8b.

Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 4:28 pm (PST)



On 11/24/2011 7:21 AM, wening2007@yahoo.co.id wrote:
> Sama ma pertanyaan jeng Nia....solusinya pak e??
>
=> tanya saya yah :)
kl kata ahlinya cukup 'sadari' sehabis menstruasi dan USG.
detailnya bisa dibaca di arsip milis sehat, keyword : payudara

salam

8c.

Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram

Posted by: "wening2007@yahoo.co.id" wening2007@yahoo.co.id   wening2007

Wed Nov 23, 2011 4:33 pm (PST)



Pak e :
Pemeriksaan payudara sendiri secara rutin dianggap penting oleh beberapa
kelompok tetapi pada kenyataannya banyak ahli kanker payudara yang
menentang hal itu. Menurut National Cancer Institute di AS, alasannya
adalah karena tidak terlalu berhasil mendeteksi keberadaan kanker payudara.

Kok beda ya ma :
kl kata ahlinya cukup 'sadari' sehabis menstruasi dan USG.

Jd update yg mana niih??

Salam,
Iin aka Wening *blm sempat buka web milis sehat :)
Sent from my BlackBerry® smartphone from my hunnybunny ^_¤
8d.

Re: [news] Perempuan Usia 40-49 Tahun Tak Perlu Lakukan Mamogram

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 4:38 pm (PST)



On 11/24/2011 7:37 AM, wening2007@yahoo.co.id wrote:
> Jd update yg mana niih??
=> monggo dibuka dulu arsip milisnya bu'e -sol-

9.1.

KELAS PERSIAPAN KELAHIRAN & MENYUSUI BANDUNG 3-4 Desember 2011

Posted by: "klasibdg" klasibdg@yahoo.com   klasibdg

Wed Nov 23, 2011 4:35 pm (PST)



Dear Smart Parents,

Sadarkah kita bahwa ASI, TataLaksana Kehamilan & Kelahiran dan juga Penangananan Bayi Baru Lahir ternyata sangat berkaitan? Alangkah baiknya jika kesadaran itu kita munculkan sekarang, sebelum tugas sebagai orangtua kita jalani.

Yuk, maksimalkan setiap usaha dalam memberikan yang terbaik dan juga benar sesuai tata laksana kepada buah hati kita.

Klub Peduli ASI YOP hadir untuk memfasilitasi orangtua menjalani salah satu perannya dengan menyediakan informasi seputar persiapan kelahiran dan menyusui serta media support group orangtua peduli ASI.

KELAS PERSIAPAN KELAHIRAN & MENYUSUI BANDUNG

Pelaksanaan :Hari : Sabtu , 3 Des  dan Minggu, 4 Des 2011
Waktu : Pukul 09:00 â€" 13:30 WIB
Tempat : ‎​Restoran Bebek Garang.
Jl.Riau 114 Bandung.
Tel : (022) ‎​‎​4204336

Materi di dalam Kelas Persiapan Kelahiran & Menyusui ini adalah semua hal yang penting diketahui setiap orangtua/calon orangtua, atau siapapun yang berhubungan erat dengan pengasuhan anak. 

Kelas ini dibagi menjadi 2 Sesi.
Sesi I: ASI dan Seputar Kehamilan (3 Des 2011)
- Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
- Keuntungan ASI
- Posisi Menyusui (latch-on)
- Prinsip dasar
- Persiapan menjelang kelahiran
- Hamil ≠ sakit, suplemen, makanan, mitos-mitos
- Indikasi caesar
- Perawatanbayi baru lahir
- Kegawatdaruratan pada kehamilan 

Sesi II: Masalah-masalah Menyusui dan Pasca Kehamilan (4 Des 2011)
- Memerah ASI
- ASI Perah dan Penyimpanannya
- Mastitis, Inverted Nipple , Cracked Nipple
- Nursing Strike
- Self Weaning
- Hal-hal penting dalam check-up bayi sampai dengan 6 bulan.
- Kecukupan ASI dari segi nutrisi, terutama ASI perah
- Mengenali dan mencegah gagal tumbuh pada neonatus
- Jaundice
- Cara memantau pertumbuhan dengan kurva pertumbuhan
- Cara memantau perkembangan dan milestones
- Prinsip Rational Use of Medicines (RUM) 

Materi akan disampaikan oleh dokter dan TIM KLASI YOP disertai dengan praktek, pemutaran video dan diskusi grup.

Melalui kelas ASI ini diharapkan peserta akan memperoleh pengetahuan yang komprehensif mengenai persiapan kelahiran dan menyusui sekaligus mendapatkan kelompok support yang bisa saling mendukung dan berbagi.

Biaya Rp 130.000,- per orang, atau Rp. 230.000 untuk pasangan. Biaya ini sudah termasuk handout materi, CDmateri, snack dan makan siang. Bagi yang berminat menjadi peserta, silakan mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran di bawah ini kirim ke :
klasibdg (at) yahoo.com
dengan Subject: “Kelas Persiapan Kelahiran & Menyusui”.

Untuk informasi lebih lanjut dapat hubungi : Monika . Tlp : 081320678893

http://klasibandung.com/kelas-persiapan-kelahiran-menyusui-bandung-3-4-desember-2011

Tempat Terbatas!
Salam SEHAT, Tim KLASI YOP (Bandung) Proudly Supports Breastfeeding

FORMULIR PENDAFTARAN KELAS PERSIAPAN KELAHIRAN &MENYUSUI 3-4 Desember 2011

Nama Lengkap 1 :_____ (diisi oleh peserta perorangan)

Nama Lengkap 2 :_____ (diisi apabila mengajak pasangan)

Alamat :_____

Telepon/HP :_____

Email aktif :_____ (untuk mengingatkan peserta)

Jumlah anak:_____

Usia anak:_____ bulan/tahun

Due Date (tanggal perkiraan kelahiran): ____ (jika sedang hamil)

Ibu bekerja di luar rumah:_____ (ya/tidak)

Apakah sudah pernah mengetahui ilmu tentang laktasi / menyusui?_____ (ya/tidak)

Jika ya, dari mana sumbernya?_____ (buku/milis/tenaga kesehatan/lainnya …)

Apakah sudah pernah menyusui?_____ (ya/tidak)

Jika ya, apakah berhasil melakukan ASI eksklusif?_____

Permasalahan yang sedang atau pernah dihadapi dalam proses menyusui:_____

Apa yang diharapkan dari kelas Persiapan Kelahiran dan Menyusui yang akan

diikuti?_____

Salam SEHAT,

Tim KLASI YOP (Bandung) Proudly Supports Breastfeeding

klasibdg (at) yahoo.com

http://klasibandung.com/kelas-persiapan-kelahiran-menyusui-bandung-3-4-desember-2011

Powered by Telkomsel BlackBerry®
10.

Ask: Efek terapi Besi pd batita?

Posted by: "thescorpio24@gmail.com" thescorpio24@gmail.com   kaysan19

Wed Nov 23, 2011 4:41 pm (PST)



Dear sps n docs,

Temanku anaknya usia 12bln kmrn didiagnosa ADB oleh dsa-nya krn hasil screening, Hb nilainya 8.5. SI dan Fe jg hasilnya di bawah rujukan.

Terapinya ga salah uda semingguan ya, dgn dosis 1.2ml (BB anaknya 8.5kg ga salah, cewe)

Tp uda 2 harian ini sptnya (spt uda aku duga), anaknya jd drop bgt napsu makan.
Makan cm masuk dikit.
Yg aku tau kan emang kdg bikin mual terapi besi...
Trus pupnya jd lembek2 kehitaman.
Trus malem bobonya jd aga rewel anaknya kaya suka nungging2 smbl merengek merintih...

Kira2 gpp ga ya tu ? Apa tetep diteruskan Ferriznya atau bisa diredakan efeknya? Spy anaknya jg ga smp ga napsu makan gitu.

Mhn saran dan masukkannya, sblmnya byk terima kasih

Salam,
MoM Vee
​SÑ"ит Fяoм мy ‎​BÑ"яяyJavÑ"®
PowÑ"яÑ"d вy TELKOMSEL
11.

[news] Seputar Kanker Payudara

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 5:02 pm (PST)



saya repost siapa tahu bermanfaat dan silakan bisa disimpan.

saya quote tulisan(dari arsip) perihal kanker dan studi epidemiologi
dari salah satu ahli patologi, mantan member milis sehat dr tonang phd. :

Teori yang luas diterima untuk menjelaskan proses berubahnya sifat suatu sel
menjadi sel kanker, dikenal sebagai two-hit theory. Diperlukan minimal 2
kali proses sebelum menjadi sel kanker.

Perubahan tahap I (atau Hit pertama) akan mengubah DNA sel (mutasi) tersebut
sehingga rentan berubah menjadi kanker, tetapi belum mengubah menjadi sel
kanker. Perubahan ini bisa terjadi secara genetik, sejak saat pembuahan,
sehingga disebut bersifat menurun (inherited). Contohnya kanker payudara
dengan gen BRCA1 dan BRCA2. Contoh lain adalah glioma pada bayi.

Perubahan tahap I juga bisa terjadi selama dalam kandungan atau segera
setelah lahir. Belum banyak yang diketahui sifat genetiknya, sehingga
sebagian besar kanker memang sulit diketahui penyebab aslinya.

Faktor-faktor penyebab Hit pertama ini disebut "initiating factor".

Seperti disebut sebelumnya, initiating factor saja belum akan membuat sel
menjadi sel kanker. Dibutuhkan tahap II atau Hit ke dua, yang disebut
promoting factor. Adanya infeksi, penyakit autoimun, gangguan metabolisme
tubuh, radiasi, iritasi, trauma, pengaruh obat-obat tertentu adalah
contoh-contoh promoting factor (dan banyak yang belum diketahui).

Sel baru akan menjadi sel kanker, setelah mengalami dua tahap : initiating
factor dan promoting factor. Yang belum diketahui adalah "hit-hit" ini
ternyata tidak hanya "sekali hit langsung bereaksi" dalam 1 tahapan. Belum
jelas berapa kali dibutuhkan paparan suatu faktor untuk menimbulkan "1 hit"
ini.

Di luar kedua faktor itu, ada lagi predisposing factor seperti : diet,
faktor lingkungan, life-style, obesitas, kondisi imunocompromised dan
mungkin juga banyak lagi yang belum diketahui.

Karena itulah, tidak heran bahwa kalau ada 2 orang tinggal bersama-sama
sejak kecil, pekerjaannya sama, yang satu merokok selama bertahun-tahun,
tetapi justru yang tidak merokok yang menderita kanker paru-paru. Bisa
terjadi karena yang merokok justru tidak mengalami initiating factor,
meskipun merokok menimbulkan iritasi sel-sel saluran nafas (bisa menjadi hit
kedua), sementara orang kedua mengalami initiating factor plus promoting
faktor karena menjadi "perokok pasif".

Sebaliknya dalam hal kanker payudara. Kalau ada orang tuanya yang menderita
kanker payudara, maka anaknya lebih berisiko, karena dia berisiko sudah
memiliki "initiating factor" untuk Hit pertama. Berarti tinggal butuh 1 Hit
lagi untuk menjadi kanker.

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, May 02, 2007 4:48 PM
*Subject:* [news] Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

Pentingya Pemeriksaan Patologi Kanker Payudara

**

Sepanjang hidup kaum perempuan, kanker payudara selalu mengintai, selain
juga kanker ovarium. Bahkan bagi pasien yang sudah melakukan
pengangkatan payudara pun masih dihantui kemungkinan penyebaran dan
kambuhnya kanker. Itu sebabnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan
HER2 setelah dokter mendiagnosis kanker.

HER2 (Human Epidermal growth factor Receptor-type 2) adalah protein yang
bisa menyebabkan pertumbuhan kanker payudara menjadi kanker yang lebih
ganas. Seorang pasien disebut memiliki HER2 positif bilamana tumor
seorang pasien memiliki jumlah HER2 yang sangat besar.

Kanker payudara dengan HER2 positif merupakan salah satu jenis kanker
payudara yang tumbuh sangat cepat dan ganas. Diperkirakan satu dari
empat pasien kanker payudara memiliki HER2 positif.

"Sebenarnya HER2 ada pada sel normal setiap orang, tapi jumlahnya
sedikit. Jika terjadi kelainan sel yang menyebabkan kanker, maka jumlah
HER2 menjadi tidak terkendali dan akhirnya merangsang pembentukan sel
yang tidak diperlukan, terjadilah kanker," papar dr. Endang SR
Hardjolukito, SpPA, dari Departemen Patologi Anatomik, FKUI-RSCM.

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab timbulnya kanker payudara.
Namun, faktor-faktor risiko tinggi munculnya penyakit ini antara lain
wanita umur di atas 40 tahun yang belum pernah hamil, ada faktor
keturunan dari keluarga, mempunyai anak pertama di atas usia 35 tahun,
mengalami menstruasi pada usia lebih dini, wanita yang mengalami
menopause terlambat, wanita yang tidak menyusui, wanita yang mendapat
obat hormonal dalam jangka waktu lama, dan kegemukan.

Ketika seorang pasien didiagnosis menderita tumor di payudara biasanya
dokter akan melakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk mengetahui
tipe, luasnya, serta keganasan tumor. Setelah itu akan dilakukan terapi
yang tepat untuk mengobatinya, jika tumor jinak maka cukup diambil
tumornya saja, namun jika sudah ganas atau menjadi kanker dilakukan
pemeriksaan lagi apakah payudara perlu diangkat seluruhnya.

Menurut dokter Endang, kendati sudah dilakukan pengangkatan seharusnya
dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui status reseptor
hormon. Jika status HER2 nya positif maka dokter akan menyarankan untuk
pemberian obat anti HER2. "Cara kerja obat ini adalah mengunci HER2 agar
tidak membelah diri dan akhirnya mati," ujarnya.

Pemberian obat HER2 sendiri belum banyak dilakukan. Di dunia pengobatan
HER2 baru dimulai sejak tahun 2000. Selain itu mahalnya biaya pengobatan
masih menjadi kendala tersendiri, padahal sekitar 30 persen pasien
kanker payudara memiliki HER2 positif.

*Penulis*: An
sumber: kompas

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, November 12, 2008 5:39 PM
*Subject:* [news] Deteksi Kanker Payudara Sendiri Pun Bisa!

Deteksi Kanker Payudara Sendiri Pun Bisa!
Rabu, 12 November 2008 | 13:33 WIB

*SEJUMLAH* wanita yang hadir dalam seminar "Embrace Life with Breast
Cancer" di CityWalk Sudirman, Jakarta, Rabu (12/11), merupakan mantan
penderita kanker payudara. Setelah bertutur betapa susah payahnya
melalui masa-masa penyembuhan, mereka berharap tak ada lagi
wanita-wanita yang menderita kanker payudara dalam kategori ganas.

"Saya berdoa, cukup Gusti, saya saja yang mengalami penyakit ini. Sakit
sekali. Mahal pula," ujar Enny Hardjanto, mantan penderita kanker
payudara yang bersaksi bagaimana dirinya bertahan dalam masa-masa
penyembuhan.

Menurut spesialis bedah tumor dari RSCM, dr Erwin Danil Yulian, Sp B (K)
Onk, walaupun makin banyak kanker payudara yang didiagnosis pada stadium
dini, masih banyak wanita yang datang dengan stadium lanjut.

Dengan kondisi seperti ini, sulit sekali untuk mencari cara penanganan
dan penyembuhan yang mudah dan tak menyakitkan. Kemoterapi bahkan
operasi menjadi jalan keluarnya. Padahal, bila mereka datang pada
kondisi jinak, pengobatannya akan menjadi lebih mudah.

"Yang penting ingat, deteksi dini," tutur Erwin seusai seminar berlangsung.

Deteksi dini yang dimaksud Erwin sangat mudah. Wanita bisa melakukan
"Sadari" atau periksa sendiri di rumah masing-masing untuk mengetahui
apakah ada cikal bakal tumor atau kanker di payudaranya.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat tangan kiri ke
atas lalu meraba payudara sebelah kiri dengan cara memutar, sentrifugal
atau sentripetal. Begitu juga dengan payudara sebelah kanan.

"Kalau menemukan benjolan, segera periksa. Jangan main-main. Biasanya
langsung akan diperiksa klinis dan kalau perlu USG," ujar Erwin.

Memang, menurut Erwin, benjolan wajar ditemukan pada payudara wanita
apalagi menjelang masa menstruasi. Namun, jika hal itu menjadi sesuatu
yang tetap ada, Erwin meminta para wanita untuk segera memeriksakan
diri ke dokter.

*Tren meningkat*

Meski belum dapat mengungkapkan jumlah pasti penderita kanker payudara
di RSCM, Erwin mengatakan tren kanker payudara pada tahun ini meningkat
dibandingkan tahun 2007. Hal ini dilihat dari meningkatnya penderita
dari kalangan ekonomi lemah yang tak dapat berobat ke negara-negara
tetangga.

"Mereka tetap dioperasi di sini (di RSCM)," ujar Erwin.

Selain itu, cakupan umur para penderita juga melebar. Jika dulu para
penderita yang datang pertama kali terdeteksi mengidap kanker payudara
umumnya berumur 40-46 tahun, RSCM mencatat seorang wanita muda berumur
24 tahun telah didiagnosis mengidap kanker.

Namun, Erwin menyatakan, jumlah penderita kanker payudara stadium dini
yang datang memeriksakan diri juga bertambah. Hal ini tentu saja karena
dukungan sosialisasi dan kampanye pencegahan kanker payudara yang makin
intens.

*Caroline Damanik*
**
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/13331334/deteksi.kanker.payudara.sendiri.pun.bisa

----- Original Message -----
*From:* ghozansehat <mailto:ghozansehat@yahoo.com.sg>
*To:* sehat@yahoogroups.com <mailto:sehat@yahoogroups.com>
*Sent:* Wednesday, December 24, 2008 12:03 PM
*Subject:* [news] Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara

fyi
Salam ASI
http://asiku.wordpress.com
Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara
Minggu, 21 Desember 2008 | 15:28 WIB

*Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto*

*LAMONGAN, MINGGU* - Menyusui dinilai penting untuk kesehatan baik bagi
anak dan ibunya. Ketua Gerakan Organisasi Wanita Lamongan, Cicik Rosida
Tsalits dalam Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini di Lamongan Minggu
(21/12) yang diikuti para wanita dan bidan menyatakan prihatin dengan
banyaknya ibu muda yang tidak mau menyusui karena takut payudaranya akan
kendor, padahal dengan menyusui juga menyelamatkan ibu dari kanker payudara.

Sementara itu, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Utami Roesli sebagai
pembicara memaparkan beberapa Negara sudah mengenal metode inisiasi
menyusui dini (IMD) sejak medio 1987. Namun Indonesia baru mengenal
metode IMD dua tahun terakhir.

Utami menyebutkan manfaat dari IMD diantaranya jalinan kasih sayang
antara ibu, ayah dan bayi akan lebih baik. Dengan IMD bayi akan mendapat
//kolostrum// yang kaya akan //antibody//, penting untuk pertumbuhan dan
ketahanan infeksi bayi. Bagi ibu, IMD dapat mera ngsang produksi hormon
oksitosin yang dapat mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang dan
rileks serta merangsang pengeluaran ASI, katanya.

Utami menyampaikan pentingnya IMD dilakukan sebab menurut penelitian
dengan IMD delapan kali lebih berhasil untuk mensukseskan program enam
bulan ASI eksklusif. Yang disiapkan Allah untuk bayi yang baru lahir
adalah dada ibunya, bukan //incubator//. Dada ibu diciptakan untuk
memiliki suhu yang lebih hangat dari suhu luar dan bisa menyesuaikan
diri dengan suhu yang dibutuhkan bayi atau //thermoregulator thermal
synchron//. Jika suhu dada ibu terlalu dingin untuk bayi, suhu dada ibu
akan naik. Demikian pula sebaliknya, papar Utami.

Menurut Utami selama ini banyak orang salah dalam menangani bayi yang
baru lahir. Dokter anak senior di RS ST Carolus Jakarta ini menegaskan
anak adalah titipan Tuhan untuk ibu, bukan ke bidan. Oleh karena itu
ibu-ibu harus minta hak IMD. Metode IMD sanga t sederhana. Bayi begitu
lahir diletakkan di dada ibu sehingga ada kontak antara kulit bayi
dengan kulit ibu. Beri waktu selama satu jam bagi bayi untuk mencari
sendiri puting ibunya. Dalam usia bayi 20 menit, bayi akan mulai
merangkak mencari puting ibun ya dan pada usia 50 menit akan mulai
menyusui, katanya.

Namun jika bayi lahir normal langsung dipisahkan dengan ibunya untuk
ditimbang, IMD tidak akan bisa dilakukan. Ini juga berarti mengurangi
kesuksesan program ASI eksklusif enam bulan. Sebuah penelitian dari
Inggris menyebutkan, menunda inisiasi menyusui dapat meningkatkan
kematian bayi. Dengan IMD, dapat mengurangi resiko kematian bayi hingga
22 persen. Dan resiko ini akan semakin besar ketika semakin lama menunda
permulaan penyusuan, tutur Utami.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/21/15285523/menyusui.selamatkan.ibu.dari.kanker.payudara.

-------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Mohon bantuan/sharing: tumor payudara
Date: Wed, 24 Jun 2009 22:01:05 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Malam..

Untuk diagnosis pasti setiap benjolan jinak atau ganas harus berdasarkan
pemeriksaan patologi anatomi.

Dari pemeriksaan fisik bisa diduga (tetapi bukan dipastikan) benjolan jinak
atau ganas. Misalnya pada perempuan muda, benjolan kenyal, tidak membesar,
tidak keras, mudah digerakkan, tidak nyeri. Tidak ditemukan tanda-tanda
perubahan kulit permukaan payudara maka dapat diduga benjolan jinak. Namun
tidak bisa dipastikan jinak sampai benjolan diperiksa di patologi anatomi
dan dikatakan jinak.

Faktor-faktor risiko keganasan diantaranya :

http://medlineplus.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000913.htm

Risk factors you cannot change include:

* Age and gender -- Your risk of developing breast cancer increases as
you get older. The majority of advanced breast cancer cases are found in
women over age 50. Women are 100 times more likely to get breast cancer then
men.
* Family history of breast cancer -- You may also have a higher risk
for breast cancer if you have a close relative has had breast, uterine,
ovarian, or colon cancer. About 20 - 30% of women with breast cancer have a
family history of the disease.
* Genes -- Some people have genes that make them more prone to
developing breast cancer. The most common gene defects are found in the
BRCA1 and BRCA2 genes. These genes normally produce proteins that protect
you from cancer. But if a parent passes you a defective gene, you have an
increased risk for breast cancer. Women with one of these defects have up to
an 80% chance of getting breast cancer sometime during their life.
* Menstrual cycle -- Women who get their periods early (before age 12)
or went through menopause late (after age 55) have an increased risk for
breast cancer.

Other risk factors include:

* Alcohol use -- Drinking more than 1 - 2 glasses of alcohol a day may
increase your risk for breast cancer.
* Childbirth -- Women who have never had children or who had them only
after age 30 have an increased risk for breast cancer. Being pregnant more
than once or becoming pregnant at an early age reduces your risk of breast
cancer.
* DES -- Women who took diethylstilbestrol (DES) to prevent
miscarriage may have an increased risk of breast cancer after age 40. This
drug was given to the women in the 1940s - 1960s.
* Hormone replacement therapy (HRT) -- You have a higher risk for
breast cancer if you have received hormone replacement therapy for several
years or more. Many women take HRT to reduce the symptoms of menopause.
* Obesity -- Obesity has been linked to breast cancer, although this
link is controversial. The theory is that obese women produce more estrogen,
which can fuel the development of breast cancer.
* Radiation -- If you received radiation therapy as a child or young
adult to treat cancer of the chest area, you have a significantly higher
risk for developing breast cancer. The younger you started such radiation,
the higher your risk -- especially if the radiation was given when a female
was developing breasts.

Setiap benjolan kita berasumsi ganas sampai terbukti sebaliknya. Namun bukan
berarti harus khawatir setiap ada benjolan di payudara.Karena benjolan di
payudara bisa karena hormonal, tumor jinak (FAM) sampai ganas. Yang
terpenting adalah deteksi dini dan dikonsultasikan dengan dokter. Bisa
browsing dahulu seputar FAM (fibroadenoma mammae).

BI-RADS adalah istilah hasil pemeriksaan radiologi untuk menterjemahkan
hasil pemeriksaan pencitraan payudara. BI-RADS ada skala 0-6; pada skala 3
dikatakan mungkin jinak (probably benign finding), dan bisa dilakukan
pemeriksaan mammogram berkala 6 bulan lagi. Pemeriksaan penunjang adalah
untuk membantu membuat diagnosis.

http://www.medscape.com/viewarticle/524584_print

silahkan dikonsultasikan kembali dengan dokter bedah onkologi bu apakah
masih dapat diobservasi atau diangkat untuk diperiksa di patologi anatomi.

Menyusui merupakan factor yang mengurangi risiko terkena kanker payudara.
Jadi sangat disarankan setiap perempuan untuk menyusui bayinya.

-anto-

-------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Re: Mohon bantuan/sharing: tumor payudara
Date: Thu, 25 Jun 2009 21:43:39 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Malam..

Seputar mamografi bisa dilihat di

http://www.mayoclinic.com/health/mammogram/MY00303/METHOD=print

http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_6X_Mammography_and_other_Bre
ast_Imaging_Procedures_5.asp

USG payudara bisa sebagai pemeriksaan tambahan karena pada usia 20-35 tahun
jaringan payudara lebih padat (dense) sehingga lebih akurat dengan bantuan
USG.

Dari artikel diatas ada rekomendasi pemeriksaan, janga lupa selalu SADARI
setiap bulan .

-anto-

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [news] Gejala Kanker Payudara Yang Perlu Anda Tahu
Date: Wed, 19 Aug 2009 17:52:31 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

Gejala Kanker Payudara Yang Perlu Anda Tahu
Jika ada yang mencurigakan segera periksakan ke dokter sebelum
berkembang menjadi kanker.
Rabu, 19 Agustus 2009, 17:01 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni

*VIVAnews *- Kanker payudara adalah penyebab kematian kedua terbesar di
Indonesia setelah kanker leher rahim (kanker serviks). Menurut data dari
Rumah Sakit Kanker Dharmais terdapat 126 kasus kanker payudara dari tiap
100.000 populasi wanita.

Sebenarnya, pengidap kanker payudara bisa sembuh. Risiko kematian pun
bisa diminimalisir, jika kanker terdeteksi lebih cepat. Untuk itu
sebagai wanita Anda harus mengetahui gejala-gejala kanker payudara.
Segera periksakan diri ke dokter yang tepat jika Anda menemui gejala
berikut.

*- Benjolan di payudara*
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun
itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar
kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker
lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan
segera periksa ke dokter.

*- Perubahan bentuk dan warna pada puting*
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus
lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke
dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun
mengkerut seperti kulit jeruk.

*- Keluar darah dari puting*
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting.
Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu
jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokter.
*
- Pembesaran kelenjar getah bening*
Pembesaran atau pembangkakan kelenjar getah bening juga salah satu
gejala kanker payudara. Jika Anda menemui pembesaran getah bening di
ketiak, bengkak pada lengan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Ingatlah bahwa Anda yang paling tahu keadaan tubuh Anda. Jika ada
perubahan dan Anda mencurigainya jangan tunda untuk segera berkonsultasi
dengan dokter. Penanganan yang lebih cepat bisa mengurangi risiko kematian.

. VIVAnews

http://kosmo.vivanews.com/news/read/83887-gejala_kanker_payudara_yang_perlu_anda_tahu

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [news] Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Date: Tue, 08 Sep 2009 16:35:59 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Selasa, 8 September 2009 | 13:45 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*

*JAKARTA, KOMPAS.com* --- Jika Anda memiliki benjolan pada payudara,
tetapi tidak merasa nyeri, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pasalnya, salah satu indikasi kanker payudara adalah terdapat benjolan
tanpa rasa sakit.

"Kalau pada payudara ada benjolan lunak dan tidak terasa nyeri, segera
periksa. Dikhawatirkan, itu kanker," kata dr Walta Gautama, SpBK (K)
Onk, divisi bedah Tumor RS Kanker Dharmais, di RS Dharmais, Jakarta,
Selasa (8/9).

Ia menuturkan, semakin keras dan nyeri akibat benjolan yang ada pada
payudara, maka semakin kecil kemungkinan benjolan itu adalah tumor.
Pasalnya, benjolan kanker pada payudara tidak menyebabkan rasa nyeri.
"Banyak pasien yang salah sangka. Mereka pikir kalau benjolan tidak
nyeri itu aman, yang nyeri justru yang berbahaya. Padahal, anggapan itu
salah," ungkap Walta.

Ia menyesalkan, akibat anggapan tersebut, banyak pasien yang menganggap
enteng benjolan yang ada itu dan baru berkonsultasi setelah mengalami
stadium lanjut.

Ia menerangkan, besarnya benjolan tergantung pada /staging /atau
stadium/ /kanker payudara. Stadium 0, sangat dini, benjolan belum
teraba. Stadium/ /I, ukuran benjolan kurang dari 2 cm. Stadium II,
ukuran benjolan meningkat menjadi 2,5 cm, Stadium III, benjolan membesar
menjadi lebih dari 5 cm. Kemudian pada stadium IV, benjolan bisa lebih
dari 5 cm.

Menurutnya, setiap wanita harus melakukan /screening /pada payudara
mereka sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini
kemungkinan terkena kanker payudara. Waktu yang tepat untuk melakukan
/screening/ adalah tujuh sampai sepuluh hari setelah selesai menstruasi.
"Pada saat itu, hormon telah kembali normal sehingga, jika terdapat
benjolan yang mencurigakan, akan segera terdeteksi," kata dia.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13452757/waspadai.benjolan.tak.menyakitkan.di.payudara

Operasi Kanker Payudara Masih Ditakuti

Selasa, 8 September 2009 | 13:52 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Kata operasi terlebih lagi pada penderita kanker
payudara seperti suatu horor yang sangat menakutkan. Hal tersebut sangat
disayangkan pasalnya di Indonesia kanker payudara menduduki posisi kedua
di bawah kanker rahim sebagai sebagai penyebab kematian tertinggi pada
wanita.

Menurut Dr. Walta Gautama, SpB(K) Onk, Divisi Bedah RS Kanker Dharmais,
penyebab utama pasien merasa takut untuk dioperasi adalah kurangnya
pengetahuan tentang operasi.

"Pasien tidak mengetahui operasi jenis apa yang cocok untuk penyakitnya.
Pasien bertanya apa yang dilakukan dokter saat operasi. Semua itu
membuat pasien cemas karena tidak mempunyai gambaran mengenai situasi
yang akan dihadapi setelah operasi," ujarnya dalam penyuluhan operasi
Kanker Payudara di RS. Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).

Berdasarkan data dari RS. Kanker Dharmais, jumlah pasien kanker payudara
yang datang dalam stadium III adalah 13, 42 persen, stadium III sebesar
17 persen dan stadium lanjut 29, 98 persen.

Galta menyayangkan hal tersebut, pasalnya jika pasien datang dengan
stadium yang sudah lanjut akan semakin sedikit pilihan operasi bagi pasien.

Ia mengatakan, pasien tidak perlu merasa takut menghadapi operasi kanker
payudara. Sebelum operasi, pasien pasti akan menjalani pemeriksaan
mendalam. Keputusan jenis operasi yang akan dijalani juga diambil
berdasarkan hasil diskusi tentang kelemahan dan keunggulan operasi serta
keseuaian dengan jenis dan /staging/ kanker pada pasien. "Jadi tidak
asal operasi," ucapnya.

Dikatakannya, secara garis besar terdapat dua jenis operasi untuk kanker
payudara yaitu Mastektomi dan /Breast Conserving Therapy /(BCT) . Teknik
ini digunakan untuk mengangkat jaringan payudara sambil berusaha
mempertahankan sebagian payudara, puting dan areola. Operasi BCT
dilakukan juga dengan pengangkatan kelenjar getah bening akisla dan
dilanjutkan dengan radiasi.

Operasi ini cocok untuk kanker payudara stadium dini kecuali kanker yang
letaknya di tengah payudara. Syarat lain untuk melakukan BCT, besar
tumor tidak lebih dari, tidak ada penyebarab pada jaringan lain dan
puting tidak ikut terkena.

Teknik yang kedua adalah Mastektomi, operasi ini mengangkat seluruh
jaringan payudara, puting dan seluruh pengangkatan getah bening aksila.
Mastektomi sendiri terbagi lagi menjadi beberapa macam. Yang pertama
adalah mastektomi radikal, yaitu mengangkat seluruh otot dada dan
kelenjar getah bening aksila. Kemudian luka operasi ditutup dengan
tandur kulit. "Teknik ini mulai ditinggalkan, karena hasilnya sangat
buruk secara kosmetik," kata dia.

Teknik Masektomi lainnya, kata Walta adalah /skin sparing mastectomy.
/Operasi ini menyisakan kulit payudara./ Skin sparing mastectomy/ ini
banyak dilakukan bagi para pasien yang ingin menjalani rekonstruksi
payudara.

Waktu yang digunakan untuk operasi /skin sparing mastectomy /ini lebih
lama dari pada operasi biasa. Jika operasi biasa memerlukan waktu dua
jam, teknik ini membutuhkan empat jam dalam pengerjaannya. "Itu
disebabkan luka yang dibuat kecil. Jadi pengeluaran jaringan payudara
membutuhkan waktu yang lama," kata dia.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13522724/operasi.kanker.payudara.masih.ditakuti

Deteksi Dini Kanker Payudara Sering Terlambat
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 08:16 WIB

*Jakarta, Kompas* - Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah
kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian
besar penderita baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut karena
rendahnya tingkat kesadaran untuk periksa kesehatan.

"Apalagi tidak ada gejala kanker payudara yang khas," kata dr Samuel
Haryono, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jumat
(28/8) di Jakarta. Dengan terapi sejak dini, angka harapan hidup jauh
lebih tinggi, bahkan kecacatan akibat operasi bisa dihindari.

Data dari RS Dharmais pada lima tahun terakhir menyebutkan, angka
kejadian kanker payudara menempati urutan pertama, 32 persen, dari total
jumlah kasus kanker. Dari total penderita kanker payudara, 40 persen
berobat pada stadium awal, 30 persen dari total jumlah penderita kanker
terdeteksi stadium lanjut lokal, dan dari kelompok ini, 30 persen dengan
metastasis.

Metastasis merupakan proses ketika sel kanker dapat melepaskan diri dari
tumor utama, masuk ke pembuluh darah, ikut bersirkulasi dalam aliran
darah, dan tumbuh di jaringan normal yang jauh dari tumor asalnya. "Pada
kanker payudara, metastasis paling umum terjadi pada organ-organ vital,
seperti paru-paru, hati, tulang, bahkan otak," ujarnya.

"Ada lima fase reaksi emosional penderita ketika diberi tahu menderita
kanker yang sudah lanjut," kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli
perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais.

Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap
kenyataan yang dihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang, dan diliputi
depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima
kenyataan.

Konsultan hematologi-onkologi medik dari RS Kanker Dharmais, dr Asrul
Harsal, menambahkan, pengobatan dilakukan berdasarkan perjalanan
penyakit. Pada stadium satu hingga 3A, yang dianggap kankernya masih
lokal, biasanya dilakukan tindakan operasi dan sering ditambah
radioterapi atau penyinaran.

Keputusan pemberian kemoterapi setelah operasi pada stadium awal
dilakukan berdasarkan faktor risiko, seperti ukuran tumor, keterlibatan
kelenjar, reseptor hormonal, agresivitas tumor, serta menyusupnya
sel-sel ke pembuluh darah dan getah bening.

Sejumlah kondisi yang tak dibolehkan mendapat kemoterapi adalah infeksi,
jumlah sel darah putih kurang, kondisi pasien buruk, dan kondisi
psikologis. Juga perlu diperhatikan efek samping kemoterapi, seperti
mual dan muntah, sariawan, gangguan buang air besar, kebotakan, dan
nyeri sendi.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/29/08165480/deteksi.dini.kanker.payudara.sering.terlambat

-------- Original Message --------
Subject: [sehat] [NEWS] Hadapi Kanker Payudara Tanpa Stres
Date: Thu, 10 Sep 2009 15:20:59 +0700
From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: sehat@yahoogroups.com

Hadapi Kanker Payudara Tanpa Stres
Wednesday, 09 September 2009
NAMANYA Anggriana Oesman. Perempuan berusia 49 tahun ini menjadi pasien
dr Samuel karena di payudaranya terdapat benjolan kista yang harus
disedot dalam 6 bulan sekali.

Pada Desember 2006, setelah mamografi terdapat benjolan yang mengeras
dan membesar seperti bola pingpong. Dr Samuel khawatir akan kemungkinan
DCIS "Ductal Carcinoma In Situ". Operasi pertama dilakukan lokal
benjolan dan diangkat untuk di patologi. Operasi itu dilakukan pada 7
Januari 2007. Patologi menyatakan positif DCIS.

Dia pun mengalami "mix feelings" perasaan cemas campur ragu. Dr Samuel
menyarankan untuk melakukan operasi kedua guna mengangkat payudara
kanan, karena khawatir sudah invasif dan menyebar ke daerah lain. "Perlu
dilakukan second opini, jadi saya dan suami berangkat ke Singapura
dengan membawa hasil patologi RS Dharmais," Anggriana mengenangnya.

Dokter di Singapura menyarankan agar segera masuk dan dilakukan operasi
seperti halnya yang disarankan oleh dr Samuel. "Saya pun memutuskan
untuk melakukan operasi kedua di RS Dharmais pada 04 Februari
2007,"tambahnya. Untungnya semua keluarga menguatkan Anggriana bahwa
hidup itu masih panjang dan memberikan semangat serta dukungan bahwa
operasi akan berjalan lancar.

"Kami semua berdoa kepada Tuhan YME agar memberikan kekuatan. Keluarga
juga memberikan keyakinan bahwa apapun yang terjadi,semua keluarga akan
pasrah dan menerima kenyataan ini sebagai suatu cobaan. Keluarga memberi
dukungan tanpa pamrih agar ia tidak gusar dan ragu bahwa penyakit ini
adalah cobaan yang diberikan Allah SWT dan harus dihadapi dengan ikhlas.

Keluarga juga memberikan dorongan agar Anggriana bisa menghadapi
penyakit ini dengan kekuatan iman dan takwa."Keluarga selalu mengontrol
agar saya tidak lupa minum obat sesuai anjuran dokter dan minum fresh
juice setiap pagi," tambahnya.( inggrid)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268952/

Butuh Dukungan Keluarga
Wednesday, 09 September 2009
KANKER PAYUDARA masih menjadi momok para wanita.Selain kemajuan
teknologi di dunia kedokteran,kanker payudara bisa disembuhkan dengan
dukungan keluarga dan kerabat terdekat.

Kanker payudara adalah tumor yang dalam istilah bahasa latinnya berarti
pembengkakan. Tumor terjadi dari sel-sel yang membelah secara berlebihan
dan merusak dan menginvasi jaringan sekitarnya atau berkeliaran ke
bagianbagian badan lain. Kecepatan tumbuh kanker payudara berbeda-beda
bergantung pada tipe-tipe kanker payudara.

Umumnya, waktu yang dibutuhkan suatu tumor untuk tumbuh menjadi sebesar
dua kali yang disebut juga sebagai doubling time berkisar antara 50
sampai 200 hari. Perubahan dari sel normal menjadi sel ganas terjadi
beberapa tahun sebelum bukti kanker terdeteksi. Kanker payudara mungkin
merupakan kata-kata yang paling menakutkan, namun penting disadari bahwa
suatu diagnosis kanker payudara bukanlah suatu vonis kematian.

"Cancer is just a word,not a sentence," ucap ahli bedah kanker, dr
Samuel Haryono SpBK (Onk) dalam acara temu pasien kanker payudara yang
diselenggarakan RS Dharmais dan sanofi-aventis, beberapa waktu lalu.
Kanker payudara merupakan penyakit yang bisa diobati dan angka harapan
hidup kini jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan, kecacatan akibat
operasi sudah bisa dihindari.

Peduli,berharap,dan bertahan merupakan tiga kata kunci bagi pasien
kanker payudara dalam menjalani kehidupan mereka. Pasien, keluarga,
dokter, relawan, dan lingkungan haruslah saling peduli dan mendukung
dalam mengatasi penyakit ini agar pasien tetap memiliki harapan atau
semangat hidup yang tinggi serta berkomitmen yang kuat untuk patuh
menjalani pengobatan dan bertahan hidup.

"Kepedulian terhadap pasien kanker payudara sangat diharapkan karena
pasien kanker memang mengalami masa-masa sulit sehubungan dengan
penyakit mereka," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas
Gadjah Mada,Yogyakarta. Mengibaratkan seperti lagu Michael Jackson,You
Are Not Alone, Samuel menuturkan bahwa para penderita kanker tidak sendiri.

Cobalah untuk mengatasinya, lakukan sekarang juga.Para penderita akan
melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk melawan kanker payudara.
"Umumnya terdapat lima fase reaksi emosional penderita ketika
diberitahukan bahwa penyakit yang dideritanya adalah kanker yang sudah
lanjut,"tutur dr Maria Astheria Wijaksono Cert.in PC, MPALL dari RS
Dharmais pada acara yang sama.

Fase pertama, denial, penderita menyangkal kenyataan, kemudian fase
anger, penderita marah terhadap kenyataan yang dihadapinya, yang diikuti
fase bargaining atau fase menimbang-nimbang dan depression, penderita
diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya penderita akan
sadar dan menerima kenyataan bahwa jalan hidupnya telah berubah
(acceptance).

"Perawatan pasien kanker payudara terutama stadium lanjut dan terminal
memerlukan penanganan yang multidisiplin," sebut dokter yang meraih
gelar Master in Palliative Care di Flinders University, Australia,tahun
2008. Kebanyakan pasien kanker bahkan sudah membutuhkan perawatan
suportif sejak awal pengobatan.

Karena itu penting bagi keluarga, pendamping serta relawan untuk selalu
memberikan harapan agar pasien dapat bertahan. Dan yang terpenting
adalah agar pasien tetap bersemangat," sebut dokter kelahiran 10 Agustus
1961 ini. Semua wanita mempunyai risiko untuk menderita kanker payudara,
diperkirakan 185.000 kasus baru didiagnosis setiap tahunnya.

Faktor risiko yang terpenting untuk berkembang menjadi kanker adalah
usia. Adanya riwayat keluarga pada derajat 1 (seperti ibu,saudara,dan
anak) yang mempunyai kanker payudara sebelum menopause mengindikasikan
bahwa wanita tersebut memiliki risiko yang meningkat untuk berkembang
menjadi kanker payudara.

Demikian pula wanita yang mempunyai anak sebelum usia 30 berisiko
rendah, sedangkan wanita yang mendapatkan haid pertamanya lebih
awal.Namun,hanya sekitar 1 di antara 20 kasus kanker payudara yang
herediter murni yang terjadi dalam keluarga.

Kita tidak tahu persis penyebab dari kanker payudara,tapi kita tahu
bahwa ini secara pasti tidak menular. Sering dikatakan bahwa berolahraga
serta diet rendah lemak mempunyai efek protektif. Sementara merokok dan
alkohol sebaliknya meningkatkan risiko kanker payudara. (inggrid
namirazswara)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268953/

------- Original Message --------
Subject: RE: [sehat] Ty:tumor jinak pd payudara perlu operasi?
Date: Thu, 1 Oct 2009 08:45:03 +0700
From: anto <yuliantosk@gmail.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
To: <sehat@yahoogroups.com>

Pagi..

Benjolan di payudara bisa hormonal, karena proses jinak atau ganas. Dilakukan dari peneriksaan fisik dan dibantu laboratorium/bedah bila diperlukan (USG, mamografi atau biopsy).

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003155.htm

http://www.mayoclinic.com/health/breast-lumps/MY00165

Definition

A breast lump is a growth of tissue that develops within your breast. A breast lump is often interchangeably described as a mass, swelling, thickness or fullness.

A breast lump can feel distinct and have definite borders, or it could feel more like a general area of thickened tissue in your breast. You may notice other breast changes accompanying a breast lump, such as skin redness, distension, dimpling or pitting; breast asymmetry; breast pain; nipple inversion; or unusual nipple discharge.

Sometimes, a breast lump is a sign of breast cancer. That's why your doctor should promptly evaluate any breast lump you find. Fortunately, most breast lumps result from noncancerous (benign) conditions.

Causes

Breast lump causes:

* Breast cancer<http://www.mayoclinic.com/health/breast-cancer/DS00328>
* Breast<http://www.mayoclinic.com/health/breast-cysts/DS01071> cysts
* Fibroadenoma<http://www.mayoclinic.com/health/fibroadenoma/DS01069>
* Fibrocystic breasts<http://www.mayoclinic.com/health/fibrocystic-breasts/DS01070>
* Hamartoma
* Injury or trauma to the breast
* Intraductal papilloma
* Lipoma<http://www.mayoclinic.com/health/lipoma/DS00634>
* Mastitis<http://www.mayoclinic.com/health/mastitis/DS00678>
* Milk cyst (galactocele)

When to see a doctor

Make an appointment with your doctor for breast lump evaluation without delay if:

* The breast lump is new or unusual and feels different from surrounding tissue in that breast or tissue in your other breast.
* The breast lump doesn't go away after your next menstrual period.
* You notice the breast lump has changed --- getting bigger, firmer or more defined from the surrounding breast tissue.
* You have bloody, possibly spontaneous, discharge from your nipple.
* You notice skin changes on your breast, such as redness, crusting, dimpling or puckering.
* Your nipple is turned inward (inverted), although it isn't normally positioned that way.

Bisa kumpulkna info mulai dari fibroadenoma sampai braset cancer jadi bisa didiskusikan dengan dokternya.

untuk fibroadenoma mamae bisa dilihat di:

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/007216.htm

http://www.mayoclinic.com/health/fibroadenoma/DS01069/METHOD=print

Symptoms

http://www.mayoclinic.com/images/nav/clear.gif

CLICK TO ENLARGE

<http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM04007> Illustration showing a fibroadenoma

Fibroadenoma<http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM04007>

http://www.mayoclinic.com/images/nav/clear.gif

Fibroadenomas are solid breast lumps or masses that usually are:

* Round with distinct borders
* Easily moved
* Firm or rubbery
* Painless

A fibroadenoma may feel like a marble within your breast when you press on it. You can have one or many fibroadenomas. They usually grow to about 1 to 2 centimeters (cm) in size, but they can become even larger. A fibroadenoma that measures 5 cm or greater is referred to as a giant fibroadenoma.

When to see a doctor
Normal breast tissue in healthy women often feels lumpy or nodular. If you detect the presence of any new breast lumps, however, or if a previously evaluated breast lump seems to have grown or otherwise changed, make an appointment with your doctor to get it checked out.

Tests and diagnosis

Evaluation of a fibroadenoma usually begins after you or your doctor has identified a breast lump. The process may involve the following tests or exams:

* Clinical breast exam. Your doctor physically examines the breast lump and checks for any other problem areas in your breasts. Be prepared to answer questions such as when you first noticed the lump, whether it seems to have gotten bigger, if you have any nipple discharge and if you notice any changes in the size of the lump during your menstrual cycle.
* Mammography. Mammography uses a series of X-rays to produce an image (mammogram) of suspicious areas in your breast tissue. A fibroadenoma usually appears on a mammogram as a breast mass with smooth, round edges, distinct from surrounding breast tissue. To evaluate a suspected fibroadenoma, mammograms are routinely performed for women age 30 and older.
* Breast ultrasound. If you're younger than age 30, your doctor may opt for a breast ultrasound instead of a mammogram to evaluate a breast lump. Dense breast tissue in younger women makes mammograms difficult to interpret. Breast ultrasound might also be performed as a follow-up to a mammogram regardless of your age. Breast ultrasound can help your doctor determine whether a breast lump is solid or fluid-filled. A solid mass is more likely a fibroadenoma, and a fluid-filled mass is a cyst. Some doctors, however, opt to skip ultrasound and perform fine-needle aspiration instead.
* Fine-needle aspiration. Through a thin needle inserted into the breast lump, your doctor attempts to withdraw the contents of the breast lump. If no fluid comes out, the lump is solid and most likely a fibroadenoma. A sample of cells may be collected and sent for analysis to check for the presence of cancer (fine-needle aspiration biopsy).
* Core needle biopsy. To be certain that a solid breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer, your doctor will probably recommend a biopsy. Core needle biopsy uses a large needle to obtain several tissue samples from the breast lump to send for analysis.

Treatments and drugs

Surgery to remove a fibroadenoma
A fibroadenoma, once it's identified, can continue to grow and may change the shape of your breast. Your doctor might recommend surgery to remove the fibroadenoma if one of your tests --- the clinical breast exam, an imaging test or a biopsy --- is abnormal. You may also consider surgical removal if leaving the fibroadenoma in place makes you anxious.

The procedure to remove a fibroadenoma is called a lumpectomy or excisional biopsy. The surgery may be performed using local or general anesthesia. A surgeon makes an incision in your breast and removes the breast lump plus some surrounding breast tissue. The tissue sample is then sent to a lab for analysis to confirm that the breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer.

After a fibroadenoma is removed, it's possible that one or more new fibroadenomas may develop. You may need another surgery to remove new fibroadenomas.

When surgery isn't needed
If your doctor is reasonably certain that your breast lump is a fibroadenoma and not breast cancer --- based on the results of the clinical breast exam, imaging test or biopsy --- surgery may be unnecessary.

For younger women --- those who most commonly develop fibroadenomas --- surgery to remove the breast mass might distort the shape and texture of the breast and leave scar tissue that complicates future breast exams. In older women --- usually past their 30s --- fibroadenomas may stop growing or even shrink on their own.

If you choose not to have a fibroadenoma removed, continued monitoring is important to make sure it doesn't grow larger. At any time that you become overly anxious about the fibroadenoma, you can reconsider surgery.

[Non-text portions of this message have been removed]

-------- Original Message --------
Subject: [news] Mencegah Mubazir Mamografi
Date: Mon, 22 Mar 2010 15:32:25 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

*
22 Maret 2010

Mencegah Mubazir Mamografi
<http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html#>

DETEKSI dini kanker payudara sangat dianjurkan. Tapi, bila
menggunakan cara dan alat yang tidak tepat, malah buang biaya.
Menurut dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Hasan Sadikin,
Bandung, Monty Priosodewo Soemitro, deteksi massal dengan
mamografi harus dibarengi informasi tepat. "Ada pasien yang datang
kepada saya menyatakan anaknya yang baru kelas satu SMA sudah
dimamografi," katanya.

Di Amerika Serikat, alat mamografi bisa dikatakan 95 persen akurat
pada perempuan berusia 65 tahun ke atas. Pada wanita kurang dari
40 tahun hanya 50 persen akurat. Itu karena payudara mereka lebih
besar. Adapun payudara perempuan Asia, termasuk Indonesia, kecil
dan padat, lebih sulit dideteksi dengan alat tersebut.

Akurasi deteksi mamograf sering kali diragukan oleh dokter. Karena
itu, biasanya harus disertai pemeriksaan dengan ultrasonografi
(USG). Berdasarkan survei sebuah lembaga swadaya masyarakat yang
peduli terhadap kanker payudara dan pasien dengan kanker payudara
di Eropa, Donna, dari 3.000 perempuan yang dimamografi, ternyata
2.800 diminta menjalani USG payudara untuk konfirmasi. Sebab,
informasi dari mamografi tidak jelas. "Nah, itu kan sama saja
boros, buang-buang biaya," ujar Monty, magister kesehatan
Universitas Padjadjaran, Bandung.

Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan
sinar-X atau radiasi ion dengan dosis berkisar 0,7 mSv untuk
menghasilkan gambar. Radiolog menganalisis potret untuk menemukan
pertumbuhan abnormal, seperti tumor dan kista. Namun banyak
komunitas medis meragukan deteksi mamografi karena tingkat
kesalahan masih tinggi dan radiasi dapat menimbulkan bahaya. Salah
satunya John Gofman, dokter dan ahli fisika nuklir. Dalam bukunya,
Radiation from Medical Procedures in the Pathogenesis of Cancer
and Ischemic Heart Disease, ia menjelaskan, lebih dari 50 persen
angka kematian akibat kanker dipicu oleh penggunaan sinar-X.

Mamografi dilakukan dengan dua kali penyinaran untuk masing-masing
payudara, sekali dari depan (frontal position) dan dari samping
(oblique position). Payudara ditempatkan di atas penjepit lembar
film dari plastik atau metal dan ditekan sedatar mungkin untuk
menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.
Adapun yang dari samping, penjepit film dinaikkan sehingga sisinya
sama dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh
ketiak.

Setiap mamografi, terjadi empat kali penyinaran yang berlangsung
15-30 menit. Setelah mamografi, menurut dokter Monty, tujuh dari
10 pasien mengeluh sakit, nyeri, dan tidak nyaman.

Dari pengambilan empat gambar film di tiap payudara, seseorang
menyerap 1 rad-dosis serap radiasi. Sinar-X dan radiasi ionisasi
sekelas lainnya dalam beberapa dekade telah terbukti dapat
menyebabkan segala jenis mutasi biologis. Meski pada awalnya tidak
mematikan, mutasi tersebut bisa terakumulasi akibat paparan
sinar-X atau radiasi ionisasi lainnya.

Sinar-X juga diketahui menyebabkan ketidakstabilan genomic, yang
merupakan salah satu karakteristik kanker paling agresif.
Mamografi, menurut Gofman, malah mengakibatkan risiko kumulatif
kanker payudara, terutama bagi wanita premenopause.

Menurut dokter Monty, alih-alih ingin mendeteksi dini kanker
payudara, malah berbahaya dan menghabiskan biaya. Beberapa negara
memang menyarankan mamografi rutin, setahun sampai lima tahun
sekali bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai
metode screening untuk mendiagnosis kanker payudara sedini
mungkin. "Kita tak perlu ikut-ikutan," ujarnya. Sebab, yang
diuntungkan adalah produsen mesin mamografi, sedangkan manfaatnya
tak terlalu banyak.

Lalu bagaimana deteksi dini yang aman? Menurut dokter Monty, yang
terpenting memperkuat pos pelayanan terpadu dan dokter di pusat
kesehatan masyarakat. Masyarakat diajari memeriksa payudaranya
sendiri (sadari). Pemeriksaan payudara secara rutin bisa dilakukan
sebulan sekali beberapa hari setelah menstruasi, ketika payudara
ada kemungkinan sudah tidak terasa keras, membesar, dan sakit.
Untuk wanita yang sudah menopause, pilih hari yang mudah diingat,
setiap bulan. "Sadari dan USG saja sudah cukup, kok," katanya.
"Jika merasa ada kelainan, segera ke dokter, jangan langsung
mamografi."

*Ahmad Taufik*

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html

-------- Original Message --------
Subject: [news] Wanita Rentan Kanker Payudara Jika Sering Kena Asap Rokok
Date: Tue, 05 Oct 2010 15:40:22 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

Selasa, 05/10/2010 10:17 WIB

Wanita Rentan Kanker Payudara Jika Sering Kena Asap Rokok

*Merry Wahyuningsih* - detikHealth

*Meksiko,* Meski tidak merokok bukan berarti wanita terbebas dari dampak
asap rokok. Wanita yang sering terpapar asap rokok alias perokok pasif 3
kali lebih mungkin menderita kanker payudara.

Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa perokok pasif juga menanggung
risiko kesehatan yang besar dari paparan asap rokok. *Perokok pasif
diketahui 2 kali lebih mungkin meninggal*
<http://www.detikhealth.com/read/2010/06/25/124503/1386368/763/perokok-pasif-makin-mudah-terbunuh>
akibat *penyakit*
<http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>
jantung dan kanker paru-paru.

Tapi kini, sebuah studi baru juga menunjukkan bahwa wanita perokok pasif
memiliki risiko 3 kali lebih besar menderita kanker payudara karena
sering terpapar asap rokok.

"Setiap orang harus menghindari asap rokok," tegas Lizbeth
Lopez-Carrillo, profesor epidemiologi di National Institute for Public
Health, Meksiko, seperti dilansir dari /Indiavision/, Selasa (5/10/2010).

Menurut Lopez-Carrillo, produk rokok tembakau menghasilkan dua aliran
asap, yaitu asap yang masuk dan dihisap oleh perokok itu sendiri serta
asap yang dikeluarkan sebagai efek pembakaran rokok. Asap inilah yang
mengontaminasi lingkungan sekitar, termasuk juga membahayakan kesehatan
orang-orang yang tidak merokok seperti wanita dan anak-anak.

Dalam studi ini, Lopez-Carrillo dan rekannya mempelajari 504 wanita yang
didiagnosa dengan kanker payudara dan 504 wanita sehat lainnya dengan
usia yang sama.

Peneliti membandingkan kedua kelompok partisipan ini. Hasilnya,
dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok dan tidak atau
jarang terpapar asap rokok (perokok pasif), wanita yang sering terpapar
asap rokok memiliki risiko kanker payudara 3 kali lebih tinggi.

Lopez-Carrillo menjelaskan, hal ini biasanya dialami oleh wanita yang
memiliki anggota keluarga seperti suami, ayah, anak atau anggota
keluarga lain, yang menjadi perokok aktif. Kemungkinan lain adalah
karena wanita bekerja di lingkungan yang penuh dengan perokok aktif dan
asap rokok.

"Baik perokok aktif maupun pasif keduanya merupakan faktor risiko yang
dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Jadi untuk mencegah berbagai
risiko *penyakit*
<http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>,
kita tidak hanya harus mengurangi perokok aktif, tetapi juga perokok
pasif," jelas Lopez-Carrillo lebih lanjut.

http://us.health.detik.com/read/2010/10/05/101706/1455775/763/wanita-rentan-kanker-payudara-jika-sering-kena-asap-rokok?l991101755
--

[Non-text portions of this message have been removed]

12.

[NEWS] NEJM  November 24, 2011 => Making Sense of the New Cervical-C

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 5:15 pm (PST)



FYI

-------- Original Message --------
Subject: The New England Journal of Medicine, November 24, 2011
Date: Wed, 23 Nov 2011 20:00:37 -0500 (EST)
From: NEJM <nejmtoc@nejm.org>
Reply-To: nejmtoc@nejm.org
To: ghozan10032005@gmail.com

To ensure that you always receive the NEJM E-Mail Table of Contents, add
the e-mail address nejmtoc@nejm.org <mailto:nejmtoc@nejm.org>
to your address book. Having trouble reading this e-mail? Please view it
in your web browser
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BXamav%2F%2F5QvRz8rg7p8P6h7NFM2UjMzG6>.

Visit NEJM.org
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5KQNKdWvXE3%2F4yg4mkSD%2BcI%3D>

This Week at NEJM.org | November 24, 2011

Listen to the Weekly Audio Summary


Listen to the Weekly Audio Summary
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5LKcNIfX%2BN604yg4mkSD%2BcI%3D>

Perspective

Making Sense of the New Cervical-Cancer Screening Guidelines
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5MMz71dJfuRF4yg4mkSD%2BcI%3D>
Online First

S. Feldman | November 23, 2011 | DOI: 10.1056/NEJMp1112532

Prostate-Cancer Screening --- What the U.S. Preventive Services Task
Force Left Out
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5G5%2FKMh946SU4yg4mkSD%2BcI%3D>

A.S. Brett and R.J. Ablin | N Engl J Med 2011;365:1949-1951 | Published
Online October 26, 2011

Free Full Text Comments Poll

One Man at a Time --- Resolving the PSA Controversy
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5MwlEZTRiOsr4yg4mkSD%2BcI%3D>

M.F. McNaughton-Collins and M.J. Barry | N Engl J Med 2011;365:1951-1953
| Published Online October 26, 2011

Free Full Text Comments Poll

Stratifying Risk --- The U.S. Preventive Services Task Force and
Prostate-Cancer Screening
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5A2Z%2BiLlZP224yg4mkSD%2BcI%3D>

F.H. Schröder | N Engl J Med 2011;365:1953-1955 | Published Online
October 26, 2011

Free Full Text Comments Poll

The Medical College Admission Test --- Toward a New Balance
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5DLzW%2B6S1hM84yg4mkSD%2BcI%3D>

J.L. Dienstag | N Engl J Med 2011;365:1955-1957

Original Articles

Comparative Effectiveness of Weight-Loss Interventions in Clinical
Practice
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5DF519u0bgt%2F4yg4mkSD%2BcI%3D>

L.J. Appel and Others | N Engl J Med 2011;365:1959-1968 | Published
Online November 15, 2011

CME Exam Comments

A Two-Year Randomized Trial of Obesity Treatment in Primary Care
Practice
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5EKvJvngbF6t4yg4mkSD%2BcI%3D>

T.A. Wadden and Others | N Engl J Med 2011;365:1969-1979 | Published
Online November 14, 2011

Abciximab and Heparin versus Bivalirudin for Non--ST-Elevation
Myocardial Infarction
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5HIOQ643vYtS4yg4mkSD%2BcI%3D>

A. Kastrati and Others | N Engl J Med 2011;365:1980-1989 | Published
Online November 13, 2011

CME Exam

Daily or Intermittent Budesonide in Preschool Children with Recurrent
Wheezing
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5PRqftCOqNL54yg4mkSD%2BcI%3D>

R.S. Zeiger and Others | N Engl J Med 2011;365:1990-2001

Special Article

Emergency Hospitalizations for Adverse Drug Events in Older Americans
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5Pl1UuMYm%2Fad4yg4mkSD%2BcI%3D>

D.S. Budnitz, M.C. Lovegrove, N. Shehab, and C.L. Richards | N Engl J
Med 2011;365:2002-2012

Clinical Practice

Screening for Prostate Cancer
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5Afl4u9z1fKn4yg4mkSD%2BcI%3D>

R.M. Hoffman | N Engl J Med 2011;365:2013-2019 | Published Online
October 26, 2011

Free Full Text CME Exam Full Text Audio Comments Poll

Images in Clinical Medicine

Neurofibromatosis
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5MPdYT%2BEiDbc4yg4mkSD%2BcI%3D>

A. Ibrahim and M.E. Asuku | N Engl J Med 2011;365:2020-2020

Free Full Text

Cysticercosis
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5FRDnV3YvS4R4yg4mkSD%2BcI%3D>

I.R. da Silva Ferreira and S.P. Magalhaes | N Engl J Med 2011;365:e41

Free Full Text

Case Records of the Massachusetts General Hospital

Case 36-2011: A 93-Year-Old Woman with Shortness of Breath and Chest
Pain
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5LH0ywARuMYJ4yg4mkSD%2BcI%3D>

E.L. Senecal, K. Rosenfield, A.E. Caldera, and J.J. Passeri | N Engl J
Med 2011;365:2021-2028

Video

Editorial

Obesity Treatment in Primary Care --- Are We There Yet?
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5IB9SEkXkxOb4yg4mkSD%2BcI%3D>

S.Z. Yanovski | N Engl J Med 2011;365:2030-2031 | Published Online
November 15, 2011

Correspondence

Prevention of Intraoperative Awareness
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5CVqF5YgiukN4yg4mkSD%2BcI%3D>

Reduced Lung-Cancer Mortality with CT Screening
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5AS7RUDWdWgA4yg4mkSD%2BcI%3D>

Mendelian Disorders of Membrane Trafficking
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5Jy5Q2ep8tuK4yg4mkSD%2BcI%3D>

Acutely Injured Patients on Dabigatran
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5J33rwWnjg3I4yg4mkSD%2BcI%3D>

Corrections

Decompressive Craniectomy in Diffuse Traumatic Brain Injury
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5D0xARsZqJa64yg4mkSD%2BcI%3D>

A Prospective Natural-History Study of Coronary Atherosclerosis
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5Jb7T%2BvxyL7h4yg4mkSD%2BcI%3D>

Visit NEJM.org
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5H5J3tKVvjoi4yg4mkSD%2BcI%3D>

This e-mail was sent to: ghozan10032005@gmail.com
<mailto:ghozan10032005@gmail.com>
<http://click2.nejm.org/cts/click?q=66666779%3B67608626%3BgLF3wUlsIefPldZtKV8H5ATEPB5OE2gs4yg4mkSD%2BcI%3D>To
ensure that you always receive the NEJM E-Mail Table of Contents, add
the e-mail address nejmtoc@nejm.org <mailto:nejmtoc@nejm.org> to your
address book.
The New England Journal of Medicine . 860 Winter Street . Waltham, MA
02451 . USA
Copyright (c) 2011 Massachusetts Medical Society

[Non-text portions of this message have been removed]

13a.

(Tanya)Payudara kiri baby 18d

Posted by: "meuthia.maharani@yahoo.com" meuthia.maharani@yahoo.com   meuthia.maharani

Wed Nov 23, 2011 5:25 pm (PST)



Dear SP's dan Doc..
Sesuai subjek diatas, sy mau tanya kenapa ya baby sy 18d PD kirinya agk merah dn klo dipencet agk sdikit lebi keras dibanding yg kanan?? Apa itu normal? Baby sy perempuan..trus krn badannya juga gemuk jd PD nya sudah sdikit brbentuk..apa itu normal ya?

Makasi

New Mom
Mey
Powered by Telkomsel BlackBerry®
13b.

Re: (Tanya)Payudara kiri baby 18d

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Wed Nov 23, 2011 5:59 pm (PST)



Normal mba meuthia, gak usah diapa2in yah. Jangan dipencet2, di pijat dlsb.

Cheers, Inta-sol masuk gak yah nih email :(
@Intamardwityo
terkirim dari henponkuh

14a.

Re: Sharing: kelahiran Neysa was Re: [sehat] sharing: kelahiran Kian

Posted by: "pritha kurniasih" pritha.saja@gmail.com   aphrodite_flyhigh

Wed Nov 23, 2011 5:33 pm (PST)



hebat mom,,salut sy..

happy breastfeeding y,,,

Regard,,
Pritha-mamaAsha

[Non-text portions of this message have been removed]

15.

[Ask] Pil KB sebabkan Penyakit LUPUS

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Wed Nov 23, 2011 5:34 pm (PST)



Dear DOC's and SP's

Sebagai pengguna alat kontrasepsi tersebut (Pil KB) ada terbersit kekhawatiran setelah baca sebuah artikel yang menyebut kan salah satu pencetus hadir nya penyakit LUPUS....
Mohon sharing nya...

*^_^*
-Mutiara-

sedikit copas nya:

Penyakit Lupus adalah :
Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Banyak pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang dan lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya. 
Penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Sistem imun sang penderita tidak bisa membedakan mana sel baik dan sel jahat. Sistem imun yang seharusnya menjaga tubuh dari serangan virus, bakteri, parasit dan sebagainya malah menyerang sel tubuh yang sehat.
Hingga saat ini penyebab dari penyakit ini belum diketahui dan menyerang wanita yan subur. 

Bagaimana Mengenali Penyakit Lupus?
* Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
* Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
* Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
* Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini.
* Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.
* Penyakit ini bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

[Non-text portions of this message have been removed]

16a.

Re: MRI & Biopsi payudara

Posted by: "neni fitriani" neniftri@gmail.com   konen26

Wed Nov 23, 2011 5:50 pm (PST)



Klo memang mammograph tidak terlalu efektif untuk wanita dibawah 40 th trus
alternatif yang lebih baik apa ya dok sebagai sarana pengecekan kanker
payudara?

[Non-text portions of this message have been removed]

17.

(Tanya)PD baby perempuan 18d agak sdikit merah dn bengkak

Posted by: "meuthia.maharani@yahoo.com" meuthia.maharani@yahoo.com   meuthia.maharani

Wed Nov 23, 2011 6:00 pm (PST)



Dear SP's dan Doc..
Sesuai subjek diatas, sy mau tanya kenapa ya baby sy 18d PD kirinya agk merah dn klo dipencet agk sdikit lebi keras dibanding yg kanan?? Apa itu normal? Baby sy perempuan..trus krn badannya juga gemuk jd PD nya sudah sdikit brbentuk..apa itu normal ya?

Makasi

New Mom
Mey
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Recent Activity
Visit Your Group
Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Yahoo! Health

Asthma Triggers

How you can

identify them.

Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: