Tuesday, November 22, 2011

[sehat] Digest Number 16555

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Pesat Medan 2011 From: Ratna
1b.
Re: Pesat Medan 2011 From: neta fitria
1c.
Re: Pesat Medan 2011 From: Sisilia
1d.
Re: Pesat Medan 2011 From: hilda iriany
2a.
Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah? From: Mutiara Santoso
2b.
Re: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah From: hilda iriany
2c.
Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amanka From: Mutiara Santoso
2d.
Re: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, am From: imelda
2e.
Bls: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, a From: Mutiara Santoso
2f.
Re: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, am From: greeny_love@yahoo.com
3.1.
Bls: [sehat] Re: OOT : Sekolah anak vs kesehatan jiwa keluarga From: Mutiara Santoso
4.1.
Imunisasi Campak From: Nur Farida
4.2.
Re: Imunisasi Campak From: Ratna
4.3.
Re: Imunisasi Campak From: Sisilia
4.4.
Bls: [sehat] Imunisasi Campak From: Mutiara Santoso
4.5.
Re: Bls: [sehat] Imunisasi Campak From: Ratna
4.6.
Re: Imunisasi Campak From: niken qinen
4.7.
Re: Imunisasi Campak From: Nur Farida
5a.
(OOT) Bagaimana caranya agar anak 2,5y mau berbaur.. From: dy_shee
5b.
Re: (OOT) Bagaimana caranya agar anak 2,5y mau berbaur.. From: hanny prasetyo
6.
(Ask) Gusi merah dan berdarah From: rima cahyani
7.1.
Re: OOT : Sekolah anak vs kesehatan jiwa keluarga From: wurihandayani@indosat.blackberry.com
8a.
Re: (tanya) Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah? From: Denella Hadibroto
9.
[Nanya]Nyapih empeng gimana caranya From: Mutiara Santoso
10.
OOT : sekolah-untuk-apa?? From: Dina_Bundadanishali

Messages

1a.

Re: Pesat Medan 2011

Posted by: "Ratna" ratnaumry@gmail.com   c_ratna_sd

Mon Nov 21, 2011 7:56 pm (PST)



Go medannnnnnn!!!! SOL

Ratna • MamaWiLou
1b.

Re: Pesat Medan 2011

Posted by: "neta fitria" cupidear@yahoo.com   cupidear

Mon Nov 21, 2011 7:59 pm (PST)




Ihiiiyy.. Mamak Hildayie kereen..! Semoga sukses acaranya..
@netafitria • attar-rayya-adeela's mom
charlottesville, VA
BlackBerry with Verizon
1c.

Re: Pesat Medan 2011

Posted by: "Sisilia" sisil.mahadaya@gmail.com   caeciliapudjiastuti

Mon Nov 21, 2011 8:00 pm (PST)



Sukses ya Medan! Moga makin besarlah bola salju bergulir

Sisil
@sisilmahadaya

1d.

Re: Pesat Medan 2011

Posted by: "hilda iriany" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Mon Nov 21, 2011 8:03 pm (PST)



Ayoooo sebarin ke temennye, sodarenye, bosnye, pokoknya semua deeeh yg
domisilinya deket dgn medan.
Ini simultan loh dgn Aceh. Jadi kalo sabtu ga sempet ikut, bisa kejar ke
Aceh, ketemu Nia ibunya 2R disana hari Minggunya :)

-hilda-

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah?

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Mon Nov 21, 2011 8:01 pm (PST)



Maaf SP's and Doc,

mo nanya juga sehubungan dengan GIGI...bentuk gigi Miracle (1thn10bln) yg atas agak maju (tonggos) sebanyak 4 buah, jadi bentuknya melengkung keluar gitu beda banget sama kakak2 nya yang rata...... Miracle pake empeng (ada yg bilang pengaruh dari empengnya), cara ngelatih Miracle lepas empeng gimana ya?

-Mutiara-


[Non-text portions of this message have been removed]

2b.

Re: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah

Posted by: "hilda iriany" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Mon Nov 21, 2011 8:07 pm (PST)



dibuang empengnya mbak. hehehehe.
itu kalo saya yah. kalo pengalaman temen2 yg menyapih empeng, tantrumnya 3
harian.
abis itu ya aman ga ngempeng lagi.
tapi beda anak, beda pendekatan ya. silahkan dicari cara yang pas buat anak
mbak.

-hilda-

[Non-text portions of this message have been removed]

2c.

Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amanka

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Mon Nov 21, 2011 8:14 pm (PST)



Dear Mbak Hilda.....

Udah pernah mbak.... cuman aku gak tahan tangisnya kuenceng banget gak enak ama tetangga..... ada suggest lain gak? *sedih juga neeeh, dah anak perempuan satu2 nya gigi nya jelek pula, sering diledekin ama kakak2 nya*
padahal abangnya Deo pake empeng tp gigi nya bagus n gampang nyapih nya, tau niiiy yg cewek kok susah.....

-Mutiara-
sambil garuk2 kepala yg gak gatel, binun heeeelllpppp

[Non-text portions of this message have been removed]

2d.

Re: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, am

Posted by: "imelda" imelda.samjkt@gmail.com   antisosial16810

Mon Nov 21, 2011 8:16 pm (PST)



mba-mba sekalian, apa gak lebih baik mengenai empeng ini dibuat thread sendiri aja? Ini membahas pasta gigi loh :)
Terima kasih

Rgrds
Imelda

--- In sehat@yahoogroups.com, Mutiara Santoso <mutiara.santoso@...> wrote:
>
> Dear Mbak Hilda.....
>
> Udah pernah mbak.... cuman aku gak tahan tangisnya kuenceng banget gak enak ama tetangga..... ada suggest lain gak? *sedih juga neeeh, dah anak perempuan satu2 nya gigi nya jelek pula, sering diledekin ama kakak2 nya*
> padahal abangnya Deo pake empeng tp gigi nya bagus n gampang nyapih nya, tau niiiy yg cewek kok susah.....
>
>
> -Mutiara-
> sambil garuk2 kepala yg gak gatel, binun heeeelllpppp
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

2e.

Bls: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, a

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Mon Nov 21, 2011 8:18 pm (PST)



hehehe...Maaf mbak Imelda, aku yang numpang nanya duluan...

-Mutiara-

________________________________
Dari: imelda <imelda.samjkt@gmail.com>
Kepada: sehat@yahoogroups.com
Dikirim: Selasa, 22 November 2011 11:16
Judul: Re: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah?


 
mba-mba sekalian, apa gak lebih baik mengenai empeng ini dibuat thread sendiri aja? Ini membahas pasta gigi loh :)
Terima kasih

Rgrds
Imelda

[Non-text portions of this message have been removed]

2f.

Re: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, am

Posted by: "greeny_love@yahoo.com" greeny_love@yahoo.com   greeny_love

Mon Nov 21, 2011 8:23 pm (PST)



Mba imelda,

Mau sharing dikit aja, anakku usia 2Y5M, udah pinter kumur2 dan dikeluarin air kumurnya, tapiii kalo sikat gigi pake odol, malah sengaja dia telen, gak pernah mau dikumurin dan dibuang. Mungkin karena pasta giginya rasa buah yah, jd rugi kalo dibuang :)

Jadi, setelah 3x kejadian begitu, saya balik lagi deh, sikat gigi tanpa odol. Sy pernah tanya dokter giginya, odol hanya untuk sensasi rasa segar kok. Kalau membersihkan gigi, pakai sikat saja asal disikat dengan benar, setelah itu dibilas air putih, bisa bersih.

Hth,
Rini
Powered by JerryBerry®

-----Original Message-----
From: "imelda" <imelda.samjkt@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Tue, 22 Nov 2011 04:16:30
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Bls; [sehat] (tanya)Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah?

mba-mba sekalian, apa gak lebih baik mengenai empeng ini dibuat thread sendiri aja? Ini membahas pasta gigi loh :)
Terima kasih


Rgrds
Imelda

--- In sehat@yahoogroups.com, Mutiara Santoso <mutiara.santoso@...> wrote:
>
> Dear Mbak Hilda.....
>
> Udah pernah mbak.... cuman aku gak tahan tangisnya kuenceng banget gak enak ama tetangga..... ada suggest lain gak? *sedih juga neeeh, dah anak perempuan satu2 nya gigi nya jelek pula, sering diledekin ama kakak2 nya*
> padahal abangnya Deo pake empeng tp gigi nya bagus n gampang nyapih nya, tau niiiy yg cewek kok susah.....
>
>
> -Mutiara-
> sambil garuk2 kepala yg gak gatel, binun heeeelllpppp
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




[Non-text portions of this message have been removed]

3.1.

Bls: [sehat] Re: OOT : Sekolah anak vs kesehatan jiwa keluarga

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Mon Nov 21, 2011 8:04 pm (PST)



Saya setuju....jangan lupa ajak yang lain supaya anak kita bisa enjoy n fun sekolah.... gak setress yang ujung2 nya adik2 nya lah yg jdi sasaran luapan emosinya...

-Mutiara-

[Non-text portions of this message have been removed]

4.1.

Imunisasi Campak

Posted by: "Nur Farida" riri_2583@yahoo.com   riri_2583

Mon Nov 21, 2011 8:05 pm (PST)



Dear Sps & Dokter,

Apakah Imunisasi campak wajib di berikan pada usia 9 M?
Karena saya pernah dengar Imunisasi Campak diberikan apabila usianya lebih dari 2 tahun?
Terima kasih.

 
Sincerely,

*Riri*

[Non-text portions of this message have been removed]

4.2.

Re: Imunisasi Campak

Posted by: "Ratna" ratnaumry@gmail.com   c_ratna_sd

Mon Nov 21, 2011 8:08 pm (PST)



Campak 9 bulan, lanjut MMR 15 bulan. Yg 2thn itu tifoid, mbak.

Ratna • MamaWiLou
4.3.

Re: Imunisasi Campak

Posted by: "Sisilia" sisil.mahadaya@gmail.com   caeciliapudjiastuti

Mon Nov 21, 2011 8:09 pm (PST)



Mbak Riri,

Bs masuk ke www.idai.or.id untuk melihat jadwal rekomendsi pemerintah. Campak diberikan pada usia 9 bulan.

Semoga membantu

Sisil
@sisilmahadaya

4.4.

Bls: [sehat] Imunisasi Campak

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Mon Nov 21, 2011 8:16 pm (PST)



kalo gak/belum MMR dan tifoid resiko nya apa ya? dan terlambatkan kalo sekarang (3thn dan 22 bulan)

-Mutiara-
maaf gak POTEK

________________________________
Dari: Ratna <ratnaumry@gmail.com>
Kepada: sehat@yahoogroups.com
Dikirim: Selasa, 22 November 2011 11:08
Judul: Re: [sehat] Imunisasi Campak

Campak 9 bulan, lanjut MMR 15 bulan. Yg 2thn itu tifoid, mbak.

Ratna • MamaWiLou

[Non-text portions of this message have been removed]

4.5.

Re: Bls: [sehat] Imunisasi Campak

Posted by: "Ratna" ratnaumry@gmail.com   c_ratna_sd

Mon Nov 21, 2011 8:19 pm (PST)



Better late than never, mbak. Segera ya. :)
SOL

Ratna • MamaWiLou

4.6.

Re: Imunisasi Campak

Posted by: "niken qinen" nikenqinen@gmail.com   qinen_q9

Mon Nov 21, 2011 8:20 pm (PST)



Mba, utk imunisasinya selain MMR dan tifoid, bagaimana dengan HepA dan
varisela?
apakah sdh dpt juga?
JIka belum, bisa pilih simultan ya mbaa

Kaka 3 thn: MMR, tifoid, HepA dan varisela
Adik 22 bulan: MMR, HepA dan varisela
24 bulan: tifoid

Salam,
-niken-

2011/11/22 Mutiara Santoso <mutiara.santoso@yahoo.co.id>

> **
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

4.7.

Re: Imunisasi Campak

Posted by: "Nur Farida" riri_2583@yahoo.com   riri_2583

Mon Nov 21, 2011 8:21 pm (PST)



Baik Mba Sisila, terima kasih banyak yaa..

 
Sincerely,

*Riri*

________________________________
From: Sisilia <sisil.mahadaya@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, November 21, 2011 8:20 PM
Subject: Re: [sehat] Imunisasi Campak


 
Mbak Riri,

Bs masuk ke www.idai.or.id untuk melihat jadwal rekomendsi pemerintah. Campak diberikan pada usia 9 bulan.

Semoga membantu

Sisil
@sisilmahadaya

[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

(OOT) Bagaimana caranya agar anak 2,5y mau berbaur..

Posted by: "dy_shee" dyah_shinta@telkom.co.id   dy_shee

Mon Nov 21, 2011 8:14 pm (PST)



Need sharing nie,

Ceritanya anak saya(2,5y) tidak mau berbaur dengan teman2, baik di rumah maupun di sekolah. Misalnya, di sekolah pas acara senam dg melingkar dan bergandengan tangan, dia ikut senam tapi diluar lingkaran teman2nya. Atau pas di rumah, main sepeda dg 4-5 org anak, dia ikut main sepeda juga, tp terlihat kalo dia main sendiri, tidak berbaur dg teman2nya. Hal ini sudah saya amati sejak dia berumur 1 tahunan.

Tapi kalo berteman 1 on 1, ga ada masalah. Dia akan bermain bersama temannya itu. Kalo jumlahnya lebih dari 1, barulah dia akan 'mundur'. Padahal teman yg bermain itu teman2 yg sudah akrab.

Mohon sharingnya dong, bagaimana melatih agar dia mau berbaur. Apakah krn faktor umur, nanti akan ada masa dia mau berbaur?

Fyi, dia saya sekolahkan (di paud belakang rumah) agar dia belajar berbaur.

5b.

Re: (OOT) Bagaimana caranya agar anak 2,5y mau berbaur..

Posted by: "hanny prasetyo" hanny.prasetyo@gmail.com   nyai_loh

Mon Nov 21, 2011 8:27 pm (PST)



Mbak Dy,

Sharing cerita Je yah..

Je waktu pertama masuk nursery juga sama kayak anaknya mbak.. Pertama2
waktu sekolah dia sama skali ngga mau ngumpul duduk bareng teman2 nya. Je
lebih milih lari2 keliling kelas nya dibanding duduk dengerin guru nya
cerita. Tapi Je ngga ganggu yang lain. Dia cuma ngga mau duduk aja. Saya
agak khawatir juga awalnya. Waduh bahaya niy kalo nanti di playgroup atau
tk dia ngga mau duduk gimana yah?? Tapi kemudian saya konsultasi dengan
psikolog, ternyata Je cuma butuh rasa aman dulu sebelum dia bisa berbaur
sama lingkungan baru-nya. Dan ternyata memang benar mbak. Setelah beberapa
bulan sekolah (lbh dari 6 bulan mbak..) baru deh dia bisa merasa comfort
dengan teman-teman nya. Mulai mau duduk bareng. Mulai punya temen. Saya
juga bilang ke miss nya si Je di skolah kalo Je itu butuh waktu untuk bisa
berbaur dengan yang lain. Tapi saya bilang tolong jangan di paksa yak..
karena biar dia sendiri yang menemukan comfort nya. Saya juga mulai belajar
ngga maksa dia untuk cepet berbaur sama lingkungan yang baru.. Saya belajar
buat nemenin dia dulu untuk berasa comfort dengan lingkungan baru. Thanks
God makin lama proses adaptasi nya bisa makin cepet mbak. Tapi jangan di
paksain juga yah mbak dengan masukin si anak ke berbagai tempat yang baru.
Biar proses belajar nya berjalan wajar aja mbak..

Semoga membantu yah mbak...

Cheers,

[Non-text portions of this message have been removed]

6.

(Ask) Gusi merah dan berdarah

Posted by: "rima cahyani" riemaca@yahoo.com   riemaca

Mon Nov 21, 2011 8:17 pm (PST)



Dear SP's dan dr,

Putri saya, Vala (18 months), kmrn sempet low fever, sepertinya giginya mau tumbuh lagi.

Skrg giginya dibawah sudah 6, dan mau tumbuh lg 2, diatas ada 6 juga.

Pertanyaan saya, apakah ketika akan tumbuh gigi wajar jika gusinya merah dan berdarah? Sebelumnya sih jika giginya tumbuh jarang demam, mkn g mslh, gusinya g merah dan g berdarah.

Makan juga g mau sama sekali, maunya asi dan minum teh.

Hari ini gusinya msh merah n tdk bleeding lg, mkn sdh mau seperti biasa, cuma saya agak khawatir dgn gusi merah itu, apakah tanda akan kekurangan sesuatu.

Thanks,
Rima
Rima

7.1.

Re: OOT : Sekolah anak vs kesehatan jiwa keluarga

Posted by: "wurihandayani@indosat.blackberry.com" wurihandayani@indosat.blackberry.com   riri_bubunnyarama

Mon Nov 21, 2011 8:19 pm (PST)



Kl beneran mau dikoordinasi laporan mengenai kurikulum ini ke departemen terkait..aku mo yaaa ikutan...

Concern bgt sm kurikulum SD yg menurutku,terlalu berat..apalagi utk anak2 kelas1SD...wkt itu sempet liat hasil ulangan umum-nya keponakanku kelas 1 SD swasta (bukan bilingual)..pertanyaan untuk soal bahasa Inggrisnya menakjubkan sekali...kayak "My father ...... a teacher" dgn pilihan jwb A. Am, B. Are, C. Is, D. Was....

Terus...."Today is wednesday, yesterday.......Tuesday" dgn plhan jwban A. Were, B. Are, C. Was, D.Is...

Duaaaannnggg...bahasa Indonesia baca aja masih blm lancar bgt,masa soal bahasa Inggrisnya udh grammar kyk gitu....heraaannn...

Sorry jd curcol...:D..

Cheers,


Wuri
Bumil 16minggu+Bubunnya Rama 3thn 6bln

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
8a.

Re: (tanya) Pasta Gigi Batita Ditelan tiap hari, amankah?

Posted by: "Denella Hadibroto" denellahadibroto@yahoo.com   denellahadibroto

Mon Nov 21, 2011 8:23 pm (PST)



Dear mba imelda,

sudah 2 tahun, masih pake kasa yg dililit jari? emang belum ada gigi?
boleh aku share ya? sependek yg aku tau, idealnya memang wajib menjaga kebersihan rongga mulut dr newborn baby. dgn cara menyeka lidah & gusi dgn kasa yg dililit jari & dicelup k air matang. namun setelah tumbuh gigi pertama, gunakan sikat gigi jari silikon. bisa gunakan odol. kalo belum bisa kumur2 & buang, pilih yg non-flouride & non sls. jadi yg dilihat/dibaca itu komposisinya. bukan tag line dr brand-nya. setau aku hanya merk enzim, itu pun pake flouride. kalo aku pake earth's best & kid's spry. satu tube utk pemakaian 2 bulan, sehari bisa pake 3-5 kali.
thanks.

Ella bundanya Talita

9.

[Nanya]Nyapih empeng gimana caranya

Posted by: "Mutiara Santoso" mutiara.santoso@yahoo.co.id   mutiara.santoso

Mon Nov 21, 2011 8:23 pm (PST)



Dear SP's and Doc....

Sehubungan dengan topik tsb....aku ada pertanyaan nih....
1.hubungan empeng dengan struktur / bentuk gigi
2.cara nyapih empeng
anakku Miracle (22bulan) pake empeng dan sekarang bentuk giginya melengkung keluar a.k.a tonggos, nggak kelihatan sih tapi kalo Miracle buka mulut/gosok gigi baru deh ketahuan. padahal abangnya Deo 3thn 8 bulan dulu pake empeng tapi giginya rata dan gampang nyapihnya (gak pake tantrum sama sekali, padahal cuma aku bilang hilang dibawa tikus)...kalo Miracle susah nangisnya kuenceng buanget...

Mohon sharingnya....

-Mutiara-

[Non-text portions of this message have been removed]

10.

OOT : sekolah-untuk-apa??

Posted by: "Dina_Bundadanishali" danishapramesvari@gmail.com   adin_zahra

Mon Nov 21, 2011 8:27 pm (PST)



http://rumahinspirasi.com/sekolah-untuk-apa

Sekolah-Untuk-Apa

Beberapa hari ini kita membaca berita betapa sulitnya anak-anak
mencari sekolah.Masuk universitas pilihan susahnya setengah mati.
Kalaupun diterima, bak lolos dari lubang jarum. Sudah masuk ternyata
banyak yang "salah kamar".

Sudah sering saya mengajak dialog mahasiswa yang bermasalah dalam
perkuliahan, yang begitu digali selalu mengatakan mereka masuk jurusan
yang salah. Demikianlah, diterima di perguruan tinggi negeri (PTN)
masalah, tidak diterima juga masalah. Kalau ada uang bisa kuliah di
mana saja.

Bagaimana kalau uang tak ada? Hampir semua orang ingin menjadi
sarjana, bahkan masuk program S-2. Jadi birokrat atau jenderal pun
sekarang banyak yang ingin punya gelar S- 3. Persoalan seperti itu
saya hadapi waktu lulus SMA, 30 tahun lalu, dan ternyata masih menjadi
masalah hari ini.

Sekarang, memilih SMP dan SMA pun sama sulitnya. Mengapa hanya soal
memindahkan anak ke sekolah negeri lain saja lantaran pindah rumah
biayanya begitu besar? Padahal bangku sekolah masih banyak yang
kosong. Masuk sekolah susah, pindah juga sulit, diterima di perguruan
tinggi untung-untungan, cari kerja susahnya minta ampun.

Lengkap sudah masalah kita. Kalau kita sepakat sekolah adalah jembatan
untuk mengangkat kesejahteraan dan daya saing bangsa, mengapa dibuat
sulit? Lantas apa yang harus dilakukan orang tua? Jadi sekolah untuk
apa di negeri yang serbasulit ini?

Kesadaran Membangun SDM

Lebih dari 25 tahun yang lalu, saat berkuasa, Perdana Menteri (PM)
Malaysia Mahathir Mohamad sadar betul pentingnya pembangunan sumber
daya manusia (SDM). Dia pun mengirim puluhan ribu sarjana mengambil
gelar S-2 dan S-3 ke berbagai negara maju.

Hal serupa juga dilakukan China. Tidak sampai 10 tahun,lulusan terbaik
itu sudah siap mengisi perekonomian negara. Hasilnya Anda bisa lihat
sekarang. BUMN di negara itu dipimpin orang-orang hebat, demikian pula
perusahaan swasta dan birokrasinya. Perubahan bukan hanya sampai di
situ.

Orang-orang muda yang kembali ke negerinya secara masif me-reform
sistem pendidikan. Tradisi lama yang terlalu kognitif dibongkar. Old
ways teaching yang terlalu berpusat pada guru dan papan tulis,serta
peran brain memory (hafalan dan rumus) yang dominan mulai
ditinggalkan.

Mereka membongkar kurikulum, memperbaiki metode pengajaran, dan
seterusnya.Tak mengherankan kalau sekolahsekolah di berbagai belahan
dunia pun mulai berubah. Di negeri Belanda saya sempat
terbengong-bengong menyaksikan bagaimana universitas seterkenal
Erasmus begitu mudah menerima mahasiswa.

"Semua warga negara punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak,
jadi mereka yang mendaftar harus kami terima," ujar seorang dekan di
Erasmus. Beda benar dengan universitas negeri kita yang diberi
privilege untuk mencari dan mendapatkan lulusan SLTA yang terbaik.

Seleksinya sangat ketat. Lantas bagaimana membangun bangsa dari
lulusan yang asal masuk ini? "Mudah saja," ujar dekan itu. "Kita
potong di tahun kedua. Masuk tahun kedua, angka drop out tinggi
sekali. Di sinilah kita baru bicara kualitas, sebab walaupun semua
orang bicara hak, soal kemampuan dan minat bisa membuat masa depan
berbeda,"ujarnya.

Hal senada juga saya saksikan hari-hari ini di Selandia Baru. Meski
murid-murid yang kuliah sudah dipersiapkan sejak di tingkat SLTA,
angka drop out mahasiswa tahun pertama cukup tinggi.Mereka pindah ke
politeknik yang hanya butuh satu tahun kuliah. Yang lebih mengejutkan
saya adalah saat memindahkan anak bersekolah di tingkat SLTA di
Selandia Baru.

Sekolah yang kami tuju tentu saja sekolah yang terbaik, masuk dalam 10
besar nasional dengan fasilitas dan guru yang baik. Saya menghabiskan
waktu beberapa hari untuk mewawancarai lulusan sekolah itu
masing-masing, ikut tour keliling sekolah, menanyakan kurikulum dan
mengintip bagaimana pelajaran diajarkan.

Di luar dugaan saya,pindah sekolah ke sini pun ternyata begitu mudah.
Sudah lama saya gelisah dengan metode pembelajaran di sekolah-sekolah
kita yang terlalu kognitif, dengan guruguru yang merasa hebat kalau
muridnya bisa dapat nilai ratarata di atas 80 (betapapun stresnya
mereka) dan sebaliknya memandang rendah terhadap murid aktif, namun
tak menguasai semua subjek.

Potensi anak hanya dilihat dari nilai, yang merupakan cerminan
kemampuan mengopi isi buku dan catatan. Entah di mana keguruan itu
muncul kalau sekolah tak mengajarkan critical thinking. Kita
mengkritik lulusan yang biasa membebek, tapi tak berhenti menciptakan
bebek-bebek dogmatik.

Kalau lulusannya mudah diterima di sekolah yang baik di luar
negeri,mungkin guru-guru kita akan menganggap sekolahnya begitu bagus.
Mohon maaf, ternyata tidak demikian. Jangankan dibaca, diminta
transkrip nilainya pun tidak. Maka jangan heran, anak dari daerah
terpencil pun di Indonesia, bisa dengan mudah diterima di sekolah yang
baik di luar negeri.

Bahkan tanpa tes. Apa yang membuat demikian? "Undang-undang menjamin
semua orang punya hak yang sama untuk belajar," ujar seorang guru di
Selandia Baru. Lantas, bukankah kualitas lulusan ditentukan input-nya?
"Itu ada benarnya, tapi bukan segala-galanya," ujar putra sulung saya
yang kuliah di Auckland University tahun ketiga.

Maksudnya,tes masuk tetap ada,tetapi hanya dipakai untuk penempatan
dan kualifikasi. Di tingkat SLTA, mereka hanya diwajibkan mengambil
dua mata pelajaran wajib (compulsory) yaitu Matematika dan Bahasa
Inggris. Pada dua mata pelajaran ini pun mereka punya tiga kategori:
akselerasi, rata-rata, dan yang masih butuh bimbingan.

Sekolah dilarang hanya menerima anakanak bernilai akademik tinggi
karena dapat menimbulkan guncangan karakter pada masa depan anak,
khususnya sifat-sifat superioritas, arogansi, dan kurang empati.
Mereka hanya super di kedua kelas itu, di kelas lain mereka berbaur.

Dan belum tentu superior di kelas lain karena pengajaran tidak hanya
diberikan secara kognitif. Selebihnya, hanya ada empat mata pelajaran
pilihan lain yang disesuaikan dengan tujuan masa depan masingmasing.
Bagi mereka yang bercita- cita menjadi dokter, biologi dan ilmu kimia
wajib dikuasai.

Bagi yang akan menjadi insinyur wajib menguasai fisika dan kimia.
Sedangkan bagi yang ingin menjadi ekonom wajib mendalami accounting,
statistik,dan ekonomi. Anak-anak yang ingin menjadi ekonom tak perlu
belajar biologi dan fisika. Beda benar dengan anak-anak kita yang
harus mengambil 16 mata pelajaran di tingkat SLTA di sini, dan
semuanya diwajibkan lulus di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Bayangkan, bukankah citacita pembuat kurikulum itu orangnya hebat
sekali? Mungkin dia manusia super.Seorang lulusan SLTA tahun pertama
harus menguasai empat bidang sains (biologi,ilmu kimia, fisika, dan
matematika), lalu tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris, dan satu
bahasa lain), ditambah PPKN, sejarah, sosiologi, ekonomi, agama,
geografi, kesenian, olahraga, dan komputer.

Hebat sekali bukan? Tidak mengherankan kalau sekolah menjadi sangat
menakutkan, stressful, banyak korban kesurupan, terbiasa mencontek,
dan sebagainya. Harus diakui kurikulum SLTA kita sangat berat. Seperti
kurikulum program S-1 20 tahun lalu yang sejajar dengan program S-1
yang digabung hingga S-3 di Amerika.

Setelah direformasi, kini anak-anak kita bisa lulus sarjana tiga
tahun. Padahal dulu butuh lima tahun. Dulu program doktor
menyelesaikan di atas 100 SKS, sehingga hampir tak ada yang lulus.
Kini seseorang bisa lulus doktor dalam tiga tahun. Anda bisa saja
mengatakan, dulu kita juga demikian, tapi tak ada masalah kok!

Di mana masalahnya? Masalahnya, saat ini banyak hal telah berubah.
Teknologi telah mengubah banyak hal, anakanak kita dikepung informasi
yang lebih bersifat pendalaman dan banyak pilihan, tapi datang dengan
lebih menyenangkan. Belajar bukan hanya dari guru, melainkan dari
segala resources.

Ilmu belajar menjadi lebih penting dari apa yang dipelajari itu
sendiri,sehingga diperlukan lebih dari seorang pengajar, yaitu
pendidik. Guru tak bisa lagi memberikan semua isi buku untuk
dihafalkan, tetapi guru dituntut memberikan bagaimana hidup tanpa
guru, lifelong learning.

Saya saksikan metode belajar telah jauh berubah. Seorang guru di West
Lake Boys School di Auckland mengatakan, "Kami sudah meninggalkan old
ways teaching sejak 10 tahun lalu. Maka itu, sekolah sekarang harus
memberikan lebih banyak pilihan daripada paksaan. Percuma memberi
banyak pengetahuan kalau tak bisa dikunyah. Guru kami ubah,metode
diperbarui,fasilitas baru dibangun," ujar seorang guru.

Masih banyak yang ingin saya diskusikan,tapi sampai di sini ada
baiknya kita berefleksi sejenak. Untuk apa kita menciptakan sekolah
dan untuk apa kita bersekolah? Mudahmudahan kita bisa mendiskusikan
lebih dalam minggu depan dan semoga anak-anak kita mendapatkan masa
depan yang lebih baik.

Penulis: RHENALD KASALI Ketua Program MM UI

Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Yahoo! Health

Healthy Aging

Improve your

quality of life.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: