Thursday, November 10, 2011

[sehat] Digest Number 16466

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: /ghz
1b.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: nankrist
1c.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: ade.novita.juliano@gmail.com
1d.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: /ghz
1e.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: ChiciErnest
1f.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: Nizma Armila
1g.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: Putri Suhendro
1h.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: alifah davida
1i.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: riendra@gmail.com
1j.
Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing From: Nizma Armila
2a.
Re: Pup Bayi 14m Ada Darah From: pw.apsari@yahoo.com
2b.
Re: Pup Bayi 14m Ada Darah From: tika tk
2c.
Re: Pup Bayi 14m Ada Darah From: purnamawati.spak@cbn.net.id
3a.
osteoarthritis dan terapi stem cell From: nada.arini@yahoo.com
3b.
Re: osteoarthritis dan terapi stem cell From: /ghz
4a.
Re: Newbie tanpa anak : [Sehat] Re: Curhat seorang member newbie mil From: Alia Fatma
5.
Trs: Re: [sehat] Terapi SI From: Maria Ulfa
6a.
Re: ( MODS ) WARNING === > Kompetisi Global Ashoka From: Amanda Kania P
7.
[news] Si Miskin Berhadapan dengan Rumah Sakit From: /ghz
8.
[news] Campak Merebak di Eropa From: /ghz
9a.
Re: [news] Kematian Dua Balita Pasca-Imunisasi Dipastikan Akibat Inf From: Pamelia Yulianto
10a.
newborn ASI blm keluar From: Ika
10b.
Re: newborn ASI blm keluar From: alifah davida
10c.
Re: newborn ASI blm keluar From: Sisilia
10d.
Re: newborn ASI blm keluar From: JUROH_Rohmanah@yamaha-motor-elec.co.id

Messages

1a.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 9, 2011 6:20 pm (PST)



On 11/10/2011 9:15 AM, alifah davida wrote:
> model, jadi modal utamanya ya body-nya. Ceritanya yang work out 7 jam
> sehari, laser buat ngilangin selulit dan stretch marks tidak
> dipublikasikan, krim kulit yang harganya bisa bikin melongo juga tidak
> pernah dipublikasikan.
> Ini membuat para perempuan seluruh dunia jadi terintimidasi, kok sepertinya
> kalau pesohor gampang sekali badan balik ke semula abis lahiran, no
> celulite, no stretch marks, beuhhh....kenapa kita sulit?
>
==> eit...di milis ini ada 3 pesohor juga loh......
kayanya ga pakai laser2an deh apalagi laser beneran :)
kita tunggu komentarnya?

salam asi

1b.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "nankrist" nankrist@yahoo.com   nankrist

Wed Nov 9, 2011 6:28 pm (PST)



Hi Alifah dan all,

sharing aj ya,
ini juga bikin saya agak bingung.

pas hamil anak pertama, berat saya naik 15 kg,
dan s.d saya hamil lagi anak kedua (pas hamil anak kedua, usia anak pertama 3 thn 3 bln) cuman sukses nurunin 5 kg (alias kelebihan 10 kg).

hamil anak kedua, berat cuman naik 11 kg,
tp di usia anak kedua saya yg 6,5 bulan berat badan saya sudah sukses turun 18 kg.

kedua anak saya asiX, di anak pertama baru berenti mompa pas dia hut ke 2 thn dan di anak kedua masih mompa s.d hari ini.

makan ?
wah, saya mah makan mlulu.
suami sy yg gendut aj dicompare dgn saya, jauh lbh banyak makan saya.

bingung ya,
kok bisa yg ke 2 ini beratnya turun banyak gitu.

Tp bisa jd "promo" di kantor lho Alifah.
Scr bnyk yg nny "kok kurus banget skrg ?"
saya bilang ini krn menyusui ;p
yg saya makan keluar lg jadi asi gak mendekam di badan saya.

cy
(*masih amaze ngeliat timbangan badan saya*)

1c.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "ade.novita.juliano@gmail.com" ade.novita.juliano@gmail.com   novita_ade

Wed Nov 9, 2011 6:29 pm (PST)




Dear All,

Bener banget info seperti ini jgn sampai jd intimidasi, tapi cukup dijadikan info dan syukur2 memotivasi

ibu2 menyusui sering merasa hidupnya utk 2 tahun pertama hanya utk menyusui, padahal kalau mau jujur butuh banget, dan memang tubuh kita butuh olahraga, kumpul2, nge-date dgn suami, dll

sama dgn anak, para suami tercinta pun punya kebutuhan, bedanya bisa diajak negosiasi utk bersabar :)

Modal utamanya ada 2
1. Punya persediaan ASIP
2. komitmen

Saya Jadi inget stiap selesai olah tubuh, meras asi di kamar mandi, dan dpt banyak, mungkin krn saya sangat menikmati setiap gerakannya

Jadi Kangen banget olahraga rame2, skrg di rumah aja ngikutin dvd, biar uang ngegym ditabung aja buat anak :)

Salam,
@Ade_Novita

@Ade_Novita

1d.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 9, 2011 6:33 pm (PST)



On 11/10/2011 9:27 AM, nankrist wrote:
> bingung ya,
> kok bisa yg ke 2 ini beratnya turun banyak gitu.
>
==> mungkin loh yah.....ini mungkin bu'e...
lebih nyaman..aman..damai..menikmatinya kaliiiiii...
lain kl yg pertama ...semua tips bisa dicoba....semua buku diet
dilahap....makan serba diatur......seperti 'terbelenggu' oleh doktrin
sendiri.

salam asi

1e.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "ChiciErnest" chici.ernest@gmail.com

Wed Nov 9, 2011 6:35 pm (PST)



Wah, klo saya sih gk butuh badan langsing. Sing penting sehat, bisa nyusuin terus. Hehehe... Dr anak pertama juga brt badan gk balik ke angka normal sebelum hamil.. Malah turun 2kg dr sblm hamil. Gk merasa kurus, tp yg penting sehat!! Hehehe...

*hamil 39weeks! Yg cuma naik 1kilo dr 0week - 39weeks skr!*

Regards,
@chiciernest

1f.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "Nizma Armila" nizma.armila@gmail.com   niu_niz

Wed Nov 9, 2011 6:44 pm (PST)



Chici sih punya gen bak model, hamil aja kurus! Envy chi :D
Sing penting sehat deh
Lancar lahirannya ya chi

mummynya AIA, AdamIsyaAlif
http://keluarga-iskandar.blogspot.com
Fb/twttr: @nizmaarmila
-----Original Message-----
From: "ChiciErnest" <chici.ernest@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Thu, 10 Nov 2011 02:34:36
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Wah, klo saya sih gk butuh badan langsing. Sing penting sehat, bisa nyusuin terus. Hehehe... Dr anak pertama juga brt badan gk balik ke angka normal sebelum hamil.. Malah turun 2kg dr sblm hamil. Gk merasa kurus, tp yg penting sehat!! Hehehe...

*hamil 39weeks! Yg cuma naik 1kilo dr 0week - 39weeks skr!*

Regards,
@chiciernest

[Non-text portions of this message have been removed]

1g.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "Putri Suhendro" poet_poetrie@yahoo.com   poet_poetrie

Wed Nov 9, 2011 6:44 pm (PST)



Cy .....

Mungkin bedanya pasca lahiran anak I sama anak II di aktivitas kali.
Ngurusin 2 anak kan lebih menguras tenaga ;-)

kalo pengalamanku dulu pasca lahiran anak I cuma selang seminggu langsung turun 10kg, gara2 baby blues berat. Bayinya sampe nga naek selama hampir sebulan, hiks. Untung perlahan2 bisa settle semua ...... n bb-ku naik lagi lah karena musti diet high protein ketat tuk ngejar asi-nya.

giliran anak II selama sebulan pasca lahiran cuma turun 5kg. Tapi bertahap turun terus sampe bb sebelum hamil

so far .... bener kata mba Ade, menyusui memang bisa jadi bikin bb kita cepet turun. Tapi kalo nga disambangi dengan diet sehat dan olah raga rutin ya cuma mimpi eeuuuyyyy ;-D

PUTRI

________________________________

[Non-text portions of this message have been removed]

1h.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "alifah davida" alifah.davida@gmail.com   alifah_davida

Wed Nov 9, 2011 6:55 pm (PST)



Mbak Cy,
Maksud saya sebenarnya begini, jangan sampe karena para selebriti bilang
bahwa dengan menyusui membuat badan cepat langsing, trus kita beranggapan,
bahwa bikini bod mereka yang aduhai itu hasil menyusui doang. Lalu bikin
kita minder karena kok kita gak bisa begitu yah.
Secara ilmiah memang terbukti menyusui membutuhkan extra calories yang
membuat perempuan berat badannya lebih cepat turun setelah melahirkan, tapi
tergantung diet-nya. Ilustrasinya begini, kalau tanpa menyusui A
mengeluarkan 2500 kalori setiap hari-nya, ketika menyusui dia mengeluarkan
3300 kalori. Nah kalau intake-nya 4500 kalori, ya tidak akan turun itu
berat badan, melainkan pasti bertambah.
Nah taruhlah kita berhasil menurunkan berat badan sampe sebelum hamil, tapi
kok tetep ya tuh selulit ama strecth marks tidak hilang, kenapa si miranda
kerr bisa gak ada sama sekali selulitnya? adriana lima juga?
Ini dia yang saya bilang, bahwa untuk mendapatkan body modelnya kembali
setelah melahirkan, bukan menyusui doang yang dilakukan oleh para model itu.

Makanya pesan saya buat para mommmies, jangan terpengaruh dan terintimidasi
dengan hal2 seperti ini, merasa ada yg salah dengan dirinya kok tubuhnya
gak bisa begitu. Nothing's wrong with you at all, seperti saya bilang,
kalau duitnya banyak, masalah selulit dan stretch marks itu bisa diatur,
cuman apa ya rela keluar duit segitu buat itu doang?
Kan mending buat sekolah anak, itu kalau saya siy.
Selulit dan stretch marks dianggap sebagai prasasti ajah :P.

regards,

--Alifah--

[Non-text portions of this message have been removed]

1i.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "riendra@gmail.com" riendra@gmail.com   rien_elle

Wed Nov 9, 2011 8:02 pm (PST)



Klo saya si baca artikel ini malah seneng ya (pas bagian Miranda Kerr nya) soalnya sampe skrg masih banyak yg menganggap klo menyusui bakal bikin badan jelek,payudara turun lah,dg banyaknya selebriti yg bilang klo menyusui malah membantu mereka utk ttp langsing jadi semacam kampanye menggalakkan breastfeeding karena saya inget setiap kali di dailymail (sumber artikel ini) ada berita ttg breastfeeding terutama yg dilakukan oleh seleb semacam Gisele Bunchen ga semua comment nya positif, jadi mari ambil positifnya aja semoga dg begini makin banyak ibu2 yg mau menyusui anaknya. walaupun sy juga ngiri bgt sm Miranda Kerr ini,sudahlah body bagus suaminya orlando bloom pulak hehehe.
Just my two cents ya...

-ririn-

Sent from my SheraBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
1j.

Re: [news] Menyusui Bikin Miranda Kerr Cepat Langsing

Posted by: "Nizma Armila" nizma.armila@gmail.com   niu_niz

Wed Nov 9, 2011 8:06 pm (PST)



Mba alifah
Kalo aku mikirnya berita2 seleb breastfeeding ini bagus banget buat kampanye asi minimal ke sodara
"Tuh, victoria secret's angels aja pada netekin, ayo lo pasti jg bisa"
Semacam itu lah :)

Mummynya AIA, AdamIsyaAlif
http://keluarga-iskandar.blogspot.com
Fb/twttr: @nizmaarmila

2a.

Re: Pup Bayi 14m Ada Darah

Posted by: "pw.apsari@yahoo.com" pw.apsari@yahoo.com   pw.apsari

Wed Nov 9, 2011 6:29 pm (PST)



Dear Mbak Tika & Mbak Ami

Darahnya ga ngerti juga nih dari dalem atau dr sekitar anus.. Huhu soalnya warna darahnya agak seger (nggak gelap) tapi kaya serat lendir gitu teksturnya, bukan darah cair.

Ngga tau juga darahnya keluar dari awal atau akhir mbak krn anak saya pake clodi. Jd lihatnya pas udh selesai pup.

UHTnya sampe td pagi sih masih, krn kl abis makan belom dikasih UHT suka nagih dia.
Jd di stop dulu ya? Ok deh.

Klinis lain sih baik2 aja yah mbak, makan ttp banyak, minum air putih banyak, jus buah jg mau, makan buah potong jg mau, main kaya biasa, tidur juga ky biasa aja jam2nya. Enggak rewel, nggak demam or batpil.

Plannya kl 1x lg pup ada darahnya baru saya bawa ke lab utk test feces rutin.

Makasih respons cepatnya mbak2.

Sari

2b.

Re: Pup Bayi 14m Ada Darah

Posted by: "tika tk" tika_ktk@yahoo.com   tika_ktk

Wed Nov 9, 2011 7:31 pm (PST)



Dear Mba Sari,

Diobervasi aja terus, dulu anakku juga pernah pup nya ada serat lendir berwarna merah. Karena memang pup terus dan pupnya cair, aku liat area sekitar anusnya agak merah. Jadi waktu itu aku pikir kmungkinan karena ada luka di anus. Ternyata lama2 hilang sendiri.
Sedikit sharing pengalaman biar Mba ga panik :)
Yg penting cairan masuk ya mba. UHT iya stop dulu aja.
Semoga lekas sehat ya anaknya.

Warm regards,
Tika-

2c.

Re: Pup Bayi 14m Ada Darah

Posted by: "purnamawati.spak@cbn.net.id" purnamawati.spak@cbn.net.id

Wed Nov 9, 2011 7:32 pm (PST)



Setuju
Periksa tinja untuk menyingkirkan kemungkinan amoebiasis

Wati

Patient Safety, first

3a.

osteoarthritis dan terapi stem cell

Posted by: "nada.arini@yahoo.com" nada.arini@yahoo.com   nada.arini

Wed Nov 9, 2011 6:44 pm (PST)



Dear all,
pagi ini ibu saya memberitahu besok akan operasi kecil di lututnya. Tentunya saya terbengong2 mendengarnya krn tidak tau ibu sakit. Setelah saya tanya2 ternyata ibu saya di diagnosa osteoarthritis di lututnya. Pengambilan diagnosa lewat foto x-ray dan lutut ibu saya di tekuk2. Ibu saya sudah menopouse (51thn) dan kadang lututnya sakit sehingga jalannya pincang

Oleh dokter ditawarkan terapi stem cell besok dan sudah dijadwalkan. Saya sukses menahan ibu untuk melakukan itu dan mau mengajak untuk 2nd opinion dan mencari tahu lebih lanjut. Saya jg sudah google2. Memang ada beberapa artikel yg mengatakan adult stem cell bisa membantu memperbaiki tulang. Saya jg sedang google ttg osteoarthritis dan stem cell ini sendiri. Ibu saya dpt oleh2 brosur ttg osteoarthritis dan pengobatannya itu tp saya blum ketemu beliau langsung(brosur ini jg yg bikin saya was2 dokternya "jualan")
Pertanyaan saya
1. Apakah diagnosa osteoarthritis cukup lewat x-ray?
2. Stem cell ini kan relatif baru, apakah pengobatan ini sudah "aman" di indonesia?
3. Untuk second opinion ke dokter apa ya? Ada rekomendasi di jkt?
terima kasih banyak sebelumnya

Regards,
Nada *yg lg gemes sama emakku huhuhuh.. Untung mau nurut
Powered by Telkomsel BlackBerry®
3b.

Re: osteoarthritis dan terapi stem cell

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 9, 2011 6:50 pm (PST)



On 11/10/2011 9:44 AM, nada.arini@yahoo.com wrote:
singkat dulu dari saya
perihal stem cell ini sempatkan untuk membaca arsip milis sehat.
banyak banget diskusi perihal ini.

salamku
bapakeghozan

4a.

Re: Newbie tanpa anak : [Sehat] Re: Curhat seorang member newbie mil

Posted by: "Alia Fatma" alia.fatma@ymail.com   alia.fatma@ymail.com

Wed Nov 9, 2011 6:49 pm (PST)



hahahaha,,,,lucuuu yaaa...aku mah kl diginiin cuekin aja...

thanks anyway utk sharing dan semangatnya yaaa...
 
warm regards, 

Alia Fatma

________________________________
From: caishiesabrina <caishie_sabrina@yahoo.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 10, 2011 8:34 AM
Subject: Re: Newbie tanpa anak : [Sehat] Re: Curhat seorang member newbie milis sehat

Mba alia.. Sabar..klo aku bilang orang suka rada2 dah.. Belum merit ditanya mulu..*kapan merit?* uda merit ditanya mulu *kapan hamil?* udah pnya satu ditanya Lagi *kapan kasih adik?* udah 2anak di tanya teteeepp *kapan kB?*

Betein memang sabar yah..mba.. Aku jg bete bgt..ditanya mulu kapan kasih adik bwt anakku haduhh .. G pernah puas dah kek na orang2 :( #curlong akut

Caishie
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB          : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links

[Non-text portions of this message have been removed]

5.

Trs: Re: [sehat] Terapi SI

Posted by: "Maria Ulfa" ulfa.danu@yahoo.co.id   ulfa.danu

Wed Nov 9, 2011 7:21 pm (PST)





--- Pada Rab, 9/11/11, ulfa.danu@yahoo.com <ulfa.danu@yahoo.com> menulis:

> Dari: ulfa.danu@yahoo.com <ulfa.danu@yahoo.com>
> Judul: Re: [sehat] Terapi SI
> Kepada: "sehat@yahoogroups.com" <sehat@yahoogroups.com>
> Tanggal: Rabu, 9 November, 2011, 7:54 PM
> Ikutan nimbrung yah
>
> Salam kenak jg mb.stella
>
> Menurut aku mb.stella langsung ke klinik tumbuh kembang aja
> langsung. Disanakan bisa langsung di obser.sama terapis
> okupasinya langsung, jd kan bisa diskusi bareng dengan
> terapisnya apakah benar2 perlu SI atau tidak.
>
> Setuju sama mb.puti setiap orang pasti punya masalah
> sensori tapi beda2 kadarnya.
> Dan apa hubungannya sensori dan wicara sedikit banyak ada
> jg, terlebih klo yg bermasalah area oro-motornya. Seperti yg
> sudah dijelaskan mb.puti
>
> Mungkin yg psikolognya maksud untuk terapi SI agar anak
> lebih siap untuk menerima materi dikelas, karna kan terapi
> sensori integrasi bukan sekedar main manjat2 tp jg untuk
> 1.Latihan konsentrasi dan atensi
> 2.Klo ada hiperaktif ya program yg di berikan untuk
> mengurang hiperaktifnya
> 3.Klo motorik planingnya belum baik,ya di berikan program
> untuk ini
> 4.Dll (koreksi ya)
>
> Sepengalan saya selama terapi sih akan lebih enak berikan
> program ke anak jika kondisi anak sudah siap untuk diberikan
> materi (maunya enaknya aja hehe)
>
> Setuju jg sama mb.miske dan yg lainnya. Kenapa gak di
> barengen aja terapi SI dan TWnya (klo memang diperlukan
> tentunya) pasti hasilnya akan lebih max kan.
>
> Setuju jg sama yg lainnya, coba dirumah lebih banyak di
> stimulasi. Toh klo memang harus terapi kan tetap waktunya si
> anak akan lebih banyak di rumah.
>
> Untuk 2nd opinion klo domisili di jakarta bisa ke yamet dgn
> pak.tigunadi beliau terapis okupasi dan psikolog di sana.
> Atau di pela9 dan liliput dengan bu rini beliau jg terapis
> okupasi,namun bukan psikolog.
>
> Moga2 gak ada masalah yg serius yah
>
> Semoga bisa membantu, dan maaf klo kurang berkenan
>
>
> Ulfa
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: "Oke Mieske" <okemieske@gmail.com>
> Sender: sehat@yahoogroups.com
> Date: Tue, 8 Nov 2011 09:58:56
> To: <sehat@yahoogroups.com>
> Reply-To: sehat@yahoogroups.com
> Subject: Re: [sehat] Terapi SI
>
> Stella :
> Contoh dari psikolog-a: kalau sudah sekolah dan punya teman
> yang dia nyaman, dia tidak mau bergaul lagi dengan anak
> lain.
> Untuk masalah selalu pegang barang, tidak menganggu
> aktifitasnya.
> Terapi Wicaranya akan dilanjutkan setelah lulus terapi
> SI-a, kalau masih diperlukan.
>
> Saya :
> Nah ini yg ga sreg di saya... Kenapa TW tunda, nanti aja
> stlh SI lulus...?
> "Kalo masih diperlukan".... Ini statement lebih aneh
> lagi....
> Yg bisa bikin chelsea bisa ngomong ya stimulasi bicara....
> Bukan SI-nya....
> Kalo misalnya chelsea bisa ngomong stlh ikut SI, tanpa ikut
> TW, ya karna memang chelsea ga punya masalah dg bicara (ga
> ada masalah dg bahasa reseptif, cuma kurang stimulasi,
> kurang bahasa ekspresif).
> SI ya utk ngurusin soal sensori problem.... Bukan ngurusin
> wicara...
>
> Soal wicara : Udah dicermati artikel2 yg diposting budina?
>
> Kalo udah pernah ke harkit, cobain ke tempat laen, hermina
> misalnya.
>
> Soal dsa neurolog... Biasanya sih, rujukan ke neurolog ini
> didapat dari dsa yg periksa di klinik tumbang.... Ngapain ke
> neurolog kalo ga ada indikasi "permasalahan di syaraf"
> ? 
>
> Soal : kalo udah punya temen yg nyaman, jadi ogah berteman
> dg yg lain....
> Hhmmmm... Manusiawi ga sih sifat kayak gini? Hehehe...
> Emang kenapa kalo chelsea cuma punya sedikit teman?
> Kalo soal2 keik gini, enaknya ngobrol sama psikolog
> spesialis relasi.... Jangan ke psikolog klinis....
>
> Salam,
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> ------------------------------------
>
> Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
> - Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT
> Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai
> Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
>
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada :
> HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah
> dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program
> Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
>
> "Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access
> &Website.
> =================================================================
> Milis Sehat thanks to:
> - AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of
> FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
>
> Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT.
> Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our
> program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang
> Tua)."
> "SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet
> Access &Website.
>
> Kunjungi kami di (Visit us at):
> Official Web : http://milissehat.web.id/
> FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
> Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
> ==================================================================
> Donasi (donation):
> Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
> Bank Mandiri
> Cabang Kemang Raya Jakarta
> Account Number: 126.000.4634514
> ==================================================================Yahoo!
> Groups Links
>
>
>     sehat-fullfeatured@yahoogroups.com
>
>
>

6a.

Re: ( MODS ) WARNING === > Kompetisi Global Ashoka

Posted by: "Amanda Kania P" amandaunique@yahoo.com.au   amandaunique

Wed Nov 9, 2011 7:36 pm (PST)




Pagi P. Sam,

Saya member lama dr 2008 yg pasif krn kesibukan wkt kerja dulu.
Saya paham dan sangat menghargai pusingnya tugas moderator untuk menjaga agar milis tetap tertib. Salut untuk mods milis sehat yg membuat milis slalu konsisten apalagi dengan ratusan thread per hari.

Dr Billy, sudah sering memberi banyak artikel2 bermanfaat seputar dunia kesehatan di milis sehat tercinta ini, dan Menurut saya, sepertinya email dr. Billy kali ini pun hanya seperti info seperti biasanya atau boleh dibilang sayembara positif dan sepertinya sejalan dng misi milis sehat (sayembara gak dilarang kan?).

Saya pribadi, senang kl ada info seperti Children jazz festival misalnya, mungkin mods bs ksh batasan yg bersifat diluar kesehatan tidak boleh dibahas panjang x lebar via jalum (ttp gk dukung kl ada yg jualan kok).
Krn mengikuti thread milis sehat cukup lumayan (bg saya), sampai tdk smpt buka yg lain :) tp tk apalah,krn mmg bnyk gunanya. Jd kl ada selingan info lain yg bermanfaat saya senang sekali.

Mohon maaf bila ada salah kata yg tidak berkenan.
Saya hanya berharap agar semua praktisi kesehatan SP, doktor, maupun lembaga2 yg sejalan, RUM bs terus bergandengan tangan agar terus maju dn berkembang.

Brgds,
Amanda
-maaf gk potek biar nyambung-

--- In sehat@yahoogroups.com, "Billy N." <billy@...> wrote:
>
> halo moderator
> Trims untuk 'tegurannya'.
> Apa info yang saya kirim masuk ke salah satu kriteria tersebut? Yang
> mana? Apa saya tulis apapun harus kontak moderator dulu?
> Saya bingung dengan aturan di milis ini, apapun sepertinya 'terlarang'
> & sangat subyektif. Saya sudah pernah kirim info yang sama sebelumnya,
> nggak ada peringatan apa-apa (bisa cek di arsip). Apa ini berkaitan
> dengan tulisan-tulisan saya beberapa hari terakhir? Saya sudah baca
> aturan milis ini.
> Info itu nggak ada cari dana/minta sumbangan/bantuan, bukan kuisioner,
> bukan undangan acara, malah kalau milis ini/YOP mau ikut, bisa dapat
> dana USD 10 ribu (kalau menang).
> Silakan di-ban atau dikeluarkan dari milis saja kalau saya dianggap
> melanggar. Saya masuk milis ini pun karena diminta, bukan maunya saya.
> O ya, saran saya, pilih moderator yang memang mengerti betul netiket,
> masa moderatornya di milis lain kena tegur terus karena melanggar
> aturan?
> rgds
> Billy
>
> --- "Sam" wrote:
> > Sesuai Netiket, silakan menghubungi Moderator dulu sebelum posting.
> > 4. Tidak diperkenankan memposting Undangan/Seminar/ Survey/ Kuesioner/PermintaanBantuan atau Sumbangan dan sejenisnya dalam bentuk apapun, KECUALI atas izinModerator DAN ATAU hanya untuk kepentingan Yayasan Orang Tua Peduli (YOP)seperti PESAT, ASI...dst, Moderator DAPAT LANGSUNG MEM-BAN member yang melanggartanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan atau setidaknya akan mendapatkanperingatan satu kali terlebih dahulu, namun apabila masih diulangi akan langsungdi BANThanks, MODERATORS
>

7.

[news] Si Miskin Berhadapan dengan Rumah Sakit

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 9, 2011 7:46 pm (PST)





Nyawa Seharga Jaminan

*Si Miskin Berhadapan dengan Rumah Sakit (Bagian 1)*

Gunardi Aswantoro tak akan pernah lupa dengan satu pasangan ke luarga
miskin yang pernah didam pinginya. Ketika itu dia menemani pasangan
keluarga itu untuk mendapatkan pengobatan bagi anak mereka di rumah
sakit di Surabaya, Jawa Timur.

Gunardi juga tak akan melupakan bagaimana buruknya sistem pelayanan
kesehatan negeri ini telah membuat pasangan yang tinggal di jalanan itu
harus kehilangan sang anak tunggal itu. `'Waktu itu keluarga ini datang
ke RSUD Dr Soewandhi dimarahi karena datang di akhir pekan,'' ujar
Gunardi mengawali kisahnya, Jumat (4/11).

Sayangnya, penyakit memang tak pernah memilih hari kapan sebaiknya dia
menyerang.
Ketika itu tak ada satu pun dokter yang berjaga sehingga penanganan
dilakukan oleh tenaga paramedis. Ternyata terjadi perdarahan dan pasien
dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, rumah sakit pemerintah yang lebih besar.
Sayang, pasien itu akhirnya meninggal.

Kasus penolakan pasien miskin seperti yang terjadi pada 2006 itu
bukanlah yang pertama kali dijumpai lelaki berusia 38 tahun ini. Menurut
Gunardi, penolakan rumah sakit untuk segera memberikan pertolongan
dengan baik kerap kali terjadi hanya karena pasien miskin tak punya
identitas atau tak paham prosedur.

''Kasus ini banyak sekali di sini pada 2005-2006. Sebelum ada Askeskin
(Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin) atau jaminan kesehatan,'' kata
aktivis Yayasan Alit, Surabaya, itu. Sekarang, tutur lelaki lulusan
Statistik ITS ini, kondisi sudah membaik setelah ada mekanisme baru yang
dikeluarkan RSUD Dr Soetomo.

Isinya selama ada pengantar dari Yayasan Alit, maka pasien dari kalangan
anak jalanan pun bisa diterima. ''Intinya pada masalah penjaminan untuk
pembayaran.'' Namun, ketentuan yang sedikit menolong kalangan miskin
kota tanpa identitas itu tak berlaku di semua rumah sakit di Surabaya.
Bila RSUD Dr Soetomo bisa menerapkannya kepada seluruh pasien dengan
pengantar Yayasan Alit, RSUD Dr Soewandhi belum mengadopsinya secara penuh.

Yayasan Alit didirikan pada 1998 atas inisiatif para ma hasiswa Surabaya
yang fokus menangani masalah anak jalanan, termasuk mencarikan mereka
akses kesehatan. Yayasan ini akhirnya menjadi semacam penjamin bagi para
anak dan keluarga jalanan ketika membutuhkan pengobatan di rumah sakit
pemerintah yang membuat kasus penolakan berkurang.

''Tapi semestinya pelayanan kesehatan tidak butuh penjamin seperti
ini,'' kata Gunadi seakan sedang menudingkan telunjuknya pada sistem
yang salah dalam pelayanan kesehatan. ''Tak peduli miskin atau tidak,
seharusnya yang penting layani dulu. Jangan prosedur pembayaran dulu
yang dikedepankan.'' Murahnya nyawa warga miskin bisa dijelaskan juga
lewat pengalaman Masnun (48 tahun), warga Kampung Kemang, Kelurahan
Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Suami Masnun yang menderita penyakit darah tinggi dan ginjal hanya
dirawat di ruangan biasa dan tidak bisa mendapatkan perawatan di unit
perawatan intensif (ICU) saat kondisinya kritis.

Masnun sudah meminta pe mindahan ke ruang ICU karena kondisi suaminya
semakin parah. Awalnya, suster yang merawat menawarkan harga ruang ICU
senilai Rp 1 juta di luar obat dan kebutuhan lainnya. Namun, ketika
Masnun mengatakan mereka tak mampu, pihak rumah sakit kemudian memberi
tahu bahwa ruang ICU dalam kondisi penuh.
Dia pun disuruh untuk mencari rumah sakit lain.

Saat itu kondisi suami Masnun semakin kritis dan hanya ditangani oleh
seorang suster saja dengan pelayanan yang sangat buruk. Infus yang
berada di tangan suami Masnun kemudian malah dilepas dan digantungkan
saja, tidak dipasang kembali hingga akhirnya suaminya meninggal.

Mantri (35), warga Jalan Pahlawan, Kota Bandung, juga pernah mengalami
sendiri repotnya jadi keluarga pasien miskin. Saat itu, pada 2009,
keponakannya yang sudah yatim piatu sakit paru-paru parah. ''Dokter yang
merujuknya sudah bilang kalau dua jam tidak mendapat pertolongan bisa
lewat (mati, Red),'' kata Mantri.

Yadi, nama keponakan Mantri, sudah tak bisa bicara sama sekali saat
dilarikan ke RS Paru Dr H Rotinsulu, Kota Bandung. Setiba di rumah
sakit, alih-alih penanganan segera, dia justru mendapat pertanyaan
prosedural. Saat itu Mantri dan bibi Yadi tidak tahu bawah Yadi sudah
punya kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) karena dia sudah
tak bisa bicara.

Petugas RS Rotinsulu pun meminta Mantri mengurus surat pengantar ke
kelurahan dan seabrek persyaratan administrasinya yang jelas tak akan
bisa rampung dalam satu hari. ''Kartu Jamkesmas ketinggalan di rumah,
sementara rumah sakit mengharuskan kartu ada dulu,'' tutur Mantri sambil
berkaca-kaca mengenangnya.

Akhirnya, demi menyelamatkan nyawa Yadi, Mantri yang saat itu hanya
buruh pabrik pun terpaksa merogoh kocek dulu untuk bisa mendapatkan
perawatan di rumah sakit. Saat bibi Yadi menanyakan prosedur soal kartu
Jamkesmas tersebut, justru kemarahan petugas yang didapatkan.

''Tidak bisa! Harus ada kartunya. Kalau tidak ada, bayar dulu,'' ujar
Mantri menirukan petugas rumah sakit. Bentakan itu masih menyisakan
trauma pada keluarga Yadi. c25 ed: rahmad budi harto

http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2011/11/05/ArticleHtmls/Nyawa-Seharga-Jaminan-05112011001009.shtml?Mode=1

Jaminan Kesehatan yang tak Berarti

*Si Miskin Berhadapan dengan Rumah Sakit (Bagian 2)*

rogram jaminan kesehatan yang gencar di terapkan di sejumlah daerah tak
selamanya benar-benar bisa memberikan jaminan layanan kesehatan memadai
dengan biaya mu rah.

Lihat saja kasus yang di alami Sardawi, warga Dusun Yeh Sumbul, Desa Yeh
Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Ka bupaten Jembrana, Bali.

Mestinya, program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang digagas
Pemprov Bali dapat membantu kesulitan biaya

camatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.

Mestinya, program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang digagas
Pemprov Bali dapat membantu kesulitan biaya pengobatan yang dialami
Sardawi. Tapi yang terjadi, pria yang kini berumur 69 tahun itu mesti
terlunta-lunta karena permohonannya untuk masuk program rehabilitasi
kesehatan tak kunjung disetujui.

Sardawi yang akrab disapa Pak Masyitah ini sudah 18 bulan mengalami
stroke di tubuh sebelah kirinya. Tangan dan kaki kirinya tak bisa lagi
difungsikan. Segala aktivitas kesehariannya harus dibantu dan dilayani
istrinya, Wasyiyah (59).

"Saya tak tahu lagi bagaimana cara mengurus administrasinya agar bisa
mendapatkan layanan kesehatan gratis," keluh Sardawi, Ahad (6/11).

Sebelum JKBM diberlaku kan, Kabupaten Jembrana me ne rapkan program
kesehatan

gratis yang diberi nama Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ). Kendati
sama-sama memberlakukan layanan kesehatan gratis, namun keduanya
memiliki perbedaan. Program JKJ memberikan layanan kesehatan gratis bagi
masyarakat untuk berobat ke dokter. Sedangkan, JKBM hanya memberikan
pengobatan gratis di puskesmas yang jam bukanya dibatasi hingga pukul
20.00.

Saat Jembrana masih menerapkan JKJ, Sardawi yang tinggal bersama
istrinya di rumah berdinding gedek itu masih bisa berobat ke dokter
dengan diantar keluarga atau tetangganya. Lokasi praktik dokter masih
terjangkau olehnya. Tapi kini di puskesmas, letaknya lebih jauh dan itu
menjadi hambatan lain bagi Sardawi untuk bisa berobat.
Apalagi, sakit yang diderita Sardawi memerlukan perawatan intensif dalam
waktu lama.

Kepala Dusun Yeh Sumbul, Bahrullah, mengaku sudah mendata Sardawi.
Namanya pun telah diserahkan ke desa untuk dilanjutkan ke kecamatan dan
kabupaten agar mendapatkan rehabilitasi kesehatan. Namun, ungkapnya,
upaya rehabilitasi kesehatan gratis untuk Sardawi belum juga turun dari
pemkab. "Tidak ada realisasinya," ujar Bahrullah.

Menurut Bahrullah, peng urusan administrasi berobat gratis sebenarnya
tidak sulit, asal penderita memiliki identitas diri yang jelas sebagai
penduduk Bali. Namun, dia melihat ada masalah lain di balik lambannya
penanganan pasien miskin dan lanjut usia.

Masalah itu adalah adanya diskriminasi terhadap warga yang afiliasi
politiknya tidak sejalan dengan kepala daerah yang memimpin saat ini.

Hal itu disimpulkan Bah rullah setelah melihat cepatnya penanganan
terhadap warga yang menderita keluhan serupa, yang saat pilkada
mendukung kepala daerah terpilih.

Tidak perlu bulanan, pena nganan medis bahkan langsung diberikan dalam
hitung an pekan bahkan hari.

Nasib serupa juga dialami Syamsumar (43) yang akhir nya memilih
pengobatan alternatif, setelah RSUD Kum pulan Pane, Tebing Tinggi,
Sumatra Utara, menolaknya untuk menjalani pengobatan.

Dengan alasan kamar penuh, warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tebing
Tinggi Kota, tidak bisa mendapatkan fasilitas pengobatan gratis dari
rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Kendati, Syamsumar mem

bekali dirinya dengan surat keterangan miskin untuk mengobati penyakit
akut di paru-parunya. "Tak ada ruangan kosong," ujar Syamsumar menirukan
perkataan pihak RSUD.

Warga yang tak memiliki kerja tetap ini berasal dari keluarga tidak
mampu. Karena itu, sebelum pergi berobat ke rumah sakit, dia lebih
dahulu meminta surat ke terangan dari kelurahan sebagai warga kurang
mampu. Dengan bekal surat miskin itulah dia lalu pergi ke RSUD Kumpulan
Pane.

Syamsumar berharap, penyakitnya bisa segera diobati di rumah sakit. Tapi
apa, kenyataan pahitlah yang diterimanya. Dia sempat protes karena
berhak mendapat perawatan dan dibekali surat miskin. Namun, dokter di
RSUD tetap mengatakan tidak ada gunanya diopname. "Kalau diopname Bapak
malah makin stres nanti," ujar Syamsumar lagi menirukan ucapan dokter
yang menanganinya kala itu.

Direktur RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi Vive Kananda mengatakan,
persoalan itu adalah kebijakan sang dokter bersangkutan. "Saya selaku
direktur tidak bisa mengintervensi. Jadi, kalau ada apa-apa terhadap
pasien yang ditolak opname, itu tanggung jawab dokter yang
bersangkutan," kilahnya.

n c24 ed: budi raharjo
http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2011/11/07/ArticleHtmls/trending-news-Jaminan-Kesehatan-yang-tak-Berarti-07112011001049.shtml?Mode=1

*Si Miskin Berhadapan dengan Rumah Sakit (Habis)*

Pemerintah daerah me mang harus bersikap te gas terhadap rumah sakit di
wilayahnya bila ingin pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat bisa
berjalan mulus. Di samping tentunya ada pengawasan dan pembayaran iuran
dengan tepat waktu oleh pemda sehingga tak ada celah bagi rumah sakit
untuk menolak pasien miskin dengan berbagai alasan. Itu pula yang
disadari Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Joko Widodo. Kepala daerah yang
akrab disapa Jokowi ini tak ingin rumah sakit di daerah yang dipimpinnya
sembrono memperlakukan pasien miskin.
Dia mengancam akan memutus hubungan kerja sama pemkot dengan sejumlah
rumah sakit (RS) yang diketahui sengaja menolak pasien Program Kesehatan
Masyarakat Solo (PKMS).

Ketegasan sikapnya ini, kata Jokowi, diperlukan agar tak ada lagi
keluhan warganya karena ditolak berobat di RS gara-gara hanya berbekal
kartu PKMS. Dia tak menampik di Solo masih ada RS yang enggan mengobati
pasien miskin. `'Saya sangat menyesalkan sikap RS yang masih kerap
memandang pasien PKMS dengan sebelah mata,'' katanya di Solo.

Belum lama ini, DPRD Solo menerima aduan warga yang menuding RS Kustati
menolak pasien Jamkesmas. Anggota Komisi IV DPRD Solo Paulus Haryoto
mendapatkan informasi itu dari warga yang mengalami penolakan. `'War ga
itu ditolak dengan alasan kuotanya sudah penuh,'' sebut Haryoto.

Komisi IV menilai ada indikasi pelanggaran oleh RS Kustati terhadap nota
kesepahaman (MoU) dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta.
Dalam MoU DKK dengan RS se-Kota Surakarta itu tertulis bahwa pemerintah
akan mengakomodasi segala kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan.
Pihak RS telah menyepakati memberikan dukungan terhadap pemerintah.
Menurut Haryoto, pihak RS sudah sepakat berkomitmen mendukung pemerintah
dalam bidang kesehatan masyarakat, baik bagi pemegang Jamkesmas maupun
PKMS. Layanan bagi pasien miskin kini tak dibatasi kuota. Selama masih
ada kamar kosong, RS diingatkannya untuk menerima pasien miskin.

Berdasarkan aduan warga, Haryoto mengungkapkan, RS Kustati menolak
pasien karena kuota Jamkesmas yang terdiri dari tiga kasur sudah penuh.
Meski akhirnya diterima, pasien itu harus berobat sebagai pasien biasa
yang harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri.

Dengan menolak pasien Jamkesmas, RS Kustati telah mengingkari komitmen
yang ada. Jamkesmas yang merupakan program pemerintah pusat sudah
sewajarnya disukseskan setiap RS. `'Jangan malah menolak dengan ber
bagai alasan,'' katanya.

DPRD meminta DKK segera memverifikasi kasus penolakan pasien miskin ini.
Jika terbukti benar, Haryoto menuntut agar DKK sebagai lembaga yang
berwenang di Solo untuk bersikap tegas terhadap RS yang nakal.
DKK diingatkannya untuk tak ragu menegur setiap RS yang menolak pasien
miskin.

Untuk Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin), pihak RS Kustati
menjelaskan penolakan terhadap pasien yang membawa kartu ini karena
masih ada klaim yang belum dilunasi pemerintah. Sampai sekarang pun,
menurut dokter Melani, petunjuk pelaksanaan dan teknis mengenai klaim
Askeskin belum jelas.

Ketidakjelasan ini terjadi sejak klaim Askeskin tak lagi menjadi
tanggung jawab PT Askeskin, melainkan menjadi wewenang Kementerian
Kesehatan. RS Kustati, kata Melani, masih menunggu juklak dan juknis
dari Kemenkes. Sampai sekarang, sebutnya, klaim Askeskin di RS Kustati
sebesar Rp 223,353 juta belum dibayar pemerintah.

Di Solo terdapat tujuh RS yang menjadi rekanan program kesehatan bagi
masyarakat miskin. Sebagian dari RS itu sementara menolak pasien
Askeskin karena belum jelas klaim pencairan dananya. Selain RS Kustati,
rumah sakit lain yang menolak Askeskin adalah RS Moewardi, PKU
Muhammadiyah, RSUD Surakarta, dan RS Brayat Minulya. Sedangkan RS Panti
Waluyo dan Kasih Ibu mau menerima pasien Askeskin asal membawa surat
keterangan tidak mampu.

Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebanyak 15 RS bersedia melayani
pasien dari kalangan tidak mampu setelah menjalin kerja sama dengan
pemda. Kepala Dinas Kesehatan Karawang Yuska Yasin mengakui terkadang
pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terhambat karena pemkab telat
membayar klaimnya seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.
`'Tapi, bulan ini semuanya sudah teratasi,'' kata Yuska.

Masalah keterlambatan pembayaran klaim Jamkesda sudah teratasi. Pemkab
telah membayar klaim kesehatan di 15 rumah sakit tersebut.
Di Karawang terdapat sekitar 687 ribu jiwa yang dijamin Jamkesmas dan
541 ribu jiwa lainnya oleh Jamkesda. Ratarata kebutuhan dana untuk
Jamkesda sebesar Rp 22-25 miliar per tahun. Sedangkan alokasi anggaran
untuk Jamkesda, sebelum anggaran perubahan 2011, hanya Rp 20 miliar per
tahun.

Dari besaran itu, sebanyak Rp 15 miliar berasal dari APBD kabupaten dan
sisanya disumbang APBD provinsi.
Rencananya, tahun depan pemkab akan mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar
dan provinsi Rp 25 miliar.
Dengan kenaikan anggaran ini, Yuska berharap tak ada lagi hambatan
pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin.
Ke depan dia juga berharap tak ada lagi cerita pasien miskin yang
ditolak rumah sakit.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menegaskan RS di seluruh
Indonesia tidak boleh menolak pasien miskin. RS mesti mendahulukan
pelayanan bagi pasien dibanding pembiayaan.
Meski, dia mengakui terkadang muncul kesalahpahaman dari pasien jika
rumah sakit mengatakan tak ada ruang perawatan yang tersisa.

Ali mengatakan masyarakat miskin tetap bisa berobat ke rumah sakit
karena ada Jamkesmas yang berlaku sejak 2005. Jamkesmas dibayar
pemerintah. Tetapi, kata Ali, perlu ada supervisi yang lebih jelas untuk
bisa melihat apakah Jamkesmas yang selama ini diberlakukan sudah tepat
sasaran. Bila ada pelanggaran, dia meminta agar dilaporkan ke dinas
kesehatan setempat.

esthi maharani/c29/mursalin yasland ed: budi raharjo

http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2011/11/08/ArticleHtmls/trending-news-Rumah-Sakit-Perlu-Diawasi-08112011001049.shtml?Mode=1

[Non-text portions of this message have been removed]

8.

[news] Campak Merebak di Eropa

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Nov 9, 2011 7:49 pm (PST)



mungkin bu dr agnes bisa lebih lengkap ceritaain......

E-LIFE
Minggu, 30 Oktober 2011 , 08:05:00
Campak Merebak di Eropa
Di Tanah Air, Pemerintah Pantau Turis Asal Eropa

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau merebaknya
penyakit campak di benua Eropa. Institusi berslogan Bakti Husada itu
cemas campak bakal menjangkiti para WNI yang tinggal di benua biru itu.
Kemenkes menghimbau, WNI aktif mengunjungi balai kesehatan yang
disediakan oleh pemerintah masing-masing negara.

Paparan merebaknya campak di benua Eropa ini disampaikan oleh Direktur
Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL)
Kemenkes Tjandra Yoga Aditama. Hingga kemarin (29/10) Tjandra mengatakan
masih belum mendapatkan kabar ada WNI yang positif terserang campak.

Hasil dari paparan World Health Organization (WHO) menyebutkan, pada
periode Januari hingga Juli 2011, tercatat ada 26 ribu kasus campak di
40 negara di benua Eropa. Jumlah kasus yang berhasil terekam WHO itu,
menunjukkan kasus campak di benua Eropa meningkat 276 % dibandingkan
periode yang sama pada 2007 lalu.

Tjandra menjelaskan, untuk memantau kondisi kritis ini, Kemenkes sudah
menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Kerjasama ini diantaranya
untuk menerbitkan warning atau himbauan kepada WNI supaya waspada dan
jika perlu segera mengimunisasikan anak atau anggota keluarganya.
"Himbauan ini diantaranya bisa disiarkan oleh KBRI atau KJRI," tutur
Tjandra.

Menurut Tjandra, hasil dari pantauannya di sejumlah negara di kawasan
benua Eropa yang mulai terserang campak sudah menjalankan program
pengendalian penyakit menular ini. Diantaranya, dengan program imunisasi.

Sayangnya, kata Tjandra, gejala warga yang ogah imunisasi campak juga
terjadi Eropa. Menurut Tjandra, para orang tua sudah mulai menurun
gairah untuk mengimunisasi anaknya. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir
catatan serangan campak di Eropa sudah jarang ditemukan. "Bahkan di
sejumlah negara sudah tidak ditemukan lagi," tuturnya.

Lantas, apakah campak yang di Eropa tadi lebih ganas ketimbang campak
lokal yang baru-baru ini mulai merebak? Tjandra menuturkan, pada
prinsipnya campak yang merebak di Eropa tidak berbeda dengan campak di
Indonesia. Campak ini dikatakan berbahaya bila dibarengi dengan
komplikasi seperti Pneumonia dan Encephalatis. Dalam kondisi ini,
campak bisa menyebabkan kematian atau kecacatan.

Persamaan lainnya, Tjandra mengatakan jika virus yang berpedan dalam
penyebaran campak di Eropa ini juga tidak terlalu berbeda dengan di
Indonesia. Dia mengatakan, genotype virus yang beredan di Eropa adalah
Tipe D4.

Untuk sementara, Kemenkes masih mengandalkan sosialisasi yang
dikeluarkan bersama Kemenlu. Tjandra mengatakan, pihaknya masih belum
memerlukan tindakan pengiriman vaksin ke sejumlah negara di Eropa. Dia
yakin jika formula vaksi yang disediakan oleh setiap negara tidak kalah
manjur dibandingkan yang dipakai Indonesia.

Selain mengawasi keberadaan WNI dari ancaman tertular campak, Tjandra
juga terus memantau mobilisasi turis Eropa yang masuk ke Indonesia.
Pintu masuk yang paling mendapat sorotan adalah Bali dan Jakarta. "Untuk
memantau turis yang masuk ini tidak terjangkit campak, kita
mengoptimalkan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di
sejumlah bandara," jelasnya.

Tjandra menuturkan, pemerintah Indonesia saat ini terus mengeliminasi
penyebaran penyakit campak. "Artinya, masih dijumpai kasus campak di
Indonesia," katanya. Tahun lalu, tingkat harapan hidup penderita campak
adalah 90%. Tjandra mengatakan, pemerintah memasang target tingkat
harapan hidup penderita campak naik menjadi 95% pada 2015 nanti.

Berikut ini upaya pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran penyakit
campak di tanah air. Diantaranya adalah, menggalakkan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan sebelum memegang hidung
dan mulut, serta menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk.

Langkah antisipasi selanjutnya adalah, memberikan imunisasi pada bayi
umur 9 bulan. Selanjutnya disusul imunisasi dosisi ke 2 ketika anak
sudah masuk bangku kelas 1 SD atau sederajat. Cara lainnya adalah terus
memantau penderita campak yang dirawat di puskesmas atau rumah sakit. (wan)

http://www.jpnn.com/read/2011/10/30/106942/Campak-Merebak-di-Eropa-

9a.

Re: [news] Kematian Dua Balita Pasca-Imunisasi Dipastikan Akibat Inf

Posted by: "Pamelia Yulianto" hidupsehat.pam@gmail.com   pamelia_yulianto

Wed Nov 9, 2011 7:56 pm (PST)



"Walllahu'alam..==> Hanya Tuhan Yang Maha Tahu.wong kepaduk/kesandung krikil aja bisa ninggal kok"

Hahahahahaaaa this is so true n funny *eh kejam ga ya komen gini* hehe

- p a m e l i a -
"Stop Judging, Start Supporting"

Powered by my children's existance

10a.

newborn ASI blm keluar

Posted by: "Ika" savitriika@ymail.com   savitriika@ymail.com

Wed Nov 9, 2011 7:58 pm (PST)



Dear Doc + Smart parents smua..

Mohon pencerahan apa yg hrs dilakukan, adik saya baru melahirnak 9nov pukul 00.00 dan sampe skrg blom keluar ASInya

Baby blom dikasi apapuin sejak lahir krn mengacu bhw 48jam baby masi menyimpan cadangan makanan darii kandungan ..cmiiw ya..

Nanti pukul 00.00 berarti sdh 48jam tp ASI masi blom keluar jg..kira2 apa yg harus dilakukan Чα? Krn ortu nya sdh panik, kasian katanya bibir baby kering
:(
Sbg info, babynya masi blm mau menghisap puting, sibuk nengok2 kesana kemari, puting lecet krn posisi yg salah kayanya ( saya beda kota dgn adik saya shg susah mengajarinya)
PD ibu sdh dipijat, dikompres, tp masi blom keluar juga
Saya khawatir ibu panik jd malah dikasi sufor :(

Jenis kelamin baby laki2, 3.4kg bb lahir

Mohon pencerahannya ya kira2 tetap ditunggu sampe keluar meski sdh lewat 48 jam atau gimana ya?



Thanks
Ika
Sent from my WhiteBerry® smartphone supported by My Luvly Husband
10b.

Re: newborn ASI blm keluar

Posted by: "alifah davida" alifah.davida@gmail.com   alifah_davida

Wed Nov 9, 2011 8:06 pm (PST)



Mbak Ika,
mencari ASI donor? sambil ibu terus berusaha perah ASI. Kemungkinan ibu
semakin stress karena merasa ASI-nya tidak keluar, jadi malah tidak keluar.
dengan adanya ASI donor, mungkin bisa membuat ibu merasa relieve sedikit,
tekanan menurun, jadi ASI bisa lancar keluar. Trus encourage untuk menyusui
yah. dukung dengan kalimat2 positif, bikin relax.
Rajin perah, massage, keluar gak keluar dirutinin aja, tanpa tekanan (kalau
perlu botolnya ditutup kertas) biar gak keliatan :)

regards,

--alifah--

[Non-text portions of this message have been removed]

10c.

Re: newborn ASI blm keluar

Posted by: "Sisilia" sisil.mahadaya@gmail.com   caeciliapudjiastuti

Wed Nov 9, 2011 8:11 pm (PST)



Mbak Ika,

Selamat ya atas kelahiran keponakan mbak... Terima kasih sudah bersedia sharing keadaannya di sini.

Isapan bayi memang rangsangan terbaik untuk payudara ibu, jadi sudah tepat ya mbak, keponakannya terus disusui. Yang mungkin perlu diperhatikan, seperti mbak bilang adalah, posisi dan perlekatan. Bila mungkin mencari bantuan dr tenaga kesehatan setempat untuk membantu dan mendampingi agar ibu memahami posisi dan perlekatan yang baik.

Perlu diketahui juga, bahwa asi di awal kelahiran itu memang masih sangat sedikit keluarnya, bahkan seringkali banyk ibu yang tidak tahu bahwa asinya sudah keluar, karena hanya berupa tetesan dan kadang tersamar dengan air liur bayi. Jadi, mungkin mbak bisa informasikan dan dukung ibu supaya tidak mencemaskan kecukupan asinya.

Ibu terus menyusui dengan perlekatan dan posisi yang tepat. Selain itu, mungkin bisa juga minta bantuan nakes terdekat untuk belajar memerah. Memerah asi bukan untuk mendapatkan kucuran asi yang banyak, tetapi memberikan rangsangan bagi payudara ibu.


Oiya, boleh tau, adik mbak ada di kota mana?

Semoga tetap semangat dan sabar ya mbak.. Ditunggu updatenya di sini

Salam,
Sisil

@sisilmahadaya
10d.

Re: newborn ASI blm keluar

Posted by: "JUROH_Rohmanah@yamaha-motor-elec.co.id" JUROH_Rohmanah@yamaha-motor-elec.co.id

Wed Nov 9, 2011 8:14 pm (PST)



Mbak,

Pengalaman kemarin anak kedua, saya baru keluar asi di hari ketiga....

Biasanya di rumah sakit, setiap 2 jam sekali si baby di kasih ke kita
selama kurleb 1/2 jam untuk di susukan (walopun asi belum keluar) untuk
merangsang produksi asi itu sendiri....

Kalo di RS tempat adenya mbak ada klinik laktasi ato sentra laktasi, coba
konsul.....Ato minta perawatnya untuk mijat area PD kita... ato minta
ajarin untuk pijat sendiri ..... Sebelum pijat, kompres dulu dengan air
hangat....

Mohon maaf tidak membantu...

Salam buat adenya mbak...
Bunda2F

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Yahoo! Health

Memory Loss

Are you at risk

for Alzheimers?

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: