Monday, November 7, 2011

[sehat] Digest Number 16441

Messages In This Digest (19 Messages)

Messages

1a.

Re: Look at the Baby, Not the Scale

Posted by: "Sativa Huang" sativahuang@gmail.com   sativahuang

Mon Nov 7, 2011 2:31 am (PST)



Hi Mom,
Salam kenal juga.
Terima kasih buat sharingnya.
Yap, seperti yang ada di tulisan, jangan lihat melulu ke timbangan, karena
banyak faktor lain, termasuk genetik yang menentukan perkembangan anak,
jika sudah check dan recheck bahwa status gizi anak tidak masalah.

Senang mendengar artikelnya bisa bermanfaat untuk Moms.

Sehat selalu.

Salam,

[Non-text portions of this message have been removed]

1b.

Re: Look at the Baby, Not the Scale

Posted by: "Bunda Daffyisa" bunda.daffyisa@yahoo.com   bunda.daffyisa

Mon Nov 7, 2011 2:38 am (PST)



Wah,pak sativa,link2 nya selalu berharga...
Akan saya baca segera.
Terimakasih ya pak.
Sehaat selalu.

~Ade~

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "wulan" wulan.wuls@gmail.com   wulanokey

Mon Nov 7, 2011 2:32 am (PST)



Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan..

Rgds,
- Wulan -
@wulsnih

3.1.

Re: (TANYA) baby 6bln, start MPASI 5hr tidak BAB

Posted by: "aqeela1111@yahoo.com" aqeela1111@yahoo.com   aqeela1111

Mon Nov 7, 2011 2:40 am (PST)




Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: "fenicute" <fenicute@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Sun, 06 Nov 2011 13:09:43
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] Re: (TANYA) baby 6bln, start MPASI 5hr tidak BAB


Pak Sativa,

balik ke judul, baby ku hari ini makan pir xiang lie dikukus, hari ke 6 dan tetap belum BAB.
what should i do?

tx
--- In sehat@yahoogroups.com, Sativa Huang <sativahuang@...> wrote:
>
> Hi Moms,
> Iron fortified cereal merupakan salah satu yang disebutkan oleh AAP
> untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak:
>
> First AAP recommendations on iron supplementation include directive on
> universal screening
> http://aapnews.aappublications.org/content/early/2010/10/05/aapnews.20101005-1.long
>
> According to the report, children between the ages of 6 and 12 months
> should receive 11 mg of iron each day. Toddlers up to age 3 should
> receive 7 mg a day. That iron is best delivered by eating red meat,
> iron-fortified cereal, vegetables containing iron and vitamin C, which
> augments the absorption of iron.
>
> Bagaimana dengan bahan pengawet, pewarna, pemanis buatan di suplemen
> zat besi? :)
>
>
> Salam,
>




[Non-text portions of this message have been removed]

3.2.

Re: (TANYA) baby 6bln, start MPASI 5hr tidak BAB

Posted by: "aqeela1111@yahoo.com" aqeela1111@yahoo.com   aqeela1111

Mon Nov 7, 2011 2:41 am (PST)




Sent from BlackBerry® on 3
4a.

Re: [sehat] (Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng

Posted by: "thesa rachmawati" esa_sara@yahoo.com   esa_sara

Mon Nov 7, 2011 2:47 am (PST)



Baiklah, saya jg ingin berbagi pengalaman.
Waktu itu kami sedang mudik ke tegal. Anak saya (1,5th) panas tinggi sudah hari ketiga disertai batuk menggonggong (serem bgt suaranya). Saya tanya teman utk rekomendasi siapa dokter anak yg biasa menjadi langganannya. Ditunjukkanlah dokter yg terkenal bagus (menurutnya) d kota bahari itu.

Saya pun k sana. Konsultasi singkat krna pasien si dokter berderet-deret. Rupanya termasuk dokter laris

Diresepkanlah 5 macam obat. Salah satunya AB..dan puyer
Saya bertanya sebelumnya 'dok, apa memang perlu diberikan AB'
Dan apa jawaban si dokter? Dgn ketusnya menjawab 'ya terserah ibu, kalo itu anak saya, saya akan langsung kasih' duuh
jawabannya ngga bgt kan?

Tp singkat cerita, tentu saja obatnya tdk sy berikan, setelah konsul dgn salah satu dokter d milis ini via twitter.

Batuk menggonggong itu ternyata laringitis yg bisa disebabkan oleh virus.
Anak saya nempel mimik asi terus slama sakit itu..ga mau makan sama sekali

Maaf kepanjangan yaa..smoga bermanfaat

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "ChiciErnest" <chici.ernest@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 7 Nov 2011 08:55:04
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] (Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng'

Thanks for sharing yaa... ^^

Kalau saya skr bingung ditanya DSA anak saya siapa? Hehehe... Dokternya ganti2 siapa aja yang lg praktek di markas itupun hanya vaksin..
Terakhir ke DSA unt berobat kira2 2thn 3bln yg lalu! Tulisan DSA terakhir di buku kesehatan anak saya.. Tulisannya Bunda Wati: Baca..Baca..Baca..!!! Bulan agustus thn 2009!!

Maap OOT


Regards,
@chiciernest


[Non-text portions of this message have been removed]

4b.

Re: [sehat] (Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng

Posted by: "anggania@yahoo.com" anggania@yahoo.com   anggania

Mon Nov 7, 2011 3:41 am (PST)



Tx 4 the sharing. Justru dg begini bisa membuka mata masyarakat. Moga pengalaman penulis ga terulang lagi, dan jadi pelajaran buat kita semua.
Sekarang juga nyari dokter yg RUM jg masih susah. Apalagi di kota2 kecil yg tidak banyak pilihan dsa-nya
RS umum yg termasuk muahal pun dsanya jg blm tentu RUM. Bahkan kadang ada beberapa dari mereka terkesan ga suka kalo pasiennya "kritis"
Semoga edukasi masyarakat ttg dunia kedokteran bisa terus berkembang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan dokter itu sendiri sehingga meminimalisir kemungkinan salah obat or bahkan mungkin malpraktik.

*maaf jika tidak berkenan
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
5a.

Re: Stimulasi utk anak prasekolah

Posted by: "Finda" finda_fitrianita@yahoo.com   finda_fitrianita

Mon Nov 7, 2011 2:48 am (PST)



Dear SPs,
Thanks advicenya. Aq save semua :)
Berarti intinya, ajarkan kemandirian, paparkan dia pada 'dunia' sebanyak mungkin dan biarkan dia memilih apa yg dia mau.


Regards,

Finda
*senang, selalu dpt pencerahan dr milis ini*


Sent from my nZo•Berry®

-----Original Message-----
From: "dewi_bundAtha" <bundatha@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 7 Nov 2011 03:20:24
To: Milis sehat<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Stimulasi utk anak prasekolah

Maaf kalo OOT... :)

Jadi keinget teman sy..anaknya skitar 3.5th...dimasukkin Les Calis (baca-tulis)sy kurang tau pake Tung (berhitung) atau ga..
Begitu anaknya ga mau les,ibunya kalang kabut + jd bete... :(
Koq jadi kasian anaknya yaa... :'(
Kasian ibunya juga terlalu terobsesi anaknya "pintar" mungkin yaa...

sekali lagi maaf kalo OOT... :)

-dewi-
*sambil beberes rumah :)


[Non-text portions of this message have been removed]

6.1.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "Bunda Daffyisa" bunda.daffyisa@yahoo.com   bunda.daffyisa

Mon Nov 7, 2011 2:55 am (PST)



Dear all,maaf klo thread ini sudah di tutup
Hanya ingin menanggapi ini:

Mba Meeree :(maaf klo slh tulis)
"Klo benefit sufor apa ya?mnrut sy sie gakada. Klo saya, lbh baik air putih drpd sufor bt campuran MPASI nya, lbh baik lg ya teteup ASIP"

Saya menghela nafas dulu yah,urut dada persisnya...
Pertama,klo sufor itu ga ada apa2nya,ga akan lah WHO kasi dia di tempat ke 4 utk makanan utama bayi. Pertama,menyusu langsung,lalu asi perah ibunya, kemudian asi donor,baru sufor. Maaf sdg tak bs cari link. Bagaimana mungkin bs air putih lebih baik drpd sufor?

Kedua,saya member jg di milis mpasi rumahan,meski baru sebulan yg akan datang baby kayy mpasi. Hasil diskusi di sana, jk tak bs dg asi,maka lbh baik dg sufor utk mengencerkan mpasinya,krn jelas sufor punya nutrisi lbh baik drpd air putih.

Ketiga, saya ibu yg harus mix asi dan sufor utk bayi saya. Apakah saya telah memberikan makanan yg buruk utk bayi saya? Saya TIDAK. Terserah orang lain berpikir apa. Barangkali bbrp sps msh ingat dg curhat saya soal asi bbrp bulan y.l,dan percaya atau tidak,hampir 5 bulan bayi saya,saya msh berjuang dg ASI saya,tapi tetap saya HARUS tambahkan sufor untuknya.

Plis,be wise.
Asi yang terbaik.
Tapi sufor juga bukan racun.

Maaf menyimpang dari topik.

Salam bergandengan sesama ibu pejuang,

Ade madaff.

6.2.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "Pamelia Yulianto" hidupsehat.pam@gmail.com   pamelia_yulianto

Mon Nov 7, 2011 2:57 am (PST)



@mb Meiree
"Klo benefit sufor apa ya?mnrut sy sie gak ada. Klo saya, lbh baik air putih drpd sufor bt campuran MPASI nya, lbh baik lg ya teteup ASIP "

Hmm 6 kata terakhir betul n setuju, selebihnya krg setuju ditulis sedemikian ekstrem, terutama krn bs menyakiti perasaan ibu2 yg memberikan sufor sama anaknya, dibilang ksh sesuatu yg ga 'berguna'

Maaf ya kl ada (banyak) yg krg berkenan :) biasa, I'm just being me hehehehe

- p a m e l i a -
"Stop Judging, Start Supporting"

Powered by my children's existance

6.3.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "meiree2605@yahoo.com" meiree2605@yahoo.com   meiree2605

Mon Nov 7, 2011 3:30 am (PST)



"Klo benefit sufor apa ya?mnrut sy sie gakada. Klo saya, lbh baik air putih drpd sufor bt campuran MPASI nya, lbh baik lg ya teteup ASIP"

Mohon di liat case nya apa ya bunda. Klo ASI sdh max di perjuangkan, tp hslnya minim, msh bs cari donor ASIP. Klo pun tdk bs jg, silahkan sufor. Sy tidak pernah bilang "sufor itu racun".

Case di atas mksudnya, utk cmpuran MPASI, "klo sya lebih baik air putih", klo ada ASIP ya lbh baik lg. **bacateliti, itu klo sya, klo yg lain trserah aja. Masih menurut saya, dr salah satu tulisan yg sy baca, banyak resiko sufor (nanti sy japri tulisan nya).

Silahkan dg pilihan msg2, tentunya dg belajar dan belajar. Buat sya, ASI adlh hak, masa depan, sesuatu yg sangat berharga bagi buah hati yg sudah dipercayakan olehNya utk sya, sudah selayaknya di perjuangkan maksimal+tdk mudah menyerah

cmiiww
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
6.4.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "diah satrio" diahfa@yahoo.com   diahfa

Mon Nov 7, 2011 3:40 am (PST)



Aduuuhh kyknya trit ini sdh berkepanjangan deh..

Knp jd melebar ke arah sufor vs asip??
Maslah ini sdh pernah didiskusikan panjang lebar, pinjem istilah mba pam : 'stop judging,start supporting'

Mods, mohon bener2 diclosed saja trit ini. Diskusi mslh kesehatan yg lain saja.
Makasih

Salam
Diah

6.5.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "Bunda Daffyisa" bunda.daffyisa@yahoo.com   bunda.daffyisa

Mon Nov 7, 2011 3:51 am (PST)



Setuju.

Saya tidak akan tanggapi lagi.

Saya yang paling tau sudah sejauh mana saya berjuang.
Semua ibu pasti lakukan yang terbaik untuk anaknya.

Oya,mba meeree, makasi telah men japri ya.

Salam,

Ade
*signature nya mba pam 'sesuatu banget' yak. Luv it very much.

[Non-text portions of this message have been removed]

6.6.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "Bong Mi Yun" bongmiyun@gmail.com   bongmiyun

Mon Nov 7, 2011 3:51 am (PST)




Maaf memperpanjang thread,

IMO , untuk meningkatkan kalori MPASI, kalo tidak bisa pake asip, sufor
salah satu pilihan yg cerdas. Buat orang tua yg berjuang meningkatkan BB
anaknya, kalo bisa jangan kasih air putih scr air putih itu no kalori.

Kalo orang tua yg BB anaknya berlebihan, memang mendingan air putih agar
intake kalori tdk berlebihan. Fyi, sampe sekarang saya masih pake UHT
(klo udah diatas 1 thn) buat masak makanan baby saya 16 bulan scr sayang
sama asip (padahal stock asip masih banyak di freezer).

Regards,
Mi Yun

7a.

Re: [sehat] (Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng

Posted by: "yoga pranata" doyogh@gmail.com   doyogh

Mon Nov 7, 2011 3:06 am (PST)



Aduuuh...ini artikelnya provokatif bgt sih judulnya.maksudnya baik mau
ngingetin tp esensinya harusnya bukan soal dr laris n cespleng.uda
gitu pas baca jadi kasian sama yg nulisnya.terlihat bgt bahwa banyak
bgt mengenai hal mendasar kesehatan anak yg masih blm dkuasai sama si
penulis sbg orang tua.uda gitu mind-setnya jg perlu dperbaiki,kita ke
dokter untuk konsultasi,menegakan diagnosis,bukan untuk minta obat dan
cepet sembuh.gmn kalo kita PESAT-kan aja lah penulis artikel kaya
gini,ini dbaca oleh banyak orang loh,bayangin...message yg nyampe ke
para pembacanya coba? btw,suka bgt ama postingan mba chici:
BACA,BACA,BACA.

On 11/7/11, rezka MommaAZKA <lopelope_funky@yahoo.com> wrote:
> http://m.kompasiana.com/post/ibu-dan-anak/2011/11/07/hati-hati-dengan-dokter-laris-dan-ces-pleng/
>
> Hati-hati dengan Dokter Laris dan ‘Ces Pleng’
>
> Oleh: Edy Priyono | 07 November 2011 | 12:49 WIB
>
> 
>
>
> Dokter laris artinya dokter yang pasien-nya banyak. Untuk berobat antreannya
> panjang, bisa sampai ratusan. Tidak jarang nomor antrean mesti diambil hari
> sebelumnya. Sementara itu dokter ces pleng (catatan: ini istilah saya saja,
> karena tidak menemukan istilah lain yang pas) adalah dokter yang bisa
> membuat pasien-nya ‘cepat sembuh’. Kalau pasien punya gejala demam,
> misalnya, satu atau dua kali minum obat yang diberikan atau diresepkan
> langsung hilang demamnya.
>
> Secara alamiah, kita â€"artinya: termasuk saya sendiriâ€" suka dengan dokter ces
> pleng itu tadi. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau dokter ces pleng
> biasanya pasiennya banyak. Memang, ada juga dokter-dokter yang laris bukan
> karena ces pleng, tapi karena enak diajak komunikasi, bisa mensugesti
> (positif) pasiennya, ramah, dsb. Tapi dalam banyak kasus, kelarisan dokter
> terkait erat dengan keces-plengan.
>
> Tapi ternyata dokter laris dan ces pleng ternyata tidak selalu memberikan
> pengalaman baik, bahkan bisa bikin kita deg-degan. Contohnya adalah apa yang
> saya alami terkait dengan pelayanan dokter anak (untuk anak-anak saya, tentu
> saja).
>
> Sejak menikah hingga anak-anak (ada 2, laki-laki dan perempuan) masih
> balita, saya tinggal di Jakarta. Waktu anak pertama saya lahir, kami (saya
> dan istri) masih ‘buta’ tentang dunia perdokteran, alias tidak tahu mesti ke
> dokter anak yang mana sebaiknya. Akhirnya, saya ingat salah satu nasihat
> yang pernah disampaikan guru agama waktu masih sekolah dulu:”Kalau ragu,
> ikutilah kelompok yang terbesar..”. Saya menginterpretasikan: Berarti cari
> dokter yang pasiennya banyak..
>
> Akhirnya kami memilih dokter yang tinggal tidak terlalu jauh dari tempat
> kami tinggal. Pasiennya benar-benar banyak, dan dokter itu juga memang ces
> pleng. Kalau anak saya kena radang tenggorokan (ISPA) â€"salah satu penyakit
> yg paling banyak diderita anak-anakâ€" cepat sekali bisa disembuhkan oleh sang
> dokter. Hampir pada semua kasus, obatnya belum habis, anak saya sudah sembuh
> (meskipun obatnya tetap harus dihabiskan, karena jenisnya anti-biotik). Saya
> pun tak segan merekomendasikan dokter itu kalau pas ada teman yang bertanya
> tentang dokter anak yang bagus. Juga waktu anak kedua kami lahir, kami tetap
> menjadi pelanggan dokter itu.
>
> Sampai kemudian kami sekeluarga harus pindah ke luar Jakarta, tepatnya: ke
> Bekasi. Beberapa bulan tinggal di Bekasi, kami tetap ‘istiqomah’ dengan
> dokter di Jakarta itu. “Repot sedikit tidak apa-apa lah, yang penting kita
> sudah cocok dengan dokter itu, dan terbukti memang dia bisa membuat
> anak-anak saya cepat sembuh,” begitu pikir kami.
>
> Tapi lama-lama tidak tahan juga.. Kemacetan lalu lintas, plus waktu tunggu
> yang sangat lama, akhirnya membuat kami ‘insyaf’. Apalagi di Bekasi kemudian
> mulai berkembang beberapa rumah sakit ibu dan anak yang merupakan cabang
> rumah sakit di Jakarta. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa
> dokter anak di Bekasi saja. Lagipula, kami menyimpan buku catatan kesehatan
> anak-anak dengan rapi, sehingga dokter baru nanti tidak akan mulai dari nol,
> dia bisa melihat riwayat kesehatan dan penyakit anak-anak saya, termasuk
> obat apa saja yang diberikan oleh dokter sebelumnya.
>
> Suatu ketika, anak saya sakit, biasa: radang tenggorokan, dengan gejala
> demam.. Kami pun membawanya ke dokter (yang di Bekasi).
>
> Selesai pemeriksaan, sang dokter melihat-lihat buku catatan kesehatan anak
> saya. Rupaya dia ingin melihat obat apa saja yang pernah dikonsumsi anak
> saya, sebelum memutuskan untuk menulis resep.
>
> “Wow…”, komentar sang dokter. Tidak keras, tetapi pilihan kaata “wow” itu
> membuat saya kaget.
>
> “Ada apa, dok?” tanya saya spontan.
>
> Kami kemudian terlibat dalam sebuah diskusi dengan sang dokter. Dia
> menyampaikan, bahwa dokter sebelumnya (itu artinya yang di Jakarta, yang
> laris dan ces pleng tadi itu) selalu memberikan obat anti-biotik ke anak
> saya dalam dosis yang cukup tinggi. Ternyata ada kisaran takaran obat untuk
> anak sesuai dengan umur dan gejala sakitnya. Obat yang diberikan dokter lama
> memang masih dalam kisaran itu, tapi selalu ada di ambang/batas atas. Jadi,
> sekedar ilustrasi, misalnya kisarannya adalah 6-10 satuan, anak saya selalu
> diberi 9 satuan..
>
> Saya pun berfikir: Pantas saja selalu cepat sembuh…
>
> Padahal, obat â€"khususnya: anti-biotikâ€" katanya punya sifat yang membuat
> penyakit ‘resisten’. Artinya, kalau biasa diberi 9 satuan, maka lama
> kelamaan pasien tidak akan sembuh dengan 9 satuan, tapi harus dengan dosis
> yang lebih besar (mis: 10 satuan).
>
> Dokter (yang di Bekasi) itu kemudian menawari agar anak kami diberi obat
> yang dosisnya lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Kami setuju, meskipun
> itu harus ‘dibayar’ dengan rasa deg-degan pada 1-2 hari pertama (setelah
> dari dokter), karena gejala sakit anak saya hilangnya relatif lambat, tidak
> cepat sembuh seperti sebelumnya (dengan dokter lama).
>
> Saya kemudian menyempatkan diri berdiskusi dengan teman yang lebih mengerti
> masalah kesehatan. Teman saya itu menyampaikan, bahwa secara umum
> dokter-dokter di Indonesia itu ‘bias anti-biotik’, artinya terlalu cepat dan
> sering memberikan obat anti-biotik. Padahal, seperti tadi disinggung,
> katanya anti-biotik itu bisa membuat efek ‘kebal’ bagi penyakit. “Waduh,
> kalau anti-biotik saja punya efek seperti itu, apalagi kalau diberikan dalam
> dosis yang relatif tinggi, ” pikir saya.
>
> Untuk orang awam seperti saya, hal itu dilematis. Satu, kita sebagai pasien
> (atau orang tua pasien) awam tidak tahu sama sekali tentang obat apa yang
> sebaiknya diberikan, jadi pasrah bongkokan saja ke dokter, mau diberi obat
> apa saja kita manut. Dua, kalau dosisnya tinggi, anak cepat sembuh, tapi
> katanya penyakitnya bisa kebal. Tapi kalau dosisnya rendah, sembuhnya lama.
> Bagaimana kita bisa membedakan antara lama sembuh karena memang harusnya
> demikian, atau lama sembuh karena obatnya salah? Atau jangan-jangan malah
> mungkin diagnosa penyakitnya kurang tepat?
>
> Dalam beberapa kasus, setelah diberi obat dengan dosis lebih rendah, karena
> gejala sakitnya tidak cepat hilang, kami terpaksa membawa anak kembali ke
> dokter yang sama sekedar untuk memastikan bahwa kondisi anak saya sudah
> membaik (karena secara fisik kami sulit menilai). Dan itu artinya mesti
> keluar uang ekstra, karena dokternya kemudian menyatakan, “Oh, sudah
> membaik, Bapak/Ibu.. Sabar aja, memang prosesnya demikian,”. Tidak ada
> tindakan lanjutan apa pun, tapi ya tetap saja, meskipun cuma bilang begitu,
> ongkos dokter yang harus kami tanggung sama…
>
> Akan tetapi, saya memetik satu pelajaran dari kasus ini. Saya kemudian
> menjadi lebih berhati-hati dengan dokter yang laris dan ces pleng. Kita
> mesti kritis, dokter itu laris karena apa? Kalau karena ramah, mudah diajak
> berdiskusi, membuat pasien merasa nyaman, dsb, ya tidak masalah. Tapi kalau
> dokter itu laris karena membuat pasien cepat sembuh, itu saatnya kita
> berhati-hati. Tidak tertutup kemungkinan memang dokter itu jago, tapi tidak
> tertutup kemungkinan pula dia membuat pasien cepat sembuh karena memberikan
> obat dalam dosis relatif tinggi seperti yang terjadi pada anak saya itu..
>
> Saya pribadi percaya, bahwa masih banyak dokter yang baik, jujur, dan
> berdedikasi. Tapi, kembali ke pameo yang sempat populer: Dokter kan juga
> manusia..
>
> Semoga bermanfaat.
> salam from mommaazkaberry

--
Yoga
yang lagi sama-sama belajar
Yayasan Orang Tua Peduli
www.milissehat.web.id

7b.

Re: [sehat] (Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng

Posted by: "samsul na" samsulna@gmail.com   samsul_na

Mon Nov 7, 2011 3:28 am (PST)



sedih .... Sepertinya ini gambaran umum ortu di indonesia yg kurang
melek kesehatan..

Sama spt dr Yoga, penulisnya terkesan sama sekali tidaka menguasai
ilmu kesehatan dasar, akhirnya anak selalu yg jadi korban..

Coba yg punya contactnya, tlg di hubungi beliau utk diajak ikut Pesat
ato setidaknya join milis agar pemahamannya improved.

Thanks,
Samsul

8a.

Re: OOT: tanya buku Q & A smart parents for healthy children

Posted by: "nolanakocu@yahoo.co.id" nolanakocu@yahoo.co.id   nolanakocu

Mon Nov 7, 2011 3:27 am (PST)



Hi mbak..

Kmrn sy beli di gramedia metropolitan mall, bekasi.

SOL

-Nola-
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
9a.

Re: Anak gak suka air putih>6m, was: Anak suka sekali air putih

Posted by: "Bong Mi Yun" bongmiyun@gmail.com   bongmiyun

Mon Nov 7, 2011 3:29 am (PST)



Dear mba Arel.

Ini babyku banget. Umur 6 bulan lebih sehari aku coba2 kasih minum air
putih, eh malah yg ada di lepeh dan mukanya anehhhhh bgt.... habis itu
asal minum air putih selalu pake acara muntah *tepok jidat*

Buat temennya MPASI anakku bukan air putih atau kaldu tapi asip, krn
cuma ini satu2nya yg dia mau.... Awal2 aku sangat khawatir sampe sempat
sharing ke milis sebelah...

Skrg babyku 16 bulan, abis makan, minumnya masih asip (ini kulakukan
buat ngeboost BB nya aja scr BB nya 3 bln ngga naik krn ADB)... tapi
skrg klo haus dia bisa minta sendiri : "mau minum air" katanya....
dikasih lumayan doyan kok...

Regards,
Mi Yun

10a.

Re: Tanya :Batita Jalan Jinjit

Posted by: "WienTha" Muhammad.athaya@gmail.com

Mon Nov 7, 2011 3:35 am (PST)



Mba
Cmn mau nambahin sebaiknya anaknya dikasih pengertian kalo jalannya jgn jinjit*bilang aja mba jg jalannya ga jinjit kan*,, sambil terus qtnya ngingetin buat jalan normal, jangan bosen ya mba ngigetinnya :),,smbl dicoba sarannya mba hilda,dan kalau dia msh jinjit terus2an setiap jalan tanpa mau jalan biasa bisa konsul ke dsanya soalnya anak2 yg jalannya terus2an jinjit *bukan kadang2 jinjit, spt kalo lantai kotor/basah* akan ngaruh ke tumbangnya
But no worries ya mba,,ajarin aja dl anaknya siapa tau dia jinjit gr2 ga suka permukaan tempat kaki menapak

Maap kalo tdk berkenan

Br

Wiwinn
Powered by AthayArkanaBerry®
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Health

Achy Joint?

Common arthritis

myths debunked.

Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: