Monday, November 7, 2011

[sehat] Digest Number 16438

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Apakah obat sinse b*nahong aman buat ibu menyusui? From: Amanda Kania P
2.
Bincang imunisasi aman di metro, sekarang From: polarlander74@yahoo.co.id
3a.
Re: Anak suka sekali air putih From: purnamawati.spak@cbn.net.id
4a.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: Amanda Kania P
4b.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: purnamawati.spak@cbn.net.id
4c.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: hilda iriany
4d.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: roxiefoxy@yahoo.com
4e.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: kusuma_ayu3@yahoo.com
4f.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: Inta
4g.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: uyung_honey@yahoo.com
4h.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: jtriekowati@yahoo.com
4i.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom From: Elga Soeardi
5a.
Re: tali pusat hampir lepas From: purnamawati.spak@cbn.net.id
5b.
Re: tali pusat hampir lepas From: baretaramadhani@gmail.com
5c.
Re: tali pusat hampir lepas From: ela.batubara@gmail.com
5d.
Re: tali pusat hampir lepas From: anastasia.sabon@yahoo.com
6a.
demam 42jam,kaki dingin From: pritameani syafa at
6b.
Re: demam 42jam,kaki dingin From: Hilda
6c.
Re: demam 42jam,kaki dingin From: Elga Soeardi
7a.
Re: Terinfeksi TB From: checherose43@yahoo.com
8.
(Tanya) Lepas IUD From: dewi_bundAtha
9.
Re: FW: Seteven Johnson Syndrom. From: aman.alger@gmail.com
10.
(Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng' From: rezka MommaAZKA
11a.
HB rendah, rawat inap & kemungkinan transfusi (KMC) From: Hari Rahmi
11b.
Re: HB rendah, rawat inap & kemungkinan transfusi (KMC) From: tristanathan

Messages

1a.

Re: Apakah obat sinse b*nahong aman buat ibu menyusui?

Posted by: "Amanda Kania P" amandaunique@yahoo.com.au   amandaunique

Sun Nov 6, 2011 9:42 pm (PST)




Dear, gak ngerti klo binahong, pengalaman hbs lahiran disuruh minum pian zi huang nih.

Eh, obat dah abis, br dikasih tau dokter gk boleh minum obat itu. Krn resiko sembuh gk sempurna antara bagian luar dn dalam, dan kl hamil yg kedua di sesar jg, katanya bs jadi lebih susah krn ada perlengketan gt.

saya pribadi sih belum hamil lagi. Tp dr pengalaman pribadi kmrn, ASI br keluar pas 5 hr, dn bekas cesar sempat basah lg pa sekitar semingguan, tp sm dokter cm disuruh bnyk makan protein supaya cepet regenerasi dn ksh NaCl aja tuh.

Amanda
-gk potek biar nyambung-

--- In sehat@yahoogroups.com, Sativa Huang <sativahuang@...> wrote:
>
> Hi Mom,
> Kalau biasanya untuk operasi, sukanya disarankan obat Pian Zi Huang:
>
> http://www.99tcmpharmacy.com/shopping/shopexd.asp?id=64
> Main indications: Use for helping acute or chronic livers and
> gallbladders disease, and disorders caused by the inflammation.
> Directions: Take 2 capsules 3 times a day.
> Packing: 0.3g X 6 capsules / box
> Ingredients:
>
> Gardenia (fruit)
> Reishi (fruiting body)
> Tienchi ginseng (root)
> Curcuma phaeocaulis (root tuber)
> Caution: Do not use if pregnant and lactation.
>
> Sebenarnya ini obat anti-inflamasi, bisa cari alternatif lain yang
> safe untuk menyusui, ke dokter lain misalnya, dan cek lain
> kandungannya.
>

2.

Bincang imunisasi aman di metro, sekarang

Posted by: "polarlander74@yahoo.co.id" polarlander74@yahoo.co.id   polarlander74

Sun Nov 6, 2011 9:44 pm (PST)



Talkshow menarik. SOL fitri
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
3a.

Re: Anak suka sekali air putih

Posted by: "purnamawati.spak@cbn.net.id" purnamawati.spak@cbn.net.id

Sun Nov 6, 2011 9:45 pm (PST)



Dear all

Tanpa mengurangi rasa hormat, saya tidak setuju dg pemberian air putih pada bayi kurang dari usia 6 bulan.

Mungkin buat sebagian kita, hal ini seolah sepele (toh hanya kurang dari 60 ml).
Saya tidak sepakat
Di bawah usia 6 bulan .... Baik bayi asi eksklusif maupun bayi susu formula, tidak butuh tambahan air putih

Kalau masih ingat salah satu perjuangan "berat" para penggiat asi di awal 2004 adaah, meyakinkan para ibu dan nenek agar tidak memberikan tambahn air putih pada bayi berusia belum 6 bulan.

Indonesia punya banyak masalah terkait asuhan nutrisi buat bayi
Baik urban maun0 rural
Jadi "pembolehan" pemberian air putih bisa berdampak baiik di tataran mikro maupun makro

Wati

Patient Safety, first

4a.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "Amanda Kania P" amandaunique@yahoo.com.au   amandaunique

Sun Nov 6, 2011 9:47 pm (PST)



Turut berduka cita ya mba, smoga alm diterima di sisi-Nya dan keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.
Semoga bs diambil hikmahnya ya..

Amanda

4b.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "purnamawati.spak@cbn.net.id" purnamawati.spak@cbn.net.id

Sun Nov 6, 2011 10:00 pm (PST)



Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya

Wati
Patient Safety, first

4c.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "hilda iriany" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Sun Nov 6, 2011 10:19 pm (PST)



Turut berduka cita yg sedalam2nya

-hilda-

[Non-text portions of this message have been removed]

4d.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "roxiefoxy@yahoo.com" roxiefoxy@yahoo.com   roxiefoxy

Sun Nov 6, 2011 10:25 pm (PST)



Turut berduka cita ..

Menda
Mamanya Gabriel n Laskar
Powered by Telkomsel BlackBerry®
4e.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "kusuma_ayu3@yahoo.com" kusuma_ayu3@yahoo.com   kusuma_ayu3

Sun Nov 6, 2011 10:45 pm (PST)



Turut berduka cita sedalam2nya mba hari, miriiisss..
Powered by Telkomsel BlackBerry®
4f.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Sun Nov 6, 2011 10:49 pm (PST)



Mba,

Turut berduka cita yah.

Regards,
Inta
@Intamaesarinta
terkirim dari henponkuh

4g.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "uyung_honey@yahoo.com" uyung_honey@yahoo.com   uyung_honey

Sun Nov 6, 2011 10:50 pm (PST)



Turut belasungkawa sedalam2nya mba (sol).

Mama Sandi n Nanda

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Hari Rahmi <hari.rahmi@ericsson.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 7 Nov 2011 12:21:43
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] FW: Seteven Johnson Syndrom

Dear all,

Hari ini kerabat yang menderita Steven Jhnson Syndrom akhirnya berpulang ke sisi Allah SWT...setelah dirawat kurang lebih 2 minggu di RS Fatmawati.
Seminggu pertama sepertinya penangan nya tdk mengikuti tata laksana pasien luka bakar, karena sempat terjadi kulit pasien lengket ke seprei...setelah itu masuk ICU dan semalam koma lalu meninggal...

Masukan dari teman2 milis dan hasil browsing sudah disampaikan kepada keluarga dekat beliau dan kami sebenarnya sempat optimis karena banyak juga dari pengidap penyakit ini yang bisa sembuh, tetapi ternyata Allah menakdirkan lain.

Terima kasih buat teman2 yang sudah sharing (termasuk teman2 yang memberikan pengalaman lewat Japri)...

Salam,
Rahmi
________________________________
From: Hari Rahmi
Sent: Thursday, October 27, 2011 3:47 PM
To: 'sehat@yahoogroups.com'
Cc: Fibrisha Graciana
Subject: Seteven Johnson Syndrom

Dear all

Salah satu kerabat ada yang dirawat di ICU RS Fatmawati karena mengidap Steven Johnson Syndrom.

Keadaan sudah parah, kulit sampai lengket di seprei karena "meleleh"...tolong teman2 bila tahu adakah dokter di Jakarta ini yang tahu bagaimana cara menangani pasien dengan kondisi seperti ini ? dan best practice cara penangannya (mohon di kirim link nya)...
Saya takut salah penanganan karena punya pengalaman yang tdk mengenakkan mengenai "respond" yang didapat pasien di RS tersebut.

Terima kasih sebelumnya, salam

RAHMI SRINA HARI



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

4h.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "jtriekowati@yahoo.com" jtriekowati@yahoo.com   jtriekowati

Sun Nov 6, 2011 10:53 pm (PST)



Mba Rahmi

Turut berduka cita


Yuni
MomA2F
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
4i.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom

Posted by: "Elga Soeardi" elgasoeardi@yahoo.com   elgasoeardi

Sun Nov 6, 2011 11:06 pm (PST)



Turut berduka cita mbak..

Salam
Elga
@ elgasoeardi Sent from BlackBerry®
5a.

Re: tali pusat hampir lepas

Posted by: "purnamawati.spak@cbn.net.id" purnamawati.spak@cbn.net.id

Sun Nov 6, 2011 9:55 pm (PST)



Itu biasa kok dan gak bikin bayi rewel
Setuju, jangan betadin
Wati

Patient Safety, first

-----Original Message-----
From: Qiqie Mama Nayla <deswita.nashwa@gmail.com>
Date: Mon, 7 Nov 2011 12:36:33
To: sehat<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] tali pusat hampir lepas

SPs.. tali pusat klo sudah mau lepas digimanain ya? sudah ada bagian
yang kering tapi ada yang masih basah (jadi menggantung di bagian
masih basah).. baby nya jadi rewel banget.. dikasih betadin setelah
lepas semua?

qiqie
*ga sempet browsing dirumah cuma sama anak2 :(

[Non-text portions of this message have been removed]

5b.

Re: tali pusat hampir lepas

Posted by: "baretaramadhani@gmail.com" baretaramadhani@gmail.com

Sun Nov 6, 2011 10:09 pm (PST)



Mba qiqie..

Just sharing, waktu itu baby-ku ga aku pakein apa2 mba.. Sempet agak khawatir apa ga knp2 ya?
Tapi dr RS memang ga boleh dipakein apapun mba, kecuali berbau..

Baby-nya hari keberapa mba kalo boleh tau? Baby-ku baru copot tali pusarnya hari ke-10 tanpa dipakein apapun & begitupun sesudah lepas (ga dipakein apa2 jg).. Alhamdulillah ga knp2 kok mba :) asal jgn kena air dulu sblm lepas..

Mudah2an membantu ya mba..

-bareta
Proud to be itzel's mom
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
5c.

Re: tali pusat hampir lepas

Posted by: "ela.batubara@gmail.com" ela.batubara@gmail.com

Sun Nov 6, 2011 10:12 pm (PST)



Kl yg di lap pake alkohol itu gmn ?

Thank,
Ela


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
5d.

Re: tali pusat hampir lepas

Posted by: "anastasia.sabon@yahoo.com" anastasia.sabon@yahoo.com   anastasia.sabon

Sun Nov 6, 2011 10:16 pm (PST)



Dear mbak qiqie,

Pengalaman saya sih cuma dibersihin pakai alcohol swab aja kok.
Dibersihin 3 kali sehari.. Nanti juga copot sendiri.
Kalau pakai betadin takutnya makin lama keringnya.

Anas
MamanyaKeanu
Powered by Telkomsel BlackBerry®
6a.

demam 42jam,kaki dingin

Posted by: "pritameani syafa at" yazieta@yahoo.co.uk   yazieta

Sun Nov 6, 2011 9:55 pm (PST)



Uma (13bln) dah demam 42jam. Awalnya 38 pada sabtu magrib. Tengah malam sekitar 39 lebih (anaknya ga betah diukur suhunya), rewel hampir tiap jam nangis. Akhirnya kami beri parset. Siang dipijat. Sore dah mulai turun (tanpa parset), sempet mau jalan sndr n ketawa-ketawa. Maem msh mau. Malamnya mulai panas lg. Napas cepat~cepat. Pagi sktr 39 (baru diukur blm ada 1mt dah ga betah) n rewel, kasih parset lg. Maem mulai ogah2an. Kmrn tidak bab, tp jm 3an bab sedikit. Pagi-siang ini bab 3x yang mulai agak lembek cenderung diare. Kepala panas mpe perut, tp kaki dingin. Tangan tdk sepanas kepala/leher. Tetangga bilang, 'jangan2 kecetit'. Memang juga giginya mau tumbuh 3, atas tgh n taring kanan--taring kiri sdh tmbh. Wajar ga siy badan panas tapi kaki tidak? Beberapa x sempat keringatan trus turun panasnya. Biasanya mik asi aja keringatan. Hari ini gendongan terus padahal dah aktif jalan. Kata ART 'ngenteng-ngentengi' krn tmbh gigi n nambah kata. Oya, ada
semacam grenjelan d leher kanan. Kalaupun demam kqn tmbh gigi, biasanya brp lama? Trims sblmnya. Maaf kepanjangan. Baru x ini demam lbh dr 24jam.

6b.

Re: demam 42jam,kaki dingin

Posted by: "Hilda" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Sun Nov 6, 2011 10:04 pm (PST)



Punya catatan demamnya gak mbak?
Buat logbooknya gitu.
Jadi kita bisa pantau tren naik-turun demam. Termasuk catatan kpn diberi parasetamol.

Sabar ya. Paling2 common colds aja. Pakaikan kaus kaki klo emang kakinya dingin.

Mbaknya tenang ya, jgn panik. Makan ogah2an, ga masalah. Nanti balik normal lg selera makannya klo dah sembuh. Yg plg penting skrg adl intake cairannya. Minum - minum - minum. Sedikit2 juga gpp asal sering supaya terhindar dehidrasi.

-hilda-

6c.

Re: demam 42jam,kaki dingin

Posted by: "Elga Soeardi" elgasoeardi@yahoo.com   elgasoeardi

Sun Nov 6, 2011 10:12 pm (PST)



Mbak..ada gejala lain selain mau tumbuh gigi itu? Ky bersin2? Tanda2 mau batpil?
Dipantau terus aja gejala2 lainnya..asupan cairan dijaga.

Gak apa2 kok kakinya dingin, anak sy prnah begitu..spt kt mbak hil dipakein kaos kaki atau di hangatkan aj pake minyak telon smbil dimassage biar nyaman aj..

Dipantau dulu aja ya mbak..msh trlalu dini jg buat menyimpulkan..Insya Allah CC aja kok

Salam
Elga
*lg CC berat..baru ngerasain meler,demam,batuk,kuping sakit,tenggorokan gatel..pantes anak CC pasti rewel dan GTM
@ elgasoeardi Sent from BlackBerry®
7a.

Re: Terinfeksi TB

Posted by: "checherose43@yahoo.com" checherose43@yahoo.com   checherose43

Sun Nov 6, 2011 10:20 pm (PST)



Ok thx pak gendi atas pencerahan nya.

Salam sehat,
Cheche


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: gendi <gendij@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 7 Nov 2011 11:38:40
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Terinfeksi TB

*Apakah penderita TB paru dewasa, batuknya bisa sembuh dlm jangka waktu
lama sekitar 2 or 3 bln?*

Bila tidak resisten dengan obat TBnya, biasanya pengobatannya membutuhkan
waktu hingga 6 bulan. Namun begitu, bila OAT (Obat Anti TBC) nya diminum
sesuai dosis, kira2 dalam waktu 2-3 minggu hingga sejak minum obat,
dahaknya sudah tidak menular lagi, sehingga tidak perlu tuh di isolasi
selama 6 bulan.

Bila ternyata ada orang dewasa yang dahaknya mengandung kuman TBC,
sebaiknya diusahakan kontak seminimal mungkin dan bila kontakpun penderita
menggunakan masker.

Regards,
Gendi J - Father of 2


[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

8.

(Tanya) Lepas IUD

Posted by: "dewi_bundAtha" bundatha@gmail.com   abri_fajar

Sun Nov 6, 2011 10:22 pm (PST)



Siang semua :)

Mau tanya boleh ya? :)
Kalau mau lepas IUD memang harus pada saat lg Haid (tengah/akhir) ya? Alasannya kenapa?
Kalau ga pas Haid boleh ga?

Makasih :)
- Dewi -

9.

Re: FW: Seteven Johnson Syndrom.

Posted by: "aman.alger@gmail.com" aman.alger@gmail.com   amanalger

Sun Nov 6, 2011 10:23 pm (PST)



Turut Berduka Cita Sedalam-dalamnya.


Heru
Powered by Telkomsel BlackBerry®
10.

(Share) Hati-hati dengan Dokter Laris dan 'Ces Pleng'

Posted by: "rezka MommaAZKA" lopelope_funky@yahoo.com   lopelope_funky

Sun Nov 6, 2011 10:57 pm (PST)



http://m.kompasiana.com/post/ibu-dan-anak/2011/11/07/hati-hati-dengan-dokter-laris-dan-ces-pleng/

Hati-hati dengan Dokter Laris dan ‘Ces Pleng’

Oleh: Edy Priyono | 07 November 2011 | 12:49 WIB



Dokter laris artinya dokter yang pasien-nya banyak. Untuk berobat antreannya panjang, bisa sampai ratusan. Tidak jarang nomor antrean mesti diambil hari sebelumnya. Sementara itu dokter ces pleng (catatan: ini istilah saya saja, karena tidak menemukan istilah lain yang pas) adalah dokter yang bisa membuat pasien-nya ‘cepat sembuh’. Kalau pasien punya gejala demam, misalnya, satu atau dua kali minum obat yang diberikan atau diresepkan langsung hilang demamnya.

Secara alamiah, kita â€"artinya: termasuk saya sendiriâ€" suka dengan dokter ces pleng itu tadi. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau dokter ces pleng biasanya pasiennya banyak. Memang, ada juga dokter-dokter yang laris bukan karena ces pleng, tapi karena enak diajak komunikasi, bisa mensugesti (positif) pasiennya, ramah, dsb. Tapi dalam banyak kasus, kelarisan dokter terkait erat dengan keces-plengan.

Tapi ternyata dokter laris dan ces pleng ternyata tidak selalu memberikan pengalaman baik, bahkan bisa bikin kita deg-degan. Contohnya adalah apa yang saya alami terkait dengan pelayanan dokter anak (untuk anak-anak saya, tentu saja).

Sejak menikah hingga anak-anak (ada 2, laki-laki dan perempuan) masih balita, saya tinggal di Jakarta. Waktu anak pertama saya lahir, kami (saya dan istri) masih ‘buta’ tentang dunia perdokteran, alias tidak tahu mesti ke dokter anak yang mana sebaiknya. Akhirnya, saya ingat salah satu nasihat yang pernah disampaikan guru agama waktu masih sekolah dulu:”Kalau ragu, ikutilah kelompok yang terbesar..”. Saya menginterpretasikan: Berarti cari dokter yang pasiennya banyak..

Akhirnya kami memilih dokter yang tinggal tidak terlalu jauh dari tempat kami tinggal. Pasiennya benar-benar banyak, dan dokter itu juga memang ces pleng. Kalau anak saya kena radang tenggorokan (ISPA) â€"salah satu penyakit yg paling banyak diderita anak-anakâ€" cepat sekali bisa disembuhkan oleh sang dokter. Hampir pada semua kasus, obatnya belum habis, anak saya sudah sembuh (meskipun obatnya tetap harus dihabiskan, karena jenisnya anti-biotik). Saya pun tak segan merekomendasikan dokter itu kalau pas ada teman yang bertanya tentang dokter anak yang bagus. Juga waktu anak kedua kami lahir, kami tetap menjadi pelanggan dokter itu.

Sampai kemudian kami sekeluarga harus pindah ke luar Jakarta, tepatnya: ke Bekasi. Beberapa bulan tinggal di Bekasi, kami tetap ‘istiqomah’ dengan dokter di Jakarta itu. “Repot sedikit tidak apa-apa lah, yang penting kita sudah cocok dengan dokter itu, dan terbukti memang dia bisa membuat anak-anak saya cepat sembuh,” begitu pikir kami.

Tapi lama-lama tidak tahan juga.. Kemacetan lalu lintas, plus waktu tunggu yang sangat lama, akhirnya membuat kami ‘insyaf’. Apalagi di Bekasi kemudian mulai berkembang beberapa rumah sakit ibu dan anak yang merupakan cabang rumah sakit di Jakarta. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa dokter anak di Bekasi saja. Lagipula, kami menyimpan buku catatan kesehatan anak-anak dengan rapi, sehingga dokter baru nanti tidak akan mulai dari nol, dia bisa melihat riwayat kesehatan dan penyakit anak-anak saya, termasuk obat apa saja yang diberikan oleh dokter sebelumnya.

Suatu ketika, anak saya sakit, biasa: radang tenggorokan, dengan gejala demam.. Kami pun membawanya ke dokter (yang di Bekasi).

Selesai pemeriksaan, sang dokter melihat-lihat buku catatan kesehatan anak saya. Rupaya dia ingin melihat obat apa saja yang pernah dikonsumsi anak saya, sebelum memutuskan untuk menulis resep.

“Wow…”, komentar sang dokter. Tidak keras, tetapi pilihan kaata “wow” itu membuat saya kaget.

“Ada apa, dok?” tanya saya spontan.

Kami kemudian terlibat dalam sebuah diskusi dengan sang dokter. Dia menyampaikan, bahwa dokter sebelumnya (itu artinya yang di Jakarta, yang laris dan ces pleng tadi itu) selalu memberikan obat anti-biotik ke anak saya dalam dosis yang cukup tinggi. Ternyata ada kisaran takaran obat untuk anak sesuai dengan umur dan gejala sakitnya. Obat yang diberikan dokter lama memang masih dalam kisaran itu, tapi selalu ada di ambang/batas atas. Jadi, sekedar ilustrasi, misalnya kisarannya adalah 6-10 satuan, anak saya selalu diberi 9 satuan..

Saya pun berfikir: Pantas saja selalu cepat sembuh…

Padahal, obat â€"khususnya: anti-biotikâ€" katanya punya sifat yang membuat penyakit ‘resisten’. Artinya, kalau biasa diberi 9 satuan, maka lama kelamaan pasien tidak akan sembuh dengan 9 satuan, tapi harus dengan dosis yang lebih besar (mis: 10 satuan).

Dokter (yang di Bekasi) itu kemudian menawari agar anak kami diberi obat yang dosisnya lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Kami setuju, meskipun itu harus ‘dibayar’ dengan rasa deg-degan pada 1-2 hari pertama (setelah dari dokter), karena gejala sakit anak saya hilangnya relatif lambat, tidak cepat sembuh seperti sebelumnya (dengan dokter lama).

Saya kemudian menyempatkan diri berdiskusi dengan teman yang lebih mengerti masalah kesehatan. Teman saya itu menyampaikan, bahwa secara umum dokter-dokter di Indonesia itu ‘bias anti-biotik’, artinya terlalu cepat dan sering memberikan obat anti-biotik. Padahal, seperti tadi disinggung, katanya anti-biotik itu bisa membuat efek ‘kebal’ bagi penyakit. “Waduh, kalau anti-biotik saja punya efek seperti itu, apalagi kalau diberikan dalam dosis yang relatif tinggi, ” pikir saya.

Untuk orang awam seperti saya, hal itu dilematis. Satu, kita sebagai pasien (atau orang tua pasien) awam tidak tahu sama sekali tentang obat apa yang sebaiknya diberikan, jadi pasrah bongkokan saja ke dokter, mau diberi obat apa saja kita manut. Dua, kalau dosisnya tinggi, anak cepat sembuh, tapi katanya penyakitnya bisa kebal. Tapi kalau dosisnya rendah, sembuhnya lama. Bagaimana kita bisa membedakan antara lama sembuh karena memang harusnya demikian, atau lama sembuh karena obatnya salah? Atau jangan-jangan malah mungkin diagnosa penyakitnya kurang tepat?

Dalam beberapa kasus, setelah diberi obat dengan dosis lebih rendah, karena gejala sakitnya tidak cepat hilang, kami terpaksa membawa anak kembali ke dokter yang sama sekedar untuk memastikan bahwa kondisi anak saya sudah membaik (karena secara fisik kami sulit menilai). Dan itu artinya mesti keluar uang ekstra, karena dokternya kemudian menyatakan, “Oh, sudah membaik, Bapak/Ibu.. Sabar aja, memang prosesnya demikian,”. Tidak ada tindakan lanjutan apa pun, tapi ya tetap saja, meskipun cuma bilang begitu, ongkos dokter yang harus kami tanggung sama…

Akan tetapi, saya memetik satu pelajaran dari kasus ini. Saya kemudian menjadi lebih berhati-hati dengan dokter yang laris dan ces pleng. Kita mesti kritis, dokter itu laris karena apa? Kalau karena ramah, mudah diajak berdiskusi, membuat pasien merasa nyaman, dsb, ya tidak masalah. Tapi kalau dokter itu laris karena membuat pasien cepat sembuh, itu saatnya kita berhati-hati. Tidak tertutup kemungkinan memang dokter itu jago, tapi tidak tertutup kemungkinan pula dia membuat pasien cepat sembuh karena memberikan obat dalam dosis relatif tinggi seperti yang terjadi pada anak saya itu..

Saya pribadi percaya, bahwa masih banyak dokter yang baik, jujur, dan berdedikasi. Tapi, kembali ke pameo yang sempat populer: Dokter kan juga manusia..

Semoga bermanfaat.
salam from mommaazkaberry
11a.

HB rendah, rawat inap & kemungkinan transfusi (KMC)

Posted by: "Hari Rahmi" hari.rahmi@ericsson.com   cute_dazzling_girl

Sun Nov 6, 2011 10:58 pm (PST)



Dear all,

Keponakan saya yang berumur 9 bulan skrg sedang diopname di KMC...si bayi sudah beberapa hari panas, lalu di test darah dan katanya HB nya rendah, dan diopname (untuk di observasi)...sampai skrg belum ada sih diagnosa nya...apa penyebab dari HB rendah si bayi...saya sudah browsing dan kemungkinan HB rendah adalah Anemia, dan kemungkinan karena Virus...

Saya menyarankan agar si bayi tdk usah diopname karena si bayi juga makan minumnya mau dan asi nya kuat, sampai hasil diagnosa jelas, lebih baik si bayi di rumah dulu...tapi adik saya takut karena kemungkinan akan perlu transfusi darah...

Mungkin teman2 bisa sharing masalah ini ?

Terima kasih sebelumnya, dan maaf sekali ya kalau topik ini sudah pernah dibahas...(takutnya ada yang tidak berkenan)

Salam,

RAHMI SRINA HARI

[Non-text portions of this message have been removed]

11b.

Re: HB rendah, rawat inap & kemungkinan transfusi (KMC)

Posted by: "tristanathan" tristanathan.amadeo@gmail.com   trinovi

Sun Nov 6, 2011 11:02 pm (PST)



serendah apa HB-nya mbak?
kondisi umum bayi gimana?
kejar diagnosa-nya ya mbak...

-ria-

2011/11/7 Hari Rahmi <hari.rahmi@ericsson.com>

> **
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Yahoo! Health

Healthy Aging

Improve your

quality of life.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: