Friday, October 28, 2011

[sehat] Digest Number 16364

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

1.
Penawaran 3 days workshop POWERFULL BUSINESS PRESENTATION From: ariyanti kusumadewi
2a.
Re: [Ask] Mengenalkan agama pada balita, mohon referensi dan berbagi From: F.B.Monika
2b.
Re: [Ask] Mengenalkan agama pada balita, mohon referensi dan berbagi From: F.B.Monika
2c.
Re: [OOT] Mengenalkan agama pada balita, mohon referensi dan berbagi From: /ghz
3.
Re: BANNED  === >  Closed   (Penawaran 3 days workshop ) From: Sam
4.
[news]  Bahaya Plastik BPA pada Wanita Hamil From: /ghz
5.
Fwd: Obat Mahal Punya Efek Memiskinkan From: Billy N.
6a.
Re: #pertanyaan ulang: Tanya Dokter RUD di Semarang.. :) From: yulianto
7a.
Re: Pasca operasi Jantung Darah Encer, Shg merembes ke Paru-Paru From: piep71@ymail.com
8.
[oot]  Hak Reproduksi Remaja masih Terabaikan From: /ghz
9a.
Re: [ask]kebutuhan kalsium selama hamil + bayi dlm masa pertumbuhan. From: F.B.Monika
9b.
Re: [ask]kebutuhan kalsium selama hamil + bayi dlm masa pertumbuhan. From: F.B.Monika
10a.
Re: Saleb Boor Lanolin From: allyka.abelle@gmail.com
11.
(OOT) RS/Dokter di Bali From: Rizaini Lituhayu
12.
Childhood Habit Behaviors and Stereotypic Movement Disorder From: Laksmi Purwitosari
13a.
[Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz. From: Sarah Isyaturrodiyah
13b.
Re: [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz. From: Muhammad Arief Budiman
13c.
Re: [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz. From: first.arasy@yahoo.com
13d.
Re: [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz. From: zoe_getme@yahoo.com
14a.
[Curcol] Lagi2 soal RUM From: ursula_maniez@yahoo.com
14b.
Re: [Curcol] Lagi2 soal RUM From: F.B.Monika
14c.
[Curcol] Lagi2 soal RUM From: eliebunny@yahoo.com
14d.
Re: [Curcol] Lagi2 soal RUM From: Pamelia Yulianto
15a.
Re: Tanya :Fungsi Obat From: titiaryati
16.
Re: [tanyal] Lagi2 soal mata From: heidy_jo@yahoo.com

Messages

1.

Penawaran 3 days workshop POWERFULL BUSINESS PRESENTATION

Posted by: "ariyanti kusumadewi" ariyantikusumadewi@gmail.com

Fri Oct 28, 2011 12:29 am (PDT)



Kepada Yth.
Bapak/ Ibu HRD MANAGER
di Tempat

Salam Hormat,

Berikut kami informasikan program Public Training PT. Quantum Prasidha
International yang akan running pada bulan Nopember - Desember 2011:

*POWERFULL BUSINESS PRESENTATION*
*(3 Days Workshop)*
**
**
*
*
"Orang sukses adalah pembicara yang sukses, dan sebaliknya" Larry King,
penulis buku : How to Talk to anyone, anytime, anywere.
Berbicara dengan baik merupakan seni dan ketrampilan yang dapat diukur, dan
kemampuan itu akan menjadi aset yang sangat berharga, yang dapat membantu
Anda untuk :
1. Dihargai, dipandang dan diakui.
2. Mempengaruhi dan memotivasi orang lain serta menguatkan posisi
kepemimpinan Anda.
3. Mempererat hubungan antar manusia.
4. Membangun reputasi sebagai seorang yang cerdas dan menarik.
5. Mempromosikan perusahaan Anda beserta produk atau jasanya.
6. Meningkatkan karier dan keuangan Anda.

Dianna Booher dalam bukunya: "Speak with confidence" memberikan ratusan
strategi yang jitu dan teruji serta tips yang menggaransi pembicara yang
paling penakut sekalipun menjadi pembicara yang memukau. Dia memperkenalkan
beberapa hal dasar yang perlu diketahui oleh setiap pembicara, serta
teknik-teknik yang canggih untuk meningkatkan presentasi Anda dan
memaksimalkan pengaruh Anda kepada pendengar.
Workshop ini sangat direkomendasikan bagi setiap individu yang ingin
meningkatkan ketrampilan berbicara di depan umum atau menjual gagasan
kepada orang lain namun belum memiliki pengalaman atau hanya memiliki
sedikit pengalaman dalam hal ini.

*MANFAAT WORKSHOP UNTUK PESERTA**
*
1. Meningkatkan kepercayaan diri (self confidence) dalam pergaulan dan
aktivitas bisnis.
2. Memahami pentingnya melakukan presentasi bisnis yang powerful, memikat
dan efektif.
3. Memahami berbagai macam aspek yang mendukung keberhasilan suatu
presentasi bisnis.
4. Memahami teknik-teknik presentasi bisnis yang efektif dan meyakinkan.
5. Mampu mengatasi kendala-kendala yang dapat menghambat presentasi dalam
bisnis, terutama ma-salah psikologis (mental blocking).
6. Mampu mempersiapkan slide-slide yang menarik, den-gan sentuhan teknologi
multimedia, sehingga menam-bah kekuatan presentasi bisnis.
7. Mampu mengoperasikan alat-alat bantu presentasi yang tersedia, dari yang
sederhana (manual) sampai yang mutakhir (digital).

MANFAAT WORKSHOP UNTUK PERUSAHAAN/INSTANSI/DEPARTEMEN
1. Merupakan upaya continuous improvement staf dengan biaya terjangkau dan
efektifitas tinggi tanpa harus kehilangan waktu terlalu lama pada jam-jam
produktif.
2. Meningkatkan performa perusahaan / instansi / departemen melalui
peningkatan kemampuan dan ketrampilan presentasi bisnis.
3. Meningkatkan company image melalui kemampuan seni berkomunikasi yang
dilakukan oleh karyawan perusahaan / staf instansi / departemen sebagai
"duta
perusahaan" dalam menjalankan bisnis.

*BAGAIMANA AGAR WORKSHOP BERJALAN EFEKTIF ?
*
1. Workshop hendaknya tidak hanya mengajarkan teknik melakukan presentasi
bisnis secara terstruktur, tetapi peserta harus juga dibuka wawasan dan
mentalnya
agar MAU melakukan presentasi bisnis ini secara kreatif.
2. Workshop juga hendaknya tidak hanya mengajarkan hal-hal yang sifatnya
umum (generik) dalam kehidupan di pekerjaan saja, tetapi peserta juga harus
diberi
TAHU sesuat yang kongkret, sistematis dan aplikatif dalam kehidupan
sehari-hari.
3. Disamping itu, workshop juga hendaknya tidak hanya menjadi acara
pemberitahuan ilmu secara teoritis, tetapi juga harus ada kesempatan untuk
praktek, sehingga
peserta MAMPU melakukan proses kreatif dalam menjalankan presentasi
bisnisnya dan memaknai pekerjaan dengan baik setelah mengikuti workshop ini.

MATERI YANG AKAN DIBAHAS
Workshop akan membahas materi-materi yang berkaitan langsung dengan praktek
presentasi. Pembahasan akan dilakukan secara komprehensif dan meliputi
hal-hal sbb :
1. Bentuk dan tujuan presentasi bisnis.
2. Prasyarat menjadi seorang pembicara (presenter) yang efektif.
3. Langkah persiapan presentasi bisnis : A. memilih topik presentasi. B.
menganalisa audience, C. Menyususun naskah presentasi, D. Gladi resik
presentasi.
4. Melakukan presentasi : A. membanun hubungan baik dengan audience, B.
Mengelola demam panggung (rasa gugup). C. Membuka Presentasi D. Melakukan
presentasi inti E. Menanggapi pertanyaan Audience F. Menutup Presentasi.
5. Faktor Pendukung Presentasi : A. Paralanguage B. Body Language C.
Kondisi ruangan presentasi D. Penampilan trainer.
6. Penggunaan alat bantu.
7. Pembuatan slide yang memikat.
8. Membuat alur cerita yang jelas dan berurutan.

*METODOLOGI WORKSHOP*
Untuk meningkatkan efektifitas proses belajar selama workshop ini
berlangsung, peserta akan difasilitasi oleh fasilitator-fasilitator
ber-pengalaman yang akan menerapkan mtoda pembelajaran experien-tial
learning, yaitu perpaduan antara Quantum Teaching dan Quan-tum learning
(dikembangkan oleh Bobby de Porter, dkk) yang ter-bukti efektif dan telah
diakui oleh dunia, dimana belajar itu harus menyenangkan, dan workshop
sebagai bagian dari proses belajar juga harus menyenangkan. Kita
menggunakan metode pembela-jaran orang dewasa (andragogie), dimana peserta
diperlakukan sebagai pribadi dewasa. Peserta belajar dari pengalaman
dirinya sendiri ataupun orang lain.
Metoda pelatihan ini meliputi :
a. Extensive practice
b. Interactive coaching
c. Private video review sessions
d. Attention to individual training nedds
e. Experiential
f. Games
g. Group work/pair
h. Music, film & fun activities
Proses belajar dalam workshop ini akan dilakukan dalam 3 fase :
1. Fase pre-training : fase yang diperlukan untuk pendalaman kemampuan dan
permasalahan yang dihadapi peserta yang selanjutnya akan dituangkan dalam
design training. Design training untuk tahap ini adalah peserta diminta
untuk melakukan presentasi sesuai dengan kemampuannya, dengan topik yang
mereka suka
dan kuasai dengan waktu tertentu. Proses ini sepenuhnya akan diliput
dengan menggunakan video shooting.
2. Fase delivery training : ini adalah fase dimana proses belajar mengajar
dilakukan di dalam kelas. Interaksi antara peserta dan fasilitator
merupakan factor yang
terpenting dalam tahap ini
3. Fase post-training : fase ini adalah fase evaluasi, baik evaluasi
tingkat 1 (kepuasan peserta) maupun evaluasi kemampuan presentasi, dimana
peserta diminta
untuk melakukan presentasi sesuai dengan ilmu yang telah diberikan
selama proses workshop berlangsung, sepenuhnya kegiatan ini akan dilakukan
peliputan video
shooting. Setelah evaluasi presentasi, peserta akan mendapatkan review
terhadap video mereka masing-masing.

*WAKTU PELATIHAN*
3 x 7 jam ( 3 hari @ 7 jam) secara berturut-turut dari jam 08.30 - 16.30 WIB

*FACILITATOR:*
1. Drs. Adhe R. Saptadjie,Apt.MSi. Senior Trainer QPI, berpengalaman
sebagai trainer professional di kelas-kelas manajemen sejak tahun 2003.
Dengan metode
edutainment yang dilakukannya di kelas-kelas pelatihan, menjadikan
pelatihan ini terasa menyenangkan dan cerdas, serta mudah untuk dicerna dan
dipaham oleh
peserta.
2. Drs. Cosmas R. Ismunanto H, Psi. Senior Trainer QPI, seorang psikolog
professional yang telah berpengalaman dalam kelas-kelas pelatihan sejak
tahun 2002.
Spesialis jam "rawan" ini memiliki pembawaan menarik dan jenaka tetapi
cerdas, sehingga kemeriahan kelas segera terasa ketika dia mengajar.
3. Yuniar Widiarini,SSi,MT. Trainer QPI, berpenampilan menarik dan suara
yang merdu, membawakan materi yang beratpun terasa menyenangkan.
Pengalamannya di banyak pelatihan dengan berbagai macam topik
softskills, memperkaya penyampaian materi yang merupakan perpaduan antara
pengetahuan
teoritis dan best practice empiris

*REGISTRATION FEE DAN CARA PEMBAYARAN
*
A. Normal : Rp. 2.250.000,-
B. Pembayaran s/d 2 minggu sebelum hari H : Rp. 1.950.000,-
C. 3 orang peserta dari 1 instansi yang sama : Rp. 5.250.000/3 orang
Pembayaran investasi ditransfer ke rekening Bank Permata KCP Cempaka Putih,
A/C no. 610.184.286 a/n Nyimas Tiktik Habibah

FASILITAS YANG DIPEROLEH
1. Training kits dan materi training lengkap
2. Sertifikat kepesertaan
3. Foto kenangan dan video liputan
4. Hadiah-hadiah untuk yang berprestasi
5. Assessment tools untuk test kepribadian dan gaya belajar yang dapat
digunakan secara mandiri.
6. CD literature dan bahan bacaan lain.

JADWAL UNTUK:
BANDUNG :
1. 22-24 Nopember 2011
2. 6-8 Desember 2011
Tempat : Gedung Universitas SANGGA BUANA YPKP Jl. PHH Mustopa no. 68
Bandung 40124, telp. 022-7201756
(hunting)

JAKARTA :
1. 28-30 Nopember 2011
2. 13-15 desember 2011
Tempat : Hotel Menara Peninsula Hotel, Jl. Let. Jend. S. Parman 78 - Slipi,
Jakarta 11410

*INFORMASI DAN PENDAFTARAN
*
Dapat menghubungi:

BANDUNG :
Mrs. Nurlaela Kumala Dewi, telp.: 0813 2149 0023, email :
nurlaelakumaladewi@yahoo.com

JAKARTA :
Mrs. Ariyanti Kusuma Dewi telp. 0812 8947 3704 email :
ariyantikusumadewi@gmail.com

WEBSITE:
www.qpicenter.blogspot.com

----------

"Orang sukses adalah
pembicara yang sukses,
dan sebaliknya" Larry
King ,penulis buku : How to
Talk to anyone, anytime,
anywere.

Berbicara dengan baik
merupakan seni dan
ketrampilan yang dapat
diukur, dan kemampuan itu
ajan menjadi aset yang sangat
berharga, yang dapat
membantu Anda untuk :

1. Dihargai, dipandang
dan diakui.
2. Mempengaruhi dan
memotivasi orang lain
serta menguatkan
posisi kepemimpinan
Anda.
3. Mempererat hubungan
antar manusia.


4. Membangun reputasi
sebagai seorang yang
cerdas dan menarik.
5. Mempromosikan
perusahaan Anda
beserta produk atau
jasanya.
6. Meningkatkan karier
dan keuangan Anda.


Dianna Booher dalam
bukunya :Speak with
confidence" memberikan
ratusan strategi yang jitu dan
teruji serta tips yang
menggaransi pembicara yang
paling penakut sekalipun
menjadi pembicara yang
memukau. Dia
memperkenalkan beberapa
hal dasar yang perlu diketahui
oleh setiap pembicara, serta
teknik-teknik yang canggih
untuk meningkatkan
presentasi Anda dan
memaksimalkan pengaruh
Anda kepada pendengar.

Workshop ini sangat direko-
mendasikan bagi setiap indi-
vidu yang ingin meningkatkan
ketrampilan berbicara di de-
pan umum atau menjual ga-
gasan kepada orang lain na-
mun belum memiliki pengala-
man atau hanya memiliki
sedikit pengalaman dalam hal
ini.


Powerful Business Presentation

Materi yang akan dibahas:

Workshop akan membahas
materi-materi yang berkaitan
langsung dengan praktek
presentasi. Pembahasan akan
dilakukan secara komprehen-
sif dan meliputi hal-hal sbb :

1. Bentuk dan tujuan
presentasi bisnis.
2. Prasyarat menjadi
seorang pembicara
(presenter) yang efek-
tif.
3. Langkah persiapan
presentasi bisnis :
A. memilih topik pre-
sentasi. B. menga-


nalisa audience, C.
Menyususn naskah
presentasi, D. Gladi
resik presentasi.
4. Melakukan Presen-
tasi : A. membanun
hubungan baik dengan
audience, B. Mengel-
ola demam panggung
(rasa gugup). C. Mem-
buka Presentasi, D.
Melakukan Presentasi
inti, E. Menanggapi
pertanyaan Audience,
F. Menutup Presentasi,
5. Faktor Pendukung


Presentasi : A. Paralan-
guage, B. Body Lan-
guage. C. Kondisi ruan-
gan presentasi, D.
Penampilan trainer.
6. Penggunaan alat
bantu
7. Pembuatan slide yang
memikat.
8. Membuat alur cerita
yang jelas dan beruru-
tan.







Executive Development Program

Special points of in-
terest:

. Orang sukses
adalah pembicara
yang sukses, dan
sebaliknya…..




. Workshop yang
efektif mendorong
peserta untuk
TAHU, MAMPU
dan MAU melaku-
kan presentasi
efektif secara
kreatif.


3 Days Workshop

Oktober 2011

Volume 1, Issue 1

Inside this issue:

Manfaat workshop utk
peserta

2

Manfaat workshop utk
perusahaan/ instansi

2

Bagaimana agar
workshop efektif ?

2

Metodologi workshop

3

Fasilitators

3

Durasi & jadwal
workshop

4

Investasi & cara
pembayaran

4



Kepercayaan diri presenter
dapat meningkatkan gairah
belajar peserta.


1. Meningkatkan kepercayaan diri (self confidence)
dalam pergaulan dan aktivitas bisnis.
2. Memahami pentingnya melakukan presentasi bisnis
yang powerful, memikat dan efektif.
3. Memahami berbagai macam aspek yang mendukung
keberhasilan suatu presentasi bisnis.
4. Memahami teknik-teknik presentasi bisnis yang efektif
dan meyakinkan.
5. Mampu mengatasi kendala-kendala yang dapat
menghambat presentasi dalam bisnis, terutama ma-
salah psikologis (mental blocking).
6. Mampu mempersiapkan slide-slide yang menarik, den-
gan sentuhan teknologi multimedia, sehingga menam-
bah kekuatan presentasi bisnis.
7. Mampu mengoperasikan alat-alat bantu presentasi
yang tersedia, dari yang sederhana (manual) sampai
yang mutakhir (digital).


1. Workshop hendaknya tidak hanya menga-
jarkanteknik melakukan presentasi
bisnis secara terstruktur, tetapi peserta
harus juga dibuka wawasan dan men-
talnya agar MAU melakukan presentasi
bisnis ini secara kreatif.
2. Workshop juga hendaknya tidak
hanya mengajarkan hal-hal yang sifat-
nya umum (generik) dalam kehidupan
di pekerjaan saja, tetapi peserta juga
harus diberiTAHU sesuat yang
kongkret, sistematis dan aplikatif dalam


kehidupan sehari-hari.
3. Disamping itu, workshop juga hen-
daknya tidak hanya menjadi acara
pemberitahuan ilmu secara teoritis,
tetapi juga harus ada kesempatan
untuk praktek, sehinga peserta
MAMPU melakukan proses kreatif
dalam menjalankan presentasi bis-
nisnya dan memaknai pekerjaan
dengan baik setelah mengikuti work-
shop ini.



Manfaat Workshop untuk peserta

Bagaimana agar workshop berjalan efektif ?

Manfaat workshop untuk Perusahaan / Instansi / Departemen

1. Merupakan upaya
continuous improve-
ment staf dengan
biaya terjangkau dan
efektifitas tinggi tanpa
harus kehialangan
waktu terlalu lama
pada jam-jam produk-
tif.
2. Meningkatkan per-
forma perusahaan /
instansi / departemen
melalui peningkatan


kemampuan dan
ketrampilan presentasi
bisnis.
3. Meningkatkan com-
pany image melalui
kemampuan seni ber-
komunikasi yang dila-
kukan oleh karyawan
perusahaan / staf
instansi / departemen
sebagai "duta perusa-
haan" dalam men-
jalankan bisnis.



Page 2

Executive Development Program


Untuk meningkatkan efektifitas proses belajar selama workshop ini
berlangsung, peserta akan difasilitasi oleh fasilitator-fasilitator ber-
pengalaman yang akan menerapkan mtoda pembelajaran experien-
tial learning, yaitu perpaduan antara Quantum Teaching dan Quan-
tum learning (dikembangkan oleh Bobby de Porter, dkk) yang ter-
bukti efektif dan telah diakui oleh dunia, dimana belajar itu harus
menyenangkan, dan workshop sebagai bagian dari proses belajar
juga harus menyenangkan. Kita menggunakan metode pembela-
jaran orang dewasa (andragogie), dimana peserta diperlakukan
sebagai pribadi dewasa. Peserta belajar dari pengalaman dirinya
sendiri ataupun orang lain.

Metoda pelatihan ini meliputi :

a. Extensive practice
b. Interactive coaching
c. Private video review sessions
d. Attention to individual training nedds
e. Experiential
f. Games
g. Group work/pair
h. Music, film & fun activities


Proses belajar dalam workshop ini akan dilakukan dalam 3 fase :

1. fase pre-training : fase yang diperlukan untuk pendalaman
kemampuan dan permasalahan yang dihadapi peserta yang
selanjutnya akan dituangkan dalam design training. Design
training untuk tahap ini adalah peserta diminta untuk mela-
kukan presentasi sesuai dengan kemampuannya, dengan
topik yang mereka suka dan kuasai dengan waktu tertentu.
Proses ini sepenuhnya akan diliput dengan menggunakan
video shooting.
2. Fase delivery training ; ini adalah fase dimana proses bela-
jar-mengajar dilakukan di dalam kelas. Interaksi antara pe-
serta dan fasilitator merupakan factor yang terpenting
dalam tahap ini.


3. Fase post-training : fase ini adalah fase evaluasi,
baik evaluasi tingkat 1 (kepuasan peserta) mau-
pun evaluasi kemampuan presentasi, dimana
peserta diminta untuk melakukan presentasi se-
suai dengan ilmu yang telah diberikan selama
proses workshop berlangsung, sepenuhnya
kegiatan ini akan dilakukan peliputan video shoot-
ing. Setelah evaluasi presentasi, peserta akan
mendapatkan review terhadap video mereka
masing-masing.



1. Drs. Adhe R. Saptadjie,Apt.MSi. Senior
Trainer QPI, berpengalaman sebagai
trainer professional di kelas-kelas
manajemen sejak tahun 2003. Dengan
metode edutainment yang dilaku-
kannya di kelas-kelas pelatihan, men-
jadikan pelatihan ini terasa menye-
nangkan dan cerdas, serta
mudah untuk dicerna dan
dipaham oleh peserta.
2. Drs. Cosmas R. Ismunanto H, Psi. Senior
Trainer QPI, seorang psikolog professional yang
telah berpengalamn dalam kelas-kelas pelatihan
sejak tahun 2002. Spesialis jam "rawan" ini


memiliki pembawaan menarik dan jenaka tetapi cerdas,
sehingga kemeriahan kelas segera terasa ketika dia
mengajar.
3. Yuniar Widiarini,SSi,MT. Trainer QPI, berpenampilan
menarik dan suara yang merdu, membawakan materi
yang beratpun terasa menyenangkan.
Pengalamannya di banyak pelatihan
dengan berbagai macam topik softskills,
memperkaya penyampaian materi yang
merupakan perpaduan antara pengeta-
huan teoritis dan best practice empiris.



Metodologi Workshop

Fasilitators

Volume 1, Issue 1

Page 3


Workshop akan dilaksanakan selama 3 x
7 jam ( 3 hari @ 7 jam) secara berturut-
turut dari jam 08.30—16.30 wib.

Jadwal untuk :

BANDUNG :

1. 22-24 Nopember 2011
2. 6-8 Desember 2011


Tempat : Gedung Universitas SANGGA
BUANA YPKP Jl. PHH Mustopa no. 68
Bandung 40124, telp. 022-7201756
(hunting)

JAKARTA :

1. 28-30 Nopember 2011
2. 13-15 desember 2011


Tempat :

Hotel Peninsula, Jl. S Parman-Slipi Ja-
karta Barat.





INVESTASI & CARA PEMBAYARAN :

Investasi workshop :

A. Normal : Rp. 2.250.000,-
B. Pembayaran s/d 2 minggu sebelum
hari H : Rp. 1.950.000,-
C. 3 orang peserta dari 1 instansi yang
sama : Rp. 5.250.000/3 orang


Pembayaran investasi ditransfer ke rekening
Bank Permata KCP Cempaka Putih, A/C no.
610.184.286 a/n Nyimas Tiktik Habibah



Informasi dan Pendaftaran dapat
menghubungi :

BANDUNG :

Mrs. Nurlaela Kumala Dewi,
telp.: 0813 2149 0023,
email : nurlaelakumaladewi@yahoo.com





JAKARTA :

Mrs. Ariyanti Kusuma Dewi
telp. 0812 8947 3704
email :
ariyantikusumadewi@gmail.com


QPI Center

Jl. Sumenep II Blok B1/43

Limus Pratama Regency

Cileungsi - Bogor 16820

Phone: 021-68337943

E-mail: quantum.prasidha@gmail.com

Fasilitas yang diperoleh :

1. Training kits dan materi training lengkap
2. Sertifikat kepesertaan
3. Foto kenangan dan video liputan
4. Hadiah-hadiah untuk yang berprestasi
5. Assessment tools untuk test kepribadian dan
gaya belajar yang dapat digunakan secara
mandiri.
6. CD literature dan bahan bacaan lain.




Durasi dan Jadwal Workshop

www.qpicenter.blogspot.com

TEMPAT
TERBATAS !!!



[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: [Ask] Mengenalkan agama pada balita, mohon referensi dan berbagi

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Fri Oct 28, 2011 12:31 am (PDT)



Dear dr Laksmi,

IMHO cut off usia anak menguasai sholat,mulai puasa sesuai Hadits2 adalah 7 tahun.
Seperti article yg saya post usia 2 tahun paling tidak sudah mulai belajar hal2 tsb. Kalau misalnya dr kesulitan untuk handle semua sendiri banyak jalan yg bisa membantu seperti diikutkan ke TPA, memanggil Guru ke rumah, dll.

Saya menyadari kekurangan saya tidak mampu mengajarkan semua hal agama ke anak saya (juga suami kerja beda kota) oleh karena itu saya dibantu Guru agama yg datang ke rumah, dan di mesjid, tapi contoh n pembiasaan dari orang tua adalah yg utama.

Just my 2 cents
F.B.Monika

2b.

Re: [Ask] Mengenalkan agama pada balita, mohon referensi dan berbagi

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Fri Oct 28, 2011 12:33 am (PDT)



Dear dr Laksmi,

IMHO cut off usia anak menguasai sholat,mulai puasa sesuai Hadits2 adalah 7 tahun.
Seperti article yg saya post usia 2 tahun paling tidak sudah mulai belajar hal2 tsb. Kalau misalnya dr kesulitan untuk handle semua sendiri banyak jalan yg bisa membantu seperti diikutkan ke TPA, memanggil Guru ke rumah, dll.

Saya menyadari kekurangan saya tidak mampu mengajarkan semua hal agama ke anak saya (juga suami kerja beda kota) oleh karena itu saya dibantu Guru agama yg datang ke rumah, dan di mesjid, tapi contoh n pembiasaan dari orang tua adalah yg utama.

Just my 2 cents
F.B.Monika

2c.

Re: [OOT] Mengenalkan agama pada balita, mohon referensi dan berbagi

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Fri Oct 28, 2011 12:36 am (PDT)



poro sederek...

mohon maaf...

gimana kalau di japri saja ke beliau.

sekali lagi mohon maaf

terima kasih

salam parenting
bapakeghozan

3.

Re: BANNED  === >  Closed   (Penawaran 3 days workshop )

Posted by: "Sam" samsulna@gmail.com   samsul_na

Fri Oct 28, 2011 12:33 am (PDT)




Thanks,
MODS

----- Original Message -----
From: "ariyanti kusumadewi" <ariyantikusumadewi@gmail.com>

4.

[news]  Bahaya Plastik BPA pada Wanita Hamil

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Fri Oct 28, 2011 12:35 am (PDT)



lagi....

Bahaya Plastik BPA pada Wanita Hamil
Lusia Kus Anna | Selasa, 25 Oktober 2011 | 10:19 WIB

Kompas.com - Bahaya zat kimia yang sering dipakai dalam bahan pembuat
plastik, bishpenol-A (BPA) sudah sejak lama menimbulkan perdebatan.
Meski belum dilarang, tapi sebagian ahli menganggap paparan BPA
berbahaya untuk kesehatan, terutama pada perilaku anak-anak.

Studi terbaru menyebutkan gangguan perilaku yang dialami balita
perempuan usia 3 tahun, seperti kecemasan dan agresivitas, diduga kuat
dipengaruhi oleh paparan BPA yang dialami wanita selama kehamilan.
Demikian menurut hasil studi terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat.

Dalam studi yang dilakukan peneliti dari Harvard ini para peneliti
mengambil contoh urin dari 244 ibu hamil yang tinggal di Cincinnati, AS,
dua kali selama periode kehamilan dan sekali setelah mereka melahirkan.

Kemudian para peneliti mengukur level BPA dalam tubuh anak-anak mereka
setiap tahun. Pada usia tiga tahun, orangtua anak-anak itu diminta
mengisi survei mengenai perilaku anak, seperti kecemasan, depresi,
agresi dan hiperaktivitas, serta gangguan perilaku lain yang berkaitan
dengan kemampuan mengontrol emosi.

Hampir seluruh responden, baik si ibu dan anaknya, memiliki konsentrasi
BPA 2 mikrogram perliter di urin. Akan tetapi pada wanita yang saat
kehamilan ditemukan peningkatan konsentrasi BPA, ternyata anaknya
memiliki skor gangguan perilaku yang lebih tinggi.

Bishpenol-A sendiri adalah zat kimia yang banyak dipakai untuk membuat
plastik polikarbonat dan resin epoksi. Plastik-plastik tersebut umumnya
dipakai untuk membuat wadah makanan, mainan, serta barang-barang
konsumsi. Sementara resin sering dipakai sebagai pelapis bagian dalam
produk metal, seperti kaleng makanan, tutup botol, bahkan pipa air.

Meski bahaya BPA masih diperdebatkan tetapi beberapa penelitian yang
mengaitkan paparan BPA dengan bahaya kesehatan pada janin atau anak-anak
seharusnya menjadi perhatian.

Sudah cukup banyak penelitian yang mendokumentasikan efek paparan toksin
saat kehamilan terhadap janin. Bahkan departemen kesehatan AS dan FDA
(Food and Drug Administration) mengakui bahwa "ada perhatian khusus"
terhadap BPA dan merekomendasikan untuk mengurangi paparannya.

http://health.kompas.com/read/2011/10/25/10195923/Bahaya.Plastik.BPA.pada.Wanita.Hamil

5.

Fwd: Obat Mahal Punya Efek Memiskinkan

Posted by: "Billy N." billy@hukum-kesehatan.web.id   yahrapha

Fri Oct 28, 2011 12:41 am (PDT)



http://health.kompas.com/read/2011/10/28/13174413/Obat.Mahal.Punya.Efek.Memiskinkan
Obat Mahal Punya Efek Memiskinkan

Kenaikan inflasi dan biaya produksi menjadi alasan produsen obat untuk
menaikkan harga obat yang sebagian besar masih ditanggung secara
pribadi oleh masyarakat Indonesia. Akibatnya, mahalnya harga obat yang
harus ditebus pasien semakin menambah beban hidup.
Di Indonesia, komponen biaya obat bisa mencapai 45 persen dari total
biaya kesehatan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh WHO terhadap
beberapa penduduk negara berkembang, termasuk Indonesia, terungkap
adanya efek memiskinkan dari membeli obat.
Sebagai ilustrasi adalah obat diabetes gliben klamid. Sekitar 36
persen masyarakat yang penghasilannya kurang dari 2 dolar Amerika (Rp
18.000) menjadi bertambah miskin setelah membeli obat originator (off
paten). Sedangkan jika membeli obat generik gliben klamid, hanya 6
persen yang bertambah miskin.
Sementara itu menurut survei Health Action International terhadap
harga beberapa jenis obat di dunia, terungkap untuk membeli obat jenis
Ciprofloxain orginitator (paten), masyarakat harus mengeluarkan uang
setara dengan upah mereka bekerja selama 10 hari. Untuk obat
generiknya, biaya yang dibayarkan setara dengan 1 hari kerja.
"Di beberapa negara seperti Armenia dan Kenya, malah harga obat ini
setara dengan satu bulan gaji. Padahal obat ciprofloxacin ini adalah
obat infeksi yang harus terus dikonsumsi selama 7 hari," kata Nani
Sukasediati, dari WHO Indonesia dalam acara forum diskusi bertajuk
Akses Terhadap Obat di Indonesia yang diadakan oleh GlaxoSmithKline di
Jakarta (27/10).
Yang memprihatinkan, harga beberapa obat generik bermerek di Indonesia
jauh lebih mahal dibanding obat paten. Padahal, menurut Kent K.Sarosa,
Business Unit Director, GSK, obat generik bermerek itu hanya meniru
formula obat dari obat paten yang sudah habis masa patennya. Selain
itu harga obat generik bermerek jauh di atas harga obat generik meski
isinya sama.
"Penetapan harga obat generik bermerek melihat harga obat paten baru
diturunkan sekitar 30-80 persen. Tapi obat meniru yang beredar di sini
bisa lebih mahal dari obat paten," katanya dalam acara yang sama.
Ia memberi contoh harga amoxil originator hanya dibandrol Rp.1.682.
Tetapi obat generik bermerek bisa melebihi Rp 2.000 per tablet.
Menurut Nani, dalam resolusi World Health Assembly (dewan tertinggi
WHO), sudah dibuat rekomendasi bagi perusahaan farmasi dan industri
terkait untuk menerapkan kebijakan penerapan harga berjenjang di
negara-negara berkembang.
GlaxoSmithKline, menurut Ken, menerapkan resolusi tersebut dengan
mengurangi harga obat patennya di Indonesia antara 30-80 persen.
"Obat-obatan yang prevalensi penyakitnya tinggi, seperti asma dan
antibiotik, termasuk obat yang harganya diturunkan banyak," paparnya.
Kebijakan penurunan harga obat tersebut, menurut dia, merupakan
kebijakan GSK global. "Penentuan harga obat disesuaikan dengan
pendapatan penduduk di suatu negara. Untuk obat yang sama, harga obat
di Indonesia jauh lebih murah daripada harga di Singapura atau negara
maju lainnya," katanya.
Dengan penurunan harga ini diharapkan permintaan dan daya beli
masyarakat meningkat. "Dengan begitu harga produksi bisa diturunkan.
Hal ini tidak mengurangi profit kami," tandasnya.
Nani menambahkan, selain harga yang terjangkau, ada tiga pilar penting
dalam membangun akses terhadap obat, yakni pemilihan jenis obat yang
rasional, pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan, serta sistem
kesehatan yang menunjang.

6a.

Re: #pertanyaan ulang: Tanya Dokter RUD di Semarang.. :)

Posted by: "yulianto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Fri Oct 28, 2011 12:44 am (PDT)



dear bu ade,
senangnya dengar bahwa informasi RUM bisa menyebar di keluarga dan
keluarga besar.

untuk ipar mungkin bisa disarankan ikutan milis? sehingga kita bisa
turut membantu perihal masalah kesehatan, atau support.
atau diagnosis medis apa lalu dikirimkan informasi mengenai diagnosis
tersebut.

semoga ipar bisa segera join milis

salam,
-anto-

7a.

Re: Pasca operasi Jantung Darah Encer, Shg merembes ke Paru-Paru

Posted by: "piep71@ymail.com" piep71@ymail.com

Fri Oct 28, 2011 12:47 am (PDT)



Dear mbak sari

Sekedar cerita, kalo ortu/ayah penderita jantung Mitral Valve terdeteksi sejak usia msh muda, trus tahun 1993 usia 45an anfal trs operasi jantung 1x direpair tanpa diganti katup mekaniknya, kmdn 3 bulan stlh Opr Repair anfal lg krn terlalu bnyk aktifitas, kmdn Operasi jantung ke2 penggantian Katup mekanik, setelah itu Alhamdulillah msh bisa kerja kembali keliling dunia dgn kapal tankernya smpi thn 2003an baru pensiun kerja, trus thn 2007 kena serangan stroke SNH 1x menurut kita gara2 1 bulan sebelumnya Operasi Laser BPH dokter bedahnya ga mau konsul dr.jantungnya baru stlh operasi BPH kok perdarahan gak berhenti2 dr.bedah baru mau konsul pdhl keluarga sdh minta rawat gabung sblm op, trnyata 3 hari sblm op obat pengencer darah hrs stop itu tdk distop, thn 2008 kena serangan stroke ke2, semua msh bisa aktifitas normal, thn 2009 serangan stroke ke3 koma 1 minggu Stroke Haemorrhagik tp volume kecil tdk perlu operasi tp tangan n kaki kanan lumpuh, bicaranya tdk jelas, beliau setiap hari hrs konsumsi Obat Hipertensi, Obat Diuretik dan Sintrom dan rajin kontrol Lab terutama cek INR bisa 2x seminggu
Maaf panjang banget ceritanya, sekedar berbagi pengalaman

Sarica
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
8.

[oot]  Hak Reproduksi Remaja masih Terabaikan

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Fri Oct 28, 2011 12:47 am (PDT)



fyi

KKomnas Perlindungan Anak 2007, 4500 remaja di 12 kota besar di seluruh
Indonesia.
Hasil lengkapnya adalah sebagai berikut :
97 % Pernah menonton film porno
93,7 % Pernah ciuman, petting, oral seks
62,7 % Remaja SMP dan SMU tidak perawan atau perjaka lagi
21 % Remaja SMP dan SMU pernah aborsi

<http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/10/28/ArticleHtmls/Hak-Reproduksi-Remaja-masih-Terabaikan-28102011020004.shtml?Mode=1#>

<http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/10/28/ArticleHtmls/Hak-Reproduksi-Remaja-masih-Terabaikan-28102011020004.shtml?Mode=1#>

*Satu dari lima orang di Asia Pasifik adalah remaja berusia kurang dari
15 tahun. Tak sedikit dari mereka telah berhubungan seksual pertama kali
sebelum usia 15 tahun.*

NA M A K U H a l i m a h , u m u r k u 17 tahun.

Aku belum menikah dan aku adalah seorang ibu. Seperti remaja lainnya,
aku punya pacar, aku dulu tidak tahu bagaimana mencari informasi tentang
seks. Sama keluarga aku enggak bisa bebas ngobrol yang 'begituan'," kata
Halimah memperkenalkan diri.

Perempuan belia itu tumbuh bersama keluarganya di sebuah desa pertanian
kecil di DIY Yogyakarta. Di usianya yang masih belia, dipaksa
meninggalkan sekolah karena berbadan dua.

Sekolah mengeluarkannya karena merasa kehamilan Halimah aib bagi
sekolah. Halimah kecewa karena ia masih ingin melanjutkan sekolahnya.

Ia pernah mendengar tentang kondom dan pil KB, namun tidak mengenalnya
langsung.

Halimah mengaku berhubungan seks pertama kali dengan sang pacar tanpa
kontrasepsi dan paksaan. Ketika itu ia berkeyakinan bila melakukan
pertama kali tidak akan hamil.

Saat mengetahui dirinya hamil, Halimah bingung dan tidak tahu harus
bagaimana dan berbicara dengan siapa, bahkan mencoba menyembunyikan
kehamilannya.

"Mereka bilang aku harus menikah dengan pacarku. Mereka pikir itu bisa
menyelamatkan masa depanku. Tapi aku tidak siap waktu itu," tuturnya.

Akhirnya atas saran seorang

sepupunya, ia pun mendatangi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
(PKBI) dan berkonsultasi. PKBI menawarkan berbagai pilihan terkait
kehamilannya. Halimah pun memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya dan
menjadi ibu di usia mudanya itu.

Pemutaran fi lm pendek yang bercerita tentang kehidupan Halimah itu
merupakan salah satu rangkaian dari acara The 6th Asia Pacific
Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights (APCRSHR) yang
diselenggarakan pada 19-22 Oktober 2011 di Yogyakarta.

Kisah Halimah bukanlah yang pertama di Indonesia.

Ada ratusan mungkin ribuan Halimah lain di Indonesia bahkan di belahan
dunia lain.

Hal itu disebabkan pada fakta bahwa pendidikan seks saat

ini hanya terpaku pada ovum (sel telur pada perempuan) dan sperma.
Masalah seks dan kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan muda
(pelajar) luput dari perhatian. akhir dengan aborsi.

IPPF juga melakukan riset di mana terdapat 21 juta perempuan di dunia
melakukan aborsi tidak aman. Dan hanya 35% perempuan di kawasan Asia
Timur menikah dengan kesehatan reproduksi yang sehat.

Bagi Alejandra, fakta itu cukup menohok, apalagi jika mengingat saat ini
ada banyak akses untuk memperoleh informasi terkait pendidikan seks.

Pada konferensi yang dihadiri perwakilan masyarakat di kawasan Asia
Pasifi k itu fokus bahasan lebih pada isu-isu terkait kesehatan
reproduksi dan seksual remaja dan kelompok pemuda.

Di negara-negara berkembang, keberadaan kelompok muda memang kerap
terlupakan. Duta Besar Belanda

untuk Hak Kesehatan Seksual, Reproduksi, dan HIV/AIDS Marijke Wijnsroks
mengatakan bahwa forum APCRSHR berperan signifikan, mengingat
kasus-kasus kesehatan reproduksi dan seksual juga melibatkan generasi
muda serta remaja, seperti HIV/AIDS.

"Kami berharap para remaja terutama di kawasan Asia Pasifik ini bisa
menjembatani penyelesaian berbagai persoalan tentang kesehatan
reproduksi dan seksual maupun pandangan konservatif terkait itu," tegasnya.

Menurutnya, nilai, dan norma juga ikut berubah seiring dengan
perkembangan masyarakat. Karena itulah peran serta remaja untuk
mendorong adanya perubahan maupun mengakomodasi kepentingan mereka
semakin diperlukan. Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Studi
Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhadjir Darwin
mengungkapkan saat ini kebijakan pemerintah terkait masalah kesehatan
reproduksi belum mengakar di kalangan remaja.

Padahal, lanjutnya, pada 2010, data Population Reference Bureau (PRB)
mencatat bahwa satu dari lima orang di Asia Pasifi k adalah remaja
berusia kurang dari 15 tahun. Tidak sedikit dari jumlah remaja itu telah
berhubungan seksual pertama kali sebelum usia 15 tahun, karena dipaksakan.

"Saat ini remaja bukan hanya menjadi pihak di luar masalah, tetapi juga
mengalami masalah-masalah penyakit seksual menular, seperti HIV/ AIDS,
kehamilan yang tidak dikehendaki, melakukan aborsi, bahkan mengalami
kekerasan seksual," jelasnya.

Namun, lanjut Muhadjir, saat ini kebijakan pemerintah belum mengakar dan
tidak menghadapi situasi riil dari masalahmasalah remaja itu.

Karena itulah, pada konferensi APCRSHR tahun ini, kaum muda pun
mendeklarasikan hasil pertemuan mereka.

Ketua South Asia Regional Youth Network of IPPF Syefa Ahmed Ipshita
menyebutkan, melalui forum itu, para remaja yang berasal dari
negara-negara di Asia Pasifi k akan mendorong pemerintah di setiap
negara untuk mengimplementasikan pendidikan seksual yang komprehensif
pada kurikulum di sekolah.

"Pendidikan seksual yang komprehensif sebenarnya harus berguna untuk
mengurangi angka kehamilan yang tidak diinginkan, mengurangi angka
penderita HIV, mengurangi tingkat kekerasan seksual yang dialami remaja,
dan kekerasan karena gender," tambah Ipshita.

Selain itu, remaja pada forum itu juga mendorong pemerintah untuk
menyediakan pelayanan remaja yang memperhatikan masalah gender, hak-hak,
termasuk perbedaan orientasi seksual remaja.

"Tidak perlu membangun klinik khusus, pelayanan ini bisa dilakukan
dengan memberikan jam-jam khusus yang ditujukan khusus untuk remaja,"
imbuhnya.(X-8)

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/10/28/ArticleHtmls/Hak-Reproduksi-Remaja-masih-Terabaikan-28102011020004.shtml?Mode=1

Kurang Informasi dan tidak Memiliki Akses

SAMPAI saat ini kaum perempuan, khususnya kelompok remaja di Asia Pasifi
k, tidak memiliki akses yang baik terhadap hak kesehatan seksual dan
reproduksi. Pemerintah juga kurang memberikan informasi yang memadai
sehingga masalah kesehatan reproduksi terbengkalai.

"Bisa dilihat dari perbedaan keinginan perempuan akan jumlah anak yang
mereka miliki dengan kenyataan di lapangan. Ini menunjukkan bahwa akses
perempuan di negara-negara Asia Pasifik terhadap alat kontrasepsi pun
sangat terbatas," ujar Direktur Eksekutif Asian-Pacific Resource &
Research Centre for Women (Arrow) Saira Shameem, pada 6th Asia Pacifi c
Conference on Reproductive

and Sexual Health and Rights (APCRSHR) yang diselenggarakan 19-22
Oktober 2011 di Yogyakarta.

Berdasarkan Laporan Analisis Uji Coba di Indonesia yang bertajuk
Menggunakan Hak Asasi Manusia untuk Kesehatan Maternal dan Neonatal:
Instrumen untuk memantapkan hukum, kebijakan, dan standar pelayanan yang
dikeluarkan World Health Organization (WHO), kata Shameem, remaja yang
belum menikah tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan reproduksi yang
mereka butuhkan. Itu mengakibatkan pengetahuan mereka mengenai kesehatan
reproduksi dan seksual masih rendah.

"Contohnya, kurang dari separuh remaja di Indonesia yang mengetahui
dengan be

nar tentang proses reproduksi manusia, dan kurang dari 30% remaja yang
mengetahui bagaimana menghindarkan diri dari HIV/AIDS." Adapun Duta PBB
untuk HIV/AIDS di Asia Pasifik Nafis Sadik menyebutkan kurangnya
informasi terhadap kesehatan dan hak seksual dan reproduksi itu dapat
dilihat dari banyaknya angka pernikahan di bawah umur di negara-negara
Asia Pasifi k.

Padahal, tiap-tiap negara sebenarnya sudah memiliki dasar hukum yang
mengatur usia minimal sebuah pernikahan. Masalah pernikahan di bawah
umur itu, menurut Nafis, berimplikasi serius, bahkan fatal bagi sebagian
perempuan muda.

Nafi s mengatakan ada tiga

hal yang perlu diperbaiki pemerintah negara-negara di Kawasan Asia
Pasifi k. Pertama, mengubah prioritas pada pelayanan kesehatan publik.

Penekanannya lebih ditujukan pada cara menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan dan mencegah infeksi seksual yang menular termasuk HIV/ AIDS.

Kedua, meningkatkan informasi mengenai usia pernikahan yang tepat bagi
laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebarkan di sekolah dan luar sekolah.

"Ketiga, lebih menegakkan peraturan yang menentang pernikahan di bawah
umur atau menekankan bahwa perempuan yang sudah menikah, berapa pun
umurnya juga memiliki hak atas pendi

dikan dan partisipasi lebih luas pada keluarga dan komunitas yang lebih
luas," paparnya.

Dalam hal yang sama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) akan mengembangkan dan menguji coba Pusat Pelayanan Keluarga
Sejahtera secara serentak di 33 provinsi pada 2012.

Salah satu tujuannya ialah memperluas informasi terkait dengan kesehatan
seksual dan reproduksi.

K e p a l a B K K B N S u g i r i Syarief memaparkan, sejak 2008 BKKBN
telah memiliki 23.500 klinik yang tersebar ke seluruh Indonesia untuk
menyediakan pelayanan KB.

BKKBN juga memiliki 5.300 Pusat Informasi dan Konseling Remaja di setiap
provinsi di Indonesia. (ED/X-8)

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/10/28/ArticleHtmls/Kurang-Informasi-dan-tidak-Memiliki-Akses-28102011020015.shtml?Mode=1

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius
Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~----------------------------------------------------------
?Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi
perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.?
-- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di
belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

[Non-text portions of this message have been removed]

9a.

Re: [ask]kebutuhan kalsium selama hamil + bayi dlm masa pertumbuhan.

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Fri Oct 28, 2011 12:54 am (PDT)



Mba Oke :
Saya :
Maap, cmiiw....
Cahaya matahari itu bukannya kaya akan vit D ya?
Kalsium tidak sama kan dg vit D?

Monik :

"Most humans depend on sun exposure to satisfy their requirements for vitamin D. Solar ultraviolet B photons are absorbed by 7-dehydrocholesterol in the skin, leading to its transformation to previtamin D3, which is rapidly converted to vitamin D3. Season, latitude, time of day, skin pigmentation, aging, sunscreen use, and glass all influence the cutaneous production of vitamin D3. Once formed, vitamin D3 is metabolized in the liver to 25-hydroxyvitamin D3 and then in the kidney to its biologically active form, 1,25-dihydroxyvitamin D3. "

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/15585788/

F.B.Monika

9b.

Re: [ask]kebutuhan kalsium selama hamil + bayi dlm masa pertumbuhan.

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Fri Oct 28, 2011 12:57 am (PDT)



Mba Oke :
Saya :
Maap, cmiiw....
Cahaya matahari itu bukannya kaya akan vit D ya?
Kalsium tidak sama kan dg vit D?

Monik :

"Most humans depend on sun exposure to satisfy their requirements for vitamin D. Solar ultraviolet B photons are absorbed by 7-dehydrocholesterol in the skin, leading to its transformation to previtamin D3, which is rapidly converted to vitamin D3. Season, latitude, time of day, skin pigmentation, aging, sunscreen use, and glass all influence the cutaneous production of vitamin D3. Once formed, vitamin D3 is metabolized in the liver to 25-hydroxyvitamin D3 and then in the kidney to its biologically active form, 1,25-dihydroxyvitamin D3. "

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/15585788/

F.B.Monika

10a.

Re: Saleb Boor Lanolin

Posted by: "allyka.abelle@gmail.com" allyka.abelle@gmail.com

Fri Oct 28, 2011 12:55 am (PDT)



Dear all ...

Terima kasih banyak ya utk infonya ^_^
Waktu itu smpt ad ragu jg krn kata2 boor-ny itu, apakah sama/ngga sm dgn boorwater, krn stau saya mmg boorwater itu sudah ga boleh dipake lagi.

Memang ikut milist ni luar biasa deh dpt ilmunya =)

Cheers,
Ribka ^_^
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
11.

(OOT) RS/Dokter di Bali

Posted by: "Rizaini Lituhayu" sehat.lituhayu@gmail.com   rizainilituhayu

Fri Oct 28, 2011 1:26 am (PDT)



Sp's,
Mau minta rekomendasi nih utk dokter ato RS yg bagus di Bali. Soalnya ada anak temen yg smpe skrg blm vaksin MMR (2,5 th) krn dl kt dokternya ga perlu krn udh campak dan dikasih harga 400rb utk vaksin MMR. Mau dipaketin sm HiB jd 900rb. Apa iya di Bali semahal itu vaksin MMRnya?
Mohon lewat japri aja ya biar ga ganggu jalum

Tabik,
Riza
Powered by Telkomsel BlackBerry®
12.

Childhood Habit Behaviors and Stereotypic Movement Disorder

Posted by: "Laksmi Purwitosari" laksmipurwitosari@yahoo.com   laksmipurwitosari

Fri Oct 28, 2011 1:29 am (PDT)



Dear all,
Mungkin artikel ini berguna bagi SP.
Kasusnya sering ditemui, dan membuat khawatir orang tua, apakah sekedar kebiasaan atau merupakan gejala dari penyakit tertentu.
Childhood Habit Behaviors and Stereotypic Movement Disorder
http://emedicine.medscape.com/article/914071-overview#showall

Childhood habits appear in many different forms. Many people engage in some degree of habitlike behavior in their lifetime. For example, habits can range from seemingly benign behaviors, such as nail biting or foot tapping, to more noticeable physically damaging behaviors, such as teeth grinding (bruxism) and hair pulling. Habit disorders, now subsumed under the diagnostic term stereotypic movement disorder, consist of repetitive, seemingly driven, and nonfunctional motor behaviors that interfere with normal activities or that result in bodily injury. Fortunately, many childhood habits are benign, they are considered a normal part of development, they do not meet the criteria for a disorder, and they typically remit untreated.

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition(DSM-IV), formerly used the term stereotypy/habit disorder and now uses the term stereotypic movement disorder to designate repetitive habit behaviors that cause impairment to the child.[1]

This review focuses on a number of common childhood behaviors, including thumb sucking, nail biting, nose picking, breath holding, bruxism, head banging, and rocking and/or rhythmic movements. In mild forms, some of these behaviors do not interfere with normal daily activities and, therefore, do not constitute psychiatric disorders. However, mild forms of these behaviors can progress to cause functional impairment or physical and/or psychological sequelae or stigmatization. When functional impairment is substantial, the diagnosis of stereotypic movement disorder should be considered.

The differential diagnosis of stereotypic movement disorder requires the clinician to rule out a number of other psychiatric conditions in which repetitive behaviors are core features. Examples include obsessive-compulsive disorder, trichotillomania, vocal and motor tics, and Tourette disorder. When these disorders best account for symptoms, stereotypic movement disorder is not diagnosed.

Some childhood habits remain unnoticed and can persist untreated, even when they interfere with the child's optimal functioning. Childhood habits can result in negative social interactions and avoidance by peers and family members. Some repetitive behaviors can cause damage. For example, teeth grinding (bruxism) can result in tooth damage. Occasional hair pulling can result in hair loss or evolve into the more severe disorder, trichotillomania. However, for most children who are otherwise developing normally, few habits result in permanent physical damage to the child. In some cases, treating a childhood habit before clearcut dysfunction arises may prevent serious psychopathology and social dysfunction. Much of what is known about childhood habits derives from the literature about common habit behaviors in adults.

Pathophysiology
The pathophysiology of specific habits varies greatly with respect to the topography and frequency of the particular habit behavior.

Thumb sucking: Thumb sucking is an oral habit that involves mouthing of the thumb. Other fingers or the hand may also be involved.
Nail biting: Nail biting consists of biting on or chewing the nails of the hand.
Nose picking: Nose picking is the insertion of a finger into a nostril and may involve the removal of nasal discharge (ie, snot, "boogers"). Older children and adults are most likely to pick their nose in private, whereas young children may commonly do this in public view.
Bruxism: Bruxism is the forcible gnashing, grinding, clicking, or clenching of teeth. Nocturnal bruxism occurs during sleep, and the child is usually unaware of the problem. Episodes are typically brief, lasting 8-9 seconds, with audible grinding noises. Diurnal (daytime) bruxism is primarily associated with clenching of the teeth and generally does not produce audible noises. Diurnal bruxism is related to other oral habits, such as nail biting or lip chewing.
Breath-holding spells: A breath-holding spell is a paroxysmal event in which a child stops breathing at end-expiration after crying, typically because of pain or anger. The crying may be brief or prolonged. Breath-holding spells are classified as simple, cyanotic, or pallid. A simple breath-holding spell results when the child becomes apneic (cyanotic or pale) but then takes a deep breath. Spells with loss of consciousness and muscle tone are classified by the child's color during the event. Cyanotic spells typically have an emotional precipitant (eg, anger, frustration), and with breath holding, the child progresses from cyanotic to apneic. The child may then become limp and lose consciousness.
The spell typically lasts less than 1 minute. If a seizure occurs, the results from an electroencephalograph (EEG) obtained during rest or sleep are normal. Pallid spells are generally observed in response to pain, and the child quickly becomes apneic and pale. An enhanced vagal response has been postulated to be a precursor to bradycardia or asystole. Seizures rarely result.
Head banging: Head banging is the rhythmic hitting of the head (usually the frontal or parietal region) against a solid surface. In children who are developmentally normal, it usually lasts less than 15 minutes but can last hours. A high frequency of up to 60-80 hits per minute is common. It can be associated with temper tantrums, tension, or stress. Head banging can also develop as a sleep ritual if the head banging occurs as the child falls asleep.
Body rocking or rhythmic movements: Body rocking usually involves a forward and backward rhythmic swaying of the trunk at the hips, generally from a sitting or quadruped position. The intensity may be gentle, or it may be forceful enough to move the child's crib or bed. This behavior typically occurs when children are alone in their cribs or beds. Most episodes last less than 15 minutes but may persist up to 30 minutes. Rhythmic or stereotypic behaviors include repetitive nonfunctional motor movements, such as hand flapping or shaking, self-biting, or hitting one's own body.
Epidemiology
Frequency
United States
Accurate prevalence rates of childhood habits are extremely difficult to estimate because of the various classes of habits and the differing topographies of a child's presenting habit. The prevalence rates of habit disorders are at best unclear, and some remain unknown among children. Future studies will hopefully reveal a more accurate picture of the number of children with the various childhood habit disorders. Estimates from the literature for various types of common habit disorders appear below.

Thumb sucking: This is common in infancy and in as many as 25-50% of 2-year-old children. However, it is observed in only 15-20% of 5- to 6-year-old children.
Nail biting: This is mainly observed from preschool age to adolescence; the prevalence is as high as 45%-60%.
Nose picking: Few studies have been performed. However, in 1 survey, as many as 91% of adults reported nose picking.
Breath-holding spells: These are common in up to 4-5% of children younger than 8 years.
Bruxism: This is observed in 5-30% of children.
Head banging: This can occur in 3-19% of developmentally normal children younger than 3 years. It is more frequently observed in children with autism or developmental delay and in those living in institutional environments.
Body rocking and rhythmic movements: These occur in most infants aged 6-12 months. The behavior is most often observed in children with developmental disabilities or sensory impairments; however, it persists beyond age 2 years in 3% of children with normal development.
The age of onset and resolution of habit behaviors may be delayed in children with developmental disabilities.

Stereotypies are observed in 40-60% of individuals who are institutionalized and have profound mental retardation, 8-10% of individuals who live in the community and have moderate mental retardation, and up to 20% of individuals who live in the community and have mental retardation and autism. Self-injury is less common; it is observed in 10-20% of individuals who are institutionalized and have mental retardation, 1-3% of individuals who live in the community and have moderate mental retardation, and up to 5% of individuals who live in the community and have mental retardation and autism.

Mortality/Morbidity
Because childhood habits take various forms, a wide range of mortality and morbidity profiles exist. Mortality is extremely rare.

All habits have the potential to produce social stigmatization and distress depending on the environmental context in which they occur.
Although the range of physical sequelae varies greatly, serious medical complications are rare.
Some habit disorders may not directly cause the child observable physical damage. Instead, they may result in impairment in social functioning. Stigmatization resulting from the habit can cause the child considerable distress, humiliation, social rejection, academic problems, feelings of shame and guilt, discomfort in social activities, and depression or anxiety.
Sex
Just as the overall prevalence rates of childhood habits are unknown, data on sex-based differences in prevalence are limited at best. In cases of self-injurious behavior, head banging is believed to occur 3 times more frequently in male individuals than in female individuals. Self-biting may be more prevalent in female individuals than in male individuals.

Thumb sucking: This is suspected to occur slightly more often in girls than in boys.
Nail biting: This tends to be more common in females than in males.
Nose picking: Sex-based differences in nose picking are unknown.
Bruxism: When the types of bruxism are separated into clenching and grinding, more females than males grind their teeth, but the number of males and females who engage in teeth clenching are equal. In addition, resulting dysfunction of the temporomandibular joint (TMJ) may be more common among female adolescents than male adolescents.
Breath-holding spells: The occurrence among boys and girls is equal.
Head banging: This occurs 3 times more often in boys than in girls.
Rocking and rhythmic movements: Sex-based differences in rocking and rhythmic movements are unknown.
Age
The age at which specific habits originate, peak, and remit is related to the individual habit behavior.

Thumb sucking: This is observed in utero as early as 29 weeks' gestation. It is common in infancy and is observed in as many as 25-50% of children aged 2 years. Rates of thumb sucking declines with increasing age; most children spontaneously stop at about 4 years of age. It is observed in only 15-20% of children aged 5-6 years.
Nail biting: Onset in children younger than 4 years is rare. Rates as high as 45-60% are observed in preschool age to adolescence.
Nose picking: This is common in adults and children.
Bruxism: Bruxism is observed in 5-20% of children. The frequency increases during childhood, peaking at 7-10 years of age and decreasing after that. It is common in children and adults.
Breath-holding spells: These are reported to occur in 4-5% of the pediatric population, with a peak in frequency at 2-3 years. Breath-holding spells may begin as early as infancy. Approximately 80-90% of preschoolers with breath-holding spells stop by age 6 years.
Head banging: This can occur in 3-19% of developmentally normal children younger than 3 years. It peaks at the ages of 18 months to 2 years, and rates rapidly decline after that. Head banging continues in 1-3% of children older than 3 years. The behavior can recur at 5-6 years of age. Head banging is more frequently observed in children with autism or developmental delay or in those living in an institutional environment.
Laksmi Purwitosari

[Non-text portions of this message have been removed]

13a.

[Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Posted by: "Sarah Isyaturrodiyah" luiza.alaiya@gmail.com

Fri Oct 28, 2011 1:43 am (PDT)



Mods, maaf ya, izin sharing event boleh tidak? kalo tidak boleh tidak apa2,
ga usah di publish. terima kasih

Dear Docs and SPs,

Tergerak karena kurangnya lagu anak2 dan semakin maraknya anak2 menyanyikan
lagu2 orang dewasa, Indra Lesmana dkk, mengadakan event yaitu Jazz for
Children, Jazz for Children sendiri adalah lagu anak2 indonesia bercitarasa
jazz.

"Jazz for Children"

Piano : Indra Lesmana
Vokal : Tompi
Doublebass : Donny Sundjoyo
Drum : Dezca Anugrah Samudra

Tempat : Red and White Lounge Kemang
Pukul : 12 - 14.30
Hari : Minggu, 30 Oktober 2011
RSVP :+6281932337226 (sms only)
+62217183184
+622171792252

yuk dateng yuk, sama anak2 kita....sekalian nostalgia mendengarkan lagu
anak2 yang dulu sering dinyanyikan ortu kita buat kita.

Sarah -mommy Luiza-

[Non-text portions of this message have been removed]

13b.

Re: [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Posted by: "Muhammad Arief Budiman" feira24@yahoo.com   feira24

Fri Oct 28, 2011 2:06 am (PDT)



Hadiirrr SOL

Seru ada giniaan!! Cihuuyyy..tp gw dateng sendiriaan..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

Ga potek yaa
Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: Sarah Isyaturrodiyah <luiza.alaiya@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 28 Oct 2011 15:43:22
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Mods, maaf ya, izin sharing event boleh tidak? kalo tidak boleh tidak apa2,
ga usah di publish. terima kasih

Dear Docs and SPs,

Tergerak karena kurangnya lagu anak2 dan semakin maraknya anak2 menyanyikan
lagu2 orang dewasa, Indra Lesmana dkk, mengadakan event yaitu Jazz for
Children, Jazz for Children sendiri adalah lagu anak2 indonesia bercitarasa
jazz.

"Jazz for Children"

Piano : Indra Lesmana
Vokal : Tompi
Doublebass : Donny Sundjoyo
Drum : Dezca Anugrah Samudra

Tempat : Red and White Lounge Kemang
Pukul : 12 - 14.30
Hari : Minggu, 30 Oktober 2011
RSVP :+6281932337226 (sms only)
+62217183184
+622171792252

yuk dateng yuk, sama anak2 kita....sekalian nostalgia mendengarkan lagu
anak2 yang dulu sering dinyanyikan ortu kita buat kita.

Sarah -mommy Luiza-


[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

13c.

Re: [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Posted by: "first.arasy@yahoo.com" first.arasy@yahoo.com   first.arasy

Fri Oct 28, 2011 2:11 am (PDT)



Whaduh...
Anak saya lg suka alamat palsu nih
Kemana, dimana, kenapa...

#maklum anak kecil, rasa ingin taunya tinggi
Piss
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Muhammad Arief Budiman" <feira24@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 28 Oct 2011 09:06:07
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Hadiirrr SOL

Seru ada giniaan!! Cihuuyyy..tp gw dateng sendiriaan..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

Ga potek yaa
Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: Sarah Isyaturrodiyah <luiza.alaiya@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Fri, 28 Oct 2011 15:43:22
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Mods, maaf ya, izin sharing event boleh tidak? kalo tidak boleh tidak apa2,
ga usah di publish. terima kasih

Dear Docs and SPs,

Tergerak karena kurangnya lagu anak2 dan semakin maraknya anak2 menyanyikan
lagu2 orang dewasa, Indra Lesmana dkk, mengadakan event yaitu Jazz for
Children, Jazz for Children sendiri adalah lagu anak2 indonesia bercitarasa
jazz.

"Jazz for Children"

Piano : Indra Lesmana
Vokal : Tompi
Doublebass : Donny Sundjoyo
Drum : Dezca Anugrah Samudra

Tempat : Red and White Lounge Kemang
Pukul : 12 - 14.30
Hari : Minggu, 30 Oktober 2011
RSVP :+6281932337226 (sms only)
+62217183184
+622171792252

yuk dateng yuk, sama anak2 kita....sekalian nostalgia mendengarkan lagu
anak2 yang dulu sering dinyanyikan ortu kita buat kita.

Sarah -mommy Luiza-


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

13d.

Re: [Sharing] Jazz for Children, lagu anak2 rasa jazz.

Posted by: "zoe_getme@yahoo.com" zoe_getme@yahoo.com   zoe_getme

Fri Oct 28, 2011 2:12 am (PDT)



Bayarnya berapa mba?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
14a.

[Curcol] Lagi2 soal RUM

Posted by: "ursula_maniez@yahoo.com" ursula_maniez@yahoo.com   ursula_maniez

Fri Oct 28, 2011 1:44 am (PDT)



Sedihx...
Td lg baca2 soal HT sakit mata eh d grup tman2 kuliah bahas salah satu babyx temen lg belekan jd mamax lariin k RS PI.
Kebetulan dunk, kucopy-in smua yg kudpet dr milis ini dgn mksd baik, nenangin mamax yg notabene sahabat karib.
Tp dia tetap mo bawa k dokter mata ya udah tyt d sna jg d blgin penyebabx virus tp msih d ksih obat cendro cento (apa nulisx salah yaa?).
Salah satu tman dlm grup itu jg omong yaa anakx dl kl sakit mata d tetesin cendo cytrol aja lgsg beres. Yaa ku minta aja pada ngecek d www.drugs.com biar lbih wise gunain obat, perlu ato tdak.
Weleeeehhh dpt kalimat pedes "yaa yg kasih kan dokter, pstilah lbih tau drpd kamu, anakku baik2 aja tuh. Yg penting kita mampu ke dokter + bli obat ya pstilah d lakukan yg terbaik buat anak"
Duuuhhh sdihx, ini gambaran masyarakat kita yg kadang tll yakin ama prinsip "ada kualitas psti ada harga".
Pdhl br mg lalu tman yg sama jg buru2 k dokter krn anakx pupup 5x dlm shari. Bayar 500rb hy utk dpet komen "ga ada obatx. Ckup ksih cairan/oralit aja." Buseeeetttt
Pdhal ak saranin yg sama, free pula cm kasih link yg kudapat dr milis sehat ‎​‎​​‎​ˆ⌣ˆ✗¡✗¡✗¡✗¡✗¡✗¡ ˆ⌣ˆ‎​‎​​‎​
Balik lg k soal sakit mata,
Sbenarx yg bener di bersihkan pake air mateng hangat or dingin sih SPs? Soale ada tman jg yg blg kata dokter n prawatx harus dgn air dingin krn kl air hangat virusx tmbah melebar dan mkin bengkak.

Salam
Ursula
Powered by Telkomsel BlackBerry®
14b.

Re: [Curcol] Lagi2 soal RUM

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Fri Oct 28, 2011 1:50 am (PDT)



Mba Ursula :
Balik lg k soal sakit mata,

Sbenarx yg bener di bersihkan pake air mateng hangat or dingin sih SPs? Soale ada tman jg yg blg kata dokter n prawatx harus dgn air dingin krn kl air hangat virusx tmbah melebar dan mkin bengkak

Monik :
Apply a compress to your eyes. To make a compress, soak a clean, lint-free cloth in water and wring it out before applying it gently to your closed eyelids. A cool water compress may help relieve allergic conjunctivitis. If you have bacterial or viral conjunctivitis, you may prefer a warm compress. If pink eye affects only one eye, don't touch both eyes with the same cloth. This reduces the risk of spreading pink eye from one eye to the other.

HTH
F.B.Monika

14c.

[Curcol] Lagi2 soal RUM

Posted by: "eliebunny@yahoo.com" eliebunny@yahoo.com

Fri Oct 28, 2011 1:55 am (PDT)



Hahahaha,
Padahal saya paling suka diprotes kalo ngasih obat muraaaahhh bgt ato nda ngresepin obat n cuman nyaranin tuk banyak makan yg bergizi n cukup istirahat (for my dearest friend yg lg kena Rubella, sudahkah kamu sembuh??).
Untuk mengkompres mata, yang penting airnya bersih...tujuan dikompres kan meredakan nyeri dan memudahkan pembersihan discharge (ini apa ya bahasa awam nya..., kotoran kali ya. CMIIW ya...) jadi lebih baik menggunakan air dingin biasa saja, ga harus air es.

-Wulan, mamanya Sofia-
Powered by Telkomsel BlackBerry®
14d.

Re: [Curcol] Lagi2 soal RUM

Posted by: "Pamelia Yulianto" hidupsehat.pam@gmail.com   pamelia_yulianto

Fri Oct 28, 2011 2:03 am (PDT)



Eh maap nih sy br 2 taunan di sini.. Mb Wulan dokter jg yaaa?
Wah asik nambah lg dokter yg aktif

- p a m e l i a -
"Stop Judging, Start Supporting"

Powered by my children's existance

15a.

Re: Tanya :Fungsi Obat

Posted by: "titiaryati" titiaryati@yahoo.com   titiaryati

Fri Oct 28, 2011 1:50 am (PDT)



Dear Mom ALifah & all moms & docs

Saya sudah coba search di drugs.com ada yang ketemu (Captopril, spirola, hcta) dan yang lain nggak, kalo yang tdak ada apa berarti itu bukan obat atau sayanya yang gaptek yah???

Regards
Titi

--- In sehat@yahoogroups.com, "titiaryati" <titiaryati@...> wrote:
>
> Dear mba Alifah
>
> Thanks yah infonya, akan saya coba
>
> Regards
> Titi
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>

16.

Re: [tanyal] Lagi2 soal mata

Posted by: "heidy_jo@yahoo.com" heidy_jo@yahoo.com   heidy_jo

Fri Oct 28, 2011 2:09 am (PDT)



Ngomong2 soal mata,

Kelopak mata saya bengkak pas baru bangun tidur tadi pagi, hanya sebelah (jadi kayak bengkak abis nangis gitu, padahal ga nangis). Kalo dipegang ya linu n gatel.

Suami suruh ke rs aini tp saya msh ragu2, disamping sibuk, siapa tau bisa kempes siangnya.

Kira2 mata saya ini kenapa yah? Siang ini emang agak mendingan tapi msh gatel. Haruskah saya ke rs mata? Muacet banget soalnya. Kalau HT bagaimana ya docs?

Thanks sebelumnya.

Regards,
Erika
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Health

Memory Loss

Are you at risk

for Alzheimers?

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: