Tuesday, October 25, 2011

[sehat] Digest Number 16327

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Dahak Berdarah From: F.B.Monika
1b.
Re: Dahak Berdarah From: deprina_mae@yahoo.com
2a.
Imunisasi (lagi) From: sari
2b.
Re: Imunisasi (lagi) From: tristanathan
3.
(News)Poor Access to Contraceptives Puts Girls at Risk of Unsafe Abo From: polarlander74@yahoo.co.id
4a.
Re: Salam kenal ya.. From: Hilda
5a.
Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi? From: Siti Mawaddah
5b.
Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi? From: nia2R
5c.
Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi? From: Erieka
5d.
Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi? From: twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com
5e.
Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi? From: Inta
6.
baby 4m jarang BAK From: WienTha
7a.
Re: Punya anak laki? From: heidy_jo@yahoo.com
7b.
Re: Punya anak laki? From: meiree2605@yahoo.com
7c.
Re: Punya anak laki? From: twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com
7d.
Re: Punya anak laki? From: heidy_jo@yahoo.com
7e.
Re: Punya anak laki? From: feby eboy
7f.
Re: Punya anak laki? From: ela.batubara@gmail.com
8a.
Re: kepala bayi beruntusan bernanah From: Rosmawati sugeng
8b.
Re: kepala bayi beruntusan bernanah From: Myrna Utari
9a.
Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi (bag. 1 dari 2) From: Nurul Indriati
9b.
Re: Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi (bag. 1 dari 2) From: siti amatullah
10.
Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi (bag. 2 dari 2) From: Nurul Indriati
11a.
Re: Mulut mencong ke kiri From: Noki
12.
Mohon info/link tentang malaria From: avry

Messages

1a.

Re: Dahak Berdarah

Posted by: "F.B.Monika" f_monika_b@yahoo.com   f_monika_b

Mon Oct 24, 2011 3:48 pm (PDT)



Dear Mba Deprina,

Diagnosis kerja dari dr sp paru tsb setelah melihat hasil tes BTA - dan rontgen apa?
Saat ini apakah batuknya masi mengeluarkan darah ?

F.B.Monika

1b.

Re: Dahak Berdarah

Posted by: "deprina_mae@yahoo.com" deprina_mae@yahoo.com   deprina_mae

Mon Oct 24, 2011 4:03 pm (PDT)



Mba Monika,

Dr nya bilang walau semua test negatif tetapi pasti ada 'sesuatu'
Krna kan memang gejala awal tidak ada batuk tetapi saat ada lendir dan otomatis dibatukkan yang keluar adalah darah.

Diagnosa Dr nya belum ada yg pasti Mba menurut temanku itu.
Dr nya juga menyebut pnemonia,tetapi saya sdh bilang ke teman bukankah klo pnemonia itu demam tinggi dan sesak?

Kejadian awal jumat malam,lalu keluar lagi dahak darahnya sabtu sore.Minggu sore ada sedikit.
Alhamdulillah sampai kontrol Dr lagi tadi malam sudah tidak ada lagi.

Bagaimana itu ya Mba monika?
Untuk hasil rontgennya gimana mba?

Maaf merepotkan selalu Mba.


Terimakasih.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "F.B.Monika" <f_monika_b@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 22:54:06
To: Milis Sehat<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Dahak Berdarah

Dear Mba Deprina,

Diagnosis kerja dari dr sp paru tsb setelah melihat hasil tes BTA - dan rontgen apa?
Saat ini apakah batuknya masi mengeluarkan darah ?


F.B.Monika



[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Imunisasi (lagi)

Posted by: "sari" bajajtingkat@yahoo.com   bajajtingkat

Mon Oct 24, 2011 4:03 pm (PDT)



Selamat pagi

Ada pertanyaan titipan dr teman saya u milis ini, mau tanya sendiri tp teman saya blm di approve sama pak/bu moderator :)

Arsyad (1y2w) imunisasinya sdh lengkap, nah posyandu di dkt rmhnya sdg ada program PIN, kata pihak posyandu Arsyad harus ulang imunisasinya. Apakah memang hrs spt itu atau Arsyad tdk perlu imunisasi ulang?

Terimakasih

Salam

Bunda Wafa mewakili mommynya Arsyad :D

2b.

Re: Imunisasi (lagi)

Posted by: "tristanathan" tristanathan.amadeo@gmail.com   trinovi

Mon Oct 24, 2011 6:20 pm (PDT)



mbak sari,

dalam 2 minggu terakhir ini, bahasan soal PIn ada banyak sekali
coba masuk ke yahoogroups aja mbak, banyak hal uang bisa disimak disitu,
ketimbang sekedar jawaban perlu atau tidak aja :)

ini program pemerintah untuk memutus rantai virus campak, jd memang
diharapkan semua anak mendapatkan proteksi yg cukup
dan gak ada istilah overdosis juga untuk imunisasi ini.
tapi, ada bbrp hal menarik dalam diskusi yang ada dalam 2 minggu terahir ini
yang memang layak buat disimak.

selamat memutuskan ya mbak..

-ria-

2011/10/25 sari <bajajtingkat@yahoo.com>

> **
>
> Arsyad (1y2w) imunisasinya sdh lengkap, nah posyandu di dkt rmhnya sdg ada
> program PIN, kata pihak posyandu Arsyad harus ulang imunisasinya. Apakah
> memang hrs spt itu atau Arsyad tdk perlu imunisasi ulang?
>

[Non-text portions of this message have been removed]

3.

(News)Poor Access to Contraceptives Puts Girls at Risk of Unsafe Abo

Posted by: "polarlander74@yahoo.co.id" polarlander74@yahoo.co.id   polarlander74

Mon Oct 24, 2011 4:26 pm (PDT)



The Jakarta Post
October 25, 2011

Poor Access to Contraceptives Puts Girls at Risk of Unsafe Abortions

by Elly Burhaini Faizal

Yogyakarta

Limited access to contraceptives has put millions of young girls at
risk of unsafe abortions in Asia-Pacific countries.

Rishita Nandagiri, a member of the Women's Global Network for
Reproductive Rights, said that young women and other marginalized
groups were still facing barriers in access not only to effective
contraception but also safe abortion services.

"Most sexual and reproductive health and rights programs delivered by
Asia-Pacific governments ignore safe abortion practices," she said.

As a result, women rarely have other options than to seek unsafe
abortions when dealing with unwanted pregnancies.

Amid legal and cultural barriers to premarital sex among teenagers,
many young girls are forced to take risks to avoid humiliation and
rejection within their communities.

According to the World Health Organization (WHO), about 98 percent of
an estimated 21.6 million unsafe abortions worldwide occur in
developing countries, half of which are carried out in Asia.

Almost 5 million women suffer from temporary or permanent disability
caused by unsafe abortions. A high number of maternal mortalities in
developing countries are associated with unsafe abortions.

Women are often forced to apply unsafe, self-induced abortion methods,
such as putting roots, sticks or acid inside their wombs, leading to
severe bleeding, infection and even death.

The need for access to safe abortions triggered a heated debate among
participants at the 6th Asia Pacific Conference on Reproductive and
Sexual Health and Rights, held at Gadjah Mada University last week.

The UN-sponsored event highlighted it as a central issue for a high
number of adolescents, and as a key concern for the world's
population, which is estimated to surpass 7 billion by the end of this
month.

The UN defines adolescents as young people aged between 10 and 24. The
number of adolescents in the Asia-Pacific region is around 850
million, accounting for half of the world's young people.

"Some adolescents may have advantages, such as liberal parents, with
whom they can freely discuss their accidental pregnancies. Many
others, however, especially those who are impoverished and living in
rural areas, are afraid to talk to their parents and don't have the
money or opportunity to seek help," said Eszter Kismodi, the human
rights adviser for the WHO's reproductive health and research
department.

Studies show that the high number of unsafe abortion-associated deaths
relates to prevailing restrictive abortion laws in certain countries.

A report on Indonesian field analysis, titled: "Using Human Rights for
Maternal and Neonatal Health: (A Tool for Strengthening Laws,
Policies, and Standards of Care)", jointly published by the Health
Ministry and the WHO in 2007, recognized that laws have posed as
barriers to abortion. Due to the restrictive nature of the law, the
number of abortions performed each year in Indonesia is grossly
under-reported.

The 2007 report, however, put the figure at around 2 million,
comprising both induced and spontaneous abortions. Data from the
national household health survey in 2001 showed that complications
following unsafe abortions contributed to 5 percent of maternal
deaths.

A study cited in the report said that 24 percent of abortions in
Indonesia were performed by traditional midwives. The incidence rate
ranged from 15 percent in cities to 84 percent in rural areas, showing
the need for safe abortion services.

The report also identified that if female students became pregnant,
they were likely to be expelled from school.

The 2009 Health Law stipulates that abortion is prohibited with the
only exceptions being cases of medical emergency or rape.

An edict released by the Indonesian Ulema Council (MUI) in 2005
supported the law.

"Hospitals, doctors or reproductive health clinics can deliver safe
abortion services as long as they are conducted [according to the
law]," said Sugiri Syarief, the head of the National Family Planning
Board (BKKBN), told The Jakarta Post.

He said public and health professionals have yet to increase both
their awareness on the importance of safe abortion services as allowed
by the law and their understanding on how the law can be properly
interpreted.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
4a.

Re: Salam kenal ya..

Posted by: "Hilda" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Mon Oct 24, 2011 5:08 pm (PDT)



Selamat bergabung mbak astri

Siap2 yaaaaaa, arus milisnya kuenceng. Siapkan mata yg tahan baca ratusan email/hari dan hati seluas samudra menerima informasi2/ masukan2 baru disini ;)

Hilda

5a.

Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi?

Posted by: "Siti Mawaddah" siti.mawaddah@gmail.com   mawaddah_1985

Mon Oct 24, 2011 6:10 pm (PDT)



Asslmwrwb

Moms mau tanya nih...
Sayyid sekarang dah 17 bulan... Masih asi, asip tapi udah campur uht...
Saya kepingin banget ASI sampe 2tahun, makanya saya masih pompa ASI...
Tapi hasilnya makin surut... Kemaren aja cuman 65ml sehari... Karena memang
saya sudah tidak terlalu disiplin...

Ada yang menyarankn utk berhenti pompa ajah...
Tapi saya takut kalau asi saya berhenti produksi...
Saya ingin malam dan weekend sayyid tetep nen full...

Gimana ya mom?
Apa yang terjadi kalo saya stop pumping?

Mohon pencerahannya..
Terima kasih..

[Non-text portions of this message have been removed]

5b.

Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi?

Posted by: "nia2R" niea_152@yahoo.com   niea_152

Mon Oct 24, 2011 6:17 pm (PDT)



Singkat aja: produksi jd berkurang krna permintaan berkurang.
Terpulang ama mba mau yg gimana.
Kalo kebutuhan ASIP jg udh berkurang ya mungkin bisa stop pumping,tp mengenalkan UHT jg butuh waktu.
Ada yg baru kenal jd sembelit, ada yg malah jd lebih sering pup kaya anakku.

Usul: tetep pumping dgn jadwal skrg,sambil tetep pelan2 kenalin UHT,sambil slow weaning jg

Maaf kalo ga berkenan
-nia-ibunya Razan Ragha
@nieafardina

5c.

Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi?

Posted by: "Erieka" E_prue@yahoo.com   e_prue

Mon Oct 24, 2011 6:20 pm (PDT)



Pagi Mbak,

Sesuai prinsipnya, ASI itu demand supply. Salah satu cara mempertahankan kuantitas ASI memang dgn memerahnya. Nah kl berhenti diperah di jam2 Sayyid tdk nen lgsg, maka akan ter"rekam" bahwa demand akan ASI berkurang, shgga produksi akan menurun. Tp tetap diproduksi lho ya krna kan Sayyid msh nen jg, hny kuantitas menurun.

Mnrt saya kl kondisi pekerjaan msh memungkinkan utk memerah, sebaiknya diteruskan saja tnp melihat brp CC hasilnya. Semangat ya Mbak! :)

Rgds,
Erieka
*memerah sampai 25 bulan
Powered by •QueenholicShabiiaddict• BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Siti Mawaddah <siti.mawaddah@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Tue, 25 Oct 2011 08:10:07
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>; asiforbaby@yahoogroups.com<asiforbaby@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi?

Asslmwrwb

Moms mau tanya nih...
Sayyid sekarang dah 17 bulan... Masih asi, asip tapi udah campur uht...
Saya kepingin banget ASI sampe 2tahun, makanya saya masih pompa ASI...
Tapi hasilnya makin surut... Kemaren aja cuman 65ml sehari... Karena memang
saya sudah tidak terlalu disiplin...

Ada yang menyarankn utk berhenti pompa ajah...
Tapi saya takut kalau asi saya berhenti produksi...
Saya ingin malam dan weekend sayyid tetep nen full...

Gimana ya mom?
Apa yang terjadi kalo saya stop pumping?

Mohon pencerahannya..
Terima kasih..


[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

5d.

Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi?

Posted by: "twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com" twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com

Mon Oct 24, 2011 7:12 pm (PDT)



Mba erika,
Sama ih sm saya... Sy jg lg bimbang antara hamil lagi atau gak :(

Suami sy pgn punya bnyk anak *sy dulu jg gt*, tp sy stlh merasakan punya anak 1 ... Sy ngerasain urusan anak hanya urusan sy, suami membantu pun hanya yg ringan2 *krn memang suami kan uda sibuk cari uang ya..*

Nah 1 anak saja, rasanya sy keteteran.. Belum lg kalo anak sakit hadoooh ..dan rasanya sy kok belum siap membagi perhatian sy, sy msh ingin mencurahkan perhatian sy untuk si sulung..

Beberapa kali sy maju mundur mau program anak atau gak.. Haha sampe konsultasi ke dsog, nanya cara hamil anak cowo juga.. *biar kalopun hamil dpt 2 aja cukup*.. Jawaban dsog : jenis kelamin hak mutlak yg diatas :D jadi yg penting ortu mempersiapkan diri untuk menerima si anak..

Jadi inti nya, skrg sy lg memantapkan diri.. Apakah sy benar2 siap menerima 1 little angel lg? Apakah sy yakin bs menghandle smua, apa kah sy yakin bisa bersikap adil?

Maaf ya ga bantu malah curhat, soalna berasa senasib sepenanggungan nih heheh
Powered by Telkomsel BlackBerry®
5e.

Re: Kalau berhenti pompa asi apa yang terjadi?

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 7:37 pm (PDT)



Mba Siti,

Saya baru berhenti pumping saat Bita 20m, hasilnya waktu itu maksimal hanya 80ml aja. Saya sih bersyukur aja masih bisa bawa oleh2 buat bita tiap pulang kantor :). Tenang aja mba selama masih menyusui langsung gak akan langsung habis kok, buktinya saya masih terus menyusui bita sampai umur 3 thn 2 bln.

Cheers, Inta
@Intamaesarinta
terkirim dari henponkuh

6.

baby 4m jarang BAK

Posted by: "WienTha" Muhammad.athaya@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 6:16 pm (PDT)



Dear sps+docs
Mohon masukannya,,
Anak sy arka 4bln full asi bb 6.8 tb 69 (bblr 3.4 tb 49) udah 2 hr ini freq.baknya jarang banget 1 hr cmn 2x itu pun cmn sdkt krn po2k kaennya ga smp basah guyub bgt,padahal minum asip kalo ditinggal dr jam 8 s/d jam 5 sore 650cc, dilanjutin dgn nyusu lgsg kalo mlm,,
Mohon masukannya apakah jmlh asipnya kurang sehingga jarang bak?(Babnya siy normal tetep 1hr 1x),,apakah anak sy dehidrasi krn jmlh baknya yg jarang?
Mohon masukannya yaa soalnya sy bingung wkt anak pertama ga pernah smp jarang bak :'(

TIA

Br
Wiwinn
Powered by AthayArkanaBerry®
7a.

Re: Punya anak laki?

Posted by: "heidy_jo@yahoo.com" heidy_jo@yahoo.com   heidy_jo

Mon Oct 24, 2011 6:49 pm (PDT)



Selamat ya mbaa atas kehamilannya.

Saya justru gundah dulana mengenai punya anak lagi. Anak pertama perempuan dan memang saya happy bgt dapat dia. Kayak punya 'mini me'.

Inginnya sih punya anak 1 saja karena entah kenapa enak bgt jadi anak tunggal. Kata orang nanti kesepian, manja dll omongan negatif tapii di kasus saya justru kebalikannya : saya dididik keras sama ortu krn mereka tau setelah mereka meninggal saya tdk punya siapa2 lg jd harus mandiri banget. Soal kesepian, kan ada teman dan sepupu yg bisa main.

Yang jadi masalah besar adalah suami ingin punya anak laki sedangkan saya tdk ingin hamil lagi (sakit sih). Kalaupun kecelakaan, adakah metoda yg bs menentukan janin agar yg jadi adalah janin laki2? Supaya kalaupun hamil lagi (moga2 tidak) dapatnya laki2 gitu.

Ipar2 saya yg memang bersedia unt punya anak banyak demi dapat anak laki pernah mencoba berbagai metoda. Apakah memang ada ya metoda2 unt dapat anak laki? Mohon sharingnya kalau ada yg punya pengalaman.

Thanks,
Erika
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
7b.

Re: Punya anak laki?

Posted by: "meiree2605@yahoo.com" meiree2605@yahoo.com   meiree2605

Mon Oct 24, 2011 6:57 pm (PDT)



Mb erika, cm mau suggest, lbh baik sblm hamil lg, diskusiin yg matang sm suami, coz suami mb mau, tp mb enggak sprtinya. Kasian nanti klo smp baby ny lahir, mb "setengah hati" mengurusnya krna mngharapkan kelahiran nya "setengah hati" (suami mau, mb enggak).
Baby itu bisa merasakan isi hati bunda nya, bahkan sejak dlm kandungan.

cmiiw, maaf klo ga berkenan
Regards,
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
7c.

Re: Punya anak laki?

Posted by: "twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com" twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com

Mon Oct 24, 2011 7:13 pm (PDT)



Maaf sblmnya salah thread

Mba erika,
Sama ih sm saya... Sy jg lg bimbang antara hamil lagi atau gak :(

Suami sy pgn punya bnyk anak *sy dulu jg gt*, tp sy stlh merasakan punya anak 1 ... Sy ngerasain urusan anak hanya urusan sy, suami membantu pun hanya yg ringan2 *krn memang suami kan uda sibuk cari uang ya..*

Nah 1 anak saja, rasanya sy keteteran.. Belum lg kalo anak sakit hadoooh ..dan rasanya sy kok belum siap membagi perhatian sy, sy msh ingin mencurahkan perhatian sy untuk si sulung..

Beberapa kali sy maju mundur mau program anak atau gak.. Haha sampe konsultasi ke dsog, nanya cara hamil anak cowo juga.. *biar kalopun hamil dpt 2 aja cukup*.. Jawaban dsog : jenis kelamin hak mutlak yg diatas :D jadi yg penting ortu mempersiapkan diri untuk menerima si anak..

Jadi inti nya, skrg sy lg memantapkan diri.. Apakah sy benar2 siap menerima 1 little angel lg? Apakah sy yakin bs menghandle smua, apa kah sy yakin bisa bersikap adil?

Maaf ya ga bantu malah curhat, soalna berasa senasib sepenanggungan nih heheh
Powered by Telkomsel BlackBerry®
7d.

Re: Punya anak laki?

Posted by: "heidy_jo@yahoo.com" heidy_jo@yahoo.com   heidy_jo

Mon Oct 24, 2011 7:14 pm (PDT)



Sudah didiscuss setengah mati dan tetep ngotot punya anak laki. Padahal saya maunya anak 1 aja spy focus kedia semua. No need to share between sibling. Pusing yah mom.

Makanya kalo ada metoda yg cespleng bakal dpt anak laki saya pengen tau banget tuh (belum tentu setuju unt hamil lg sih) tp at least kalau saya harus menjalani kehamilan lg minimal resultnya sesuai harapan.

Thanks,
Erika (1 child is enough)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: meiree2605@yahoo.com
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Tue, 25 Oct 2011 01:57:27
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Punya anak laki?

Mb erika, cm mau suggest, lbh baik sblm hamil lg, diskusiin yg matang sm suami, coz suami mb mau, tp mb enggak sprtinya. Kasian nanti klo smp baby ny lahir, mb "setengah hati" mengurusnya krna mngharapkan kelahiran nya "setengah hati" (suami mau, mb enggak).
Baby itu bisa merasakan isi hati bunda nya, bahkan sejak dlm kandungan.

cmiiw, maaf klo ga berkenan
Regards,
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links

7e.

Re: Punya anak laki?

Posted by: "feby eboy" fetriplef@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 7:26 pm (PDT)



Jadi berpikir.. Orang2 tua kita hebat ... Pny anak banyak tapi semuanya
bisa ke handle tanpa assisten padahal jaman dulu semuanya serba susah...

[Non-text portions of this message have been removed]

7f.

Re: Punya anak laki?

Posted by: "ela.batubara@gmail.com" ela.batubara@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 7:32 pm (PDT)



Denger2 di RS Bunda, katanya bisa disetting ya u program anak kelamin laki laki atau perempuan ? Katanya dari sel sperma nya dipilih dulu baru ditembak ke istri. Tp masalah hasil kurang tau juga.

Bener ga sih ?

Salam,
Ela
* Anak pertama perempuan, lagi hamil anak ke 2 usia kandungan 5 bulan yg prediksinya laki-laki :)


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
8a.

Re: kepala bayi beruntusan bernanah

Posted by: "Rosmawati sugeng" oz_shalihah@yahoo.com   oz_shalihah

Mon Oct 24, 2011 6:56 pm (PDT)



Mba Indah,

nambahin aja, Khansa (8m) baru 1 pekan lalu kena dermatitis seboroik juga, konsul ke dr Apin disaranin pake minyak kelapa home made aja setiap habis mandi dan dikeramasin, alhamdulillah bersih, waktu bulan2 awal Khansa juga merah2 setiap habis pake baby oil, makanya ga pernah pake itu lagi.

[Non-text portions of this message have been removed]

8b.

Re: kepala bayi beruntusan bernanah

Posted by: "Myrna Utari" myrna.utari@gmail.com   myrnau

Mon Oct 24, 2011 7:28 pm (PDT)



Anak saya waktu umur 3bln jg pernah beruntusan bernanah kepalanya.
Saya cukur rambutnya (walaupun agak susah, krn beruntusan di mana2),
dan diolesi minyak kelapa bikinan sendiri.
Sejak lahir tdk pernah pakai baby oil, bedak, atau lotion2/oil2
apapun, jadi mungkin dari makanan yg saya makan ya. Waktu itu sih
belum kepikir meneliti/mengeliminasi makanan yg saya makan.
Sekarang dia umur 5thn, dan menghindari ayam & telur krn gatal2.

On 10/25/11, Rosmawati sugeng <oz_shalihah@yahoo.com> wrote:
> Mba Indah,
>
> nambahin aja, Khansa (8m) baru 1 pekan lalu kena dermatitis seboroik juga,
> konsul ke dr Apin disaranin pake minyak kelapa home made aja setiap habis
> mandi dan dikeramasin, alhamdulillah bersih, waktu bulan2 awal Khansa juga
> merah2 setiap habis pake baby oil, makanya ga pernah pake itu lagi.
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

--
Sent from my mobile device

9a.

Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi (bag. 1 dari 2)

Posted by: "Nurul Indriati" nuwellz@yahoo.com   nuwellz

Mon Oct 24, 2011 7:08 pm (PDT)



PRO KONTRA HUKUM IMUNISASI DAN VAKSINASI
Tuntas
bagi kami pribadi, saat ini dan “mungkin” sementara karena bisa jadi suatu saat
kami mendapat tambahan informasi baru. Kami hanya ingin membagi kelegaan ini
setalah berlama-lama berada dalam kebingungan pro-kontra imunisasi. Pro-kontra
yang membawa-bawa nama syari’at. Apalagi kami sering mendapat pertanyaan karena
kami pribadi berlatar belakang pendidikan kedokteran. Pro-kontra yang
membawa-bawa nama syari’at inilah yang mengetuk hati kami untuk menelitinya
lebih dalam. Karena prinsip seorang muslim adalah apa yang agama syari’atkan
mengenai hal ini dan hal itu.
Sebagai
seorang muslim, semua jalan keluar telah diberikan oleh agama islam. Oleh
karena itu kami berupaya kembali kepada Allah dan rasul-Nya.
 فَإِن تَنَازَعÙ'تُمÙ' فِي Ø´ÙŽÙŠÙ'ءٍ
فَرُدُÙ'وهُ إِلَى اللÙ'هِ وَالرَÙ'سُولِ
 “Kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),” [An-Nisa-59]
Sebelumnya
kami ingin menyampaikan bahwa imunisasi dan vaksinasi adalah suatu hal yang berbeda
dimana sering terjadi kerancuan.
-Imunisasi:
pemindahan atau transfer antibodi [bahasa awam: daya tahan tubuh] secara pasif.
Antibodi diperoleh dari komponen plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit
tertentu.
-Vaksinasi:
pemberian vaksin [antigen dari virus/bakteri] yang dapat merangsang imunitas
[antibodi] dari sistem imun di dalam tubuh. Semacam memberi “infeksi ringan”.
[Pedoman
Imunisasi di Indonesia hal. 7, cetakan ketiga, 2008, penerbit Depkes]
 
Pro-kontra imunisasi dan vaksin
Jika
membaca yang pro, kita ada kecendrungan hati mendukung. Kemudian jika membaca
yang kontra, bisa berubah lagi. Berikut kami sajikan pendapat dari
masing-masing pihak dari informasi yang kami kumpulkan.
 
Pendapat yang kontra: 
·   Vaksin
haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, aborsi bayi, darah orang yang
tertular penyakit infeksi yang notabene pengguna alkohol, obat bius, dan
lain-lain. Ini semua haram dipakai secara syari’at.
·   Efek
samping yang membahayakan karena mengandung mercuri, thimerosal, aluminium, benzetonium
klorida, dan zat-zat berbahaya lainnya yg akan memicu autisme, cacat otak, dan
lain-lain.
·   Lebih
banyak bahayanya daripada manfaatnya, banyak efek sampingnya.
·   Kekebalan
tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap orang. Sekarang tinggal bagaimana menjaganya
dan bergaya hidup sehat.
·   Konspirasi
dan akal-akalan negara barat untuk memperbodoh dan meracuni negara berkembang
dan negara muslim dengan menghancurkan generasi muda mereka.
·   Bisnis
besar di balik program imunisasi  bagi mereka yang berkepentingan. Mengambil
uang orang-orang muslim.
·   Menyingkirkan
metode pengobatan dan pencegahan dari negara-negara berkembang dan negara
muslim seperti minum madu, minyak zaitun, kurma, dan habbatussauda.
·   Adanya
ilmuwan yang menentang teori imunisasi dan vaksinasi.
·   Adanya
beberapa laporan bahwa anak mereka yang tidak di-imunisasi masih tetap sehat,
dan justru lebih sehat dari anak yang di-imunisasi.
 
Pendapat yang pro:
·         Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus Toksoplasma, Rubella,
Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru
lahir langsung meninggal. Dan bisa dicegah dengan vaksin.
·         Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah
penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio.
Apalagi saat ini berkembang virus flu burung yg telah mewabah. Hal ini
menimbulkam keresahan bagi petugas kesahatan yang menangani. Jika tidak ada,
mereka tidak akan mau dekat-dekat. Juga meresahkan masyarakat sekitar.
·         Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan
tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan
lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita
tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan
vaksinasi.
·         Efek samping yang membahayakan bisa kita
minimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih
banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi
setiap orang.
·         Jangan hanya percaya isu-isu tidak jelas dan
tidak ilmiah. Contohnya vaksinasi MMR menyebabkan autis. Padahal hasil
penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus
autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak
faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.
·         Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan
negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga. Terutama vaksin MMR. Disana
juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih. Sampai sekarang negara
barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan
masyarakatnya.
·         Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak
lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Karena standar
kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah)
penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya
tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Bandingkan dengan negara
berkembang. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci.
Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan
lain-lain. Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju,
kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak
ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita.
·         Adabeberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena
hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksinContohnya Fatwa MUI
yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan
karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara
kita. Harus segera dicegah karena sudah banyak yang terjangkit polio, Hepatitis
B, dan TBC.
 
Terlepas
dari itu semua, kami tidak bisa memastikan dan mengklaim 100% pihak mana yang
benar dan pihak mana yang salah. Kami hanya ingin membagi kelegaan hati kami
berkaitan dengan syari’at. Berikut kami sajikan bagaimana proses dari
kebingungan kami menuju sebuah kelegaan karena kami hanya ingin sekedar
berbagi.
 
Kewajiban taat terhadap
pemerintah/waliyul ‘amr
Hal
ini berkaitan dengan program “wajib” pemerintah berkaitan dengan imunisasi
-yang kita kenal dengan PPI [Program Pengembangan Imunisasi]- di mana ada lima vaksin yang menjadi
imunisasi “wajib”.
Sudah
menjadi aqidah ahlus sunnah wal jamaah bahwa kita wajib
mentaati pemerintah. Berikut kami sampaikan dalil-dalil yang ringkas saja.
Allah Ta’ala berfirman,
 يَا أَيُÙ'هَا الَÙ'ذِينَ آَمَنُوا
أَطِيعُوا اللَÙ'Ù‡ÙŽ وَأَطِيعُوا الرَÙ'سُولَ وَأُولِي الÙ'Ø£ÙŽÙ…Ù'رِ مِنÙ'كُمÙ'
“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul
(Nya), dan ulil amri di antara kamu.” [An Nisa’: 59]
Kita
wajib taat kepada pemerintah baik dalam hal yang sesuai dengan syari’at maupun
yang mubah, misalnya taat terhadap lampu lalu lintas dan aturan di jalan raya.
Jika tidak, maka kita berdosa. Bahkan jika pemerintah melakukan sesuatu yang
mendzalimi kita, kita harus bersabar. Kita tidak boleh melawan pemerintah
dengan melakukan demonstrasi apalagi melakukan kudeta dan pemberontakan karena
lebih besar bahayanya dan juga akan menumpahkan darah sesama kaum muslimin.
Dari
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُونُ
بَعÙ'دِى أَئِمَÙ'Ø©ÙŒ لاَ ÙŠÙŽÙ‡Ù'تَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسÙ'تَنُÙ'ونَ بِسُنَÙ'تِى
وَسَيَقُومُ فِيهِمÙ' رِجَالٌ قُلُوبُهُمÙ' قُلُوبُ الشَÙ'يَاطِينِ فِى جُثÙ'مَانِ
إِنÙ'سٍ ». قَالَ قُلÙ'تُ ÙƒÙŽÙŠÙ'فَ أَصÙ'نَعُ يَا رَسُولَ اللَÙ'هِ إِنÙ' أَدÙ'رَكÙ'تُ
ذَلِكَ قَالَ « تَسÙ'مَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنÙ' ضُرِبَ ظَهÙ'رُكَ وَأُخِذَ
مَالُكَ فَاسÙ'مَعÙ' وَأَطِعÙ'
“Nanti setelah aku akan ada
seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu) dan tidak pula
melaksanakan sunnahku (dalam amal). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka
orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad
manusia.“
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang
harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”
Beliau bersabda, ”Dengarlah dan taat kepada
pemimpinmu, walaupun mereka memukul punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah
mendengar dan ta’at kepada mereka.” [HR. Muslim no. 1847]
Kita
baru diperbolehkan untuk  tidak taat jika melihat pemerintah berada pada
kekufuran yang nyata, jelas, dan bukan kekufuran yang dicari-cari dan
dibuat-buat.
سمعوا وأطيعوا، إلا أن تروا كفراً بواحاً عندكم
عليه من الله برهان
“Mendengar dan taatlah kalian
(kepada pemerintah kalian), kecuali bila kalian melihat
kekafiran yang nyata dan kalian memiliki buktinya di hadapan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Jika
ada yang mengatakan bahwa pemerintah sekarang kafir atau bukan negara Islam
sehingga tidak perlu taat, maka kami sarankan untuk banyak menelaah kitab-kitab
aqidah para ulama. Karena bisa jadi tuduhan itu kembali kepada yang menuduh.
Kemudian perlu kita bedakan antara pemerintah yang tidak bisa menjalankan hukum
syariat dan masih menganggap baik hukum Islam.  Dan di antara bukti negeri
tersebut masih muslim adalah masih membebaskan dijalankan syari’at-syari’at
yang bersifat jama’i seperti adzan, shalat berjama’ah dan shalat ‘ied.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 وَمَنÙ' دَعَا رَجُلًا بِالÙ'كُفÙ'رِ Ø£ÙŽÙˆÙ'
قَالَ عَدُوَÙ' اللَÙ'هِ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ'سَ كَذَلِكَ إِلَÙ'ا حَارَ عَلَيÙ'هِ
 “Dan barangsiapa yang memanggil
seseorang dengan panggilan “kafir” atau “musuh Allah” padahal dia tidak kafir,
maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh.”
[HR. Bukhari no. 3317, 5698, dan Muslim no. 214.]
Inilah
yang agak mengusik hati kami, yaitu jika kita tidak mengikuti program imunisasi
maka akan menyebabkan berdosa, karena pemerintah mengatakan “wajib”.
Walaupun
hal ini bisa dibantah bagi mereka yang kontra, karena bahannya yang haram dan
bisa merusak tubuh.  Sehingga dalam hal ini pemerintah tidak perlu
ditaati. Karena kita dilarang merusak tubuh kita sendiri.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلاَ تُلÙ'قُواÙ' بِأَيÙ'دِيكُمÙ' إِلَى
التَÙ'Ù‡Ù'لُكَةِ
“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan” [Al-Baqarah:
195]
Sesuai
dengan kaidah dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ طَاعَةَ فِى مَعÙ'صِيَةٍ ØŒ إِنَÙ'مَا
الطَÙ'اعَةُ فِى الÙ'مَعÙ'رُوفِ
“Tidak ada kewajiban ta’at
dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang
ma’ruf (bukan maksiat).” [HR.
Bukhari no. 7257]
Namun,
kami berusaha mencari-cari lagi apa yang dimaksud dengan “wajib” oleh
pemerintah agar lebih menentramkan dan keluar dari perbedaan pendapat.
 
Wajib imunisasi bukan wajib
secara mutlak
Secara
ringkas, wallahu a’lam, yang kami dapatkan
bahwa pernyataan “wajib” pemerintah di sini bukanlah wajib secara mutlak dalam
pelaksanaannya. Sebagaimana wajib, ada yang wajib ‘ain dan wajib kifayah. wajib Karena ada
beberapa alasan.
1.
Memang ada UU no. 4 tahun 1894 tentang wabah penyakit menular dan secara tidak
langsung imunisasi masuk di sini karena salah satu peran imunisasi adalah
memberantas wabah. Bisa dilihat di: :http://medbook.or.id/news/other/170-uu-no-4-tahun-1984 Ancaman bagi yang tidak mendukungnya,
bisa dihukum penjara dan denda.
Akan tetapi, pemerintah
juga masih kurang konsisten dalam menerapkan hukuman ini. Bisa dilihat
pernyataan salah satu pemimpin kita.
 ”Kita tidak bisa memberikan
sanksi hukuman, tetapi kita hanya bisa menghimbau kepada aparat, ibu-ibu, LSM, majelis taklim,
ketua RT, dan lurah, agar menggerakkan warganya ke pos-pos imunisasi.
Mudah-mudahan Jakarta bebas polio,,”
[sumber:http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/31/time/115902/idnews/371768/idkanal/10]
Walaupun sumber tersebut
tahun 2005, tetapi ini menunjukkan setidaknya pemerintah pernah tidak
konsisten.
2.
Belum ada peraturan pemerintah atau undang-undang khusus yang mengatur secara
jelas, tegas, dan shorihtentang
kewajiban imunisasi, hukuman, serta kejelasan penerapan hukuman.
3.
Kalaupun mewajibkan lima imunisasi termasuk polio, maka bagaimana dengan daerah yang terpencil, daerah
yang tidak mendapatkan pasokan imunisasi seperti beberapa daerah di Papua?
Apakah mereka dipenjara semua? Atau didenda semua? Haruskah mereka mencari-cari
ke daerah yang ada imunisasi dan vaksin?
Bagimana dengan yang tidak
mampu membayar imunisasi? Karena pemerintah belum menggratiskan secara
menyeluruh imunisasi. Walaupun ada yang murah, tetapi tetap saja ada penduduk
yang untuk makan sesuap nasi saja sulit. Apakah orang miskin-papa seperti
mereka harus dipenjara atau didenda karena tidak imunisasi?
4.
Sampai sekarang, wallahu a’lam, kami belum pernah mendengar ada kasus
orang yang dihukum penjara atau denda hanya karena anaknya belum atau tidak
diimunisasi.
5.
Cukup banyak mereka yang kontra imunisasi dan vaksin baik individu, LSM, atau
organisai tertentu mengeluarkan pendapat menolak imunisasi padahal ini sangat
bertentangan dengan pemerintah. Bahkan mereka menghimbau bahkan memprovokasi
agar tidak melakukan imunisasi. Tetapi, wallahu a’lam, kami tidak melihat
tindak tegas pemerintah terhadap mereka.
Atau kita bisa menganalogikan
dengan program “WAJIB belajar sembilan tahun”. Maka semua orang tahu bahwa
“wajib “ di sini tidak bermakna wajib secara mutlak.
 
Maka kesimpulan yang kami
ambil:
Imunisasi dan vaksin mubah,
silahkan jika ingin melakukan imunisasi jika sesuai dengan keyakinan. Silahkan
juga jika menolak imunisasi sesuai dengan keyakinan dan hal ini tidak berdosa
secara syari’at. Silahkan
sesuai keyakinan masing-masing. Yang terpenting kita jangan berpecah-belah
hanya karena permasalahan ini dan saling menyalahkan.
Berikut
kami sajikan fatwa tentang bolehnya imunisasi dan vaksin serta menunjukkan
bahwa semacam imunisasi sudah ada dalam syari’at. Atau yang dikenal sekarang
dengan imunisasi syari’at.
Ketika
Syaikh  Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya tentang hal
ini,
 ما هو الحكم في التداوي قبل وقوع الداء
كالتطعيم؟
 “Apakah
hukum berobat dengan imunisasi sebelum tertimpa penyakit seperti imunisasi?”
Beliau
menjawab,
لا
بأس بالتداوي إذا خشي وقوع الداء لوجود وباء أو أسباب أخرى يخشى من وقوع الداء
بسببها فلا بأس بتعاطي الدواء لدفع البلاء الذي يخشى منه لقول النبي صلى الله عليه
وسلم في الحديث الصحيح: «من تصبح بسبع تمرات من تمر المدينة لم يضره سحر ولا سم
(1) » وهذا من باب دفع البلاء قبل وقوعه فهكذا إذا خشي من مرض وطعم ضد الوباء
الواقع في البلد أو في أي مكان لا بأس بذلك من باب الدفاع، كما يعالج المرض
النازل، يعالج بالدواء المرض الذي يخشى منه.
“La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara
seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah atau
sebab-sebab lainnya. Dan tidak masalah menggunakan obat untuk menolak atau
menghindari wabah yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih
(yang artinya),“Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia
tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”
Ini
termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga jika
dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi untuk melawan
penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka hal itu tidak
masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan. Sebagaimana penyakit yang
datang diobati, demikian juga penyakit yang dikhawatirkan kemunculannya.
[sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/238]
Majelis
Ulama Eropa untuk Fatwa dan Penelitian telah memberikan jawaban untuk masalah
vaksin yang digunakan dalam vaksinasi anak terhadap polio. Dalam masalah
tersebut, Majelis Ulama Eropa memutuskan dua hal:
 
Pertama:
Penggunaan
obat semacam itu ada manfaatnya dari segi medis.  Obat semacam itu dapat
melindungi anak dan mencegah mereka dari kelumpuhan dengan izin Allah. Dan obat
semacam ini (dari enzim babi) belum ada gantinya hingga saat ini. Dengan
menimbang hal ini, maka penggunaan obat semacam itu dalam rangka berobat dan
pencegahan dibolehkan. Hal ini dengan alasan karena mencegah bahaya (penyakit)
yang lebih parah jika tidak mengkonsumsinya. Dalam bab fikih, masalah ini ada
sisi kelonggaran yaitu tidak mengapa menggunakan yang najis (jika memang cairan
tersebut dinilai najis). Namun sebenarnya cairan najis tersebut telah mengalami
istihlak (melebur) karena bercampur dengan zat suci yang berjumlah banyak.
Begitu pula masalah ini masuk dalam hal darurat dan begitu primer yang
dibutuhkan untuk menghilangkan bahaya. Dan di antara tujuan syari’at adalah
menggapai maslahat dan manfaat serta menghilangkan mafsadat dan bahaya.
 
Kedua:
Majelis
merekomendasikan pada para imam dan pejabat yang berwenang hendaklah posisi
mereka tidak bersikap keras dalam perkara ijtihadiyah ini yang nampak ada maslahat
bagi anak-anak kaum muslimin selama tidak bertentangan dengan dalil yang
definitif (qoth’i). [Disarikan dari http://www.islamfeqh.com/Forums.aspx?g=posts&t=203]
Perlu
diketahui juga bahwa di Saudi Arabia sendiri untuk pendaftaran haji
melalui hamlah (travel)  diwajibkan bagi setiap penduduk asli maupun
pendatang untuk memenuhi syarat tath’im (vaksinasi) karena banyaknya wabah yang
tersebar saat haji nantinya. Syarat inilah yang harus dipenuhi sebelum calon
haji dari Saudi mendapatkan tashrih atau izin berhaji yang keluar lima tahun sekali.
Jangan meyebarluaskan penolakan
imunisasi
Merupakan tindakan yang kurang bijak bagi mereka yang
menolak imunisasi, menyebarkan keyakinan mereka secara luas di media-media,
memprovokasi agar menolak keras imunisasi dan vaksin, bahkan menjelek-jelekkan
pemerintah. Sehingga membuat keresahan dimasyarakat.
 Karena bertentangan dengan pemerintah yang membuat dan mendukung program
imunisasi.
Hendaknya ia menerapkan
penolakan secara sembunyi-sembunyi. Sebagaimana kasus jika
seseorang melihat hilal Ramadhan dengan jelas dan sangat yakin, kemudian
persaksiannya ditolak oleh pemerintah. Pemerintah belum mengumumkan besok
puasa, maka hendaknya ia puasa sembunyi-sembunyi besok harinya dan jangan
membuat keresahan di masyarakat dengan mengumumkan dan menyebarluaskan
persaksiannya akan hilal, padahal sudah ditolak oleh pemerintah. Karena hal ini
akan membuat perpecahan dan keresahan di masyarakat.
Islam
mengajarkan kita agar tidak langsung menyebarluaskan
setiap berita atau isu ke masyarakat secara umum. Hendaklah kita jangan mudah
termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan
menyebarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut.
Hendaklah kita menyerahkan kepada kepada ahli dan tokoh yang berwenang untuk
menindak lanjuti, meneliti, mengkaji, dan menelaah berita atau isu tersebut.
Kemudian merekalah yang lebih mengetahui dan mempertimbangkan apakah berita ini
perlu diekspos atau disembunyikan.
Dalilnya
adalah firman Allah Ta’ala,
وَإِذَا جَاءهُمÙ' Ø£ÙŽÙ…Ù'رٌ مِÙ'Ù†ÙŽ الأَمÙ'نِ أَوِ
الÙ'خَوÙ'فِ أَذَاعُواÙ' بِهِ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ' رَدُÙ'وهُ إِلَى الرَÙ'سُولِ وَإِلَى أُوÙ'لِي
الأَمÙ'رِ مِنÙ'هُمÙ' لَعَلِمَهُ الَÙ'ذِينَ يَسÙ'تَنبِطُونَهُ مِنÙ'هُمÙ' ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ'لاَ
فَضÙ'لُ اللÙ'هِ عَلَيÙ'كُمÙ' وَرَحÙ'مَتُهُ لاَتَÙ'بَعÙ'تُمُ الشَÙ'ÙŠÙ'طَانَ إِلاَÙ'
قَلِيلاً
“Dan apabila datang kepada
mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu
menyiarkannya.Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di
antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan
dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia
dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian
kecil saja (di antaramu).”[An-Nisa: 83]
Syaikh
Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diy rahimahullah menafsirkan ayat ini,
هذا
تأديب من الله لعباده عن فعلهم هذا غير اللائق. وأنه ينبغي لهم إذا جاءهم أمر من
الأمور المهمة والمصالح العامة ما يتعلق بالأمن وسرور المؤمنين، أو بالخوف الذي
فيه مصيبة عليهم أن يتثبتوا ولا يستعجلوا بإشاعة ذلك الخبر، بل يردونه إلى الرسول
وإلى أولي الأمر منهم، أهلِ الرأي والعلم والنصح والعقل والرزانة، الذين يعرفون
الأمور ويعرفون المصالح وضدها. فإن رأوا في إذاعته مصلحة ونشاطا للمؤمنين وسرورا
لهم وتحرزا من أعدائهم فعلوا ذلك. وإن رأوا أنه ليس فيه مصلحة أو فيه مصلحة ولكن
مضرته تزيد على مصلحته، لم يذيعوه
“Ini adalah pengajaran dari
Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas]
tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara
yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan
kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru
menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikan  perkara tersebut
kepada Rasulullah dan [pemerintah] yang berwenang mengurusi perkara tersebut
yaitu cendikiawan, ilmuwan, peneliti, penasehat, dan pembuat kebijaksanan.
Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan
kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa
dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan, dan kebahagiaan bagi kaum
mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan
[menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka
mereka tidak menyebarkannya.[Taisir Karimir Rahman hal. 170, Daru Ibnu
Hazm, Beirut, cetakan pertama, 1424 H]
Sebaiknya
kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang
kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 كَفَى بِالÙ'مَرÙ'ءِ كَذِبًا Ø£ÙŽÙ†Ù' يُحَدِÙ'Ø«ÙŽ
بِكُلِÙ' مَا سَمِعَ
“Cukuplah sebagai bukti
kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.”
[HR. Muslim]
Demikianlah
semoga kelegaan ini bisa juga membuat kaum muslimin yang juga sebelumnya berada
di dalam kebingungan juga bisa menjadi lega.
Kami
sangat berharap adanya masukan, kritik dan saran kepada kami mengenai hal ini.
Jika ada informasi yang tegas dari pemerintah tentang wajibnya imunisasi secara
mutlak, kami mohon diberitahukan.
 
Pendapat kami pribadi mengenai
imunisasi dan vaksin
Hati
kami merasa lebih tentram dengan condong ke arah pihak yang pro. Wallahu ‘alam. Kami memang memiliki latar belakang
pendidikan kedokteran, sehingga mungkin ada yang mengira kami terpengaruh oleh
ilmu kami sehingga mendukung imunisasi dan vaksinasi. Akan tetapi, justru
karena kami memiliki latar belakang tersebut, kami bisa menelaah lebih dalam
lagi dan mencari fakta-fakta yang kami rasa lebih menentramkan hati kami.
 Berikut kami berusaha menjabarkannya dan menjawab apa yang menjadi alasan
mereka menolak imunisasi.
 
*Diunduh dari http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html
bersambung ke bagian 2...

[Non-text portions of this message have been removed]

9b.

Re: Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi (bag. 1 dari 2)

Posted by: "siti amatullah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Mon Oct 24, 2011 7:33 pm (PDT)



jazakillah khair mba nurul
izin copas ya ...

rgds,
ami

---

[Non-text portions of this message have been removed]

10.

Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi (bag. 2 dari 2)

Posted by: "Nurul Indriati" nuwellz@yahoo.com   nuwellz

Mon Oct 24, 2011 7:08 pm (PDT)



Vaksin haram?
Ini
yang cukup meresahkan karena sebagian besar masyarakat Indonesia adalah muslim. Namun mari
kita kaji, kita ambil contoh vaksin polio atau vaksin meningitis yang
produksinya menggunakan enzim tripsin dari serum babi. Belakangan ini menjadi
buah bibir karena cukup meresahkan jama’ah haji yang diwajibkan pemerintah Arab
Saudi vaksin, karena mereka tidak ingin terkena atau ada yang membawa penyakit
tersebut ke jama’ah haji di Mekkah.
Banyak
penjelasan dari berbagai pihak, salah satunya dari Drs. Iskandar, Apt., MM,
-Direktur Perencanaan dan pengembangan PT. Bio Farma (salah satu perusahaan
pembuat vaksin di Indonesia)- yang mengatakan bahwa enzim tripsin babi masih
digunakan dalam pembuatan vaksin, khususnya vaksin polio (IPV). Beliau
mengatakan,
“Air PAM dibuat dari air sungai
yang mengandung berbagai macam kotoran dan najis, namun menjadi bersih dan
halal stetalh diproses”. Beliau juga mengatakan, “Dalam proses pembuatan
vaksin, enzim tripsin babi hanya dipakai sebagai enzim proteolitik [enzim yang
digunakan sebagai katalisator pemisah sel/protein]. Pada hasil akhirnya
[vaksin], enzim tripsin yang merupakan unsur turunan dari pankreas babi ini
tidak terdeteksi lagi. Enzim ini akan mengalami proses pencucian, pemurnian dan
penyaringan.” [sumber: http://www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi-Penggunaan-Babi-Untuk-Pembuatan-Vaksin]
Jika
ini benar, maka tidak bisa kita katakan bahwa vaksin ini haram, karena minimal  bisa
kita kiaskan dengan binatang jallalah, yaitu binatang yang biasa memakan
barang-barang najis. Binatang ini bercampur dengan najis
yang haram dimakan, sehingga perlu dikarantina kemudian diberi makanan yang
suci dalam beberapa hari agar halal dikonsumsi. Sebagian ulama berpendapat
minimal tiga hari dan ada juga yang berpendapat sampai aroma, rasa dan warna
najisnya hilang.
Imam
Abdurrazaq As-Shan’ani rahimahullah meriwayatkan,
 عَنِ ابÙ'نِ عُمَرَ Ø£ÙŽÙ†ÙŽÙ'هُ كَانَ
ÙŠÙŽØ­Ù'بِسُ الدَÙ'جَاجَةَ ثَلَاثَةً إِذَا أَرَادَ Ø£ÙŽÙ†Ù' ÙŠÙŽØ£Ù'كُلَ بَيÙ'ضَهَا
 ”Dari Ibnu Umar radhiallahu
‘anhuma  bahwasanya beliau mengurung [mengkarantina] ayam yang biasa makan
barang najis selama tiga hari jika beliau ingin memakan telurnya.” [Mushannaf Abdurrazaq
no. 8717]
Kalau
saja binatang yang jelas-jelas bersatu langsung dengan najis -karena makanannya kelak akan menjadi darah
dan daging- saja
bisa dimakan, maka jika hanya sebagai katalisator sebagaimana penjelasan di
atas serta tidak dimakan, lebih layak lagi untuk dipergunakan atau minimal
sama.
 
Perubahan benda najis atau
haram menjadi suci
Kemudian
ada istilah [استحالة] “istihalah” yaitu perubahan benda najis atau
haram menjadi benda yang suci yang telah berubah sifat dan namanya. Contohnya
adalah jika kulit bangkai yang najis dan haram disamak, maka bisa menjadi suci
atau jika khamr menjadi cuka  -misalnya dengan penyulingan- maka menjadi
suci. Pada enzim babi vaksin tersebut telah berubah nama dan sifatnya atau
bahkan hanya sebagai katalisator pemisah, maka yang menjadi patokan adalah
sifat benda tersebut sekarang.
Ibnu
Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan masalah istihalah,
وَاَللَÙ'هُ â€" تَعَالَى â€" يُخÙ'رِجُ الطَÙ'يِÙ'بَ
مِنÙ' الÙ'خَبِيثِ وَالÙ'خَبِيثَ مِنÙ' الطَÙ'يِÙ'بِ، وَلَا عِبÙ'رَةَ بِالÙ'أَصÙ'لِ، بَلÙ'
بِوَصÙ'فِ الشَÙ'ÙŠÙ'ءِ فِي نَفÙ'سِهِ، وَمِنÙ' الÙ'مُمÙ'تَنِعِ بَقَاءُ حُكÙ'مِ الÙ'خُبÙ'ثِ
وَقَدÙ' زَالَ اسÙ'مُهُ وَوَصÙ'فُهُ،
“Dan
Allah Ta’ala mengeluarkan benda yang suci dari benda
yang najis dan mengeluarkan benda yang najis dari benda yang suci. Patokan bukan pada benda asalnya, tetapi pada
sifatnya yang terkandung pada benda tersebut [saat itu]. Dan tidak boleh
menetapkan hukum najis jika telah hilang sifat dan berganti namanya.” [I’lamul muwaqqin ‘an rabbil
‘alamin 1/298,
Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut,
Cetakan pertama, 1411 H, Asy-Syamilah]
 
Percampuran benda najis atau
haram dengan benda suci
Kemudian
juga ada istilah [استحلاك] “istihlak” yaitu bercampurnya
benda najis atau haram pada benda yang suci sehingga mengalahkan sifat najisnya
, baik rasa, warna, dan baunya. Misalnya hanya beberapa tetes khamr pada air yang sangat
banyak. Maka tidak membuat haram air tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَÙ' اَلÙ'مَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِÙ'سُهُ
Ø´ÙŽÙŠÙ'Ø¡ÙŒ
“Air itu suci, tidak ada yang
menajiskannya sesuatu pun.” [Bulughul Maram,
Bab miyah no.2, dari Abu Sa’id
Al-Khudriy]
كَانَ اَلÙ'مَاءَ قُلَÙ'تَيÙ'نِ Ù„ÙŽÙ…Ù' ÙŠÙŽØ­Ù'مِلÙ'
اَلÙ'خَبَثَ â€" وَفِي لَفÙ'ظٍ: â€" Ù„ÙŽÙ…Ù' ÙŠÙŽÙ†Ù'جُسÙ'
“Jika air mencapai dua qullah
tidak mengandung najis”, di riwayat lain, “tidak najis” [Bulughul Maram,
Bab miyah no.5, dari Abdullah
bin Umar]
Maka
enzim babi vaksin yang hanya sekedar katalisator yang sudah hilang melalui
proses pencucian, pemurnian, dan penyulingan sudah minimal terkalahkan
sifatnya.
 
Jika kita memilih vaksin adalah
haram
Berdasarkan
fatwa MUI bahwa vaksin haram tetapi boleh digunakan jika darurat. Bisa dilihat
di berbagai sumber salah satunya cuplikan wawancara antara Hidayatullah dan KH.
Ma’ruf Amin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI [halaman 23], sumber:
http://imunisasihalal.wordpress.com/2008/03/13/wawancara-dengan-mui-vaksin-haram-tapi-boleh-karena-darurat/
 
Berobat dengan yang haram
Jika
kita masih berkeyakinan bahwa vaksin haram, mari kita kaji lebih lanjut. Bahwa
ada kaidah fiqhiyah,
الضرورة تبيح المحظورات
“Darurat itu membolehkan suatu yang dilarang”
Kaidah
ini dengan syarat:
1.
Tidak ada pengganti lainnya yang mubah.
2.
Digunakan sekadar mencukupi saja untuk memenuhi kebutuhan.
Inilah
landasan yang digunakan MUI, jika kita kaji sesuai dengan syarat:
1.
Saat itu belum ada pengganti vaksin lainnya
Adapun
yang berdalil bahwa bisa diganti dengan jamu, habbatussauda, atau madu [bukan
berarti kami merendahkan pengobatan nabi dan tradisional], maka kita jawab
bahwa itu adalah pengobatan yang bersifat umum dan tidak spesifik. Sebagaimana
jika kita mengobati virus tertentu, maka secara teori bisa sembuh dengan
meningkatkan daya tahan tubuh, akan tetapi bisa sangat lama dan banyak faktor,
bisa saja dia mati sebelum daya tahan tubuh meningkat. Apalagi untuk jamaah
haji, syarat satu-satunya adalah vaksin.
2.
Enzim babi pada vaksin hanya sebagai katalisator, sekedar penggunaannya saja.
Jika
ada yang berdalil dengan,
 إن الله خلق الداء والدواء، فتداووا، ولا
تتداووا بحرام
 ”Sesungguhnya Allah
menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah, dan jangan berobat dengan
sesuatu yang haram.” [HR.
Thabrani. Dinilai hasan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 1633]
Maka,
pendapat terkuat bahwa pada pada asalnya tidak boleh berobat dengan benda-benda
haram kecuali dalam kondisi darurat, dengan syarat:
1.                   Penyakit tersebut adalah penyakit yang harus
diobati.
2.                   Benar-benar yakin bahwa obat ini sangat
bermanfaat pada penyakit tersebut.
3.                   Tidak ada pengganti lainnya yang mubah.
Berlandaskan
pada kaidah fiqhiyah,
 إذا تعارض ضرران دفع أخفهما.
”Jika ada dua mudharat (bahaya)
saling berhadapan maka diambil yang paling ringan.“
Dan
Maha Benar Allah yang memang menciptakan penyakit namun pasti ada obatnya.
Kalau tidak ada obatnya sekarang, maka hanya karena manusia belum menemukannya.
Terbukti baru-baru ini telah ditemukan vaksin meningitis yang halal, dan MUI
mengakuinya.
Bisa
dilihat pernyataan berikut,
“Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk
vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia
dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan
terbitnya sertifikat halal, fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin meningitis
terpapar zat mengandung unsur babi karena belum ada vaksin yang halal menjadi
tak berlaku lagi.”
”Titik kritis keharaman vaksin
ini terletak pada media pertumbuhannya yang kemungkinan bersentuhan dengan
bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang
tercemar dengan najis babi,” kata
Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/7).
Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/21/03395385/Tersedia.Vaksin.Meningitis.Halal
Semoga
kelak akan ditemukan vaksin lain yang halal misalnya vaksin polio, sebagaimana
usaha WHO juga mengupayakan hal tersebut. WHO yang dituduh sebagai antek-antek
negara barat dan Yahudi, padahal tuduhan ini tanpa bukti dan hanya berdasar
paranoid terhadap dunia barat. Berikut penyataannya,
“Menurut Neni [peneliti senior PT. Bio Farma], risiko
penggunaan unsur binatang dalam pembuatan vaksin sebenarnya tidak hanya
menyangut halal atau haram. Bagi negara non-muslim sekalipun, penggunaan unsur
binatang mulai dibatasi karena berisiko memicu
transmisi penyakit dari binatang ke manusia”.
“WHO mulai membatasi, karena
ada risiko transmisi dan itu sangat berbahaya. Misalnya penggunaan serum sapi
bisa menularkan madcow (sapi gila),” ungkap Neni dalam
jumpa pers Forum Riset Vaksin Nasional 2011 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat,
Selasa (26/7/2011)
[sumber: http://www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi-Penggunaan-Babi-Untuk-Pembuatan-Vaksin]
Fatwa
MUI pun tidak selamat, tetap saja dituduh ada konspirasi di balik itu. Maka
kami tanyakan kepada mereka,
“Apakah
mereka bisa memberikan solusi, bagaimana supaya jama’ah haji Indonesia bisa
naik haji, karena pemerintah Saudi mempersyaratkan harus vaksin meningitis jika
ingin berhaji. Hendaklah kita berjiwa besar, jangan hanya bisa mengomentari dan
mengkritik tetapi tidak bisa memberikan jalan keluar.”
Agama
Islam adalah agama yang mudah dan tidak kaku, Allah tidak menghendaki kesulitan
kepada hambanya. AllahTa’ala berfirman,
وَمَا جَعَلَ عَلَيÙ'كُمÙ' فِي الدِÙ'ينِ مِنÙ'
حَرَجٍ
“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan.” [Al-Hajj:
78]
 
Jika masih saja tidak boleh dan
haram bagaimanapun juga kondisinya
Jika
masih berkeyakinan bahwa vaksin itu omong kosong, haram dan tidak berguna, maka
ketahuilah, vaksin inilah yang memberikan kekuatan psikologis kepada kami para
tenaga kesehatan untuk bisa menolong dan mengobati masyarakat umum. Jika kami
-tenaga kesehatan- tidak melakukan vaksinasi hepatitis B, seandainya mereka
yang kontra vaksinasi terkena hepatitis B dan perlu disuntik atau dioperasi,
maka saya atau pun tenaga medis lainnya akan berpikir dua kali untuk melakukan
operasi jika mereka belum divaksin hepatitis B. Maka hati kami akan gusar dalam
menjalankan tugas kami, kita tidak tahu jika ada pasien yang luka, berdarah,
lalu kita bersihkan lukanya, kemudian ternyata diketahui bahwa dia berpenyakis
hepatitis B. Karena keyakinan sudah divaksinasi hepatitis B, maka hal itu
membuat kami bisa menjalaninya.
Begitu
juga jika istri mereka hendak melahirkan dan terkena hepatitis B, bidan yang
membantu mereka akan berpikir dua kali untuk membantu persalinan jika dia belum
vaksin hepatitis B. Karena hepatitis B termasuk penyakit kronis dengan
prognosis buruk, belum ditemukan dengan pasti obatnya.
 
Benarkah konspirasi dan
akal-akalan Barat dan Yahudi?
Untuk
memastikan hal ini perlu penelitian dan fakta yang jelas, dan sampai sekarang
belum ada bukti yang kuat mengenai hal ini. Walapun mereka kafir tetapi Islam
mengajarkan tidak boleh dzalim tehadap mereka, dengan menuduh tanpa bukti dan
berdasar paranoid selama ini. Begitu juga WHO sebagai antek-anteknya.
Malah
yang ada adalah bukti-bukti bahwa tidak ada konspirasi dalam hal ini, berikut
kami bawakan beberapa di antaranya:
1.
Pro-kontra imunisasi dan vaksin tidak hanya berada di Negara Islam dan Negara
berkembang saja, tetapi dinegara-negara barat dan Negara non-Islam lainnya
seperti di Filipina dan Australia
Sumber: http://www.metrotvnews.com/ekonomi/news/2011/07/28/59298/Kelompok-Antivaksin-tak-Hanya-Ada-di-Indonesia
Pro-kontra
imunisasi sudah ada sejak Pasteur mengenalkan imunisasi rabies, sampai
keputusan imunisasi demam tifoid semasa perang Boer. Demikian juga penentang
imunisasi cacar di Inggris sampai membawanya di parlemen Inggris. Para Ibu di
Jepang dan Inggris menolak imunisasi DPT karena menyebabkan reaksi panas
(demam). [Pedoman Imunisasi di Indonesia hal. 361]
2.
Amerika melakukan imunisasi bagi pasukan perang mereka. Ini menjawab tuduhan
bahwa imuniasi hanya untuk membodohi Negara muslim dan sudah tidak populer di
Negara barat, bahkan mereka mengeluarkan jurnal penelitian resmi untuk
meyakinkan dan menjawab pihak kontra imunisasi. Salah satunya adalah jurnal
berjudul,  “Immunization to Protect the US Armed
Forces: Heritage, Current Practice, and Prospects” Sangat lucu jika
mereka mau bunuh diri dengan melemahkan dan membodohi pasukan perang mereka
dengan imunisasi.
Jurnal
tersebut bisa di akses di: http://epirev.oxfordjournals.org/content/28/1/3.full
3. WHO juga sedang meneliti pengembangan imunisasi tanpa menggunakan unsur
binatang sebagaimana kita jelaskan sebelumnya.
 
Uang dibalik imunisasi?
Jika
memang ada bisnis uang orang-orang Yahudi di balik imunisasi, maka ini perlu
ditinjau lagi, karena Indonesia sudah memproduksinya sendiri, misalnya PT. Bio Farma. Jika memang mereka ingin
memeras negara muslim, mengapa mereka tidak monopoli saja, tidak memberikan
teknologinya kepada siapa pun.
 
Imunisasi tidak menjamin 100%
Tidak
ada yang obat yang bisa menjamin 100% kesembuhan dan menjamin 100% pencegahan.
Semua tergantung banyak faktor, salah satunya adalah daya tahan tubuh kita.
Begitu juga dengan imunisasi, sehingga beberapa orang mempertanyakan imunisasi
hanya karena beberapa kasus penyakit campak, padahal penderita sudah
diimunisasi campak.
 
Semua obat pasti ada efek
sampingnya
Bahkan
madu, habbatussauda, dan bekam juga ada efek sampingnya, hanya saja kita bisa
menghilangkan atau meminimalkannya jika sesuai aturan. Begitu juga dengan
imunisasi yang dikenal dengan istilah KIPI [Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi].
Misalnya, sedikit demam, dan ini semua sudah dijelaskan dan ada penanganannya.
 
Anak yang tidak imunisasi lebih
sehat?
Adapengakuan bahwa anaknya yang tidak diimunisasi lebih sehat dan pintar dari yang
diimunisasi. Maka kita jawab, bisa jadi itu karena faktor-faktor lain yang
tidak terkait dengan imunisasi, dan perlu dibuktikan. Banyak orang-orang miskin
dan kumuh anaknya lebih sehat dan lebih pintar dibandingkan mereka yang kaya
dan pola hidupnya sehat. Apakah kita akan mengatakan, jadi orang miskin saja
supaya lebih sehat? Kita tahu sebagian besar anak Indonesia diimunisasi dan lihatlah
mereka semuanya banyak yang pintar-pintar dan menjuarai berbagai olimpiade
tingkat internasional. Apakah kita kemudian akan mengatakan, ikut imunisasi
saja supaya bisa menjuarai olimpiade tingkat internasional? Sehingga, jangan
karena satu dua kasus, kemudian kita menyamakannya pada semua kasus.
 
Penelitian tentang kegagalan
imunisasi dan vaksin yang setengah-setengah
Umumnya
penelitian-penelitian ini adalah penelitian tahun lama yang kurang bisa
dipercaya, mereka belum memahami benar teori imunologi yang terus berkembang.
Kemudian tahun 2000-an muncul kembali yaitu peneliti Wakefield dan Montgomerry yang mengajukan
laporan penelitian adanya hubungan vaksin MMR dengan autism pada anak. Ternyata
penelitian ini tidak menggunakan paradigm epidemiologik, tetapi paradigma
imunologi atau biomolekuler yang belum memberikan bukti shahih. Bukti juga
masih sepotong-potong. Baik pengadilan London maupun redaksi majalah yang memuat tulisan ini akhirnya menyesal dan menyatakan
bukti yang diajukan lemah dan kabur. [Pedoman Imunisasi di Indonesia hal
366-367]
 
Keberhasilan vaksin memusnahkan
cacar [smallpox] di bumi
Bukan
cacar air [varicella] yang kami maksud, tetapi cacar smallpox. Yang sebelumnya
mewabah di berbagai negara dan sekarang hampir semua negara menyatakan
negaranya sudah tidak ada lagi penyakit ini.
“Following their jubilant
announcement in 1980 that smallpox had finally been eradicated from the world,
the World Health Organization lobbied for the numbers of laboratories holding
samples of the virus to be reduced. In 1984 it was agreed that smallpox be kept
in only two WHO approved laboratories, in Russia and America”
“Setelah pengumuman gembira
mereka pada tahun 1980 bahwa cacar akhirnya telah diberantas dari bumi, WHO melobi agar jumlah laboratorium yang
memegang sampel virus bisa dikurangi. Pada tahun 1984, disepakati
bahwa (virus) cacar hanya disimpan di dua
laboratorium yang disetujui WHO, yaitu di Rusia dan
Amerika.”
Sumber: http://www.bbc.co.uk/history/british/empire_seapower/smallpox_01.shtml
Lihat
bagaimana dua negara adidaya saat itu yang saling berperang berusaha
mendapatkan ilmu ini dengan menyimpan bibit penyakit tersebut. Jika ini hanya
main-main dan bohong belaka, mengapa harus diperebutkan oleh banyak negara dan
akhirnya dibatasi dua Negara saja. Lihat juga karena vaksinlah yang
menyelamatkan dunia dari wabah saat itu, dengan izin Allah Ta’ala.
 
Dukung Imunisasi Polio
Pemerintah
Kita
tidak boleh memaksa, kita hanya bisa mengarahkan. Sama dengan wabah cacar, maka
polio juga menjadi sasaran pemusnahan di muka bumi. Oleh karena itu, semua
orang harus ikut serta sehingga virus polio bisa musnah di muka bumi ini. Jika
ada beberapa orang saja yang masih membawa virus ini kemudian menyebar, maka
program ini akan gagal. Di Indonesia pemerintah mencanangkannya dengan
“Indonesia Bebas Polio”. Mengingat penyakit in sangat berbahaya dengan
kemunculan gejala yang cepat.
Mungkin
kita harus belajar dari kasus yang terjadi di Belanda. Di sana, ada daerah-daerah yang karena faktor religius,
mereka menolak untuk divaksin, biasa disebut “Bible Belt”, mereka tersebar di
beberapa daerah di Belanda. Akibatnya, terjadi outbreak (wabah) virus Measles
antara tahun 1999-2000 dengan lebih dari 3000 kasus virus Measles dan setelah
diteliti ternyata terjadi di daerah-daerah yang didominasi oleh orang-orang
Bible Belt. Padahal kita tahu, sejak vaksin Measles berhasil ditemukan tahun
1965-an [sekarang vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)], kasus Measles sudah
hampir tidak ada lagi.
Maka
ini menjadi pelajaran bagi kita, ketika daya tahan tubuh kita tidak memiliki
pertahanan tubuh spesifik untuk virus tertentu, bisa jadi kita terjangkit virus
tersebut dan menularkannya kepada orang lain bahkan bisa jadi menjadi wabah.
Karena bisa jadi, untuk membangkitkan daya tahan spesifik terhadap serangan
virus tertentu yang berbahaya, sistem imunitas kita kalah cepat dengan serangan
virusnya, sehingga bisa barakibat fatal. Dan inilah yang sebenarnya bisa
dicegah dengan imunisasi. Itulah mengapa pemerintah sangat ingin agar imunisasi
bisa mencakup hampir 100% anak, agar setiap orang mempunyai daya tahan tubuh
spesifik terhadap virus tersebut. [dua paragraf di atas adalah tambahan dari
editor, Jazahumullahu khair atas tambahan
ilmunya]
 
Keberhasilan teori dimana teori
tersebut menjadi dasar teori imunisasi
Imunisasi
dibangun di atas teori sistem imunitas (sistem pertahanan tubuh) dengan
istilah-itilah yang mungkin pernah didengar seperti antibodi, immunoglubulin,
 sel-B, sel-T, antigen, dan lain-lain. Teori inilah yang melandasi ilmu
kedokteran barat yang saat ini digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia.
Dan sudah terbukti.
Bagaimanakah
sebuah obat penekan sistem imunitas bekerja seperti kortikosteroid, bagaimana
obat-obat yang mampu meningkatkan sistem imun. Bahkan habbatussauda pun
diteliti dan sudah ada jurnal kedoktean resmi yang menyatakan bahwa
habbatussauda dapat meningkatkan sistem imun. Semua dibangun di atas teori ini.
Dan masih banyak lagi, misalnya vaksin bisa ular.  Bagaimana seorang yang
digigit ular berbisa kemudian bisa selamat dengan perantaraan vaksin ini.
Vaksin tetanus, rabies, dan lain-lainnya
Demikian
yang dapat kami jabarkan, kami tidak memaksa harus
mendukung imunisasi. Tetapi silahkan para pembaca yang menilai sendiri. Yang terpenting adalah
kami telah menyampaikan cara menyikapi pro dan kontra imunisasi. Kami juga tetap
berkeyakinan bahwa pengobatan nabawi adalah yang terbaik, seperti madu,
habbatussauda, dan lain-lain. Sehingga jangan ditinggalkan hanya karena sudah
diimunisasi.
 
Semoga
bermanfaat bagi kaum muslimin. Kami terbuka untuk berdiskusi karena belum tentu
kami yang benar. Kebenaran hanya milik Allah Ta’ala semata.
 
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa
shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
 
Disempurnakan
di Lombok, pulau seribu masjid
22
Syawwal 1432 H, Bertepatan  21 September 2011
Penyusun: 
dr. Raehanul Bahraen
Semoga
Allah meluruskan niat kami dalam menulis.
Muraja’ah:
1.
Ustadz Aris Munandar, SS. MA.
Guru
agama kami, kami banyak mengambil ilmu agama dari beliau
2.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ST.
Senior
dan guru bahasa Arab kami, sering membimbing dan menyemangati kami dalam
menuntut ilmu agama, beliau adalah mahasiswa Jami’ah Malik Su’ud Riyadh KSA
(Master of Chemical Engineering), rutin mengikuti kajian harian Syaikh Sholeh
Al Fauzan dan kajian pekanan Syaikh Sa’ad Asy Syatsri.
Editor medis: dr. Muhammad Saifudin
Hakim
seorang
penulis buku, dosen di Fak. Kedokteran UGM, kakak tingkat kami di Fakultas
Kedokteran UGM
sedang
menempuh S2 Research Master of Infection and Immunity
di
Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Netherlands
Semoga
Allah menjaganya di sana dan pulang ke Indonesia dengan Ilmu yang dibawa.
Artikel www.muslim.or.id

*Diunduh dari http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html

[Non-text portions of this message have been removed]

11a.

Re: Mulut mencong ke kiri

Posted by: "Noki" yehezkhiel_nokipurwaka@yahoo.co.id

Mon Oct 24, 2011 7:25 pm (PDT)




Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: rully875@gmail.com
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 13:36:35
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Mulut mencong ke kiri

Kalo baca penjelasan dr laksmi sih saya lihat sih ga ke arah gejala bells palsy yah dok *mudah2an jangan*. deskripsinya ya dia hanya menarik mulut ke kiri seperti kalo ada yg nyelip di gigi dan pengen kita keluarkan *duh bingungin yah penjelasannya*.

Dan frekuensinya meski berulang tapi ga terus2an tiap saat. Saya sudah tanya apa dia ada sakit di gigi atau ga enak di mulut, jawabannya sih nggak ada.

Setelah ini saya coba browing dg keyword yg dr laksmi beri. Cuma barangkali bisa diberi informasi kondisi seperti apa yg musti dicurigai dok.

Thanks
Rully
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Laksmi Purwitosari <laksmipurwitosari@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 06:02:01
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Mulut mencong ke kiri

Anak-anak juga bisa kena bell's palsy, kalo bell's palsy, wajah perot, mulut mencong, kelopak mata tidak bisa menutup dan kondisi ini terjadi terus menerus, tidak hilang timbul.
Ketika diam, sudut mulut tidak simetris, cekungan nasolabial (hidung bibir) menghilang sesisi, gejala makin tampak ketika meringis. Lipatan dahi berkurang sampai menghilang, kelopak mata tidak bisa menutup rapat.

Jika hilang timbul mungkin suatu gerakan involuntar seperti Tic Facialis atau blepharospasme. Tolong dideskripsikan lagi gejalanya, persepsi saya perotnya hanya kadang kadang? betulkah begitu?

Laksmi Purwitosari



[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links



12.

Mohon info/link tentang malaria

Posted by: "avry" ifree_wahidya@yahoo.com   ifree_wahidya

Mon Oct 24, 2011 7:26 pm (PDT)



Dear Docs n SPs

Sprt judulnya, sy mhn penjelasan atau link sgala tentang penyakit malaria. Sy bth info ttg diagnosis malaria, tatalaksana pengobatannya dst. Kbtulan sy tnggal d daerah endemik malaria,di papua dan skrg sy sdng demam. Sy sh msh positive thinking, dr yg sy rasakan sprtnya sy hnya kena common cold. Tp sy khawatir klo nti keadaan sy memburuk dan dminta u periksa k dokter oleh suami, sy blm pnya bahan diskusi ttg malaria.

Mlihat kondisi d sini, hampir smua yg kena demam, dewasa maupun anak2, ktk d periksa k dokter d nyatakan malaria dg berbagai macam jenisnya dan tingkatannya. Padahal bbrp anak2 d sini sy lhat mrk demam d sertai pilek dan batuk (yg sy tahu dr milis ini,itu hnya common cold). Yg mengerikan jg, adlh obat2 yg dberikan yg katanya trmsk obat2 yg keras.

Intinya, sy mhn pencerahan ttg penyakit malaria ini yah dokter2 dan SPs yg baik ,,, trmksh sblmnya

Regards
Avry

Recent Activity
Visit Your Group
Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Health

Asthma Triggers

How you can

identify them.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: