Monday, October 24, 2011

[sehat] Digest Number 16324

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: marcella.kasih@indosat.blackberry.com
1b.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: Hilda
1c.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: riendra@gmail.com
1d.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: ayu.pandansari6@gmail.com
1e.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: lina hasanah
1f.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: Ida kusumawaty
1g.
Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku.... From: yuli1307@yahoo.com
2a.
How to report different types of content Report Abuse or Policy Viol From: Dina_Bundadanishali
2b.
Re: How to report different types of content Report Abuse or Policy From: angel.encis@gmail.com
3a.
Re: (SEHAT ) Rasionalisasi Pentingnya Vaksinasi (was Re: [sehat] "Ma From: Diana Marcella Moniaga
4a.
Re: Konsul prevnar + share imunisasi di UAE From: twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com
5.1.
Re: ASI sebagai satu satunya vaksin ==> Boleh Tahu Groupnya From: cy
5.2.
Re: ASI sebagai satu satunya vaksin ==> Boleh Tahu Groupnya From: ratu azrita
6.1.
Re: susah BAB From: Reni S. Gunawan
6.2.
Re: susah BAB From: aries3_dee84@yahoo.com
6.3.
Re: susah BAB From: Lia.iRwaN
6.4.
Re: susah BAB From: aries3_dee84@yahoo.com
7a.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: lisvi_na@yahoo.co.id
8a.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: wening2007@yahoo.co.id
9.
Ditolak imunisasi campak, karena ada riwayat kejang From: yosephine@suryamandiricomputer.co.id
10.
Mulut mencong ke kiri From: rully875@gmail.com
11a.
Re: Artikel Dukungan untuk Imunisasi di Blog Gene Netto From: yuti dewita arimbi
11b.
Re: Artikel Dukungan untuk Imunisasi di Blog Gene Netto From: ira yusnita
12a.
Re: tanya : perlukah campak n polio di PIN posyandu? From: siti amatullah mutmainah
13a.
Re: [Need Advice] Zat besi pencegah anemia From: siti amatullah mutmainah

Messages

1a.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "marcella.kasih@indosat.blackberry.com" marcella.kasih@indosat.blackberry.com

Mon Oct 24, 2011 2:12 am (PDT)



Selamat ya mbak
Semoga acaranya lancar

Regards,
Marcella

Sent from my BlackBerry0…3
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
1b.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "Hilda" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Mon Oct 24, 2011 2:18 am (PDT)



Mba ira....
Lama ga nongol tau2 bawa kabar heboh ☺
Ditunggu live tweetnya ya...
Hehe

Hilda
1c.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "riendra@gmail.com" riendra@gmail.com   rien_elle

Mon Oct 24, 2011 2:21 am (PDT)



Tos mbak ira,ak jg seneng bgt pas baca email akhirnya jadi juga dr wati didatangkan ke kantor n langsung minta tolong temen buat didaftarin secara lg dinas luar,semoga bisa menularkan semangat RUM ke yg lain ya,jadi ga dianggap aneh lg ga pernah kasih obat ke anak lha padahal anak sy ga pernah sakit selain batpil...


-ririn-
Sent from my SheraBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
1d.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "ayu.pandansari6@gmail.com" ayu.pandansari6@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 3:06 am (PDT)



Jam brp y acara seminarny?
Orang luar boleh ikut ga mbk?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: iriani prihamdini <irianiku@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 16:02:43
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Wahh...begitu melihat pengumuman kalo Dr.Wati mau jadi pembicara dalam
seminar di kantorku (Bank Indonesia) yang di pandu oleh Dian Nitami, kamis
27 Oktober ini......aku langsung bersemangat mengajak temen kantorku, yang
dulu meng-anggap aneh diriku.....
hhhuuurraayyyyy.....waktunya membuktikan bahwa merekalah yang aneh dan tega
terhadap anak-anak mereka.....
hhhhuiuurraayyyy...selamat datang Dr.Wati....caaaiiyyooooo....millis
Sehat......

regard,
Ira


[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

1e.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "lina hasanah" lina_hasanah@yahoo.com.au   lina_hasanah

Mon Oct 24, 2011 3:08 am (PDT)



skalian fee-nya berapa ney mba ?
Many txs

________________________________
From: "ayu.pandansari6@gmail.com" <ayu.pandansari6@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, 24 October 2011 5:06 PM
Subject: Re: [sehat] Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Jam brp y acara seminarny?
Orang luar boleh ikut ga mbk?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: iriani prihamdini <irianiku@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 16:02:43
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Wahh...begitu melihat pengumuman kalo Dr.Wati mau jadi pembicara dalam
seminar di kantorku (Bank Indonesia) yang di pandu oleh Dian Nitami, kamis
27 Oktober ini......aku langsung bersemangat mengajak temen kantorku,  yang
dulu meng-anggap aneh diriku.....
hhhuuurraayyyyy.....waktunya membuktikan bahwa merekalah yang aneh dan tega
terhadap anak-anak mereka.....
hhhhuiuurraayyyy...selamat datang Dr.Wati....caaaiiyyooooo....millis
Sehat......

regard,
Ira

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB          : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links

[Non-text portions of this message have been removed]

1f.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "Ida kusumawaty" ida.a.kusumawaty@gmail.com   ida_a_kusumawaty

Mon Oct 24, 2011 3:30 am (PDT)



Seminarnya gratis. Cuman orang luar masuk BI memang ada prosedurnya sich,
minimal meninggalkan identitas diri (bisa di satpam luar dan/atau satpam
gedung).

Jadi inget pas PESAT 12 kemarin, jungkir balik nelpon IPEBI buat minta
sponsor tempat, tapi gagal hiksss... Ya gpp lah 2 jam dengerin Bunda pasti
banyak dapat pencerahan.

Salam,
Mama Nayla

2011/10/24 lina hasanah <lina_hasanah@yahoo.com.au>

> **
>
>
> skalian fee-nya berapa ney mba ?
> Many txs
>
> ________________________________
> From: "ayu.pandansari6@gmail.com" <ayu.pandansari6@gmail.com>
> To: sehat@yahoogroups.com
> Sent: Monday, 24 October 2011 5:06 PM
> Subject: Re: [sehat] Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....
>
>
> Jam brp y acara seminarny?
> Orang luar boleh ikut ga mbk?
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>
> -----Original Message-----
> From: iriani prihamdini <irianiku@gmail.com>
> Sender: sehat@yahoogroups.com
> Date: Mon, 24 Oct 2011 16:02:43
> To: <sehat@yahoogroups.com>
> Reply-To: sehat@yahoogroups.com
> Subject: [sehat] Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....
>
> Wahh...begitu melihat pengumuman kalo Dr.Wati mau jadi pembicara dalam
> seminar di kantorku (Bank Indonesia) yang di pandu oleh Dian Nitami, kamis
> 27 Oktober ini......aku langsung bersemangat mengajak temen kantorku, yang
> dulu meng-anggap aneh diriku.....
> hhhuuurraayyyyy.....waktunya membuktikan bahwa merekalah yang aneh dan tega
> terhadap anak-anak mereka.....
> hhhhuiuurraayyyy...selamat datang Dr.Wati....caaaiiyyooooo....millis
> Sehat......
>
> regard,
> Ira
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------------------------------
>
> Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
> - Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal
> FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
>
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland,
> dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami,
> PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
>
> "Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
> =================================================================
> Milis Sehat thanks to:
> - AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS
> SEHAT 2011.
>
> Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk.
> who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi
> Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> "SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
>
> Kunjungi kami di (Visit us at):
> Official Web : http://milissehat.web.id/
> FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
> Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
> ==================================================================
> Donasi (donation):
> Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
> Bank Mandiri
> Cabang Kemang Raya Jakarta
> Account Number: 126.000.4634514
> ==================================================================Yahoo!
> Groups Links
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

1g.

Re: Hooree...Dr.Wati ada di kantorku....

Posted by: "yuli1307@yahoo.com" yuli1307@yahoo.com

Mon Oct 24, 2011 4:18 am (PDT)



Kantor BI yang dimana mom? Boleh ga ya nimbrung..

*kepengen

Wassalam,
Yuliastuti | T: @yuli1307
Mon, Oct 24, 2011 / 18:19:55
Powered by DakotaBerry®
2a.

How to report different types of content Report Abuse or Policy Viol

Posted by: "Dina_Bundadanishali" danishapramesvari@gmail.com   adin_zahra

Mon Oct 24, 2011 2:13 am (PDT)



Kebetulan tadi sempet buka link yg dikasi Pak-e...

trus ada SOP buat --->How to report different types of content Report
Abuse or Policy Violations

****************************************************************************

How to report different types of content

Report Abuse or Policy Violations » Reporting a violation

.

Expand All · Share

.

Timelines

Click the gear menu  in the top right side of the timeline you'd like
to report.

Choose the Report/Block option to report the account to Facebook.



Profiles

Click on the profile you want to report

Click the Report/Block This Person link that’s located in the bottom
left corner of the page



Photos & Videos

Click on the photo or video you want to report

Click the Report This Photo or Report This Video link that’s located
in the bottom right corner of the page



Pages

Click on the page you want to report

Click the Report This Page link that’s located in the bottom left
corner of the page



Messages

Open the message you'd like to report

Click to open the Actions menu at the top right corner of the message

Choose Report as Spam if the message is spam, or Report Conversation
if the message is threatening, harassing or from someone whose account
was hacked



Posts

Use your mouse to find the arrow menu  in the right corner of the
post you'd like to report

Click Report post or spam



Groups

Go to the group you want to report

Click  at the top right corner

Pick Report Group from the dropdown menu



Events

Click on the event you want to report.

Scroll down to the very bottom of the event Wall and click the Report
Event link. You may need to scroll down a few times to see this link.



Ads

When viewing the ad in question, hover over the ad and click the X to
the right of the ad

Choose Hide this ad to report a specific ad, or Hide all from... to
hide all ads from that particular advertiser

***********************

mungkin langkah2 diatas bisa dilakukan rame2 untuk group2 (3 group ) tadi....

*belum nyoba di kantor ga bs buka FB-provider BB juga lemot abiss*

salam sehat selalu

2b.

Re: How to report different types of content Report Abuse or Policy

Posted by: "angel.encis@gmail.com" angel.encis@gmail.com   indahlife

Mon Oct 24, 2011 5:10 am (PDT)



Mba dina,aku nyoba lewat bb ga bisa tuh.mungkin kudu lewat PC kali ya.ntar agak maleman deh aku coba lewat lappy.moga2 isa.

Angel
Emaknya encis n twinnies inside

3a.

Re: (SEHAT ) Rasionalisasi Pentingnya Vaksinasi (was Re: [sehat] "Ma

Posted by: "Diana Marcella Moniaga" diana.marcella@energi-mp.com

Mon Oct 24, 2011 2:36 am (PDT)



Mba Dina,

Ijin copas & save email nya yaa..aku juga lg mau fight agar dokter di kantorku 'melek' imunisasi.

Thx!

-Cella-

-----Original Message-----
From: Dina_Bundadanishali <danishapramesvari@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 21 Mar 2011 15:24:07
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Cc: <hamasu_it04@yahoo.com>
Subject: (SEHAT ) Rasionalisasi Pentingnya Vaksinasi (was Re: [sehat] "Mahzab"
Anti Vaksin,adakah?)

to bapak usamah...

coba ikutan nimbrung ya pak...

saya coba, dr awal pertanyaan bapak ya...

Q : Adakah rekans yang menganggap tidak perlunya memberi vaksin ke anak?

A : Adaa paakk..banyakkk, hehehe...kenapa mereka beranggapan
begitu?hmm macem2 pak alasannya...Karena ASI cukup dan is the best,
karena imunisasi berarti memasukkan penyakit ke tubuh anak , karena di
Qur'an/jaman Nabi ga ada (ini yg paling ekstrim), krn ga ada label
halal, dan ada juga (ini yg menyedihkan) karena ga ada biaya (beberapa
imunisasi memang mahaal)...

saya ga sebut2 soal zionis, karena kata bapak alasan bapak bukan itu kan?:P

Q :Anak saya usia 24 d sekarang, dan belum ada niat untuk imunisasi. Gini:
1. Sya butuh rasionalisasi pentingnya vaksinasi itu...
2. Juga butuh alasan yg rasional yang tidak melakukan vaksinasi

A: Butuh rasionalisasi soal pentingnya vaksin?bentar pak...mohon maaf
kalo salah ngerti, maksudnya vaksin ga rasional?atau gmna?..

Gini deh, kebetulan saya disini, mencoba menjawab dengan kapasitas
menjawabnya sebagai ortu yg pro vaksin, jadi ya mohon maaf kalo soal
yg no 2 ga bisa jawab, karena saya bukan pelakunya..

gini jawaban saya ya pak, sori kalo panjangg:...

Pertama, mengerti dulu tentang apa itu vaksinasi/imunisasi.

Saya cuplik sedikit dr wiki:
" Immunization, or immunisation, is the process by which an
individual's immune system becomes fortified against an agent (known
as the immunogen).

When this system is exposed to molecules that are foreign to the body
(non-self), it will orchestrate an immune response, but it can also
develop the ability to quickly respond to a subsequent encounter
(through immunological memory). This is a function of the adaptive
immune system. Therefore, by exposing an animal to an immunogen in a
controlled way, its body can learn to protect itself: this is called
active immunization."

http://en.wikipedia.org/wiki/Immunization
http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=3909
http://cpddokter.com/home/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=79

Oke, dari pengertian ini mungkin bisa baca beberapa artikel terkait di
link: http://www.cdc.gov/vaccines/vac-gen/6mishome.htm:

Salah satunya adalah : # Myths & Concerns: Vaccines don't work, aren't
necessary, are not safe; infants are too young to get vaccinated...

Ada banyak artikel lagi di link tsb......

coba baca ini (2 link dibawah , favorit saya pak, hehe)

http://lita.inirumahku.com/health/lita/ajakan-menolak-imunisasi/

http://drarifianto.multiply.com/tag/imunisasi%20halal

kemudian ada buku yang berjudul: 'Vaccine' yang ditulis oleh jurnalis
Arthur Allen. Lebih ke sejarah dan peliputan pendapat/opini berbagai
pihak 'sepanjang masa' *yang mampu dia liput*
Review dan summary bukunya bisa dilihat di Amazon ini:
http://www.amazon.com/Vaccine-Controversial-Medicines-Greatest-Lifesaver/dp/0393059111

dr kemaren mungkin banyak yg menyarankan website CDC, maaf di email
ini saya ulangi lagi...hehehe

Coba bapak Usamah, luangkan waktu ke ke website CDC
(Centres for Disease Control and Prevention) di http://www.cdc.gov
atau ke http://who.int atau ke
http://www.who.int/topics/immunization/en/ atau tentang miskonsepsi
seputar vaksin di
http://www.quackwatch.com/03HealthPromotion/immu/immu00.html

Jika dirasa info ini 'berat sebelah' alias berat ke vaksin, memang
dimaksudkan untuk mengimbangi pendapat lain yang juga 'berat sebelah'
alias vaksin itu tidak perlu :)

jujur, saya juga berkunjung juga ke website yg menganut "mahzab
menolak vaksin", seperti yg sudah di kirimkan oleh pak/bu racer imoet,
imunisasihalal.wordpress.com, tapi bikin saya patah hati karena, tanpa
tedeng aling2, "JUALANNYA"nya keliatan langsung di website
tersebuttt...OH noooo!!!...

Ada lagi nih pak, web yg serius banget menolak imunisasi yaitu
(http://www.healthfreedomusa.org/?p=583)

ini saya potongin Quotenya: "IDEA PEMBERANTASAN POLIO HANYALAH SUATU
CARA UNTUK PENYEBARAN VAKSIN YANG
> SENGAJA DIKONTAMINASI, DISEBAR KE SELURUH DUNIA MELALUI PBB-WHO. 'VAKSIN' WHO (ini terjemahan)

ngeri bangettt..pertama dapet link itu, saya penasaran beratt, saya
browse lah itu website. Dan agaiinn, saya patah hati lagii, website
ini jualaann jugaaa..(something herbal2 jugalah). Cuman website ini
lebih pinter, jualannya ga dijemberengin , yah, perlu klik sana-sini
dulu baru ketemu jualannya ...pinter dehhh yg bikin website..hehehe

oh ya...kalo mau baca sharing para orang tua di milis ini, ada mba
resti yg barusan sharing soal Hep B: disini:
http://mail.google.com/mail/h/14i5c7nnwlaxb/?v=c&d=u&n=hra0hq&th=12ed66fa61f5a721#m_12ed3d5dfbc2b4bc

Ada mba esti yg pernah sharing mengenai ponakan tercinta yg kena
meningitis, dan betapa ayah si ponakannya itu menyesal seumur hidup
dan mewanti2 mba esti untuk melengkapi imunisasi Hib putrinya Jasmine,
disini : http://mail.google.com/mail/h/14i5c7nnwlaxb/?v=c&d=u&n=hra0hq&th=12ed66fa61f5a721#m_12ed3d5dfbc2b4bc

oh ya, soal label halal untuk imunisasi, sungguh ini PR besar buat
kaum Muslim di Indonesia?Soal label halal makanan minuman aja ruwet,
apalagi soal imunisasi? Mo nunggu MUI atau
pemerintah?.maaaffff....saya ga mauuuu....:D

Berikut korespondensi salah seorang aggota milis ini ke MUI, mengenai
kehalalan imunisasi
disini:http://mail.google.com/mail/h/14i5c7nnwlaxb/?v=c&d=u&n=hra0hq&th=12ed66fa61f5a721#m_12ed3d5dfbc2b4bc

saya quote jawaban dr MUI: " Terima kasih atas pertanyaan ibu dan
tentunya kepedulian tentang vaksinasi
anak2 kita. Memang belum ada fatwa resmi dari MUI untuk menentukan status
faksin2 bagi anak2, sehingga kami belum dapat memberikan faksin mana saja
yang halal/haram. Apabila status darurat kita terapkan dan azas manfaat
serta mudharatnya suatu perbuatan maka memvaksinasi anak2 dibolehkan demi
pencegahan untuk berbagai penyakit yang bakal menyerang anak2."

terus ini berita terbaru soal MMR vs Autism:
Adalah Brian Deer seorang jurnalis yg melakukan investigasi & berhasil
membongkar penipuan yg dilakukan dr. Andrew Wakefield. Dr. Andrew
Wakefield memberikan data palsu utk menghubung2kan MMR sebagai
penyebab autis, atas permintaan Richard Barr, seorang lawyer yg ingin
mendapatkan uang dengan pengajuan class action MMR.
Summary & detail hasil investigasinya, silahkan lihat di link berikut
: http://briandeer.com/mmr/lancet-summary.htm

Oh iya, anak bapak laki2 atau perempuan. Sudah diimunisasi Gondongan
(MMR) ? FYI, salah satu efk samping gondongan bagi laki2 adalah
"serious infection
that may cause sterility "

http://www.netdoctor.co.uk/diseases/facts/mumps.htm

In 20 to 30 per cent of the cases of adult men with mumps, the disease
infects the testicles
(orchitis<http://www.netdoctor.co.uk/diseases/facts/epididymitis.htm>)
causing swelling, pain, soreness and a higher temperature. This often occurs
about a week after the disease has broken out, and is a serious infection
that may cause sterility.

A less rare complication of mumps is
meningitis<http://www.netdoctor.co.uk/diseases/facts/meningitis.htm>,
which may appear 3 to 10 days after the onset of mumps. This is an
inflammation of the membranes of the brain or spinal cord.

Dari linknya mba alifah soal Campak/measles yg jadi wabah kemren,
salah satu efek dari penyakit campak adalah SSPE (Subacute Sclerosing
Panencephalitis (SSPE))
http://www.ninds.nih.gov/disorders/subacute_panencephalitis/subacute_panencephalitis.htm

Ada liputan tabloid Mom
& Kiddie ed. 12 th IV , 1 artikel yaitu " AKIBAT VIRUS
CAMPAK, PUTRAKU MENGALAMI PENGERUTAN OTAK". coba baca bahasannya di
sini: http://mail.google.com/mail/h/5ajtu04wy59q/?v=c&s=q&q=SSPE&th=12601f7d9a5c89c0
atau http://mail.google.com/mail/h/18ld7nu2bdprn/?v=c&s=q&q=SSPE&

last but not least....

monggo dibaca yg ini : Parenting : <http://milissehat.web.id/?p=651>
Menterjemahkan Informasi Berita Kesehatan.
Jadi di link ini kita belajar, gimana biar kita ga salah menerjemahkan
informasi kesehatan.

soal imunisasi ini apakah seperti virus/anti virus dunia komputer?
Saya bukan orang IT, tapi sependek pengetahuan saya - bodo2annya saya
lah pak, bisa saja sih pak. Biar ga kena virus, komputernya dipasangi
antivirus. cuman kalo soal imunisasi, ya balik lagi lah ke definisi
imunisasi itu apa. gimana cara bekerjanya.

Aahh.nakut2in aja ahhh....

Monggo pak, kalo saya dibilang, nakut2in. Saya cuman mau paparin
sejumlah fakta, teori dan risiko dari imunisasi/tidak diimunisasi.
Kalo saya sih, saya akan pelajari apa itu vaksinasi/imunisasi. Apa
risikonya, jika saya ga mau imunisasi. Ada informasi apa saja terkait
imunisasi. Setelah itu, baru saya bisa memilih dan memilihkan untuk
anak saya...

Anak saya masih 5 tahun dan 1 tahun pak. Puyeng kalo tak kasi email
saya yg panjang lebar ini. Mau ga mau saya yg bertanggung jawab
memilihkan untuk mereka. Saya ga kebayang saja sih pak, anak saya kena
polio/pertusis ....liat videonya di you tube saja saya merinding,
apalagi kalo menimpa anak saya..(naudzubillah)...:(

IQRO pak...Bacalah...Bacalah sebanyak2nya, dengan seksama dan monggo
keputusan untuk anak2 anda , ada di tangan anda, orang tuanya...

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum
itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka " QS 13:11

Love them, protect them, imunize them....

Bismillahirohmanirrohim....

*cmiiw all*

------------------------------------

"Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
=================================================================
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
=========================================================================
Donasi
Rekening YOP
Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
=========================================================================Yahoo! Groups Links

------------------------------------

"Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
=================================================================
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
=========================================================================
Donasi
Rekening YOP
Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
=========================================================================Yahoo! Groups Links

4a.

Re: Konsul prevnar + share imunisasi di UAE

Posted by: "twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com" twinkle-little.z@telkomsel.blackberry.com

Mon Oct 24, 2011 2:41 am (PDT)



Maaf numpang thread ya mba..

Mba ria,

Kalo kt mba ria "dalam imunisasi, gak ada istilah 'percuma'

jadi apa yg udah diberikan tetep dihitung."

Apakah berlaku juga untuk vaksin kanker servik??

Krn sy stlh menikah sebelum hamil (2008) sempet vaksin untuk kanker servik.. Tp
Krn di pertengahan hamil jd dihentikan.. Trus kira2 gmn tuh statusnya?? Sy pgn vaksin lg soalna.. Tp kt dokter hrs ulang dari pertama..




Powered by Telkomsel BlackBerry®
5.1.

Re: ASI sebagai satu satunya vaksin ==> Boleh Tahu Groupnya

Posted by: "cy" nankrist@yahoo.com   nankrist

Mon Oct 24, 2011 3:20 am (PDT)



Apaan sih nama milisnya?
Cy (*penasaran*)
Sent from my BlackBerry®
powered by sinyal cinta JordyNara


-----Original Message-----
From: ina5712@gmail.com
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 08:17:33
To: sehat<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] ASI sebagai satu satunya vaksin ==> Boleh Tahu Groupnya

Saya juga Ï'i depak dr grup tsb karena beda pendapat n sempet debat ama owner nya :) malahan Ï'i FB saya tadinya si owner itu temenan sama saya tp akhirnya saya Ï'i remove dr friendlist nya dia :)

Ada temen yg add si owner Ï'i FB pdhl anggota grup tsb eh Ï'i tolak alasannya bukan SAUDARA.. Lah jadi bingung dia, aneh bgt khan

Regards,
-endang-
"Selalu ngeri kalo baca postingan Ï'i grup tsb, mendingan gak usah ikutan sekalian"
Sent from BlackBerry® on 3

[Non-text portions of this message have been removed]

5.2.

Re: ASI sebagai satu satunya vaksin ==> Boleh Tahu Groupnya

Posted by: "ratu azrita" dear.azrita@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 4:44 am (PDT)



yg bikin crash kemarin itu masih member kok, sy kenal sama orgnya.
Cuman skr tiap dia komen sesuatu lsg dihapus postingannya.
Btw teman sy itu semalem cerita postingan 'menggemparkan' terakhir itu
katanya vaksin dibuat dari liur anjing.. yg sengaja dikirim kesini
untuk merusak akhlak org indonesia.
ckckckck

yg sering mereka debatkan jg itu soal kandungan vaksin yg katanya
mengandung bahan kimia berbahaya.
Si empunya grup jg selalu beralasan bahwa bio**rma belum/gak mau
diaudit oleh lp pom mui. Karenanya jg mereka meragukan kehalalan
vaksin yg dibuat oleh pabrik tsb.

btw sy sih jg udah didepak dari sana krn sempet komen yg lurus soal vaksin hehe
diblokir pula sama si empunya grup.
gpp lah, bikin cape ati dan emosi jiwa jg baca2 grup itu :D
lha kmaren aja ada baca anak umur 9bln udah dibekam (>_<)

On 10/24/11, ezi «boenda Aira» <onlyzie@yahoo.com> wrote:
> Grupnya sudah ga bs diintip lagi pak'e
>
> grup tsb beberapa hari yg lalu crash krn ada non member yg bs memposting
> status dan komentar bernada kritikan tajam atas penggunaan bahasa yg kasar
> owner grup
>
> Sblm benar2 ditutup, as usual, ownernya mengahapus semua postingan yg
> bersebrangan pemahamannya dan mendepak org2 yg dia anggap 'musuh'
>
>
>

6.1.

Re: susah BAB

Posted by: "Reni S. Gunawan" reni@renidanpandu.net   pinuhyeh

Mon Oct 24, 2011 3:30 am (PDT)




-----Original Message-----
From: "Sisilia" <sisil.mahadaya@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 08:21:28
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] susah BAB

Mbak Sofi,

Bagaimana pola makannya milka? Minum air putihnya?

Apakah biasa makan buah potong atau selalu dijus?

Kalau untuk sembelitnya, coba evaluasi dulu asupannya. Buah/sayur diperbanyak, coba jgn dijus plus konsumsi air putih diperbanyak.

Untuk pencahar, bukan solusi ya mbak. Kondisi normal tanpa sembelit itu diperoleh dengan pola makan seimbang cukup serat dan cairan. Pencahar hanya menolong sesaat. Bisa coba browsing kandungan dan efek sampingnya.

Untuk susunya, krn bukan sesuatu yg wajib, bisa stop semua dulu sampai kondisi normal lalu mulai lg coba uhtnya (saat tidak memperkenalkan makanan baru).

Kalsium bs didapat dr banyak bahan makanan lain, jd bs cr alternatif yg aman sambil mengevaluasi susu bila memang dicurigai.


Mudah2an sedikit menolong


Sisil
@sisilmahadaya

-----Original Message-----
From: Sofi Juliani <sofi_juliani@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 15:56:57
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] susah BAB




----- Forwarded Message -----
From: Sofi Juliani <sofi_juliani@yahoo.com>
To: "sehatgroup@yahoo.com" <sehatgroup@yahoo.com>
Sent: Monday, October 24, 2011 2:42 PM
Subject: susah BAB


salam sehat, 
anak saya Milka 3 thn bbrp wkt lalu susah BAB pdhal minum jus rutin tiap hari.. kemudian saya stop susu UHTnya, balik lg ke susu bubuk.... jadi bisa BAB lagi. Apakah susu UHT bisa mengakibatkan hal seperti itu atau anak saya ada alergi tertentu? Apakah penggunaan Microlax aman dan kpn boleh menggunakan obat tsb? 2 hari ini frekwensi pipisnya juga sering bgt.... dan dia bbrp kali mengeluh mudah capek padahal tdk ada aktivitas yg trlalu berat. Bgm ttg susu bubuk soya? kondisi spt apa yg hrs mengkonsumsi susu tsb? thx before...

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links



6.2.

Re: susah BAB

Posted by: "aries3_dee84@yahoo.com" aries3_dee84@yahoo.com   aries3_dee84

Mon Oct 24, 2011 3:32 am (PDT)




Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Sofi Juliani <sofi_juliani@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 15:56:57
To: sehat@yahoogroups.com<sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] susah BAB




----- Forwarded Message -----
From: Sofi Juliani <sofi_juliani@yahoo.com>
To: "sehatgroup@yahoo.com" <sehatgroup@yahoo.com>
Sent: Monday, October 24, 2011 2:42 PM
Subject: susah BAB


salam sehat, 
anak saya Milka 3 thn bbrp wkt lalu susah BAB pdhal minum jus rutin tiap hari.. kemudian saya stop susu UHTnya, balik lg ke susu bubuk.... jadi bisa BAB lagi. Apakah susu UHT bisa mengakibatkan hal seperti itu atau anak saya ada alergi tertentu? Apakah penggunaan Microlax aman dan kpn boleh menggunakan obat tsb? 2 hari ini frekwensi pipisnya juga sering bgt.... dan dia bbrp kali mengeluh mudah capek padahal tdk ada aktivitas yg trlalu berat. Bgm ttg susu bubuk soya? kondisi spt apa yg hrs mengkonsumsi susu tsb? thx before...

[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

6.3.

Re: susah BAB

Posted by: "Lia.iRwaN" lia.irwan08@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 3:48 am (PDT)



Mba soffi coba bantu yach,
Konstipasi itu banyak faktor, harus dicermati bgt nih.
Saya ngalamin anak saya yg konstipasi selama hampir 1 tahun, dan biang keroknya memang susu.
Kenapa saya bilang susu sebagai biang kerok, karena dalam 1 hari kei minum UHT hampir 1 liter. Padahal utk anak diatas 1 tahun susu sdh bukan yg utama loh, klopun diberikan susu maksimal cukup 500ml
Karena kebanyakan susu akhirnya makan jd males karena sdh merasa kenyang dengan susu. Jd jangan berharap asupan sayuran dan buahnya jg oke.
Coba susunya dikurangi mba, atau utk sementara boleh di stop. Yg diambil dr susu hanya kalsiumnya, utk mendapatkan kalsium banyak sumbernya kaN?
Mikrolax jg bukan solusi buat saya menangani anak kostipasi, karena yg ada cuma menimbulkan efek trauma pada sianak.
Lebih baik perbanyak minum air putih, perbanyak serat dr buah dan sayur.banyak bergerak, lakukan pijat seperti goes sepeda.
Jangan biasakan anak menahan BAB karena dpt makin memperparah sembelitnya.

Mohon maaf klo kepanjangan,maaf jg klo tak brkenan

Lia-bundanya Kei-
¤KeiChaN.BeRrY¤Powered by Telkomsel BlackBerry®
6.4.

Re: susah BAB

Posted by: "aries3_dee84@yahoo.com" aries3_dee84@yahoo.com   aries3_dee84

Mon Oct 24, 2011 3:50 am (PDT)



Dear mba sofi, sharing soal konstipasinya si Atar waktu itu, susah BAB itu prinsipnya 3F mba, fiber, fluid, and fitnes kebutuhan akan seratnya bagaimana, konsumsi air putihnya bagaimana dan aktifitas si anak bagaimana? Klo semua itu sudah terpenuhi insyaallah ga ada masalah. Klopun masih bermasalah bagaimana dengan toilet trainingnya? Soal uht, perhari memang berapa banyak konsumsinya, balik ke sufor sih bukan pilihan itu kalo saya ya mba. Pencahar juga kasihan ah anaknya. Maaf klo kurang berkenan


Rgds
Dian-bunda Akhtar
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
7a.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "lisvi_na@yahoo.co.id" lisvi_na@yahoo.co.id   lisvi_na

Mon Oct 24, 2011 3:41 am (PDT)



Wah....terima kasih atas sharingnya,bermanfaat sekali :)

Vina moms Qila.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Dina_Bundadanishali <danishapramesvari@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Mon, 24 Oct 2011 08:55:50
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] Bahayanya Menolak Imunisasi

Bahayanya Menolak Imunisasi

by Agnes Tri Harjaningrum on Saturday, October 22, 2011 at 8:52am

.

Mulanya, ia adalah seorang wanita yang sungguh rupawan. Namun,
kecantikan itu lenyap pada usianya yang ke 26 setelah penyakit
smallpox (variola atau cacar monyet) menyerangnya dan meninggalkan
jejak parut alias bopeng di wajahnya. Alis wajahnya pun menghilang
akibat penyakit yang sama(1). Di masanya dahulu, smallpox memang
penyakit yang cukup mengerikan, penyakit infeksi pembunuh terbesar. Di
akhir abad ke-18 penyakit ini telah membunuh 400.000 warga eropa per
tahunnya, yang sebagian besar adalah anak-anak. Bahkan diperkirakan
sekira 300-500 juta orang di abad ke-20 telah meninggal akibat
penyakit ini(2). Selain memunculkan bopeng yang membuat penderitanya
menjadi buruk rupa dan menyebabkan kematian, smallpox juga menyebabkan
kebutaan serta penyakit tulang. Penyakit yang disebabkan oleh virus
variola ini pun sangat mudah menular, hanya lewat udara, percikan
ludah atau berdekatan saja, orang lain bisa tertular(3), sungguh seram
bukan?



Untungnya, vaksinasi untuk melawan smallpox yang pertama kali
ditemukan oleh Edward jenner berhasil membuat penyakit ini lenyap dari
muka bumi. Tahun 1979, WHO mengumumkan bahwa penyakit ini telah
berhasil dieradikasi(4). Bayangkan kalau penyakit ini masih ada hingga
kini, berapa banyak wajah rupawan yang harus jadi korban, berapa
banyak nyawa lagi yang harus terbang. Edward Jenner patut diberi
penghargaan memang. Namun, dibalik sukses Edward Jenner sebagai penemu
vaksin pertama kali, inoculation, atau menanamkan bibit penyakit pada
orang sehat, agar terbentuk imunitas tubuh terhadap penyakit tersebut
sebetulnya telah dilakukan berabad-abad sebelumnya oleh bangsa
Cina(5). Cara ini pun telah dilakukan oleh bangsa Turki di jaman
kerajaan Ottoman(6).



Wanita yang diceritakan di atas adalah Lady Mary Wortley Montagu(1,6),
seorang istri ambassador Inggris yang pada tahun 1717 sempat tinggal
di Turki selama 2 tahun untuk menemani suaminya yang bertugas disana.
Saat tinggal di Turki, ia memperhatikan kebiasaan orang Turki dan
menyaksikan seorang wanita Turki yang melakukan inoculation untuk
melawan penyakit smallpox. Wanita Turki ini mengambil nanah dari luka
penderita penyakit smallpox. Lalu, dibuatlah beberapa sayatan di tubuh
anak yang sehat, dan nanah tersebut ditanamkan pada sayatan itu dan
dibalut. Lady Mary melihat anak yang sehat itu mengalami demam
beberapa hari, namun kemudian sembuh dan kebal terhadap penyakit
smallpox. Saat pulang ke negaranya, Lady Mary dengan antusias
mempromosikan cara Turki itu. Namun ia ditentang oleh kalangan medis
ketika itu dengan alasan konyol namun masuk akal untuk kondisi saat
itu: karena dia adalah seorang perempuan, dan karena ide yang dia bawa
berasal dari Timur (Turki). Meskipun begitu, Lady Mary tetap melakukan
inoculasi melawan smallpox untuk anak lelakinya, dan anak lelakinya
pun menjadi kebal terhadap smallpox. Beberapa puluh tahun kemudian,
barulah Edward Jenner muncul dan mempublikasikan bukti penemuannya
tentang vaksin Smallpox.



Jika melihat sejarah, ternyata awal mula munculnya vaksinasi berasal
dari Bangsa Cina dan Turki (yang saat kerajaan Ottoman berkuasa
negaranya berlandaskan Islam). Merekalah yang telah mempraktekan cikal
bakal vaksinasi. Mengapa membaca sejarah dalam hal ini menjadi
penting? Karena belakangan ini di Indonesia gerakan anti imunisasi
mulai berkembang dan membuat para orangtua bimbang. Dari sejarah, kita
bisa melihat dengan jernih asal muasal vaksinasi, dan apakah betul
vaksinasi memang hanya merupakan teori konspirasi untuk melemahkan
suatu kaum sehingga patut dihindari? Dan apakah betul manfaat
vaksinasi lebih sedikit daripada kebaikannya sehingga layak untuk
diantipati? Mari kita kaji lagi dengan seksama dan hati-hati.



Gerakan Anti-Imunisasi



Sebetulnya anti imunisasi sudah ada sejak jaman dulu, bahkan sejak
Edward Jenner dengan vaksinasi temuannya berhasil mengurangi kasus
smallpox dengan sangat signifikan. Poland GA dan Jacobson RM di tahun
2001(7) dalam artikelnya yang diterbitkan oleh Vaccine jurnal
mengatakan bahwa CDC (The Center for Disease Control and Prevention)
telah membuat booklet yang didalamnya mengumpulkan kritik dan
keberatan dari para anti imunisasi berkaitan dengan vaksinasi. Selain
alasan teori konspirasi dan politik seperti kecurigaan terhadap
keuntungan yang didapat perusahaan vaksin, isu kaum minoritas, serta
genocide ( pembunuhan masal suatu kaum), isu-isu lain juga muncul.
Jika membaca website-website anti imunisasi dalam internet, isue-isue
tersebut memang sering disebut-sebut diantaranya: bahwa penyakit sudah
mulai hilang sebelum vaksin digunakan, jadi buat apa divaksinasi;
bahwa alih-alih meningkatkan kekebalan tubuh, vaksin malah menyebabkan
kesakitan dan kematian; bahwa penyakit yang bisa dicegah oleh vaksin
sudah dieliminasi jadi buat apa divaksin; bahwa semakin banyaknya
vaksin yang masuk bisa menyebabkan kekebalan tubuh kita terbebani; dan
bahwa cara vaksin bekerja dengan menanamkan bibit penyakit untuk
meningkatkan kekebalan tubuh adalah cara yang tidak alami.



Masih dalam jurnal yang sama dikatakan bahwa saat ini lebih dari 300
anti vaccine website tersebar di internet. Para aktivis anti imunisasi
tersebut tidak hanya mengambil keuntungan dari kemudahan penyebaran
informasi dari debat di internet, tetapi juga melebih-lebihkan dan
mendramatisir kasus-kasus reaksi efek samping akibat imunisasi kepada
media dan masyarakat. Informasi-informasi yang seolah ilmiah, padahal
kadang salah kaprah atau diinterpretasikan secara salah menimbulkan
ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat. Fakta yang sesungguhnya,
data ilmiah yang valid dan bisa dipercaya telah dikaburkan oleh media
dan gerakan anti imunisasi sehingga ketakutan masyarakat semakin
menjadi.



Fakta yang tidak akurat

Dokter Ed Friedlander dalam websitenya(8) telah membeberkan beberapa
contoh kesalahan interpretasi yang sering terjadi entah disengaja
ataupun tidak oleh para anti imunisasi. Menurut dokter Ed, dengan
membaca tulisan-tulisan yang sekilas mencantumkan sumber jurnal dan
orang terkenal atau para ahli, orang awam yang tidak mengerti dunia
ilmiah akan segera terpengaruh oleh tulisan-tulisan tersebut.
Contohnya bisa kita lihat dari sebuah website anti imunisasi berbahasa
Indonesia yang penulisannya seperti ini:



"SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di
1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota.
Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin
mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama
bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9
per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat
pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan
sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS. Kasus kematian SIDS
meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik
secara meyakinkan menjadi 36 per anak."



Tulisan ini tidak memberikan kutipan dari mana sumber asli jurnal
ilmiahnya, padahal data-data merujuk tentang penelitian yang
semestinya berasal dari jurnal. Lalu, kalau melihat websitenya, ada
jualan obat herbal juga dibaliknya. Sementara kalau melihat jurnal
ilmiah, issue tentang vaksin DPT dan hubungannya dengan SIDS ini telah
dibantah. Sejak 1982, telah dilakukan penelitian secara mendalam
tentang hubungan antara vaksinasi DPT (Diptheri, Pertusis, dan
Tetanus) dan SIDS, tapi ternyata tidak ada hubungannya. Dari telaah
dokter Ed, data yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara vaksin
DPT dan SIDS bisa didapatkan dari jurnal-jurnal berikut: J. Ped. 129:
695, 1996; Am. Fam. Phys. 54: 185, 1996. Malah berdasarkan penelitian
dari Edinburgh (FEMS Immuno. Med. Micro. 25: 183, 1999) imunisasi DPT
justru bisa melawan SIDS. SIDS sendiri kemungkinan malah disebabkan
oleh pertusis (Eur. J. Ped. 155: 551, 1996.).

Begitu juga dengan issue lain seperti vaksin hepatitis B menyebabkan
penyakit multiple sclerosis, issue vaksin MMR menyebabkan autism, dan
issue-issue lainnya, semua sudah dibantah secara ilmiah(9).



Memang betul vaksin adalah obat yang tidak mungkin 100 persen sempurna
dan aman, jadi walaupun diciptakan untuk mencegah penyakit tapi tentu
bisa menyebabkan efek samping. Sejak 1990, CDC and FDA sudah membuat
VAERS The Vaccine Adverse Event Reporting System untuk mendeteksi
reaksi yang tidak diinginkan atau efek samping dari vaksinasi(10).
Setelah kasus dilaporkan, badan ini akan melacak apakah penyebabnya
memang lantaran vaksinasi atau bukan. Setiap Negara pada prinsipnya
mempunyai lembaga ini yang juga mempunyai fungsi yang sama.



Karena itu sangat disarankan bagi orangtua agar tetap well informed.
Sebelum mengimunisasi anaknya, bertanya, membaca atau mendapatkan
informasi terlebih dahulu tentang kemungkinan efek samping dan reaksi
yang ditimbulkan dari sebuah vaksin serta mengetahui tindakan pertama
yang harus dilakukan ketika terjadi efek samping, sangatlah penting.
Tapi seringnya, meskipun ada, efek samping vaksinasi hanyalah ringan,
jika pun berat umumnya tidak berhubungan langsung dengan imunisasi.
Kalaupun ada hubungan dan akibatnya cukup fatal, itu terjadi hanya 1:
100.000 orang yang telah mendapatkan manfaat imunisasi.



Sayangnya jika ada kejadian fatal, media kerap meniup-niupkan dan
membuatnya bombastis serta emosional, sementara ketika kasus penyakit
yang bisa dicegah dengan vaksinasi mewabah dan menimbulkan kematian
banyak orang, beritanya tidak dibesar-besarkan. Manfaat vaksin yang
lebih besar ketimbang efek sampingnya juga sering tidak dimunculkan.
Alhasil masyarakat semakin ketakutan.



Sebagai contoh, Ben Goldrace, seorang dokter dan penulis science,
dalam sebuah artikelnya menceritakan bahwa 1592 artikel di google news
memberitakan tentang seorang gadis yang meninggal tiba-tiba setelah
mendapatkan vaksin pencegah kanker leher rahim(25). Namun, hanya 363
artikel yang memberitakan bahwa setelah di autopsi ternyata penyebab
kematian si gadis adalah lantaran telah memiliki tumor parah di
paru-parunya yang sebelumnya tak terdiagnosa. Ini menunjukkan bahwa
ketidakseimbangan media dalam pemberitaan ternyata bisa turut andil
dalam penyebaran rumor tak sedap tentang vaksin.



Dampak menolak imunisasi



Padahal dampak dari ketakutan dan menghindari imunisasi ini tidak
sederhana, malah bisa mengancam nyawa. Dengan menolak imunisasi,
sebenarnya yang rugi bukan anak sendiri, tapi kita juga jadi
membahayakan anak lain. Mari kita belajar dari merebaknya kasus
pertusis di Amerika Serikat tahun 2010, beberapa sekolah harus ditutup
dan setidaknya sepuluh bayi meninggal akibat merebaknya pertusis
ini(11). Dan sejak tahun 2007, akibat gerakan anti vaksinasi, telah
terjadi 77.000 penyakit yang sebetulnya bisa dicegah. Dampak secara
tidak langsungnya, gerakan anti vaksinasi ini juga telah mengakibatkan
700 kematian dalam rentang tahun yang sama.



Bukti-bukti ilmiah tentang manfaat vaksin sudah begitu banyak. Beragam
data terpercaya menunjukkan bahwa bila angka cakupan vaksinasi menurun
maka wabah penyakit akan muncul(11, 21). Masih perlu bukti lainnya?
Selain fakta di Amerika Serikat tentang pertusis, bukti nyata juga
baru saja terjadi di Indonesia dengan merebaknya kasus Diptheri di
Jawa Timur. Kasus diptheri tersebut telah menyerang 300 orang dan 11
anak meninggal karenanya. Artikel yang berjudul 'Biofarma jawab pro
kontra imunisasi'(12) mengaminkan bahwa dalam 6 tahun belakangan
cakupan imunisasi di Indonesia memang menurun dan salah satunya
terjadi karena gerakan anti imunisasi. Kejadian ini sungguh membuat
miris mengingat diphteri adalah penyakit 'urdu' yang sudah lama
kasusnya tidak ditemukan berkat adanya vaksinasi. Bukti lain lagi
terjadi pada merebaknya kasus campak baru-baru ini, yang terjadi di
negara-negara dengan angka cakupan vaksinasi turun seperti di
Prancis, Belgia, Jerman, Romania, Serbia, Spanyol, Macedonia dan
Turkey (11). Baru saja di tahun 2011 juga terjadi 334 kasus campak di
Inggris, padahal tahun sebelumnya hanya 33 kasus.



Meskipun tampaknya sedikit, tapi kerugian akibat merebaknya penyakit
yang bisa dicegah dengan imunisasi ini sungguh tak sedikit. Sebuah
laporan kasus yang ditulis dalam Oxford jurnal(13) menjadi contohnya.
Dilaporkan, seorang wanita yang tidak pernah mendapat imunisasi campak
kemudian terkena campak lalu pergi ke sebuah rumah sakit di Swiss.
Akibatnya setelah itu 14 orang tertular campak dari si wanita,
termasuk 4 orang anak-anak. Kerugian yang ditimbulkan hanya dari 1
wanita ini diperkirakan berkisar $800.000, belum lagi dampak
kesakitan yang ditimbulkan pada 14 orang itu. Lihat, hanya dari satu
orang saja yang menolak vaksinasi, ternyata dampaknya sungguh besar.



Data dalam negeri dari Jawa Barat mencatat bahwa pada tahun 2010 telah
terjadi 25 KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit campak, dengan total 739
penderita, sedangkan pada tahun 2011 status KLB meningkat menjadi 35
kali dengan penderita sebanyak 950 orang(14). Kerugian yang
ditimbulkan sungguh besar, bukan hanya korban tapi juga biaya.
Menurut menteri kesehatan, bila terjadi KLB di suatu daerah, dana yang
dibutuhkan adalah 8 miliar rupiah, itu pun masih harus dibantu
anggaran dari pusat sebesar 13-14 miliar(22). Jumlah uang yang
seharusnya tak perlu terbuang. Sungguh disayangkan.



Isue anti-imunisasi di Indonesia



Imunisasi hanyalah konspirasi Yahudi dan genocide



Bila kita tengok lebih dalam tentang isu anti imunisasi di Indonesia,
belakangan kerap muncul artikel-artikel dan buku-buku bertuliskan
'Bahaya imunisasi dan konspirasi yahudi' lalu isinya kerap
mencantumkan kalimat seperti 'Imunisasi bertujuan untuk melenyapkan
sebuah umat'. Teori konspirasi dilandasi oleh asumsi, kecurigaan yang
seringnya tidak rasional, dan lebih memunculkan emosi sehingga sulit
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Meski begitu, teori konspirasi
sangat mudah berkembang dan dipercaya orang, namun sulit untuk
dihilangkan(15).



Goertzel T (2010) (16), dalam tulisannya yang berjudul 'Conspiracy
theories in science' mengakui bahwa karena hal-hal yang tidak
objektif diatas, para ilmuwan sering enggan untuk terlibat dalam
diskusi teori konspirasi. Meskipun para ilmuwan telah bekerja sangat
keras untuk tetap objektif dan rasional, misalnya dengan mensyaratkan
tahapan-tahapan ilmiah dalam setiap penelitian; mensyaratkan bahwa
setiap jurnal harus dikritisi lagi oleh sesama ilmuwan (peer reviewed)
dan anonym pula, tapi tetap saja hasil kerja para ilmuwan akan
diserang oleh teori konspirasi.

Ketakutan terhadap science dan keyakinan terhadap teori konspirasi
ini dampaknya sungguh tidak sederhana. Kasus desas desus MMR
(Measleas, Mums, Rubela) vaksin menyebabkan autism di Inggris di
tahun 1998 telah menyebabkan angka cakupan imunisasi di Inggris
menurun tajam(17). Akibatnya wabah campak dan gondongan disana
merebak dan menyebabkan kematian serta cacat berat serta permanen.
Meskipun Andrew Wakefield, dokter yang pertama kali membuat issue
tersebut telah dikenakan sangsi (dicabut ijin prakteknya) dan MMR
telah dinyatakan tidak ada hubungannya dengan autism(23), tapi dampak
kematian dan penyakit yang ditimbulkan telah terjadi dan hanya bisa
disesali.



Ketakutan akan science ini bukan sesuatu yang baru. Benjamin Franklin
juga dulu takut mengimunisasi keluarganya untuk melawan penyakit
smallpox. Namun kemudian dia menyesal ketika anak lelakinya meninggal
di tahun 1736 akibat penyakit tersebut(16). Contoh lain akibat dari
konspirasi adalah issue tentang penyangkalan terhadap AIDS, yang
meyakini bahwa penyakit AIDS bukan disebabkan oleh HIV. Ketika Afrika
Selatan dipimpin oleh presidennya Thabo Mbeki yang mendukung ide
penyangkalan ini, konsekuensinya sungguh hebat(18). Mereka menolak
pengobatan untuk AIDS sehingga akibatnya di tahun 2000 hingga 2005,
terjadi 330.000 kematian akibat AIDS, 117.000 kasus baru HIV dan
35.000 bayi juga diperkirakan terinveksi virus HIV. Data-data
tersebut menunjukkan bahwa dalam hal science, akibat dari meyakini
sebuah teori konspirasi sungguh bisa membahayakan.


Namun, meski dampak yang ditimbulkan dari teori konspirasi telah
diketahui, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, akhirnya
keputusan untuk mempercayai teori ini atau tidak, berpulang pada
masing-masing individu. Keputusan yang dibuat tentu tak bisa
main-main, karena akibatnya berhubungan dengan nyawa orang lain.



ASI bisa menggantikan imunisasi



Salah satu saran dari para anti imunisasi adalah menawarkan ASI
sebagai alternatif untuk menggantikan imunisasi. Apakah memang ASI
bisa menggantikan imunisasi?



ASI memang mengandung antibodi untuk melawan kuman, terutama jenis IgA
(Imunoglobulin A) (19). Antibodi adalah protein yang dibuat oleh
sistem kekebalan tubuh untuk melawan benda asing yang masuk (antigen)
seperti bakteri, virus maupun toxin. Tubuh membuat imunoglobulin yang
berbeda untuk melawan antigen yang berbeda pula. Misalnya antibodi
untuk penyakit cacar air akan berbeda dengan jenis antibodi untuk
penyakit pneumonia.



Sejak lahir bayi sudah membawa perlindungan terhadap beberapa penyakit
dari antibodi ibunya (IgG) yang disalurkan lewat placenta selama
dalam kandungan. Seperti disebutkan sebelumnya, bayi yang mendapat ASI
juga akan mendapatkan tambahan antibodi (IgA) dari ASI. Tetapi
perlindungan yang didapatkan si bayi tersebut (baik dari antibodi ibu
maupun ASI) tidak bisa digunakan untuk melawan semua penyakit dan
sifatnya pun hanya sementara. IgG ini akan menghilang menjelang si
anak berusia setahun.



Sebagai contoh, antibodi dari ibu akan memberikan perlindungan
sementara terhadap penyakit campak hingga antibodi ibu menghilang saat
9 bulan. Itulah mengapa vaksinasi campak diberikan saat anak berusia 9
bulan (15 bulan untuk MMR). Namun meski ampuh melawan penyakit
campak, antibodi ibu tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit
pertusis (batuk rejan). Sedangkan untuk ASI, antibodi dalam ASI lebih
efektif bekerja melawan kuman-kuman yang ada di pencernaan tapi kurang
efektif untuk melawan penyakit infeksi pernafasan.



Jadi meskipun bayi sudah mendapat kekebalan dari si ibu dan juga dari
ASI, tetap saja tidak bisa menggantikan imunisasi. Sebab, selain
alasan yang sudah disebutkan diatas, imunisasi juga bersifat spesifik
untuk penyakit tertentu. Imunisasi bisa melindungi penyakit-penyakit
spesifik yang tidak bisa (atau tidak cukup) dilakukan oleh antibodi
ibu dan antibodi dari ASI.



Kehalalan vaksinasi



Dalam sebuah tanya jawab soal 'Pandangan Islam terhadap imunisasi
pada anak untuk melawan penyakit', Yusuf Qardawi, seorang ilmuwan
Islam mengatakan bahwa menggunakan vaksin untuk meningkatkan
kekebalan tubuh adalah halal karena bertujuan untuk mencegah sesuatu
yang membahayakan(19). Menjadi tugas seorang muslim untuk sebisa
mungkin mencegah segala sesuatu yang membahayakan. Selain itu menurut
beliau orangtua bertanggungjawab untuk sebisa mungkin melindungi
anak-anaknya dan meningkatkan daya tahan tubuh mereka untuk melawan
penyakit dan segala sesuatu yang berbahaya.



Dalam tanya jawab tersebut, Qardawi lalu secara spesifik menyoroti
soal polio vaksin, dan menurut beliau, vaksin tersebut sudah digunakan
sejak lama di seluruh dunia termasuk oleh lebih dari 50 negara muslim.
Vaksin tersebut terbukti efektif untuk melawan penyakit polio, dan
tidak ada ahli agama Islam terutama dari Universitas di Mesir yang
keberatan untuk menggunakan vaksin ini.



Di Indonesia sendiri, Biofarma sebagai satu-satunya industri vaksin di
Indonesia sudah memperoleh prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia
(WHO) setidaknya untuk vaksin dasar: polio, campak, hepatitis B, BCG,
dan DTP (Difteri, Pertusis dan Tetanus) (20). Biofarma juga telah
menjadi kiblat industri vaksin bagi 57 negara Islam dengan program
vaksin halal dan berkualitas. Untuk menjamin vaksin produksinya
termasuk kualifikasi halal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) diundang
untuk menyaksikan proses pembuatan vaksin hingga akhirnya MUI
mendukung vaksin-vaksin Biofarma dan membantu sosialiasi vaksin halal
biofarma.





Bagaimana vaksin dibuat



Dalam kutipan salah satu artikel yang menolak imunisasi, tertulis
kalimat-kalimat sebagai berikut:



"Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita
tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat
dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan
penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang
inang dari tempat virus dibiakkan tersebut."



Benarkah demikian? Sebetulnya, pembuatan vaksin merupakan proses yang
sangat komplex. Untuk membuat vaksin yang aman membutuhkan penelitian
yang intensif dan fase-fase pengujian yang rumit. Pembuatan sebuah
vaksin mulai dari penemuan penyebab penyakit hingga menjadi vaksin
yang siap dipasarkan membutuhkan waktu sekira 50 tahun. Dengan
kemajuan teknologi saat ini, waktu memang bisa dipersingkat, tapi
tetap saja membutuhkan waktu yang lama(21).



Cara pembuatan vaksin bermacam-macam, ada yang dengan melemahkan
kumannya, ada yang dengan mematikan, hanya mengambil sebagian unit
kuman yang memang bisa langsung merangsang sistem kekebalan tubuh
(tidak seluruh kuman), mengambil toxin si kuman lalu mematikannya
(toxoid vaccine), atau membuat link antigen (conjugate vaccine). Saat
ini sedang dikembangkan juga DNA vaccine. DNA dari antigen si kuman X
diambil, lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Nanti DNA kuman dalam
sel tubuh manusia itu akan menyuruh si sel untuk memproduksi antigen.
Jadi sel tubuh sendiri yang akan menjadi 'pabrik pembuat vaccine':
memproduksi sendiri antigen yang diperlukan untuk merangsang timbulnya
kekebalan tubuh.



Sehubungan dengan kutipan anti imunisasi diatas, terlihat jelas bahwa
sebetulnya vaksin bukan didapat dari darah sang penderita penyakit.
Tetapi vaksin berasal dari kuman yang bisa jadi memang diambil dari
penderita yang sakit. Namun bukan DNA dari darah orang yang sakit yang
diambil, tapi DNA si kuman atau kumannya secara utuhlah yang diambil.
Jadi pembuatan vaksin tidak berhubungan dengan DNA si penderita
penyakit.



Untuk melemahkan atau mematikan kuman yang hendak dijadikan vaksin,
memang membutuhkan tempat pembiakan, bisa dengan media tumbuhan,
binatang, ataupun jaringan tubuh manusia(24). Namun setelah si kuman
berkembang biak lalu melemah atau dimatikan, hasil perkembangbiakan
virus atau bakteri ini akan dipisahkan dari media untuk
mengembangbiakkannya. Jadi tempat pembiakan ini hanya merupakan media
dan selanjutnya yang digunakan untuk menjadi vaksin hanyalah kumpulan
kuman-kuman yang dilemahkan atau dimatikan tadi.



Setelah vaksin berhasil dibuat, proses sehingga bisa dipasarkan masih
panjang. Pertama, vaksin ini harus lulus uji test keamanan terhadap
binatang terlebih dulu. Bila aman, lalu bisa lanjut ke fase uji I,
yang dilakukan hanya pada sekira 10-20 orang. Bila lulus dan aman,
baru bisa maju ke fase uji II yang dilakukan pada orang lebih banyak
dengan jumlah ratusan. Setelah itu, si vaksin harus melewati lagi uji
fase II b dan III yang diujikan pada orang lebih banyak lagi. Setelah
lulus uji III pun masih harus dipantau keamanannya jika mulai
dipasarkan. Intinya, pembuatan sebuah vaksin membutuhkan proses
panjang dan kompleks untuk kemudian bisa lolos dipasaran.



Penutup



Data-data dan ajakan untuk mengkaji ulang tentang penolakan anti
imunisasi telah dibeberkan. Manfaat dan kerugian imunisasi juga bisa
ditimbang. Kita tidak hidup di jaman dimana penyakit-penyakit infeksi
yang bisa dicegah dengan vaksinasi seperti polio, diptheri, pertusis
(batuk rejan), campak, rubella (campak jerman), dan gondongan masih
begitu merebak. Akibatnya apresiasi terhadap keberadaan vaksin untuk
mencegah penyakit tersebut menjadi berkurang. Di abad ke 19 dan awal
abad 20 dulu, ratusan ribu orang di Amerika Serikat terserang penyakit
ini setiap tahunnya, puluhan ribu orang pun meninggal terutama
anak-anak. Di jaman itu, mendengar nama-nama penyakitnya saja sudah
membuat orang-orang ketakutan(21). Coba bayangkan jika vaksin tidak
ditemukan lalu hingga saat ini jumlah anak yang menderita penyakit
tersebut masih begitu besar, anak-anak kita terus-terusan terkena
penyakit menular dan terancam meninggal, apa kita tak kelimpungan?



Tapi sekali lagi, akhir sebuah keputusan tentu saja berpulang pada
masing-masing orang. Benar, bahwa setiap manusia punya hak atas sebuah
pilihan, yang harus dihargai dan tentu tidak bisa diabaikan. Namun
tolong, sebelum memutuskan, pikirkan dengan matang, cek dan ricek
informasi yang datang. Gunakan hati, pikiran dan akal untuk mencari
yang benar, bukan sekedar ikut-ikutan atau karena pengaruh peer
pressured, tekanan dari kawan dan handai taulan. Tolong digarisbawahi
benar bahwa keputusan yang diambil kemudian, bukan hanya berpengaruh
pada anak kita seorang, tapi juga beresiko menolong atau membahayakan
anak-anak di sekitar. Ingat, keputusan kita bisa mematikan. Tegakah
hati melihat anak-anak jiwanya terancam hanya karena kita gegabah
dalam mengambil keputusan? (Agnes Tri Harjaningrum)



[ Download versi: e-book PDF, 23 halaman ]



Daftar Pustaka



Mercer J, PhD. Lady Mary Wortley Montagu: A contributor to public
health, about a fascinating figure in the history of vaccination.
[Online].;2009 [dikutip 15 October 2001]. Diakses dari:
http://www.psychologytoday.com/blog/child-myths/200909/lady-mary-wortley-montagu-contributor-public-health

ScienceDaily. How poxviruses such as samllpox evade the immune system.
[Online].;2008 [dikutip 15 October 2001]. Diakses dari:
http://www.sciencedaily.com/releases/2008/01/080131122956.htm

CDC. Smallpox Disease Overview. [Online].;2007 [dikutip 15 October
2001]. Diakses dari:
http://www.bt.cdc.gov/agent/smallpox/overview/disease-facts.asp

WHO. Smallpox. [Online].;2001 [dikutip 15 October 2001]. Diakses dari:
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/smallpox/en/

The history of vaccines.Timeline. [Online].;2001 [dikutip 15 October
2001]. Diakses dari:
http://www.historyofvaccines.org/content/timelines/all

Rosenhek J. Safe smallpox innoculation. [Online].;2005 [dikutip 15
October 2001]. Diakses dari:
http://www.doctorsreview.com/history/feb05-history/

Poland GA, Jacobson RM. Understanding those who do not understand: a
brief review of the anti-vaccine movement. Vaccine.[Online].;2010
[dikutip 15 October 2001]. Diakses dari:
http://www.morrisonlucas.com/GL/vaccines/Vaccine_19_2440_anti_vaccine_movement.pdf

Friedlander E. The Anti-Immunization Activists: A Pattern of
Deception. [Online].;2010 [dikutip 15 October 2011]. Diakses dari:
http://www.pathguy.com/antiimmu.htm

The College of Phycisian of Philadelphia. History anti vaccination
movements. [Online].;2011 [dikutip 15 October 2011]. Diakses dari:
http://www.historyofvaccines.org/content/articles/history-anti-vaccination-movements

10. CDC. Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS)
[Online].;2011 [dikutip 16 October 2011]. Diakses dari:
http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Activities/vaers.html

11. Los Angeles Time. Public Health: Not vaccinated, not acceptable?
[Online].;2011 [dikutip 15 October 2011]. Diakses dari:
http://articles.latimes.com/2011/jul/18/opinion/la-oe-ropeik-vaccines-20110718

12. Antaranews. Biofarma jawab pro kontra imunisasi. [Online].;2011
[dikutip 15 October 2011]. Diakses dari:
http://www.antaranews.com/berita/278863/bio-farma-jawab-pro-kontra-imunisasi

13. Lindsay A.The hazards of low vaccination rates. [Online].;2010
[dikutip 16 October 2011]. Diakses dari:
http://www.sonic.net/~medsoc/images/bulletins/AUGUST%202011%20EXCERPTS.pdf

14. Fikri A. Selama 2011, penderita campak di Jawa Barat tembus 950
orang. [Online].;2011 [dikutip 16 October 2011]. Diakses dari:
http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2011/10/18/brk,20111018-361978,id.html

15. Pigden C. Conspiracy theory and conventional wisdom.
[Online].;2007 [dikutip 16 October 2011]. Diakses dari:
http://www.niu.edu/~gpynn/Pidgen_ConspiracyTheories&TheConventionalWisdom.pdf

16. Goertzel T. Conspiracy theories in science. [Online].;2010
[dikutip 16 October 2011]. Diakses dari:
http://www.nature.com/embor/journal/v11/n7/full/embor201084.html

17. McIntyre P dan Leask J. Improving uptake of MMR vaccine.
[Online].;2008 [dikutip 16 October 2011]. Diakses dari:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2287215/?tool=pmcentrez

18. Chigwedere P, Seage GR, Gruskin S, Lee TH, Essex M (October
2008). "Estimating the Lost Benefits of Antiretroviral Drug Use in
South Africa". Journal of acquired immune deficiency syndromes (1999)
49 (4): 410–415

19. Immunization Advisory Centre University of Auckland. The infant
immune system and immunization. [Online].;2006 [dikutip 20 October
2011]. Diakses dari:
http://www.immune.org.nz/site_resources/Professionals/Vaccinology/The_infant_immune_system_and_immunisation.pdf

20. Majelis Ulama Indonesia. Biofarma 'kiblat' vaksin halal dunia.
[Online].;2011 [dikutip 15 October 2011]. Diakses dari:
http://www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=545%3Abio-farma-qkiblatq-vaksin-halal-dunia&catid=1%3Aberita-singkat&Itemid=50

21. National Institute of Allergy and Infectious. Understanding
vaccines, what they are how they work. [Online].;2008 [dikutip 20
October 2011]. Diakses dari:
http://www.niaid.nih.gov/topics/vaccines/documents/undvacc.pdf

22. Pramudiarja A, U. Satu saja anak tak diimunisasi efeknya bisa
memicu wabah. [Online].;2011 [dikutip 20 October 2011]. Diakses
dari: http://us.health.detik.com/read/2011/10/18/115311/1746520/764/satu-saja-anak-tak-diimunisasi-efeknya-bisa-memicu-wabah

23. Triggle N. MMR doctor struck from register. [Online].;2010
[dikutip 16 October 2011]. Diakses
dari:http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/8695267.stm

24. Ellis R,W. New vaccines technology. [Online].;2001 [dikutip 20
October 2011]. Diakses
dari:http://61.183.207.199/suite/resource/download.do?key=1754864

25. Goldrace B. And now, nerd news. [Online].;2009 [dikutip 20 October
2011]. Diakses dari:
http://www.badscience.net/2009/10/and-now-nerd-news/#more-1369



--
Dina Kurniasari
"Semoga semua bayi di dunia mendapat ASI dari ibunya"


------------------------------------

Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================Yahoo! Groups Links



8a.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "wening2007@yahoo.co.id" wening2007@yahoo.co.id   wening2007

Mon Oct 24, 2011 4:04 am (PDT)



Ikutan sharing ah...
Wkt sy maw catch up imunisasi Aurel 6th jg begitu...2 mg sebelumnya dah sounding ke Aurel akan divaksin 5 suntikan (hep A, typoid, mmr2, dpt booster, polio)..sy jelasin mending sakit skrg cuma sebentar ( Aurel sy suruh itung 1-10/suntikan, baru sampe 3 dr Uthie dah selesai suntik hehehe..) Daripada ndak divaksin, mudah tertular penyakit malah kl sampe terkena akan lebih sakit lagi :D. Dan ajaiiib...sampai tempat dr Uthie Aurelnya duduk sendiri malah nanya2 itu suntikan apa buat apa...n alhamdulillaah dr Uthie jg menjelaskan dgn bahasa anak..
N ðï lingkungan rumah jg ðï sekolahnya Aurel jd sounding ke temen2nya ttg pengalaman dia disuntik banyak :D
Mudah2an ini jalan biar smakin banyak anak2 terlindungi penyakit dgn imunisasi...amiiiin

Salam,
Iin aka Wening
*sambil nahan sakit perut dah 8x bab encer :'((
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
9.

Ditolak imunisasi campak, karena ada riwayat kejang

Posted by: "yosephine@suryamandiricomputer.co.id" yosephine@suryamandiricomputer.co.id   yosephinecristanti

Mon Oct 24, 2011 4:16 am (PDT)



Dear sps & docs,

Di posyandu komplek lg ada imunisasi campak & polio. Kebetulan aera (2 th) blm campak. (hik...hik... Jgn diprotes ya, bolak balik sakit jd tertunda)

Nah, ktk tadi dibawa ke posyandu buat imun, sama dokternya ditolak utk campaknya krn ada riwayat kejang.

Mohon sharingnya, apakah benar bahwa imunisasi campak bisa memicu kejang?

Terima kasih sebelumnya.

Rgds,
Pipin
*sedih, krn terlambat imun
Sent from BlackBerry® on 3
10.

Mulut mencong ke kiri

Posted by: "rully875@gmail.com" rully875@gmail.com   rully027

Mon Oct 24, 2011 4:18 am (PDT)



Dear dr n sp'ers

Anak saya hanif (4,5th) beberapa hari belakangan suka memencongkan mulutnya ke bagian kiri. Saya perhatikan itu bukan sesuatu yg disengaja. Misal dia sedang ngomong terus *seperti* dimencongkan ke kiri, sedang baca bahkan sedang diam pun. Frekuensinya ga setiap saat tapi lumayan agak sering dan bikin saya worry karena takut berhubungan dg syaraf.

Mau gugling tapi ga tau keywordnya, barangkali ada yg bisa bantu saya? Dan kalo boleh tau, kondisi seperti apa ya yg musti diwaspadai dengan kasus seperti ini.

Mohon bantuannya ya..

Thanks a lot
Rully -ibuna hanif n aisha-
Powered by Telkomsel BlackBerry®
11a.

Re: Artikel Dukungan untuk Imunisasi di Blog Gene Netto

Posted by: "yuti dewita arimbi" yuti.dewita@gmail.com

Mon Oct 24, 2011 4:47 am (PDT)



wah artikel yang bagus bgt nih. temenku jg ada yg antivaksin, sempet
berdebat tp krn ilmu sy dikit ya ga bs debat lebih dalam. dan perdebatan tsb
isinya hampir sm dengan postingan itu. yang 'katanya' ada bukti ilmiah
berdasarkan penelitian2 makanya haram.

Jangan-jangan ada konspirasi untuk melemahkan penduduk di negara kita.
Negara lain pd imunisasi tp sebagian penduduk di sini ga mau di vaksin.
hihihihi jadi ikut2an ngaco kan...(*abiiis geregetan)

*jangan ditimpuk ya :D

[Non-text portions of this message have been removed]

11b.

Re: Artikel Dukungan untuk Imunisasi di Blog Gene Netto

Posted by: "ira yusnita" ira.yusnita@gmail.com   ziorava

Mon Oct 24, 2011 5:24 am (PDT)



wah mbak yuti, saya baru aja mau nulis begitu, jangan2 konspirasi itu memang
ada, klo kata suami saya mungkin depopulation itu justru dengan gerakan anti
vaksin. Maaf hanya opini kami.

Salah satu pendukung anti vaksin, Jerry Grey klo gak salah juga pernah ngisi
pengajian di kantor saya, gayanya sih meyakinkan, untungnya yang ngaji masuk
kanan keluar kiri soalnya yang gak vaksin di kantor hampir tidak ada.

Ira
*klo mo timpuk monggo, tapi ke mbak yuti dulu hehe*

[Non-text portions of this message have been removed]

12a.

Re: tanya : perlukah campak n polio di PIN posyandu?

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Mon Oct 24, 2011 5:04 am (PDT)



Dear mba lusy ..
Sesama vaksin hidup boleh kok simultan .. kan pd dasarnya mmg smua vaksin bs simultan :)

Perihal ikut pin polio dan campak, dibuka2 lg deh thread crash program imunisasi.. Lgkp loh..
Jadi mba bisa memutuskan, hanya bacanya pelan2 ya..

Maaf jk krg berkenan

Rgds,
Ami

Sent from AmiBerry® via Smart 1x / EVDO Network.
13a.

Re: [Need Advice] Zat besi pencegah anemia

Posted by: "siti amatullah mutmainah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Mon Oct 24, 2011 5:28 am (PDT)



Dear mba sophia..
Bisa browse children iron defficiency ..
Atau buka milissehat ..
Ubek2 arsip milist juga buanyaaak bgt..

Skrining zat besi bs dilakukan dibwh usia 12 bln kok.. Apa dan bagaimananya better baca2 ya mba, spy mantaap, krn byk postingan menarik di thread anemia defisiensi zat besi ini ..

Maaf jk krg berkenan

Rgds,
Ami


Sent from AmiBerry® via Smart 1x / EVDO Network.
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Health

Early Detection

Know the symptoms

of breast cancer.

Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: