Monday, October 24, 2011

[sehat] Digest Number 16321

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Konsul prevnar + share imunisasi di UAE From: tristanathan
2a.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: tristanathan
2b.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: hilda iriany
2c.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: tristanathan
2d.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: kusumaningrummelati@yahoo.com
2e.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: Sisilia
2f.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: Hilda
2g.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: wulan
2h.
Re: (Sharing) Imunisasi Simultan From: Leocadia intas Jati Awandhani
3a.
Re: CIRI-CIRI PENYAKIT PEMBUNUH NO. 1 From: Yeptirani Syari
3b.
Re: CIRI-CIRI PENYAKIT PEMBUNUH NO. 1 From: pritha kurniasih
4a.
Bls: [sehat] 9m imunisasi polio lagikah? From: Abrar Mom
5a.
Re: OOT : Promosi RUM From: Ida kusumawaty
6a.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: siti amatullah
6b.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: fitri.barokah@gmail.com
6c.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: Siti Mawaddah
6d.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: Dina_Bundadanishali
6e.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: Siti Mawaddah
6f.
Re: Bahayanya Menolak Imunisasi From: ChiciErnest
7a.
Re: 9m imunisasi polio lagikah? From: Bunda Farhan & Athar
7b.
Re: 9m imunisasi polio lagikah? From: Bunda Farhan & Athar
7c.
Re: 9m imunisasi polio lagikah? From: wulan
7d.
Re: 9m imunisasi polio lagikah? From: nia2R
8.
Artikel Dukungan untuk Imunisasi di Blog Gene Netto From: Ida kusumawaty
9a.
Re: Pneumonia From: nia2R

Messages

1a.

Re: Konsul prevnar + share imunisasi di UAE

Posted by: "tristanathan" tristanathan.amadeo@gmail.com   trinovi

Sun Oct 23, 2011 7:18 pm (PDT)



mbak tanti,
dalam imunisasi, gak ada istilah 'percuma'
jadi apa yg udah diberikan tetep dihitung.

karena af, saat ini masih <24 bulan, masih butuh 1 dose lagi, dg interval 8
minggu dari 2nd dose
cukup 3x aja mbak
http://www.cdc.gov/vaccines/recs/schedules/downloads/child/catchup-schedule-pr.pdf

-ria-

2011/10/24 Ciptanti <bunda.afnan@gmail.com>

> **
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "tristanathan" tristanathan.amadeo@gmail.com   trinovi

Sun Oct 23, 2011 7:21 pm (PDT)



abang ray belum pernah dpt thypoid sebelumya? SOL

2011/10/23 Hilda <hilda.iriany@gmail.com>

> **
>
>
> Bulan depan juga mau simultanin Dɑryn (12m) -- hep A dan varicella.
> Dokternya sih udh ok simultan. Yg ga ok, harganya ini.. Hehehe. Soalnya
> skalian mau varicella + typhoid abangnya juga (3.5thn)
>

[Non-text portions of this message have been removed]

2b.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "hilda iriany" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Sun Oct 23, 2011 7:22 pm (PDT)



Beloooommmm.
Hhhhhhhhh. makin gede, makin susah jualan imunisasi

2011/10/24 tristanathan <tristanathan.amadeo@gmail.com>

> **
>
>
> abang ray belum pernah dpt thypoid sebelumya? SOL
>
> 2011/10/23 Hilda <hilda.iriany@gmail.com>
>
> > **
>
> >
> >
> > Bulan depan juga mau simultanin Dɑryn (12m) -- hep A dan varicella.
> > Dokternya sih udh ok simultan. Yg ga ok, harganya ini.. Hehehe. Soalnya
> > skalian mau varicella + typhoid abangnya juga (3.5thn)
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

2c.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "tristanathan" tristanathan.amadeo@gmail.com   trinovi

Sun Oct 23, 2011 7:27 pm (PDT)



horeee... akhirnya kakak imunisasi juga, hebaaattt...

beda sama nat yg th lalu booster yg sama + varicella
udah siap dan yakin dari rumah, pas di tempat eksekusi, maju mundur dan
nangis juga, hehe..
untung gak dendam sama tante dokternya :D

seneng bnaget krn dia nangis pas di suntiknya aja, selebihnya aman jaya,
termasuk gak ada kipi
karena persiapan yg lumayan lama, dan penyampaian informed consent ke
pasien, yg jd salah satu syarat dr tante dokternya :)

jempol buat damai!

-ria-

2011/10/23 Sisilia <sisil.mahadaya@gmail.com>

> **
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

2d.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "kusumaningrummelati@yahoo.com" kusumaningrummelati@yahoo.com   kusumaningrummelati

Sun Oct 23, 2011 7:37 pm (PDT)



Dear mom, numpang thread yah

Sy msh blm bs tango nih ttg imunisasi. Kmrn bw anak dua2nya utk imun, si kk umur 32bln mau varisela 2, ade 14bln mau varisela 1 dan hep A1. Ehhh ditolak sm dokter nya, krn dia blg varisela di bwh 12th tdk perlu booster dan ade jadwal hep A1 nya nanti.

Sudah siap dg bekal jadwal cdc tetep aja ditolak, alesannya krn kan msh tinggal di indo jd ikutin jadwal idai 2011.

Bener ga sih hrs gitu? Ga lulus 2 nih mslh imunisasi.

Tks
Mel
Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network
2e.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "Sisilia" sisil.mahadaya@gmail.com   caeciliapudjiastuti

Sun Oct 23, 2011 7:40 pm (PDT)



BuHil,

Kemarin sounding ulang sama Damai pas wabah campak dan difteri. Mungkin karena Damai dah gedean ya.. Bisa diajak diskusiin berita.

Kalo pas imunisasi umur 2 thn aku ceritanya soal kehebatannya tubuh Damai selama ini bs nahan penyakit. Itu karena dr kecil sudah divaksin. Nah, makin besar, penyakitnya ada yg lain jd perlu divaksin lg atau vaksin ulang. Gitu2 deh. Untung lancar aja wkt itu...

Yang sekarang ini menempatkan dia pada dilema. Katanya ternyata sakit ya setelah suntiknya (bekas dpt msh sakit) tp kalau aku ga disuntik bisa kena penyakitnya ngeri jg.

Yah, buhil... Anak2 makin besar makin pinter kan? Ibunya dituntut lebih canggih 'dagang' hehe

Sisil
@sisilmahadaya

2f.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "Hilda" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Sun Oct 23, 2011 7:47 pm (PDT)



Oiaaaaa, makasih sharingnya.
Pakai senjata 'dagang' youtube aja kali ya.... Save video ttg penyakit2 kalau tdk diimunisasi.

Sip. Makasih masukannya mama Damai. Semoga minggu ini lancar simultan 2D ☺

Hilda
2g.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "wulan" wulan.wuls@gmail.com   wulanokey

Sun Oct 23, 2011 8:25 pm (PDT)



"B: siapa duluan nih?

Damai: Damai bude, ntar Damai contohin papa dulu, kalo papa duluan ntar nangis"

Damaaaaaaaiiiii, gigit yaaaaaaaaaa! Mba sisil, tlg titip kecup basah pipinya yah (plus elus2 perut bakpaonya kl damai ga keberatan :D) Damai hebat ih, udh cocok jadi kakak tuh mba..

Rgds,
- Wulan -
@wulsnih

2h.

Re: (Sharing) Imunisasi Simultan

Posted by: "Leocadia intas Jati Awandhani" awandhani@yahoo.com   awandhani

Sun Oct 23, 2011 8:31 pm (PDT)



Aku sempat diskusi juga dengan Rio waktu dia bercerita ttg temannya yg lama ga masuk sekolah krn kena cacar air. Dia bertanya cacar air itu sakit apa? dan tak jelasin pula kak Rio tetap sehat krn sudah diimunisasi varicela 2x..
Jadi ingat pas Rio mau booster DPT5-IPV-typhoid-MMR2-varicela 2...ngasih edukasinya sejak bbrp hari sebelum imunisasi...dan saat tiba waktunya imunisasi dia duduk manis sendiri gak dipangku, sambil ngliatin jarum suntik dan bertanya2 dengan dr.Uthie itu apa...:D

Mbak Hilda...pokoknya mamanya hrs smp ndower deh edukasi ttg imunisasi ke anak yg udah semakin gede

salam,

Intas
*kapan Jogja hujan lagi ya*

________________________________

[Non-text portions of this message have been removed]

3a.

Re: CIRI-CIRI PENYAKIT PEMBUNUH NO. 1

Posted by: "Yeptirani Syari" sehat.syari@gmail.com

Sun Oct 23, 2011 7:25 pm (PDT)



iya, kok kan-ker gak ada di list ya? ;p

-SOL-

--
Yeptirani Syari, ~Dandanya Zee~
"kalo mo japri, ke *y.syari@gmail.com* ajah... biar gak nyelip :p"

[Non-text portions of this message have been removed]

3b.

Re: CIRI-CIRI PENYAKIT PEMBUNUH NO. 1

Posted by: "pritha kurniasih" pritha.saja@gmail.com   aphrodite_flyhigh

Sun Oct 23, 2011 7:39 pm (PDT)



hihihi,,udah siap2 serius menyimak,,
SOL

[Non-text portions of this message have been removed]

4a.

Bls: [sehat] 9m imunisasi polio lagikah?

Posted by: "Abrar Mom" abrar_mom@yahoo.com   abrar_mom

Sun Oct 23, 2011 7:27 pm (PDT)



syukurlah klo gtu..
takutnya kelebihan dosis hehehe..
makasih responnya dok/mom niken..

[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

Re: OOT : Promosi RUM

Posted by: "Ida kusumawaty" ida.a.kusumawaty@gmail.com   ida_a_kusumawaty

Sun Oct 23, 2011 7:29 pm (PDT)



Setuju!!!
Tapi apa maksudnya sich umur dibatasi maksimum 40 tahun? Memangnya kalo dah
> 40 tahun sudah gak bisa berkarya lagi gitu? Protes berattttt. Life begins
at 40...
Yakin seyakin-yakinnya, urusan daya ingat dan stamina fisik, banyak diantara
kita yang langsung minder ngeliat Bunda (termasuk saya)!

Salam,
Mama Nayla

2011/10/24 Elga Soeardi <elgasoeardi@yahoo.com>

> Setuju bgt mbak cella..SOL
>
> Salam
> Elga
> @ elgasoeardi Sent from BlackBerry®
>
> ------------------------------------
>
> Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
> - Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal
> FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
>
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland,
> dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami,
> PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
>
> "Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
> =================================================================
> Milis Sehat thanks to:
> - AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS
> SEHAT 2011.
>
> Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk.
> who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi
> Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> "SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
>
> Kunjungi kami di (Visit us at):
> Official Web : http://milissehat.web.id/
> FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
> Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
> ==================================================================
> Donasi (donation):
> Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
> Bank Mandiri
> Cabang Kemang Raya Jakarta
> Account Number: 126.000.4634514
> ==================================================================Yahoo!
> Groups Links
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

6a.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "siti amatullah" amianakbinus@yahoo.com   amianakbinus

Sun Oct 23, 2011 7:40 pm (PDT)



makasi mba dina..
ini terusan yang kmrn2 yah.. hmmm sudah rapi... siap diposting

izin yaaaa :)

cheers,
ami

---

[Non-text portions of this message have been removed]

6b.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "fitri.barokah@gmail.com" fitri.barokah@gmail.com

Sun Oct 23, 2011 7:47 pm (PDT)



Makasih mba... Langsung ku copy paste yaaah

Fitri
Powered by Telkomsel BlackBerry�
6c.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "Siti Mawaddah" siti.mawaddah@gmail.com   mawaddah_1985

Sun Oct 23, 2011 7:49 pm (PDT)



sangat sangat menjawab pertanyaan saya...
terima kasih mbak :-)

2011/10/24 <fitri.barokah@gmail.com>

> Makasih mba... Langsung ku copy paste yaaah
>
> Fitri
> Powered by Telkomsel BlackBerry�
>
> ------------------------------------
>
> Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
> - Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal
> FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.
>
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland,
> dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami,
> PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
>
> "Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
> =================================================================
> Milis Sehat thanks to:
> - AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
> - PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS
> SEHAT 2011.
>
> Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk.
> who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi
> Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> "SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.
>
> Kunjungi kami di (Visit us at):
> Official Web : http://milissehat.web.id/
> FB : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
> Twitter : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
> ==================================================================
> Donasi (donation):
> Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
> Bank Mandiri
> Cabang Kemang Raya Jakarta
> Account Number: 126.000.4634514
> ==================================================================Yahoo!
> Groups Links
>
>
>
>

--
"The greatest danger for most of us is not that our aim is too high, and we
miss it.
But that our aim is too low, and we reach it"
� Nitsbaba (My friend)

http://sitimawaddah.blogspot.com/
http://mawaddah1985.multiply.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

6d.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "Dina_Bundadanishali" danishapramesvari@gmail.com   adin_zahra

Sun Oct 23, 2011 7:52 pm (PDT)



ami: ini terusan yang kmrn2 yah.. hmmm sudah rapi... siap diposting
izin yaaaa :)

me: mba amiii, ini tulisannya dr agnesss.....kalo mau izin ke beliau yah...:P...
Saya sih udah email beliau di FBnya, minta izin share sebelum share ke
milis. InshaAlloh jadi saluran berkah buat beliau......:)

6e.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "Siti Mawaddah" siti.mawaddah@gmail.com   mawaddah_1985

Sun Oct 23, 2011 7:55 pm (PDT)



yaah dah terlanjur share di blog... gapapa yaaa bu agnes.. pasti gapapa
deh... *lhoo*

2011/10/24 Dina_Bundadanishali <danishapramesvari@gmail.com>

> **
>
>
> ami: ini terusan yang kmrn2 yah.. hmmm sudah rapi... siap diposting
> izin yaaaa :)
>
> me: mba amiii, ini tulisannya dr agnesss.....kalo mau izin ke beliau
> yah...:P...
> Saya sih udah email beliau di FBnya, minta izin share sebelum share ke
> milis. InshaAlloh jadi saluran berkah buat beliau......:)
>
>

--
"The greatest danger for most of us is not that our aim is too high, and we
miss it.
But that our aim is too low, and we reach it"
� Nitsbaba (My friend)

http://sitimawaddah.blogspot.com/
http://mawaddah1985.multiply.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

6f.

Re: Bahayanya Menolak Imunisasi

Posted by: "ChiciErnest" chici.ernest@gmail.com

Sun Oct 23, 2011 8:08 pm (PDT)



Izin share juga ya bu dokter... :) *penting nih...*

Regards,
@chiciernest

7a.

Re: 9m imunisasi polio lagikah?

Posted by: "Bunda Farhan & Athar" radya_cute@yahoo.co.id   icha_grtlo

Sun Oct 23, 2011 7:47 pm (PDT)



Dearest Sps
Mumpung lg nyinggung polio nih..
Polio tuh cuma lwt oral yaa?? Prasaan sjak newborn mpe 18m farhan ga ada tuh ma dsanya dikasih imun via oral klo imunisasi,

Duuh jd ceumass bangt nih moms :(
Pliss infonya dunk, trus saya hrs gmn2, si kk januari mendatang udh 2thn ga dpt imunisasi via oral, pdhal polio pemberiannya 5x kan mpe usia ank 2thn


Mksh b4

Icha
#giceumasss



Powered by Farhan&Athar~Berry�
7b.

Re: 9m imunisasi polio lagikah?

Posted by: "Bunda Farhan & Athar" radya_cute@yahoo.co.id   icha_grtlo

Sun Oct 23, 2011 7:48 pm (PDT)



Dearest Sps
Mumpung lg nyinggung polio nih..
Polio tuh cuma lwt oral yaa?? Prasaan sjak newborn mpe 18m farhan ga ada tuh ma dsanya dikasih imun via oral klo imunisasi,

Duuh jd ceumass bangt nih moms :(
Pliss infonya dunk, trus saya hrs gmn2, si kk januari mendatang udh 2thn ga dpt imunisasi via oral, pdhal polio pemberiannya 5x kan mpe usia ank 2thn


Mksh b4

Icha
#giceumasss



Powered by Farhan&Athar~Berry�
7c.

Re: 9m imunisasi polio lagikah?

Posted by: "wulan" wulan.wuls@gmail.com   wulanokey

Sun Oct 23, 2011 8:18 pm (PDT)



Mba icha domisili dimana?

Pemberian polio 6x. Terakhir di 18bln dan booster di 5th

Rgds,
- Wulan -
@wulsnih

7d.

Re: 9m imunisasi polio lagikah?

Posted by: "nia2R" niea_152@yahoo.com   niea_152

Sun Oct 23, 2011 8:23 pm (PDT)



Mb,tinggal di jogja kah?
Kalo iya emang di jogja polio via injeksi.
Jadwalnya sama.

-nia-ibunya Razan Ragha
@nieafardina

8.

Artikel Dukungan untuk Imunisasi di Blog Gene Netto

Posted by: "Ida kusumawaty" ida.a.kusumawaty@gmail.com   ida_a_kusumawaty

Sun Oct 23, 2011 7:54 pm (PDT)



Hari ini sudah ada 2 *thread* ngomongin soal pro kontra imunisasi. Mencoba
sedikit membantu Mbak Siti dan melengkapi *e-mail* Mbak Dina (*repost e-mail
* dr. Agnes), saya akhirnya memberanikan diri *posting* salah satu tulisan
di *blog*-nya Gene Netto.

Gene Netto, seorang bule muslim yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia.
Beliau *concern* masalah pendidikan dan Islam di Indonesia. Awalnya saya
agak ragu untuk *posting* tulisan beliau karena memang *style*-nya yang agak
"tegas" (takut menyinggung beberapa pihak) dan konsep milis sehat yang
berfokus pada kesehatan tanpa mengkhususkan pada agama tertentu. Takutnya
kurang pas di milis ini, tapi akhirnya saya beranikan mengambil risiko itu
karena saya sendiri juga merasakan manfaat dari tulisan beliau.

Sebelumnya, maaf kalo panjang...

Salam,
Mama Nayla

*Jangan Menolak Vaksinasi Untuk Utamakan ASI *

Assalamu�alaikum wr.wb.,

Saya dapat pesan dari teman tentang adanya suatu pertemuan untuk membahas
penolakan atas vaksinasi difteri, karena mau diganti dengan pengobatan ASI
saja. Setelah saya balas, dia memberitahu saya bahwa dia tidak sengaja kirim
pesan itu ke saya, karena niatnya hanya mau dikirim ke teman2 dalam sebuah
organisasi Islam besar, yang sudah mengetahui adanya konspirasi global
terhadap ummat Islam. Katanya, saya belum punya ilmu tentang konspirasi
global itu, jadi saya tidak akan bisa paham.

Saya mungkin saja tidak punya �ilmu tentang konspirasi global� itu (yang
anehnya, bisa diketahui oleh ibu rumah tangga di Jakarta), tetapi
alhamdulillah saya telah dikasih AKAL yang insya Allah sehat. Coba
tinggalkan semua kebencian anda terhadap negara2 barat dan orang non-Muslim
untuk sejenak, dan mulai berfikir dengan akal yang Allah memberikan kepada
anda.

Program vaksinasi (atau imunisasi) punya sejarah singkat di negara2 barat.
Belum ada 100 tahun dari semua program vaksinasi massal yang sudah menjadi
umum sekarang. Sebelum ada program vaksinasi itu di negara barat, adanya
PENYAKIT! Dalam beberapa kasus, puluhan ribu sampai ratusan ribu orang kena
penyakit keras dan WAFAT dari penyakit tersebut. Bahkan, bisa sampai lebih
dari SATU JUTA manusia wafat dalam waktu beberapa bulan saja. Oleh karena
adanya pengalaman seperti itu di negara barat, program vaksinasi dimulai
secara luas dan komprehensif dengan niat MENYELAMATKAN nyawa manusia
sebanyak-banyaknya.

Anehnya sekarang, di kalangan ummat Islam, ada sebagian orang yang dengan
tegas sudah menolak vaksinasi (dan semua bentuk pengobatan asal barat),
dengan melontarkan segala macam tuduhan dan penghinaan (dan fitnah?)
terhadap perusahaan kimia yang berasal dari barat, dan juga pemerintahnya.
Kebencian seperti itu, tanpa dilandasi riset, fakta dan data, ditelan secara
mentah oleh orang Muslim yang awam di Indonesia, yang sudah siap saja
menerima dan ikut membenci negara-negara maju, yang kebetulan punya penduduk
non-Muslim.

Zaman dulu, SEMUA bayi di negara barat dapat ASI saja dari ibunya. Zaman
dulu di negara barat (khususnya sebelum Perang Dunia Kedua), mayoritas dari
Ibu justru tidak kerja, karena dianggap kerjaan utama mereka adalah menjadi
ibu rumah tangga. Setelah perang mulai, baru ada banyak ibu yang mulai
kerja, karena kaum pria sedang berperang. Dan hal itu juga dilawan dengan
keras oleh banyak pria yang merasa tidak benar kalau ibu-ibu boleh kerja,
daripada berada di rumah untuk mengurus bayi dan anak (sebagai tugas utama
mereka).

Tidak ada makanan bayi siap saji seperti yang berada sekarang di toko. Jadi
bayi dapat ASI terus dari ibunya. Dan ternyata, penyakit banyak sekali, dan
banyak anak yang menjadi KORBAN, walaupun dapat ASI setiap hari. Kok bisa?

Kalau bayi di barat sudah dapat ASI setiap hari, kenapa masih bisa kena
penyakit? Dan kenapa puluhan ribu sampai ratusan ribu orang bisa WAFAT dalam
waktu singkat? Ternyata, ASI tidak merupakan perlindungan terhadap segala
macam penyakit di dunia. ASI memang baik dan benar untuk bayi, dan ada
manfaatnya dari sisi penyakit karena kalau ibunya pernah kena penyakit X,
maka masih ada antibodi X di dalam darahnya dan ASI-nya, dan antibodi itu
akan memberikan perlindungan ringan terhadap seorang bayi untuk sementara.
(Silahkan anda bertanya kepada DOKTER tentang antibodi dari ibu yang
didapatkan bayi lewat ASI, dan daya tahannya antibodi itu dalam jangka
panjang).

Tetapi, penyakit yang ada di dunia ini sangat banyak, sangat keras dan
sangat serius, jadi ASI saja tidak cukup sebagai perlindungan. Teman-teman
kita yang mengatakan sebaliknya (bahwa ASI sudah cukup) rata-rata tidak
mempunyai ilmu kedokteran sama sekali, dan hanya sebatas mengucapkan apa
yang mereka dengar dari pihak lain, tanpa didukung oleh riset kedokteran.
(Perlu diingat bahwa mereka tidak bicara atas nama riset baru yang
berlawanan dengan ilmu kedokteran yang lama, tetapi sebatas bicara atas nama
KONSPIRASI saja).

Jadi, saya sangat imbau kepada ummat Islam untuk tidak mendengarkan dan
tidak menyebarkan informasi yang mengatakan ASI sudah cukup sebagai
penggantinya vaksinasi, karena pemikiran seperti itu sama sekali tidak
bermanfaat bagi masa depan ummat Islam. Jangan sampai setiap kali terjadi
masalah kesehatan di sini, sebagian orang Muslim yang membenci negara barat
dan orang non-Muslim berhasil memanfaatkan keadaan itu untuk menyebarkan
kebencian terhadap ilmu kedokteran juga.

Saya pernah baca dan diberitahu tentang seseorang di Indonesia yang masuk
Islam beberapa tahun yang lalu, dan kemudian mulai melakuan kegiatan seperti
yang digambarkan di atas. Tanpa gelar kedokteran, atau latar belakang apapun
di dunia medis, dia membaca informasi di situs2 konspirasi di internet,
mempercayai semunya, dan mulai menyebarkan informasi itu di sini dengan
mengatakan bahwa program vaksinasi diciptakan oleh negara barat (negara
kafir) untuk membuat ummat Islam lemah dan MANDUL. Saat saya bertanya kenapa
jumlah penduduk di Indonesia (dan di dunia) meningkat terus, dan malah
dibuat program KB untuk menguranginya, maka tidak ada yang bisa menjawab.
Pokoknya vaksinasi adalah bagian dari konspirasi global dari orang kafir
untuk membuat ummat Islam lemah, rawan penyakit dan mandul. Titik. Tidak
perlu berfikir dengan akal yang sehat. Cukup dengarkan dan yakini saja.
Tidak perlu minta bukti, atau bertanya kepada dokter dan ilmuan. Tidak perlu
dilakukan riset apapun. Cukup orang bicara saja, dan harus diyakini dan
disebarkan. Karena tentu saja orang kafir di negara kafir ingin membuat
orang Islam lemah dan mandul, dan caranya hanya bisa lewat vaksinasi.
Anehnya, orang kafir itu juga memberikan vaksinasi yang sama kepada anak
kandung mereka, tetapi mereka tidak menjadi lemah dan mandul. Kok bisa? Di
mana akalnya orang Muslim yang bisa meyakini omong kosong seperti itu dan
menyebarkan kepada yang lain?

Sesungguhnya sikap seperti ini hanya membuat ummat Islam bodoh. Ummat Islam
bisa bangkit sekarang dan menjadi ummat yang berjaya sekali. Tetapi upaya
dari orang Muslim yang membenci orang barat ini tidak akan membawa manfaat
sama sekali. Kalau anaknya orang Muslim ini kena penyakit nanti, maka bisa
dijamin akan muncul teori gila baru untuk menjelaskannya. Setelah vaksinasi
ditinggalan, dan anak tetap kena penyakit karena ASI tidak memberikan
perlindungan, tunggu saja teori gila yang terbaru: Anak sudah minum ASI
tetapi masih kena penyakit? Pasti disebabkan Coca Cola. Atau McDonalds. Atau
radiasi dari satelit Amerika. Atau radiasi dari tivi. Atau air aqua yang
diberikan kimia. Atau dari pasta gigi. Atau kemasan susu sapi yang ada
racunnya. Atau dari baju dan celana yang diberikan bahan radioaktif. Atau
dari mobil yang mengeluarkan kimia dalam AC-nya. Atau dari pesawat Boeing
yang semprot kimia di atas kepala kita. Atau dari pupuk buatan barat yang
membuat makanan terkontaminasi. Dan seterusnya.

Kebencian mereka begitu besar, sehingga mereka dengan senang hati melepaskan
akalnya dan menyebarkan ide-ide yang gila, yang seringkali juga berasal dari
orang yang tidak jelas di internet, tanpa didukung oleh riset ilmiah sama
sekali. Mereka bicara seolah-olah hanya mereka yang mempunyai ilmu yang
benar (tentang adanya sebuah konspirasi) dan semua orang yang lain di dunia
sedang ditipu dan tidak paham, termasuk para dokter dan ilmuan di negara2
barat. Tetapi dokter dan ilmuan itu bisa meraih Piagam Nobel karena riset
dan ilmu mereka begitu berkualitas di atas yang lain. Sedangkan untuk teman2
kita yang sedang sibuk menyebarkan kebencian, pembohongan, dan fitnah
terhadap orang non-Muslim, tanpa bisa membuktikan apapun, tanpa punya riset
atau data yang bisa diperiksa, maka tidak usah menunggu mereka mendapatkan
Piagam Nobel. Untuk lulus D1 dengan omong kosong seperti itu juga tidak
bisa, apalagi dapat gelar dan prestasi yang lebih tinggi.

Mohon dipikirkan secara baik sebelum anda menyebarkan informasi yang berasal
dari orang yang tidak memiliki keahlian di bidang tersebut. Kalau anak orang
lain kena penyakit disebabkan anda menyebarkan fintah terhadap program
vaksinasi, maka anda sendiri yang kena dosa. Kalau mau tahu apa yang terbaik
untuk anak Muslim, silahkan bertanya kepada DOKTER anda, dan bukan kepada
orang yang hanya bisa dapat informasi dari situs2 orang gila di internet.

Saya cantumkan sebuah foto dari anak yang tidak dapat vaksinasi Variola atau
cacar (atau smallpox dalam bahasa Inggris). Penyakit ini sudah dikatakan
musnah dari dunia kita ini oleh PBB pada tahun 1979. Sebelumnya bisa
membunuh ratusan ribu orang per tahun. Penyakit ini hanya menjadi hilang
karena ada program VAKSINASI. Penyakit ini tidak menjadi hilang di seluruh
dunia karena adanya ASI. Silahkan melihat anak malang ini dan pakai akal
yang sehat. Mau melihat bayi-bayi seperti ini di dunia lagi? Dokter dapat
ilmunya dari Allah juga, apapun agamanya dokter itu. Tidak ada ilmu yang
baik dan benar di dunia ini tanpa berasal dari Allah SWT. Mohon percaya
kepada para dokter yang berilmu tinggi dan tinggalkan pendapat orang aneh
yang bicara tentang konspirasi saja tanpa memiliki ilmu kedokteran.

�Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang bukan ahlinya maka
kehancuranlah yang akan datang.� (HR. Imam Muslim no: 59).

�Bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui.�
(QS. An-Nahl: 43).

�Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati kesemuanya itu
akan ditanya.� (QS. Al-Israa�: 36).

Wabillahi taufik walhidayah,

Wassalamu�alaikum wr.wb.,

Gene Netto

<http://3.bp.blogspot.com/-3Jho9OJX0fg/TpaSW6SDZrI/AAAAAAAAApw/jXPQFuvSzPY/s1600/smallpoxbaby.jpg>

Bayi yang kena Variola atau cacar ("smallpox"

*Menjawab Kritikan Terhadap Artikel Vaksinasi (Vaksinasi atau ASI?) *

Assalamu�alaikum wr.wb.,

Setelah saya menulis artikel Jangan Menolak Vaksinasi Untuk Utamakan
ASI<http://genenetto.blogspot.com/2011/10/jangan-menolak-vaksinasi-untuk-utamakan.html>tadi
siang, ternyata langsung diprotes beberapa orang, di Blog, Facebook
dan
juga lewat email. Saya menulis artikel itu karena ada teman yang menegaskan
bahwa ada sebuah konspirasi global untuk merusak ummat Islam lewat
vaksinasi. Anehnya, dokter, ilmuan dan rakyat di negara2 barat justru
memberikan vaksin yang sama kepada anak kandung mereka. Dan lebih aneh lagi,
mereka sembuh dari penyakit (tentu saja dengan izin dari Allah). Polio tidak
ada di negara barat. Di sini masih bisa muncul. Variola atau cacar (disebut
smallpox dalam bahasa Inggris) tidak ada di SELURUH DUNIA sejak 1979 karena
dibuat program vaksinasi massal. Kok bisa hilang? Mestinya masih ada, karena
vaksinasi hanya akan membuat ummat Islam sakit, rusak dan mandul (katanya).

Beberapa orang yang langsung berprotes terhadap artikel saya berpegang pada
pendapat fanatik aslinya, yaitu cukup cara �pengobatan Nabi SAW� sebagai
terapi yang terbaik. Obat dari dunia barat tidak perlu. Lalu dikutip
hadiths2 di mana Nabi SAW mengunyah kurma, dan ludahkan pada mulut seorang
bayi. Cukup begitu sebagai �pengobatan� katanya. Anehnya, di dalam semua
hadiths tersebut, tidak ada satu kalimat di mana Nabi Muhammad SAW
mengatakan �Setelah dikasih kurma dan ludah, bayi ini akan selamat dari
semua penyakit seumur hidup.� Dalam kata lain, Nabi SAW sendiri tidak pernah
mengatakan bahwa itu adalah upaya �pengobatan� yang paling sempurna untuk
semua penyakit. Jadi kenapa perbuatan tersebut dikaitkan dengan pengobatan
terhadap berbagai macam penyakit, seperti polio, cacar, dan difteri yang
mungkin saja tidak dikenal di zaman Nabi SAW?

Anak kena Cacar? Kasih kurma saja. Polio? Kurma saja. Demam berdarah? Kurma.
Tifus? Kurma. Kanker? Kurma saja yang dibutuhkan. Begitu fanatik orang2
tersebut, mereka merasa bahwa sesuatu yang �tidak berasal dari Nabi SAW�,
seperti vaksinasi, harus ditinggalkan begitu saja.

Selanjutnya, ada juga sebagian orang yang mulai mengutip �bukti ilmiah�
bahwa banyak dokter di negara barat sudah mengutuk vaksinasi juga. Salah
satu komentar memberikan daftar panjang dokter yang (katanya) menolak
vaksin. Saya ambil salah satu nama sebagai contoh dan melakukan pencarian di
internet. Ini hasilnya.

[Kutipan, yang katanya berasal dari dokter barat] :

Apa kata ilmuan tentang vaksinasi? �Satu-satunya vaksin yang aman adalah
vaksin yang tidak pernah digunakan.� (Dr. James R. Shannon, mantan direktur
Institut Kesehatan Nasional Amerika)

Versi bahasa Indonesia ini ternyata hanya diterjemahkan dari bahasa Inggris.
Ini kalimat yang disebarkan dalam bahasa Inggris: Dr. James *R.* Shannon,
former director of the National Institute of Health (NIH) reported in
*December,
2003* that �the only safe vaccine is one that is never used�.

Jadi versi bahasa Indonesia hanya diterjemahkan saja (dari situs2 konspirasi
dan situs anti-vaksinasi), dengan menyebutkan tanggal 2003. Daftar Dokter
yang pernah menjadi Direktur NIH dari tahun 1887 sampai dengan sekarang bisa
dilihat di situs resminya. Dr. James *R.* Shannon tidak ada. (NIH - The NIH
Almanac - Historical Data -
Directors<http://www.nih.gov/about/almanac/historical/directors.htm>
).

Dr. James *R.* Shannon tidak ada, tetapi ada yang bernama Dr. James *
Augustine* Shannon, dan dia wafat pada tahun 1994. Jadi, ada kemungkinan
bahwa Dr James *R.* Shannon tidak ada dan kutipan ini adalah rekayasa. Atau
Dr. James *Augustine* Shannon bangkit dari kuburan dan memberikan kutipan 7
tahun setelah kematian (dan kutipan itu berlawanan dengan apa yang
dikerjakan seumur hidup, yaitu menjaga kesehatan masyarakat lewat
vaksinasi). Anehnya, kutipan tersebut hanya berada di situs2 anti-vaksinasi.
Di tempat ilmu kedokteran dan situs2 lain tidak ada.

Saya memilih nama dokter yang lain, dan hal yang sama terulang lagi. Hanya
ada satu kalimat yang dicopy-paste di dalam ratusan situs konspirasi dan
anti-vaksinasi. Nama dokter tersebut (kalau memang nama itu ada dan bukan
rekayasa) tidak muncul di tempat lain, dan sama sekali tidak ada dalam situs
ilmu kedokteran yang resmi. Artinya, seorang dokter senior yang katanya
punya keahlian khusus hanya menulis satu kalimat seumur hidup, dan satu
kalimat itu saja yang diangkat dan disebarkan. Dia tidak melakukan
penelitian apapun, tidak pernah membahas apapun, tidak menulis buku atau
artikel, tidak masuk berita, tidak pernah bicara dengan wartawan, dan tidak
punya keistimewaan apapun selain menulis satu kalimat anti-vakinsasi
tersebut. Kok bisa? Bukannya itu aneh sekali dan tidak masuk akal??

Jadi, yang dilakukan oleh orang yang percaya pada konspirasi (tanpa mau
menggunakan akal yang sehat) adalah mereka selalu siap percaya pada tulisan
apa saja, asal bisa dikutip nama seorang dokter. Kita semua bisa merekayasa
informasi dengan cara yang sama dan menyebarkan. Coba baca ini. Percaya atau
tidak?

�Riset terhadap banyak pria di Indonesia oleh Dr. Gene Q. Bean, seorang
pakar biologi, membuktikan bahwa seorang suami yang nonton Opera Van Jawa
lebih dari 1 kali per minggu akan menjadi mandul dalam waktu 5 tahun.�

Percaya kan? Ada nama seorang dokter, dan katanya dia juga pakar. Masa tidak
mau percaya. Sudah ditulis di internet. Sudah pasti benar. Betul?

Begitulah sebagian dari ummat Islam sekarang. Orang mana saja bisa menulis
apa saja di internet, dan kalau dikatakan �dari riset� atau ditulis oleh
�seorang �dokter� maka pasti dipercayai karena membuktikan adanya konspirasi
global terhadap ummat Islam. Kasihan orang Muslim yang begitu cepat lepaskan
akal sehat, membuang nasehat terbaik dari para dokter (yang dapat ilmunya
dari Allah SWT) dan percaya pada apa saja yang ditulis di internet oleh
orang yang tidak dikenal.

Informasi tentang vaksinasi itu, yang dikutip dari internet dan disebarkan,
seringkali berasal dari �situs anti-vaksinasi�. Semuanya hanya kutip kalimat
yang sama dari situs lain, sehingga ada ribuan situs dengan isi persis sama.
Orang lain mengambil infonya dari �situs konspirasi�. Situs2 yang saya
maksudkan jarang ada dalam bahasa Indonesia. Tetapi dalam bahasa Inggris ada
ribuan, atau mungkin puluhan ribu. Isinya rata2 sama. Apa saja yang bisa
ditulis, tanpa bukti atau riset ilmiah akan mereka cantumkan di situ. Makin
gila klaim-klaim mereka, makin banyak dikopi dan disebarkan.

Mau dapat contohnya? Seperti ini: Micheal Jackson tidak wafat tetapi hidup
di pulau terpencil sekarang (tetapi foto jasad ada, dan dokter yang
melakukan autopsi ada). Amerika tidak mendarat di bulan (tetapi fotonya dari
satelite sudah ada, yang membuktikan masih ada semua barang yang
ditinggalkan di sana). Tsunami Aceh disebabkan bom nuklir dari Amerika (lalu
ke mana radiasinya? Lihat Fukushima. Tidak ada yang bisa hidup di sana.
Aceh? Aman dan bersih. Jadi radiasi nuklir itu hilang ke mana?) Asap putih
di belakang pesawat adalah kimia yang sengaja disemprot untuk membuat rakyat
mandul (tapi jumlah penduduk di dunia meningkat terus. Kok bisa? Mesti
mandul semua!) Semua penemuan teknologi Amerika (laser, microwave, HP,
internet, dsb.) berasal dari teknologi alien yang mendarat di sini dulu, dan
ditahan oleh pemerintah Amerika. Dan seterusnya. Tidak ada batas terhadap
ide-ide gila yang bisa mereka ciptakan sendiri.

Selanjutnya, beberapa dari kritikan yang masuk menyebutkan nama Jerry Grey
(sebagai bukti ada konspirasi). Pak Jerry masuk Islam dan sekarang ceramah
dan menulis buku di sini tentang kejahatan Amerika. Dia bukan pilot, tetapi
hanya mekanik mesin pesawat (berpangkat sersan). Setelah keluar dari
angkatan udara, dia menganggur 7 tahun dan tinggal di mobilnya di Hawaii
(dia sendiri yang ceritakan kepada saya). Menurut saya, itu bukan sosok
seorang peneliti berilmu tinggi yang bisa diyakini. Sebagian dari apa yang
dia tulis memang ada benarnya. Pemerintah Amerika (dan hampir semua
pemerintah lain) memang pernah melakukan kejahatan. Itu sudah fakta. Tetapi
kenyataan yang satu itu tidak secara automatis membuat semua komentar yang
lain menjadi benar, tanpa perlu dibuktikan. Kalau ada orang yang mau baca,
semua yang ada di buku Pak Jerry juga ada di situs2 konspirasi di internet
dalam bahasa Inggris, jadi tidak ada ilmu yang baru di dalam bukunya. Hanya
ada informasi yang dikopi dan diterjemahkan saja.

Ada orang lain yang mengatakan bahwa 30% dari dokter di Amerika menolak
vaksinasi. Dari mana info itu, selain situs anti-vaksinasi dan situs
konspirasi? Siapa yang melakukan studi itu? Pada tahun berapa? Terhadap
berapa banyak dokter? Tentu saja semua informasi itu tidak ada karena studi
itu juga palsu dan rekayasa. Coba baca ini:

�Prof. Dr. Gene Q. Bean dari Universitas Kedokteran Negara di Jakarta,
mengatakan bahwa 30% dari dokter di Indonesia pernah melakukan operasi dalam
keadaan mabuk dan membunuh pasiennya.� Percaya kan? Ada nama seorang dokter,
dan universitasnya juga dikutip. Nama tempatnya kedengaran resmi. Namanya
sepertinya resmi juga. Masa tidak mau percaya? Sudah ditulis di internet.
Sudah pasti benar. Betul? Profesor Bean itu masa berbohong di internet?
Silahkan anda pergi ke universitas dan mencari sang professor. Selamat kalau
bisa ketemu.

Ummat Islam seharusnya bisa cerdas. Ada banyak sekali ayat di dalam Al
Qur'an yang menyuruh kita berfikir. Dan berfikir tanpa landasan akal yang
sehat hanya akan membuat orang cepat sengsara. Sayangnya, terlalu banyak
orang di sini merasa tidak membutuhkan akal, atau ilmu, atau riset yang
benar. Cukup mempercayai apa saja yang ada di internet (padahal itu bisa
saja merupakan *fitnah* terhadap orang non-Muslim) selama tulisan itu
mendukung keyakinan mereka bahwa ada konspirasi global terhadap ummat Islam.
Kalau tetap berfikir seperti itu, ummat Islam tidak akan bisa maju.

191. "�Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan�"
(QS. Al Baqarah 2:191).

19. "�Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil
pelajaran."

(QS. Ar-Ra'd 13:19).

Wabillahi taufik walhidayah,

Wassalamu�alaikum wr.wb.,

Gene Netto

[Non-text portions of this message have been removed]

9a.

Re: Pneumonia

Posted by: "nia2R" niea_152@yahoo.com   niea_152

Sun Oct 23, 2011 8:29 pm (PDT)



Mb,
Cuma mau kasi link aja utk menguatkan.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000145.htm

http://emedicine.medscape.com/article/300157-overview

Semoga sedikit membantu ya

-nia-ibunya Razan Ragha
@nieafardina

Recent Activity
Visit Your Group
Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Yahoo! Health

Early Detection

Know the symptoms

of breast cancer.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
Milis SEHAT mengucapkan terimakasih kepada:
- Asuransi AIA atas partisipasinya sebagai sponsor PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia atas partisipasinya sebagai Sponsor Tunggal FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

"Milis SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access &Website.
=================================================================
Milis Sehat thanks to:
- AIA Insurance as sponsor for PESAT Bali 2011
- PT LG Electronics Indonesia as exclusive partner of FAMILY FUN DAY MILIS SEHAT 2011.

Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our program, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access &Website.

Kunjungi kami di (Visit us at):
Official Web : http://milissehat.web.id/
FB           : http://www.facebook.com/pages/Milissehat/131922690207238
Twitter      : @milissehat <http://twitter.com/milissehat/>
==================================================================
Donasi (donation):
Rekening Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
==================================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

No comments: