Friday, November 12, 2010

[sehat] Digest Number 13605

Messages In This Digest (25 Messages)

Messages

1a.

BatPil di Uap???

Posted by: "gina aulia" gina_fiskal@yahoo.com   gina_fiskal

Thu Nov 11, 2010 10:42 pm (PST)



Dear SP and Docs,

Lagi iseng tadi buka jejaring sosial, mungkin lagi ekstrim kali ya cuaca jadi
banyak baby2 yang sakit CC,radang,batpil dan tmn2 (mudah2an babyku sehat slalu)
rata2 banyak ibu2 yg up load foto anaknya lagi di-uap ( saya ga tau apa nama
terapi ini), agak sedikit tergelitik pgn tanya, itu sebenernya ampuh ga ya?dan
apakah bisa jadi alternatif untuk CC sehingga tidak harus konsumsi obat secara
Oral?
Saya belajar dari milis ini bahwa CC,batpil, radang tenggorokan itu asalnya dari
virus bukan makanan or minuman, tp yang saya rasakan memang si minuman *terutama
es* cepeeettt bgt bikin saya pilek da radang, apa karena sugesti aja mungkin?
Thax buat yg udah mau share yaaa...

Gina Mommy Quin*berdoa semoga cuaca ekstrim ini cpr berlalu*

[Non-text portions of this message have been removed]

1b.

Re: BatPil di Uap???

Posted by: "sesebmw@yahoo.co.in" sesebmw@yahoo.co.in

Thu Nov 11, 2010 10:57 pm (PST)



Boleh di uap kok mbak, tp uap sendiri. Pake baskom isi air panas, tetesin minyak kayu putih.

HTH
Immy
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry�0�3 smartphone
1c.

Re: BatPil di Uap???

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 10:58 pm (PST)



Mba Gina,

Soal minum dingin trus batpil, pernah browsing rhinitis allergic?

Kalau soal diuap, uap apa dulu nih mba, kalau sekedar uap air panas/nacl/kayu putih sih oke aja. Tapi kalau udah uap macam fisioterapi di rumkit, nah itu kita harus bertanya2 karena mereka biasanya pakai obat2an. Obat2an ini yg perlu kita tau kandungannya apa, gunanya apa dll.

Cheers, Inta
terkirim dari henponkuh

1d.

Re: BatPil di Uap???

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:09 pm (PST)



On 11/12/2010 1:42 PM, gina aulia wrote:
> Dear SP and Docs,
>
> Lagi iseng tadi buka jejaring sosial, mungkin lagi ekstrim kali ya cuaca jadi
> banyak baby2 yang sakit CC,radang,batpil dan tmn2 (mudah2an babyku sehat slalu)
> rata2 banyak ibu2 yg up load foto anaknya lagi di-uap ( saya ga tau apa nama
> terapi ini),
>
==> mungkin pakai masker takut kena debu bu'e -sol-

1e.

Re: BatPil di Uap???

Posted by: "gina" gina_fiskal@yahoo.com   gina_fiskal

Fri Nov 12, 2010 12:15 am (PST)




Mbak Immy, Inta and Pa Ghozan,

bukan uap sederhana kya HT kita kok, malah cenderung menyeramkan bentuknya kya "moncong: halah bahasanya ;p, kya pake masker oksigen gtu dan di RS pula...iya si bener juga hrs di tanya yg buat di jadiin uap itu apa ya?..mkn ada yg udah pernah diuap bisa share apa kadungannya?
MBak Inta, thx share nya...ini juga di sambil di googling ;)

cheers,
Gina

1f.

Re: BatPil di Uap???

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Fri Nov 12, 2010 12:19 am (PST)



On 11/12/2010 3:15 PM, gina wrote:
> Mbak Immy, Inta and Pa Ghozan,
>
> bukan uap sederhana kya HT kita kok, malah cenderung menyeramkan bentuknya kya "moncong: halah bahasanya ;p, kya pake masker oksigen gtu dan di RS pula...iya si bener juga hrs di tanya yg buat di jadiin uap itu apa ya?..mkn ada yg udah pernah diuap bisa share apa kadungannya?
> MBak Inta, thx share nya...ini juga di sambil di googling ;)
>
>
==> oooo.......itu temennya di Indonesia atau diluar Bu'e?
setahuku kl batpil anak2 atau dewasa biasa pakai masker biar gak nular?

salam
bapakeghozan

2.

Fwd: tanya penyakit Ibu Mertua saya

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 10:55 pm (PST)





-------- Original Message --------
Subject: tanya penyakit Ibu Mertua saya
Date: Fri, 12 Nov 2010 13:44:42 +0700
From: Annisa Prima Puri <annisa@nok.co.id>
To: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
CC: <anto_sk@yahoo.com>

Dear Pak e,
Bisa dibantu untuk diteruskan ke milis..? Terimakasih sebelumnya..
Dear Dokter n SP's...
Sudah seminggu ini ibu mertua saya mengalami "telapak kaki terasa panas".
Kejadiannya bisa siang, bisa malam hari.. tidak tentu.
tapi memang tidak setiap hari.
Beliau memang punya penyakit "gula".
Kemarin siang, beliau pergi ke dokter praktik dekat rumah untuk
melakukan pemeriksaan.
ternyata oleh2 obatnya banyak sekali (5 macam). Nah setelah meminum obat
tersebut, tadi malam beliau mengeluhkan lemas, mual,pusing... intinya
sih cuma bisa tiduran aja hari ini.
setelah saya minta tolong teman yang bisa menggunakan internet, berikut
obat2anya :

* Pregabalin 75 mg (Nie obat sepertinya ANTI DEPRESAN, alias anti
depresi.. soalnya bagian kontraindikasi-nya mengerikan sekali
bahkan efeknya si pasien malah ingin bunuh diri...nah loh..)
* Ranitidin 150 mg (Ini untuk treatment dibagian eksofagus alias
kerongkongan (saluran pencernaan atas), lambung, bahkan GERD...
padahal Ibu mertua saya Mual setelah minum obat..)
* Gludepatic 500 mg (Ini utk diabetes dengan type tanpa tahap suntik
insulin... hasil cek gula darah saat pemeriksaan adalah 160)
* Meloxicam 15 mg ( Sepertinya ini obat anti imflamasi atau radang
sendi... cuma dosisnya juga harus tepat..)
* Kalmeco 500 mg (Nahhh.. ini obat terakhir kagak jelas samasekali..
cuma ada di Indonesia, Myanmar n Vietnam! gunanya utk apa juga gak
tahu...)

Selain itu, yang saya baca mengenai kaki terasa panas... Biasanya karena
ada syaraf yang kejepit dibagian punggung/pinggang akibat jatuh
terduduk. Apakah benar?
Saya minta tolong kepada para dokter n sp's disini apakah obat2 tersebut
aman untuk ibu mertua saya, soalnya beliau sangat percaya dengan obat2an
yang diberikan oleh dokter..dan selalu dihabiskan. tanpa tahu kegunaan
dan efek sampingnya..
Mohon maaf apabila datanya minim.. dan terimakasih atas bantuannya.
*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^
Regards,
Annisa Prima
^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

[Non-text portions of this message have been removed]

3a.

Re: curhat diarenya kei

Posted by: "hilda iriany" hilda.iriany@gmail.com   h_iriany

Thu Nov 11, 2010 10:56 pm (PST)



Kakak Kei, cepat sembuh ya.
Keren ih mamanya...
Kakak juga, hebat!

On 11/12/10, chitra.tifanny@gmail.com <chitra.tifanny@gmail.com> wrote:
> Mba lia,
> Salut bisa tetap tenang. Kayanya virus ada dimana2 ya.
> Fathir n rafi lagi berjuang jg melawan virus common cold nya.
> Hampir tiap jam batuk bersahut2an dan meler...
>
> Smg anak2 kita semakin kuat melawan virus2 nya ya.
>
> Salam
> Chitra
> Mama fathir n rafi
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> ------------------------------------
>
> "Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website.
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland,
> dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami,
> PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
>
> Kunjungi kami di :
> http://milissehat.web.id/
> =================================================================
> "SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website.
> Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk.
> who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi
> Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
>
> Please visit our website at:
> http://milissehat.web.id/
> =========================================================================
> Donasi
> Rekening YOP
> Yayasan Orang Tua Peduli
> Bank Mandiri
> Cabang Kemang Raya Jakarta
> Account Number: 126.000.4634514
> =========================================================================
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

3b.

Re: curhat diarenya kei

Posted by: "Inta" dini.maesarinta@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:06 pm (PST)



Lia keren, kaka Kei juga hebaaaat. Cepet pulih lagi yah sayang. Ciuuum.

Cheers, Inta-sol
terkirim dari henponkuh

3c.

Re: curhat diarenya kei

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:11 pm (PST)



mantab tenan bapake..-sol-

3d.

Re: curhat diarenya kei

Posted by: "Lia Irwan" p1nky_chubby@yahoo.com   liairwan_bundanyakei

Fri Nov 12, 2010 12:17 am (PST)



@inta: makasih kissnya, nanti tak sampein sama kei....peluk cium juga yah buat
kaka bita dan calon adik bayi...
@hilda:hiyaaaaaaaaaa makin yakin klo cuma virus, karena dengar sharing mba luluk
soal anaknya yg juga pernah diare sampe 30kli...
peluk buat bang ray dan adik (btw namanya siapa mba?)
@chitra:hedew kata siapa tenang, ini mah cuma sok tenang biar kei dan seisi
rumah ga ikutan panik jd lebih bisa kooperatif, untungnya jg sekarang sudah
misah sama eyang...jd ga nambah yg bikin panik hehehehehe, itu jg mesti white
lie dl ke eyang:). kei jg lg batpil ko mba, nah yg paling dahsyat justru virus
GEnya, makanya si batpil terlupakan hehehehehehe...semoga kaka fathir dan rafi
cepat melawan virusnya yah

thanks buat suport teman" milis

[Non-text portions of this message have been removed]

4.

Re: tanya penyakit Ibu Mertua saya

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:05 pm (PST)



On 11/12/2010 1:44 PM, Annisa Prima Puri wrote:
> Dear Pak e,
> Bisa dibantu untuk diteruskan ke milis..? Terimakasih sebelumnya..
> Dear Dokter n SP's...
> Sudah seminggu ini ibu mertua saya mengalami "telapak kaki terasa panas".
> Kejadiannya bisa siang, bisa malam hari.. tidak tentu.
> tapi memang tidak setiap hari.
> Beliau memang punya penyakit "gula".
> Kemarin siang, beliau pergi ke dokter praktik dekat rumah untuk
> melakukan pemeriksaan.
> ternyata oleh2 obatnya banyak sekali (5 macam). Nah setelah meminum
> obat tersebut, tadi malam beliau mengeluhkan lemas, mual,pusing...
> intinya sih cuma bisa tiduran aja hari ini.
> setelah saya minta tolong teman yang bisa menggunakan internet,
> berikut obat2anya :
>
> * Pregabalin 75 mg (Nie obat sepertinya ANTI DEPRESAN, alias anti
> depresi.. soalnya bagian kontraindikasi-nya mengerikan sekali
> bahkan efeknya si pasien malah ingin bunuh diri...nah loh..)
> * Ranitidin 150 mg (Ini untuk treatment dibagian eksofagus alias
> kerongkongan (saluran pencernaan atas), lambung, bahkan GERD...
> padahal Ibu mertua saya Mual setelah minum obat..)
> * Gludepatic 500 mg (Ini utk diabetes dengan type tanpa tahap
> suntik insulin... hasil cek gula darah saat pemeriksaan adalah 160)
> * Meloxicam 15 mg ( Sepertinya ini obat anti imflamasi atau radang
> sendi... cuma dosisnya juga harus tepat..)
> * Kalmeco 500 mg (Nahhh.. ini obat terakhir kagak jelas
> samasekali.. cuma ada di Indonesia, Myanmar n Vietnam! gunanya
> utk apa juga gak tahu...)
>
> Selain itu, yang saya baca mengenai kaki terasa panas... Biasanya
> karena ada syaraf yang kejepit dibagian punggung/pinggang akibat jatuh
> terduduk. Apakah benar?
> Saya minta tolong kepada para dokter n sp's disini apakah obat2
> tersebut aman untuk ibu mertua saya, soalnya beliau sangat percaya
> dengan obat2an yang diberikan oleh dokter..dan selalu dihabiskan.
> tanpa tahu kegunaan dan efek sampingnya..
> Mohon maaf apabila datanya minim.. dan terimakasih atas bantuannya.
>
=> ibu...
saya coba urun rembug sedikit yah.
terkait dengan obat2an..yg paling rawan efek sampingnya pada usia balita
dan lansia.
pada usia balita sedang masa tumbuh kembangnya, sebaliknya usia lansia
sudah mengalami "kemunduran" fungsi organ2 tubuhnya.
jadi perihal pengobatan mesti sangat hati-hati sekali.

terkait dengan gejala klinisnya, saya bukan ahlinya, kalau boleh tahu
apa diagnosis/ pre diagnosis dari dokternya (coba tanyakan dalam bahasa
medis yah bu).

apakah gejala klinis ini muncul setelah jatuh terduduk? ataukah memang
sebelumnya sudah ada?

saran saya coba diskusikan lebih jauh dengan dokternya tentang berbagai
macam kemungkinannya.....
apakah perlu pemeriksaan lanjutan...dst...dan jgn pernah mau terima obat
kalau diagnosis belum ada.

mohon maaf kl kurang membantu

semoga ibunda tercinta lekas sembuh.

salam prihatin
bapakeghozan

[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

Re: (tanya) batuk pilek tanpa demam

Posted by: "Yessi" yessi_nirwana@yahoo.com   yessi_nirwana

Thu Nov 11, 2010 11:43 pm (PST)



mbak devi,

sama nih kasusnya dengan saya. Anak saya (2thn), lebih dari dua minggu batuk pilek bersin (kalo sudah batuk, mukanya kadang suka sampai merah). Tanpa demam, dan masih aktif.

Treatment saya biasa saja, makan 3 kali sehari, perbanyak sayur, buah dan minum(susu, jus, air putih). Mandi tiap hari, berendam, dan jalan-jalan pas ada matahari pagi. Alhamdulillah kemarin sudah sembuh.

Selama 2 minggu, memang selalu disarankan ke dokter oleh ortu saya. Kalau gak dibawa ke dokter, saya malah dianggap menelantarkan anak yg lg sakit. Terus disarankan beli obat pilek "dis*drin" atau "act*f*d".
Nah, sekarang setelah sembuh, saya bilang lagi ke ortu, anak sakit belum tentu butuh obat dokter, mereka cuma butuh istirahat aja.

Lalu, 3 hari yg lalu, anak saya yg pertama (4.5 thn) tiba2 demam tinggi (39 oC). Lemas, cuma tidur terus. Anak saya ini cuma demam, tanpa batuk pilek, atau diare. Makan masih mau, minum juga, BAK dan BAB lancar. Jadinya saya gak terlalu khawatir. Ortu saya malah yg khawatir, takut DB, typus, atau radang tenggorokkan.

Treatment saya, cuma saya kasih paracetamol. Setelah panasnya turun, anak saya masih tetap main dan aktif, makannnya juga banyak. Pokoknya di meja, saya sediain buah potong, susu, dan roti (selain makan 3 kali sehari). Sempat panas lagi sampai 38.9, lemas lagi. Tapi, alhamdulillah nih dgn treatment sehat, anak saya pagi ini sudah sehat lagi. Makasih ya ilmu sehat nya. :)

-yessi-

--- In sehat@yahoogroups.com, devi kurnianawati <devi.kurnianawati@...> wrote:
>
> Dear All,
>
> Mohon pencerahannya, saya member baru, tapi belum sempat baca semua arsip
> maupun email karena keterbatasan waktu.
> Anak saya 4thn, batuk sudah 1 minggu & kemaren muncul pilek, tapi tanpa
> demam, anak aktif.
> Setiap malam bangun sekitar jam 2-3 batuk-batuk, saya beri minum sampai
> akhirnya tertidur.
>
> Tapi hari ini batuk pilek semakin menjadi-jadi, dalam 5 menit batuk sampai
> 20x, mulai hari ini nafsu makan terganggu.
> Saya sudah HT air putih banyak tanpa minum obat.
> Apa yang saya harus dilakukan?
> Karena saya takut nanti malam bangun berkali-kali mengingat batuknya yang
> tambah parah & besok sudah week-end, takut dokter tutup & mertua sudah ribut
> ajak ke dokter / kasi obat batuk yang memang sudah tersedia dirumah.
> Help...thanks before
>
> -devi-
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

6a.

Obat Antivirus...

Posted by: "Agnes Herlina" nana_milissehat@yahoo.com   nana_milissehat

Thu Nov 11, 2010 11:44 pm (PST)



Dear doc's & sp's

Saya ingin bertanya karena curious dan u/ menambah pengetahuan mungkin ada yg bs membantu menjelaskan.

Menurut teman saya common cold penyebabnya virus ada obatnya yaitu obat antivirus. Dan teman saya itu menyarankan kalau sering flu sebaiknya diberi vaksin flu saja.

Apa benar seperti itu?
Kl virus ada obatnya (antivirus) lalu apa nama obatnya? -- krn pas ditanya teman sy tdk menjawab hanya diam saja.
Apa benar sebaiknya vaksin flu agar tdk sering kena flu?

Mohon pencerahan & sharingnya doc's & sp's.

Terima kasih sebelumnya. Maaf kl pertanyaannya hanya memenuhin inbox.

Regards,
-Nana-
Mommy Brandon


Powered by Telkomsel BlackBerry�
6b.

Re: Obat Antivirus...

Posted by: "anto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Fri Nov 12, 2010 12:02 am (PST)



Dear bu nana,

Bisa cek common cold di www.cdc.gov sekaligus buka rubrik get smart di CDC,
informasinya sangat membantu
Atau ke www.kidshealth.org

-anto-


7.

[news]  Pemrov DKI akan Hapus Sistem Kelas Pelayanan RSUD

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:49 pm (PST)



fyi






Pemrov DKI akan Hapus Sistem Kelas Pelayanan RSUD
Jum'at, 12 November 2010 , 13:00:00 WIB
Laporan: Marula Sardi

RMOL. Pemerintah DKI Jakarta berencana menghapus sistem kelas pelayanan
rumah sakit umum daerah.

"Tahun depan kelas I, II dan VIP ditiadakan di RSUD DKI. Semua menjadi
kelas III," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati di
Jakarta, Jumat (12/11).

Menurut Dien, langkah itu diambil untuk menyamakan pelayanan bagi
seluruh warga Jakarta.

"Dengan begitu, tidak ada lagi perbedaan pelayanan yang ada di RSUD,"
terangnya.

Dien menerangkan, selama ini pelayanan dan perawatan kesehatan di Kelas
III selalu penuh sesak dengan pasien, bahkan sampai tidak bisa lagi
menampung para pasien yang merupakan peserta Jaringan Pengamanan
Kesehatan Keluarga Miskin (JPK Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu
(SKTM). [wid]

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=9283

[Non-text portions of this message have been removed]

8.

[news]  Penisilin Menghilang, Harga Antibiotik Melonjak

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:50 pm (PST)



fyi

SEJUMLAH obat antibiotik lini pertama (antibiotic fi rst line) turunan
golongan penisilin menghilang di pasaran sejak 3-4 tahun terakhir dari
pasaran.

Obat tersebut telah digantikan oleh antibiotik jenis sefalosporin yang
harganya berkali-kali lipat lebih mahal.

"Hilangnya obat turunan penisilin membuat harga obat antibiotik di
masyarakat lebih mahal. Pemerintah harus segera mengatasi ini," tandas
Ketua Jurusan Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr
Iwan Dwiprahasto pada diskusi bertema Sinergi unsur akademisi, bisnis,
dan pemerintah untuk memba

ngun industri bahan baku obat antibiotik turunan beta laktam, kemarin di
Jakarta.

Iwan memberikan gambaran, obat dari jenis antibiotik penisilin yang
harganya Rp18 ribu-Rp24 ribu per ampul, kini menjadi sekitar Rp200 ribu
per ampul setelah digantikan sefalosporin.

Menurutnya, pihak produsen selalu berdalih enggan memproduksi antibiotik
lama karena obat itu telah mengalami resistensi. Namun, ia mementahkan
alasan itu. Hasil penelitian menunjukkan resistensi hanya bersifat
jangka pendek, dan bukan jangka panjang.

''Resistensi antibiotik sejatinya berubah-ubah, bisa saja pada

saat ini sudah resisten, tapi ada kemungkinan enam bulan lagi kembali
seperti semula.'' Iwan menuding stigma itu disengaja karenaharga obat
yang dibuat dari turunan penisilin semakin jatuh seiring dengan semakin
banyaknya industri farmasi yang membuat jenisnya.

"Isu penisilin telah resisten itu bohong. Tidak ada hasil survei
resistensi penisilin di berbagai rumah sakit," paparnya.

Stigma tersebut akhirnya juga bermuara pada beban masyarakat yang kian
berat untuk berobat. Untuk mengatasinya, Iwan menyarankan pemerintah
memberi insentif kepada BUMN industri obat. Misalnya dengan menghapus
berbagai pajak, dari mulai pajak bahan baku penisilin, produksi,
distribusi, hingga pajak penjualan di tingkat apotek.

Pada kesempatan yang sama, Kabag Program dan Anggaran Ditjen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Rahbudi Helmi memaparkan, nilai
pasar obat di Indonesia mencapai Rp22,5 triliun. Sayangnya, 96% bahan
baku obat masih diimpor.

Alhasil setiap tahun uang yang dibelanjakan untuk mengimpor bahan baku
obat (BBO) mencapai sekitar Rp4,5 triliun.

Untuk mengurangi ketergantungan, pemerintah akan menumbuhkan kemandirian
industri farmasi BBO. ''Dalam

10-20 tahun ke depan bakal dibuat roadmap pengembangan obat di
Indonesia.'' Pendapat sedikit berbeda disampaikan Iwan. Menurutnya,
pembangunan industri BBO di Indonesia tidak terlalu menguntungkan.
''Yang terpenting adalah Indonesia membangun industri produk sekunder
dari obat seperti tepung untuk campuran obat, bahan kapsul, dan
lain-lain, sehingga harga obat bisa ditekan lebih murah,'' tandasnya.

Di samping itu, industri farmasi lokal yang berani membuat obat generik
harus mendapat jaminan pembelian volume dari pemerintah serta sejumlah
insentif. (Tlc/H-1)

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2010/11/12/ArticleHtmls/12_11_2010_012_024.shtml?Mode=0

9.

[news] Tepat Menangani DBD

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:54 pm (PST)



just posting





Tepat Menangani DBD

Thursday, 11 November 2010
DEMAMberdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang cukup pelik
di Indonesia. Angka kejadian tetap meningkat dan saat ini relatif
kematian,khususnya di RSCM cenderung naik.

Ya, setiap tahun angka DBD selalu mengalami fluktuasi. Biasanya kasus
akan meningkat tajam pada Januari dan Februari. Hal ini disebabkan pada
bulanbulan sebelumnya, yakni November dan Desember merupakan musim
hujan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perkembangbiakan nyamuk aedes
aegypti yang merupakan pembawa virus DBD. Sejalan dengan meningkatnya
kasus,ternyata angka kejadian pada dewasa muda juga berpotensi
meningkat. Pada awalnya, proporsi anak usia 4--14 tahun memegang angka
terbesar,hal ini berjalan sejak 1983 sampai 2002. Namun, pada 2003
penderita DBD didominasi oleh usia 15 tahun ke atas. Malah kasus DBD
pada orang dewasa lebih banyak di Indonesia.

Fakta ini menunjukkan bahwa proporsi pasien ini memerlukan penangan
lebih khusus. Di antaranya dengan keharusan dokter internis untuk turun
tangan menangani permasalahan DBD. "Di samping itu, banyaknya angka
pasien yang mengalami renjatan masih tetap tinggi dan memerlukan
perhatian," tutur dr Alan Roland Tumbelaka SpA (K) dari Divisi Infeksi
dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.
Sebenarnya,kata Alan,demam adalah masalah kesehatan yang sering terjadi
pada anak.Demam sebenarnya bukan merupakan penyakit melainkan
gejala.Demam memegang peranan kunci dalam membantu perlawanan tubuh
mengatasi infeksi virus atau bakteri.

"Dan pola demam ini dengan gejala klinis yang menyertainya sangat
penting diketahui,"sebut Alan. Demam sendiri sebetulnya tidak berbahaya,
kecuali apabila suhu mencapai 39--40 derajat Celsius. Namun masih banyak
terjadi kesalahan dalam menangani demam, terutama demam pada infeksi
virus dengue pada anak. Sebut saja panik karena demam yang tinggi
sehingga suhu anak tidak diukur dengan benar. Atau mengompres dengan
cara yang salah dan dalam banyak kasus ditemukan bahwa kurang dikenal
antipiretik yang baik dan tepat. Sebagai orang tua yang baik, sebaiknya
mengenali gejala DBD pada anak.

Di antaranya anak mengalami penurunan nafsu makan dan adanya keluhan
demam tinggi lebih dari dua hari serta mengetahui riwayat penularan DBD
oleh nyamuk aedes aegypti. "Penularan penyakit ini radiusnya sekitar
200--400 meter. Jadi kalau di tempat kita ada yang terkena DBD hati-hati
karena penularan penyakitnya yang dibawa nyamuk jangkauannya sampai 400
meter," kata Ketua Pengurus Pusat IBI DR Harni Koesno MKM. Memasuki hari
ke-2 dan ke-3, pasien akan mengalami demam tinggi,sedangkan hari ke-4
sampai ke-6 demam akan turun.

Demam naik lagi pada hari ke-7 dan 8.Fase demam yang naik dan turun
inilah yang disebut demam pelana kuda. Pada fase ini boleh dikatakan
pasien dalam keadaan gawat, menderita dehidrasi, dan trombosit pun
turun. Dalam keadaan ini, penderita harus diberi banyak minum agar tidak
dehidrasi. Saat suhu turun, penderita harus melakukan periksa darah
untuk memastikan apakah benar terkena DBD. DBD sendiri dapat dideteksi
pada hari ketiga. Pada saat anak menderita demam,orang tua dapat
memberikan pertolongan dengan pemberian obat penurun panas dengan dosis
yang disesuaikan berat badan dan usia anak dan merujuk ke rumah
sakit."Dengan begitu,dapat mengurangi kematian akibat DBD,"kata Harni.
Masalahnya, kata Hartini, ibu sering kali tidak dapat membedakan demam
biasa dengan demam berdarah.

Dan demam berdarah hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan tes
laboratorium dengan indikasi turunnya leukosit, dan atau naiknya
hematokrit dan turunnya trombosit. Di samping itu, ada kecenderungan
ibu-ibu memeriksakan anak sendiri ke laboratorium. Dengan indikasi dan
pemilihan materi pemeriksaan yang salah. Misalnya hanya trombosit atau
NS1. Perlu diketahui virus dengue ada empat macam yang ditularkan lewat
nyamuk aedes aegypti, meskipun tidak tertutup kemungkinan penularan
dilakukan lewat nyamuk lain. DBD adalah salah satu dari virus Dengue
tersebut. DBD ada dua macam, yakni tanpa renjatan dan dengan renjatan.

Yang dimaksud DBD dengan renjatan adalah adanya kebocoran plasma, hal
ini dapat menyebabkan kefatalan. Sementara pada demam dengue 1 (DD 1),
gejalanya adalah nyeri kepala, letih, suhu tinggi, nyeri otot dan sendi,
serta munculnya ruam pada kulit.Penderita DD 1 selama tiga hari
mengalami suhu tinggi yang tidak turunturun.( sri noviarni)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/363358/

Peranan Bidan Menangani DBD Anak

Thursday, 11 November 2010
PERANAN bidan dalam pelayanan kesehatan,dewasa ini bukan hanya sebatas
memberikan penanganan kesehatan reproduksi ibu.

Seiring berkembangnya zaman dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan
kesehatan yang memadai, profesi bidan juga dituntut untuk turut membantu
pemerintah dalam berbagai kegiatan pembangunan. Pada 2010 ini, Ikatan
Bidan Indonesia (IBI) berkomitmen untuk menguatkan profesi bidan yang
tidak hanya cekatan dalam keterampilan kebidanan, tetapi juga memiliki
sifat pelayanan masyarakat, pemimpin, dan berperan dalam kegiatan
pembangunan. Dengan kata lain,bidan menegaskan profesinya
sebagaigardadepandalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Maka, perayaan hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia yang jatuh pada
Juni lalu, mengambil tema Penguatan Profesi Bidan Mendukung Pencapaian
MDGs. "Visi IBI yaitu mewujudkan bidan profesional berstandar global
dengan misi meningkatkan kekuatan organisasi,mutu pendidikan bidan, mutu
pelayanan,meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mewujudkan kerja sama
dengan jejaring kerja," kata Ketua Pengurus Pusat IBI DR Harni Koesno
MKM. Salah satu langkah yang diambil IBI adalah dengan mengadakan
kampanye bertema Penanganan Tepat Demam DBD pada Anak. Menurut Harni,
tim kampanye ini telah mengadakan beberapa temu ilmiah bidan di wilayah
Jabodetabek dan sekitarnya yang diikuti antusias oleh segenap bidan.

"Dengan kampanye ini diharapkan bidan dapat berperan dalam usaha
menurunkan tingkat kejadian demam berdarah dengue,"ujar Harni.
Dilanjutkan Harni, bidan sebagai garda depan yang sangat dibutuhkan
dalam menghadapi keluhan masyarakat di bidang kesehatan, termasuk
mendidik dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dalam usaha
menurunkan incidence rate dari DBD.Bidan pun diharapkan dapat mengetahui
dengan jelas perbedaan demam yang biasa dan demam karena DBD pada anak.
Dengan begitu, bidan dapat memberikan informasi dan konsultasi yang
tepat kepada masyarakat.

Di lain pihak Dr Alan Roland Tumbelaka SpA(K) berharap, dengan
mengikutsertakan bidan dalam upaya tersebut,bidan dapat bersikap waspada
pada kasus infeksi anak,bersikap tenang,dan antisipatif untuk
mengusulkan obat penurun panas yang sesuai dan melakukan tindakan
suportif sekaligus memberi edukasi kepada pasien. "Misalnya menyarankan
pasien banyak minum air, membantu pengompresan, menguji DBD, serta
merujuk ke rumah sekait terdekat untuk perawatan lebih lanjut,"kata
Alan. Beban kerja bidan saat ini seakan bertambah. Sebab, bidan sekarang
ini juga harus mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat,
khususnya di pedesaan untuk terlibat dalam kesehatan komunitasnya.

Masyarakat harus diposisikan sebagai mitra dalam kegiatan pengawasan
kebutuhan gizi, kesehatan lingkungan, penyakit menular, dan penanganan
akibat bencana. Bidan juga memberikan asuhan kepada klien sesuai dengan
standar pelayanan yang ada.Bidan pun bisa diposisikan sebagai dokter.
Dalam hal ini, khususnya berlaku untuk masyarakat pedesaan. Masyarakat
desa cenderung pergi ke bidan bila mengeluh sakit. Dalam melaksanakan
tugasnya, bidan melakukan kolaborasi, konsultasi, dan merujuk sesuai
dengan kondisi pasien yang ditangani, kewenangan, dan kemampuannya.

Dalam keadaan darurat, bidan juga diberi wewenang pelayanan kebidanan
yang ditujukan untuk menyelamatkan jiwa. Namun, bidan dalam menjalankan
praktik harus sesuai dengan kewenangan, kemampuan, pendidikan dan
pengalaman, serta berdasarkan standar profesi. Di samping itu, bidan
diwajibkan merujuk kasus yang tidak dapat ditangani, memberikan
informasi, serta melakukan rekam medis dengan benar. (sri noviarni)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/363357/

[Non-text portions of this message have been removed]

10.

[news] Pola Asuh Jadi Penentu

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Thu Nov 11, 2010 11:55 pm (PST)





KELUARGA adalah lingkungan sosial yang pertama bagi anak-anak, tempat
mereka pertama kali mendapatkan informasi dan bimbingan akan berbagai
hal, termasuk soal kesehatan. Keberhasilan upaya membentuk generasi
sehat turut ditentukan pola asuh orang tua.

�Kalau di dalam lingkungan keluarga hidup sehat tidak diperkenalkan pada
anak, pola hidup keliru akan melekat pada anak,�� ujar Dewan Pembina
Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Seto, sejak awal orang tua harus menerapkan dan mengenalkan pola
hidup sehat kepada anak-anak, seperti makan bergizi dan teratur,
istirahat cukup, olahraga, menjaga kebersihan badan, dan adanya
kesempatan untuk bermain.

Selain itu, orang tua harus me numbuhkan suasana gembira, menghindari
tekanan atau tindak kekerasan pada anakanak. Hal itu penting untuk
kesehatan jiwa anak.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Masyarakat Sadar Gizi, dr
Tirta Prawita Sari. Menurutnya, dalam mayoritas keluarga ibu menjadi
sosok yang paling dekat dengan anak-anak. Posisi yang demikian
menjadikan ibu sebagai sosok paling pas untuk mengenalkan pola hidup
sehat kepada anak-anak.

��Ibulah yang merupakan pilar utama dalam mewujudkan keluarga sehat,��
ujar Tirta dalam sebuah diskusi jelang Hari Kesehatan Nasional 2010 di
Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tirta menjelaskan, pola asuh yang baik akan berpengaruh terhadap status
kesehatan bayi, balita, dan anaknya.

Ibu hendaknya mengajar dan membimbing anaknya tentang kebersihan, pola
makan sehataman-seimbang, olahraga rutin, istirahat cukup, dan rekreasi.

Namun, semua itu tidak akan terwujud bila suami (ayah) atau anggota
keluarga yang menjadi penentu kebijakan dalam rumah tangga tidak
menyadari pentingnya peran ibu dalam pengasuhan anak. Artinya, betapa
pun besarnya komitmen ibu dalam pola asuh, jika tidak mendapat dukungan
dari anggota keluarga lain, akan berakhir sia-sia.

��Dalam batasan tertentu, seorang ibu seharusnya memiliki kewenangan
positif yang cukup luas dalam memberikan kasih sayang, yang kemudian
berujung pada keberhasilan proses pengasuhan anak.�� Sementara itu,
pemerintah seharusnya menjamin ketersediaan sarana dan prasarana yang
diperlukan seorang ibu untuk mengoptimalkan diri dalam membesarkan anak.

Contohnya, menjamin kebebasan ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI).

Penjaminan kebebasan ini sangat penting karena di pundak ibulah generasi
ahli waris masa depan dan penentu kelangsungan hidup bangsa akan
dititipkan. (*/S-3)

Awali dari Kebiasaan Sederhana

KEBIASAAN baik, walau sederhana, akan membawa dampak positif yang besar.
Pun demikian dalam urusan kesehatan keluarga. Kebiasaan-kebiasaan sehat
akan menjauhkan keluarga dari penyakit. Berikut beberapa perilaku
sederhana yang menyehatkan bila diterapkan secara konsisten:

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Mandi teratur dan mencuci tangan sebelum makan, sesudah bepergian, dan
setelah dari kamar mandi/toilet.

Memperbanyak menu sayur dan buah dalam keluarga.

Menghindari menu makanan siap saji, tinggi gula dan tinggi garam.

Menyediakan porsi istirahat cukup bagi anak-anak.

Olahraga rutin.

Cek kesehatan (medical checkup) secara teratur.

Menjalin komunikasi efektif antaranggota keluarga.
Jangan sampai kesibukan kedua orang tua yang bekerja membuat anak lepas
kontrol dan terjerumus pada perilaku yang merugikan kesehatan serta masa
depannya. (*/S-3)

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2010/11/12/ArticleHtmls/12_11_2010_014_002.shtml?Mode=0

11a.

Oral Thrush

Posted by: "rika.corner@gmail.com" rika.corner@gmail.com   rika_elfira

Fri Nov 12, 2010 12:03 am (PST)



Dear SPs and Dr,
Apa ya HT buat oral thrush?anakku(10m3w-msh full ASI+MPASI homemade) udah 6hr ini sepertinya mengalami thrush di bibir dan pipi bagian dalem (udah cocokin gambar hsil browsing)
Udah coba di lap pake kasa+air hangat ilang dikit besoknya muncul lg
Apa harus pake obat antijamur(nystatin-cmiww) ya?bsk br mau ke dsa
Oia, satu lg ada yg punya link bahayanya ngasih ped**sure ga?temenku disaranin dsa nya ngasih ini..udah aku jelasin semampu ku tp akan lebih kuat kalo dikasih linknya
Thx
-rika-
BundAlya(10m3w)
Sent from my BlackBerry�
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
11b.

Re: Oral Thrush

Posted by: "nia fardina" niea_152@yahoo.com   niea_152

Fri Nov 12, 2010 12:17 am (PST)



hi mb rika,

udh dibrowse jg blm oral trush itu apa?
mustinya ga perlu antijamur.
obatnya sabar dan rajin..:)

 soal pediasure banyak bahasan di milis.
kalo link aq ga pnya. mb mngkn bs sarikan dr beberapa bahasan yg ada.
pengalaman yg pernah2 mungkin lebih ngena jg selain dikasi link

maaf bgt klo ga berkenan

salam
NIA FARDINA
Ibunya Razan & Ragha

[Non-text portions of this message have been removed]

12a.

Re: Bls: Bls: [sehat][tanya]Rekomendasi DSA di Surabaya

Posted by: "⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊" arianyhy@gmail.com   ariany_hy

Fri Nov 12, 2010 12:10 am (PST)



Bunda nia,

Sepertinya dsa-nya sama :)

PHC itu apa ya bunda?
terimakasih... :)
Salam,
� Ariany � MarvelLicia � Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry� smartphone
12b.

Re: Bls: Bls: [sehat][tanya]Rekomendasi DSA di Surabaya

Posted by: "nia_fzqq" nia_fzqq@yahoo.co.id   nia_fzqq

Fri Nov 12, 2010 12:19 am (PST)





Bunda Ariany....
RS Pelabuhan Surabaya.

thx,
nia
ibunya Nashwa

13a.

Re: seneng banget, berhasil HT

Posted by: "arina wahid" arinawahid20@gmail.com

Fri Nov 12, 2010 12:11 am (PST)



inta n mba ani,

thanks yaahh...
ternyata bisa juga gw nerapin HT, biarpun melalui ribut2 dulu sama suami yg
rewel nyuruh ngasih obat mulu... hehehe
inta, mudah2an cepet sembuh juga yaa...
emaknya ternyata lebih lama nih sakitnya dari anak2..

acha,

batuknya makin parah

[Non-text portions of this message have been removed]

14a.

(info) imunisasi simultan

Posted by: "anto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Fri Nov 12, 2010 12:15 am (PST)



Dear all,

Tidak ada kontraindikasi vaksinasi simultan

http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html

Frequently Asked Questions About Multiple Vaccinations and the Immune System

* How
<http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html#1> many
vaccines does CDC recommend for children?
* Why
<http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html#2> does
CDC recommend that children receive so many shots?
* Why
<http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html#3> are
these vaccines given at such a young age? Wouldn't it be safer to wait?
* I've
<http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html#4> heard
people talk about "simultaneous" and "combination" vaccines. What does this
mean? Why are vaccines administered this way?
* Is
<http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html#5>
simultaneous vaccination with multiple vaccines safe? Wouldn't it be safer
to separate combination vaccines and spread them out, vaccinating against
just one disease at a time?
* Can
<http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html#6> so many
vaccines, given so early in life, overwhelm a child's immune system,
suppressing it so it does not function correctly?

How many vaccines does CDC recommend for children?

Currently, CDC recommends vaccination against 14 vaccine preventable
diseases. Because some of these vaccines have to be administered more than
once, a child may receive up to 23 shots by the time he or she is 2 years of
age. Depending on the timing, a child might receive up to nine shots during
one visit to the doctor.

Top of <http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html>
page

Why does CDC recommend that children receive so many shots?

Vaccines are our best defense against many diseases, which often result in
serious complications such as pneumonia, meningitis (swelling of the lining
of the brain), liver cancer, bloodstream infections, and even death. CDC
recommends vaccinations to protect children against 14 infectious diseases,
including measles, mumps, rubella (German measles), varicella (chickenpox),
hepatitis B, diphtheria, tetanus, pertussis (whooping cough), Haemophilus
influenza type B (Hib), polio, influenza (flu), and pneumococcal disease.

Top of <http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html>
page

Why are these vaccines given at such a young age? Wouldn't it be safer to
wait?

Children are given vaccines at a young age because this is when they are
most vulnerable to certain diseases. Newborn babies are immune to some
diseases because they have antibodies given to them from their mothers.
However, this immunity only lasts about a year. Further, most young children
do not have maternal immunity to diphtheria, whooping cough, polio, tetanus,
hepatitis B, or Hib. If a child is not vaccinated and is exposed to a
disease germ, the child's body may not be strong enough to fight the
disease.

An infant's immune system is more than ready to respond to the very small
number of weakened and killed antigens in vaccines. Babies have the capacity
to respond to foreign antigens in vaccines. Babies have the capacity to
respond to foreign antigens even before they are born. The human immune
system has evolved since organisms began living on Earth and represent a
culmination of the "best" of this experience. Just as babies are born with a
full-length digestive system that simply stretches as the baby grows, they
also are born with a well developed immune system that can produce a variety
of needed antibodies. However, infants lack the memory cells trained to
defend against specific diseases. Because of this, they are particularly
susceptible to diseases such as diphtheria, whooping cough, polio, tetanus,
hepatitis B, and Hib. This is an important reason why the recommended
childhood vaccination schedule begins so early--to prevent the diseases that
children are susceptible to at such a young age.

Top of <http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html>
page

I've heard people talk about "simultaneous" and "combination" vaccines. What
does this mean? Why are vaccines administered this way?

"Simultaneous vaccination" is when multiple vaccines are administered during
the same doctor's visit, usually in separate limbs (e.g. one in each arm). A
"combination vaccine" consists of two or more separate vaccines that have
been combined into a single shot. Combination vaccines have been in use in
the United States since the mid-1940's. Examples of combination vaccines in
current use are: DTaP(diphtheria-tetanus-pertussis), trivalent IPV (three
strains of inactivated polio vaccine), MMR (measles-mumps-rubella),
DTaP-Hib, and Hib-Hep B (hepatitis B).

Giving a child several vaccinations during the same visit offers two
practical advantages. First, we want to immunize children as quickly as
possible to give them protection during the vulnerable early months of their
lives. Second, giving several vaccinations at the same time means fewer
official visit, which saves parents both time and money, and may be less
traumatic for the child.

Top of <http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html>
page

Is simultaneous vaccination with multiple vaccinations safe? Wouldn't it be
safer to separate combination vaccines and spread them out, vaccinating
against just one disease at a time?

The available scientific data show that simultaneous vaccination with
multiple vaccines has no adverse effect on the normal childhood immune
system. A number of studies have been conducted to examine the effects of
giving various combinations of vaccines simultaneously. These studies have
shown that the recommended vaccines are as effective in combination as they
are individually, and that such combinations carry no greater risk for
adverse side effects. Consequently, both the Advisory Committee on
Immunization Practices and the American Academy of Pediatrics recommended
simultaneous administration of all routine childhood vaccines when
appropriate. Research is underway to find methods to combine more antigens
in a single vaccine injection (for example, MMR and chickenpox). This will
provide all the advantages of the individual vaccines, but will require
fewer shots.

Another advantage is that combination vaccines result in fewer shots and
less discomfort for children. In addition, spreading out the administration
of separate vaccines may leave children unnecessarily vulnerable to disease.

Top of <http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Vaccines/multiplevaccines.html>
page

Can so many vaccines, given so early in life, overwhelm a child's immune
system, suppressing it so it does not function correctly?

No evidence suggests that the recommended childhood vaccines can "overload"
the immune system. In contrast, from the moment babies are born, they are
exposed to numerous bacteria and viruses on a daily basis. Eating food
introduces new bacteria into the body; numerous bacteria live in the mouth
and nose; and an infant places his or her hands or other objects in his or
her mouth hundreds of times every hour, exposing the immune system to still
more antigens. An upper respiratory viral infection exposes a child to 4 to
10 antigens, and a case of "strep throat" to 25 to 50.

Adverse Events Associated with Childhood Vaccines, a 1994 report from the
Institute of Medicine, states: "In the face of these normal events, it seems
unlikely that the number of separate antigens contained in childhood
vaccines ...would represent an appreciable added burden on the immune system
that would be immunosuppressive."

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Schizophrenia groups

Find support

Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
"Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://milissehat.web.id/
=================================================================
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at:
http://milissehat.web.id/
=========================================================================
Donasi
Rekening YOP
Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
=========================================================================
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

No comments: