Wednesday, September 1, 2010

[sehat] Digest Number 12999

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

1.
[news] Irrational antibiotic use may be 'global problem' From: /ghz
2a.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi From: Christin
2b.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi From: /ghz
2c.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi From: Olivia Jaflaun
2d.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi From: anto
2e.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi From: sesebmw@yahoo.co.in
3.
Re: [news] Irrational antibiotic use may be 'global problem' From: Christin
4a.
Re: OOT,Welcome back Mbak Luluk From: Aisha Diva
5a.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui From: lizachantique@yahoo.com
5b.
Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui From: Luluk Lely Soraya I
6a.
Re: Harga Obat INH From: Purnamawati
7a.
[news] Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi From: /ghz
7b.
Re: [news] Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi From: tristanathan
7c.
Re: [news] Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi From: Monik Bundanya Neisha
8.
(NEWS) Selamat dari Bahaya Mal Praktek From: Arif
9a.
mohon info ttg situs kehamilan From: nankrist
9b.
Re: mohon info ttg situs kehamilan From: Chici
9c.
Re: mohon info ttg situs kehamilan From: anto
10a.
Re: Lupus,,, From: anto
11a.
Re: [Tanya]umur 6m3w apa yg dimakan dan yg kluar sama From: Luluk Lely Soraya I
12a.
(news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret? From: /ghz
12b.
Bls: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret? From: Fitri Wulandari
12c.
Re: (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret? From: risma
12d.
Re: (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret? From: sesebmw@yahoo.co.in
12e.
Re: Bls: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret? From: meruarumdalu@yahoo.com

Messages

1.

[news] Irrational antibiotic use may be 'global problem'

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Tue Aug 31, 2010 11:40 pm (PDT)




Irrational antibiotic use may be 'global problem'

Arghea Desafti Hapsari, The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 08/24/2010
10:27 AM | Headlines
** <javascript:increaseFontSize();>

When Luluk Lely Soraya's nine-month-old baby developed diarrhea, she
panicked and immediately took her child to a pediatrician.
Much to her dismay, however, the doctor gave the baby nothing more than
oral rehydration therapy. It was not long before she took matters into
her own hands and gave her daughter antibiotics, which she believed
would kill the virus that made her baby sick.
"The diarrhea got even worse," she said on Monday, looking back at the
"mistake" she made some six years ago.
Luluk is not the only parent who believes antibiotics are a panacea for
all illness — but not many people understand the side effects or
consequences of irrational antibiotic use.
Antimicrobial resistance (AMR) is one such consequence. Defined as the
ability of micro-organisms to evade the action of the drugs used to cure
the infections they cause, AMR is increasingly recognized as a global
public health issue.
The World Health Organization (WHO) says this could hamper the control
of many infectious diseases.
In a release received by The Jakarta Post recently, the WHO urged
countries to reinforce national policy on the prudent use of antibiotics
to reduce the incidence of antibiotic resistant bacteria.
"Some bacteria have developed mechanisms which render them resistant to
many of the antibiotics normally used for their treatment," the
organization says.
The WHO warns that there may be few or no alternative options for
therapy for antibiotic-resistant infections. "They constitute a growing
and global public health problem," according to the press release.
Luluk said irrational use of antibiotics was widespread in Indonesia.
"Some of our members have had an experience in giving their sick
toddlers antibiotics when they did not actually need them," said a
Foundation for Caring Parents member.
Parents sometimes panic when their children are sick and will protest
when a doctor does not prescribe antibiotics, she said. "I think most of
the time pediatricians face intense pressure from parents to prescribe
antibiotics."
She added that parents should see antibiotics as an ultimate weapon that
comes out last in the war against children's diseases.
The WHO said it was important for governments to ensure rational
antibiotic use, including educating of health care workers and the
public on antibiotics' appropriate use.
It recommended that the government focus control and prevention efforts
on surveillance of antimicrobial resistance, introduce legislation to
stop the sale of antibiotics without prescriptions and adhere to
infection prevention and control measures, including hand washing,
particularly in health care facilities.
"Successful control of multi-drug resistant microorganisms has been
documented in many countries and existing and well-known infection
prevention and control measures can effectively reduce transmission of
multi-drug resistant organisms if rigorously and systematically
implemented," the organization says.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/08/24/irrational-antibiotic-use-may-be-'global-problem'.html
<http://www.thejakartapost.com/news/2010/08/24/irrational-antibiotic-use-may-be-%E2%80%98global-problem%E2%80%99.html>

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi

Posted by: "Christin" Christin@stretchlinein.com

Tue Aug 31, 2010 11:43 pm (PDT)



Dear all,

Maaf numpang thread yah. Sekarang saya sudah berhenti mompa ASI & usia
anak saya sdh 25bln, memang kadang2 msh ada rasa nyut2an, kalau msh
nyut2an saya coba pompa masih keluar ASInya. Selama ini saya tdk
menyusui anak saya, ASI diberikan melalui ASIP. Teknik pompa ASI saya
pun tidak pakai teknik khusus, yg penting pencat pencet keluar ASInya.
Karena tidak pakai teknik khusus itulah takutnya masih ada ASI yg
mengumpul didlm payudara. Teman sekantor saya punya saudara yg menderita
kanker payudara & sudah diangkat, katanya disebabkan karena ASI yg
mengumpul. Saya jd agak parno jg dengarnya. Kapankah mammografi
diperlukan yah? Brp lama jeda dr selesai memberikan ASI u/ melakukan
mammografi? Fyi, kalau saya melakukan SADARI rasanya tdk ada benjolan yg
mencurigakan. Mohon sharing & masukannya yah..

Thanks,

christin

[Non-text portions of this message have been removed]

2b.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Tue Aug 31, 2010 11:48 pm (PDT)



On 9/1/2010 1:28 PM, Christin wrote:
> Dear all,
>
> Maaf numpang thread yah. Sekarang saya sudah berhenti mompa ASI& usia
> anak saya sdh 25bln, memang kadang2 msh ada rasa nyut2an, kalau msh
> nyut2an saya coba pompa masih keluar ASInya. Selama ini saya tdk
> menyusui anak saya, ASI diberikan melalui ASIP. Teknik pompa ASI saya
> pun tidak pakai teknik khusus, yg penting pencat pencet keluar ASInya.
> Karena tidak pakai teknik khusus itulah takutnya masih ada ASI yg
> mengumpul didlm payudara. Teman sekantor saya punya saudara yg menderita
> kanker payudara& sudah diangkat, katanya disebabkan karena ASI yg
> mengumpul. Saya jd agak parno jg dengarnya. Kapankah mammografi
> diperlukan yah? Brp lama jeda dr selesai memberikan ASI u/ melakukan
> mammografi? Fyi, kalau saya melakukan SADARI rasanya tdk ada benjolan yg
> mencurigakan. Mohon sharing& masukannya yah..
>
>
>
> Thanks,
>
> christin
>
>
>
==> sepengathaunku sih sampai 6bulan setelah menyapih, kl masih keluar
ada baiknya konsul dengan ahlinya.

megenai mammonya saya coba reposting siapa tahu bermanfaat

quote:

"Pemeriksaan payudara secara rutin bisa dilakukan sebulan sekali
beberapa hari setelah menstruasi, ketika payudara ada kemungkinan sudah
tidak terasa keras, membesar, dan sakit. Untuk wanita yang sudah
menopause, pilih hari yang mudah diingat, setiap bulan. "Sadari dan USG
saja sudah cukup, kok," katanya. "Jika merasa ada kelainan, segera ke
dokter, jangan langsung mamografi."

respost

-------- Original Message --------
Subject: [news] Mencegah Mubazir Mamografi
Date: Mon, 22 Mar 2010 15:32:25 +0700
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com

just posting

*
22 Maret 2010

Mencegah Mubazir Mamografi
<http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html#>

DETEKSI dini kanker payudara sangat dianjurkan. Tapi, bila
menggunakan cara dan alat yang tidak tepat, malah buang biaya.
Menurut dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Hasan Sadikin,
Bandung, Monty Priosodewo Soemitro, deteksi massal dengan
mamografi harus dibarengi informasi tepat. "Ada pasien yang datang
kepada saya menyatakan anaknya yang baru kelas satu SMA sudah
dimamografi," katanya.

Di Amerika Serikat, alat mamografi bisa dikatakan 95 persen akurat
pada perempuan berusia 65 tahun ke atas. Pada wanita kurang dari
40 tahun hanya 50 persen akurat. Itu karena payudara mereka lebih
besar. Adapun payudara perempuan Asia, termasuk Indonesia, kecil
dan padat, lebih sulit dideteksi dengan alat tersebut.

Akurasi deteksi mamograf sering kali diragukan oleh dokter. Karena
itu, biasanya harus disertai pemeriksaan dengan ultrasonografi
(USG). Berdasarkan survei sebuah lembaga swadaya masyarakat yang
peduli terhadap kanker payudara dan pasien dengan kanker payudara
di Eropa, Donna, dari 3.000 perempuan yang dimamografi, ternyata
2.800 diminta menjalani USG payudara untuk konfirmasi. Sebab,
informasi dari mamografi tidak jelas. "Nah, itu kan sama saja
boros, buang-buang biaya," ujar Monty, magister kesehatan
Universitas Padjadjaran, Bandung.

Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan
sinar-X atau radiasi ion dengan dosis berkisar 0,7 mSv untuk
menghasilkan gambar. Radiolog menganalisis potret untuk menemukan
pertumbuhan abnormal, seperti tumor dan kista. Namun banyak
komunitas medis meragukan deteksi mamografi karena tingkat
kesalahan masih tinggi dan radiasi dapat menimbulkan bahaya. Salah
satunya John Gofman, dokter dan ahli fisika nuklir. Dalam bukunya,
Radiation from Medical Procedures in the Pathogenesis of Cancer
and Ischemic Heart Disease, ia menjelaskan, lebih dari 50 persen
angka kematian akibat kanker dipicu oleh penggunaan sinar-X.

Mamografi dilakukan dengan dua kali penyinaran untuk masing-masing
payudara, sekali dari depan (frontal position) dan dari samping
(oblique position). Payudara ditempatkan di atas penjepit lembar
film dari plastik atau metal dan ditekan sedatar mungkin untuk
menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.
Adapun yang dari samping, penjepit film dinaikkan sehingga sisinya
sama dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh
ketiak.

Setiap mamografi, terjadi empat kali penyinaran yang berlangsung
15-30 menit. Setelah mamografi, menurut dokter Monty, tujuh dari
10 pasien mengeluh sakit, nyeri, dan tidak nyaman.

Dari pengambilan empat gambar film di tiap payudara, seseorang
menyerap 1 rad-dosis serap radiasi. Sinar-X dan radiasi ionisasi
sekelas lainnya dalam beberapa dekade telah terbukti dapat
menyebabkan segala jenis mutasi biologis. Meski pada awalnya tidak
mematikan, mutasi tersebut bisa terakumulasi akibat paparan
sinar-X atau radiasi ionisasi lainnya.

Sinar-X juga diketahui menyebabkan ketidakstabilan genomic, yang
merupakan salah satu karakteristik kanker paling agresif.
Mamografi, menurut Gofman, malah mengakibatkan risiko kumulatif
kanker payudara, terutama bagi wanita premenopause.

Menurut dokter Monty, alih-alih ingin mendeteksi dini kanker
payudara, malah berbahaya dan menghabiskan biaya. Beberapa negara
memang menyarankan mamografi rutin, setahun sampai lima tahun
sekali bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai
metode screening untuk mendiagnosis kanker payudara sedini
mungkin. "Kita tak perlu ikut-ikutan," ujarnya. Sebab, yang
diuntungkan adalah produsen mesin mamografi, sedangkan manfaatnya
tak terlalu banyak.

Lalu bagaimana deteksi dini yang aman? Menurut dokter Monty, yang
terpenting memperkuat pos pelayanan terpadu dan dokter di pusat
kesehatan masyarakat. Masyarakat diajari memeriksa payudaranya
sendiri (sadari). Pemeriksaan payudara secara rutin bisa dilakukan
sebulan sekali beberapa hari setelah menstruasi, ketika payudara
ada kemungkinan sudah tidak terasa keras, membesar, dan sakit.
Untuk wanita yang sudah menopause, pilih hari yang mudah diingat,
setiap bulan. "Sadari dan USG saja sudah cukup, kok," katanya.
"Jika merasa ada kelainan, segera ke dokter, jangan langsung
mamografi."

*Ahmad Taufik*

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/22/KSH/mbm.20100322.KSH133040.id.html

[Non-text portions of this message have been removed]

2c.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi

Posted by: "Olivia Jaflaun" oppe2cute@yahoo.com   oppe2cute

Wed Sep 1, 2010 12:16 am (PDT)



Bapak2 dan Ibu semuanya,

terimakasih untuk pencerahannya nii...

@Mba Windhi : saya tidak memakai kontrasepsi sama sekali dan sudah dr hari
minggu kemaren saya perhatikan PDnya tidak ada pembengkakkan atau merah atau
peradangan sama sekali.. kedua PD terlihat sama saja.. jadi tambah binun deh..
Tapi thanks mba utk pencerahannya, nanti di rumah syaa coba massage dulu pakai
air hangat deh... kalo sampe hari minggu depan masih begini baru ke dokter yaa..

@Mba Filia : ooooh gitu yaa.. oke deh aku coba dulu sarannya... Thanks mba..
semoga cepet hamil lagi yaa... :D

@Pak'e Ghozan : suwun untuk infonya... jadi berkunjung ke web yg dimaksud deh..

@Mba Christin : sama-sama dalam kebingungan juga ya mba.. thanks untuk
sharenya..

Saya coba dulu untuk massage dan di lihat apakah keluar asi atau ndak, semoga
siih karena ternyata ada asi yaa..

Matur suwun...

Salam,
OLIVE mom Florence

[Non-text portions of this message have been removed]

2d.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi

Posted by: "anto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Wed Sep 1, 2010 12:39 am (PDT)



Sore,

Bu christen ASI yg mengumpul setahu saya tidak menyebabkan kanker payudara.

ASI yg mengumpul apakah blocked duct? Tetap dipompa, bila tidak bisa jadi
mastitis. Namun tidak jadi kanker payudara.

Kanker penyebabnya multifaktorial, genetic juga memegang peranan.

Untuk mamografi bisa browsing di womens health.gov atau ke cancer.gov

Begitu juga untuk breast cancer.

-anto-

From: sehat@yahoogroups.com [mailto:sehat@yahoogroups.com] On Behalf Of
Christin
Sent: Wednesday, September 01, 2010 1:29 PM
To: sehat@yahoogroups.com
Subject: RE: [sehat] Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q)
mammografi

Dear all,

Maaf numpang thread yah. Sekarang saya sudah berhenti mompa ASI & usia
anak saya sdh 25bln, memang kadang2 msh ada rasa nyut2an, kalau msh
nyut2an saya coba pompa masih keluar ASInya. Selama ini saya tdk
menyusui anak saya, ASI diberikan melalui ASIP. Teknik pompa ASI saya
pun tidak pakai teknik khusus, yg penting pencat pencet keluar ASInya.
Karena tidak pakai teknik khusus itulah takutnya masih ada ASI yg
mengumpul didlm payudara. Teman sekantor saya punya saudara yg menderita
kanker payudara & sudah diangkat, katanya disebabkan karena ASI yg
mengumpul. Saya jd agak parno jg dengarnya. Kapankah mammografi
diperlukan yah? Brp lama jeda dr selesai memberikan ASI u/ melakukan
mammografi? Fyi, kalau saya melakukan SADARI rasanya tdk ada benjolan yg
mencurigakan. Mohon sharing & masukannya yah..

Thanks,

christin

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

2e.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi

Posted by: "sesebmw@yahoo.co.in" sesebmw@yahoo.co.in

Wed Sep 1, 2010 12:43 am (PDT)



Dokter anto,
Ikutan nimbrung boleh?

Kalo kejadian kayak saya. Setelah melahirkan PD keras seperti terisi penuh oleh ASI. Namun saya konsumsi pil stop asi itu. Apakah bisa jadi mastitis juga.

Bagaimana mengetahui nanti jika PD saya kena mastitis?

Salam
Immy
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerryĂ‚® smartphone

-----Original Message-----
From: "anto" <yuliantosk@gmail.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Wed, 1 Sep 2010 14:37:55
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: RE: [sehat] Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q) mammografi

Sore,



Bu christen ASI yg mengumpul setahu saya tidak menyebabkan kanker payudara.

ASI yg mengumpul apakah blocked duct? Tetap dipompa, bila tidak bisa jadi
mastitis. Namun tidak jadi kanker payudara.

Kanker penyebabnya multifaktorial, genetic juga memegang peranan.



Untuk mamografi bisa browsing di womens health.gov atau ke cancer.gov

Begitu juga untuk breast cancer.



-anto-



From: sehat@yahoogroups.com [mailto:sehat@yahoogroups.com] On Behalf Of
Christin
Sent: Wednesday, September 01, 2010 1:29 PM
To: sehat@yahoogroups.com
Subject: RE: [sehat] Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui =>(Q)
mammografi





Dear all,

Maaf numpang thread yah. Sekarang saya sudah berhenti mompa ASI & usia
anak saya sdh 25bln, memang kadang2 msh ada rasa nyut2an, kalau msh
nyut2an saya coba pompa masih keluar ASInya. Selama ini saya tdk
menyusui anak saya, ASI diberikan melalui ASIP. Teknik pompa ASI saya
pun tidak pakai teknik khusus, yg penting pencat pencet keluar ASInya.
Karena tidak pakai teknik khusus itulah takutnya masih ada ASI yg
mengumpul didlm payudara. Teman sekantor saya punya saudara yg menderita
kanker payudara & sudah diangkat, katanya disebabkan karena ASI yg
mengumpul. Saya jd agak parno jg dengarnya. Kapankah mammografi
diperlukan yah? Brp lama jeda dr selesai memberikan ASI u/ melakukan
mammografi? Fyi, kalau saya melakukan SADARI rasanya tdk ada benjolan yg
mencurigakan. Mohon sharing & masukannya yah..

Thanks,

christin

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

3.

Re: [news] Irrational antibiotic use may be 'global problem'

Posted by: "Christin" Christin@stretchlinein.com

Tue Aug 31, 2010 11:47 pm (PDT)



Thanks pak'e artikelnya...
Pertama kali baca artikel ini dari status mbak luluk di FB
hehehe...welcome back mbak, semoga sehat terus yah mbak.
Salam kenal & ditunggu sharing2nya yg spektakuler..

BR,
Christin

__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
signature database 5413 (20100831) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com


4a.

Re: OOT,Welcome back Mbak Luluk

Posted by: "Aisha Diva" aishadiva@yahoo.co.uk   aishadiva

Tue Aug 31, 2010 11:54 pm (PDT)



bahagia luar biasa melihat mba luluk kembali menulis di milis...
kangenku terobati oleh kehadiranmu mba...***lebay mode on***
 
selalu teringat kenangan indah saat pertama bertemu di pesat 9 jkt dan klasi di akhir 2008 dan ketika memantau perkembangan DA amiraku serta pasang surut ASIku...
 
semoga sehat selalu mba...
 
-ratih hermanto-
you're my inspiration

[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui

Posted by: "lizachantique@yahoo.com" lizachantique@yahoo.com   lizachantique

Tue Aug 31, 2010 11:59 pm (PDT)



Dear Mom Filia,smoga cepet sembuh..maap ga bantu,cm semangatin aja..
Sukses program dede utk Rakhan nya ya hehe...

Luv
Liza
*ga potek biar nyambung
Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: fili_lagi@yahoo.com
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Wed, 1 Sep 2010 05:34:28
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui

Siang Mbak,

Aku juga baru2 ini ngalamin kaya gini...pdhl brenti nyusuin udah hampir satu setengah tahun... Rasanya kaya kemeng karena harusnya nyusuin dan gak nyusuin...perciss.. Dan setelah coba aku massage.. Eh keluar lho asinya.. Cairan putih and rada transparan.. Aku ga terusin massage.. Nawarin ke anak..eh dia ga mau..hiks.. Hehe.. Jadi aku diemin aja.. Baru terjadi seminggu ini sih..

Baru copot kb spiral sbulan yg lalu.. Dan emang mau program anak kedua.. 4 hari lagi jadwal harusnya aku mens.. Mungkin ga sih ini tanda2 hamil? *gr* hehehe

Filia
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

"Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://milissehat.web.id/
=================================================================
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at:
http://milissehat.web.id/
=========================================================================
Donasi
Rekening YOP
Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
=========================================================================
Yahoo! Groups Links

5b.

Re: Tanya ttg Payudara Setelah Tidak Menyusui

Posted by: "Luluk Lely Soraya I" lsoraya@yahoo.com   lsoraya

Wed Sep 1, 2010 1:28 am (PDT)



Dear Mbak Olivia,

Keliatannay sudah lebih baik ya kondisinya.
Saya menambahkan sedikit saja.
Jika kondisi masih jg terdapat kondisi persistent milky nipple discharge (atau
keluarnya / diproduksinya ASI secara terus menerus dari payudara), maka tidak
salahnya berkonsultasi dg dokter laktasi.

Jika sudah berhenti, rasanya gak perlu khawatir mbak. Kompres dg botol air
hangat disertai massage ringan kadang membantu. Tidak sedang mengkonsumsi
obat2an tertentu kan belakangan? kadang beberapa obat memiliki side effect
merangsang kerja hormon prolaktin.

Utk Mbak Immy, sambil menunggu jawaban dr anto, saya coba bantu sedikit ya.
Agak gak ngerti dg "Setlah melahirkan PD keras seperti terisi penuh oleh ASI.
kemudian mengkonsumsi pil stop asi itu". Tp utk mastitis, penyebabnya bsia
berbagai macam. Jadi jika terjadi mastitis, akan terasa dipayudara dg rasa sakit
yg hanya sebagian dari payudara. Berbeda dg engorgement atau pembengkakan
payudara. Yg jelas, krn belum (dan semoga gak ya mbak :) ) maka gak perlu
khawatir mbak.

Maaf jika tdk banyak membantu.
love
Luluk
~ Breastfeeding is about the mind game. The more you feel worry, the more the
breastmilk will be slowly flow ~

[Non-text portions of this message have been removed]

6a.

Re: Harga Obat INH

Posted by: "Purnamawati" purnamawati.spak@cbn.net.id

Wed Sep 1, 2010 12:03 am (PDT)



Dear Ulli ... profilaksis tanpa PZA
wati

7a.

[news] Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Sep 1, 2010 12:06 am (PDT)



ada kumentar?

Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi

Rabu, 1 September 2010 | 13:24 WIB

*TERKAIT:*

* Cakupan Imunisasi Perlu Diratakan
<http://health.kompas.com/read/2010/07/29/03225412/Cakupan.Imunisasi.Perlu.Diratakan>
* Ketika Imunisasi Terbentur Ongkos Ojek
<http://health.kompas.com/read/2010/06/09/1539580/Ketika.Imunisasi.Terbentur.Ongkos.Ojek>
* Ayo, Imunisasi Dulu Sebelum Pergi ke LN
<http://health.kompas.com/read/2010/05/25/11010925/Ayo..Imunisasi.Dulu.Sebelum.Pergi.ke.LN>
* Penyakit Campak Mengancam
<http://health.kompas.com/read/2009/09/07/03102529/Penyakit.Campak.Mengancam.>

*Kompas - *Bila ingin si kecil sehat, lakukan imunisasi secara teratur.
Tak perlu khawatir imunisasinya akan kelebihan. Justru semakin banyak,
si kecil akan semakin aman.

Imunisasi sebenarnya terdiri dari 2 golongan. Golongan pertama adalah
imunisasi yang harus selesai sebelum usia setahun dan golongan kedua
adalah imunisasi yang tak boleh dilaksanakan pada usia di bawah setahun.
Namun demikian, patokan usia sebagaimana yang ditulis dalam jadwal
iminusasi di rumah sakit-rumah sakit ataupun puskesmas dan poli anak
maupun di buku-buku kesehatan anak, bukanlah patokan baku.

Misalnya, imunisasi DPT ke-1 yang dijadwalkan pada usia 2 bulan, DPT
ke-2 di usia 3 bulan dan DPT ke-3 di usia 4 bulan. Bukan berarti setiap
bayi harus diimunisasi DPT pada usia-usia tersebut. Yang penting,
sebelum usia setahun si bayi harus sudah diimunisasi DPT lengkap.

Menurut dr.Adi Tagor, Sp.A, dari RS. Pondok Indah, Jakarta. ada beberapa
imunisasi yang sebaiknya dilakukan tepat berdasarkan umur. Misalnya,
BCG, sebaiknya dilaksanakan setelah bayi berusia 1 bulan atau 1 bulan
lebih 1 minggu. "Sebenarnya BCG bisa dilaksanakan sewaktu bayi berumur
sehari.

Namun menurut penelitian, imunisasi BCG akan efektif bila bayi sudah
berumur sebulan atau sebulan lebih seminggu. Alasannya, karena imunologi
terhadap BCG belum bisa bangkit dengan baik pada bayi yang baru lahir,"
terangnya.

Imunisasi lain yang sebaiknya dilaksanakan tepat umur ialah Campak,
yaitu di usia 9 bulan. Mengapa? Karena pada umumnya, hampir semua ibu
sudah pernah kena campak. "Nah, sewaktu hamil, dia mewariskan
kekebalannya pada janin yang dikandungnya melalui plasenta. Kekebalan
ini bertahan hingga bayi berusia 8 bulan. Itulah mengapa vaksinasi
Campak harus dilakukan di usia 9 bulan. Jadi, sebelumnya bayi masih ada
kekebalan campak dari ibunya," terang Adi.

http://health.kompas.com/index.php/read/2010/09/01/13244515/Usia.Bayi.Bukan.Patokan.Imunisasi-5

[Non-text portions of this message have been removed]

7b.

Re: [news] Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi

Posted by: "tristanathan" tristanathan.amadeo@gmail.com   trinovi

Wed Sep 1, 2010 12:15 am (PDT)



cuma mau bilang: kasihan orang2 yang terlibat dalam penentuan jadwal
imunisasi :(
menetukan kapan saat yg tepat itu kan memerlukan penelitian panjang dan
waktu yg lama, kok bisa2nya komen yg muncul begini ya?
ckckck...

-ria-

2010/9/1 /ghz <ghozan10032005@gmail.com>

>
>
> ada kumentar?
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

7c.

Re: [news] Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi

Posted by: "Monik Bundanya Neisha" email.mymilis@gmail.com   charlottequaneishaandinisiswanto

Wed Sep 1, 2010 12:15 am (PDT)



Pak'e mau komentar dikit akh...

> *Kompas - *Bila ingin si kecil sehat, lakukan imunisasi secara teratur.
> Tak perlu khawatir imunisasinya akan kelebihan. Justru semakin banyak,
> si kecil akan semakin aman.
> ===> maksudnya semakin banyak disini apa ya? Apakah dosis tiap vaksin?
> Bukannya kalau dosis lebih ga ngaruh di daya proteksinya?
>
Misalnya, imunisasi DPT ke-1 yang dijadwalkan pada usia 2 bulan, DPT
> ke-2 di usia 3 bulan dan DPT ke-3 di usia 4 bulan. Bukan berarti setiap
> bayi harus diimunisasi DPT pada usia-usia tersebut. Yang penting,
> sebelum usia setahun si bayi harus sudah diimunisasi DPT lengkap.
>
=====>waduh,bukannya keberhasilan imunisasi itu jika dilakukan tepat
waktu,kan penyusunan jadwal ga sembarangan.

salam,

Monik
--
Definition of rational use of medicines:
"Patients receive medications appropriate to their clinical needs, in doses
that meet their own individual requirements, for an adequate period of time,
and at the lowest cost to them and their community." (WHO, 1985).
http://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Jh3011e/1.html
http://apps.who.int/medicinedocs/pdf/h3011e/h3011e.pdf

[Non-text portions of this message have been removed]

8.

(NEWS) Selamat dari Bahaya Mal Praktek

Posted by: "Arif" arifbudiman_fans@yahoo.com   arifbudiman_fans

Wed Sep 1, 2010 12:20 am (PDT)



Dear Milister Yth,

Dari sharing informasi safety milist sebelah yang says ikuti,
Silakan diappresiasi, semoga dapat menjadi manfaat atau sekedar reminder and awarness untuk kita semua.

Terima kasih dan mohon maaf bila kurang berkenan

Wassalam,

Arif Budiman

To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, September 1, 2010 11:07:54
Subject: [Oil&Gas] Selamat dari Bahaya Mal Praktek

Bagaimana cara mencegah terjadinya mal praktek pada diri kita ?.

Data dari Institute of Medicine di Amerika Serikat meunjukkan bahwa
98.000 orang meninggal setiap tahun di rumah sakit Amerika Serikat
akibat mal praktek. Entah berapa banyak data valid yang menunjukan
berapa orang korban mal paraktek di negeri ini, mudah mudahan sangat
kecil atau bahkan tidak ada.

Terlepas dari itu semua, yang lebih penting adalah bagaimana agar kita
dan orang orang yang kita sayangi menjadi korban dari mal praktek
tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara agar kita dapat terhindar
dari bahaya Mal Praktek:

1. Ikut serta dalam setiap keputusan medis dan paham mengenai
tindakan medis yang akan dilakukan.

2. Pastikan segala jenis obat obatan yang sedang anda konsumsi
dalam sepengetahuan dokter yang menangani Anda

3. Pastikan dokter Anda tahu, jenis obat apa saja yang menyebabkan
Anda alergi, sehingga obat yang akan diberikan aman bagi Anda.

4. Pastikan semua dokter dan petugas medis yang menangani Anda
memiliki informasi atau catatan medis lengkap mengenai kondisi kesehatan
historis Anda.

5. Sertakan catatan medis dalam pembuatan resep obat untuk Anda.

6. Tanyakan pada dokter Anda, mengenai informasi tertulis apabila
memang ada efek samping dari obat yang diberikan.

7. Pastikan resep obat ditulis dengan tuisan yang dapat terbaca
oleh Anda dan petugas apoteker.

8. Tanyakan beberapa pertanyaan kepada dokter Anda mengenai obat
yang anda dapat, yaitu:

* Jenis obat ini untuk mengobati apa ?
* Bagaimana aturan dan dosisi dalam mengkonsumsi obat ini ?
* Berapa lama saya harus mengkonsumsi obat ini ?
* Apabila ada, seperti apa efek samping dari obat ini dan
bagaimana cara mengatasinya jika efek samping tersebut mulai
dirasakan oleh tubuh ?
* Apakah aman mengkonsumsi obat ini bersama obat lain, seperti
obat diet, dll. ?
* Makanan, minuman atau aktivitas apa yang harus dihindari
selama masa pengobatan ini ?

9. Ketika mengambil obat, konfirmasikan kepada apoteker Anda
mengenai kondisi kesehatan Anda dengan resep obat yang dibuat dokter.
Massachusetts College of Pharmacy dan Allied Health Sciences di Amerika
serikat menemukan ada 88 % kesalahan dalam menentukan jenis obat dan
dosis penggunaan obat di Amerika. Mudah mudahan di negeri kita ini,
angkanya sangat rendah bahkan tidak ada.

10. Pastikan informasi dosis penggunaan obat tercantum jelas pada
label nya.

11. Tanyakan pada apoteker Anda mengenai alat takar yang tepat ketika
menggunakan obat dalam bentuk cair.

12. Pilih Rumah Sakit yang sudah berpenglaman dan terpercaya menangani
penyakit sejenis.

13. Pastikan petugas medis yang menangani Anda dalam keadaan tangan
yang sudah dicuci bersih untuk mencegah tersebarnya inspeksi yang rawan
terjadi di Rumah Sakit.

14. Ketika Anda sudah dibolehkan pulang dari perawatan di rumah sakit,
pastikan Anda dan keluarga sudah paham mengenai perawatan lebih lanjut
ketika berada di rumah seperti obat obat yang harus dikonsumsi, kapan
Anda boleh beraktivitas normal seperti biasa, kapan lagi harus berobat
jalan, dll.

15. Apabla kita harus menjalani operasi, pastikan Anda, dokter yang
menangani Anda dan Ahli bedah, sudah setuju dan jelas dengan apa yang
akan dilakukan.

16. Tanyakan segera apabila ada hal mengenai oparasi tersebut yang
dirasa kurang jelas

17. Pastikan dokter yang biasa menangani Anda bertanggung awab
terhadap penanganan selama perawataan Anda.

18. Pastikan ada pihak keluarga yan menemani dan mengurus segala
keperluan selama menjalan operasi dan perawatan.

19. Ketahui manfaat dari tes atau perawatan yan harus Anda jalani
sesuai saran dari dokter.

20. Tanyakan hasil test dan tindakan yang harus dilakukan selanjutnya
kepada dokter Anda.

21. Tanyakan tentang kondisi kesehatan Anda dan cara menanganinya
kepada dokter, petugas medis dan sumber terpercaya lannya sebagai bahan
perbandingan.

22. Tanyakan apakah metoda pengobatan Anda sekarang adalah metoda
pengobatan terbaru dan sudahterbukti dengan penelitian penelitian yang
sudah dilakukan.

Tetap sehat dan selamat untuk Anda Semua…

Salam Safety

Sumber: www.lorco.co.id <http://www.lorco.co.id/>

Silahkan untuk membagikan artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber
aslinya.

by Widi Safari

9a.

mohon info ttg situs kehamilan

Posted by: "nankrist" nankrist@yahoo.com   nankrist

Wed Sep 1, 2010 12:30 am (PDT)



hi,

mau minta masukannya nih,
ada yg bisa ngasi info ttg situs kehamilan yg lengkap dan ilmiah,
tmsk konsumsi yg harus, yg gak boleh, kosmetik, dll.

barusan browsing ketemu 2 link ini :
http://www.wonosari.com/wedding-f7/pekerjaan-rumah-yang-harus-dihindari-saat-hamil-t5927.htm
http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/hal-hal-yang-harus-dilakukan-ketika.html
http://bidanku.com/index.php?/Yang-Tidak-Boleh-Dilakukan-Selama-Kehamilan

banyak sih sebnrnya dari hasil browsing,
tp pengennya dari 1 situs aj supaya gak kebanyakan baca website (bhs inggris jg gpp seh, tar sy bs usaha deh utk nerjemahin).

ditunggu informasinya ya.
thanks
cy

9b.

Re: mohon info ttg situs kehamilan

Posted by: "Chici" draskika@gmail.com

Wed Sep 1, 2010 12:35 am (PDT)



Mbak,

www.babycenter.com , www.kellymom.com SOL

Chici
Sent from my Bold®
powered by INDOSAT
9c.

Re: mohon info ttg situs kehamilan

Posted by: "anto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Wed Sep 1, 2010 12:41 am (PDT)



Sore,

Ke ACOG bu nancy, diketik nutrition pregnancy ACOG, exercise ACOG nanti bisa
keluar education pamphlet.

-anto-

[Non-text portions of this message have been removed]

10a.

Re: Lupus,,,

Posted by: "anto" yuliantosk@gmail.com   anto_sk

Wed Sep 1, 2010 12:53 am (PDT)



Sore,

Lupus bisa dilihat di

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/lupus.html

http://www.lupus.org/webmodules/webarticlesnet/templates/new_learncoping.asp
x?articleid=2357&zoneid=528

didiskusikan dengan spog dan spPD yang merawat bahwa merencanakan kehamilan.
Obat-obatan disesuaikan jangan sampai yang berbahaya bagi kehamilan.

Karena lupus bisa menyebabkan keguguran berulang jadi tetap harus dikontrol
agar bisa menjalani kehamilan.

Semoga lekas mendapat momongan dan sehat selalu

-anto-


11a.

Re: [Tanya]umur 6m3w apa yg dimakan dan yg kluar sama

Posted by: "Luluk Lely Soraya I" lsoraya@yahoo.com   lsoraya

Wed Sep 1, 2010 12:57 am (PDT)



Dear Mbak Inge,

Sudah dibantu oleh Mbak Risma &  Mbak Victoria ya.
Saya hanya sedikit menambahkan & menguatkan asupan yg ada.

Undigested food (makanan yg tdk tercerna) terutama makanan berserat tinggi dalam
tinja bayi relatif normal terjadi. satu sisi dikarenakan memang belum
sempurnanya sistem pencernaan bayi. Sisi lain, memang kita bukan herbivora
sejati. Sistem pencernaan manusia tidak memiliki enzim pemecah sayuran berserat
tinggi, sehingga apapun yg kita makan relatif keluar bentuknya kurang lebih
tidak berbeda dg yg dimakan. Ini artinya jika memperhatikan feses kita, kita
akan menemukan bentuk serupa.

Jadi enjoy your day with your baby. mbak. Gak perlu khawatir :-)
Utk bahan pembelajaran bersama, saya copy paste beberapa artikel terkait ya.

Semoga membantu ya.

Love
Luluk
=========================================http://www.netdoctor.co.uk/ate/childrenshealth/202444.html


Dark stools - could my baby have a food allergy?

Question
My baby was exclusively breastfed until he was about eight months old, and he
started solids when he was about four months.

His stools were fine for the first four months but when he started on solids he
became constipated so I decided to cook all his foods from scratch, usually rice
with some meat and vegetables.
For the last two months his stools have been a dark green colour and sometimes
you will see bits of vegetables in his stools that haven't been digested.

The health visitor said that babies' stools do go funny colours from time to
time.
I am worried that he might have a gastric problem. I have seen a spot of blood
once in his stools but that was a long time ago and I haven't seen any since. I
have put him on Progress milk and he still eats his three meals a day.

There isn't a family history of allergies, but my baby does have mild eczema.
Could he have a food allergy?
Answer
From your description I don't think your baby is suffering from an allergy to
certain foods.

In babies the most common symptoms of a true food allergy, to cow's milk for
example, are vomiting, diarrhoea and possibly colic. A change in the colour of a
baby's stools is not generally taken to be a sign of food allergy, so I would
not be too concerned about the greenish colour of your baby's stools if he seems
generally well and does not have regulardiarrhoea or vomiting.

It is quite common to see bits of undigested food appearing in a baby's nappy,
so this certainly doesn't indicate that something is wrong.
Although food allergy can in some cases make eczema worse, mild eczema is quite
common in babies and often improves as the child gets older without excluding
any foods from the diet.

So unless the eczema is severe or is associated with other symptoms of food
allergy, I wouldn't recommend excluding foods from your son's diet. As a general
rule it's best not to try any form of exclusion diet in a baby without advice
from a doctor or dietitian.

I hope that this reassures you.
Yours sincerely
The Medical Team
=======================================http://www.mayoclinic.com/health/undigested-food-in-stool/AN01743

 
Question
Undigested food in stool: What does it mean?
For the past few days, I have noticed undigested food in my stool. Should I be
concerned if this persists?
Answer
from Michael Picco, M.D.
Occasionally, you may see undigested food fragments in stool. This usually is
high-fiber vegetable matter, which isn't digested by the enzymes in your
digestive tract. Undigested food in stool generally isn't a problem unless it's
accompanied by persistent diarrhea, weight loss or other changes in your bowel
habits. If you have such signs and symptoms, consult your doctor.

==============================================
http://www.medfriendly.com/feces.html#diagnose
 
WHAT DOES IT MEAN IF THERE IS UNDIGESTED FOOD IN THE FECES?
If food appears in the feces looking very similar to how you it was when you ate
it, this means that the food has not been digested (broken down and absorbed) by
the body. Believe it or not, many foods that we eat cannot be digested by the
enzymes in our digestive system. An enzyme is a type of protein that helps
produce chemical reactions in the body.

Foods that cannot be digested by the human body usually contain a high amount of
dietary fiber. Dietary fiber is a term for chemical substances in the cells of
plants that cannot be digested by the human body. Dietary fiber cannot be
digested by the human body because it lacks the necessary enzymes to do so. More
specifically, dietary fiber is resistant to hydrolysis. Hydrolysis is a process
in which a substance is broken down by splitting its chemical bond and adding
water to it. Since dietary fiber cannot be digested, it passes through the body
virtually unchanged and cannot be used as an energy source. Although humans
cannot digest dietary fiber, some of it is broken down by bacteria to produce
gas and acids.

Examples of foods that are not digested well by the human body include corn,
peanuts, peas, carrots, cereals, and beans. If the bacteria in the body are
successful, some of the carbohydrates in these foods may be broken down. If not,
however, we will see these foods in the feces. Carbohydrates are a group of
substances present in certain types of foods (such as sugar) that provides the
body with energy.

Research also suggests that the more a food is cooked, the more difficult it is
for the body to digest it. This is generally true of most foods. The higher the
temperature that the food is cooked, the longer it will stay in the digestive
system, and the more difficult it will be for the body to digest. Why does this
happen? To begin with, all foods are made up of chemicals that are arranged in
certain patterns. Our digestive system is generally able to break down foods
that fit these general patterns. However, the chemical patterns of all foods can
be changed when they are heated past a certain point. Thus, foods that are
deep-fried and barbecued often have their chemical pattern changed. As a result,
the body does not understand how to deal with these new chemical patterns and
the food can pass out of the body undigested because the body does not have the
necessary enzymes to digest it properly.

If the above reasons are not causing food to be undigested, this could indicate
a problem in the digestive system. In a healthy person, it should take between
24 and 36 hours to digest food. If the food comes out of the body faster than
this, this usually means that there is a build up of debris (the remains of
something broken down) that is preventing the colon from digesting food.

The colon is the major part of the large intestine, that absorbs water and some
types of salts from the digested material that passes through it. The intestine
is a tube shaped structure that is part of the digestive tract, and is located
in the belly. The large intestine absorbs moisture from the matter that is left
after it is digested in the small intestine, and releases the waste from the
anus (the area that feces comes out of). The small intestine is a part of the
intestine that takes in all of the nutrients (healthy substances) that the body
needs.

A healthy piece of feces is about one foot long. Shorter sized feces suggest
that the colon is not able to process the food correctly and that the feces
produced does not have the correct amount of moisture in it.

[Non-text portions of this message have been removed]

12a.

(news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

Posted by: "/ghz" ghozan10032005@gmail.com

Wed Sep 1, 2010 1:31 am (PDT)



hehehe..ghozan mode on.
padahal saat itu tembok habis dicat...ndak lama naga nyembur dah panjang
di ruang tamu....hehehe
sampai skg masih jd kenang2an.

solusinya belikan buku mewarnai sebanyak banyaknya...hehehe

salam ngabuburit
bapakeghozan

Rabu, 01/09/2010 15:00 WIB

Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

*Vera Farah Bararah* - detikHealth

*
*
*Jakarta,* Orangtua seringkali menemukan coretan-coretan pada dinding
rumah yang dilakukan oleh si kecil. Kenapa anak kecil suka sekali
mencoret-coret?

Kelakuan ini seringkali membuat orangtua menjadi kesal dan marah, karena
tembok rumah yang tadinya bersih jadi kotor. Biasanya anak belum bisa
menggambar bentuk yang benar, sehingga coretan yang ada hanya berupa
garis lurus saja.

Meskipun kondisi ini tidak menyenangkan dan membuat rumah terlihat
kotor, sebaiknya orangtua tidak memarahi atau membentak si kecil.

Namun beritahukan pada anak di mana seharusnya ia boleh menggambar atau
mencoret-coret. Sediakan pula sarana seperti buku gambar, kertas kosong
dan crayon ukuran besar sehingga mudah digenggam oleh anak.

Kebiasaan mencoret-coret ini merupakan salah satu cara untuk melatih
perkembangan motorik halusnya, perkembangan ini nantinya akan dibutuhkan
untuk membantu anak menulis dan menggambar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi si kecil untuk mengungkapkan atau
mengekspresikan dirinya, meskipun gambar yang dihasilkan terkadang tidak
bisa dimengerti oleh orangtua.

Dikutip dari /Family,go.com/, Rabu (1/9/2010) coretan yang dihasilkan
oleh si kecil berbeda-beda tergantung pada usianya, yaitu:

Coretan acak terjadi pada usia 12-30 bulan (2,5 tahun)
Pada usia ini anak masih belajar untuk memegang pensil warna dan membuat
tanda atau garis di atas kertas. Anak-anak cenderung mengalami
kenikmatan kinestetik, yaitu kesenangan atau kenikmatan untuk bergerak
dan membuat tanda. Coretan yang dihasilkan masih acak dan tidak teratur
serta cenderung menghasilkan garis panjang sepanjang kertas atau tembok.

Coretan terkontrol terjadi pada usia 2,5-3 tahun
Pada usia ini anak mulai menggunakan gerakan pergelangan tangan,
mengontrol coretannya dan membuat gambar yang lebih kecil. Namun coretan
yang dihasilkan belum sepenuhnya bisa dimengerti orang lain, dan juga
anak masih suka menggambar atau mencoret-coret tembok.

Coretan yang dihasilkan mulai berbentuk, terjadi pada usia 3-4,5 tahun
Anak-anak mulai memegang krayon dengan menggunakan jari serta sudah
mampu membuat berbagai garis dan bentuk serta gambarnya sudah mulai bisa
dimengerti. Selain itu anak-anak juga cenderung 'mengisahkan' atau ada
cerita di balik gambar yang dibuatnya.

Preskematik terjadi pada usia 4,5-7 tahun
Anak mulai menggambar simbol-simbol seperti garis yang meliuk-liuk,
lingkaran, spiral, angka-angka dan sesuatu yang mulai menyerupai objek
sebenarnya. Tapi anak-anak masih belajar untuk mengungkapkan sesuatu
pada orang lain melalui gambarnya.

Orangtua sebaiknya tidak melarang kegiatan anaknya ini, karena banyaknya
larangan yang diterima oleh si kecil akan menghambat sisi kreativitas
anak untuk berani mengekspresikan dirinya. Selain itu larangan yang
diberikan atau memarahinya tidak akan memberitahu anak apa yang salah
dan bagaimana yang benar.

Karena itu orangtua harus menyediakan sarana bagi anak untuk menggambar,
serta memberitahu dan memberi pengertian pada anak dimana saja anak
boleh menggambar dan daerah mana saja yang tidak boleh.

Memang tidak mudah dan tidak cukup sekali saja memberitahunya, untuk itu
orangtua harus sabar dan mengulanginya terus, serta jangan lupa untuk
memberi anak pujian jika ia berhasil menggambar di tempat yang benar.

(*ver/ir*)

http://us.health.detik.com/read/2010/09/01/150057/1432843/764/kenapa-anak-kecil-suka-coret-coret?l991101755

[Non-text portions of this message have been removed]

12b.

Bls: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

Posted by: "Fitri Wulandari" polarlander74@yahoo.co.id   polarlander74

Wed Sep 1, 2010 1:44 am (PDT)



hehe..nice article Bapak'e ghozan. Buat saya hal ini menguntungkan karena saya gak perlu beli wallpaper buat menghias interior rumah.. :D. Jadi rumah saya ada wallpaper natural. Sekarang saya selalu sedia pakai cat air yang bisa dibilas. jadi kalau weekend anak saya sudah siap dengan mangkok-mangkok catnya, lalu mulailah pekerjaan sporadis mengecat dinding garasi. Setelah itu, tinggal disemprot air untuk membersihkan dinding plus anaknya haha.
maap sharingnya kepanjangan
best
Fitri

[Non-text portions of this message have been removed]

12c.

Re: (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

Posted by: "risma" bunda_fazil@yahoo.com   bunda_fazil

Wed Sep 1, 2010 1:47 am (PDT)



Pak'e...

buat anak2 saya...dikasih buku mewarnai ato buku gambar juga gak ngefek pak
buku dicoret...tapi tembok juga tetep dicoret
solusi yg kami pilih....bocah2 di rumah dikasih tembok sendiri
Fazil dapet tembok di bawah tangga....adeknya Fadhel dapet tembok deket dapur
di areal tembok masing2...bebas..mau dicoret, mau di cat (pake pewarna makanan
ato cat air)...
mau di tempel2 stiker tokoh kartun favorit dia..
mau gambar di kertas trus kertas di tempel di tembok
silahkan...bebas
tapi...areal tembok lain adalah milik ayah bundanya....jadi gak boleh dia apa2in
tanpa ijin yg punya
hehehhe...
kalo Fazil mau gambar di tembok milik adeknya...juga harus seijin adeknya...
so far...everybody happy
bocah2 punya sarana buat melampiaskan hobi coret2 tembok
emak bapaknya juga gak bete liat tembok rumah kotor dimana2...
malah kalo kita lagi liat2 temboknya 2 bocah itu...malah senyum2...lucu2 sih
gambarnya
tinggal tunggu masa coret2 tembok abis...baru 2 areal tembok itu di cat lagi

-risma-

________________________________
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wed, September 1, 2010 3:29:36 PM
Subject: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

[Non-text portions of this message have been removed]

12d.

Re: (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

Posted by: "sesebmw@yahoo.co.in" sesebmw@yahoo.co.in

Wed Sep 1, 2010 2:02 am (PDT)



Dear mbak risma n all,

Kalo anak umur 6thn suka nulis surat itu gimana ya?
Apakah justru bagus?
Gak nyoret tembok, tapi nulis surat sehari bisa bbrp lembar.

Salam
Immy
*yg keponakan nya nulis surat terus
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerryĂ‚® smartphone

-----Original Message-----
From: risma <bunda_fazil@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Wed, 1 Sep 2010 16:46:07
To: <sehat@yahoogroups.com>
Reply-To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

Pak'e...

buat anak2 saya...dikasih buku mewarnai ato buku gambar juga gak ngefek pak
buku dicoret...tapi tembok juga tetep dicoret
solusi yg kami pilih....bocah2 di rumah dikasih tembok sendiri
Fazil dapet tembok di bawah tangga....adeknya Fadhel dapet tembok deket dapur
di areal tembok masing2...bebas..mau dicoret, mau di cat (pake pewarna makanan
ato cat air)...
mau di tempel2 stiker tokoh kartun favorit dia..
mau gambar di kertas trus kertas di tempel di tembok
silahkan...bebas
tapi...areal tembok lain adalah milik ayah bundanya....jadi gak boleh dia apa2in
tanpa ijin yg punya
hehehhe...
kalo Fazil mau gambar di tembok milik adeknya...juga harus seijin adeknya...
so far...everybody happy
bocah2 punya sarana buat melampiaskan hobi coret2 tembok
emak bapaknya juga gak bete liat tembok rumah kotor dimana2...
malah kalo kita lagi liat2 temboknya 2 bocah itu...malah senyum2...lucu2 sih
gambarnya
tinggal tunggu masa coret2 tembok abis...baru 2 areal tembok itu di cat lagi

-risma-



________________________________
From: /ghz <ghozan10032005@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wed, September 1, 2010 3:29:36 PM
Subject: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?




[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

12e.

Re: Bls: [sehat] (news) Kenapa Anak Kecil Suka Coret-coret?

Posted by: "meruarumdalu@yahoo.com" meruarumdalu@yahoo.com   meruarumdalu

Wed Sep 1, 2010 2:06 am (PDT)



Wah sama spt anaku, Sammy (2.5y) skrg dah senang coret2 tembok. Kalo diksh kertas dia gak mau, cuma bertahan coret2 sebentar abis itu pndh lg ke tembok. Smua di cat temboknya smp kl sudah bosen sama tembok, rambutnya dicat juga..ampun deh my little toddler:D Aku sih biarin aja dia coret2 tembok, gampang tinggal cat ulang. Tinggal cr cat air yg bs dibilas, dimana yah tuh mbak?

Thank u,
Meru
Sent from Meru's BlackBerry®Sam's Mommy
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
"Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://milissehat.web.id/
=================================================================
"SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website.
Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at:
http://milissehat.web.id/
=========================================================================
Donasi
Rekening YOP
Yayasan Orang Tua Peduli
Bank Mandiri
Cabang Kemang Raya Jakarta
Account Number: 126.000.4634514
=========================================================================

No comments: