Sunday, May 31, 2009

[sehat] Digest Number 10070

Messages In This Digest (6 Messages)

1.
OOT : Akhirnya bisa IMD + ASI From: Aisha Diva
2a.
Re: Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial From: Billy N.
3.1.
File - Netiket & Peraturan Milis SEHAT.txt From: sehat@yahoogroups.com
4a.
cek kehamilan From: Indah Fairas
4b.
Re: cek kehamilan From: nankrist
5.
jadwal makan bayi 6 bulan From: dwi kusuma

Messages

1.

OOT : Akhirnya bisa IMD + ASI

Posted by: "Aisha Diva" aishadiva@yahoo.co.uk   aishadiva

Sun May 31, 2009 2:28 am (PDT)



Dear SPs,
 
Sebelumnya kami mengucapkan syukur yang tidak terhingga atas anugerah lahirnya Putri Kedua Kami "Amira Dania Rasyiddina" pada tanggal 21 Mei 2009 dengan BB 3200 gram Panjang 50 CM.
 
Alhamdulillah juga telah dapat melakukan IMD (walaupun agat telat karena lahiran dgn SC) dan sampai sekarang tetap ASI X (walaupun sempat beberapa kali SMS / Teleponan Mbak Luluk utk advise2nya yang tiba2 saja kok saya merasa jadi kurang PD).
 
Semua prosedur yang kami dapatkan dari PESAT 9 dan KLASI YOP, sudah dijalankan oleh RS (Heb B + Salep Mata + Vit K + Vaksin Polio sesaat setelah lahir)
 
Beberapa kali sempat berdebat ttg Jaudience dengan DSA, dan sempat cek bilirubin di 48 jam setelah lahir :(
 
Terimakasih atas semua ilmu yang telah disharing dimilis atau di PESAT.
 
Semoga saya dan suami selalu rasional dalam memberikan yang terbaik buat buah hati, terutama ASI X.
 
Oh ya sampai skr sy masih belum bisa perah ASI dengan tangan. Adakah trik dari Moms?
 
Dan skr blm vaksin BCG, kapan sebaiknya?
 
Salam,
Ratih Hermanto
Bundanya Aisha & Amira

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial

Posted by: "Billy N." billy@konsulsehat.web.id   yahrapha

Sun May 31, 2009 2:43 am (PDT)



halo...
dr.Pur, trims untuk tanggapannya.
Bu Marcella, turut prihatin.
Untuk teknis penyakitnya, dr.Pur sudah jelaskan dengan sangat baik, saya pun dapat info baru, trims.
Dokter di Indonesia masih banyak yang nggak 'pe-de', semuanya disebut 'suspek ...' atau 'gejala ...', tapi sudah berani memberi pengobatan definitif (tetap). Ini yang membingungkan. Diagnosis ragu-ragu, tapi dalam memberi terapi sepertinya nggak pernah ada kata ragu, jarang mau menunggu.
Demam diberi steroid itu 'ilmu hitam' yang (maaf kata) biasanya dilakukan oleh perawat. Ini ilmu 'turun temurun' yang nggak jelas dari mana asalnya. Dokter pun banyak yang ikut melakukannya.
rgds
Billy

Kunjungi http://KonsulSehat.web.id

--- In sehat@yahoogroups.com, "Purnamawati" wrote:

3.1.

File - Netiket & Peraturan Milis SEHAT.txt

Posted by: "sehat@yahoogroups.com" sehat@yahoogroups.com

Sun May 31, 2009 2:53 am (PDT)




Halo Smart Parents (SPs),

Selamat bergabung dengan milis sehat@yahoogroups.com.
E-mail ini dikirimkan secara berkala kepada seluruh member agar kita dapat bermilis dengan sehat.

LANGKAH PERTAMA
--------------------------
1. BacAT BERMILIS
----ngakibatkan dikeluarkannya seorang member dari milis.

1. Member diharuskan menggunakan nama asli sebagai handle name dalam bermilis
2. Dalam mengemukakan kasus (permasalahan) dilarang menyebutkan nama dokter spesialis anak Anda. (kecuali terpaksa dan masalahnya serius dapat melalui Japri saja via moderator)
3. Tidak diperkenankan menggunakan milis untuk beriklan/berjualan barang/jasa apapun, secara langsung ataupun tidak langsung, termasuk penjualan barang dengan sistem MLM maupun arisan berantai. Moderator DAPAT LANGSUNG MEM-BAN member yang melanggar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu atau setidaknya akan mendapatkan peringatan satu kali terlebih dahulu dan apabila masih diulangi akan DI BAN.
4. Member yang mengirimkan email spam dan sejenisnya, solitasi (minta sumbangan), politik dan SARA, DAPAT DIKELUARKAN dari milis tanpa peringatan.
5. Jika terdapat email dengan subject / isi yang termasuk dalam jenis pelanggaran, mohon tidak mereply/mengomentari email tersebut, tindakan itu justru akan mempersering dan memperlama munculnya subject tersebut.
6. Tidak diperkenankan mengirim e-mail yang hanya berisi satu baris (one liner) atau komentar2 yang tidak perlu. Ucapan terimakasih dapat disampaikan melalui email address pribadi (Japri – Jalur Pribadi)
7. Milis ini diset untuk tidak mendistribusikan file secara langsung dalam bentuk attachment. Jadi, mohon untuk tidak mengirimkan email dengan attachment langsung ke milis. Apabila member ingin mengirimkan artikel, silahkan mengirimkannnya melalui: http://health.groups.yahoo.com/group/sehat/files
Ini untuk mencegah virus beredar lewat milis ini. Juga agar mailbox member milis tidak terganggu dengan e-mail2 yang berukuran besar. Catatan: untuk dapat mengunjungi situs folder files tersebut, member harus membuat Yahoo Profile terlebih dahulu.
8. Sebelum melontarkan pertanyaan di milis, usahakan untuk sebisa mungkin membaca dahulu arsip milis di :
http://health.groups.yahoo.com/group/sehat/messages, atau, membaca ringkasan di:
http://health.groups.yahoo.com/group/sehat/files
Jika menemukan email dengan subject/isi yang sejenis, mohon untuk tidak mendiskusikan hal yang sama. Usahakan untuk memanfaatkan fasilitas search di search engine (spt : Yahoo, Google, dsb) sebelum mulai bertanya di milis.
9. Milis ini adalah forum diskusi bagi para orang tua mengenai kesehatan putra putrinya. Untuk itu partipasi Anda sebagai orang tua sangat kami harapkan dalam bertukar pengalaman seputar penangangan masalah kesehatan pada anak.
10. Sangat beruntung bahwa ada beberapa dokter yang bersedia meluangkan waktu untuk memandu diskusi dan menjawab pertanyaan member. Namun demikian tidak semua kasus akan ditanggapai untuk itu kami sangat mengharapkan partisipas member untuk berpartisipasi aktif sharing pengalamannya. Dalam mengemukakan kasus (permasalahan) berikanlah data dan info yang lengkap. Komentar juga mungkin tidak bisa diberikan bila data tidak mencukupi. Ada kasus2 yg tidak bisa ditanggapi karena utk beberapa kondisi, sulit memberikan komentar bila tdk pernah melihat pasiennya
11. Milis ini unmoderated, artinya e-mail yang dikirim langsung masuk ke milis tanpa disaring dulu oleh moderator. Apabila Anda tidak yakin apakah email dapat melanggar peraturan atau tidak, silahkan Anda konfirmasikan email tersebut ke moderator agar Anda tidak mendapatkan masalah yang tidak diinginkan. Pengiriman e-mail yang menyalahi peraturan dapat mengakibatkan dikeluarkannya member dari milis.
12. Bagaimanapun milis ini tidak exhaustive (kaku), tapi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Petunjuk dalam menuliskan e-mail:
-------------------------------------------
1. Untuk mengirim e-mail, alamatkan ke sehat@yahoogroups.com
2. Tuliskan subject e-mail yang sesuai dengan isi email anda.
3. Tuliskan keterangan di awal subject e-mail anda sebagai berikut :
- [TANYA] untuk e-mail yang MENANYAKAN PERMASALAHAN KESEHATAN.
- [INFO] untuk e-mail yang MENGINFORMASIKAN sesuatu (misal tips kesehatan anak).
- [NEWS] untuk e-mail INFORMASI DARI MODERATOR mengenai perkembangan milis .
Contoh, di subjectnya dituliskan:
"[TANYA] Vaksin MMR apakah dapat berdampak Autis pada anak?"
atau: "[INFO] Daftar Alamat Klinik Terapi Musik Bagi Anak di Jakarta"
4. Subject/ isi / pertanyaan harus SPESIFIK agar diskusi di milis ini terarah. Sebelum bertanya berikan informasi yang cukup mengenai data anak Anda dan masalah yang dihadapinya.
5. Untuk me-REPLY, tidak perlu merubah subject. Kecuali, kalau kemudian isi e-mail sudah tidak cocok lagi dengan subject-nya. Subject baru, dibuat sesuai dengan isi yang baru dengan memberikan keterangan tentang subject lama.
6. Untuk kenyamanan bersama usahakan untuk selalu menghapus bagian2 yang tidak perlu seperti footer, isi dari email sebelumnya (kutip saja bagian yang akan ditanggapi).

ALTERNATIF KEANGGOTAAN

Milis ini tergolong milis yang cukup aktif. Dalam sehari, Anda bisa menerima 10 e-mail atau lebih. Anda bisa memilih 3 alternatif keanggotaan pada milis ini, yaitu :
1. Individual email (setiap email dari member milis akan langsung masuk ke mailbox anda)
2. Daily digest (Anda akan menerima email yang telah dibundel per 25 email)
Anda bisa menggunakan cara ini dengan melakukan login ke http://groups.yahoo.com/group/sehat , klik "edit my membership" dan klik pada pilihan yang ada.
Atau kirimkan e-mail kosong ke sehat-digest@yahoogroups.com. Untuk kembali dari "daily digest" ke normal, kirimkan email kosong ke sehat-normal@yahoogroups.com.
3. No mail (Anda tidak akan menerima email dari member milis, posting email dari member dapat dibaca langsung dari web page http://groups.yahoo.com)

Untuk alternatif ini, Anda harus mempunyai account di Yahoo, caranya :
a. Cara pertama: Ubah di homepage milis sehat.
Buka homepage Yahoo Groups di: http://groups.yahoo.com
Lalu login dengan account yahoo anda. Di sebelah kiri, klik link ke milis sehat. Setelah homepage milis sehat terbuka, klik bagian "Edit My Membership" di sebelah kanan. Lalu pilih "No Email" di bagian "Message Delivery".

b. Cara kedua: kirim email ke sehat-nomail@yahoogroups.com

Moderator milis ini bisa dihubungi via: sehat-owner@yahoogroups.com
Untuk berhenti dari keanggotaan milis, kirim e-mail ke: sehat-unsubscribe@yahoogroups.com

Terimakasih atas kesediaan Anda untuk turut menjaga ketertiban dan kenyamanan milis ini.

Salam Sehat,

MODERATORS

4a.

cek kehamilan

Posted by: "Indah Fairas" indahfairas@yahoo.com   indahfairas

Sun May 31, 2009 3:10 am (PDT)



assalammualaikum....
halo semua
mau nanya nih, sebenarnya nge cek kehamilan itu setelah berapa hari telat haid?
mohon info nya
terimakasih

indahmamaamel

[Non-text portions of this message have been removed]

4b.

Re: cek kehamilan

Posted by: "nankrist" nancy@itdiv.kompasgramedia.com   nankrist

Sun May 31, 2009 7:04 am (PDT)



kl saya siklus menstruasi nya 25-28 hari.
jadi pas s/d 30 hari belum menstruasi, saya sudah feeling bhw hamil.
cuman untuk lebih mantap tunggu s/d 35 hari telat&bener positif.

saran :
cb perhatikan siklus menstruasi mbak selama ini,
krn siklus menstruasi setiap wanita kan beda2 ya.

yg pasti tetep jaga kondisi.

gut luck
mom nya Jordy (yg lagi pengen nmbh anak;p)

5.

jadwal makan bayi 6 bulan

Posted by: "dwi kusuma" ada_dwi24@yahoo.com   ada_dwi24

Sun May 31, 2009 7:09 am (PDT)



Dear Sps
 
Mohon pencerahannya untuk jadwal makan bayi usia 6 bulan. Sejauh ini bayi saya usia  6 bulan baru saya kasih makan bubur susu 2 kali dalam sehari ( pagi dan sore), kurang gak ya? Trimakasih
 
Bunda Amal n Azam

New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

[sehat] Digest Number 10069

Messages In This Digest (25 Messages)

1.
help:bayiku nangis terus From: Mia Kurniaty
2a.
Re: pengin hamil..tapi.... From: tiekchan
2b.
Re: pengin hamil..tapi.... From: nankrist
2c.
Re: pengin hamil..tapi.... From: Purnamawati
3a.
albothyl From: Mia Kurniaty
3b.
Re: albothyl From: sridadan@gmail.com
3c.
albothyl From: Rani Indriasari
3d.
Re: albothyl From: rashaun al ghifari
3e.
Re: albothyl From: polarlander74@yahoo.co.id
3f.
Bls: [sehat] albothyl From: Uyun Gunarti
4.
Help Babyku hidung mampet,alergikah? From: ayudiasan@yahoo.com
5a.
Sakit perut hbs melahirkan From: ayudiasan@yahoo.com
5b.
Re: Sakit perut hbs melahirkan From: erna_fariany
5c.
Re: Sakit perut hbs melahirkan From: ayudiasan@yahoo.com
5d.
Re: Sakit perut hbs melahirkan From: Purnamawati
6.
[TANYA] Usus buntu saat hamil From: Thyteen
7.
Re: Digest Number 10068 From: dirgahaya agustina
8.
tes alergi From: sans_an
9.
(ask) biang keringat ato alergi???? From: yesi oktavia
10a.
Re: sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ? From: Ria Ayu Iswari
10b.
Re: sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ? From: Olie vi
11.
Tanya : pergelangan tangan sakit From: Annette Margaretha
12a.
Re: Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial From: Purnamawati
13.
Panas 40 derajat From: irwan tambuwun
14.
WTA Conjungtivities From: hanny.prasetyo@gmail.com

Messages

1.

help:bayiku nangis terus

Posted by: "Mia Kurniaty" alin_aichy@yahoo.com

Sat May 30, 2009 8:31 am (PDT)



dear doc's and sp's...
saya lagi sedih dan bingung banget...sejak senin kemarin,alin(1y4w) rewel banged.ternyata gigi taringnya mau tumbuh.saya lihat gusinya mulai bengkak dan alin selalu ngeces.dia ga bs mingkem..sama sekali ga mau makan.cuma nenen dan minum air putih...asal mulutnya disuapin makanan sedikit,dia langsung nangis teriak2.susah banged diemnya.hari jumatnya,kondisinya mulai membaik.udah ga ngeces lagi.hari itu pula dia pup.setelah sejak senin hingga kamis dia sama sekali g pup(lha wong ga ada makanan padat yang masuk ke perutnya).saya liat gusinya gigi atasnya sdh oke.tp ntah knp,stiap dagunya kesenggol dikit,dia langsung nangis kejer bgd.saya curiga dia sariawan.smp sekarang sy g taw ada apa dibalik bibir bagian bawah itu.sebab,ketika sy mau cek,dia selalu nagis dan nolak pake tangannya.sejak itu,alin jadi gampang banget nangis.entah apa sebabnya.nangisnya selalu kejer.dan lama.rasanya,putri saya g pernah secengeng ini.semua yang saya lalukan salah,dia tetep
nangis walo permintaannya sudah dipenuhi.sampe akhirnya mlm ini,rasanya saya sdh hbz kesabaran,ketika dia nangis kejer,saya mengguncangkan badannya,dan itu semakin membuat dia tambah kenceng nangisnya.ya Rabb..rasanya saya bukan manusia lagi..suami dan keluarga saya mnyelahkan saya krn tdk memberikan alin obat penghilang rasa sakit.saya mengira alin kolik.dan mungkin ada masalah pada pencernaannya.
mom's help me..sampe sekarang saya nangis g berenti2 krna ngerasa bersalah dan bingung sebenarnya alin kenapa..rencananya besok sore sy mau ke dsa,coba konsultasi.

-mia
aLin's mom

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: pengin hamil..tapi....

Posted by: "tiekchan" tiekchan@yahoo.com   tiekchan

Sat May 30, 2009 9:03 am (PDT)



BUNDA.teman saya pada hamil anak pertama bermasalah..bedrest selama 3 bulan karena pendarahan,,lalu anaknya lahir bermasalah pula antara antaralain atresa esofagus (cmiiw), kerusakan otak, mata tidak bisa melihat serta keterlambatan perkembangan baik fisik dan mental dan pada akhirnya meninggal pada usia 1 tahun..
mungkin memang perlu pemeriksaan ulang ya dok? apakah harus menunggu 3 bulan setelah tes pertama?

2b.

Re: pengin hamil..tapi....

Posted by: "nankrist" nancy@itdiv.kompasgramedia.com   nankrist

Sat May 30, 2009 10:51 pm (PDT)



Mbak Tiekchan,

sori sy boleh ya nimbrung di topiknya mbak.
sebnrnya sudah buka topik di
http://health.groups.yahoo.com/group/sehat/message/143115

tp belum ada yg reply&kebetulan baca2 topik mbak kok kyk nya mirip2.

Bunda,
sebnrnya apa yg harus dilakukan/diperiksa oleh suami istri
yg pernah mengalami kehamilan bermasalah?
Knp kok bunda bilang lebih milih gak periksa apapun?
kan lebih baik kl diperiksa selengkap mungkin?

Ini yg saya alami pd saat konsul ke dsog utk persiapan hamil lagi,
mudah2an bunda bisa bantu :
1. saya minta rujukan untuk test TORCH&
menurut beliau tidak perlu TORCH lengkap
krn TORCH juga tmsk hiv, sipilis, herpes
jadi akhirnya di surat pengantar nya hny diminta test utk
Anti-Rubella IgG&Anti Rubella IgM.
Sedangkan anti toxoplasma, anti CMV, aviditas anti CMV, anti HSV tdk dicentang
(berarti tdk pelru ditest).
saya jadi ragu2 apa betul hny anti rubella saja yg perlu ditest?
sedangkan saya baca di topik mbak Tiekchan, CMV juga perlu.

2. kl ingin test TORCh cukup istri saja atau perlu suaminya juga ditest?

3.saya juga minta rujukan untuk imunisasi MMR, Hep B, varisella
namun mnrt dsog tsb tunggu hasil dari point 1.
setau saya -cmiiw- MMR juga untuk gondongan, sedangkan saya blm pernah kena
gondongan.
sedangkan di point 1 yg akan ditest hny rubella saja.
kl saya imunisasi tnp perlu test titer sgala, apa berbahaya;
atau memang hrs ditest titer nya dahulu?

4.sebrp penting test tiroid T3, T4, Tsh?

sekali lagi sori mbak Tiekchan,
saya nebeng di topik mbak nih.

thanks
mom nya Jordy (yg lg bingung)

--- In sehat@yahoogroups.com, "Purnamawati" <purnamawati.spak@...> wrote:
>
> saya kurang mengikuti thread awal ... maaf
>
> tapi ada beberapa alternatif
> Alternatif pertama, tunggu 3 bulan tanpa harus periksa apapun
>
> alternatif kedua .. ulang periksa TORCH IgM dan IgG
>
> kalau saya jadi kamu, saya tidak pernah mengalami kehamilan bermasalah, saya pilih alternatif 1
> saya gak akan periksa apapun
>
> wati
>

2c.

Re: pengin hamil..tapi....

Posted by: "Purnamawati" purnamawati.spak@cbn.net.id

Sun May 31, 2009 1:54 am (PDT)



kalau begitu sih sebaiknya periksa torch lengkap IgM dan IgG
wati

----- Original Message -----
From: tiekchan
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Saturday, May 30, 2009 11:03 PM
Subject: [sehat] Re: pengin hamil..tapi....

BUNDA.teman saya pada hamil anak pertama bermasalah..bedrest selama 3 bulan karena pendarahan,,lalu anaknya lahir bermasalah pula antara antaralain atresa esofagus (cmiiw), kerusakan otak, mata tidak bisa melihat serta keterlambatan perkembangan baik fisik dan mental dan pada akhirnya meninggal pada usia 1 tahun..
mungkin memang perlu pemeriksaan ulang ya dok? apakah harus menunggu 3 bulan setelah tes pertama?

[Non-text portions of this message have been removed]

3a.

albothyl

Posted by: "Mia Kurniaty" alin_aichy@yahoo.com

Sat May 30, 2009 10:42 am (PDT)



maaf ya..klo uda pnh dibahas..tp tlg djwb y mom..penggunaan albothyl utk bayi blh g ya?
makasih

[Non-text portions of this message have been removed]

3b.

Re: albothyl

Posted by: "sridadan@gmail.com" sridadan@gmail.com

Sat May 30, 2009 10:57 am (PDT)



Mbak, bukannya albothil untuk orang dewasa juga perih banget ? Apalagi untuk batita mbak.
Mbak, kalau anaknya sudah enggak tahan rewelnya, kasih paracetamol sesuai dosis umurnya. Untuk pereda sakitnya. Mungkin mbak Mia perlu istirahat sebaiknya gantian dengan suami or orang rumah, karena kalau sudah kecapean kondisi psikologis ibu yang kesal pasti mempengaruhi anak mbak juga. Sabar ya mbak, siapa yang bisa jagain sikecil kalau bukan kita orangtuanya.
Regards
SRI Bundanya Syafa dan Hafizh
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mia Kurniaty <alin_aichy@yahoo.com>

Date: Sat, 30 May 2009 10:42:01
To: sehat<sehat@yahoogroups.com>
Subject: [sehat] albothyl


maaf ya..klo uda pnh dibahas..tp tlg djwb y mom..penggunaan albothyl utk bayi blh g ya?
makasih





[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

3c.

albothyl

Posted by: "Rani Indriasari" rani.indriasari@indosat.blackberry.com   ranii79

Sat May 30, 2009 11:09 am (PDT)



Mba kurnia
Haduh pls jangan mbak, kan sakit bgt mba d pakein albothyl. Qta aja yang dewasa sakit bangeeet apalagi tiny little baby.
-Rani-
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
3d.

Re: albothyl

Posted by: "rashaun al ghifari" myloverashaun@yahoo.co.id   myloverashaun

Sat May 30, 2009 1:16 pm (PDT)



 
Mbak Mia, albothyl kan katanya perih sekali...saya saja tidak berani memakainya....jadi pastinya bukan buat anak kecil ya...kebetulan anakku (29 bulan) saat ini sedang sariawan parah (karena terjatuh, sehingga bibir atas-bawah jontor), sampai-sampai sudah 3 hari ini tidak mau makanan padat sama sekali dan tidak mau buka mulut juga saat sariawannya mau diobati dengan madu, kecuali minum cairan saja (susu, energen, air jeruk, air putih, jus alpukat...dicoba jg memblender nasi tim tp cuma diminum setengah gelas), itu pun cuma sekitar 3-4 gelas per hari. Adik saya membelikan kenalog dan kandistatin (setelah disearch ternyata untuk infeksi jamur...biasanya terjadi di lidah...krn tidak sempat searching maka sempat memberikan kandistatin, itupun harus tunggu tidur dulu, tapi besoknya agak mengecil juga walau tetap tidak mau buka mulut). Sempat juga ke dokter karena takut kl mogok makan terus berlanjut... diresepkan bufacomb dan antibiotik, tapi antibiotiknya
saya tolak (dokternya sempat cemberut). Akhirnya searching lagi, dan menemukan jawaban dokter wati untuk kasus sariawan..."bahwa jika sariawannya berat dapat diberikan salep mulut yang mengandung anti radang seperti kenalog dan bufacomb, tapi sebaiknya obat tidak diberikan"...lagipula menurut beberapa sumber pada umumnya sariawan akan sembuh sendiri (bisa sd 14 hari)...

Regards

     

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================
Yahoo! Groups Links

Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

3e.

Re: albothyl

Posted by: "polarlander74@yahoo.co.id" polarlander74@yahoo.co.id   polarlander74

Sat May 30, 2009 2:37 pm (PDT)



Maaf malah nanya. Alin sariawan mbak? Ada demam dan rash di kaki atau tangan gak? Kalo ada nungkin alin kena hand-foot-mouth disease atau flu spore. Kalo iya itu krn virus, jadi gak usah dikasih apa sariawannya nanti sembuh sendiri. Emang jadinya rewel bgt. Kasih paracetamol aja kalo udah sgt gak nyaman. Semoga membantu ya. Best fitri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mia Kurniaty <alin_aichy@yahoo.com>

Date: Sat, 30 May 2009 10:42:01
To: sehat<sehat@yahoogroups.com>
Subject: [sehat] albothyl


maaf ya..klo uda pnh dibahas..tp tlg djwb y mom..penggunaan albothyl utk bayi blh g ya?
makasih





[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

3f.

Bls: [sehat] albothyl

Posted by: "Uyun Gunarti" uyun_g@yahoo.com   uyun_g

Sat May 30, 2009 2:57 pm (PDT)




anak ku juga pernah sariawan karena jatuh, sariawan nya besar sekali dikedua bibir atas dan bawah, aku kasih madu dan banyak dikasih jus buah, 3 hari sudah membaik dan sembuh....memang musti sabaaaaarrrrrr sekali membujuk agar mau minum jus dan dioles madu,
tapi saya berusaha untuk ikut merasakan sakitnya, jadi kalo pun dia rewel gak mau makan, aku ikut maklum karena pasti sakit n perih jadi aku berusaha untuk membujuk dan membuat sakitnya berkurang dengan memasukan makanan tanpa menyentuh sariawannya dengan membentuk bola2 nasi yg kecil2.

maaf ya kalo tidak membantu....

mama giby

__________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

4.

Help Babyku hidung mampet,alergikah?

Posted by: "ayudiasan@yahoo.com" ayudiasan@yahoo.com   ayudiasan

Sat May 30, 2009 2:48 pm (PDT)



Dear doc n sp mohon pencerahannya

Maaf posting subuh2, soalnya gak bisa tidur dari tadi ,babyku Rayyan (2m) hidungnya mampet padahal gak batuk n pilek, nafasnya jadi bunyi n stlh aku periksa memang ada kotoran hidungnya yg kering yg hampir menutupin salah satu lobang hidung nya, sblmnya aku smpt baca postingan tanda2 baby alergi dr milis sebelah n search di google yg ada bbrp kesamaan dg babyku
- sering bersin , mata berair,sering belekan
- batuk (kadang2)
- nafas sering bunyi n kadang kl lg tidur nafasnya cepat
- suka ngeden n mulet
- kl digendong gak mau posisi ditidurin,pasti nangis kejer maunya posisi berdiri( normal?)
- kl lg digendong mata dan kepala suka melihat keatas( apakah ini normal?)
- mata kadang juling
- bibir bagian atas kering n mengelupas( ini knp ya?)
- sering garuk2 muka
- sering timbul spt biang keringat/merah2 di muka n kelopak mata,tp kl srg di lap air anget lsg hilang lagi

Malam ini tidurnya gak aku pakein ac,krn mmg setiap mlm n pagi hidungnya jd mampet tp kasian babyku jadi keringetan n bobo nya kebangun mulu, sejauh ini babyku gak trlalu rewel cm rengek2 dikit tp dr td siang gelisah bobo nya
help doc n sp apakah kondisi babyku diatas normal? Kl mmg benar ciri2 alergi,alergi apakah spt itu?
Bagaimana cr membersihkan kotoran hidungnya krn jauh di bagian dlm lobang hidung?
Fyi babyku asiX n bb 5kg

Regards,
Ayudia ( yg gak bs bobo stlh baca tanda2 alergi yg byk kesamaan dg Rayyan)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
5a.

Sakit perut hbs melahirkan

Posted by: "ayudiasan@yahoo.com" ayudiasan@yahoo.com   ayudiasan

Sat May 30, 2009 3:23 pm (PDT)



Dear doc n sp

Aku habis melahirkan 2 bulan yg lalu dg persalinan normal dan dibantu vakum, karna kesibukan mengurus baby n males antri ke dsog ku yg pasiennya mmg bejibun sampe skrg aku blm kontrol lagi pasca melahirkan,
Tp blakangan aku merasakan ada bbrp keluhan spt ini;
- perut bagian bawah sering ngilu n sakit
- bekas jaitan masih sakit apalagi kl aku byk beraktivitas pdhl tmn yg melahirkan ssdh aku dia sdh smbuh n gak ada keluhan
- kl kencing gak bisa ditahan bs kluar sndiri (dr awal hbs melahirkan smpe skrg)
- nifasku sehabis melahirkan cm 2mnggu lalu kering,tp skrg kluar lagi spt flek tp berlendir (maaf) , oya aku blm haid

Sejak awal hbs melahirkan aku merasa terlalu byk bergerak krn aku sendiri yg ngurusin baby mulai ganti bedong n mandiin..
Apakah ada mom yg pernah merasakan hal yg sama dg ku,adakah pengaruh vakum dg bentuk vagina maksudku apakah bs balik ke bntuk semula elastisitasnya??
aku sdh daftar dsog ku tp msh buat 2hr lagi itupun dpt no 20,
Mom dtunggu share nya ya,thanx

Regards
Mom of Rayyan (2m)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
5b.

Re: Sakit perut hbs melahirkan

Posted by: "erna_fariany" erna_fariany@yahoo.com   erna_fariany

Sat May 30, 2009 9:18 pm (PDT)



mbak setau saya dan yang saya lakukan 3 kali,
40 hari setelah melahirkan ke dokter
untuk kontrol, diperiksa rahim dan jahitan.,

kok bisa gak kontrol dengan sebab males antri ya...,
menurut saya itu beresiko,

segera ke dokter atau bidan, deh mbak.....,

sorry kalo gak berkenan ya..,

salam
erna

--- In sehat@yahoogroups.com, ayudiasan@... wrote:
>
> Dear doc n sp
>
> Aku habis melahirkan 2 bulan yg lalu dg persalinan normal dan dibantu vakum, karna kesibukan mengurus baby n males antri ke dsog ku yg pasiennya mmg bejibun sampe skrg aku blm kontrol lagi pasca melahirkan,
> Tp blakangan aku merasakan ada bbrp keluhan spt ini;
> - perut bagian bawah sering ngilu n sakit
> - bekas jaitan masih sakit apalagi kl aku byk beraktivitas pdhl tmn yg melahirkan ssdh aku dia sdh smbuh n gak ada keluhan
> - kl kencing gak bisa ditahan bs kluar sndiri (dr awal hbs melahirkan smpe skrg)
> - nifasku sehabis melahirkan cm 2mnggu lalu kering,tp skrg kluar lagi spt flek tp berlendir (maaf) , oya aku blm haid
>
> Sejak awal hbs melahirkan aku merasa terlalu byk bergerak krn aku sendiri yg ngurusin baby mulai ganti bedong n mandiin..
> Apakah ada mom yg pernah merasakan hal yg sama dg ku,adakah pengaruh vakum dg bentuk vagina maksudku apakah bs balik ke bntuk semula elastisitasnya??
> aku sdh daftar dsog ku tp msh buat 2hr lagi itupun dpt no 20,
> Mom dtunggu share nya ya,thanx
>
> Regards
> Mom of Rayyan (2m)
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>

5c.

Re: Sakit perut hbs melahirkan

Posted by: "ayudiasan@yahoo.com" ayudiasan@yahoo.com   ayudiasan

Sat May 30, 2009 9:34 pm (PDT)



Dear mom erna

Iya mom aku mmg telat ceknya tp bukan gak berencana sama sekali lho , mumpung ada milis aku share dl deh keluhannya.. Hehe.. .
habisnya dsog ku pasiennya byk,jd aku bingung soalnya kudu bw babyku jg,walopun dtungguin ma neneknya di mobil.. Prakteknya mlm pula jd keulur2 mulu waktunya.. :)

Hrsnya aku kontrol smnggu stlah melahirkan udh janji ma dsog nya tp ternyata babyku jaundice tus 2 kali bolak balik dirawat n aku ikut rwat inap d wkt itu ;)

Thanx ya mom n doain everything is ok

Regards

Mom of rayyan (2m)


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "erna_fariany" <erna_fariany@yahoo.com>

Date: Sun, 31 May 2009 04:18:07
To: <sehat@yahoogroups.com>
Subject: [sehat] Re: Sakit perut hbs melahirkan


mbak setau saya dan yang saya lakukan 3 kali,
40 hari setelah melahirkan ke dokter
untuk kontrol, diperiksa rahim dan jahitan.,

kok bisa gak kontrol dengan sebab males antri ya...,
menurut saya itu beresiko,

segera ke dokter atau bidan, deh mbak.....,

sorry kalo gak berkenan ya..,

salam
erna




--- In sehat@yahoogroups.com, ayudiasan@... wrote:
>
> Dear doc n sp
>
> Aku habis melahirkan 2 bulan yg lalu dg persalinan normal dan dibantu vakum, karna kesibukan mengurus baby n males antri ke dsog ku yg pasiennya mmg bejibun sampe skrg aku blm kontrol lagi pasca melahirkan,
> Tp blakangan aku merasakan ada bbrp keluhan spt ini;
> - perut bagian bawah sering ngilu n sakit
> - bekas jaitan masih sakit apalagi kl aku byk beraktivitas pdhl tmn yg melahirkan ssdh aku dia sdh smbuh n gak ada keluhan
> - kl kencing gak bisa ditahan bs kluar sndiri (dr awal hbs melahirkan smpe skrg)
> - nifasku sehabis melahirkan cm 2mnggu lalu kering,tp skrg kluar lagi spt flek tp berlendir (maaf) , oya aku blm haid
>
> Sejak awal hbs melahirkan aku merasa terlalu byk bergerak krn aku sendiri yg ngurusin baby mulai ganti bedong n mandiin..
> Apakah ada mom yg pernah merasakan hal yg sama dg ku,adakah pengaruh vakum dg bentuk vagina maksudku apakah bs balik ke bntuk semula elastisitasnya??
> aku sdh daftar dsog ku tp msh buat 2hr lagi itupun dpt no 20,
> Mom dtunggu share nya ya,thanx
>
> Regards
> Mom of Rayyan (2m)
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>




[Non-text portions of this message have been removed]

5d.

Re: Sakit perut hbs melahirkan

Posted by: "Purnamawati" purnamawati.spak@cbn.net.id

Sun May 31, 2009 1:49 am (PDT)



Ayu
thanks buat SP yang sudah menanggapi
boleh ikutan urun rembug ya

1. saya belum membaca bahwa pasca lahiran normal harus kontrol rutin ke DSOG
meski tak ada keluhan
Kalau ada perdarahan, keputihan berbau apalagi disertai demam dan gangguan
kesehatan lainnya (tapi jarang ya), perlu konsul ke dokter/bidan

Biasanya kontrol pada saat 40 hari pasca melahirkan, itupun lebih untuk
planning birth control nya

2. perut bagian bawah sakit/ngilu ...
sangat mungkin bukan karena masalah rahim
Bisa variasi normal karena fatigue, atau perlu pikirkan kemungkinan ISK

bekas jahitan mestinya sudah tak ada masalah. Umumnya 5 hari juga sudah
menutup baik, bisa saja sampai 1 minggu

ok coba browsing di mayo clinic perihal pregnancy and labor ...

vagina balik ke bentuk semula elastisitasnya? bisa;
olah raga untuk memperkuat otot panggul rutin setiap hari

selamat berdiskusi dengan doktermu

wati

6.

[TANYA] Usus buntu saat hamil

Posted by: "Thyteen" thyteen@gmail.com

Sat May 30, 2009 5:14 pm (PDT)



dear drs and sps,

gimana tatalaksana untuk ibu hamil 13 minggu dan divonis dokter menderita
usus buntu ??

regards

[Non-text portions of this message have been removed]

7.

Re: Digest Number 10068

Posted by: "dirgahaya agustina" diirga@yahoo.com   diirga

Sat May 30, 2009 8:52 pm (PDT)




Terima kasih bapake ghozan atas infonya. Iya tuh suami kebetulan kemarin &quot;lupa&quot; jadi makan sambal ati ampela, terus besoknya makan udang pula. Langsung deh malemnya sakit kaki gak bisa jalan.

Sekali lagi terima kasih ya.

Salam,
Dirga

sehat@yahoogroups.com wrote:
> Milis SEHAT Group
> Milis SEHAT Group
> Messages In This Digest (23
> Messages)
> 1a.
> Re: Tanya info DSA
> From:
> Esti Gunawan
> 1b.
> Re: Tanya info DSA
> From:
> Purnamawati
> 2a.
> Re: Pengen hamil... tapi
> From:
> Purnamawati
> 3a.
> Re: pengin hamil..tapi....
> From:
> Purnamawati
> 4a.
> Re: Menyapih Sekarang atau Menunda Operasi?
> From:
> Purnamawati
> 5a.
> (Tanya) asam urat kambuh, kaki jadi sakit
> From:
> Dirga
> 5b.
> Re: (Tanya) asam urat kambuh, kaki jadi sakit
> From:
> ghozansehat
> 6a.
> Re: [TANYA] Dampak Imunisasi Varicella usia dini?
> From:
> tristanathan
> 7a.
> Ikutan PESAT 3 BANDUNG yuk
> From:
> Pesat Bdg
> 8.
> [OOT] Panen Musim Gugur /Aborsi
> From:
> ghozansehat
> 9a.
> Tanya : gusi (tempat geraham bungsu) bengkak
> From:
> Mei80
> 9b.
> Re: Tanya : gusi (tempat geraham bungsu) bengkak
> From:
> Olie vi
> 10.
> [news] FDA Report Urges Tougher Acetaminophen Warning
> From:
> ghozansehat
> 11.
> [news] Ada Lapisan Lilin Antilengket pada Mi Instan?
> From:
> ghozansehat
> 12a.
> Re: T: oot-day care d buncit/pejaten
> From:
> polarlander74@yahoo.co.id
> 13.
> Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial Dis
> From:
> marcella kasih
> 14.
> INFO: Minum Jamu Bisa Sebabkan Sakit Ginjal
> From:
> Fina Lefina
> 15a.
> [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> From:
> msyohannes
> 15b.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> From:
> dian.wahdini@yahoo.com
> 15c.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> From:
> hasna.hanifah@yahoo.com
> 15d.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> From:
> Ari Rustadewi
> 15e.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> From:
> megasanty
> 16.
> sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ?
> From:
> nankrist
> View All Topics | Create New Topic
> Messages
> 1a.
> Re: Tanya info DSA
> Posted by: "Esti Gunawan"
> ehandayani@gmail.com
>  
> esti_fgj
> Fri May 29, 2009 5:00 pm (PDT)
> Wah, banyak pelajaran yang kita petik dari sini. Maaf ya Mb titi, kalo saya
> 'obrak-abrik' emailnya. saya sih, karena bukan dokter, prefer untuk tidak
> membahas soal tindakan yang dokter lakukan, tapi mending ngebahas sikap kita
> sebagai konsumen kesehatan
> 1. ke dokter = beli obat?
> Hak kita sebagai konsumen adalah mendapatkan penjelasan yang sedetail
> mungkin mengenai sakit kita maupun treatment yang akan atau sedang dilakukan
> dokter. Itulah yang namanya konsultasi. Kalo beli obat mah, di warung juga
> bisa bukan? Tapi kenapa ke dokter itu jauh lebih aman? Karena seharusnya
> kita mendapatkan informasi yang lengkap. Di kasus ini, diagnosa masih gak
> jelas (alergi apa?) tapi obat sudah diberikan
> 2. sakit = obat?
> Kalo sakit, bukannya yang pertama harus dilakukan adalah mencari
> penyebabnya? Bukan cuma menyelesaikan akibatnya? Karena kalo cuma fokus di
> akibat (dalam hal ini bruntusan dan gak bisa pup), kemungkinan untuk
> terulang kembali lebih besar. Bukannya harusnya ditelusuri, apa ya penyebab
> bruntusan? Apa yang penyebab konstipasi?
> sekarang ke sakitnya Bianco... merah-merah, bruntusan, mungkin benar alergi.
> alergi apa? langkah awal, amati keseharian Bianco, sensitif terhadap makanan
> apa? sensitif terhadap bahan apa? sensitif terhadap kosmetika apa?
> kemudian soal konstipasi, bagaimana pola makan Bianco? cukup serat kah?
> Cukup cairan kah?
> Yuk sharing lebih jauh lagi Mb Titi.. :)
> Esti
> 2009/5/29 titiaryati < titiaryati@yahoo. com >
>>
>>
>> dear Sp's
>> Ide Mbak esti boleh juga mungkin tadi saya salah mengutarakan maklum lagi
>> panik and bingung. Mungkinsaya cerita dulu.
>> Sekitar sebulan yang lalu anak saya mau Imun Campak, saya bilang ke dok
>> tolong periksa dulu soalnya anak saya disekitar tanagn paha merah semua plus
>> bruntusan. Dokter bilang ini alergi jadi tidak bisa imun campak takut
>> kesiwer jadinya cuma dikasi bedak Sali..l plus sabun seba..d, 2 minggu
>> kemudian saya kembali lagi u/imun campak saya bilang anak saya bersin2 trus
>> PUPnya susah + Keras dok 9Merah merah sudah hilang). cek dia bilang anak
>> saya sakit (Flu+Batuk) jadi tidak bisa imun campak dia buatin resep u/
>> bapil(Puyer) dai bilang u/ PUP kasi mikrolac aja saya kaget kok mikrolac
>> anak saya masih bayi loh dok trus dok bilang ngak apa2 lalu dia ralat lagi
>> disuruh coba pake sabun aja. Hari selasa (26/5) saya kembali u/imun campak
>> kondisi anak saya waktu itu badannya muncul merah merah lagi sekarang hampir
>> sekujur tubuh dia merah+bruntusan dokter cancel imun lagi trus dikasi resep
>> bapil+vitamin( semua puyer, neob..t saya tannya obat apalagi dok dia bilang
>> untuk alergi+bapil, Maka dari itu saya sudah tidak nyaman dengan dokter ini.
>> Mungkin para dokter disini ada yang bisa bantu apa benar prosedur dsa saya
>> itu sudah tepat.
>> Informasi saja anak saya sudah 9M makan3x sekali (Sangat susah makan) berat
>> 8kg buah1x. Tolong pencerahannya ya Sp's
>>
>> Warm regards
>> Bunda bianco
>>
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (8)
> 1b.
> Re: Tanya info DSA
> Posted by: "Purnamawati"
> purnamawati.spak@cbn.net.id
> Fri May 29, 2009 5:02 pm (PDT)
> dear Bundanya Bianco
> terimakasih sudah sharing kondisi Bianco
> hmmm susah juga nih jawabnya (mungkin lebih tepatnya ... gemes jawabnya hehehe maaf ya ... bukan pencemaran nama baik kan ya hehehe)
> Kalau boleh urun rembug
> 1. cerita ini merupakan salah satu potret buram kondisi layanan kesehatan di Indonesia (catatan tambahan: apalagi tenaga medisnya bukan tenaga medis asing kan ya hehehe) ...
> 2. semua kondisi yang dikemukakan (reaksi alergi, batuk pilek ISPA), bukan halangan untuk memberikan imunisasi - artinya - bukan halangan untuk memproteksi anak terhadap infeksi campak
> dengan menunda imunisasi campak, kita memposisikan anak pada bahaya terkena infeksi campak ... padahal kita tahu risiko komplikasi campak (baik risiko komplikasi jangka pendek, maupun risiko komplikasi jangka panjang)
> 3. Kondisi si anak ketika reaksi alergi dan ketika batuk pilek ...tidak butuh semua obat yang diberikan
> Overmedcated; tepatnya, over unnecessary medications
> 4. Pertumbuhan & pola makan
> banyak email di milis seputar hal ini, lihat di arsip ya
> Coba plot BB dan PBnya di kurva pertumbuhan WHO
> Coba variasi makannya: es krim, es mambo (bikinan sendiri ya), spageti, puding dll; makan tak harus nasi kan ya
> semoga membantu
> semoga segera jumpa DSA yang bisa menjad teman sejati
> bisa berdansa berdua dengan cantik
> peluk buat Bianco
> wati (maaf gak potong ekor)
> ----- Original Message -----
> From: titiaryati
> To: sehat@yahoogroups. com
> Sent: Friday, May 29, 2009 3:30 PM
> Subject: [sehat] Re: Tanya info DSA
> dear Sp's
> Ide Mbak esti boleh juga mungkin tadi saya salah mengutarakan maklum lagi panik and bingung. Mungkinsaya cerita dulu.
> Sekitar sebulan yang lalu anak saya mau Imun Campak, saya bilang ke dok tolong periksa dulu soalnya anak saya disekitar tanagn paha merah semua plus bruntusan. Dokter bilang ini alergi jadi tidak bisa imun campak takut kesiwer jadinya cuma dikasi bedak Sali..l plus sabun seba..d, 2 minggu kemudian saya kembali lagi u/imun campak saya bilang anak saya bersin2 trus PUPnya susah + Keras dok 9Merah merah sudah hilang). cek dia bilang anak saya sakit (Flu+Batuk) jadi tidak bisa imun campak dia buatin resep u/ bapil(Puyer) dai bilang u/ PUP kasi mikrolac aja saya kaget kok mikrolac anak saya masih bayi loh dok trus dok bilang ngak apa2 lalu dia ralat lagi disuruh coba pake sabun aja. Hari selasa (26/5) saya kembali u/imun campak kondisi anak saya waktu itu badannya muncul merah merah lagi sekarang hampir sekujur tubuh dia merah+bruntusan dokter cancel imun lagi trus dikasi resep bapil+vitamin( semua puyer, neob..t saya tannya obat apalagi dok dia bilang
untuk alergi+bapil, Maka dari itu saya sudah tidak nyaman dengan dokter ini.
> Mungkin para dokter disini ada yang bisa bantu apa benar prosedur dsa saya itu sudah tepat.
> Informasi saja anak saya sudah 9M makan3x sekali (Sangat susah makan) berat 8kg buah1x. Tolong pencerahannya ya Sp's
> Warm regards
> Bunda bianco
> --- In sehat@yahoogroups. com , Esti Gunawan <ehandayani@ ...> wrote:
> >
> > menurut saya sih, ketimbang membahas dokternya, bukannya lebih baik kalo
> > membahas soal keadaan Bianco? Betulkah alergi dan susah pup perlu ke dokter?
> > Atau jangan-jangan hanya perlu perubahan pola hidup?
> > Yuk diskusi aja....
> >
> > Esti
> > finally bisa nyolong OL
> >
> > On 5/29/09, sridadan@... <sridadan@.. .> wrote:
> > >
> > > Mungkin nanti kirimnya japri aja ke bunda bianco karena bagaimanapun
> > > terkadang kita sangat memerlukan second opoini untuk dokter atau instansi
> > > tertentu.
> > > Mohon maaf jika tidak berkenan
> > > Regarads
> > > Sri
> > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (8)
> 2a.
> Re: Pengen hamil... tapi
> Posted by: "Purnamawati"
> purnamawati.spak@cbn.net.id
> Fri May 29, 2009 5:02 pm (PDT)
> dear ... cuma mau urun rembug singkat
> rubella kan virus
> TIDAK ada obatnya
> wati
> ----- Original Message -----
> From: novida sj
> To: sehat@yahoogroups. com
> Sent: Friday, May 29, 2009 11:44 AM
> Subject: [sehat] Pengen hamil... tapi
> Mbak,
> Sebaiknya jika hasil TORCH nya positif (untuk tokso, rubella maupun CMV, mau semua atau salah satu dari itu). Lebih baik jangan hamil dulu, tapi sebaiknya diobati dulu. Karena saya dulu pernah mengalami saat anak pertama, pas ketahuan telat saya baru test kehamilan dan lsg test TORCH, ternyata tokso dan rubella saya positif meskipun sangat sedikit sekali lebih dari batas normal. Selama kehamilan saya diberikan obat untuk tokso dan rubella nya, tapi menurut DSog tsb, tokso nya mungkin bisa tidak terlalu pengaruh ke janin, namun rubella tidak akan mempan diobati, jika sudah terlanjur hamil. jadi akan mempengaruhi ke janin.
> Saya dahulu tetap mempertahankan kehamilan saya hingga bayi saya lahir, ternyata benar setelah lahir meskipun bayi saya secara fisik sehat dan normal semua organ tubuh lengkap. Namun lahir dengan Bayi lahir rendah (1,8kg) meskipun sya sudah kejar dengan mengkonsumsi segala makanan yang kaya lemak dan glukosa, namun tak pengaruh. dan setelah melalui tahap pemeriksaan ternyata bayi saya membawa penyakit bawaan lahir yaitu jantung bocor, adanya klep dijantungnya, katarak pada mata serta telinga kanan kurang penderangannya.
> Sampai akhirnya anak pertama saya meninggal saat umur 9 bl, selama hidupnya kami bolak balik ke dokter untuk cek semua (jantung,mata dan gizi). malah sempat operasi katarak untuk kedua matanya. Cuma kami belum sempat mengoperasi klep jantungnya karena pertimbangan berat badan yang masih kurang.
> Oleh karena itu pada kehamilan selanjutnya saya sangat berhati2 untuk tidak sampai terjadi hal yang sama, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes darah selengkapnya. Alhamdulilah anak kedua lahir dengan berat 3,4kg dan normal semua sehat bahkan sampai sekarang usia 11 bl masih ASI dan baru 1 kali terkena common colds saja.
> Saya terus berusaha untuk memperkaya pengatahuan kesehatan saya, untuk kebaikan kami sekeluarga.
> Mohon maaf jadi curhat niy sepertinya. maaf jika ada yang tidak berkenan.Terima kasih
> -Novida (Bundanya Daffa 11m 2d)-
> Get your preferred Email name!
> Now you can @ymail.com and @rocketmail. com
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ sg/
> [Non-text portions of this message have been removed]
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 3a.
> Re: pengin hamil..tapi....
> Posted by: "Purnamawati"
> purnamawati.spak@cbn.net.id
> Fri May 29, 2009 5:04 pm (PDT)
> saya kurang mengikuti thread awal ... maaf
> tapi ada beberapa alternatif
> Alternatif pertama, tunggu 3 bulan tanpa harus periksa apapun
> alternatif kedua .. ulang periksa TORCH IgM dan IgG
> kalau saya jadi kamu, saya tidak pernah mengalami kehamilan bermasalah, saya pilih alternatif 1
> saya gak akan periksa apapun
> wati
> ----- Original Message -----
> From: tiekchan
> To: sehat@yahoogroups. com
> Sent: Friday, May 29, 2009 9:29 PM
> Subject: [sehat] Re: pengin hamil..tapi. ...
> trims bunda wati..tapi apakah bisa dipastikan sehat andai IgMnya tidak di cek? atau mereka harus meminta dicek ulang?
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (8)
> 4a.
> Re: Menyapih Sekarang atau Menunda Operasi?
> Posted by: "Purnamawati"
> purnamawati.spak@cbn.net.id
> Fri May 29, 2009 5:05 pm (PDT)
> saya tidak berani mengomentari masalah tumornya
> saya hanya mau menyatakan, tak ada yang salah dengan metabolisme mu termasuk metabolisme kalsium
> wati
> ----- Original Message -----
> From: Bubu Ica
> To: sehat@yahoogroups. com
> Sent: Friday, May 29, 2009 6:40 PM
> Subject: Re: [sehat] Re: Menyapih Sekarang atau Menunda Operasi?
> Dear Tini,
> Wah, saya baru mau bertanya hal yang sama ke forum. Sekarang saya pun masih
> menyusui anak saya yang berusia 22 bulan pada saat dokter meminta saya unt
> menjalani operasi.
> Saat ini saya juga pny benjolan ukuran 2 cm sebanyak 1 buah di PD kiri arah
> jam 3 dan 2 buah di axilla kiri. Dokter pertama yg saya temui lgs minta saya
> menjalani eksisi untuk yg di PD dan akan melakukan frozen section, untuk
> memutuskan ganas dan tidaknya benjolan. Asumsi awal ini adalah FAM. Tapi
> masih belum tegap diagnosanya karena masih harus eksisi dulu.
> Dokter yang kedua, memberi penjelasan dengan lebih baik, memeriksa dengan
> lebih teliti dan menemukan tidak semua sisi benjolan bersisi halus dan citra
> USG menunjukan seperti terjadi kalsifikasi. Di sini beliau menganjurkan
> eksisi segera juga karena benjolan tersebut sangatlah keras seperti tulang
> tidak kencal seperti biasanya tumor jinak dan ada bagian yang bersisi kasar.
> Selain itu sudah ada benjolan lain di axila, yg sepertinya bukan KGB..
> Pada poin ini saya lebih cenderung untuk ikuti prosedur eksisi karena ada
> potensi benjolan saya bukan sekedar tumor jinak atau FAM. Dan berharap
> sesudah recovery bisa kembali menggenapkan menyusui sampai 2 tahun. Mungkin
> tidak menjawab pertanyaan mb Tini, tapi mungkin bisa kasi gambaran untuk
> ambil keputusan sesuai dgn besar kecil faktor resiko.
> Dokter Wati dan dokter Anto, mohon pencerahan juga apakah keputusan saya
> untuk eksisi sudah tepat. Sebenarnya saya juga pny pertanyaan lain, dulu
> sewaktu hamil saya sempet bleeding dan mengalami pengapuran plasenta di
> trimester kedua yg menyebabkan bayi saya lahir kecil dan FTT. Dan sekarang
> saya terjadi pengapuran pula di PD saya (jika benar, benjolan ini adalah
> makrokalsifikasi) . Apakah saya mengalami sindrom tertentu yang mengakibatkan
> metabolisme kalsium saya terganggu? gimana ya cara saya mengeceknya?
> Terima kasih banyak sebelumnya,
> Wassalam,
> Ica - Bubunya Ghazi
> On Fri, May 29, 2009 at 5:20 PM, Purnamawati < purnamawati. spak@cbn. net.id >wrote:
>>
> >
> > FAM ... sudah browsing di mayo clinic?
> > sol wati
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> [Non-text portions of this message have been removed]
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (8)
> 5a.
> (Tanya) asam urat kambuh, kaki jadi sakit
> Posted by: "Dirga"
> diirga@yahoo.com
>  
> diirga
> Fri May 29, 2009 6:17 pm (PDT)
> Dear Docs and Sp's,
> Suami saya asam uratnya lagi kambuh, kakinya bengkak dan sakit jadi nggak bisa jalan. So far sih treatmentnya cuma minum air putih yg banyak dan dikompres kakinya. Kira2 perlu ke dokter nggak yah? Udah bener belum sih treatment ini? Kasian soalnya suami kesakitan.. Terus makanan2 apa aja yg boleh dikonsumsi suami kalo lagi sakit begini?
> Mohon infonya ya Docs dan Sp's yg punya pengalaman dalam hal ini. Terima kasih sebelumnya.
> Salam,
> Dirga
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 5b.
> Re: (Tanya) asam urat kambuh, kaki jadi sakit
> Posted by: "ghozansehat"
> ghozansehat@yahoo.com.sg
>  
> ghozansehat
> Fri May 29, 2009 8:03 pm (PDT)
> dear ibu
> kl boleh urun rembug
> cmiiw
> saya anggap diagnosisinya : asam urat yah.
> mungkin riwayat sebelum2nya memang sudah pernah/sering konsultasi ke dokter.
> soalnya kl belum pernah konsul...sendi ngilu2/ nyeri sendi belum tentu
> asam usat, untuk memastikan biasanya pelu pemeriksaan penunjang/ tes lab.
> kl kondisinya sedang demikian/ kambuh / meradang.
> kl saran saya lebih baik konsul ke ahlinya.
> agar nanati dilihat, apakah memang perlu intervensi obat2an anti
> inflamasi non steroid sekedar membantu menurunkan kadar asam uratnya.
> ingat sekedar membantu yah bukan menyembuhkan, baru plannging jangka
> panjang harus mengubah pola makannya.
> karena apa didalam tubuh kita hasil dari metabolisme itu sudah
> menghasilan asam urat/ uric acid sekitar 85%, artinya asupan dari luar
> hanya butuh 15% saja.
> cilakannya lidah kita kl sudah nempel...udah susah melepasnya.
> jd ubah mindsetnya.. .enaknya cuma di ujung thok, nyampai pangkal lidah
> dah ga berasa apa2 lagi....
> jd kl boleh pesan hindari makanan yg mengandung purin.
> coba buka lg arsip milisnya, buanyak banget bahasan tentang asam urat/
> gout ini.
> smoga lekas baikan
> mohon maaf kl kurang membantu
> salam sehat,
> bapakeghozan- -kirim tanpa sinyal, oleh tukangp@st.
> Dirga wrote:
>> Dear Docs and Sp's,
>>
>> Suami saya asam uratnya lagi kambuh, kakinya bengkak dan sakit jadi nggak bisa jalan. So far sih treatmentnya cuma minum air putih yg banyak dan dikompres kakinya. Kira2 perlu ke dokter nggak yah? Udah bener belum sih treatment ini? Kasian soalnya suami kesakitan.. Terus makanan2 apa aja yg boleh dikonsumsi suami kalo lagi sakit begini?
>>
>> Mohon infonya ya Docs dan Sp's yg punya pengalaman dalam hal ini. Terima kasih sebelumnya.
>>
>> Salam,
>> Dirga
>>
>>
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 6a.
> Re: [TANYA] Dampak Imunisasi Varicella usia dini?
> Posted by: "tristanathan"
> tristanathan.amadeo@gmail.com
>  
> trinovi
> Fri May 29, 2009 7:16 pm (PDT)
> 5 tahun ya mbak... udah waktunya booster thypiod, dpt, mmr dan varicella
> dong?
> -ria-
> http://www.cdc. gov/vaccines/ vpd-vac/varicell a/vac-faqs- gen.htm
> Who should be vaccinated?
> - All healthy children 12 months through 12 years of age should have two
> doses of chickenpox vaccine, administered at least 3 months apart. Children
> who have evidence of
> immunity< http://www.cdc. gov/vaccines/ vpd-vac/varicell a/vac-faqs- gen.htm#immunity >to
> varicella do not need the vaccine.
> 2009/5/29 < sridadan@gmail. com >
>>
>>
>>
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (6)
> 7a.
> Ikutan PESAT 3 BANDUNG yuk
> Posted by: "Pesat Bdg"
> pesatbdg@gmail.com
> Fri May 29, 2009 7:47 pm (PDT)
> *Panik saat anak demam karena takut demam berdarah ?*
> *Apa kejang demam menimbulkan epilepsi ?*
> *Betulkah puyer berbahaya ?*
> *Bingung menghadapi anak dengan Gerakan Tutup Mulutnya alias nggak mau makan
> ?*
> *Mengapa berat badan anak saya tidak bertambah ?*
> *Makin banyak pertanyaan-pertanya n yang hadir & terlintas dalam merawat buah
> hati kita ?*
> *Temukan jawabannya yang di ulas tuntas di PESAT 3 Bandung, Early bird
> mendapat souvenir dari produk sponsor, ayo buruan tempat terbatas.*
> **
> Dengan misi mencerdaskan konsumen kesehatan Indonesia agar dapat
> mempersembahkan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak, Yayasan Orangtua
> Peduli (YOP), mengadakan seminar setengah hari Program Edukasi Kesehatan
> Anak untuk Orangtua (PESAT) di BANDUNG.
> Seminar yang diadakan oleh Yayasan Orangtua Peduli (YOP) dibimbing oleh
> dr.Purnamawati, SpAK,MMPed dan didukung oleh WHO, kita akan diajak untuk
> mulai mengenal pengetahuan yang menyeluruh tentang kesehatan anak, sebagai
> bekal orangtua untuk mampu berpikir dan bertindak secara rasional dalam
> melihat masalah kesehatan buah hati tercinta kita.
> *Adapun jadwal dan topik yang akan dibahas adalah :*
> *Sesi I â€" (Sabtu, 25 Juli 2009 Pkl.08.00-15. 00 WIB)*
> **Topik 1 : Seputar Demam **
> **Topik 2 : Penyakit Langganan Pada Anak (Common Problems)**
> *Sesi II â€" (Minggu, 26 Juli 2009 Pkl.08.00-15. 00 WIB)*
> **Topik 1 : Menilai Tumbuh Kembang Anak**
> **Topik 2 : Makanan Pendamping Asi (MPASI)**
> **Topik 3 : Rational Use of Drugs**
> * *
> * *
> *Sesi I â€" (Sabtu, 25 Juli 2009 Pkl.08.00-15. 00 WIB)*
> **Topik 1 : Seputar Demam **
> Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya. Tahukah kita bahwa
> demam itu bukan penyakit tapi gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit?
> Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun demam?
> Berbahayakah kejang demam ? Apakah yang dimaksud dengan kejang demam ? Apa
> yang harus dilakukan jika anak kejang demam?
> Apa itu demam berdarah ? Apa beda demam biasa dengan demam berdarah ? Kapan
> bisa di rawat di rumah ? dalam keadaan apa harus menjalani rawat inap? Apa
> yang harus dilakukan jika anak demam berdarah ?
> Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam, ikuti penjelasan
> tentang demam berikut tata laksana penanganannya secara rasional.
> **Topik 2 : Penyakit Langganan Pada Anak (Common Problems)**
> Diare, muntah, infeksi telinga, dan common colds (batuk dan pilek) adalah
> beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Kebanyakan penyakit
> langganan anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Does my child really need
> drugs? Apakah obat itu adalah Antibiotik ? Kalau diresepkan antibiotik,
> apakah harus dihabiskan ?
> Temukan topik penyakit langganan anak, saat tepat untuk mengkonsumsi dan
> tata laksana konsumsi antibiotika, dalam sesi ini.
> *Sesi II â€" (Minggu, 26 Juli 2009 Pkl.08.00-15. 00 WIB)*
> **Topik 1 : Menilai Tumbuh Kembang Anak**
> Banyak anggapan yang beredar di masyarakat kita bahwa anak kecil yang gemuk
> pasti sehat & lucu. Dilain pihak anak yang kurus adalah anak yang kurang
> gizi & penyakitan. Bahkan tidak sedikit para ibu yang memiliki anak dengan
> berat badan langsing dianggap sebagai ibu yang tidak becus dalam merawat
> anak. Betulkah hal ini ? Apa fungsinya growth chart itu Bagaimana cara
> membaca growth chart ? dan Apakah itu Body Mass Index serta apa
> fungsinya ? Temukan
> fakta & realitasnya secara jelas di sesi ini.
> **Topik 2 : Makanan Pendamping Asi (MPASI)**
> Bagaimana MPASI itu ?, Bagaimana sih cara yang paling baik untuk
> memperkenalkan makanan padat pada anak? Bingung, anak GTM (Gerakan Tutup
> Mulut)?, Pusing karena anak sedikit atau susah sekali minum susu?, Seperti
> apa konsep pemberian makan yang baik pada anak? Bagaimana menerjemahkan
> piramida makanan dalam pola makan anak sehari-hari? Temukan kiatnya dalam
> sesi ini
> **Topik 3 : Rational Use of Drugs**
> Kenapa harus menggunakkan obat secara rasional? Bukankah dokter telah
> meresepkan yang terbaik untuk pasiennya? Apakah semua gejala penyakit
> membutuhkan obat (a pill for an ill) ? Bagaimana dengan risk and benefit
> obat? Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah
> terjalin suatu "Partnership" yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah
> yang memikul tanggung jawab Pelayanan Kesehatan? Temukan bahasan lengkapnya
> disini.
> * *
> **LOKASI SEMINAR**
> *XL Bandung, Jl. RE.Martadinata No.7 Bandung *
> * *
> **MEKANISME PENDAFTARAN DAN CARA PEMBAYARAN**
> *A. PENDAFTARAN PESERTA *
> 1. Melalui email ke pesatbdg@gmail. com dengan Subjek: *PENDAFTARAN*
> 2. Daftar langsung melalui contact person berikut :
> ** Erlina : 085294209001
> Melengkapi data diri calon peserta :
> Nama Lengkap 1: (diisi untuk peserta perorangan)
> Nama Lengkap 2: (diisi apabila mengajak pasangannya)
> Status: Single/Married
> Alamat:
> Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
> Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta) :
> Jumlah Anak:
> Usia Anak:
> Sesi yang akan di ikuti : (sesi berapa saja)
> *B. WAKTU PENDAFTARAN*
> Pendaftaran dibuka terhitung hari ini dan akan ditutup tanggal 30 Juni 2009
> atau setelah kuota peserta terpenuhi.
> *Early bird : 10 pendaftar pertama mendapat souvenir dari produk sponsor. *
> *C. BIAYA PENDAFTARAN*
> Keikutsertaan keseluruhan paket:
> Peserta perorangan : Rp.100,000 per orang
> Peserta pasangan/suami- istri : Rp.160,00 per pasangan
> Keikutsertaan hanya per sesi acara:
> Peserta lepasan : Rp.60,000 per sesi per orang
> Peserta pasangan/suami- istri : Rp.100,000 per sesi per pasangan
> *D. CARA PEMBAYARAN*
> Bagi yang mendaftar melalui email:
> 1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:
> pesatbdg@gmail. com
> 2. Melakukan pembayaran dengan cara transfer ke:
> Rekening BCA a/c.139.1899. 288 a/n. Erlina Setyowati
> 3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Erlina (085294209001) atau email ke
> pesatbdg@gmail. com dengan Subjek: *KONFIRMASI PEMBAYARAN*
> * *
> Cantumkan nama peserta, nama bank, no.rek., jumlah (Rp) dan tanggal
> transfer.
> Perhatian: apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan
> nama lengkap calon peserta pada form transfer.
> *D. PERSYARATAN dan TATA TERTIB *
> Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan
> berikut ini :
> 1. Mengikuti seluruh acara paket (kecuali emergency dan lepasan)
> 2. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan
> mengikuti kuis.
> 3. Tidak membawa anak-anak pada acara ini
> 4. Membawa bukti transfer pembayaran asli
> 5. Membawa fotokopi buku kesehatan anak dan copy resep dokter anak (tidak
> wajib bagi yg single). *Diserahkan pada waktu pendaftaran ulang.*
> 6. Apabila peserta mengundurkan diri setelah Pesat di mulai dan/atau
> ditengah-tengah Pesat, tidak ada pengembalian biaya.
> 7. Apabila tidak hadir 2 kali berturut-turut otomatis di eliminasi dan tidak
> ada pengembalian biaya.
> *PERHATIAN :*
> 1. Bagi calon peserta yg memiliki kemudahan akses internet, diharapkan
> dengan sangat untuk mendaftar melalui email.
> 2. Dimohon dengan sangat untuk memperhatikan dan mengikuti batasan-batasan
> waktu pendaftaran dan pembayaran.
> 3. Di luar waktu tersebut, semua pendaftaran dan pembayaran akan dianggap
> tidak sah dan tidak akan diterima panitia. Tempat Terbatas.
> Mengenai Grup Sehat, YOP dan Pesat, dapat Anda baca lebih lanjut di
> http://www.sehatgro up.web.id/ about_us. html
> Salam Sehat,
> Panitia PESAT 3 Bandung
> --
> Panitia PESAT Bdg
> Ina
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 8.
> [OOT] Panen Musim Gugur /Aborsi
> Posted by: "ghozansehat"
> ghozansehat@yahoo.com.sg
>  
> ghozansehat
> Fri May 29, 2009 8:19 pm (PDT)
> just fyi
> biasanya kl sabtu lalulintasnya ga padat merayap.
> dari milis sebelah.
> maaf yah menuh2in inbox
> Tiduri Aku, Kau Kuhamilkan
> *Ariel Heryanto*
> Associate Professor dan Ketua Southeast Asia Centre, Australian National
> University
> MINGGU ketiga April lalu, di seputar Hari Kartini, ada perdebatan
> menarik di Internet. Pemicunya berita dari Jawa Timur tentang beberapa
> siswi yang dilarang mengikuti ujian nasional gara-gara hamil di atas
> enam bulan. Tidak jelas apakah mereka ini sudah resmi menikah, dan kapan.
> Untungnya, sejumlah pihak lain, baik dari kalangan swasta maupun
> pemerintah, berusaha memperbaiki nasib para siswi hamil ini. Tapi,
> sewaktu berita itu mulai merebak, para peminat masalah feminisme dan
> kesetaraan gender sempat geram. Bukan hanya soal kesusilaan yang
> dipersoalkan, tapi juga diskriminasi berdasarkan jenis kelamin. ”Betapa
> tidak adil,” begitu pandangan sebagian dari mereka, ”bila perempuan
> harus menanggung sanksi karena hamil, sedangkan pria yang menghamilinya
> bebas sanksi.”
> Salah satu bagian yang menarik: mengapa banyak yang memakai istilah
> ”menghamili”. Mengapa bukan ”menghamilkan” ? Karena istilah yang pertama
> sudah lazim? Tapi mengapa istilah yang satu ini harus dan sudah menjadi
> lazim ketimbang yang lain? Karena lebih logis atau sesuai dengan tata
> bahasa Indonesia?
> Saya penggemar masalah bahasa dalam pengertian seluas-luasnya; yakni
> sebagai sebuah media pergaulan sosial. Bukan bahasa sebagai
> satuan-satuan kalimat (apalagi bagian lebih kecil dari sebuah kata) di
> tangan sejumlah ahli linguistik yang menduga ada semacam kaidah atau
> logika yang netral dan berada di awang-awang. Para penutur bahasa
> dianggap harus dan hanya bisa tunduk padanya. Bahasa diperlakukan
> seperti angka-angka di tangan seorang ahli matematika.
> Sebagai media pergaulan sosial, bahasa menjadi cermin dan sekaligus
> percumbuan dan persengketaan antar-sosok dan kelompok sosial,
> masing-masing dengan kepentingan, ideologi, prasangka, harapan yang
> berbeda-beda. Bahasa mirip dengan media lain seperti lalu lintas di
> jalan raya, pemilu, pasar malam.
> Paling tidak di telinga saya, ”menghamili” agak melecehkan. Istilah ini
> memberikan kesan ada satu pihak yang menjadi subyek, aktif, dan berkuasa
> untuk bertindak sesuatu yang bertolak belakang dengan minat atau
> kepentingan pihak lain yang dijadikan obyek. Sang obyek sendiri
> dikesankan pasif, dan tidak berdaya.
> Karena pelecehan seksual memang banyak terjadi, istilah ”menghamili” dan
> ”dihamili” diperlukan. Masalahnya, tidak semua kehamilan merupakan
> akibat pelecehan seksual.
> Istilah ”menghamilkan” tidak lazim. Lebih tepatnya belum lazim. Tapi
> bukan istilah yang haram. Istilah ini memberikan peluang bagi makna
> interaksi dua pihak yang sama-sama aktif. Mungkin aktivitas dan peran
> mereka tidak sama dan setara, tetapi juga tidak sepihak dan semena-mena
> seperti padanannya yang berawalan ”meng-/di-”.
> Istilah ”menghamilkan” mengungkapkan pengertian adanya kerja sama di
> antara dua pihak. Pria yang menghamilkan perempuan diakui ikut aktif,
> ikut ”berjasa” (atau ”berdosa”â€"tergantung konteksnya dan diukur siapa
> dengan ukuran apa) atas tercapainya kehamilan. Tetapi ia tidak sendirian
> dan bertindak semaunya.
> Kontras kedua istilah di atas tidak sama, tetapi dapat dibandingkan
> dengan kerabat mereka: ”meniduri” dan ”ditiduri” yang artinya jauh
> berbeda dari ”menidurkan” atau ”ditidurkan”. Bila A ”menidurkan” B,
> mungkin saja A berusaha keras membuat B tidur. Tetapi pada akhirnya
> tanpa peran, kerja sama, dan kemauan ”B” untuk di-tidur-kan, yang
> diusahakan akan susah tercapai.
> Bukan hanya pria Indonesia yang bisa meniduri, dan perempuan Indonesia
> hanya bisa ditiduri. Bisa terjadi sebaliknya, kan? Kemungkinan besar
> sebagian besar dari pasangan heteroseks Indonesia saling
> ”bertidur-tiduran” sebelum masing-masing saling ”menidurkan”. Masalahnya
> kesetaraan yang sangat mungkin terjadi dalam praktek di ruang pribadi
> ini tidak dihormati di ruang dan pergaulan publik yang bernama bahasa.
> Kesenjangan antara realitas dan bahasa itu tidak ada sangkut-pautnya
> dengan logika atau tata bahasa yang dikeramatkan sejumlah linguis. Dalam
> bahasa resmi kita pria, dianggap (dan diharapkan) menjadi subyek yang
> aktif, agresif, dan berkuasa untuk bertindak sesuatu. Tidak peduli
> apakah ini sesuai dengan minatnya sendiri apalagi minat dan kepentingan
> pihak lain yang dijadikan obyek.
> Mungkin itu sebabnya dalam bahasa kita, perempuan lebih lazim ”dinikahi”
> dan pria ”menikahi”. Para penerjemah jadi kerepotan jika menerjemahkan
> kalimat klise dari seorang pria terhadap kekasih perempuannya dalam
> film-film Hollywood berbahasa Inggris: ”will you marry me?” Terjemahan
> ”bersediakah kamu menikah denganku?” akan lebih lazim ketimbang ”maukah
> kamu menikahi aku?”
> Menurut logika bahasa Indonesia, apalagi di bawah bayang-bayang Orde
> Baru, kalimat yang terakhir ini mengandung kontradiksi. Di satu pihak,
> kalimat pasif hanya bisa ditanyakan seorang perempuan pada kekasihnya.
> Tapi sebagai perempuan Indonesia yang ”bersusila”. ia tidak boleh
> bertanya atau meminta. Perempuan diharapkan menjadi obyek yang cantik,
> tapi bisu, menunggu, pasif, dan tidak berdaya.
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130253. id.html
> Panen Musim Gugur
> Aborsi ilegal menemukan lahan subur di Jakarta. Setiap tahun, sekitar
> 100 klinik gelap melayani 100 ribuan klien yang hendak melepas janin.
> Bisnis ini memutar duit hingga Rp 200 miliar per tahun: setara
> penerimaan semua badan layanan kesehatan umum Jakarta Raya. Rantai
> kegiatannya bergerak dari bidan kampung hingga dokter ahli, dan
> melibatkan aparat keamanan.
> SIKLUS yang menggiriskan itu hampir selalu bertautan dengan momen-momen
> bahagia. Pesta akhir tahun, vakansi sekolah, Lebaran, Valentine atau
> hari kasih sayang. Beri jeda sebulan-dua bulan. Lewat dari masa itu,
> klinik kebidanan di sejumlah wilayah Jakarta dilanda kesibukan ekstra.
> Gadis remaja hingga wanita dewasa mengantre ke klinik dalam kondisi
> berbadan dua. Tujuan mereka, mengenyahkan janin secara ekspres dan
> tuntas, tas.
> Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, sentra aneka klinik kebidanan, riuh
> dengan praktek gelap ini. Februari, April, September ibarat bulan panen
> raya. Para pemilik klinik tak perlu repot menjemput bola. Calo-calo
> aborsi dengan trengginas membuka mata rantai pertama. Mereka mencegat
> calon klien di pintu masuk, halaman parkir, beranda klinik. Mereka
> mengedarkan bermacam kartu nama. Ada dokter ahli, ada bidan mahir. Mau
> di Jakarta boleh, Bekasi pun ayo.
> Dari tangan mereka rantai aborsi bergerak. Calo mengontak penghubung,
> penghubung mempertemukan klien dengan bidan atau dokter. Aparat keamanan
> tentu perlu ”ditertibkan”â€"tapi selama fulus lancar, tidak jadi soal.
> Mari kita mulai dengan calo Hanggoman, begitu kami menyebutnya. Dia
> beroperasi di sebuah klinik aborsi di kawasan Raden Saleh, Jakarta
> Pusat. Hanggoman mengaku menggaet 4-5 pasien sebulan. Seorang calo lain
> bahkan mampu menjaring 12 pasien per bulan. ”Mereka datang dari Jakarta,
> Bogor, Bandung, Tangerang,” kata Hanggoman, 45 tahun.
> Klien terbesar adalah wanita hamil di luar nikah. Ada satu-dua kasus
> istimewa. Umpama hasil inses atau kehamilan yang membahayakan kesehatan.
> Tapi porsinya kecil sekali. Polisi memperkirakan, di Jakarta ada sekitar
> 100 klinik gelap yang melayani 100 ribuan pasien setiap tahun.
> Ini jumlah yang masuk akal. Daftar pasien di klinik dokter Abdullah
> sekadar contoh. Berpraktek di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat,
> klinik dokter itu digerebek polisi pada Februari lalu. Di situ tercatat,
> klinik tersebut beroperasi sejak 1999 dan merontokkan 1.000 janin dalam
> setahun.
> Ongkos aborsi bergerak dari Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta per kasus. Bila
> dirata-rata Rp 2 juta per pasien, uang aborsi ilegal yang berputar di
> Jakarta bisa menembus angka Rp 200 miliar setahun. Ini setara penerimaan
> seluruh badan layanan umum kesehatan di Ibu Kota. Secara nasional, skala
> bisnis ini kian menjumbo. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mencatat ada
> 2,6 juta kasus aborsi tiap tahun di Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 15
> persen tergolong aborsi legal dengan alasan medis.
> *l l l*
> Garda terdepan jaringan bisnis aborsi ilegal di Jakarta adalah calo.
> Mereka menjaring calon pasien, membujuknya, menentukan harga. Mereka
> menjaga rahasia gelap para dokter. Terbongkarnya klinik dokter Abdullah
> bermula dari ”pengkhianatan” satu calo. Dia sakit hati karena Juniatun,
> bidan yang bekerja buat sang dokter, tak membayarnya sesuai perjanjian.
> Para calo juga merangkap ”intel” yang menguping informasi operasi
> polisi. Kepala Kepolisian Sektor Johar Baru Komisaris Theresia Mastail
> harus menyamar menjadi pasien untuk membongkar jaringan Abdullah. Dokter
> Abdullah kini buron, tapi polisi menangkap dokter lain, Agung Waluyo.
> Rata-rata calo merangkap tukang ojek. Menurut Hanggoman, hampir semua
> tukang ojek di Jalan Raden Saleh, Jalan Ciliman, Jalan Cimandiri, Jalan
> Paseban, Jalan Cikini, Jalan Kramat, dan Jalan Tanah Tinggi menjadi calo
> aborsi.
> Setiap calo punya hegemoni wilayah. Umpama, yang beroperasi di Jalan
> Ciliman tak akan mencari pasien di Jalan Kramat. Mereka dibekali kartu
> nama dokter atau klinik yang akan dipasarkan. Kartu ini harus dibawa
> pasien ketika mereka datang ke klinik.
> Sepanjang April lalu, Tempo berkeliling di Jalan Raden Saleh, Kramat,
> Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kelapa Gading (Jakarta Utara), Cakung
> (Jakarta Timur), Jagakarsa (Jakarta Selatan), dan Bekasi (Jawa Barat)
> untuk mengecek rumah-rumah yang diduga menjadi tempat praktek aborsi.
> Di kawasan Raden Saleh, para calo yang nongkrong di sepanjang jalan
> mengawasi lekat-lekat setiap orang lewat. Mereka tak segan-segan
> menawarkan aborsi. ”Mau njatohin? Ayo, dokternya udah pengalaman,” kata
> seorang calo yang mencegat Tempo di halaman parkir.
> Seorang calo biasanya terhubung dengan ”kolega”-nya yang memasok pasien
> untuk klinik lain atau daerah lain. Hanggoman, misalnya, berkongsi
> dengan tiga calo aborsi di wilayah Pulo Gadung dan Bekasi. ”Kami saling
> berbagi rezeki,” katanya.
> Jaringan itu berguna untuk mengalihkan pasien dari klinik yang penuh ke
> klinik lain. Pengalihan klinik juga bisa dilakukan jika pasien ingin
> tarif lebih murah. Tarif di luar kota lazimnya lebih murah.
> Dalam menentukan ongkos, ada kesepakatan tak tertulis di kalangan
> pemilik klinik: pernah melahirkan atau tidak, usia janin, popularitas
> klinik, dan senioritas dokter. Perempuan yang pernah melahirkan dikenai
> tarif lebih murah karena prosesnya lebih mudah (lihat infografik ”Gugur
> 100 Ribu Janin”). Untuk perempuan yang belum pernah melahirkan, ongkos
> aborsinya lebih tinggi Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
> Jasa dokter senior di klinik seputar Cikini tergolong paling mahal.
> Sebagai penjaring konsumen, calo mendapat jatah 30 persen dari biaya
> aborsi. Bagian terbesar menjadi milik dokter, yakni 40 persen. Sisanya
> hak klinik tempat dokter berpraktek. Dokter sekaligus pemilik klinik
> bisa mendapat separuh dari ongkos aborsi.
> Dengan pembagian itu, calo aborsi punya pemasukan lumayan. Hanggoman
> membawa pulang Rp 3 juta per bulan. Sebagai tukang ojek, ia hanya bisa
> mendapat Rp 40 ribu per hari. Tak mengherankan, pria beranak tiga ini
> telah mecalo berpuluh tahun.
> *l l l*
> PEMAIN utama bisnis ini adalah dokter. Sebagian merupakan muka lama.
> Beberapa dokter bahkan pernah dihukum karena berpraktek aborsi gelap.
> Selepas dari bui, mereka kembali beroperasi. Contohnya Agung Waluyo, 49
> tahun. Dia ditangkap bersama bidan Juniatun pada Februari lalu.
> Agung pernah divonis dua tahun empat bulan penjara karena menjalankan
> praktek aborsi di sebuah klinik di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada
> September 2000. Dia didakwa membunuh 200 bakal bayi. Ketika itu, ia
> ditangkap bersama perawatnya: Siti Djubaidah alias Juju.
> Ditemui Tempo di sel Kepolisian Sektor Johar Baru, Agung meradang
> dituding tukang aborsi. ”Saya dokter bersih,” katanya. Bidan Juniatun,
> yang ditemui di rumah tahanan Pondok Bambu, menyangkal kliniknya membuka
> praktek aborsi. Ia menuding dokter Agung Waluyo dan dokter Abdullah
> menjerumuskannya. ”Klinik saya umum, melayani pengobatan akupunktur dan
> penyempitan vagina,” ujarnya kepada Tempo.
> Seorang dokter kebidanan senior menunjuk sejumlah rekannya yang aktif
> menjalankan bisnis ini. Di antaranya dokter Akrib Soekarman Wiranata,
> mantan Ketua Advokasi Profesi Persatuan Obstetri dan Ginekologi
> Indonesia. Dari penelusuran Tempo, sejumlah calo di Jalan Kramat memang
> membagikan kartu nama dokter itu.
> Di kartu nama tertulis, Soekarman berpraktek di klinik Jalan Kramat VII.
> Di situ ada papan nama bertulisan ”Klinik Obstetri dan Ginekologi”.
> Seorang tukang parkir di situ, tanpa curiga, membenarkan bahwa dokter
> sepuh itu melayani aborsi.
> Tak mudah masuk ke klinik ini. Tamu disidik sebelum masuk. Pasien tak
> bisa membuat janji dengan dokter lewat telepon. Jika menelepon, petugas
> akan bertanya penuh curiga: dari mana mendapat nomor. Ternyata nomor
> telepon hanya dicantumkan di kartu nama dokter, bukan di plang papan
> nama klinik.
> Soekarman resmi praktek kebidanan sejak awal 1980. Mulanya ia bekerja di
> Klinik Raden Saleh. Setelah pensiun pada 1983, ia berpindah-pindah
> praktek. Kini ia melayani pasien di Jalan Kramat VII, Jakarta Pusat.
> Pada sore hari, ia membuka praktek di dekat rumahnya di Jagakarsa,
> Jakarta Selatan.
> Kepada Tempo yang mewawancarainya di Kramat Raya, Soekarman, 69 tahun,
> membantah berpraktek aborsi. ”Buat apa saya berurusan dengan polisi?”
> katanya seraya tertawa. Ia juga menyangkal punya tempat praktek serupa
> di rumahnya.
> Tapi Tempo mendapatkan kisah lain yang merunut sampai ke nama Soekarman.
> Seorang perempuan hamil lima bulan menemui tim investigasi ini. Sekali
> waktu, dia pernah hendak menggugurkan kandungan. Dia memilih klinik
> bersalin di Jalan Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
> Dia mendatangi klinik itu pada pertengahan April lalu. Dan dia mengaku
> ditangani dokter Soekarman. Awalnya, dokter mengecek denyut nadi,
> jantung, tekanan darah, lalu memeriksa janin dengan memijat perut si ibu.
> Sang dokter memastikan usia janin lima bulan. Karena itu, aborsi tak
> bisa dilakukan 15 menit, tapi 12 jam dengan obat kontraksi dan induksi.
> ”Bayinya sudah jadi. Dokter lain tak akan ada yang bisa menggugurkan
> bayi segede ini,” wanita itu menirukan ucapan Soekarman. Dokter itu
> kemudian mencoret-coret secarik kertas. Isinya, menurut wanita itu,
> perkiraan biaya senilai Rp 6,1 juta.
> Perempuan itu lantas membatalkan aborsi karena tidak kuat biaya. Dia
> hanya membayar Rp 100 ribu ke administrasi klinik. Ketika dimintai
> konfirmasi kasus ini, Soekarman menolak dan membantahnya.
> Pada 2007, nama Soekarman nyaring disebut dalam skandal seks yang
> melibatkan seorang politikus Partai Golkar. Maria Eva, penyanyi dangdut
> yang terlibat dalam skandal itu, mengaku menggugurkan janin hasil
> hubungan gelapnya dengan sang politikus. Dan dia menyebut Klinik
> Karmasantiâ€"milik dokter Soekarmanâ€"sebagai lokasi aborsi pada 23 Desember
> 2004.
> Polisi sempat memeriksa Soekarman karena pengakuan Eva. Tapi ia lolos
> dengan alibi tak kenal Eva. Ia juga mengaku sedang terserang stroke pada
> hari yang ditunjuk Maria Eva.
> Lima tahun sebelumnya, Soekarman pernah berurusan dengan polisi Bandung.
> Ia dituduh melakukan aborsi ilegal. Soekarman, ketika itu, membuat heboh
> karena disebut-sebut menyogok dua perwira polisi Rp 49 juta agar
> kasusnya dihentikan (Tempo, 23 April 2003).
> Ketika dimintai konfirmasi untuk semua cerita miring ini, Soekarman
> lagi-lagi menyangkalnya. ”Sejak 1983 praktek saya cuma di Jalan Kramat
> ini,” katanya. Ia bersumpah tak pernah mengaborsi janin selama 38 tahun
> menjadi dokter kandungan. ”Saya tak mau meski ada alasan medisnya,”
> katanya. Ia menegaskan, aborsi dilarang oleh undang-undang.
> Soekarman lantas menceritakan reputasinya sebagai satu dari tiga
> perintis Klinik Raden Saleh pada akhir 1970-an. Menurut dia, klinik itu
> awalnya didesain untuk tempat praktek induksi haid bagi calon dokter
> spesialis kebidanan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
> ”Induksi haid itu dibutuhkan dalam ilmu kandungan,” tuturnya. ”Tak hanya
> untuk mengeluarkan janin, tapi juga menangani mereka yang terlambat
> datang bulan walau tidak hamil.”
> Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mendirikan klinik reproduksi
> ini sebagai tempat praktek aborsi legal. Awalnya, untuk menangani gagal
> Keluarga Berencana. Waktu itu kurikulum spesialis kandungan mewajibkan
> setiap dokter menguasai tata cara aborsi sebagai tindakan medis.
> Beberapa dokter yang dimintai konfirmasi membenarkan cerita Soekarman.
> ”Pada 1980 saya di sana sebagai asisten dokter yang sedang mengambil
> spesialis,” kata Natsir Nugroho, dokter kandungan di Rumah Sakit Islam
> Pondok Kopi, Jakarta Timur.
> Kurikulum itu dihentikan pada 1980 karena disalahgunakan. Membeludaknya
> pasien mendorong praktek percaloan marak. Aborsi menjadi bisnis dan tak
> lagi berdasarkan alasan medis. Tapi ”konsumen” tak pernah surut sehingga
> tumbuh klinik obstetri terselubung di kawasan itu.
> Bisnis aborsi juga dijalankan para bidan. Satu contoh, Siti Djubaidah
> alias Juju. Dia membuka layanan di Perumahan Taman Harapan Indah,
> Bekasi. Tak ada petunjuk apa pun di rumah tempat dia beroperasi di Jalan
> Boulevard Hijau.
> Tempo mendapatkan alamat Juju dari seorang calo di Tanah Tinggi, Jakarta
> Pusat. Si calo kini beroperasi untuk Juju karena Klinik Herlina,
> tempatnya biasa bekerja, di Tanah Tinggi sementara tutup setelah polisi
> menggerebek klinik Juniatun, Februari lalu (lihat ”Terpikat Servis
> Pedagang Telur”).
> Hajah Suryani alias Juju menyewa rumah seluas 200 meter persegi di Jalan
> Boulevard sejak dua tahun lalu. Ia tinggal ditemani tiga pembantu.
> Kepada Tempo, Djubaidah mengaku tak ahli di bidang medis karena hanya
> lulusan Madrasah Aliyah Asyafi’iyah Matraman, Jakarta Timur.
> *l l l*
> Pengguguran bayi tak diatur secara jelas di dalam wilayah hukum
> Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengancam pelaku praktek ini
> dengan hukuman 15 tahun penjara. Tapi Undang-Undang Kesehatan Nomor
> 23/1992 membolehkan praktek aborsi dengan syarat indikasi medis kuat:
> keadaan darurat dan demi menyelamatkan ibu hamil.
> Aturan menjadi tumpul karena Undang-Undang Kesehatan tak dilengkapi
> peraturan pemerintah yang mengaturnya terperinci. Umpama tempat aborsi
> yang aman, indikasi medis sebagai syarat aborsi, serta tarif. Alih-alih
> mencegah, beleid ini mendorong legalitas aborsi tak resmi. ”Dibahas
> berkali-kali tapi rumusannya tak pernah ketemu,” kata Budi Sampurna,
> Kepala Biro Hukum Departemen Kesehatan.
> ”Perlindungan” dari sejumlah aparat keamanan lokal kian menyuburkan
> bisnis ini. Seorang dokter bercerita, sewaktu masih berpraktek di Raden
> Saleh, kliniknya membayar Rp 20 juta ke polisi setempat setiap bulan.
> Heru, seorang petugas di sebuah klinik, blakblakan mengaku rutin menebar
> amplop untuk setiap polisi yang datang. Khusus komandan, setoran diantar
> ke kantor. ”Saya pernah mengantar amplop berisi uang, tebalnya segini,”
> katanya sambil merenggangkan ibu jari dan telunjuknya.
> Komisaris Khalidi, Kepala Kepolisian Sektor Menteng yang bertanggung
> jawab atas wilayah Cikini, menyangkal tuduhan kantornya menerima sogok.
> ”Sudah bukan zamannya lagi seperti itu,” ujarnya. Polisi Menteng,
> katanya, tak mengawasi klinik aborsi. Fokus mereka, menurut Khalidi,
> menjaga rumah pejabat dan mengawasi aksi-aksi demonstrasi. Khalidi malah
> kaget ketika diberi tahu ada banyak klinik aborsi di wilayahnya.
> Alhasil, sampai sekarang kawasan Raden Saleh masih tenang-tenang
> menyandang ikon aborsi ilegal di Ibu Kota. Kehidupan berlangsung biasa,
> tak ada gejolak istimewa. Sesekali ada penggerebekan. Tapi klinik toh
> tumbuh silih-berganti, maka aborsi pun jalan terus.
> Sesekali, datanglah petang-petang ke sebuah klinik di jalan raya itu.
> Dalam sekejap, sejumlah calo akan berkerumun. Lalu dialog berikut akan
> meluncur dengan ringan:
> + Mau njatohin, Neng…? Berapa bulan?
> - Yuk, pilih-pilih dulu (kartu nama). Ini murah dan aman, dokternya udah
> pengalaman.. ..
> *1997*
> *30 November*
> Budiman, dokter di Rumah Sakit Tangerang, ditangkap. Ia dituduh
> berpraktek aborsi di dua klinik di Jalan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.
> Yakni, di Klinik Herlina sejak 1989 dan Klinik Amalia mulai 1986. Ia
> dihukum dua tahun penjara.
> *2000*
> *11 Februari *
> Polisi menangkap Siti Djubaidah alias Juju, dokter Agung Waluyo, dan
> Arman Sasmita alias Bobby di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Agung divonis
> 2 tahun 4 bulan penjara.
> *25 Maret*
> Bidan Habibah, pemilik Klinik Anugrah di Jalan Koja, Pasar Cisalak,
> Cimanggis, ditangkap polisi. Petugas keamanan juga mencokok bidan
> Indrayati, pemilik Klinik Bidan Indrayati di Jalan Sersan Aning,
> Pancoran Mas, Depok.
> *2001*
> *19 Juni*
> Rois Imron, dokter Klinik Mitra Sejahtera, Jalan Dalem Kaum, Bandung,
> ditangkap. Bersama perawat Rosmiati dan Direktur Yayasan Dana Krisna,
> mereka dituduh menggugurkan lebih dari 500 janin sejak 1996.
> *25 September *
> Pengadilan Negeri Manado menghukum Dokter Gerald E.S. alias Gie 1 tahun
> 1 bulan karena mengaborsi seorang perempuan hingga meninggal.
> *2002*
> *5 Juli*
> Polisi menangkap dokter TS dan Nyonya UN, pemilik klinik di Jalan
> Ciliman, Menteng, Jakarta Pusat.
> *16 Oktober*
> Polisi Bandung menangkap A. Soekarman, dokter spesialis kandungan di
> Jalan Sukarma. Dia dituduh berpraktek aborsi.
> *2005*
> *Februari *
> Dokter gigi Ketut Arik Wiantara dan asistennya, Pande Ketut Darmawa, di
> Jalan Tukad Petanu, Denpasar, diciduk polisi. Mereka berpraktek aborsi
> sejak 2002, masing-masing dikenai hukuman 2,5 tahun penjara.
> *2006*
> *3 Agustus*
> Dokter Kokok Hadyanto yang berpraktek di Demak, Jawa Tengah, ditangkap.
> Ia dituduh mengaborsi 10 orang per bulan sejak 1998.
> *2007*
> *27 Maret*
> Polisi menangkap dokter Edward Armando dan lima stafnya yang berpraktek
> aborsi di Jalan Dukuh Kupang Timur, Surabaya, sejak 1995.
> *2008*
> *4 April*
> Erna Rumondang Manalu, pemilik Klinik IKM Bojong Indah di Pondok Kelapa,
> Duren Sawit, Jakarta, ditangkap dengan tuduhan mengaborsi 40 janin.
> *15 November*
> Ketut Arik Wiantara kembali ditangkap dengan tuduhan sama.
> *2009*
> *22 Januari *
> Polisi menangkap dokter Owni di Klinik Pengobatan dr HAS Owni di Jalan
> Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia dituduh melakukan praktek
> aborsi sejak 2008.
> *Februari *
> Polisi kembali menangkap dokter Agung Waluyo dan Juniatun, pemilik klinik.
> *SUMBER: TIM INVESTIGASI TEMPO, PUSAT DATA DAN ANALISA TEMPO*
> *Gugur 100 Ribu Janin*
> Polisi memperkirakan sekitar 100 klinik aborsi gelap berpraktek di
> Jakarta. Mereka melayani 100 ribuan pasien setahun. Investigasi Tempo
> menemukan baru sebagian kasus yang dapat dibongkar dan menyeret
> pelakunya ke penjara, dalam 12 tahun terakhir. Beginilah kegiatan ilegal
> itu dijalankan:
> - Jalan Kramat VII
> - Jl. Warakas dan Pasar Ikan
> - Kompleks Harapan Indah Blok I 10
> - Jl. Saharjo
> - Jl. Percetakan Negara
> - Jl. Raden Saleh
> - Jl. Cisadane
> - Jl. Cimandiri
> - Jl. Ciliman
> - Jl. Tanah Tinggi
> - Jl. Paseban
> - Jl. Teuku Cik Di Tiro
> - Jl. Rawamangun, Pasar Genjing
> - Jl. M.T. Haryono
> - Jl. M. Kahfi I, Jagakarsa
> *Ongkos Aborsi: *
> Terdiri atas dua kelompok tarif, yaitu tarif bagi klien yang pernah
> melahirkan dan belum pernah melahirkan. Biaya bisa ditawar.
> *Pernah melahirkan:*
> 0-1,5 bulan < Rp 1,5 juta
> 1,5-3 bulan Rp 2 juta
> 3 bulan lebih Rp 3,5 juta â€" Rp 6 juta
> *Belum pernah melahirkan: *
> 0-1 bulan Rp 2 juta
> 1-3 bulan < Rp 4 juta
> 3 bulan lebih > R p 5 juta
> *Modus Pelaku: *
> # Sering berpindah tempat dan buka-tutup klinik.
> # Pelaku dokter menebar kartu nama melalui caloâ€"umumnya tukang ojek dan
> petugas parkir.
> # Calo hanya beroperasi di satu wilayah.
> # Calo membawa pasien ke penghubung klinik atau dokter.
> # Janin dikuburkan di sekitar klinik, bahkan dibuang ke selokan atau
> sungai.
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> *TIM INVESTIGASI *
> *Kepala Proyek:* Budi Setyarso
> *Koordinator: * Bagja Hidayat
> *Editor:* Hermien Y. Kleden, Budi Setyarso
> *Penulis:* Bagja Hidayat, Muhammad Nafi, Yuliawati
> *Penyumbang Bahan:* Yuliawati, Akbar Tri Kurniawan, Muhammad Nafi, Bagja
> Hidayat, Budi Setyarso
> *Fotografer: * Yosep Arkian, Novi Kartika, Bismo Agung
> *Desain:* Hendy Prakasa, Gilang Rahadian, Fitra Moerat R., Kendra H.
> Paramita, Kiagus Auliansyah, Agus Darmawan, Aji Yuliarto
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130247. id.html
> Pada Mulanya Raden Saleh
> KISAH ini berawal pada akhir 1970-an, tatkala pemerintah mulai gencar
> menggalakkan Keluarga Berencana (KB). Inilah gerakan membatasi kelahiran
> dengan maksimal dua anak per keluarga. Bermacam alat kontrasepsi mulai
> diperkenalkan: spiral, kondom, IUD (intra-uterine device), alat
> kontrasepsi dalam rahim. Pada tahap awal, banyak peserta program ”bocor”
> alias gagal KB. Pemerintah pun memberi mandat kepada Klinik Raden Saleh,
> yang didirikan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), untuk
> menangani kegagalan itu. Caranya?
> Fakultas Kedokteran UI merancang mata kuliah penanganan kegagalan
> kehamilan muda. Salah satu metodenya induksi haidâ€"memaksa perempuan
> hamil datang bulan. Akib Soekarman W.N., dokter kebidanan senior,
> mengaku ikut membangun Klinik Raden Saleh. ”Tiga dokter yang
> memprakarsai: almarhum Sudradji, almarhum Rahadi, dan saya,” katanya
> kepada Tempo. Soekarman turut merancang metode induksi haid.
> Di situ, janin-janin muda yang lolos KB dirontokkan dengan label aborsi
> resmi. Segera saja mereka kebanjiran pasien. Tapi jumlah dokter
> kebidanan terbatas. Maka aborsi akhirnya banyak ditangani residen. Ini
> istilah untuk para dokter peserta program spesialisasi kebidanan.
> Pada 1980-an, jumlah pasien begitu membeludak. ”Sehari kami bisa
> menangani 80 pasien,” ujar seorang dokter alumnus UI. Dia menolak
> disebut namanya. ”Mereka (para wanita hamil) dijejer. Lalu kami berempat
> menangani secara bergantian,” dia melanjutkan.
> Para peserta program spesialisasi wajib mengikuti praktikum aborsi
> selama tiga bulan. ”Teman saya yang menolak harus mengulang mata
> kuliah,” kata Natsir Nugroho, dokter kandungan di Rumah Sakit Islam
> Pondok Kopi, Jakarta Timur.
> Banjir klien melahirkan problem baru: godaan fulus. Praktek aborsi gelap
> pun lahir. Para tenaga medis mulai melayani aborsi wanita hamil di luar
> nikah. ”Kadang-kadang,” kata si alumnus UI, ”kontrasepsi dipasang
> belakangan biar dikira benar-benar gagal KB.”
> Profesor Biran Affandi, pakar obstetri dan ginekologi Universitas
> Indonesia, menyatakan bahwa setidaknya ada 3,5 juta perempuan Indonesia
> hamil karena tak mendapat akses KB atau gagal KB. Sekitar 60 persen dari
> jumlah itu (2,1 juta perempuan) memilih aborsi sebagai solusi. ”Untuk
> 240 juta rakyat Indonesia, mana cukup hanya Klinik Raden Saleh?” ujar
> Biran. Akibatnya, klinik kebidanan tumbuh di mana-mana. ”Ini
> unauthorized clinics” tuturnya.
> Awalnya, hanya satu-dua klinik gelap di Jalan Cimandiri dan Jalan
> Ciliman, tak jauh dari Jalan Raden Saleh. Lambat-laun, kegiatan ilegal
> ini meluas ke Jalan Cisadane, Jalan Kramat, dan Jalan Paseban di wilayah
> Jakarta Pusat dan Timur.
> Nah, pengelola klinik umumnya ”lulusan” Raden Saleh: dari dokter, bidan,
> tenaga administrasi, hingga pembantu. Penelusuran Tempo menemukan
> sejumlah dokter eks Raden Saleh bahkan meluaskan pasar ke rumah sakit
> tempat mereka bekerja. Jakarta, Bogor, Bandung, Batamâ€"sekadar menyebut
> beberapa.
> Kepala Pendidikan Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas
> Indonesia Dwiana Ocviyanti mengatakan, seorang dokter harus mengantongi
> persetujuan Komite Dokter dan Klinik untuk sebuah tindakan aborsi. Dalam
> hal ini, indikasi medis menjadi syarat mutlak.
> Dia meyakinkan Tempo, Klinik Raden Saleh kini tak lagi menjadi tempat
> aborsi kegagalan KB. ”Aborsi sebagai metode KB tak ada lagi sejak saya
> masuk fakultas pada 1990-an,” katanya. Boleh jadi dia benar, barangkali
> juga keliru.
> Tiga pekan lalu, dua reporter Tempo mampir ke Klinik Raden Saleh. Dalam
> sekejap, keduanya dirubungi tukang ojek serta tukang parkir di seputar
> klinik. ”Mau nglepasin (merontokkan janinâ€"Red.) ya, Neng? Berapa bulan?”
> ujar mereka seraya tergesa menyodorkan sejumlah kartu nama. Di
> antaranya, terdapat nama satu dokter senior kebidanan yang terhormat.
> Prakteknya merentang dari Kramat Raya di Jakarta Pusat hingga rumahnya
> yang nyaman di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130248. id.html
> Gampang Nglepasin..
> *09.00 WIB*
> Bang, tau enggak klinik yang....
> Mau nglepasin, Neng? Itu perut mau dikempesin?
> Emang, berapa?
> Tenang, bisa dinego. Di bawah Rp 5 juta-lah.
> *17.00 WIB*
> Datang lagi entar sore, ketemu di depan mal Senen, ya....
> Sini, Neng, masuk mobil!
> Kita ke Bekasi, klinik di Raden Saleh lagi pada tiarap.
> Apa kata Abang, deh....
> Pindah mobil depan, ya. Gue sampai sini.
> Kok dipindahin.. . kenapa?
> Dia yang punya kawasan sini.
> Masuk, Mbak.
> *18.30*
> Sampai kita....
> Silakan masuk....
> Masih kecil.... Ayo telentang.
> Bakal sakit enggak, Bu....
> Aaaaaggghh.. .
> *18.45*
> Beres, Neng....
> Hhh....
> Makasih, Bu....
> Ada garansinya enggak, ya?
> Dijamin, Neng....
> Nih, buang ke sungai!
> Siap, Boss!
> *Esoknya di klinik....*
> Nih, jatah buat Mang Ojek Cikini....
> ...yang ini buat kumendan....
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130249. id.html
> Tergiur Servis Pedagang Telur
> Seorang bidan berpraktek aborsi di Bekasi. Dia menerima limpahan dari
> sejumlah klinik di Jakarta. Berdalih pedagang telur, prakteknya aman
> hampir dua tahun.
> PASANGAN itu tak muda lagi: sekitar 40 tahun. Datang ke sebuah rumah di
> Jalan Boulevard Hijau, Taman Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, mereka
> disambut nyonya rumah, perempuan setengah baya. Warga sekitar
> mengenalnya sebagai Siti Djubaidah alias bidan Juju. Kepada pasangan
> itu, Juju bertanya, ”Sudah berapa bulan?”
> ”Satu minggu ini terlambat haid,” kata tamu pria. Bidan Juju menyahut,
> ”Kalau begitu, sudah hamil tiga minggu.” Ia lalu meminta pasangan itu
> masuk ke ruang praktek: sebuah kamar 31x 4 meter persegi, dengan dipan
> kayu dan kasur. Dari luar, tampak sehelai sajadah separuh terlipat
> tergeletak di lantai. Agaknya, baru saja dipakai salat. Ruang praktek
> terhubung dengan bagian lain rumah, tempat para penghuni menonton
> televisi. Pintu lalu ditutup. Peristiwa itu terjadi pada awal April lalu.
> Yudiza Wani, kita sebut saja begituâ€"dia meminta namanya disamarkanâ€"ada
> di ruangan tersebut ketika peristiwa di atas berlangsung. Wanita muda
> itu tengah menemani rekannya yang ingin ”meminta pertolongan” bidan
> Juju. Tapi pengalaman di ruang tamu Juju membuat dia membatalkan niat.
> Yudiza melukiskan adegan menggiriskan itu:
> ”Seperempat jam berlalu, pintu kamar praktek terbuka,” tuturnya. Pasien
> perempuan meringis menahan sakit, tangannya menekan perut. Dia melangkah
> tertatih-tatih, dipapah oleh pasangannya. Bidan itu membawa mereka ke
> kamar lain dengan ukuran lebih kecil, tepat di sebelah ruang praktek. Di
> dalam ruang terlihat tempat tidur, sebagian dilapisi perlak hitam.
> Beberapa menit berlalu, Juju keluar kamar. Setengah berlari, ia menuju
> keran air di dapur, lalu membasuh tangannya. Dia kembali membawa cawan
> berisi gulungan kapas, alkohol, dan botol infus. Pintu ditutup rapat lagi.
> Yudiza berdebar melihat suasana yang mirip adegan di film Vera Drake
> itu. Mendapat tiga nominasi Oscar pada 2005, film itu berkisah tentang
> Vera Drakeâ€" ibu rumah tangga kelas pekerja Inggris pada era 1950-an. Dia
> wanita baik-baik, disayang tetangga dan punya keluarga bahagia. Ternyata
> Vera adalah aborsionisâ€"profesi yang dia tekuni dengan penuh
> ”pengabdian”â€"pada masa Inggris masih melarang aborsi. Entah berapa janin
> dia rontokkan dengan alasan menolong para wanita kepepet.
> Tak sampai sepuluh menit, pintu terbuka lagi. Hasil kerja bidan Juju
> segera terlihat: perempuan itu duduk lemas. Selang infus dipasang di
> tangan kirinya. Setelah minum air putih, dia tidur. ”Tensinya lemah,”
> Yudiza menirukan kata-kata Juju. Darah tercecer di lantai. Seorang
> pembantu rumah mengepelnya dengan kain basah.
> Tempo mendatangi rumah Juju sepekan setelah kunjungan Yudiza. Seluruh
> detail yang dia lukiskan tentang ruang praktek itu persis sama dengan
> yang dilihat wartawan majalah ini. Namun Juju membantah melakukan
> praktek aborsi ilegal. Dia bilang tak mengerti dunia medis. ”Saya ini
> pedagang telur di Pulo Jahe,” ujarnya.
> *l l l*
> Meski beroperasi di luar kota, Juju menjaring pasiennya dari Jakarta.
> Namanya beredar di kalangan calo Jalan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.
> Kepada Tempo, Yudiza mengaku bahwa dia dan temannya terhubung ke sang
> bidan melalui seorang petugas parkir di kawasan ini.
> Dia meninggalkan nomor telepon ke petugas parkir itu pada suatu petang
> pada awal April lalu. Ke nomor itulah seorang pria berlogat Betawi
> menghubunginya. Penelepon mengenalkan diri sebagai Irwan. Dia mengaku
> mendapat nomor Yudiza dari petugas parkir di Tanah Tinggi. Dari
> penelusuran Tempo, Irwan ternyata penghubung yang khusus menjaring
> ”konsumen” untuk Juju.
> Menurut Irwan tarif untuk janin tiga bulan sekitar Rp 5 juta. Angka itu
> keluar ketika Yudiza dan temannya mencari info awal aborsi. Tarifnya
> tergantung usia kehamilan. ”Semakin tua, semakin mahal,” Irwan
> menegaskan. Melalui telepon, keduanya sepakat bertemu pada besok harinya
> di halte busway Matraman, Jakarta Timur.
> Irwan sudah menunggu ketika Yudiza dan rekannya tiba di halte. Dia
> lelaki ceking, berkulit gelap, kumis tebal, dan mengendarai sepeda motor
> Yamaha Mio. Ia memandu mobil Yudiza menuju arah timur Jakarta. Sekitar
> 500 meter dari situ, ia berhenti lagi, menghampiri mobil lain, sebuah
> Toyota Avanza abu-abu. Penumpang mobil inilah yang diaborsi ketika
> Yudiza berada di ruang tamu rumah Juju.
> Kepada Yudiza, Irwan mengatakan akan membawa pasien ke Bekasi karena
> klinik-klinik di Jakarta sedang tiarap. Itu terjadi setelah
> penggerebekan bidan Juniatun alias Atun di Johar Baru, Jakarta Pusat,
> Februari lalu. Mobil meluncur ke Taman Harapan melalui Cakung dan Pulo
> Gadung. Dua jam perjalanan, rombongan tiba di depan Carrefour, di
> kompleks perumahan itu.
> Irwan menghentikan rombongan. Ia meminta rekan Yudiza pindah ke Kijang
> Innova hitam. Mobil ini ternyata berfungsi sebagai ”shuttle bus” yang
> membawa pasien ke rumah Djubaidah. ”Tak enak dengan tetangga jika
> terlalu banyak kendaraan,” Yudiza menirukan Irwan.
> Yudiza menolak pindah mobil dengan alasan repot. Irwan lalu meminta
> penumpang Avanza yang berpindah. Kendaraan pasangan itu lalu diparkir di
> pelataran sebuah rumah sakit di Kompleks Taman Harapan. Perjalanan
> dilanjutkan. Mereka tiba di rumah Djubaidah dalam waktu lima menit.
> Rumah itu berpagar tembok cokelat setinggi dua meter. Tak seperti
> tetangganya, rumah itu tak bernomor. Seorang wanita muda membuka pintu
> pagar yang dikunci gembok besar. Lalu perempuan 50-an tahun menyambut di
> depan rumah. Ia mengenalkan diri sebagai Juju, lalu bertanya, ”Siapa
> yang hamil?” Kemudian, dia mempersilakan para tamu masuk. Rupanya, ini
> ”ritual awal” proses pengguguran kandungan.
> *l l l*
> Meski Djubaidah tinggal di kompleks itu sejak dua tahun lalu, tak ada
> tetangga yang mengenalnya. Penghuni kompleks tidak tahu nama aslinya.
> Warga mengenal perempuan berkerudung ini dengan nama Hajjah Suryani.
> Namun, menurut Rudi Santoso, Ketua RT 6 Blok I-10, yang membawahkan
> wilayah itu, janda satu anak itu memiliki kartu tanda penduduk dengan
> nama Siti Djubaidah. Tercatat di dokumen RT, dia lahir pada 4 Juni 1956.
> Soal pekerjaan Djubaidah juga misterius. Sukirman, salah satu penduduk
> di situ, menjelaskan dia tahu Juju adalah tukang pijat. Anton, petugas
> keamanan di kompleks tersebut, mengenalnya sebagai penjual telur. ”Dia
> sering menelepon di depan gang, ngomongin telur,” katanya. ”Tapi saya
> tak pernah melihat ada telur dibawa ke situ.”
> Rudi Santoso mengatakan, ”Ibu Suryani” atau Djubaidah kurang aktif
> menghadiri acara di kampung. Ia selalu keluar rumah dengan mobil,
> diantar sopir. Namun tak ada kegiatan yang mencurigakan. ”Tidak pernah
> ada tamu pada malam hari,” tuturnya. Ia menambahkan, Djubaidah orang
> yang ramah dan baik: selalu membayar iuran kampung dengan teratur.
> Beberapa hari kemudian Tempo menemui Irwan, yang tadinya bersedia
> diwawancarai. Namun kemudian dia membatalkannya. Adapun Djubaidah, yang
> ditemui pada hari lain, menegaskan bahwa dia tak pernah melakukan aborsi
> ilegal. ”Kalau benar ada pasien yang datang, bawa dia ke sini lagi,”
> ujarnya.
> Ketika wartawan majalah ini mewawancarai Juju, sret…, sebuah sepeda
> motor berhenti di pelataran rumah. Si pengendara memandu sepasang
> pria-wanita, juga naik sepeda motor. Djubaidah segera menggusah mereka
> pergi. Tapi Tempo keburu mengenali si pengendara. Dialah Irwan, si
> penghubung aborsi.
> Ketika rupa Irwan kami lukiskan kepada Yudiza, dia segera mengenalinya
> sebagai calo yang mengantar mereka dengan Innova hitam. Yudiza juga cuma
> butuh sedetik untuk mengenali Jujuâ€"yang kami rekamkan gambarnya saat
> mewawancarai dia. ”Masya Allah, benar, ini memang bidan Juju di Taman
> Harapan itu,” katanya.
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130250. id.html
> Budi Sampurna:
> Ini Kejahatan Abu-abu
> ABORSI belum jelas diatur. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana secara tegas
> menggolongkan pengguguran janin secara paksa sebagai tindak kriminal.
> Namun Undang-Undang Kesehatan Tahun 1992 mengizinkan praktek ini jika
> dilakukan dengan alasan medis.
> Bolongnya aturan ini dimanfaatkan banyak dokter dan bidan. Disokong
> permintaan yang membeludak, mereka membuka klinik-klinik aborsi. Tempo
> mewawancarai Budi Sampurna, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen
> Kesehatan, soal ini.
> *Bagaimana pemerintah memandang aborsi?*
> Aborsi terbagi dua: aborsi spontan dan paksaan. Yang paksaan terbagi
> lagi dengan alasan medis dan tindak kriminal. Undang-Undang
> Kesehatan membolehkan aborsi jika keadaan darurat. Misalnya karena
> ada penyakit yang mengancam bayi dan ibunya.
> *Siapa yang menentukan indikasi medis?*
> Undang-undang menyebutkan, tindakan medis dilakukan oleh tenaga
> kesehatan yang punya keahlian dan kewenangan. Juga harus melalui
> pertimbangan tim ahli, ada persetujuan ibu hamil, suami, dan
> keluarganya, serta dilakukan pada sarana kesehatan tertentu.
> *Dalam prakteknya, siapa yang menentukan?*
> Pada akhirnya dokter. Ini yang bahaya. Sebab, bisa dimanfaatkan
> oknum dokter untuk aborsi. Satu dokter menolak, tapi dokter lain
> menerima aborsi. Di Surabaya ada dokter gigi yang buka praktek
> aborsi. Aborsi itu mudah. Indikasi medis kemudian diperluas.
> *Bisa dijelaskan lebih detail? *
> Kehamilan di luar kandungan, pembuahan tak sempurna, korban
> pemerkosaan, terlalu sering melahirkan, kegagalan Keluarga
> Berencana. Ada juga indikasi sosial, yang susah dan belum diadopsi
> hukum kita. Kalau kami tolak soal ini, kami salah juga. Misalnya,
> ada anak 12 tahun hamil. Kalau digugurkan, nanti dituding mendukung
> seks bebas, kalau tak digugurkan berisiko bagi ibu karena belum
> cukup umur. Banyak dilemanya.
> *Apa yang sudah dilakukan pemerintah?*
> Aborsi tak bisa dilarang 100 persen. Jadi, ada wacana pengendalian
> aborsi. Misalnya, harus dilaporkan dan tak boleh dikomersialkan.
> Aborsi juga hanya boleh di rumah sakit pemerintah. Kalau di rumah
> sakit pasti berdasarkan indikasi medis, bukan indikasi sosial. Tak
> boleh komersial agar aborsi tak menjadi bisnis. Jika ada tarif,
> harganya wajar seperti konsultasi dan tindakan medis lain. Sekarang
> tarif aborsi ditentukan oleh dokter, usia kehamilan, dan jenis rumah
> sakit atau klinik.
> *Kapan aturan itu mulai diterapkan?*
> Wacana ini masih di masyarakat, belum sampai ke Departemen
> Kesehatan. Harusnya ini menjadi peraturan pemerintah karena
> diamanatkan undang-undang. Tapi, sebelum sampai sana, jalan
> berpikirnya harus dirumuskan dulu, apakah kita mendukung atau
> melarang aborsi. Ini dulu yang harus disepakati.
> *Apakah sudah ada pembahasan?*
> Sejak 1992 hampir tiap tahun ada diskusi tentang hal ini, tapi tak
> pernah ketemu rumusan yang tepat. Kami harus mengakui, Departemen
> Kesehatan salah sehingga aturan ini tak kunjung jadi.
> *Berapa jumlah aborsi per tahun dalam catatan Departemen Kesehatan?*
> Ini yang susah. Sistem pelaporan kita jelek. Jangankan yang ilegal,
> yang legal saja tak ada. Tapi WHO mencatat 15 persen atau satu dari
> delapan ibu hamil meninggal karena aborsi.
> *Lalu bagaimana dasar menghukum yang ilegal?*
> Polisi harus membuktikan dokter yang melakukan aborsi tidak
> berdasarkan indikasi medis. Panggil dokter dan konfirmasi ke pasien.
> Kalau dokter bisa membuktikan aborsi karena alasan medis, dia
> selamat. Aborsi menjadi kejahatan abu-abu.
> *Berapa kasus aborsi ilegal yang sampai pengadilan?*
> Sangat sedikit karena kejahatan ini tercium tapi pembuktiannya
> susah. Banyak pihak yang terlibat karena uangnya besar dan
> permintaannya ada.
> *Apa ada izin untuk klinik aborsi?*
> Prinsipnya, setiap klinik harus memiliki izin dari dinas kesehatan
> setempat. Kalau izin kan bisa untuk klinik apa saja. Jika prakteknya
> untuk aborsi, siapa yang bisa mencegah? Polisi hanya bisa menindak
> karena menyalahi izin.
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130251. id.html
> Biran Affandi:
> Aborsi Sebaiknya Dilegalkan
> SETIDAKNYA dalam 12 tahun terakhir, sejumlah dokter telah ditangkap
> dengan tuduhan melakukan aborsi ilegal. Mereka memanfaatkan
> kelenturan hukum yang mengatur pengguguran kandungan untuk meraup
> keuntungan finansial. Seorang dokter ahli disebut-sebut
> pendapatannya mencapai Rp 500 juta per bulan dari bisnis ini.
> Profesor Biran Affandi, pakar kebidanan dan kandungan, berpendapat
> bahwaâ€"sesuai dengan ilmu pengetahuan dan program Keluarga
> Berencanaâ€"aborsi sebaiknya dilegalkan. Syaratnya, dilakukan secara
> profesional dan aman.
> *Apakah asosiasi kedokteran mendukung aborsi? Dan siapa yang
> membahas aturannya?*
> Iya (mendukung). Yang punya rahim kan wanita. Tapi ini dia, yang
> merasa berhak membicarakan banyak sekali: ulama, polisi,
> pengacara, jaksa, semua bicara. Masing-masing dari sudut pandang
> sendiri. Yang bidang hukum berbicara dari sudut abortus
> provokatus, aborsi yang dilarang. Sejak awal soal ini tidak
> pernah selesai. Orang lebih melihat, ini ada abortus di
> sana-sini. Akhirnya dokter atau orang yang melakukannya yang kena.
> *Benarkah pada 1970-1980 aborsi boleh dilakukan untuk menangani
> kegagalan Keluarga Berencana?*
> Belum ada. Yang ada hanya kesepakatan tanpa dokumen resmi.
> *Bukankah Klinik Raden Saleh ditunjuk secara resmi?*
> Betul. Tapi itu satu-satunya (klinik). Yang lain mana? Untuk 240
> juta rakyat Indonesia, mana cukup hanya Raden Saleh. Akhirnya
> terjadilah klinik unauthorized. Itu bukan ilegal. Bayangkan
> saja, kehamilan yang tidak diinginkan ada berapa juta? Itu mau
> ke mana?
> *Apakah Anda, juga Klinik Raden Saleh, ikut berpraktek aborsi tanpa
> indikasi medis?*
> Semua tindakan yang dilakukan di Klinik Raden Saleh dilakukan
> setelah melalui konseling ketat. Dilakukan oleh konselor
> terlatih untuk memastikan adanya indikasi medis.
> *Sebetulnya, berapa besar angka kegagalan Keluarga Berencana?*
> Setiap cara KB selalu ada kegagalannya. Kegagalan kontrasepsi
> IUD sekitar satu persen, pil dua persen, suntikan dan
> sterilisasi kurang dari satu persen, lalu kondom 20 persen.
> *Bila gagal, apa yang harus dilakukan?*
> Cuma dua pilihan: menerima atau tidak. Sebagian besar akan
> meneruskan. Pemerintah menyediakan biaya kelahirannya tapi kecil
> sekali. Sejak semula harus diterangkan bahwa KB tidak 100 persen
> berhasil. Kalau gagal, bisa diteruskan. Tapi ada yang ngotot
> tidak mau.
> *Apa efeknya bila diteruskan?*
> Tidak ada. Hanya, secara kejiwaan merasa tidak enak, karena
> nawaitunya tidak ingin hamil. Ada yang merasa anaknya akan
> cacat, padahal tidak. Paling-paling, pada pemakai IUD, 30 persen
> akan keguguran.
> *Dan bila dihentikan?*
> Pemerintah tidak menyediakan (fasilitas) itu. Akhirnya, ya,
> mencari-cari sendiri.
> *Kalau gagal KB, apakah boleh digugurkan?*
> Secara rasional dibolehkan. Kami sedang mendorong (hal) ini.
> Seperti mobil, kalau kita jual kan ada after sales service-nya.
> Begitu juga KB, akan ada kemungkinan efek samping, komplikasi,
> dan kegagalan. Kalau konsisten, semuanya ditanggulangi. Itu
> dipengaruhi kultur dan politik.
> *Soal ini mesti diatur di mana?*
> Di Undang-Undang Kesehatan. Tapi itu tidak ada. Sedang direvisi,
> tapi belum selesai.
> http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/05/11/ INT/mbm.20090511 .INT130252. id.html
> Praktik Aborsi Terbongkar
> Thursday, 28 May 2009
> ABORSI ILEGAL Para wartawan mengamati rumah di Perumahan Taman Harapan
> Baru, Jalan Taman Harapan Baru Selatan I Blok V 1 RT 7/25, No 12,
> Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi yang dijadikan lokasi aborsi. Pelaku
> utama ternyata masih ada hubungan dengan aborsi di Kelapa Gading dan
> Johar Baru.
> BEKASI(SI) â€" Rumah Mewah di Taman Harapan Baru,Jalan Taman Harapan Baru
> Selatan I Blok V 1 RT 7/25,No 12,Pejuang,Medan Satria,Kota Bekasi,yang
> dijadikan tempat praktik aborsi ilegal digerebek.
> Penggerebekan oleh Satuan Reskrim Polrestro Bekasi itu dilakukan pada
> Rabu (27/5) pukul 22.45 WIB.Dalam penggerebekan itu,petugas menangkap
> pelaku utama aborsi ilegal, Siti Jubaedah, 45; pasien aborsi bernama
> Saniwati, 24; serta seorang lelaki yang mengantarnya, Saniwati. Ketua RT
> 7/25 Kusuma Himawan mengatakan, penggerebekan rumah kontrakan ini
> membuat warga tersentak.
> Pasalnya, di rumah kontrakan yang baru empat bulan ditempati Siti
> Jubaedah ini tidak terlihat aktivitas yang mencurigakan warga. Selama
> ini warga tidak melihat adanya orang luar kompleks perumahan elite
> tersebut yang masuk ke rumah Siti Jubaedah.Selain itu, Siti Jubaedah
> mengaku kepada tetangga sebagai pengusaha yang memiliki berbagai macam
> bisnis. ”Kami kaget karena polisi tibatiba saja datang dan melakukan
> penggerebekan, ternyata rumah itu merupakan tempat praktik
> aborsi,”ungkap Kusuma Himawan kemarin.
> Dia sempat masuk ke rumah itu dan mendapati beberapa alat yang diduga
> kuat untuk menjalankan praktik aborsi ilegal, seperti gunting, pispot,
> infus, jarum suntik, dan lampu. Kapolrestro Bekasi Kombes Mas Guntur
> Laupe mengatakan, praktik aborsi ilegal ini memang telah lama menjadi
> incaran petugas. Saat dilakukan penggerebekan, pelaku utama hendak
> melakukan aborsi terhadap Saniwati yang tengah hamil lima bulan. Saat
> itu Saniwati baru sebatas diberikan obat oleh pelaku.
> Dalam penggerebekan yang dilakukan tanpa perlawanan itu, petugas
> mendapati barang bukti berupa janin perempuan yang diperkirakan berusia
> lima bulan. ”Janin perempuan yang kami temukan sudah dalam keadaan
> membusuk tersimpan di dalam lemari dengan bungkus koran dan
> plastik,”ungkapnya. Saat ini petugas tengah melakukan pengembangan untuk
> menangkap sopir pribadi pelaku yang tengah berada di Yogyakarta.
> Sopir pribadi inilah yang kerap diperintahkan Siti Jubaedah membuang
> janin hasil aborsi. Selama menjalankan aksi, janin hasil aborsi tidak
> pernah dikubur pelaku di areal rumah, tetapi langsung dibuang oleh sopir
> pribadi tersebut. Dari pengakuan Siti Jubaedah kepada petugas,praktik
> aborsi tersebut telah dijalaninya sejak lima bulan terakhir dengan total
> pasien sekitar 15â€"20 wanita muda. Untuk melakukan aborsi ini, pasien
> dikenakan biaya Rp3,5 juta.Rinciannya, Rp1,6 juta untuk Siti Jubaedah
> dan sisanya diperuntukkan bagi orang yang menjadi perantara pelaku
> dengan calon pasien.
> Untuk melakukan aborsi di tempat ini tidak sembarangan. Calon pasien
> merupakan orang-orang yang dibawa oleh perantara.Yang
> mencengangkan, perantara ini merupakan oknum-oknum bidan di salah satu
> rumah sakit pemerintah di Jakarta. Kombes Mas Guntur Laupe menambahkan,
> Siti Jubaedah juga pernah terkait kasus yang sama dalam kasus aborsi dr
> Agung Waluyo di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 2000 lalu.
> Saat itu, Siti Jubaedah yang bekerja sebagai tukang sapu di klinik itu
> divonis enam bulan penjara. Tidak itu saja, dalam kasus aborsi di Johar
> Baru pada Februari lalu, Siti Jubaedah menjadi saksi. Berdasarkan
> pemeriksaan, Siti Jubaedah yang bekerja sebagai tukang sapu secara
> diam-diam selalu memerhatikan tata cara praktik aborsi yang dilakukan dr
> Agung kepada pasiennya. ”Karena setiap hari memerhatikan tata cara
> aborsi inilah, yang dijadikan bekal pengalaman pelaku untuk membuka
> praktik aborsi ilegal sendiri,” tuturnya.
> Akibat ulahnya menjalankan praktik aborsi ilegal tersebut,pelaku
> terancam dijerat UU No 23/1997 tentang Kesehatan serta Pasal 80 ayat 1
> dan Pasal 348 KUHP dengan ancaman penjara lebih dari 15 tahun. (wahab
> firmansyah)
> http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ content/view/ 242363/38/
> Klinik Aborsi di Jagakarsa Digerebek
> Pemilik klinik saat ini menjadi tahanan luar, karena kondisi sudah renta.
> Jum'at, 29 Mei 2009, 17:22 WIB
> Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
> *VIVAnews *- Praktik aborsi yang berkedok klinik kebidanan di Jalan M
> Kafi Jagakarsa, Jakarta Selatan digerebek petugas Kepolisan Resor
> Jakarta Selatan.
> Klinik itu milik dr Sukarman, 70 tahun. Berdasarkan pantauan VIVAnews,
> klinik itu berada di sebuah rumah mewah dan terdapat plang bertuliskan
> dr Sukarman SPOG Spesiaslis Kandungan buka praktik Jam 7-9 pagi dan
> 17-19 sore. Nampak pula izin praktik.
> Menurut Ketua RT 02, Naim, 43, penggrebekan dilakukan Jumat malam pekan
> lalu. Banyak warga yang tidak mengetahui.
> "Mereka berpakaian preman dan langsung mengamankan pemilik praktik
> tersebut," ujarnya kepada wartawan, Jumat, 29 Mei 2009.
> Dia mengatakan kecurigaan warga akan praktik aborsi di klinik ini sudah
> sejak lama. Bisnis milik Sukarman sudah 5 tahun beroperasi.
> Banyak wanita belia yang sering keluar masuk klinik saat malam hari.
> "Kebanyakan pasien dari luar wilayah sini. Bahkan pernah terlihat artis
> dangdut terkenal datang ke sini," ungkapnya.
> Tarif yang dipasang untuk menggugurkan janin sebesar Rp 13 juta untuk
> sekali aborsi termasuk biaya penginapan.
> Pemiliknya memang tertutup dan sosialiasi dengan warga, begitu juga
> dengan para pekerjanya. "Sukarman jarang terlihat, karena usia sudah tua
> dan sering sakit-sakitan, " imbuhnya.
> Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Subandi membenarkan ada
> penggerebakan praktik aborsi tersebut. "Penggerebekan kita lakukan atas
> laporan warga, selain dokter ada tersangka lain yang kita amankan," katanya.
> Dalam penggrebekan itu, polisi berhasil menyita barang bukti seperangkat
> alat-alat aborsi. "Kita masih terus menyelidiki, masih ada tersangka
> lain yang akan diamankan," tegasnya.
> Untuk tersangka utama, pemilik klinik saat ini menjadi tahanan luar,
> karena kondisi sudah renta dan sakit.
> • VIVAnews
> http://metro. vivanews. com/news/ read/62007- klinik_aborsi_ di_jagakarsa_ digerebek
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (1)
> 9a.
> Tanya : gusi (tempat geraham bungsu) bengkak
> Posted by: "Mei80"
> queen_mei@yahoo.com
>  
> queen_mei
> Fri May 29, 2009 8:59 pm (PDT)
> Dear All,
> Mau tanya nih...kok gusi belakang - tempat geraham bungsu sebelah kanan bengkak, dan tadi pas saya pencet keluar cairan kuning kaya nanah tapi ngga bau...
> Itu apa yah...
> Apakah geraham bungsu perlu di operasi ?
> dan kalo ke dr gigi, kalo saya lagi sariawan boleh ngga sih ?
> Tolong sharingnya yah...
> Tx, Fitri
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 9b.
> Re: Tanya : gusi (tempat geraham bungsu) bengkak
> Posted by: "Olie vi"
> olie_vi@yahoo.com
>  
> olie_vi
> Fri May 29, 2009 11:35 pm (PDT)
> halo mba fitri..
> kebetulan saya pernah mengalami seperti mab fitri, tapi saya waktu itu habis operasi gigi, pas dipencet keluar cairan kekuningan dan rasanya agak asin2.. saya lalu menelpon dokter gigi yang mengoperasi saya, dokternya bilang, di gusi saya ada rongga bekas gigi dan sepertinya ada sisa makanan yang nyangkut dan mengendap di rongga gusi saya, lalu sisa makanan itu tercampur air liur dan terbendung di rongga gusi saya, kalau dipencet cairannya keluar.. dokter tersebut hanya menganjurkan saya untuk berkumur2 sering2 dengan air putih atau betadine (yang untuk luka pada mulut) setiap habis makan atau minum air yg bukan air putih..
> kalau pd kasus mba, mungkin gigi mba tumbuhnya agak miring sehingga gusi bengkak dan menimbulkan gusi terbuka dan mungkin ada sisa makanan yang nyangkut di situ.. tapi ini hanya pendapat saya saja ya mba, takutnya beda kasus dengan saya... kalau giginya ngga muncul2 ,gusinya bengkak terus, dan sangat mengganggu sakitnya, mungkin memang giginya tumbuh miring, rasanya musti dikonsultasikan ke dokter...
> maaf jika tidak  membantu...
> regards,
> olivia
> ____________ _________ _________ __
> From: Mei80 < queen_mei@yahoo. com >
> To: sehat@yahoogroups. com
> Sent: Saturday, May 30, 2009 10:59:58
> Subject: [sehat] Tanya : gusi (tempat geraham bungsu) bengkak
> Dear All,
> Mau tanya nih...kok gusi belakang - tempat geraham bungsu sebelah kanan bengkak, dan tadi pas saya pencet keluar cairan kuning kaya nanah tapi ngga bau...
> Itu apa yah...
> Apakah geraham bungsu perlu di operasi ?
> dan kalo ke dr gigi, kalo saya lagi sariawan boleh ngga sih ?
> Tolong sharingnya yah...
> Tx, Fitri
> Get your new Email address!
> Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 10.
> [news] FDA Report Urges Tougher Acetaminophen Warning
> Posted by: "ghozansehat"
> ghozansehat@yahoo.com.sg
>  
> ghozansehat
> Fri May 29, 2009 9:16 pm (PDT)
> FDA Report Urges Tougher Acetaminophen Warning
> The risk of overdose, and potential liver damage, is still too high,
> agency says
> Posted May 28, 2009
> *By Steven Reinberg*
> /HealthDay Reporter/
> THURSDAY, May 28 (HealthDay News) -- One month after mandating stricter
> warning labels about the risk of liver damage from the painkiller
> acetaminophen, U.S. regulators are contemplating even tougher standards.
> Advisers to the U.S. Food and Drug Administration will meet late next
> month to review a new agency report that calls for stronger warnings,
> better consumer education, and limits on doses for both prescription
> acetaminophen and over-the-counter acetaminophen, best known as Tylenol.
> Part of the problem, according to the FDA report, released Wednesday, is
> that severe liver damage can result from a lack of consumer awareness
> that acetaminophen can cause such injury. Also, many people may take
> more than the recommended dose of over-the-counter pain relievers in the
> mistaken belief that taking more will be more effective against pain
> < http://health. usnews.com/ articles/ health/healthday /2009/05/ 28/fda-report- urges-tougher- acetaminophen- warning.html# >
> without posing health risks. And consumers may not know that
> acetaminophen is present in many over-the-counter products, including
> remedies for colds, headaches and fevers, making it possible to exceed
> the recommended acetaminophen dose.
> Despite more than five years of FDA-sponsored consumer education
> campaigns, "recent studies indicate that unintentional and intentional
> overdoses leading to severe hepatotoxicity continue to occur," the
> report said.
> The report also calls for limiting the maximum adult daily dose to no
> more than 3,250 milligrams, but with a lower daily maximum for patients
> consuming three or more alcoholic drinks every day while
> usingacetaminophen products. It also recommends limiting the tablet
> strength for immediate-release formulations to a maximum of 325
> milligrams, and the single adult dose to a maximum of 650 milligrams.
> The recommendations also include:
> * limiting pediatric liquid formulations to one mid-strength
> concentration (compared to multiple dose strengths available now);
> * requiring that a measuring device (such as a calibrated cup with
> dosing increments) be included in each package;
> * including dosing instructions for children under 2 years of age if
> accurate dosing instructions can be determined and adequate
> efficacy data exist to support dosing.
> On April 28, the FDA said many over-the-counter painkillers and fever
> reducers will now have to carry new warnings on the potential danger of
> liver damage and stomach bleeding.
> Manufacturers will have to include these warnings on all their
> over-the-counter products containing acetaminophen, and on all
> non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) drugs, the agency said.
> NSAIDs include popular medicines such as aspirin, ibuprofen (Advil,
> Motrin), naproxen (Aleve) and Excedrin.
> The purpose of the new labeling is to raise awareness of potential liver
> damage from acetaminophen and the potential for stomach bleeding from
> NSAIDs, the FDA said.
> *More information*
> For more on acetaminophen, visit the U.S. National Library of Medicine
> < http://www.nlm. nih.gov/medlinep lus/druginfo/ meds/a681004. html >.
> Source :
> http://health. usnews.com/ articles/ health/healthday /2009/05/ 28/fda-report- urges-tougher- acetaminophen- warning.html
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (1)
> 11.
> [news] Ada Lapisan Lilin Antilengket pada Mi Instan?
> Posted by: "ghozansehat"
> ghozansehat@yahoo.com.sg
>  
> ghozansehat
> Fri May 29, 2009 10:53 pm (PDT)
> Ada Lapisan Lilin Antilengket pada Mi Instan?
> Jumat, 29 Mei 2009 | 13:30 WIB
> *KOMPAS.com* â€" Mudah, murah, dan enak. Itulah alasan mengapa banyak
> orang menyukai mi instan. Tinggal dimasak sebentar, bahkan ada yang
> hanya perlu diseduh air panas, langsung bisa disantap demi
> "menyelamatkan" perut yang keroncongan.
> Seiring kesuksesan mi cepat saji ini, sudah sekian lama beredar isu
> seputar mi instan. Isu lapisan lilin pada mi instan adalah yang kerap
> diembuskan, malah bikin heboh beberapa tahun lalu. Lilin atau zat kimia
> lain sejenis /wax /tersebut digunakan agar mi tidak lengket ketika dimasak.
> Dugaan inilah yang memunculkan banyak anjuran untuk tidak makan mi
> instan setiap hari. Dinyatakan sejumlah ahli, tubuh memerlukan waktu
> setidaknya tiga hari untuk membersihkan lilin tersebut. Apalagi ada pula
> dugaan bahwa lilin ini bersifat karsinogenik atau dapat mencetuskan
> terjadinya kanker.
> Isu lilin ini sudah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
> beberapa tahun lalu. Hingga kini pun isu tersebut masih dibantah. Tentu
> saja, sebuah produk mi instan ternama turut membantah isu tersebut.
> "Jika isu itu memang benar, tentunya BPOM dan Departemen Kesehatan akan
> menarik mi instan dari pasaran," ujar Dr Nuri Andarwulan, ahli teknologi
> pangan dari Institut Pertanian Bogor.
> Terlepas dari isu lilin tersebut, para ahli kesehatan memang
> menganjurkan untuk membatasi asupan mi instan. Alasannya, konsumsi
> secara berlebihan atau sering dapat mengganggu saluran pencernaan dan
> menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain.
> Meski ada-tidaknya lilin pada mi masih jadi perdebatan, ada baiknya kita
> berjaga-jaga. Supaya lebih aman, ada baiknya mengikuti tip berikut saat
> memasak mi instan:
> - Jerang air agak banyak hingga benar-benar mendidih, lalu dibagi
> menjadi dua bagian (tuang ke dalam dua panci berbeda).
> - Masukkan mi ke dalam panci pertama dan didihkan kembali. Panci pertama
> ini fungsinya untuk mencuci kandungan antilengket lainnya yang terdapat
> pada mi instan. Setelah matang, pindahkan mi yang telah "dicuci" itu ke
> dalam panci kedua, lalu didihkan kembali.
> http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/05/29/ 13301213/ ada.lapisan. lilin.antilengke t.pada.mi. instan
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (1)
> 12a.
> Re: T: oot-day care d buncit/pejaten
> Posted by: "polarlander74@yahoo.co.id"
> polarlander74@yahoo.co.id
>  
> polarlander74
> Fri May 29, 2009 11:56 pm (PDT)
> Kalau di buncit saya kurang tau. Tapi daycare yg paling deket disekitar situ ada daycare mitra bulog di gedung bulog jl gatot subroto dan keen kids daycare di pasar festival kuningan.
> Mungkin yg lain ada yg tahu? Best fitri
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (2)
> 13.
> Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial Dis
> Posted by: "marcella kasih"
> marcellakasih@yahoo.com
>  
> marcellakasih
> Sat May 30, 2009 12:09 am (PDT)
> Dear Sps,
> Drama demam Laetitia sejak 11/05/2009 akhirnya ada titik terang, mudah2an kalau Tuhan berkenan, badai pasti berlalu segera.
> Dari awal suspect gondongan, kemudian menjadi supect demam typhoid, rawat inap gara2 cuma mau minta antibiotik untuk typhoid fever di hari Minggu...ternyata rencana cuma 1 malam berlanjut jadi 5 malam. Ceritanya panjang...nanti saya uraikan detailnya setelah Lin2 (Laetitia) sembuh tuntas. Ternyata setelah pulang ke rumah, demam berlanjut.
> Puji Tuhan, dengan berbekal ilmu dari milis, dukungan berbagai pihak, kelihatannya saat ini Lin2 kena Nosocomial Disease, alias ketularan pasien sebelah waktu dirawat inap kemarin. Soalnya pola panasnya udah beda dari typhoid fevernya, persis kayak pasien sebelah. Tadinya saya mau minta VIP yang sekamar sendirian (karena alasan rawat inap cuma supaya DSA mau dihubungi buat memberi obat demam typhoid) , berhubung sedang renovasi, rumah sakit cuma punya kamar level tertinggi 1 kamar berdua buat bagian pediatric.3 hari pertama memang sedirian, tapi 2 hari terakhir, ada pasien yang kena inveksi virus berat. Demam tinggi sampai 41C, parasetamol gak mempan, ibuprofen lewat anus juga gak mempan, baru mulai turun setelah diberi steroid. Pasien pusing sampai mual, muntah terus, dan sudah kondisi wajib infus...Anak saya pulang Jumat minggu lalu, mulai demam lagi Senin kemarin, dengan pola demam viral infection. Tapi tadi pagi sudah ke dokter, test
darah,
> confirm kalau memang viral infection, karena IgM Salmonella typhii nya negatif, leukocytnya sudah normal, tinggal trombositnya yang turun, walaupun masih di range normal. IgM dan IgG Denguenya juga negatif, so far bukan DHF. Lega rasanya. Tinggal istirahat, makan minum yang cukup dan bergizi. Kalau demam masih berlanjut, sudah punya cadangan appointment dengan dokter milis tercinta, cari second opinion, menegakkan diagnosa.
> Semoga pengalaman saya bisa jadi pengalaman tidak langsung Sps semua. Kadang kita butuh banyak "senjata" untuk tetap rasional, banyak dukungan dan banyak berdoa juga tentunya.
> Terima kasih sebesar2nya pada Esti, Ria, dan Sisil...tanpa kalian saya pasti tidak bisa seperti ini...kuat menghadapi semuanya.
> Teriring salam hormat pada Anda semua dan keluarga.
>  
> Rgds,
> Marcella
> Mama Lin2 dan Felix
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (1)
> 14.
> INFO: Minum Jamu Bisa Sebabkan Sakit Ginjal
> Posted by: "Fina Lefina"
> finalefina@yahoo.com
>  
> finalefina
> Sat May 30, 2009 12:29 am (PDT)
> Dear all,
> Ada info bagus tentang Ginjal. Menggenal Ginjal  kita yuk....
>  
> Cheer´s
> Fina
>  
>  
> Minum Jamu Bisa Sebabkan Sakit Ginjal
> Ginjal merupakan salah satu organ penting yang dimiliki manusia. Namun demikian masih banyak saudara kita  yang belum mengenalnya secara mendalam... Hal ini menyebabkan pengetahuan saudara kita tentang Ginjal beserta penyakit, cara pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal juga  rendah.  Agar tidak salah kaprah sekaligus  dapat menjaga kesehatan organ tubuh kita yang bernama Ginjal.
> Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai alat filtrasi, mengeluarkan kelebihan garam, air,  asam,  membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, dan  sisa metabolisme tubuh. Ginjal juga bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah. Kerusakan pada jaringan ginjal disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal.
>  
> Produk jamu tradisional atau alami yang banyak dijual dan beredar di pasaran yang berbentuk pil atau bubuk, sering dituding berbahaya bagi kesehatan ginjal. Minum jamu akan berbahaya bagi kesehatan ginjal jika diminum melebihi dosis-nya dan / atau tanpa disertai dengan banyak-banyak minum air (air putih lebih baik), karena ginjal itu tugasnya membuang air, sisa cairan dan metabolit didalamnya dengan menyaring darah yang tersuplai ke ginjal. Jika tidak disertai dengan kebiasaan banyak minum, bisa dibayangkan darah yang dialirkan ke ginjal untuk disaring dan dibuang itu berkonsentrasi yang cukup pekat, ditambah lagi dengan adanya senyawa metabolit jamu. Organ ginjal bisa cepat rusak kalau harus menyaring cairan konsentrat terus menerus. Dan akan lebih berbahaya lagi, kalau ternyata jamu yang dibeli dan dikonsumsi itu ternyata mengandung senyawa obat sintetis (dikhawatirkan reaksi antara jamu dan obat sintetis ternyata saling bertolak belakang). Bisa-bisa
> terjadi reaksi komplikasi. juga pemakaian jamu yang dalam jangka waktu lama bisa berdampak penumpukan senyawa metabolitnya di organ - organ, misalnya di hati, saluran pencernaan ataupun ginjal.
> Selain asupan dari luar, faktor lain yang menjadi penyebab resiko munculnya penyakit Ginjal adalah  tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit jantung pembuluh darah, dan faktor keturunan. Faktor lainnya adalah usia diatas 60 tahun, sakit Lupus atau penyakit autoimun lainnya, obesitas/kegemukan, infeksi saluran kemih, batu ginjal dan  maupun badan berat rendah saat  lahir. Meskipun jarang terjadi, beberapa beberapa orang suka mengalami yang disebut gagal ginjal kronik ada yang disebabkan oleh kelainan yang diturunkan. Penyakit keturunan seperti penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan gagal ginjal kronik.
> Penyakit ginjal tergolong penyakit kronis yang tidak menular, tapi merupakan pencetus berbagai macam penyakit berbahaya. Misalnya, jantung koroner, stroke, hipertensi, serta diabetes melitus. Penyakit-penyakit tersebut saat ini menjadi ancaman utama di dunia kesehatan. Tanda dan gejala terjadinya penyakit gagal ginjal akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.. Tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan menurun, sering mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemia. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.
>  
> Cara pencegahan yang cukup baik adalah mengonsumsi air yang cukup, menghindari konsumsi jamu untuk jangka panjang, menghindari konsumsi obat-obatan sembarangan dan sebagainya. Cara lainnya adalah berolahraga teratur, berhenti merokok, makan dengan menu seimbang, hindari kekurangan cairan dengan minum minimal rata-rata 1-1,5 liter air putih per hari.
>  
> Sumber: http://lifestyle. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2008/03/31/ 27/96346/ ragam-penyakit- ginjal-dan- penanganannya
> http://www.sahabatg injal.com/ display_articles .aspx?artid= 22 http://www.geocitie s.com/sonnywinat a/informasi_ ginjal.html
> http://www.infopeny akit.com
> http://melilea021. wordpress. com/2008/ 06/18/penyakit- gagal-ginjal/
> http://mediasehat. com/tanyajawab44 0
>  
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (1)
> 15a.
> [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Posted by: "msyohannes"
> msyohannes@yahoo.com
>  
> msyohannes
> Sat May 30, 2009 1:47 am (PDT)
> Dear moms..
> tgl 27mei kemarin, darren tepat berusia 2thn, berarti dah 2thn dia mendapat ASI (sebenarnya 2thn krg seminggu sih.. sdh seminggu dia ga nenen lg, msh bisa disebut sarjana S2 ga ya?)
> sama dgn moms lainnya, perjuangan tuk memberikan asi benar2 penuh suka dan duka ya.. jadi saya benar2 bangga deh bs menyusui darren slm 2thn ini.
> proses menyapih nya pun berjalan alami, bahkan tanpa saya rencanakan.. mulanya dikarenakan saya sedang hamil anak kedua, lalu saya mulai sibuk mencari dsog yg pro tandem nursing, bahkan pernah saya tanyakan jg di milis.. (thanks to all moms tuk infonya ya) tp sayangnya semua dokter yg diusulkan tsb ga ada yg pro tandem nursing (bahkan dr.N**w**s** * pun yg sering membawakan seminar asi jg menyarankan saya tuk menyapih segera)
> saya bingung, pengennya sih menyusui sampai 2thn atau lebih.. tp kok ga ada dsog yg mendukung ya?
> untungnya ada file2 dan sharing2 dr moms di milis ttg tandem nursing, ditambah dgn artikel2 dr mbak luluk (big thanks!!) akhirnya saya mantap menjalankan tandem nursing deh..
> tp pd kehamilan bln 4-5, tiba2 darren mulai aneh tiap kali pas menyusu, kok jd nangis2 ya? kaya marah2 gitu deh.. akhirnya saya coba kasih susu UHT lg ke dia eh..ternyata dia mau.. ooo..ternyata mungkin asi saya mulai beda rasanya atau mulai berkurang.
> saya ingat di artikelnya mbak luluk, ada tertulis, pada kehamilan bln4-5, asi mulai berubah rasa krn dalam proses pembentukan kolostrum, maka kadang bs dijadikan proses menyapih alami, krn ada anak yg tetap suka tp ada jg anak yg tidak suka dgn rasa baru asi ini..
> sejak saat itu, tiap kali selesai nenen, darren tetap saya kasih susu UHT, sampai akhirnya dalam sehari frekuensi menyusu nya berkurang hingga 1x saja, dan akhirnya dia bisa tidur tanpa hrs menyusu dahulu :)
> sekarang sudah seminggu lebih darren tidak menyusu lg, ada kalanya timbul rasa kangen jg :) kangen celoteh dia : nenen yuukk..ayuukkk. ..
> oiya, moms, tambahan lg, darren jg dah lepas dr dot.. horeee..
> moga2 sharing saya ini bs berguna buat moms lainnya ya dan bs jd penyemangat buat moms tuk memberikan ASIX
> salam ASI,
> mega
> New Email names for you!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (5)
> 15b.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Posted by: "dian.wahdini@yahoo.com"
> dian.wahdini@yahoo.com
>  
> dian.wahdini
> Sat May 30, 2009 2:03 am (PDT)
> Wow..mbak mega congrats ya..!!
> Semoga bisa ngikutin jejak langkah nya mbak mega niy, bs nyusui anakku sampe 2 thn.
> Wah coba saya baca email mbak ttg dsog yg pro tandem nursing. Mbak bisa coba ke dr. Ahmad Mediana di RS Gandaria / RSPI..
> Mungkin bisa buat referensi moms yg lain ya..
> Salam hangat,
> Dian | bundanya Rafael | 11m 29d
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (5)
> 15c.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Posted by: "hasna.hanifah@yahoo.com"
> hasna.hanifah@yahoo.com
>  
> hasna.hanifah
> Sat May 30, 2009 2:33 am (PDT)
> Mbak dian skrg dr ahmad udah pindah dr rspi ke kemsng medicl center
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> -----Original Message-----
> From: dian.wahdini@ yahoo.com
> Date: Sat, 30 May 2009 09:03:30
> To: < sehat@yahoogroups. com >
> Subject: Re: [sehat] [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Wow..mbak mega congrats ya..!!
> Semoga bisa ngikutin jejak langkah nya mbak mega niy, bs nyusui anakku sampe 2 thn.
> Wah coba saya baca email mbak ttg dsog yg pro tandem nursing. Mbak bisa coba ke dr. Ahmad Mediana di RS Gandaria / RSPI..
> Mungkin bisa buat referensi moms yg lain ya..
> Salam hangat,
> Dian | bundanya Rafael | 11m 29d
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------ --------- --------- ------
> ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========
> " Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> Kunjungi kami di :
> http://www.sehatgro up.web.id/
> ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========
> " SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
> Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> Please visit our website at :
> http://www.sehatgro up.web.id/
> ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========
> Yahoo! Groups Links
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (5)
> 15d.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Posted by: "Ari Rustadewi"
> ari.rustadewi@gmail.com
>  
> rustadewi
> Sat May 30, 2009 4:50 am (PDT)
> Selamat-selamat. ..
> Saya yg 2bln lalu baru lulus ASIX aja dah 'gimana gitu' rasanya 8D
> Apalagi lulus S2 ya...
> Sekali lagi selamat...&smoga kehamilannya lancar ya.
> -----Original Message-----
> From: msyohannes < msyohannes@yahoo. com >
> Date: Sat, 30 May 2009 01:47:06
> To: < sehat@yahoogroups. com >; < asiforbaby@yahoogro ups.com >
> Subject: [sehat] [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Dear moms..
> tgl 27mei kemarin, darren tepat berusia 2thn, berarti dah 2thn dia mendapat ASI (sebenarnya 2thn krg seminggu sih.. sdh seminggu dia ga nenen lg, msh bisa disebut sarjana S2 ga ya?)
> sama dgn moms lainnya, perjuangan tuk memberikan asi benar2 penuh suka dan duka ya.. jadi saya benar2 bangga deh bs menyusui darren slm 2thn ini.
> proses menyapih nya pun berjalan alami, bahkan tanpa saya rencanakan.. mulanya dikarenakan saya sedang hamil anak kedua, lalu saya mulai sibuk mencari dsog yg pro tandem nursing, bahkan pernah saya tanyakan jg di milis.. (thanks to all moms tuk infonya ya) tp sayangnya semua dokter yg diusulkan tsb ga ada yg pro tandem nursing (bahkan dr.N**w**s** * pun yg sering membawakan seminar asi jg menyarankan saya tuk menyapih segera)
> saya bingung, pengennya sih menyusui sampai 2thn atau lebih.. tp kok ga ada dsog yg mendukung ya?
> untungnya ada file2 dan sharing2 dr moms di milis ttg tandem nursing, ditambah dgn artikel2 dr mbak luluk (big thanks!!) akhirnya saya mantap menjalankan tandem nursing deh..
> tp pd kehamilan bln 4-5, tiba2 darren mulai aneh tiap kali pas menyusu, kok jd nangis2 ya? kaya marah2 gitu deh.. akhirnya saya coba kasih susu UHT lg ke dia eh..ternyata dia mau.. ooo..ternyata mungkin asi saya mulai beda rasanya atau mulai berkurang.
> saya ingat di artikelnya mbak luluk, ada tertulis, pada kehamilan bln4-5, asi mulai berubah rasa krn dalam proses pembentukan kolostrum, maka kadang bs dijadikan proses menyapih alami, krn ada anak yg tetap suka tp ada jg anak yg tidak suka dgn rasa baru asi ini..
> sejak saat itu, tiap kali selesai nenen, darren tetap saya kasih susu UHT, sampai akhirnya dalam sehari frekuensi menyusu nya berkurang hingga 1x saja, dan akhirnya dia bisa tidur tanpa hrs menyusu dahulu :)
> sekarang sudah seminggu lebih darren tidak menyusu lg, ada kalanya timbul rasa kangen jg :) kangen celoteh dia : nenen yuukk..ayuukkk. ..
> oiya, moms, tambahan lg, darren jg dah lepas dr dot.. horeee..
> moga2 sharing saya ini bs berguna buat moms lainnya ya dan bs jd penyemangat buat moms tuk memberikan ASIX
> salam ASI,
> mega
> New Email names for you!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> [Non-text portions of this message have been removed]
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (5)
> 15e.
> Re: [sharing] Darren lulus ASI S2 + bisa menyapih tanpa paksa :)
> Posted by: "megasanty"
> msyohannes@yahoo.com
>  
> msyohannes
> Sat May 30, 2009 8:03 am (PDT)
> thanks moms buat supportnya :)
> ayo moms yg udah S1.. tetep semangat, pasti bs deh lulus S2, asal tahan mental aja n jgn pernah merasa malu msh menyusui anak kita walau udah 1thn lbh.. banyak yg bilang, "ih..kok dah gede masih nenen??" tp masa sih 1thn lbh dah dibilang gede??
> buat mom puspa, ok, nanti saya coba fwd ke mbak ya artikel2nya.
> salam asi,
> mega
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (5)
> 16.
> sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ?
> Posted by: "nankrist"
> nancy@itdiv.kompasgramedia.com
>  
> nankrist
> Sat May 30, 2009 7:33 am (PDT)
> Hi docs&sps,
> mohon bantuannya.
> berhub pengennya kl diijinin TUHAN buat hamil lagi pengennya lancar 1000%
> &berbekal "ilmu" dari milis ini,
> maka hari ini saya&suami pergi ke dsog (yg referensi nya cukup menarik).
> Tapi setelah konsul ke dsog tsb,
> saya mlh jadi bingung :
> 1. saya minta rujukan untuk test TORCH&
> menurut beliau tidak perlu TORCH lengkap
> krn TORCH juga tmsk hiv, sipilis, herpes
> jadi akhirnya di surat pengantar nya hny diminta test utk
> Anti-Rubella IgG&Anti Rubella IgM.
> Sedangkan anti toxoplasma, anti CMV, aviditas anti CMV, anti HSV tdk dicentang (berarti tdk pelru ditest).
> saya jadi ragu2 apa betul hny anti rubella saja yg perlu ditest?
> 2. kl ingin test TORCh cukup istri saja atau perlu suaminya juga ditest?
> 3.saya juga minta rujukan untuk imunisasi MMR, Hep B, varisella
> namun mnrt dsog tsb tunggu hasil dari point 1.
> setau saya -cmiiw- MMR juga untuk gondongan, sedangkan saya blm pernah kena gondongan.
> sedangkan di point 1 yg akan ditest hny rubella saja.
> kl saya imunisasi tnp perlu test titer sgala, apa berbahaya;
> atau memang hrs ditest titer nya dahulu?
> 4.sebrp penting test tiroid T3, T4, Tsh?
> Mudah2an berkenan bantu,
> krn terus terang seblm akhirnya dtg&konsul ke dsog ini,
> saya merasa cukup mantap dgn referensi yg saya peroleh.
> tp stlh konsul malah jd gak mantap (berarti kudu cari dsog lain nih)
> thanks
> Back to top
> Reply to sender
> |
> Reply to group
> |
> Reply via web post
> Messages in this topic
> (1)
> Recent Activity
>   16
> New Members
> Visit Your Group
> Biz Resources
> Y! Small Business
> Articles, tools,
> forms, and more.
> Need traffic?
> Drive customers
> With search ads
> on Yahoo!
> Cat Zone
> on Yahoo! Groups
> Join a Group
> all about cats.
> Need to Reply?
> Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
> Create New Topic |
> Visit Your Group on the Web
> Messages
> | Database
> | Polls
> | Calendar
> ==========================================================================
> " Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> Kunjungi kami di :
> http://www.sehatgroup.web.id/
> ==========================================================================
> " SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
> Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."
> Please visit our website at :
> http://www.sehatgroup.web.id/
> ==========================================================================
> MARKETPLACE
> $9000/Month at Home. Learn how Part Time, online!.
> I made $5,827 last week.. Find out How. Part Time!.
> Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for the world and for each other
> Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
> Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
> Visit Your Group |
> Yahoo! Groups Terms of Use |
> Unsubscribe

8.

tes alergi

Posted by: "sans_an" sans_an@yahoo.com   sans_an

Sat May 30, 2009 9:34 pm (PDT)



dear parents,
anak saya 3 thn sejak awal thn ini tiap bln slalu pilek dan batuk dikit...saya curiga anak saya mengidap alergi , yang saya ingin tanyakan apakah untuk anak kecil bisa di tes alerginya, dengan cara apakah?dan brapa biayanya?terima kasih sblmnya untuk sharenya parents.

9.

(ask) biang keringat ato alergi????

Posted by: "yesi oktavia" yesi_blue2410@yahoo.com   yesi_blue2410

Sat May 30, 2009 9:52 pm (PDT)



dear moms and docs,

anak saya rana (3y8m) waktu 2 minggu lalu ke dokter SPA divonis alergi..tapi gak jelas alergi apa..dokternya langsung meresepkan obat anti alergi dan hanya membolehkan makan tempe, tahu, daging dan ayam kampung..awalnya sih mau cek radangnya rana,,lalu dokternya melihat ada bintik2 seperti biang keringat di lehernya rana..dan si dokter bilang rana alergi..saya sih iya2 saja, tapi saya tidak tebus obat dari dokternya karena setau saya alergi tidak ada obat2an dari sisi medis.

memang waktu usia rana belum genap 2tahun, pernah ada bintil2 berisi nanah di punggung tubuhnya, dokter kulit bilang alergi tapi gak tau alergi apa,saya coba ingat2 kira salah makan apa..tapi saya masih tetap bingung. akhirnya sudah sembuh yang di punggung, lalu muncul di bag leher dan dada..tapi tidak berisi nanah, hanya seperti biang keringat saja. kebetulan rana juga mudah sekali berkeringat..saya sudah berusaha untuk selalu memperhatikan kl dia sudah mulai basa, segera diganti bajunya..kebetulan ada salep untuk biang keringat. tapi saya khwatir bisa ketergantungan gak ya?

pertanyaan saya apakah benar anak saya alergi. saya pernah baca di majalah bahwa masalah kekurangan enzim bisa menjadi faktor penyebab alergi karena tidak bisa menguraikanzat tertentudalam makanan (saya lupa zat apa)..dulu rana punya riwayat seperti itu, indikasinya pup-nya tidak sempurna alias masih ada makanan yang tidak hancur ,misal makan wortel keluar wortel juga. tapi sekarang sudah tidak lagi..

saya mohon saran dari para ortu dan dokter yang ada di sini ttg kondisi anak saya..sebelumnya terima kasih banyak..

bundarana

Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

10a.

Re: sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ?

Posted by: "Ria Ayu Iswari" ria.ayu@gmail.com   ria_ayu

Sun May 31, 2009 1:12 am (PDT)



dear mbak nancy,

saya coba jawab sebagian sesuai pengalaman aja ya..belum sempet browsing.
1. Tes torch memang ga perlu lengkap karena, seperti yg dikatakan dsog dulu... utk hiv, sifilis dan herpes ga perlu karena faktor resiko yang rendah (maksudnya ga sering gonta-ganti pasangan). Kalau untuk anti toxoplasma yg tidak dites agak bingung juga. Karena biasaya yg itu (toxo) yg jd concern calon ibu hamil. Seinget saya penyakit yg berbahaya (berpotensi mengganggu pertumbuhan janin) ya 3 penyakit itu, rubella, toxo dan varicella (di trisemester 1)

2. dari berbagai literatur yg saya baca sih...cukup istrinya saja. Mungkin kalo memang terjadi infeksi, utk toxoplasma penularan kan biasanya dari luar (contoh: kotoran kucing). Tp coba dicari lg infonya..

3. Untuk measles dan mumps, titernya memang ga bisa ketahuan dengan cek lab. Ga pa pa sih menurut saya langsung vaksin aja utk yg MMR. Lalu varicella, sebaiknya memang divaksin jika belum pernah kena penyakit ini. Misalnya udah pernah...titernya selama 25 thn (cmiiw). Jadi klo mbak nancy misalnya pernah kena cacar umur 17 th, berarti sampai 32 th, aman dari cacar. Untuk Hep B-nya...sebaiknya emang sabar menanti hasil lab ya hehe..

4. Maaf..ga punya info utk yg ini.

salam,
ria

--- In sehat@yahoogroups.com, "nankrist" <nancy@...> wrote:
>
> Hi docs&sps,
>
>
> mohon bantuannya.
>
> berhub pengennya kl diijinin TUHAN buat hamil lagi pengennya lancar 1000%
> &berbekal "ilmu" dari milis ini,
> maka hari ini saya&suami pergi ke dsog (yg referensi nya cukup menarik).
>
> Tapi setelah konsul ke dsog tsb,
> saya mlh jadi bingung :
> 1. saya minta rujukan untuk test TORCH&
> menurut beliau tidak perlu TORCH lengkap
> krn TORCH juga tmsk hiv, sipilis, herpes
> jadi akhirnya di surat pengantar nya hny diminta test utk
> Anti-Rubella IgG&Anti Rubella IgM.
> Sedangkan anti toxoplasma, anti CMV, aviditas anti CMV, anti HSV tdk dicentang (berarti tdk pelru ditest).
> saya jadi ragu2 apa betul hny anti rubella saja yg perlu ditest?
>
> 2.

10b.

Re: sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ?

Posted by: "Olie vi" olie_vi@yahoo.com   olie_vi

Sun May 31, 2009 2:26 am (PDT)



halo mba...

saya mau mencoba membantu,mohon maaf ya kalau seandainya pendapat saya kurang membantu atau ada yg salah...

1. saya setuju dg mba ria, menurut saya tes tokso,rubella dan cmv sama pentingnya...dan untuk HIV,dll memang sepertinya kecil kemungkinannya..

2. setahu saya, kalau istri baik2 saja (tokso,rubell dan cmv nya),sepertinya suami tidak perlu dites.. (mohon maaf kalau salah..)

3. MMR kan mump,measles, rubella (campak, rubella), jadi menurut saya tunggu hasil no. 1 dulu untuk rubellanya..
kalau hepatitis b, menurut saya juga penting,karna saya punya sahabat, menderita hepatitis b aktif (sahabat saya tidak tahu dia menderita hepatitis b karna selama ini dia sehat dan tidak pernah ada gangguan liver) dan sahabat saya baru memeriksa darah setelah dia hamil.. kalau bisa dites apa antibody nya masi banyak atau ngga, kalau saya dulu antibody saya masih sangat bagus,jadi tidak perlu divaksinasi ulang..

4. setahu saya kalau ada masalah dengan kelenjar tiroid biasanya seseorang itu menjadi agak sulit mempunyai anak dan kalau terjadi masalah tiroid di masa kehamilan bisa mengganggu pertumbuhan janin.. (tapi saya belum punya referensinya..) .tetapi saya rasa tidak perlu cek tiroid kalau selama ini tidak bermasalah,karna cek tiroid harganya sangat mahal..

maaf kalau tidak membantu..

regards,

________________________________
From: nankrist <nancy@itdiv.kompasgramedia.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Saturday, May 30, 2009 21:32:11
Subject: [sehat] sebrp penting test TORCH, imunisasi MMR/hep B/varisella ?

Hi docs&sps,

mohon bantuannya.

berhub pengennya kl diijinin TUHAN buat hamil lagi pengennya lancar 1000%
&berbekal "ilmu" dari milis ini,
maka hari ini saya&suami pergi ke dsog (yg referensi nya cukup menarik).

Tapi setelah konsul ke dsog tsb,
saya mlh jadi bingung :
1. saya minta rujukan untuk test TORCH&
menurut beliau tidak perlu TORCH lengkap
krn TORCH juga tmsk hiv, sipilis, herpes
jadi akhirnya di surat pengantar nya hny diminta test utk
Anti-Rubella IgG&Anti Rubella IgM.
Sedangkan anti toxoplasma, anti CMV, aviditas anti CMV, anti HSV tdk dicentang (berarti tdk pelru ditest).
saya jadi ragu2 apa betul hny anti rubella saja yg perlu ditest?

2. kl ingin test TORCh cukup istri saja atau perlu suaminya juga ditest?

3.saya juga minta rujukan untuk imunisasi MMR, Hep B, varisella
namun mnrt dsog tsb tunggu hasil dari point 1.
setau saya -cmiiw- MMR juga untuk gondongan, sedangkan saya blm pernah kena gondongan.
sedangkan di point 1 yg akan ditest hny rubella saja.
kl saya imunisasi tnp perlu test titer sgala, apa berbahaya;
atau memang hrs ditest titer nya dahulu?

4.sebrp penting test tiroid T3, T4, Tsh?

Mudah2an berkenan bantu,
krn terus terang seblm akhirnya dtg&konsul ke dsog ini,
saya merasa cukup mantap dgn referensi yg saya peroleh.
tp stlh konsul malah jd gak mantap (berarti kudu cari dsog lain nih)

thanks

New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

11.

Tanya : pergelangan tangan sakit

Posted by: "Annette Margaretha" annette.margaretha@gmail.com   annette.margaretha

Sun May 31, 2009 1:32 am (PDT)



saya Anet, bayi saya sekarang sudah 5m1w, sejak habis melahirkan pergelangan
tangan saya kanan dan kiri sakit sekali kalau digerakkan. apakah ini karena
saya sering menggendong anak saya? tapikenapa gak sembuh2? lalu kalau habis
duduk mau berdiri, sendi-sendi juga terasa sakit, ini kenapa ya? saya memang
belum ke dokter samapai sekarang. Mungkin ada para moms yg pernah
mengalaminya? sharing dong.. atau para dokter disini. terima kasih
sebelumnya.
salam
anet

[Non-text portions of this message have been removed]

12a.

Re: Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial

Posted by: "Purnamawati" purnamawati.spak@cbn.net.id

Sun May 31, 2009 1:57 am (PDT)



Dear Cella
maaf baru menanggapi
sulit menanggapi karena datanya minim dan tidak detil

ada beberapa hal yang membingungkan
1. suspek gondongan?
kok suspek ya
kan mendiagnosis gondongan tidak sulit

2. suspek demam tifoid
hmmm .... saya juga bingung
waktu dirawat anaknya toksik dengan demam lebih 5 hari?
sudah gal culture?

3. infeksi nosokomial
saya cenderung bukan, karena infeksi nosokomial kumannya superbugs banget (kuman di RS kan kuman jahat) jadi secara klinis anaknya sakitnya berat banget

3. demam tinggi vs steroid
saya juga belum pernah baca guidline nyahyperpyrexia dikasih steroid

4. saat ini berdasarkan email Cella, sagat mungkin memang infeksi virus plus drug fever?
drug fever maksudnya, demam akibat efek samping obatnya (dapat AB apa?)

ISK sudah disingkirkan kan ya

Ok semoga laetitia segera sembuh
peluk cium
wati

----- Original Message -----
From: marcella kasih
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Saturday, May 30, 2009 2:09 PM
Subject: [sehat] Sharing:Dari gondongan, demam typhoid berakhir dengan Nosocomial Disease

Dear Sps,
Drama demam Laetitia sejak 11/05/2009 akhirnya ada titik terang, mudah2an kalau Tuhan berkenan, badai pasti berlalu segera.
Dari awal suspect gondongan, kemudian menjadi supect demam typhoid, rawat inap gara2 cuma mau minta antibiotik untuk typhoid fever di hari Minggu...ternyata rencana cuma 1 malam berlanjut jadi 5 malam. Ceritanya panjang...nanti saya uraikan detailnya setelah Lin2 (Laetitia) sembuh tuntas. Ternyata setelah pulang ke rumah, demam berlanjut.
Puji Tuhan, dengan berbekal ilmu dari milis, dukungan berbagai pihak, kelihatannya saat ini Lin2 kena Nosocomial Disease, alias ketularan pasien sebelah waktu dirawat inap kemarin. Soalnya pola panasnya udah beda dari typhoid fevernya, persis kayak pasien sebelah. Tadinya saya mau minta VIP yang sekamar sendirian (karena alasan rawat inap cuma supaya DSA mau dihubungi buat memberi obat demam typhoid), berhubung sedang renovasi, rumah sakit cuma punya kamar level tertinggi 1 kamar berdua buat bagian pediatric.3 hari pertama memang sedirian, tapi 2 hari terakhir, ada pasien yang kena inveksi virus berat. Demam tinggi sampai 41C, parasetamol gak mempan, ibuprofen lewat anus juga gak mempan, baru mulai turun setelah diberi steroid. Pasien pusing sampai mual, muntah terus, dan sudah kondisi wajib infus...Anak saya pulang Jumat minggu lalu, mulai demam lagi Senin kemarin, dengan pola demam viral infection. Tapi tadi pagi sudah ke dokter, test darah,
confirm kalau memang viral infection, karena IgM Salmonella typhii nya negatif, leukocytnya sudah normal, tinggal trombositnya yang turun, walaupun masih di range normal. IgM dan IgG Denguenya juga negatif, so far bukan DHF. Lega rasanya. Tinggal istirahat, makan minum yang cukup dan bergizi. Kalau demam masih berlanjut, sudah punya cadangan appointment dengan dokter milis tercinta, cari second opinion, menegakkan diagnosa.
Semoga pengalaman saya bisa jadi pengalaman tidak langsung Sps semua. Kadang kita butuh banyak "senjata" untuk tetap rasional, banyak dukungan dan banyak berdoa juga tentunya.
Terima kasih sebesar2nya pada Esti, Ria, dan Sisil...tanpa kalian saya pasti tidak bisa seperti ini...kuat menghadapi semuanya.
Teriring salam hormat pada Anda semua dan keluarga.

Rgds,
Marcella
Mama Lin2 dan Felix

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

13.

Panas 40 derajat

Posted by: "irwan tambuwun" i_tambuwun@yahoo.com   i_tambuwun

Sun May 31, 2009 2:11 am (PDT)



Smart parents ,
Mau tanya donk dan minta saran, Lista 6 tahun , dr kemaren sore jam 6an , panas sampe 39 derajat, uda di kompres dan kasi banyak minum, dan dikasi obat pa***** syrup ( karena panasnya lbh dr 38,5, makanya saya pake obat) sampe sekarang antara 40 dan 39 derajat. Yg mau saya tanyakan apa yg hrs dilakukan ya, soalnya bingung , tebak tebak antara kena db ato HMFD ? Dg kenyataan seperti :
2 minggu lalu, maminya kena db
3 hari yg lalu , adiknya kena HMFD
Pembantu dirumah juga kena db, lg dirawat di rs ,
Thx
16:09:59
Sun, May 31, 2009
Irwan
regards,
Irwan S T

14.

WTA Conjungtivities

Posted by: "hanny.prasetyo@gmail.com" hanny.prasetyo@gmail.com   nyai_loh

Sun May 31, 2009 2:16 am (PDT)



Dear SPs and Docs


Sabtu sore, baby Jer matanya merah dan kluar kotoran. Tdnya saya pikir cuma kotoran biasa, tp kok merahnya ngga hilang2 trus kotoran nya jg kluar terus. Si oma (mamah saya) sejak hari Jumat siang dah kena duluan siy..
Trus td pagi saya liat matanya si baby makin mengecil, masih merah dan kluar kotoran. Saya coba search mail archive dan mayo clinic. Di mayo disebutkan ada yg namanya viral conjunctivities dan bacterial conjunctivities. Katanya kalo yg viral self limiting ya, sedangkan yg bacterial butuh AB. Yg saya bingung skarang gimana ya cara bedain apakah si baby kena conjunctivities yg viral or bacterial? Td setelah baca2 saya sempet sms dsa saya juga untuk menanyakan hal ini. Tp beliau langsung kasih obat ozen drops dan visine.

Kalo saya tunggu 2 or 3 hari en liat kondisi nya si baby gimana yah? Terlalu berisiko ngga yah?

Terimakasih sebelumnya...

Cheers,


Sent from my cuteBerry®
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================