Saturday, November 8, 2008

[sehat] Digest Number 9216

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Malapraktik yang Ditutupi RS From: ghozansehat
1b.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: fitri
1c.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: fitri
1d.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: Billy N.
1e.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: ghozansehat
1f.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: meilasari gemianti
1g.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: Billy N.
1h.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: Billy N.
1i.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: ghozansehat
1j.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: ghozansehat
1k.
Re: Malapraktik yang Ditutupi RS From: Billy N.
2a.
Re: Dermatitis atopi kah? From: aroem ps
3a.
Re: Bls: [sehat] OOT Tanya Psikolog Please, Top Urgent From: mia yoanita
4a.
Re: wortel import or lokal? From: YULIA
5a.
OOT:Anak Siapa ya? From: aditia
5b.
Re: OOT:Anak Siapa ya? From: azka dhiwa
5c.
Re: OOT:Anak Siapa ya? From: polarlander74@yahoo.co.id
6.
re : Anak suka bawa mainan temannya ke rumah From: anisuryansyah
7a.
Re: [news] Puyer yang Membuat "Puyeng" From: ghozansehat
7b.
Re: [news] Puyer yang Membuat "Puyeng" From: Billy N.
8a.
Re: [tanya]demam....tumbuh gigi From: David Wirjanto
9a.
Re: (Tanya) arti cmiiw From: YULIA
9b.
Re: (Tanya) arti cmiiw From: Rusmina Hutapea
10.
Kriminalisasi (?) Dispensing Obat From: ghozansehat
11.
susah tdr siang,knp ya? From: Enny Ratnawati

Messages

1a.

Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Fri Nov 7, 2008 5:46 pm (PST)


fyi

Malapraktik yang Ditutupi RS

Keteledoran operasi oleh seorang dokter senior (dr Liem Kian Hong) di Rumah Sakit Graha Medica Kebon Jeruk menyebabkan pasien berinisial JD harus dioperasi ulang di Singapura.

Pasien tersebut menuntut malpraktek yang dilakukan dokter tersebut, namun pihak rumah sakit menutupinya dengan menyelesaikan secara damai dan diam-diam, mungkin dengan memberikan ganti rugi.

Melihat kasus malpraktek yang sering terjadi, sebagai orang kecil, saya selalu merasa cemas karena, ternyata kasus malapraktik tidak diselesaikan di pengadilan dan tidak diambil tindakan yang seharusnya oleh badan yang berwenang.

Padahal, sebagai seorang perawat saya tahu betul, dokter lulusan luar negeri yang melakukan malapraktik demi popularitas di kalangan pasien, cenderung menggunakan obat-obatan berdosis tinggi yang memiliki efek samping bagi kesehatan pasien.

Jika kasus malapraktik terhadap pasien yang bonafit saja bisa ditutup-tutupi, bagaimanakah dengan pasien-pasien kelompok menengah dan kecil.

Saya dan kawan-kawan perawat di Rumah Sakit Graha Medica merasa terpanggil untuk tidak berhenti mendesak penuntasan kasus ini.

Kami mengetuk hati Ibu Menkes yang tercinta dan Bapak Dirjen, Pengurus IDI, Mejelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia, serta pimpinan rumah sakit untuk mengambil tindakan yang penting guna mengatasi masalah malapraktik yang dilakukan oleh dokter senior tersebut tanpa ditutup-tutupi. Semoga setiap insan manusia memiliki nurani dan ketulusan hati

Seorang Perawat di Rumah Sakit Graha Medica

Nama dan alamat ada pada Redaksi

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=121

[Non-text portions of this message have been removed]

1b.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "fitri" fitriakib@yahoo.com   fitriakib

Fri Nov 7, 2008 7:55 pm (PST)


pak saya percaya berita ini krn pernah saya alami sekitar 2 thn lalu, salah satu keluarga kami harus dioperasi dan diberi pen (hanya 1 buat pen)pada tangannya krn jatuh dari motor, operasi dan perawatanya cepat hanya menginap 1 malam, tapi berapa biaya yg harus keluarga kami keluarkan untuk operasi tersebut sangat tidak masuk akal yaitu 45jt padahal dia dirawat dikelas 2 rs tersebut, waktu mau menyelesaikan administrasinya kami sangat terkejut sekali melihat biaya sebesar itu dan kami minta perinciannya ke kasir dan menanyakan biaya apa yg paling besar pada saat itu, tp tidak berhasil kasir hanya kasih copynya dan untuk penjelasan detailnya kami harus bayar lunas dahulu baru bisa ditanyakan ke bagian yg bersangkutan (kalo gak salah ke bagian OK/operasi mungkin).tapi Alhamdulillah sekali kami masih dilindungi ALLAH SWT, salah satu perawat mungkin memperhatikan kami krn tadinya kami ingin pulang pagi tetapi sampai sore kami blm plg, beliau memanggil kami
dan menanyakan kenapa blm plg lalu kami jelaskan dan beliau langsung melihat data pasien dan ternyata pen yg hanya dipasang 1 buah pada lengan di tulis pemasangan 30 buah dan kena biaya 30 juta, sungguh sangat keterlaluan, lalu perawat itu menanyakan ke dokter yang bersangkutan dr tersebut bilang hanya 1 buah pen dan perawat tersebut akhirnya protes ke bagian OK lewat telp dan dilakukan didepan kami, akhirnya perawat tersebut minta diralat semua keterangan yang salah dan akhirnya kami membayar biaya perawatan 15 juta yang sebelumnya memang sudah kami perkirakan,tetapi perawat tersebut minta tolong hal ini jangan sampai dibawa keluar.karena melihat ketulusan hati perawat itu kami urungkan untuk memperpanjang masalah ini ( walauu sampai saat ini kami masih penyimpan bukti kebohongan tersebut berupa foto rontgen dan copy rincian biaa operasinya),lagi pula untungnya kami tidak sampai membayar biaya palsu tersebut.sungguh mulia hati perawat itu semoga ALLAH
SWT selalu memberi perlindungan padanya. satu lagi terus terang kami juga tidak puas melihat hasil operasinya yg katanya dilakukan oleh dokter yg lulusan luar negri juga bukan maksud menjelekkan tapi karena hasil jahitannya sungguh buruk sekali seperti dilakukan asal2an spt kami tidak bayar saja karena sampai dengan setahun setelah dioperasi masih suka keluar benang operasinya dan keluar nanah. mudah2an tidak ada kejadian seperti ini lagi dan kita dapat berhati2 jika sakit.

--- On Sat, 11/8/08, ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg> wrote:

> From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
> Subject: [sehat] Malapraktik yang Ditutupi RS
> To: sehat@yahoogroups.com
> Date: Saturday, November 8, 2008, 8:48 AM
> fyi
>
>
>
>
> Malapraktik yang Ditutupi RS
>
>
> Keteledoran operasi oleh seorang dokter senior (dr Liem
> Kian Hong) di Rumah Sakit Graha Medica Kebon Jeruk
> menyebabkan pasien berinisial JD harus dioperasi ulang di
> Singapura.
>
> Pasien tersebut menuntut malpraktek yang dilakukan dokter
> tersebut, namun pihak rumah sakit menutupinya dengan
> menyelesaikan secara damai dan diam-diam, mungkin dengan
> memberikan ganti rugi.
>
> Melihat kasus malpraktek yang sering terjadi, sebagai orang
> kecil, saya selalu merasa cemas karena, ternyata kasus
> malapraktik tidak diselesaikan di pengadilan dan tidak
> diambil tindakan yang seharusnya oleh badan yang berwenang.
>
> Padahal, sebagai seorang perawat saya tahu betul, dokter
> lulusan luar negeri yang melakukan malapraktik demi
> popularitas di kalangan pasien, cenderung menggunakan
> obat-obatan berdosis tinggi yang memiliki efek samping bagi
> kesehatan pasien.
>
> Jika kasus malapraktik terhadap pasien yang bonafit saja
> bisa ditutup-tutupi, bagaimanakah dengan pasien-pasien
> kelompok menengah dan kecil.
>
> Saya dan kawan-kawan perawat di Rumah Sakit Graha Medica
> merasa terpanggil untuk tidak berhenti mendesak penuntasan
> kasus ini.
>
> Kami mengetuk hati Ibu Menkes yang tercinta dan Bapak
> Dirjen, Pengurus IDI, Mejelis Kehormatan Etik Kedokteran
> Indonesia, serta pimpinan rumah sakit untuk mengambil
> tindakan yang penting guna mengatasi masalah malapraktik
> yang dilakukan oleh dokter senior tersebut tanpa
> ditutup-tutupi. Semoga setiap insan manusia memiliki nurani
> dan ketulusan hati
>
> Seorang Perawat di Rumah Sakit Graha Medica
>
> Nama dan alamat ada pada Redaksi
>
>
>
> http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=121
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]

1c.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "fitri" fitriakib@yahoo.com   fitriakib

Fri Nov 7, 2008 7:56 pm (PST)


pak saya percaya berita ini krn pernah saya alami sekitar 2 thn lalu, salah satu keluarga kami harus dioperasi dan diberi pen (hanya 1 buat pen)pada tangannya krn jatuh dari motor, operasi dan perawatanya cepat hanya menginap 1 malam, tapi berapa biaya yg harus keluarga kami keluarkan untuk operasi tersebut sangat tidak masuk akal yaitu 45jt padahal dia dirawat dikelas 2 rs tersebut, waktu mau menyelesaikan administrasinya kami sangat terkejut sekali melihat biaya sebesar itu dan kami minta perinciannya ke kasir dan menanyakan biaya apa yg paling besar pada saat itu, tp tidak berhasil kasir hanya kasih copynya dan untuk penjelasan detailnya kami harus bayar lunas dahulu baru bisa ditanyakan ke bagian yg bersangkutan (kalo gak salah ke bagian OK/operasi mungkin).tapi Alhamdulillah sekali kami masih dilindungi ALLAH SWT, salah satu perawat mungkin memperhatikan kami krn tadinya kami ingin pulang pagi tetapi sampai sore kami blm plg, beliau memanggil kami
dan menanyakan kenapa blm plg lalu kami jelaskan dan beliau langsung melihat data pasien dan ternyata pen yg hanya dipasang 1 buah pada lengan di tulis pemasangan 30 buah dan kena biaya 30 juta, sungguh sangat keterlaluan, lalu perawat itu menanyakan ke dokter yang bersangkutan dr tersebut bilang hanya 1 buah pen dan perawat tersebut akhirnya protes ke bagian OK lewat telp dan dilakukan didepan kami, akhirnya perawat tersebut minta diralat semua keterangan yang salah dan akhirnya kami membayar biaya perawatan 15 juta yang sebelumnya memang sudah kami perkirakan,tetapi perawat tersebut minta tolong hal ini jangan sampai dibawa keluar.karena melihat ketulusan hati perawat itu kami urungkan untuk memperpanjang masalah ini ( walauu sampai saat ini kami masih penyimpan bukti kebohongan tersebut berupa foto rontgen dan copy rincian biaa operasinya),lagi pula untungnya kami tidak sampai membayar biaya palsu tersebut.sungguh mulia hati perawat itu semoga ALLAH
SWT selalu memberi perlindungan padanya. satu lagi terus terang kami juga tidak puas melihat hasil operasinya yg katanya dilakukan oleh dokter yg lulusan luar negri juga bukan maksud menjelekkan tapi karena hasil jahitannya sungguh buruk sekali seperti dilakukan asal2an spt kami tidak bayar saja karena sampai dengan setahun setelah dioperasi masih suka keluar benang operasinya dan keluar nanah. mudah2an tidak ada kejadian seperti ini lagi dan kita dapat berhati2 jika sakit.

--- On Sat, 11/8/08, ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg> wrote:

> From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
> Subject: [sehat] Malapraktik yang Ditutupi RS
> To: sehat@yahoogroups.com
> Date: Saturday, November 8, 2008, 8:48 AM
> fyi
>
>
>
>
> Malapraktik yang Ditutupi RS
>
>
> Keteledoran operasi oleh seorang dokter senior (dr Liem
> Kian Hong) di Rumah Sakit Graha Medica Kebon Jeruk
> menyebabkan pasien berinisial JD harus dioperasi ulang di
> Singapura.
>
> Pasien tersebut menuntut malpraktek yang dilakukan dokter
> tersebut, namun pihak rumah sakit menutupinya dengan
> menyelesaikan secara damai dan diam-diam, mungkin dengan
> memberikan ganti rugi.
>
> Melihat kasus malpraktek yang sering terjadi, sebagai orang
> kecil, saya selalu merasa cemas karena, ternyata kasus
> malapraktik tidak diselesaikan di pengadilan dan tidak
> diambil tindakan yang seharusnya oleh badan yang berwenang.
>
> Padahal, sebagai seorang perawat saya tahu betul, dokter
> lulusan luar negeri yang melakukan malapraktik demi
> popularitas di kalangan pasien, cenderung menggunakan
> obat-obatan berdosis tinggi yang memiliki efek samping bagi
> kesehatan pasien.
>
> Jika kasus malapraktik terhadap pasien yang bonafit saja
> bisa ditutup-tutupi, bagaimanakah dengan pasien-pasien
> kelompok menengah dan kecil.
>
> Saya dan kawan-kawan perawat di Rumah Sakit Graha Medica
> merasa terpanggil untuk tidak berhenti mendesak penuntasan
> kasus ini.
>
> Kami mengetuk hati Ibu Menkes yang tercinta dan Bapak
> Dirjen, Pengurus IDI, Mejelis Kehormatan Etik Kedokteran
> Indonesia, serta pimpinan rumah sakit untuk mengambil
> tindakan yang penting guna mengatasi masalah malapraktik
> yang dilakukan oleh dokter senior tersebut tanpa
> ditutup-tutupi. Semoga setiap insan manusia memiliki nurani
> dan ketulusan hati
>
> Seorang Perawat di Rumah Sakit Graha Medica
>
> Nama dan alamat ada pada Redaksi
>
>
>
> http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=121
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]

1d.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "Billy N." billy@konsulsehat.web.id   yahrapha

Fri Nov 7, 2008 10:30 pm (PST)

halo...
Nggak semua dokter salah itu 'malpraktik'. Dokter bisa lalai, dokter
bisa salah, itu semua bukan malpraktik.
Saran saya, jika bisa diselesaikan secara baik-baik/kekeluargaan,
selesaikanlah dengan cara itu, supaya sama-sama 'menang'. Kalau perlu
pakai mediator, gunakan jasa mediator.
Tapi kalau memang ada unsur kriminalitas, baiknya diselesaikan lewat
jalur hukum.
rgds
Billy
http://hukum-kesehatan.web.id

1e.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Fri Nov 7, 2008 10:37 pm (PST)

Yth dr Billy

biar saya bisa belajar mumpung ada ahlinya.

berdasarakan 2 informasi tsb....suara pembaca dan ibu fitri.

termasuk kategori mal parktek atau tidak?
apa alasannya dan tolong kasih contoh yg mal praktek seperti apa?

terima kasih

salam,
bapakeghozan

----- Original Message -----
From: "Billy N." <billy@konsulsehat.web.id>
To: <sehat@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, November 08, 2008 1:30 PM
Subject: [sehat] Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

> halo...
> Nggak semua dokter salah itu 'malpraktik'. Dokter bisa lalai, dokter
> bisa salah, itu semua bukan malpraktik.
> Saran saya, jika bisa diselesaikan secara baik-baik/kekeluargaan,
> selesaikanlah dengan cara itu, supaya sama-sama 'menang'. Kalau perlu
> pakai mediator, gunakan jasa mediator.
> Tapi kalau memang ada unsur kriminalitas, baiknya diselesaikan lewat
> jalur hukum.
> rgds
> Billy
>

1f.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "meilasari gemianti" meilasarigemi@yahoo.com   meilasarigemi

Fri Nov 7, 2008 11:17 pm (PST)

kalau yang saya alami sendiri nggak tau nih apakah termasuk malpraktik atau bukan, cmiiw,
waktu hamil anak pertama sekitar 5 tahun yang lalu, saya datang ke dokter SPOG senior (berhubung sudah tua jadi senior ngkali yah) di RS yang punya banyak grup.
sebelum ke dokter tersebut, malamnya saya tes kehamilan dan hasilnya positif. Dengan hati berbunga saya dan suami mendatangi dokter senior tersebut yang memiliki banyak pasien.
tapi setelah di usg, ternyata hasilnya kata sang dokter adalah saya harus di kuret karena janin sudah tidak ada dan saya harus segera menghubungi FO untuk informasi pelaksanaan dan biaya, tanpa ada penjelasan apapun. padahal sambil menangis sedih saya bilang "dokter tapi semalem saya tes urin kok hasilnya positif."
eh dokter tersebut hanya bilang "kalau hasilnya postif karena masih ada sisa jaringannya,"
saat saya masih mau bertanya lebih lanjut, sang dokter malah bilang " Ibu, pasien saya masih banyak silahkan ibu segera ke bagian informasi untuk mengurus pelaksanaan kuretase."
dengan hati yang sangat sedih, saya dan suami sempat tanya-tanya juga ke FO berapa biaya untuk kuretase.
di buku rekam medis saya di tulis: GS tidak utuh, abortus, kuretase.
kami coba mencari second opinion ke rumah sakit pemerintah di bilangan Jakarta selatan. setelah kami kemukakan permasalahannya sambil memperlihatkan buku dari RS sebelumnya, dokter kedua melakukan pemeriksaan tanpa usg (pemeriksaan dalam?)lalu kata dokternya,"Ibu kalau memang ibu keguguran, tangan saya pasti ada darahnya. tapi ini kan tidak." duuh..ada pengharapan kiranya.
kata dokter kedua ini, ada beberapa kasus memang saat di USG tidak nampak buletannya (saya nggak tau yah buletan apa nama medisnya) salah satunya kosongnya kandungan kemih. oohh saya baru ingat waktu mau di usg di RS yang pertama saya memang habis buang air kecil.
eh kok ndilalah ternyata dokter ke-2 ini juga praktek di RS yang sama dengan dokter ke-1 dan bilang bahwa dokter ke-1 itu punya saham di grup RS tersebut...hhmm...

ternyata memang saya tidak keguguran buktinya sang jagoan, devin, yang semula didiagnosa agar di kuret, telah berusia 5 tahun dengan berat lahir 4,2 kg dan panjang 53 cm.
Coba kalau kami sampai mengikuti saran dokter ke-1 tersebut untuk dikuretase...duuuhhh....
semoga Allah SWT memberkati para dokter yang sayang pada pasiennya...amiinn

Sat, 11/8/08, fitri <fitriakib@yahoo.com> wrote:

> From: fitri <fitriakib@yahoo.com>
> Subject: Re: [sehat] Malapraktik yang Ditutupi RS
> To: sehat@yahoogroups.com
> Date: Saturday, November 8, 2008, 10:56 AM
> pak saya percaya berita ini krn pernah saya alami sekitar 2
> thn lalu, salah satu keluarga kami harus dioperasi dan
> diberi pen (hanya 1 buat pen)pada tangannya krn jatuh dari
> motor, operasi dan perawatanya cepat hanya menginap 1 malam,
> tapi berapa biaya yg harus keluarga kami keluarkan untuk
> operasi tersebut sangat tidak masuk akal yaitu 45jt padahal
> dia dirawat dikelas 2 rs tersebut, waktu mau menyelesaikan
> administrasinya kami sangat terkejut sekali melihat biaya
> sebesar itu dan kami minta perinciannya ke kasir dan
> menanyakan biaya apa yg paling besar pada saat itu, tp tidak
> berhasil kasir hanya kasih copynya dan untuk penjelasan
> detailnya kami harus bayar lunas dahulu baru bisa ditanyakan
> ke bagian yg bersangkutan (kalo gak salah ke bagian
> OK/operasi mungkin).tapi Alhamdulillah sekali kami masih
> dilindungi ALLAH SWT, salah satu perawat mungkin
> memperhatikan kami krn tadinya kami ingin pulang pagi
> tetapi sampai sore kami blm plg, beliau memanggil kami
> dan menanyakan kenapa blm plg lalu kami jelaskan dan
> beliau langsung melihat data pasien dan ternyata pen yg
> hanya dipasang 1 buah pada lengan di tulis pemasangan 30
> buah dan kena biaya 30 juta, sungguh sangat keterlaluan,
> lalu perawat itu menanyakan ke dokter yang bersangkutan dr
> tersebut bilang hanya 1 buah pen dan perawat tersebut
> akhirnya protes ke bagian OK lewat telp dan dilakukan
> didepan kami, akhirnya perawat tersebut minta diralat semua
> keterangan yang salah dan akhirnya kami membayar biaya
> perawatan 15 juta yang sebelumnya memang sudah kami
> perkirakan,tetapi perawat tersebut minta tolong hal ini
> jangan sampai dibawa keluar.karena melihat ketulusan hati
> perawat itu kami urungkan untuk memperpanjang masalah ini (
> walauu sampai saat ini kami masih penyimpan bukti kebohongan
> tersebut berupa foto rontgen dan copy rincian biaa
> operasinya),lagi pula untungnya kami tidak sampai membayar
> biaya palsu tersebut.sungguh mulia hati perawat itu semoga
> ALLAH
> SWT selalu memberi perlindungan padanya. satu lagi terus
> terang kami juga tidak puas melihat hasil operasinya yg
> katanya dilakukan oleh dokter yg lulusan luar negri juga
> bukan maksud menjelekkan tapi karena hasil jahitannya
> sungguh buruk sekali seperti dilakukan asal2an spt kami
> tidak bayar saja karena sampai dengan setahun setelah
> dioperasi masih suka keluar benang operasinya dan keluar
> nanah. mudah2an tidak ada kejadian seperti ini lagi dan kita
> dapat berhati2 jika sakit.
>
> --- On Sat, 11/8/08, ghozansehat
> <ghozansehat@yahoo.com.sg> wrote:
>
> > From: ghozansehat <ghozansehat@yahoo.com.sg>
> > Subject: [sehat] Malapraktik yang Ditutupi RS
> > To: sehat@yahoogroups.com
> > Date: Saturday, November 8, 2008, 8:48 AM
> > fyi
> >
> >
> >
> >
> > Malapraktik yang Ditutupi RS
> >
> >
> > Keteledoran operasi oleh seorang dokter senior (dr
> Liem
> > Kian Hong) di Rumah Sakit Graha Medica Kebon Jeruk
> > menyebabkan pasien berinisial JD harus dioperasi ulang
> di
> > Singapura.
> >
> > Pasien tersebut menuntut malpraktek yang dilakukan
> dokter
> > tersebut, namun pihak rumah sakit menutupinya dengan
> > menyelesaikan secara damai dan diam-diam, mungkin
> dengan
> > memberikan ganti rugi.
> >
> > Melihat kasus malpraktek yang sering terjadi, sebagai
> orang
> > kecil, saya selalu merasa cemas karena, ternyata kasus
> > malapraktik tidak diselesaikan di pengadilan dan tidak
> > diambil tindakan yang seharusnya oleh badan yang
> berwenang.
> >
> > Padahal, sebagai seorang perawat saya tahu betul,
> dokter
> > lulusan luar negeri yang melakukan malapraktik demi
> > popularitas di kalangan pasien, cenderung menggunakan
> > obat-obatan berdosis tinggi yang memiliki efek samping
> bagi
> > kesehatan pasien.
> >
> > Jika kasus malapraktik terhadap pasien yang bonafit
> saja
> > bisa ditutup-tutupi, bagaimanakah dengan pasien-pasien
> > kelompok menengah dan kecil.
> >
> > Saya dan kawan-kawan perawat di Rumah Sakit Graha
> Medica
> > merasa terpanggil untuk tidak berhenti mendesak
> penuntasan
> > kasus ini.
> >
> > Kami mengetuk hati Ibu Menkes yang tercinta dan Bapak
> > Dirjen, Pengurus IDI, Mejelis Kehormatan Etik
> Kedokteran
> > Indonesia, serta pimpinan rumah sakit untuk mengambil
> > tindakan yang penting guna mengatasi masalah
> malapraktik
> > yang dilakukan oleh dokter senior tersebut tanpa
> > ditutup-tutupi. Semoga setiap insan manusia memiliki
> nurani
> > dan ketulusan hati
> >
> > Seorang Perawat di Rumah Sakit Graha Medica
> >
> > Nama dan alamat ada pada Redaksi
> >
> >
> >
> >
> http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=121
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]

1g.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "Billy N." billy@konsulsehat.web.id   yahrapha

Fri Nov 7, 2008 11:51 pm (PST)

halo...
Wah, Bapaknya Ghozan ini namanya siapa ya? Terkenal di berbagai milis
sebagai pengirim artikel, he..he..
Ini mumpung weekend, jadi saya bisa online, mungkin lain waktu baiknya
kalau mau tanya ke saya, di-Cc aja ke e-mail saya
(billy@konsulsehat.web.id), nanti saya jawab juga ke milis.
Mengenai malpraktik, tentunya saya nggak bisa menilai hanya dari
cerita 1 versi aja, apalagi kalau betul malpraktik, harus dibuktikan
lewat persidangan.
Mengenai malpraktik, baca aja di www.hukum-kesehatan.web.id, ada
banyak tulisan tentang malpraktik di bagian 'pidana & malpraktik
medik'. Ada definisi sampai bagaimana cara penyelesaian masalahnya.
OK, sampai jumpa ya.
rgds
Billy

Kunjungi http://KonsulSehat.web.id

--- In sehat@yahoogroups.com, "ghozansehat" wrote:
> biar saya bisa belajar mumpung ada ahlinya.
> berdasarakan 2 informasi tsb....suara pembaca dan ibu fitri.
> termasuk kategori mal parktek atau tidak?
> apa alasannya dan tolong kasih contoh yg mal praktek seperti apa?
> terima kasih
> salam,
> bapakeghozan

1h.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "Billy N." billy@konsulsehat.web.id   yahrapha

Sat Nov 8, 2008 12:02 am (PST)

halo Bu Meilasari
Prihatin untuk kasus 'insiden' (belum 'kecelakaan/accident') yang
terjadi pada Ibu & anaknya.
Sekali lagi, malpraktik medik harus dibuktikan di pengadilan. Yang
terjadi menurut cerita versi Ibu adalah kemungkinan terjadinya sikap
kekuranghati-hatian dokter yang menyebabkan kerugian di pihak lain.
Dokter pun sebetulnya harus bertindak sesuai prosedur, yaitu
menempatkan pemeriksaan penunjang (lab, radiologi, USG) sebagai
penunjang (memberi konfirmasi), bukan sebagai hal yang utama. Tetap,
anamnesis & pemeriksaan fisik yang harus menjadi pedoman utama pengobatan.
Saya pernah menangani kasus yang mirip seperti ini. Namun nggak mudah
membuat pihak dokter & RS untuk bersikap jujur & mengakui sikap yang
salah tersebut.
Ini adalah pelajaran untuk kita semua. Bagi dokter, agar nggak mudah
memberi vonis apalagi sampai melakukan tindakan tanpa data-data yang
meyakinkan. Di sisi lain, pasien harus kritis agar nggak dirugikan.
Yang harus diingat, nggak ada dokter yang punya niat celakakan pasien,
hanya ada sangat banyak dokter yang sombong, lalai, nggak hati-hati,
terburu-buru, atau menggampangkan masalah...
rgds
Billy
Bdg

Kunjungi http://KonsulSehat.web.id

--- In sehat@yahoogroups.com, meilasari gemianti wrote:
> kalau yang saya alami sendiri nggak tau nih apakah termasuk
malpraktik atau bukan

1i.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Sat Nov 8, 2008 12:10 am (PST)

ah Pak Dokter bisa saja.....wong saya cuma dimilis ini kok...
mungkin Bapaknya Ghozan yang lain kali Pak Dokter.

duh senangnya kalau ada dokter - dokter yang konsisten mau berbagi seperti
ini tanpa pamrih, ditengah keterpurukan bangsa ini, alangkah bahagianya saya
ini, kiranya hanya Tuhan YME yg membalas segala amal kebaikannya.

terima kasih Linknya Pak Dokter.....buat nambahin arsip saya perihal
malpraktek ini.
saya memahami jawaban Pak Dokter, karena memang td juga saya mau nulis
meskipun hanya dari satu sumber saja yang tentu kurang adil dan tidak
akurat.

kenapa saya lebih senang posting dimilis, karena untuk pembelajaran bersama,
karena dari sekian ribu yg diposting dimilis sebenarnya banyak kesamaannya.
jd yg mau tanya dan buru2 kan bisa lihat dulu arsip di milis.

ok Pak Dokter yang baik hati, next time akan saya CC ke Pak Dokter, termasuk
email yg ini

selamat berlibur bersama keluarga tercinta

Terima kasih

have a nice weekend,
bapakeghozan

----- Original Message -----
From: "Billy N." <billy@konsulsehat.web.id>
To: <sehat@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, November 08, 2008 2:51 PM
Subject: [sehat] Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

> halo...
> Wah, Bapaknya Ghozan ini namanya siapa ya? Terkenal di berbagai milis
> sebagai pengirim artikel, he..he..
> Ini mumpung weekend, jadi saya bisa online, mungkin lain waktu baiknya
> kalau mau tanya ke saya, di-Cc aja ke e-mail saya
> (billy@konsulsehat.web.id), nanti saya jawab juga ke milis.
> Mengenai malpraktik, tentunya saya nggak bisa menilai hanya dari
> cerita 1 versi aja, apalagi kalau betul malpraktik, harus dibuktikan
> lewat persidangan.
> Mengenai malpraktik, baca aja di www.hukum-kesehatan.web.id, ada
> banyak tulisan tentang malpraktik di bagian 'pidana & malpraktik
> medik'. Ada definisi sampai bagaimana cara penyelesaian masalahnya.
> OK, sampai jumpa ya.
> rgds
> Billy
>

1j.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Sat Nov 8, 2008 12:23 am (PST)

utk kasus ibu ini.....
kl memang mau kan ada bukti rekam medik......

tinggal di ajukan lagi pembandingnya....rekam medik kedua dari dokter ke 2.

gmn menurut pendapat Pak Dokter?

terima kasih

salam,
bapakeghozan...sssssttttt...Pak Dokter ini ganteng banged Loh.......

----- Original Message -----
From: "Billy N." <billy@konsulsehat.web.id>
To: <sehat@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, November 08, 2008 3:02 PM
Subject: [sehat] Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

> halo Bu Meilasari
> Prihatin untuk kasus 'insiden' (belum 'kecelakaan/accident') yang
> terjadi pada Ibu & anaknya.
> Sekali lagi, malpraktik medik harus dibuktikan di pengadilan. Yang
> terjadi menurut cerita versi Ibu adalah kemungkinan terjadinya sikap
> kekuranghati-hatian dokter yang menyebabkan kerugian di pihak lain.
> Dokter pun sebetulnya harus bertindak sesuai prosedur, yaitu
> menempatkan pemeriksaan penunjang (lab, radiologi, USG) sebagai
> penunjang (memberi konfirmasi), bukan sebagai hal yang utama. Tetap,
> anamnesis & pemeriksaan fisik yang harus menjadi pedoman utama pengobatan.
> Saya pernah menangani kasus yang mirip seperti ini. Namun nggak mudah
> membuat pihak dokter & RS untuk bersikap jujur & mengakui sikap yang
> salah tersebut.
> Ini adalah pelajaran untuk kita semua. Bagi dokter, agar nggak mudah
> memberi vonis apalagi sampai melakukan tindakan tanpa data-data yang
> meyakinkan. Di sisi lain, pasien harus kritis agar nggak dirugikan.
> Yang harus diingat, nggak ada dokter yang punya niat celakakan pasien,
> hanya ada sangat banyak dokter yang sombong, lalai, nggak hati-hati,
> terburu-buru, atau menggampangkan masalah...
> rgds
> Billy
> Bdg
>
>

1k.

Re: Malapraktik yang Ditutupi RS

Posted by: "Billy N." billy@konsulsehat.web.id   yahrapha

Sat Nov 8, 2008 12:38 am (PST)

halo
Betul, rekam medik bisa dijadikan bukti. Apalagi rekam medik adalah
milik pasien.
Nah, sedikit 'tips'. Kalau mau cari 'benar-benaran', lakukan di
pengadilan, berikan banyak bukti, saksi, dst. Tapi kalau mau sama-sama
'menang', selesaikan di luar pengadilan. Tentunya dengan azas
keadilan, berarti yang salah harus mengakui salah & ada kompensasinya
jika ada yang dirugikan.
Sementara dari pihak yang dirugikan, jangan menuntut yang di luar apa
yang dirugikan, karena nantinya jadi pemerasan.
Dalam masalah seperti ini, jangan sampai cuma sekadar 'dibuka' tanpa
tujuan, nanti malah menjadi 'bola liar'. Dokternya diperas LSM &
wartawan, sementara kasusnya nggak pernah selesai dengan baik.
Sementara itu dulu dari saya, saya ada telepon soalnya. Sampai jumpa.
rgds
Billy
http://hukum-kesehatan.web.id

--- In sehat@yahoogroups.com, "ghozansehat" wrote:.
> kl memang mau kan ada bukti rekam medik......

2a.

Re: Dermatitis atopi kah?

Posted by: "aroem ps" aroemps@yahoo.com   aroemps

Fri Nov 7, 2008 6:16 pm (PST)

Terima kasih banyak Dok atas jawabanny.

Bunda Kayla

________________________________
From: Endah <endahgunawan@ymail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Friday, November 7, 2008 7:17:18 PM
Subject: Re: [sehat] Dermatitis atopi kah?

Wahh, maaf, saya gak mengikuti email sebelumnya. Kalau sudah melibatkan mata dan bibir, disebut angioedema, atau dengan kata lain: urticaria + bengkak mata dan bibir = angioedema. Yang dialami anaknya mbak Aroem betul lebih cocok angioedema, bukan DA.

Regards,
Endah

[Non-text portions of this message have been removed]

3a.

Re: Bls: [sehat] OOT Tanya Psikolog Please, Top Urgent

Posted by: "mia yoanita" miayoanita@yahoo.com   miayoanita

Fri Nov 7, 2008 6:32 pm (PST)

pak..

maaf klo ngikut komentar..
bagaimana klo masalahnya diselesaikan dulu di dlm keluarga.
jgn pake istilah sidang dan botakin rambut segala, bicarakan duduk permasalahannya
dulu dgn hati dingin. tanpa saling menyalahkan, klo istilahnya heart to heart.
pertanyakan mengapa si anak memilih utk hidup 'di luar' rumah alias kabur ketimbang
hidup bersama orangtua dan saudaranya..
permasalahan remaja biasanya karena kurang komunikasi, mungkin saja
di saat dia mengalami masalah, tidak ada tempat berpijak baginya. Atau ketika dia mengalami
hal buruk, reaksi dr orang sekitar terkesan menghukum dan menjatuhkan.
Akibatnya dia merasa rumah bukanlah tempat yg 'meneduhkan dan mberikan rasa aman' baginya.
maaf, saya tidak menyalahkan pihak orangtua. tapi bagaimana kalo
saling intropeksi, sebab dan akibatnya?
mudah2an kedua belah pihak (orangtua dan si anak) menemukan win-win solution.

maaf klo kurang berkenan.

 
cheers,mia ndanya Adrea
-kurleb pernah ngalamin hal seperti ini juga :( -

Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

4a.

Re: wortel import or lokal?

Posted by: "YULIA" yulia-pn@sampoernaagro.com

Fri Nov 7, 2008 6:56 pm (PST)

Iya saya juga kalo beli sayuran seperti bayam cari yang ada lubang -lubang
bekas gigitan ulat atau serangga hehe. (tapi sayuran segar ya ..bukan karena
busuk lalu berulat)

Malah kalo bisa nemuin ulatnya, secara pasti tdk pake pestisida..

Jadi kalo yang mulus2 patut dicurigai..tuh

salam,
Mama Ellen

[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

OOT:Anak Siapa ya?

Posted by: "aditia" training@vivere.co.id

Fri Nov 7, 2008 6:59 pm (PST)

Dear all moms and mods,
Sebelumnya mohon maaf ya mods, mohon jangan dimoderasi. Pingin sharing
sedikit, smg bermafaat, syukur kalau ada yg bisa bantu. Sejak Senin lalu
saya ke kantor dgn rute yg beda. Sampai di bawah jembatan Manggarai, ada
seorang Ibu yg spt (maaf) pengemis dgn seorang anak yg usianya sekitar 7-8
bln. Anak itu manis dgn pakaian yg bersih, berbeda sekali dengan "ibunya".
Dalam hati saya bertanya-tanya, bener ga si itu Ibunya? Kok tega sekali
anaknya dijadikan komoditi. Saya jadi teringat pernah ada kasus pembantu
rumah tangga yang saat majikannya berangkat ke kantor, anaknya "dititipkan"
dgn pengemis supaya hasil mengemis bisa lbh byk. Miris saya melihatnya, anak
itu begitu lucu, putih, bersih, tapi dikasih makan gorengan. Polusi di bwh
kolong jembatan itu kan bukan main, apalagi sering macet. Pingin lapor
polisi, tapi gmn kalo orang itu bener ibunya? Lalu saya berniat lihat
seminggu ini dulu deh. Selasa, anak itu masih dgn "ibu" yg sama. Rabu
"ibunya" berbeda, hal ini semakin membuat saya curiga, jgn-jgn bener, ini
sebuah kejahatan. Kamis, Jumat saya melewati rute yg berbeda. Sabtu saya
tidak melihat anak dan "ibu" tsb, semakin curiga karena biasanya Sabtu dan
Minggu, karyawan cenderung libur. Mungkin PRT anak tsb ga berani titipkan
anak karena majikannya libur. Saya bingung hrs gimana? Lapor polisi
setempat/gimana ya? Kasihan anak tsb karena sepertinya kasus ini sudah lama,
saat saya cerita ke teman kantor, ternyata dia jg memperhatikan. Katanya
anak tsb jadi pusat perhatian ibu-ibu yg baru turun/naik kereta, suka kasih
kue. Gimana ya? Moms lain ada yg punya ide? Atau bisa coba contact tmn-tmn
yg rumahnya sekitar sana untuk lebih sering check anak mereka, bener ada di
rumah ga. Spy tdk mengganggu lalin milis, jika ada saran, mohon japri ke
saya saja. Terima kasih.

Aditia-Ummi Hana(lg bingung mesti gmn)-.


[Non-text portions of this message have been removed]

5b.

Re: OOT:Anak Siapa ya?

Posted by: "azka dhiwa" azka_dhiwa2008@yahoo.com

Fri Nov 7, 2008 7:24 pm (PST)

Dear Ibu Aditia,

Gemana kalo Ibu coba ikuti dia seharian, patinyakan mereka ga ngemis terus.
Pasti mereka pulang. Nah pulangnya itu kemana ?

Kalo sudah significant kebenaran anak itu anak yg di komersilkan maka Ibu lapor
saja ke polisi, munkin minimal ke pak RTnya

Maaf kalo tidak membantu.

Azka, Bunda_Ziyyad

 

________________________________
From: aditia <training@vivere.co.id>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Saturday, November 8, 2008 10:07:05 AM
Subject: [sehat] OOT:Anak Siapa ya?

Dear all moms and mods,
Sebelumnya mohon maaf ya mods, mohon jangan dimoderasi. Pingin sharing
sedikit, smg bermafaat, syukur kalau ada yg bisa bantu. Sejak Senin lalu
saya ke kantor dgn rute yg beda. Sampai di bawah jembatan Manggarai, ada
seorang Ibu yg spt (maaf) pengemis dgn seorang anak yg usianya sekitar 7-8
bln. Anak itu manis dgn pakaian yg bersih, berbeda sekali dengan "ibunya".
Dalam hati saya bertanya-tanya, bener ga si itu Ibunya? Kok tega sekali
anaknya dijadikan komoditi. Saya jadi teringat pernah ada kasus pembantu
rumah tangga yang saat majikannya berangkat ke kantor, anaknya "dititipkan"
dgn pengemis supaya hasil mengemis bisa lbh byk. Miris saya melihatnya, anak
itu begitu lucu, putih, bersih, tapi dikasih makan gorengan. Polusi di bwh
kolong jembatan itu kan bukan main, apalagi sering macet. Pingin lapor
polisi, tapi gmn kalo orang itu bener ibunya? Lalu saya berniat lihat
seminggu ini dulu deh. Selasa, anak itu masih dgn "ibu" yg sama. Rabu
"ibunya" berbeda, hal ini semakin membuat saya curiga, jgn-jgn bener, ini
sebuah kejahatan. Kamis, Jumat saya melewati rute yg berbeda. Sabtu saya
tidak melihat anak dan "ibu" tsb, semakin curiga karena biasanya Sabtu dan
Minggu, karyawan cenderung libur. Mungkin PRT anak tsb ga berani titipkan
anak karena majikannya libur. Saya bingung hrs gimana? Lapor polisi
setempat/gimana ya? Kasihan anak tsb karena sepertinya kasus ini sudah lama,
saat saya cerita ke teman kantor, ternyata dia jg memperhatikan. Katanya
anak tsb jadi pusat perhatian ibu-ibu yg baru turun/naik kereta, suka kasih
kue. Gimana ya? Moms lain ada yg punya ide? Atau bisa coba contact tmn-tmn
yg rumahnya sekitar sana untuk lebih sering check anak mereka, bener ada di
rumah ga. Spy tdk mengganggu lalin milis, jika ada saran, mohon japri ke
saya saja. Terima kasih.

Aditia-Ummi Hana(lg bingung mesti gmn)-.

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

5c.

Re: OOT:Anak Siapa ya?

Posted by: "polarlander74@yahoo.co.id" polarlander74@yahoo.co.id   polarlander74

Fri Nov 7, 2008 9:11 pm (PST)

Kalau memang curiga saya rasa nggak papa di laporkan. Kalau tidak salah di polda sudah ada unit khusus utk menangani kasus2 kekerasan domestik dan pelanggaran hukum sejenis seperti penyiksaan dan penelantaraan anak.coba cek di websitenya (gunakan mr google hehe). Ato kalo takut terlalu keras, bisa coba lapor dan minta bantuan relawan komisi perlindungan anak, pak aris merdeka sirait. Semoga membantu ya
Chrs fitri
Powered by Telkomsel BlackBerry�

-----Original Message-----
From: "aditia" <training@vivere.co.id>

Date: Sat, 8 Nov 2008 10:07:05
To: <sehat@yahoogroups.com>
Subject: [sehat] OOT:Anak Siapa ya?


Dear all moms and mods,
Sebelumnya mohon maaf ya mods, mohon jangan dimoderasi. Pingin sharing
sedikit, smg bermafaat, syukur kalau ada yg bisa bantu. Sejak Senin lalu
saya ke kantor dgn rute yg beda. Sampai di bawah jembatan Manggarai, ada
seorang Ibu yg spt (maaf) pengemis dgn seorang anak yg usianya sekitar 7-8
bln. Anak itu manis dgn pakaian yg bersih, berbeda sekali dengan "ibunya".
Dalam hati saya bertanya-tanya, bener ga si itu Ibunya? Kok tega sekali
anaknya dijadikan komoditi. Saya jadi teringat pernah ada kasus pembantu
rumah tangga yang saat majikannya berangkat ke kantor, anaknya "dititipkan"
dgn pengemis supaya hasil mengemis bisa lbh byk. Miris saya melihatnya, anak
itu begitu lucu, putih, bersih, tapi dikasih makan gorengan. Polusi di bwh
kolong jembatan itu kan bukan main, apalagi sering macet. Pingin lapor
polisi, tapi gmn kalo orang itu bener ibunya? Lalu saya berniat lihat
seminggu ini dulu deh. Selasa, anak itu masih dgn "ibu" yg sama. Rabu
"ibunya" berbeda, hal ini semakin membuat saya curiga, jgn-jgn bener, ini
sebuah kejahatan. Kamis, Jumat saya melewati rute yg berbeda. Sabtu saya
tidak melihat anak dan "ibu" tsb, semakin curiga karena biasanya Sabtu dan
Minggu, karyawan cenderung libur. Mungkin PRT anak tsb ga berani titipkan
anak karena majikannya libur. Saya bingung hrs gimana? Lapor polisi
setempat/gimana ya? Kasihan anak tsb karena sepertinya kasus ini sudah lama,
saat saya cerita ke teman kantor, ternyata dia jg memperhatikan. Katanya
anak tsb jadi pusat perhatian ibu-ibu yg baru turun/naik kereta, suka kasih
kue. Gimana ya? Moms lain ada yg punya ide? Atau bisa coba contact tmn-tmn
yg rumahnya sekitar sana untuk lebih sering check anak mereka, bener ada di
rumah ga. Spy tdk mengganggu lalin milis, jika ada saran, mohon japri ke
saya saja. Terima kasih.

Aditia-Ummi Hana(lg bingung mesti gmn)-.





[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]

6.

re : Anak suka bawa mainan temannya ke rumah

Posted by: "anisuryansyah" anisuryansyah@telkom.net   anisuryansyah

Fri Nov 7, 2008 7:56 pm (PST)

Ikut sumbang saran, Mbak

Anak usia 2 tahun memang belum terlalu akrab dengan konsep kepemilikan, jadi wajar kalau dia menganggap mainan temannya milik dia. Pengertiannya baru terbatas apa yang dipegang adalah milik dia.

Tapi kita perlu mengenalkan bahwa tidak semua barang bisa dia miliki, dan dia harus menghormati milik orang lain. Misalnya waktu dia mulai merebut mainan teman, kita tengahi dengan bilang 'Itu punya teman, kalau mau pinjam harus bilang yang baik.' Lalu setelah puas dimainkan, ajak untuk mengembalikan sambil bilang terima kasih.

Mungkin awalnya dia tak mau langsung mengembalikan. Mohon pengertian pada teman untuk meminjam sampai besok, baru dikembalikan. Biasanya kalau sudah lewat hari, anak sudah bosan pada mainan itu. Tentu kita harus jaga supaya tidak rusak ketika dikembalikan. Kalaupun sampai rusak, kita perlu mengganti atau memperbaiki, sambil libatkan anak dalam proses itu untuk mengajarkan konsekuensi peminjaman barang.

Oh, ya, sekali-kali minta anak untuk gantian meminjamkan mainannya pada teman.

Mudah-mudahan bisa membantu.

Ani
http://littletiggy.multiply.com

Anak suka bawa mainan temannya ke rumah
Posted by: "Sri Hendrayati" srie@plant.tripolyta.com
Date: Fri Nov 7, 2008 1:49 am ((PST))

Anak saya (2th, 5bln) seringkali bawa mainan temannya ke rumah,
setiap kali saya memintanya untuk mengenbalikannya dia nangis.
setiap ditanya ini mainan siapa, dia bilang mainan saya.
apakah itu wajar,..???
Tolong sharenya donk..
barangkali ada sp yang pernah mengalami hal yang sama.

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

7a.

Re: [news] Puyer yang Membuat "Puyeng"

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Fri Nov 7, 2008 8:51 pm (PST)

Bu Dokter....

saya penasaran nih......

dr. ian wrote :

setiap 1 bulan sekali selalu bikin racikan puyer pakai apa tebak yooo...
> pakai blender...
> duuh miris deh lihatnya
>
> batuk pilek yoook pake puyer batuk pilek
> diare yoook pake puyer diare
> demam yook pake puyer demam
>
> dan itu puyer sudah ditakar sesuai dengan usia
> habis itu disimpan untuk digunakan selama 1 bulan

ini waktu buat sebenarnya tahu salah dan akibatnya ndak?
trs apakah kondisi ini bisa digeneralisir. pada umumnya atau sebagian kecil
saja ya?

kl dibiarkan praktek seperti ini trs berjalan...ngeri juga 2030....???

gmn anak cucu saya kelak yah....????

wah maaf..maaf......

salam rasional...No Puyer
bapakeghozan

----- Original Message -----
From: "najwa safina" <kireihanashah@gmail.com>
To: <sehat@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, November 08, 2008 5:53 AM
Subject: Re: [sehat] Re: [news] Puyer yang Membuat "Puyeng"

> hehee baru baca... kalau saya mah... gak mau aaah pake puyer... kasihan
> ngerjain orang sedunia... ya yang nggerus ya yang bayar dan cencunyaaa
> kasian anak cucu kita dong aaaah... lagian pan kalau puyer isinya dikit
> kagak seruuuw tuuh makanya biasanya suka banyak deh isinya
>
> jadi inget waktu jaman ko ass dulu di suatu puskesmas dibilangan ex
> jakarta
>
> setiap 1 bulan sekali selalu bikin racikan puyer pakai apa tebak yooo...
> pakai blender...
> duuh miris deh lihatnya
>
> batuk pilek yoook pake puyer batuk pilek
> diare yoook pake puyer diare
> demam yook pake puyer demam
>
> dan itu puyer sudah ditakar sesuai dengan usia
> habis itu disimpan untuk digunakan selama 1 bulan
>
> pfiuuuhhh
>
> sekarang denger ceramah prof rianto
>
> widiiiwwww mudah mudahan dosa saya dimasa jahiliyah dulu di ampuni yaaaa
>
> mengenai peraturan atau ketegasan dari pemerintah
> hmmm menurut saya Indonesia ini adalah negara yang tepat untuk
> memanfaatkan
> status comfort zone
> kemarin pulang kuliah S2, saya lihat dekat jalan menuju rumah ada galian
> kabel (lagi???????) setahun bisa berapa kali galian dekat rumah. Melihat
> hal
> tersebut teman kuliah saya mengatakan bahwa ada seorang lulusan jerman
> yang
> pintar membuat perencanaan hal-hal seperti itu tidak diterima di pemda,
> dan
> tau alasannya??? bisa sepi proyek kalau dia masuk, akhirnya lulusan jerman
> tersebut ditarik kembali oleh profesornya di jerman dan selanjutnya yang
> rugi siapa?? ya Indonesia lah...
>
> hehehhee sama ajalah kasusnya dengan puyer
> comfort zone... that's the keyword!!
>
> *SAY NO TO PUYER, MIXED SYRUP, AND OTHER POLYPHARMACY*
>
>

7b.

Re: [news] Puyer yang Membuat "Puyeng"

Posted by: "Billy N." billy@konsulsehat.web.id   yahrapha

Fri Nov 7, 2008 10:41 pm (PST)

halo ts dr.Najwa
Trims untuk komentarnya.
Bagus kalau memang punya tekad seperti itu dalam praktik, semoga bisa
terus dilaksanakan.
Apa yang pernah dialami oleh dr.Najwa adalah akibat dari nggak adanya
peraturan yang tegas mengenai sediaan puyer.
Jadi, menurut saya, 'jalan tengah' untuk masalah ini adalah jika
sediaan puyer masih dibutuhkan, sebaiknya:
- Ada daftar obat yang dapat dijadikan puyer atau memberikan
label/tanda pada kemasan sediaan obat tablet bahwa obat tersebut
dapat atau terlarang untuk dijadikan puyer.
- Menetapkan standar minimal prosedur, tempat, dan peralatan pembuatan
sediaan puyer/turunannya di apotek atau praktik dokter sehingga
kebersihan dan ketepatan takarannya memenuhi standar.
- Mewajibkan pemberian label pada kemasan sediaan obat
puyer/turunannya yang mencantumkan isi dan takaran obat yang
terkandung, tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, beserta nama dan
alamat peraciknya.
- Mewajibkan pendidikan berkelanjutan kepada dokter serta apoteker
agar selalu memperhatikan interaksi obat dan efek samping saat
meresepkan/meracik obat.
rgds
Billy

Kunjungi http://KonsulSehat.web.id

--- In sehat@yahoogroups.com, "najwa safina" wrote:
> hehee baru baca... kalau saya mah... gak mau aaah pake puyer...

8a.

Re: [tanya]demam....tumbuh gigi

Posted by: "David Wirjanto" uhui36@yahoo.com.sg   uhui36

Fri Nov 7, 2008 9:02 pm (PST)

tuk ukur suhu, bisa coba beli yang ukur dari telinga Mba, soalnya dalam waktu 3 detik saja, result sudah keluar, walaupun nga terlalu akurat (soalnya biasanya saya sampe 3-4 kali tiap kali ukur suhu pas demam, baru ambil average nya).

Selama demam masih di bawah 38,3 dan behaviour anak lincah dan nga lemas, mestinya nga terlalu worries, minggu lalu Shereenku juga demam sampe 39,5 pas malem, sempet worried sekali, tp ada batuk seblum demam....tp behaviour anak masih normal, dan ke DSA jg dibilang virus aja....akhirnya total menjelang hari ke 3 sejak start demam, suhu nya turun terus ke 36,2...

saya jg sering terkena under pressure tuk dibawa ke DSA oleh keluarga besar saya, akhirnya terkadang 'ngalah', sekedar tuk make sure aja ke DSA tuk tau sakit apa menurut diagnosanya.....setelah itu kalo cm dibilang virus, ya sudah resepnya disimpen lagi di bukunya...dan home treatment dilanjutkan:)

mohon maaf kalo ada yg tidak berkenan, semoga lekas sembuh...

rgds
DW

----- Original Message -----
From: Novia_Novrianti@manulife.com
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Friday, November 07, 2008 3:10 PM
Subject: [sehat][tanya]demam....tumbuh gigi

Dear all,

mohon sharingnya donk untuk demam pas tumbuh gigi... kira-2 sampai berapa
lama ya demamnya ?
anakku (17 bulan) sudah sejak 2 hari yang lalu demam.... sekitar 37.6an
suhunya (ga bisa ngasih pastinya coz anaknya ga mau di ukur pake
termometer)
ini hari ke 3... masih demam n rewel nya minta ampun....

aku belum bawa ke dokter karena masih yakin cuma demam karena tumbuh
gigi... aku dah jalanin treatment demam sesuai guideline... dah dikasih
parasetamol juga utk nurunin panasnya
tapi kok belum sembuh-2 ya ? dah mulai kuatir n dah mulai banyak tekanan
untuk bawa ke dokter nie

o ya... dah dua hari ini juga dia pupnya susah.... tadi pagi pup n agak
keras... trus dia sering bilang "ee" dan nangis-2, padahal cuma kentut
(maaf) doank
apa itu pengaruh ya ?

mohon sharingnya asap ya... udah perlu dibawa ke dokter belum ya ?

novi
*lagi kuatir dotcom*

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

9a.

Re: (Tanya) arti cmiiw

Posted by: "YULIA" yulia-pn@sampoernaagro.com

Fri Nov 7, 2008 9:26 pm (PST)

Untuk Mba Frans, Selamat bergabung..wah. barusan udah ada yang nanya n ada
jawabannya tuh

CMIIW itu Correct Me If I Wrong,

Kayaknya kita mesti buat daftar istilah di milis deh..hehe..

Salam,

Mama Ellen

From: sehat@yahoogroups.com [mailto:sehat@yahoogroups.com] On Behalf Of
Fransiska Febriana
Sent: Friday, November 07, 2008 3:25 PM
To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] (Tanya) arti cmiiw

Saya baru joint...sering kali CMIIW di postingan milliser.
Boleh tau apa artinya?

mamanya_imam

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

9b.

Re: (Tanya) arti cmiiw

Posted by: "Rusmina Hutapea" rosshy77@yahoo.com   mommynyaarion

Fri Nov 7, 2008 9:54 pm (PST)

hi mommy imam,

cmiiw itu means: correct me if i'm wrong

dibawah ini saya lampirkan istilah istilah dalam bahasa internet yg saya dapatkan dari teman di milis sebelah. dulu pun saya bingung awalnya heehhee

salam
rusminamamanyaarion
=====================
Daftar Singkatan & Istilah Komunikasi di Internet (Email,Chat)
AAMOF - As A Matter Of Fact
AFAIK - As Far As I Know
AFAIC - As Far As I'm Concerned
AFAICT - As Far As I Can Tell
AFK - Away From Keyboard
ASAP - As Soon As Possible
ASL - Age, Sex, LocationS
BAK - Back At Keyboard
BBL - Be Back Later
BITMT - But In The Meantime
BOT - Back On Topic
BRB - Be Right Back
BTW - By the way
C4N - Ciao For Now
CMIIW - Correct Me If I'm Wrong
CRS - Can't Remember "Stuff"
CU - See You
CUL(8R) - See You Later
CWOT - Complete Waste Of Time
CYA - See Ya
DIY - Do It Yourself
EOD - End Of Discussion
EZ - Easy
F2F - Face To Face
FAQ - Frequently Asked Questions
FBOW - For Better Or Worse
FOAF - Friend Of A Friend
FOCL - Falling Off Chair Laughing
FWIW - For What It's Worth
FYA - For Your Amusement
FYI - For Your Information
/ga - Go Ahead
GAL - Get A Life
GBTW - Get Back To Work
GFC - Going For Coffee
GFETE - Grinning From Ear To Ear
GMTA - Great minds think alike
GR&D - Grinning, Running & Ducking
GTG - Got To Go
GTGTTBR - Got To Go To The Bathroom
GTRM - Going To Read Mail
HAND - Have A Nice Day
HHOK - Ha Ha Only Kidding
HTH - Hope This Helps
IAC - In Any Case
IAE - In Any Event
IC - I See
IDGI - I Don't Get It
IMCO - In My Considered Opinion
IMHO - In my humble opinion
IMNSHO - in My Not So Humble Opinion
IMO - In My Opinion
IMPE - In My Personal Experience
IMVHO - In My Very Humble Opinion
IOW - In Other Words
IRL - In Real Life
ISP - Internet Service Provider
IYKWIM - If You Know What I Mean
JIC - Just In Case J/K - Just kidding
KISS - Keep It Simple Stupid
L8TR - Later
LD - Later dude
LOL - Laughing Out Loud
LTNS - Long Time No See
MorF - Male or Female, or person who asks that question
MTCW - My Two Cents Worth
NRN - No Reply Necessary
ONNA - Oh No, Not Again!
OTOH - On The Other Hand
OTTOMH - Off the top of my head
OIC - Oh I See
OTF - On The Floor
OLL - Online Love
PLS - Please
PU - That Stinks!
REHI - Hello Again (re-Hi!)
ROFL - Rolling On Floor Laughing
ROTF - Rolling On The Floor
ROTFL - Rolling On The Floor Laughing
RSN - Real Soon Now
RTDox - Read The Documentation/Directions
RTFM - Read The Frickin' Manual
RUOK - Are You OK?
SNAFU - Situation Normal; All Fouled Up
SO - Significant Other
SOL - Smiling Out Loud (or Sh*t Out of Luck)
TANSTAAFL - There Ain't No Such Thing As A Free Lunch
TAFN - That's All For Now
TEOTWAWKI - The End Of The World As We Know It
THX - Thanks
TIA - Thanks In Advance
TLK2UL8R - Talk to you later
TMK - To My Knowledge
TOS - Terms Of Service
TPTB - The Powers That Be
TSWC - Tell Someone Who Cares
TTBOMK - To The Best Of My Knowledge
TTFN - Ta-Ta For Now
TTYL(8R) - Talk To You Later
TWIMC - To Whom It May Concern
Txs - Thanks
URL - Web Page Address
w/b - Welcome Back
w/o - Without
WRT - With Regard To
WTG - Way To Go
WU? - What's Up?
WWW - World Wide Web
WYSIWYG - What You See Is What You Get
Y2K - Year 2000
YGIAGAM - Your Guess Is As Good As Mine
YGWYPF - You Get What You Pay For
YMMV - Your Mileage May Vary
ZZZ - Sleeping

=================

________________________________
From: Fransiska Febriana <mamanya_imam@yahoo.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Friday, November 7, 2008 3:25:08 PM
Subject: [sehat] (Tanya) arti cmiiw

Saya baru joint...sering kali CMIIW di postingan milliser.
Boleh tau apa artinya?

mamanya_imam

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

10.

Kriminalisasi (?) Dispensing Obat

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Sat Nov 8, 2008 12:13 am (PST)

Kriminalisasi (?) Dispensing Obat
Dr. Wila Ch. Supriadi, S.H.
Guru Besar Hukum Kesehatan Unika Parahyangan Bandung

Dispensing berasal dari kata bahasa Inggris, yaitu to dispense, yang secara harfiah berarti membagikan. Jadi apabila dokter dispensing obat, artinya dokter membagikan obat kepada pasien. Namun di dalam praktiknya dokter tidak hanya membagikan obat, juga menyimpan sejumlah obat di tempat praktik kedokteran pribadinya.
Apabila dispensing obat kini dipermasalahkan, sebenarnya telah sangat lama dipermasalahkan, lebih karena dipicu oleh telah diundangkannya UU no.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (selanjutnya disebut UUPK) yang diberlakukan tanggal 6 Oktober 2005, sebagian penegak hukum berpendapat, dengan diundangkannya UUPK, maka sudah diatur segala hal yang ada hubungan dengan praktik kedokteran, bahkan juga tentang dispensing obat secara keseluruhan, pendapat ini jelas salah.
Masalah dispensing obat adalah masalah nasional, dari Sabang hingga ke Marauke hampir seluruh dokter di daerah melakukannya, bahkan sebagian kecil dokter di kota besar juga melakukan. Hal ini mencuat ke permukaan karena adanya upaya penegakan hukum terhadap dispensing obat oleh sebagian aparat hukum di beberapa tempat tertentu, yang menggunakan UUPK & UU no.23 tahun 1992 tentang Kesehatan (selanjutnya disebut UUK), sebagai dasar untuk melakukan penegakan hukum.
Penanganan terhadap masalah dispensing obat harus diselesaikan secara bijaksana & menyeluruh, karena bukan hanya menyangkut tenaga kesehatan (dokter & apoteker), namun juga menyangkut masalah kebutuhan orang sakit. Yang sebagian sangat besar menyangkut orang sakit yang kurang mampu secara ekonomi, yakni golongan masyarakat yang untuk biaya berobat pun, seringkali berasal dari uang pinjaman kiri & kanan.
Pasien yang menggunakan jasa pelayanan praktik kedokteran yang berada di daerah di mana pun juga di seluruh Indonesia, sampai saat ini sangat biasa menerima pelayanan praktik kedokteran dengan sistem "paket", yakni setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, akan sekaligus mendapatkan sejumlah obat-obatan yang diperlukan oleh pasien berkaitan dengan proses pengobatan penyakitnya.
Sistem "paket" ini, tentunya sangat memudahkan bagi pasien, karena pasien tidak perlu pergi ke apotek untuk membeli obat, yang kadang-kadang letak apoteknya cukup jauh & bahkan bisa beberapa kilometer jauhnya & selain lebih efisien dari segi waktu, biasanya sistem "paket" itu lebih murah, karena biaya untuk keuntungan apotek tidak perlu dibayar oleh pasien.
Dokter tidak boleh menyimpan persediaan obat dalam "jumlah banyak" di tempat praktik, karena melalui Pasal 35 ayat (i) UUPK, dokter mempunyai wewenang menyimpan obat dalam "jumlah & jenis yang dizinkan"; & bahkan melalui Pasal yang sama, ayat (j), dokter mempunyai wewenang meracik & menyerahkan obat kepada pasien di daerah terpencil yang tidak ada apotek. Artinya apabila dokter boleh menyimpan obat, maka dokter boleh juga membagikan obat langsung kepada pasien.

KEBIASAAN DISPENSING OBAT
Proses pengobatan penyakit sudah sama lamanya dengan umur manusia, diawali dengan cara yang tradisional, kemudian perkembangan ilmu kedokteran & ilmu farmasi menyebabkan cara pengobatan dilakukan dengan cara yang modern, yakni menggunakan metode pengobatan berdasarkan kedua Ilmu Pengetahuan modern itu pula.
Awalnya hubungan tenaga kesehatan dengan orang sakit, tidak berdasarkan kepada aturan-aturan hukum, lebih kepada aturan-aturan pengobatan, namun kini dengan kemajuan jaman, hubungan antara tenaga kesehatan dengan orang sakit, selain hubungan pengobatan, terbentuk pula hubungan hukum, yang diatur dengan aturan-aturan hukum.
Pada waktu melakukan proses pengobatan dalam praktik pengobatan tradisional, sang tenaga kesehatan setelah menentukan penyakit yang diderita orang sakit, lalu tenaga kesehatan memberikan obat-obatan, bahkan pembuatan (peracikan) obat-obatan dilakukan oleh tenaga kesehatan sendiri
Kemudian terjadi pemilahan dari pekerjaan tenaga kesehatan & pekerjaan ahli farmasi. Tenaga kesehatan (dokter) hanya menentukan apa penyakit yang diderita pasien & menentukan jenis obat yang diperlukan pasien, sedangkan pengadaan, penyediaan & distribusi obat-obatan dilakukan oleh apotek yang dikelola oleh apoteker & dibantu oleh asisten apoteker, yang telah mendapatkan pendidikan formal di jurusan farmasi & Sekolah Menengah Farmasi.
Bahwa pada mulanya apotek hanya didirikan di kota-kota besar, dalam arti di daerah terpencil tidak pernah didirikan apotek, karena selain kurangnya tenaga apoteker beserta asisten apoteker, juga untuk mendirikan apotek mengharuskan adanya sediaan farmasi yang cukup beragam & di samping itu tidak mungkin sebuah apotek hanya melayani satu atau dua orang dokter saja, biasanya satu apotek didirikan untuk melayani praktik kedokteran dari beberapa orang dokter.
Kini apotek telah banyak didirikan, bahkan sampai ke kota-kota kecamatan, yang biasanya berbentuk apotek kecil & ala kadarnya, namun dispensing obat oleh dokter sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan selama berpuluh-puluh tahun lamanya & pasien sudah terlalu biasa dengan sistem "paket".
Apabila dokter tidak boleh memberikan pelayanan praktik kedokteran dengan sistem "paket", hanya memberikan resep obat & mempersilahkan pasien membeli ke apotek, yang letaknya belum tentu dekat, maka alih-alih pasien membeli obat ke apotek, pasien akan mencari insitusi yang lain yang pasti bukan apotek, yang dapat memberikan pelayanan dengan sistem "paket".
Dapat dipastikan, apabila suatu ketika masyarakat Indonesia sudah menjadi makmur dari segi ekonomi, di mana biaya dokter & biaya obat sudah bukan masalah lagi, maka dokter tidak perlu dispensing obat, karena masyarakat yang sudah makmur itu tahu cara pengobatan modern, yang memilah antara tenaga kesehatan & penyedia obat-obatan.

PENYEDIAAN FARMASI
UUK melalui Pasal 63 Ayat (1) menentukan, bahwa pekerjaan kefarmasian dalam pengadaan, distribusi & pelayanan sediaan farmasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu yang mempunyai keakhlian & kewenangan untuk itu & Ayat (2) menentukan pengaturan lebih lanjut akan diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP).
Kemudian ketentuan Pidana dalam UUK melalui Pasal 82 Ayat (1), ditetapkan tentang barangsiapa yang tanpa kewenangan & keakhlian melakukan pekerjaan seperti Pasal 63 Ayat (1), maka akan dikenakan sanksi penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda Rp. 100.000.000,-.
Kedua ketentuan ini, untuk dapat dilaksanakan membutuhkan Peraturan Pelaksanaan, karena disyaratkan adanya Peraturan Pemerintah yang mengatur lebih lebih lanjut, PP tentang pengadaan, penyimpanan & pendistribusian obat telah dibentuk yakni PP No. 72/98 tentang Pengaman Sediaan Farmasi & Alat Kesehatan, yang memberikan hak kepada apotek untuk menyerahkan obat.
Ketentuan tentang apotek mengharuskan bahwa apotek harus dikelola oleh seorang apoteker yang bekerja penuh waktu, jadi satu apotek satu apoteker, & dibantu oleh asisten apoteker sebagai pelaksana. Tidak dapat dipungkiri, bahwa banyak apotek di kota kecil & kecamatan yang jauh dari kota besar, yang apotekernya tidak jelas ada di mana, hanya namanya saja yang tercantum di papan nama apotek, sehingga apotek ada di bawah pengelolaan asisten apoteker saja. Bahkan ada apotek yang tidak ada asisten apotekernya, sehingga yang menyediakan & memberikan obat, bukan lulusan Sekolah Menengah Farmasi.
Selain ketentuan itu, terdapat bermacam ketentuan lainnya tentang apotek yang harus dipenuhi oleh pemilik apotek, apotek hanya boleh menjual obat bebas saja secara langsung kepada konsumen, sedangkan obat yang ada dalam daftar tertentu, hanya boleh diberikan kepada pasien atas dasar resep dari dokter.
Apotek yang melayani pembelian obat daftar tertentu (obat yang tidak dapat dijual bebas) kepada orang sakit tanpa resep dokter, adalah perbuatan melanggar hukum yang dapat dikenakan hukuman pidana.
Namun, banyak apotek yang tentunya tidak mungkin hanya melayani penjualan obat bebas, agar persediaan obat yang ada di apoteknya tidak menjadi obat kedaluarsa, maka apotek melakukan pelayanan praktik kedokteran sendiri, yakni melayani permintaan orang sakit yang mengeluhkan penyakitnya pada asisten apoteker (atau kepada apotekernya), mereka langsung menjual obat yang menurut mereka "cocok" untuk menyembuhkan penyakit yang dikeluhkan oleh orang sakit itu.
Bahkan tidak tertutup kemungkinan apotek akan menjual obat yang sudah kedaluarsa kepada pasien, yang dapat saja terjadi karena ketidaktahuan pasien tentang daluarsa obat-obatan. Belum lagi banyak diperjualbelikan obat-obatan palsu oleh orang yang tidak bertanggungjawab, ditambah pula banyaknya beredar obat-obatan yang tidak didaftarkan di Badan POM.
Masalah dokter & apotek(er), adalah masalah sebab-akibat & akibat-sebab, yang memerlukan penyelesaian yang holistik, agar tidak ada pihak yang hanya dirugikan atau hanya diuntungkan, sebaiknya semuanya mendapatkan keuntungan sesuai dengan bagiannya, terutama tentunya jangan sampai kategori pasien tidak mampu secara ekonomi yang dirugikan, di mana gajah dengan gajah bertengkar, pelanduk mati di tengah-tengah.

PENGATURAN SENDIRI (SELF REGULATION)
Masalah dokter & apotek(er) akan selesai kalau semua pihak mengikuti jalur hukum, namun sekarang bagaimana caranya dilakukan pengaturan tentang dispensing obat oleh dokter, sebab menyangkut hampir seluruh dokter di daerah? Bisa saja, dokter & apotek(er) keduanya patuh pada hukum, dilakukan pembenahan, namun tidak semudah itu pembenahannya, banyak faktor yang akan mempengaruhi pembenahan, sebagai misal masalah geografi, masalah kemiskinan, masalah pedagang besar farmasi yang menjual obat langsung kepada dokter yang faktur pembeliaannya dari salah satu apotek entah di mana, & masih segudang masalah lainnya, semuanya masih memerlukan proses pembenahan yang sangat panjang.
Penyelesaian secepatnya sangat dibutuhkan, karena apabila tidak diselesaikan akan menyebabkan keresahan di kalangan tenaga kesehatan pada umumnya & khsusunya para dokter. Akibatkan akan menyebabkan masyarakat terkena dampaknya, dalam arti terjadi ketidakpastian hukum.
Sementara ini, sebelum adanya pengaturan yang mengatur tentang dispensing obat, Kepala Dinas masing-masing daerah Kota/Kabupaten, bersama-sama dengan instansi terkait mengatur tentang pendelegasian wewenang dari lembaga yang berhak mendistribusikan obat (apotek) kepada dokter.
Agar menjadi adil bagi semua pihak, maka perlu pengaturan bahwa dokter obat akan membeli persediaan obatnya ke apotek(er). Apotek(er) tentunya memberikan harga yang pantas, bukankah apotek hanya memesankan obat pesanan dari dokter ke pedagang besar farmasi & menyerahkan ke dokter, sehingga keuntungan yang diambil cukup secara wajar saja?
Masalah pengawasan tentunya sangat penting, kepatuhan dokter & apotek(er) terhadap hukum juga harus dilaksanakan, para pihak saling menghormati satu dengan lainnya. Pedagang Besar farmasi pun harus memenuhi ketentuan hukum, agar semua pihak tidak melanggar hukum lagi.
Bagi pihak yang melanggar ketentuan, patut diberi sanksi, namun sanksinya bukan berupa sanksi penjara, karena tidak ada gunanya memenjarakan dokter, apoteker atau pemilik pedagang besar farmasi, cukup berupa sanksi administratif, karena yang terjadi adalah pelanggaran administratif, bukan kejahatan adminstratif, yakni sanksi berupa teguran sampai dengan pencabutan izin praktik atau usaha. Janganlah terjadi kriminalisasi dari dispensing obat, yang pada giliran akan merugikan semua pihak.

Sumber : http://hukumkes.wordpress.com/category/pidana-malpraktik-medik/

[Non-text portions of this message have been removed]

11.

susah tdr siang,knp ya?

Posted by: "Enny Ratnawati" ennyratnawati@yahoo.com   ennyratnawati

Sat Nov 8, 2008 12:37 am (PST)

Halo semua.Slm kenal.Kalo biasanya sy cum jd pembaca setia milist..Skrg mw minta komen.Anak sy,3 thn,susah sekali d suruh tidur siang.Jd seharian dia mw nya main.Gak hbs2 yg d mainin/aktivitasnya.Mlm nya pun kdg2 gak bisa d suruh tidur cepet.Wah jd bingung.Mhn share ide ya.Tq bgt

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Health

Healthy Aging

Improve your

quality of life.

Meditation and

Lovingkindness

A Yahoo! Group

to share and learn.

Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

No comments: