Tuesday, September 18, 2007

[sehat] Digest Number 7763

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Re: Amandel mau dioperasi From: ghozansehat
1b.
Re: Amandel mau dioperasi From: lamriasi@chakrajawara.co.id
2a.
Re: [Tanya] Buah zakar janin terdapat banyak cairan ? From: kriswatiningsih
3a.
Re: Ibu menyusui, puasa?? From: Ade Novita
4a.
Re: Urgent: Anak sy sakit apa dokter? From: yuli sukri
5a.
Re: susu ibu hamil vs UHT From: rini_thalib78
6.
tanya : berbagai sumber growth chart, pakai yg mana? From: mutiara chotimah
7a.
Re: Ask: Si kecil Faris lagi sariawan From: Olivia Firdaus
8a.
Re: hamil dan miom From: Imelda Hutauruk
9.
Tolong Polycystic Kidney desease! From: sutrisno
10a.
Re: [news] Susu UHT Berbahaya, Dr Roy Sparringga, Kementerian Negara From: Zulaichah Purnawati
11a.
Re: (unknown) From: Sondang Rotua
12.
Re: Torey Hayden Workshop - Exercise JAWABAN From: Maya Wulandari
13a.
(questions) susu UHT From: aulia anissa
13b.
Re: (questions) susu UHT From: Heny Mustikasari Soedjito
14a.
[news] Susu UHT Berbahaya, Dr Roy Sparringga, Kementerian Negara Ris From: Zulaichah Purnawati
15a.
Sakit gigi pas hamil From: Sondang Rotua
15b.
Re: Sakit gigi pas hamil From: segaintil
16.
Oleh-oleh dari acara Semiloka Nasional Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 1 From: Luluk Lely Soraya I
17a.
Re: (tanya)pentingnya klinik perkembangan anak From: segaintil
18a.
member baru From: Theo Sinaga
19.
gosip ASI menyebabkan asma dan alergi di radio pagi ini From: Ade Novita
20.
Mohon pencerahannya....dan diagnosanya ..sakit apa anak saya From: iin
21a.
Re: Bunga Rampai 75B From: Christine Widjaya
21b.
Re: Bunga Rampai 75B From: Gopina Goham

Messages

1a.

Re: Amandel mau dioperasi

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Mon Sep 17, 2007 10:19 pm (PST)

Bu Ade...

Diskusi tentang Amandel/ Tonsillitis secara lengkap sepertinya sudah pernah
di bahasa disini, silakan Ibu bisa buka arispnya lagi...atau kl mau nanti
saya forwardkan.

Kebetulan ada bacaan yg menarik tentang Tonsilektomi di bulletin CDK (Cermin
Dunia Kedokeran).
Saya coba copy paste kesini sipa tahu bermanfaat.

Mohon maaf kalau tulisannya tdk rapi dan gambar tdk tampak, sekedar copy
paste dari format pdf.

salam ngabuburit,
bapakeghozan

Kajian Manfaat Tonsilektomi

Tolkha Amarudin, Anton Christanto

Departemen THT Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RS Dr Sardjito
Yogyakarta

ABSTRAK

Kontroversi seputar tonsilektomi telah lama terjadi. Tonsilektomi sebagai
tindakan

operasi terbanyak dan biasa dilakukan di bidang THT belum mempunyai
keseragaman

indikasi. Indikasi tonsilektomi yang diterima luas pada saat ini adalah
tonsilitis kronik dengan

insidensi 7 atau lebih episode sakit tenggorok akibat tonsilitis dalam 1
tahun atau 5

episode/tahun dalam dua tahun dan 3 episode/tahun dalam 3 tahun. Kajian
manfaat

tonsilektomi terhadap kejadian sakit tenggorok, kualitas hidup, keuntungan
ekonomi, dan

gambaran imunologis tonsil belum dibahas secara mendalam.

PENDAHULUAN

Tonsilektomi merupakan tindakan pembedahan tertua,

berupa tindakan pengangkatan jaringan tonsila palatina dari

fossa tonsilaris. Tonsilektomi dideskripsikan pertama kali di

India pada tahun 1000 SM. Pada tahun 30 SM, Celsus

melaporkan tindakan tonsilektomi untuk pertama kali

menggunakan skalpel untuk eksisi tonsil, namun belum

maksimal karena tidak semua jaringan berhasil diangkat.

Selanjutnya Meyer (1867) melaporkan kasus adenotonsilektomi

pada wanita 20 tahun yang mengeluh hidung tersumbat

dan pendengaran menurun. Crowe (1917) melaporkan

tonsilektomi pada 1000 pasien dengan mouth gauge, yang

sekarang dikenal sebagai Crowe-Davis mouth gauge.1

Teknik tonsilektomi terus mengalami perkembangan,

tahun 1827 tonsil diangkat menggunakan guillotine, pada saat

itu dinamai primary enucleation, pertama kali digunakan oleh

Physick. Tahun 1867, Meyer menggunakan pisau berbentuk

lingkaran, mengangkat tonsila adenoid melalui kavitas nasi,

pada pasien dengan penurunan pendengaran dan sumbatan

hidung. Pada tahun 1910 Wilis dan Pybus melaporkan

pengangkatan tonsil lengkap dengan kapsulnya. Pada tahun

1912, Sluder menemukan alat untuk mengambil tonsil

sehingga keberhasilan pengambilan tonsil lengkap dengan

kapsulnya mencapai 99,6 %.1 Teknik tonsilektomi lain terus

dikembangkan seperti elektrokauter ditujukan untuk

mengurangi efek yang tidak diharapkan.2

Pengaruh rangsangan bakteri yang terus menerus terhadap

tonsil pada tonsilitis kronik menyebabkan sistem imunitas

lokal tertekan; menurunnya respon imunologis limfosit tonsil

dan perubahan epitel akan mengurangi reseptor antigen. Hal

ini menyebabkan kegagalan fungsi tonsil sebagai gatekeeper

dan menurunkan respon imunologi tonsil terhadap antigen.

Pengobatan tonsilitis kronik sangat sulit dan lazim

dilakukan tonsilektomi. Kontroversi seputar tonsilektomi telah

lama terjadi, meskipun demikian di bidang THT tonsilektomi

merupakan tindakan terbanyak dan biasa dilakukan

Tonsilektomi dianggap sebagai tindakan kecil, namun dapat

menimbulkan komplikasi baik durante maupun postoperasi,

dapat berupa abses paru dan pneumonitis akibat aspirasi darah

dan debris atau infeksi yang ada sebelumnya, maupun

perdarahan. Di samping itu tonsilektomi dapat menimbulkan

berbagai masalah dan berisiko menimbulkan nyeri pasca

tonsilektomi dan infeksi.

Tonsilektomi sebagai tindakan operasi terbanyak di

bidang THT belum seragam indikasinya. Manfaat tonsilektomi

terhadap kejadian sakit tenggorok, kualitas hidup, keuntungan

ekonomi, dan gambaran imunologis tonsil belum dibahas

secara mendalam.

KEKERAPAN

Di Inggris (1987-1993) telah dilakukan 70.000 - 90.000

tonsilektomi dan adenoidektomi per tahun. Di Skotlandia

selama 1990 – 1996 terjadi penurunan jumlah adenotonsilektomi,

angka tonsilektomi pada anak turun dari 602 per 100

000 menjadi 511 per 100 000, 44 % perempuan dan 54%

dengan adenoidektomi.3 Di Amerika Serikat tonsilektomi

dilakukan sampai 1.500.000 tindakan pada tahun 1970 dan

286.000 orang menjalani adenotonsilektomi, sedangkan tahun

1985 dilakukan 400.000 tonsilektomi.1

Di Indonesia sampai saat ini jumlah kasus tonsilektomi

masih sulit didapat. Dari catatan medis RSUP Dr Sardjito

tonsilektomi merupakan lebih dari separuh dari seluruh

tindakan pembedahan di bagian THT. Data pada tahun 1996

dan tahun 1997 sejumlah 107 tindakan, tahun 1998 ada 102

tindakan, dan tahun 1999 94 tindakan. Tonsilektomi tahun

2003 tercatat sebanyak 59 kasus, tahun 2004 hingga bulan

Agustus sebanyak 45 kasus, rentang umur terbanyak 5-15

tahun, indikasi tersering adalah tonsilitis kronis. Terlihat

angka tonsilektomi dari tahun ke tahun mengalami penurunan,

mungkin disebabkan indikasi tonsilektomi makin ketat.4

ANATOMI

Gambar 1. Anatomi tonsila palatina

Tonsil palatina adalah suatu jaringan limfoid yang terletak

di fossa tonsilaris di kedua sudut orofaring dan merupakan

salah satu bagian dari cincin Waldeyer. Tonsil palatina lebih

padat dibandingkan jaringan limfoid lain. Permukaan lateralnya

ditutupi oleh kapsul tipis dan di permukaan medial

terdapat kripta.10

Kripta tonsil berbentuk saluran tidak sama panjang dan

masuk ke bagian dalam jaringan tonsil. Umumnya berjumlah

8-20 buah dan kebanyakan terjadi penyatuan beberapa kripta.

Permukaan kripta ditutupi oleh epitel yang sama dengan epitel

permukaan medial tonsil. Saluran kripta ke arah luar biasanya

bertambah luas; hal ini membuktikan asalnya dari sisa

perkembangan kantong brakial II. Secara klinik kripta dapat

merupakan sumber infeksi, baik lokal maupun umum karena

dapat terisi sisa makanan, epitel yang terlepas, kuman.9,10,11

Permukaan lateral tonsil yang tersembunyi ditutupi oleh

suatu membran jaringan ikat disebut kapsul; walaupun para

ahli anatomi menyangkal adanya kapsul ini, tetapi para pakar

klinik menyatakan bahwa kapsul adalah jaringan ikat putih

yang menutupi 4/5 bagian tonsil.10 Plika triangularis atau plika

retrotonsilaris atau plika transversalis merupakan struktur

normal yang telah ada sejak masa embrio. Plika triangularis

terletak di antara pangkal lidah dengan bagian anterior kutub

bawah tonsil dan merupakan serabut yang berasal dari otot

palatofaringeus.10 Fossa tonsil atau sinus tonsil yang di

dalamnya terletak tonsil palatina, dibatasi oleh otot-otot

orofaring: 1) Batas anterior adalah otot palatoglossus, disebut

plika anterior, 2) Batas posterior adalah otot palatofaringeus,

disebut plika posterior, 3) Batas lateral atau dinding luarnya

adalah otot konstriktor faring superior. Plika anterior

berbentuk seperti kipas di rongga mulut, mulai dari palatum

mole dan berakhir di sisi lateral lidah. Plika posterior adalah

otot vertikal yang ke atas mencapai palatum mole, tuba

Eustachius dan dasar tengkorak. ke arah bawah meluas hingga

dinding lateral esofagus. (Gambar 1)

Plika anterior dan plika posterior ini bersatu di atas di

palatum mole. Ke arah bawah berpisah dan masuk ke jaringan

di pangkal lidah dan dinding lateral faring. Di bagian atas

fossa tonsil terdapat ruangan yang disebut fossa supratonsil.

Ruangan ini terjadi karena tonsil tidak mengisi penuh fossa

tonsil.

Tonsil mendapat vaskularisasi dari cabang-cabang a.

karotis eksterna yaitu: a. maksilaris eksterna (a. fasialis) yang

mempunyai cabang a. tonsilaris dan a. palatina asenden, a.

maksilaris interna dengan cabangnya yaitu a. palatina

desenden, a. lingualis dengan cabangnya yaitu a. lingualis

dorsal, dan a. faringeal asenden.

Arteri tonsilaris berjalan ke atas di bagian luar m.

konstriktor superior dan memberikan cabang untuk tonsil dan

palatum mole. Arteri palatina asenden, mengirimkan cabangcabangnya

melalui m. konstriktor posterior menuju tonsil.

Arteri faringeal asenden juga memberikan cabangnya ke tonsil

melalui bagian luar m. konstriktor superior. Arteri lingualis

dorsal naik ke pangkal lidah dan mengirim cabangnya ke

tonsil, plika anterior dan plika posterior. Arteri palatina

desenden atau a. palatina posterior atau lesser palatine artery

memberi vaskularisasi tonsil dan palatum mole dari atas dan

membentuk anastomosis dengan a. palatina asenden. Venavena

dari tonsil membentuk pleksus yang bergabung dengan

pleksus dari faring.10,11,12

Aliran getah bening dari daerah tonsil menuju ke

rangkaian getah bening servikal profunda (deep jugular node)

bagian superior di bawah m. sternokleidomastoideus.

Selanjutnya ke kelenjar toraks dan akhirnya menuju duktuli

torasikus. Infeksi dapat menuju ke semua bagian tubuh

melalui perjalanan aliran getah bening.

Inervasi tonsil bagian atas berasal dari serabut saraf V

melalui ganglion sphenopalatina dan bagian bawah dari saraf

glossofaringeus (N. IX).12

MORFOLOGI TONSILA PALATINA

1. Kripte dan Epitel Tonsil

Susunan kripte tubuler di bagian dalam menjadi salah

satu karakteristik tonsila palatina. Tonsila palatina memiliki

10 – 30 kripte dan luas permukaan 300 cm2. Masing-masing

kripte tidak hanya bercabang tapi juga saling anastomosis.

Bersama dengan variasi bentuk dan ukuran folikel limfoid

menyebabkan keragaman bentuk tonsil. Kripte berisi sel

degenerasi dan debris selular. Epitel kripte adalah modifikasi

epitel skuamosa berstratifikasi yang menutupi bagian luar

tonsil dan orofaring. Derajat retikulasi (jumlah limfosit

intraepitel) epitel sangat bervariasi. Retikulasi epitel kripte

berperan penting dalam inisiasi imun respon pada tonsila

palatina. Pada kripte antigen lumen diambil oleh sel khusus

dari retikulasi epitel skuamosa yang menyerupai membran sel

intestinal peyer's patches, atau yang dikenal sel M.

Sel M melakukan endositosis antigen, mentranspor

antigen ke dalam vesikel di basolateral membran dan

eksositosis ke rongga intra dan subepitel tempat terjadinya

kontak dengan jaringan limfoid. Sel M tonsil terdiri dari

sedikit sel epitel kripte dan memiliki mikrovilli khusus di

bagian apeks. Fungsi transpor sel M tidak hanya menyediakan

sampling antigen tapi juga sebagai gateway bagi infeksi

mukosa atau imunisasi. Sel M memiliki relevansi klinis karena

beragam antigen menggunakan sel M sebagai pintu masuk

untuk menginvasi host.

Sel T dan sel B dapat ditemukan di semua bagian epitel

tanpa pola distribusi tertentu. Sebagian makrofag dan

dendritic cells juga berkontribusi terhadap populasi sel non

epitel. Sel plasma dominan terdapat di sekitar kapiler

intraepitel. Banyaknya sel immunokompeten dalam epitel

kripte membentuk satu mikrokompartemen limfoid tersendiri

dalam tonsila palatina14 (gambar 2).

Gambar 2. Diagram skematis tonsil palatine dan komposisi sel14

2. Folikel Limfoid

Folikel limfoid primer tampak di tonsil dari minggu ke 16

kehamilan, dan sentrum germinativum dibentuk segera setelah

lahir. Folikel limfoid di tonsila palatina berbentuk bulat atau

elips, terletak di bawah epitel dan di sisi dengan intensitas

maturasi dan diferensiasi sel B sebaik aktivasi sel T (gb. 3).

Folikel limfoid sekunder berisi sentrum germinativum

terdiri dari zona gelap, dengan sejumlah besar proliferasi B

blast atau sentroblast, zona terang (bagian basal dan apeks)

terisi sebagian besar oleh sentrosit dan sebuah mantle zone

berisi naïve B cells. Dengan menggunakan teknik antibodi

monoklonal, lima kelas sel B (Bm 1= naïve B cells sampai Bm

5= memory B cells) telah diidentifikasi pada tonsil manusia.

Folikel limfoid tonsil berisi jaringan follicular dendritic

cells (FDC) dan sebuah kelas khusus sel dendritik sentrum

germinativum yang mengaktivasi sel T di sentrum

germinativum. FDC mampu menahan sejumlah besar

kompleks imun di membran plasma untuk jangka lama dan

dengan cara beraksi sebagai antigen presenting cells yang

memberikan lingkungan yang sesuai untuk proliferasi dan

diferensiasi sel B di sentrum germinativum. Selanjutnya FDC

berperan dalam modulasi kerentanan terhadap apoptosis sel B

di folikel limfoid. Secara ultrastruktur teridentifikasi 7

populasi FDC berbeda namun belum jelas apakah mereka

memiliki fungsi yang berbeda. Seperti sel B, FDC sebagian

besar terletak dalam dark zone, sedangkan proliferasinya

terbanyak terletak pada light zone.14

3. Daerah Ekstrafolikuler

Daerah ekstrafolikular berisi sel T (terutama fenotip

helper, CD 4), interdigitating dendritic cells (IDC), makrofag,

dan venula khusus yang dikenal high endothelial venules

(HEV). HEV diperlukan sebagai pintu masuk sel T dan B dari

darah ke dalam tonsil. Dalam zona ekstrafolikuler, terdapat sel

penghasil sitokin spesifik (IL - 1α dan TNFα dari makrofag

sebaik IDC, IL-2 dan IFN-γ dari sel T) dan produksi

antibodi.14

Gambar 3. Foto mikrografi tonsila palatina menunjukkan distribusi

kelas-kelas sel T (CD 3+), sel B ( CD 20+), sel T helper

(CD4+) dan sel T sitotoksik (CD 8+). Catatan: CD 4 Dan CD

8 tidak hanya terdapat pada sel T helper dan sel T sitotoksik,

tapi juga beberapa sel non limfoid.14

IMUNOBIOLOGI TONSIL

Lokasi tonsil sangat memungkinkan terpapar benda asing

dan patogen, selanjutnya membawanya ke sel limfoid.

Aktivitas imunologi terbesar tonsil ditemukan pada usia 3 – 10

tahun. Pada usia lebih dari 60 tahun Ig-positif sel B dan sel T

sangat berkurang di semua kompartemen tonsil. Selain itu juga

terjadi pada sejumlah IDC dan FDC yang merupakan agedependent

tonsilar involution.14

Gambaran struktur imunologis tonsil menunjukkan

seluruh elemen yang dibutuhkan untuk sistem imunologi

mukosa. Bakteri, virus, atau antigen makanan akan diabsorpsi

secara selektif oleh makrofag, sel HLA (+) dan sel M dari tipe

tonsil. Selanjutnya, antigen ditranspor dan dipresentasikan ke

sel T di area ekstra folikuler dan ke sel B di sentrum

germinativum oleh FDCs.15

Interaksi antara sel T dengan antigen yang

dipresentasikan oleh APC akan mengakibatkan terjadinya

peristiwa biokimiawi dalam sel T berupa peningkatan kadar

ion Ca++ dalam sitoplasma dan mengaktifkan enzim kinase

protein C yang merupakan sebagian signal untuk

mengaktifkan sel T. Dua faktor tersebut belum cukup untuk

mengaktifkan sel T karena ada faktor ke tiga yaitu IL-1 yang

disekresi oleh APC. Peranan sitokin dalam aktivasi sel T

terlihat di Gambar 4.

Gambar 4. Peranan sitokin dalam aktivasi sel T 15

Sel T yang telah aktif ditandai dengan sekresi IL-2 dan

ekspresi reseptor IL-2, sehingga akan 1) meningkatkan jumlah

klon sel T sendiri, 2) meningkatkan perbanyakan limfosit lain

yang telah diaktifkan oleh antigen yang sama atau mirip,

namun tidak dapat menghasilkan IL-2 (sel CD8+), 3)

meningkatkan jumlah sel limfosit yang telah dirangsang

sebelumnya tetapi memiliki reseptor IL-2 (sel memori yang

tidak spesifik terhadap antigen yang merangsangnya), dan 4)

meningkatkan pertumbuhan sel-sel bukan limfosit T tetapi

memiliki reseptor IL-2 (limfosit B dan natural killer cell –

NK). Hubungan antara ekspresi reseptor IL-2 dengan kadar

ion Ca++ intraseluler dibuktikan oleh Komada dkk (1987) yang

mendapatkan ekspresi maksimum reseptor IL-2 sesuai dengan

kadar maksimum ion Ca++ intrasel.16

Aktifasi limfosit B oleh antigen menjadi sel yang mampu

menghasilkan antibodi memerlukan bantuan sel Th. Terhadap

sel B selain IL-2 yang bertindak sebagai aktifator dan

promotor pembelahan, sitokin lain yang berpengaruh adalah

IL-4 sebagai aktifator limfosit B istirahat, IL-5 sebagai faktor

pertumbuhan limfosit B aktif dan IL-6 sebagai faktor

diferensiasi akhir yang mampu menjadikan sel B melepaskan

immunoglobulin (gambar 5).

Plasma sel didistribusikan pada zona ekstrafolikuler dan

epitel kripte, selanjutnya imunoglobulin disekresikan ke dalam

kripte. Maka dari itu, tonsil berperan penting dalam

memelihara flora normal dalam kripte orang sehat. Selain itu

tonsil juga akan mensekresikan IgA ke dalam lumen kripte

dan juga bertindak sebagai sumber sel B IgA dengan rantai J

positif dimer untuk area lain pada sistim respirasi atas seperti

kelenjar parotis, lakrimalis, mukosa hidung dan mukosa

telinga tengah.15

Gambar 5 . Peran sitokin pada aktivasi sel 15

Secara sistematik proses imunologis di tonsil terbagi

menjadi 3 kejadian yaitu 1) respon imun tahap I, 2) respon

imun tahap II, dan 3) migrasi limfosit. Respon imun tahap I

terjadi ketika antigen memasuki orofaring mengenai epitel

kripte yang merupakan kompartemen tonsil pertama sebagai

barier imunologis. Sel M tidak hanya berperan mentranspor

antigen melalui barier epitel tapi juga membentuk

kompartemen mikro intraepitel spesifik yang membawa

bersamaan material asing, limfosit dan APC seperti makrofag

dan sel dendritik dalam konsentrasi tinggi. Interaksi sel M

dengan sel yang berbeda dalam sistem imun di

mikrokompartemen selama inisiasi respon imun selular atau

humoral belum dipahami.

Sel limfoid ditemukan dalam ruang epitel kripte tonsila

palatina terutama tersusun atas limfosit B dan sel T helper

(CD4+). Respon imun membutuhkan bantuan sitokin. Sitokin

adalah peptida yang terlibat dalam regulasi proses imun dan

dihasilkan secara dominan oleh stimulasi antigen lokal

limfosit intraepitel, sel limfoid lain atau sel non limfoid. Sel T

intraepitel menghasilkan berbagai sitokin antara lain IL –2, IL-

4, IL-6, TNF-α, TNF-β / LT-α, INF γ, dan TGF-β.

Diperkirakan 50-90% limfosit intraepitel adalah sel B

berupa mature memory cells B dengan potensial APC yang

memungkinkan terjadinya kontak antara antigen presenting B

cells dan T cells, menyebabkan respon antibodi yang cepat.

Beragam isotipe Ig dihasilkan dalam tonsila palatina, 82 %

dari sentrum germinativum menghasilkan Ig D, 55% Ig M,

36% IgG dan 29 % IgA.

IgA merupakan komponen substansial sistem imun

humoral tonsila palatina. Produksi J-chain oleh penghasil Ig

merupakan faktor krusial dalam transpor epitel polimer Ig

melalui komponen sekretoris transmembran. Distribusi Jchain

itu sendiri tergantung dari lokasi sel (29% IgA

dihasilkan di sentrum germinativum dan 59% IgA dihasilkan

di regio ekstrafolikular). Ig terbentuk secara pasif ditranspor

ke dalam kripte.

Respon imun tonsila palatina tahap ke dua terjadi setelah

antigen melalui epitel kripte dan mencapai daerah

ekstrafolikular atau folikel limfoid. Di daerah ekstrafolikular,

IDC dan makrofag memproses antigen dan menampakkan

atigen terhadap CD4+ limfosit T. Sel TFH

kemudian menstimuli limfosit B folikel sehingga berproliferasi dan

bermigrasi dari dark zone ke light zone, mengembangkan

suatu antibodi melalui sel memori B dan antibodi melalui sel

plasma. Sel plasma tonsil juga menghasilkan lima kelas Ig

(IgG 65%, IgA 20%, sisanya Ig M, IgD, IgE) yang membantu

melawan dan mencegah infeksi. Lebih lanjut, kontak antigen

dengan sel B memori dalam folikel limfoid berperan penting

untuk menghasilkan respon imun sekunder. Meskipun jumlah

sel T terbatas namun mampu menghasilkan beberapa sitokin

(misal IL-4) yang menghambat apoptosis sel B.

Adapun respon imun berikutnya berupa migrasi limfosit

yang berlangsung terus menerus dari darah ke tonsil melalui

HEVdan kembali ke sirkulasi melalui limfe. Tonsil berperan

tidak hanya sebagai pintu masuk tapi juga keluar bagi limfosit,

beberapa molekul adesi (ICAM-1 dan L-selectin), kemokin,

dan sitokin. Kemokin yang dihasilkan kripte akan menarik sel

B untuk berperan di dalam kripte.14

TONSILITIS KRONIS

Tonsilitis kronis umumnya terjadi akibat komplikasi

tonsilitis akut, terutama yang tidak mendapat terapi adekuat;

mungkin serangan mereda tetapi kemudian dalam waktu

pendek kambuh kembali dan menjadi laten. Proses ini

biasanya diikuti dengan pengobatan dan serangan yang

berulang setiap enam minggu hingga 3 – 4 bulan. Seringnya

serangan merupakan faktor prediposisi timbulnya tonsilitis

kronis yang merupakan infeksi fokal.11,12,17

Gejala tonsilits kronis menurut Mawson (1977): 1) gejala

lokal, bervariasi dari rasa tidak enak di tenggorok, sakit

tenggorok, sulit sampai sakit menelan, 2) gejala sistemis, rasa

tidak enak badan atau malaise, nyeri kepala, demam subfebris,

nyeri otot dan persendian, 3) gejala klinis tonsil dengan debris

di kriptenya (tonsilitis folikularis kronis), udem atau hipertrofi

tonsil (tonsilitis parenkimatosa kronis), tonsil fibrotik dan

kecil (tonsilitis fibrotik kronis), plika tonsilaris anterior

hiperemis dan pembengkakan kelenjar limfe regional.18

Boies (1978) dan Paparella (1980), mengemukakan gejala

tonsilitis kronis antara lain: 1) gejala klinis, rasa nyeri di

tenggorok disertai demam ringan, nyeri sendi, 2) gejala lokal,

hipertrofi tonsil, permukaan berbenjol–benjol, kripte melebar

dan jika kripte ditekan keluar massa seperti keju. Kadang–

kadang tonsil atrofi atau degenerasi fibrotik dan terlihat dalam

fossa tonsilaris, jika ditekan terdapat discharge purulen, dan

pembesaran kelenjar limfe regional.4,12

Gambaran respon imun selular pada tonsillitis kronik

menunjukkan terjadinya peningkatan deposit antigen pada

jaringan tonsil. Hal ini menyebabkan peningkatan regulasi selsel

imunokompeten yang terjadi terus-menerus. Fenomena

peningkatan tersebut telah dibuktikan oleh Agren et al. yang

mendapatkan peningkatan insidensi sel yang mengekspresikan

IL-1β, TNF-α, IL-6, IL-8, IL-2, INF-γ, IL-10, dan IL-4.19

IL-1 terdiri dari 2 bentuk yakni IL-1α dan IL-1β keduanya

mempunyai aktifitas biologis sama. IL-1α dibuat oleh

makrofag sedangkan IL-1β dibuat oleh sel-sel epitel (endotel)

dan fibroblas setelah diaktifkan antigen, merupakan sitokin

kunci pada proses inflamasi yang berperan sentral dalam

respon imun. Pengaruh IL-1 terhadap sel T adalah

meningkatkan kemampuan proliferasi sel Th2 setelah

stimulasi oleh IL-4, dan bersama IL-6 menginduksi ekspresi

reseptor IL-2 pada sel T istirahat. Terhadap sel sel B, IL-1

bersama IL-4 merupakan aktifator dan khusus IL-1α berperan

membantu sintesis DNA pada perkembangan sel B.

IL-2 dikenal sebelumnya sebagai T-cell growth factor

diproduksi oleh sel T. Hanya sel T aktif mengekspresikan

reseptor dengan afinitas tinggi dan mensekresi IL-2 sehingga

ekspansi sel T terkontrol. IL-2 berpengaruh terhadap sel T

sebagai aktifator dan faktor pertumbuhan yang kuat, berperan

menginduksi pertumbuhan dan differensiasi sel NK dan sel B,

serta mengaktifkan makrofag dan monosit.

IL-4 dikenal sebagai B-cell activating differentiating

factor-1 (BCDF-1) berpengaruh terhadap sel B dalam induksi,

aktivasi, dan diferensiasi, terutama untuk memproduksi IgG

dan IgE, sehingga IL-4 yang tinggi berperan dalam alergi. IL-

4 diproduksi oleh subpopulasi sel T dan sel mast setelah sel T

diaktifkan atau terjadi ikatan silang reseptor pada basofil dan

sel mast. IL-4 juga berperan mengarahkan perkembangan sel

T menjadi sel Th2 dengan cara menghambat differensiasi sel

Th0 menjadi sel Th1. Pengaruh terhadap Th0 dinetralisir oleh

IL-12 yang mengadakan regulasi silang dengan IL-4.

Terhadap makrofag IL-4 akan menginduksi ekspresi MHC II,

tetapi menghambat produksi sitokin.

IL-5 merupakan glikoprotein yang diproduksi oleh sel T

aktif, dengan bentuk aktif fungsional berupa disulfid dengan

ikatan dimer. Bentuk ikatan ini memungkinkan IL-5

berinteraksi pada reseptor yang diekspresikan oleh eosinofil,

basofil dan sel B aktif. Pada sel B, IL-5 bertindak sebagai

faktor pengaktif sel B dan bersinergis dengan IL-6 berperan

besar dalam produksi IgA. Dikenal juga sebagai faktor

differensiasi eosinofil dan patologis berperan pada penyakit

alergi melalui sekresi eosinophil major basic protein dan

neurotoksin akibat degranulasi eosinofil.

IL-6 menjadi B-cell differentiating factor diproduksi oleh

makrofag, endotel dan fibroblast. Fungsi utamanya adalah

menginduksi sel B untuk berdiferensiasi menjadi sel

pembentuk antibodi dan jika bersama IL-1 bertindak sebagai

co-stimulator ekspresi reseptor IL-2 pada sel T.

IL-8 diproduksi oleh makrofag dan endotel, terlibat dalam

inflamasi dan migrasi sel, merupakaan inducer kuat

kemotaksis neutrofil, sel T memori, monosit, dan basofil. IL-8

juga dikenal sebagai faktor angiogenik yang berperan serta

pada peningkatan vaskularisasi beberapa tumor.

IL-10 menjadi mediator penghambat produksi sitokin,

menghambat INFγ, menghambat presentasi aantigen dan

menghambat makrofag memproduksi IL-1, IL-6 dan TNFα

serta berperan dalam regulasi IgE. Diproduksi oleh sel Th0

dan Th2 dari sel T dan produksinya dihambat oleh INFγ.

Disamping IL-10 berperan sebagai sitokin anti inflamasi, IL-

10 juga bersinergi dengan sitokin lain dalam menstimulasi

proliferasi sel B. Bersama TGFβ menyebabkan produksi IgA

oleh sel B.

TNFα merupakan imunomodulator respon imun yang

kuat memperantarai induksi molekul adhesi, produksi sitokin,

aktifasi neutrofil, dan sinergi dengan sitokin lain bersifat

mitogen terhadap endotel. Disekresi oleh beberapa sel antara

lain oleh makrofag, sel T, sel B, dan sel NK. TNFα yang

disekresi oleh makrofag setelah berinteraksi dengan

komponen bakteri.

INFγ dikenal sebagai antivirus merupakan glikoprotein

monomer yang dibuat oleh sel T aktif (Th0, Th1 dan CD8+)

dan sel NK. INFγ pengaktif kuat bagi makrofag untuk

menginduksi NO sintetase, TNFα dan IL-1. Hal ini

menjelaskan bagaimana sitokin meningkatkan kemampuan

mikrobakterisidal makrofag. INFγ juga sinergis dengan

beberapa sitokin lain, misalnya TNFα memperantarai

sitotoksisitas berbagai tipe sel.20

INDIKASI TONSILEKTOMI

Saat ini indikasi tonsilektomi masih beragam. Di abad ke

20 tonsilektomi dilakukan karena tonsil merupakan fokus

infeksi untuk penyakit sistemik seperti reumatisme. Menurut

Ballenger (1997), tidak ada rumusan baku untuk indikasi

tonsilektomi. Grey (1994) dan Simpson (1967) membagi

indikasi tonsilektomi menjadi indikasi lokal, fokal dan umum,

sedangkan Boies (1997) atas indikasi relatif dan indikasi

absolut. Royal College Paediatric & Child Health / RCPCH

(2000) dan Scottish Intercollegiate Guideline Network / SIGN

(2001), tidak membagi indikasi tonsilektomi menjadi indikasi

relatif dan indikasi absolut.

Antoni W (2002) menyatakan bahwa kriteria pasien

dirujuk untuk tonsilektomi adalah 1) ada riwayat abses

peritonsiler, 2) ada riwayat obstruksi akibat hipertrofi tonsil,

3) ada riwayat empat atau lebih episode faringitis streptokokal

yang telah dikonfirmasi laboratorium dalam 1 tahun atau sakit

tenggorokan kronik dengan adenopati yang tidak responsif

terhadap terapi selama 6 bulan atau lebih, 4) ada episode sakit

tenggorokan yang mengganggu fungsi normal.7

Rekomendasi kriteria rujukan indikasi tonsilektomi pada

tonsilitis dari Scottish Intercollegiate Guidelines Network

(SIGN) adalah adanya semua kriteria berikut 1) sakit

tenggorokan disebabkan tonsilitis, 2) Lima atau lebih episode

sakit tenggorokan tiap tahun, 3) gejala sekurangnya 1 tahun,

dan 4) episode sakit tenggorokan mengganggu dan membatasi

fungsi normal.

Indikasi yang menjadi perdebatan adalah definisi tonsilitis

kronis dan tonsilitis rekuren, di samping itu sampai sekarang

belum ada definisi praktis tonsilitis yang jelas dan diterima

secara luas. Hal ini menyulitkan penelitian mengenai tonsilitis.

Paradise et al. (2003) mendefinisikan secara klinis sebagai

sakit tenggorok dengan 1) suhu oral 38,3° C, 2) eksudat tonsil

atau faring, 3) pembesaran > 2 cm atau nyeri tekan pada

limfadenopati servikal dan 4) swab tenggorok menunjukkan

Streptokokus β hemolitikus grup A (SBHGA).8

Capper dan

Canter menyatakan bahwa kesepakatan gambaran diagnostik

tonsillitis dan indikasi tonsilektomi sangat rendah. Indikasi

yang paling banyak dianut adalah tonsillitis rekuren dan

obstruksi traktus aerodigestif. Perbedaan definisi antara

peneliti menyebabkan banyak penelitian sulit dibandingkan.9

Simpson et al. (1967) dan Gray (1992) membedakan

indikasi tonsilektomi dalam indikasi lokal, fokal dan general

(umum). Yang termasuk indikasi lokal: 1) abses peritonsil, 2)

tonsilitis rekuren, 3) tonsilitis kronis, 4) tonsil sebagai karier

Streptococcus Beta Hemolyticus Group A (SBGA), 5)

hipertrofi tonsil sehingga menyebabkan sumbatan jalan nafas

dan saluran makanan yang gagal diatasi secara konservatif, 6)

untuk pengambilan prosesus styloideus pada neuralgia, 7)

kecurigaan keganasan jika biopsi tidak cukup. Yang termasuk

indikasi fokal adalah: 1) adenitis servikal menetap, 2) infeksi

saluran nafas atas berulang, 3) rematik akut berulang yang

dihubungkan dengan tonsilitis, 4) glomerulonefritis akut yang

dihubungkan dengan tonsilitis, 5) radang dan infeksi,

konjungtiva, sendi dan fascia yang dihubungkan dengan

tonsilitis. Yang termasuk indikasi umum adalah: berat badan

tidak bertambah, malaise.

Indikasi tonsilektomi menurut Adam (1996)

dibagi atas

indikasi absolut dan indikasi relatif. Indikasi absolut adalah: 1)

timbulnya kor pulmonale karena obstruksi jalan nafas kronis,

2) hipertrofi tonsil atau adenoid dengan sindrom apnea waktu

tidur, 3) hipertrofi berlebihan menyebabkan disfagi dan

penurunan berat badan, 4) biopsi eksisi kecurigaan keganasan,

5) abses peritonsil berulang atau abses yang meluas ke

jaringan sekitarnya. Selain itu ada indikasi relatif yang masih

dapat diterima yaitu: 1) serangan tonsilitis berulang yang

tercatat, tonsilitis terkait streptokokus menetap dan patogenik

(keadaan karier), 2) hipertrofi tonsil dengan obstruksi

fungsional, 3) riwayat demam rematik, 4) radang tonsil kronis

tidak responsif terhadap terapi medikamentosa.

Rekomendasi indikasi tonsilektomi dari Scottish

Intercollegiate Guidelines Network (SIGN) adalah pasien

yang memenuhi semua kriteria berikut: 1) Sakit tenggorokan

disebabkan tonsilitis, 2) Lima atau lebih episode sakit

tenggorok tiap tahun, 3) Gejala sekurangnya 1 tahun, 4)

Episode sakit tenggorokan mengganggu dan membatasi fungsi

normal.

Pasien jarang dirujuk ke spesialis dalam kondisi akut,

oleh sebab itu episode sakit dan disability pasien harus

dikonfirmasi. Dianjurkan periode 6 bulan pengamatan untuk

menentukan pola gejala sakit tenggorokan dan memberi

kesempatan pasien mempertimbangkan secara penuh implikasi

operasi. Saat keputusan tonsilektomi diambil, seharusnya

segera dilakukan saat keuntungan maksimal sebelum

penyembuhan alami terjadi.

PEMBAHASAN

Tonsilitis kronik sangat sulit diobati dan tonsilektomi

lazim dilakukan. Tetapi tonsilektomi dapat menimbulkan berbagai

masalah dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti

perdarahan, syok, nyeri pasca tonsilektomi, maupun infeksi.

Kriteria pembedahan yang diterima luas saat ini adalah

adanya 7 episode tonsilitis dalam satu tahun, 5 episode

tonsilitis tiap tahun selama 2 tahun atau 3 episode tonsilitis

tiap tahun selama 3 tahun. Kriteria lain yang sering dijadikan

landasan adalah 1) Sakit tenggorokan disebabkan tonsilitis, 2)

Lima atau lebih episode sakit tenggorokan tiap tahun, 3)

adanya riwayat peritonsiler abses, 4) ada riwayat empat atau

lebih episode faringitis streptokokus yang telah dikonfirmasi

laboratorium dalam 1 tahun atau sakit tenggorokan kronik

dengan adenopati yang tidak respon terhadap terapi selama 6

bulan atau lebih, 5) ada episode sakit tenggorokan yang

menyebabkan gangguan fungsi normal.

Tonsilektomi perlu dipertimbangkan bila ada keyakinan

tonsil sebagai fokus infeksi dan gagal dieradikasi dengan

terapi antibiotika yang adekuat. Tindakan tonsilektomi

dilakukan setelah meneliti kembali kegagalan pengobatan

dengan antibiotika standar. Kegagalan terapi dapat pula

diakibatkan karena organisme yang ada telah membentuk

koloni yang tidak responsif terhadap terapi, organisme resisten

terhadap terapi antibiotika standar atau penderita tidak patuh

minum obat sesuai takaran.

Tonsil sebagai sumber infeksi (focal infection) merupakan

keadaan patologis akibat inflamasi kronis dan akan

menyebabkan reaksi atau gangguan fungsi organ lain. Hal ini

dapat terjadi karena kripta tonsil dapat menyimpan bakteri

atau produknya yang dapat menyebar ke bagian tubuh

lainnya..

Tonsila palatina yang terpapar infeksi bakteri dan virus

dapat merupakan sumber autoantibodi terhadap sejumlah

sistem organ sehingga tonsil memainkan peranan penting

terhadap patogenitas penyakit autoimun.. Tonsilitis fokal oleh

virus atau bakteri dapat menghasilkan berbagai antigen yang

mirip dengan bagian lain tubuh yang dapat memacu imunitas

seluler (cell-mediated) maupun imunitas humoral sehingga

terjadi komplek imun terhadap bagian lain tubuh seperti kulit,

mesangium ginjal dan mungkin sendi kostoklavikula. Struktur

tonsil dengan banyak tampaknya merupakan pintu gerbang

bagi antigen asing dan merangsang respon imun pada tonsil.

Tonsilektomi sering dilakukan pada tonsilitis kronik atau

rekuren karena tonsil tersebut telah dekompensata dari segi

imunologis. Pemeriksaan radioautografi elektron pada limfosit

tonsil 20 penderita tonsilitis kronik dekompensata,

menunjukkan di jaringan limfoid tonsil terjadi proliferasi

limfosit T dan B dengan differensiasi jelek. Proses ini

ditunjukkan dengan kuatnya inkorporasi 3H+-thymidine

berbagai tipe limfosit yang berbeda. Tingginya inkorporasi

prekursor radioaktif pada limfosit B menunjukkan terjadinya

diferensiasi menetap pada populasi limfosit ini. Esensinya

bahwa limfosit B menunjukkan menetapnya produksi

maksimal substrat protein aktif yang memperantarai imunitas

humoral pada tonsilitis kronik.21

Penelitian Unal et al. menggunakan desain before and

after, mengenai kadar sitokin (IL-1, IL-4, IL-6, IL-8 dan TNF-

α) pada penderita tonsilitis kronik yang menjalani

tonsilektomi. Didapatkan penurunan kadar sitokin IL-1, IL-6,

dan IL-8 setelah tonsilektomi. Peningkatan IL-1β dan IL-6

bertanggung jawab terhadap efek sistemik tonsilitis kronik

seperti demam rematik, pustulosis palmaris ataupun

glomerulonefritis akut.

Penyakit nefropati Ig A, yang ditandai dengan adanya

deposit Ig A terutama di mesangium glomerulus, sering terjadi

setelah ISPA seperti tonsilitis atau faringitis. Tonsil sebagai

sumber infeksi fokal bertanggung jawab pada peningkatan

sirkulasi komplek imun Ig A nefrogenik. Suzuki et al. (2003)

menyebutkan bahwa pada pasien nefropati Ig A ditemukan

deposit membran luar Haemophilus parainfluensa di

glomerulus dan peningkatan serum Ig A terhadap antigen

membran luar Haemophilus parainfluensa.23

Tonsilektomi tidak mencegah terjadinya sakit

tenggorokan berulang. Hasil penelitian Paradise et al.

menunjukkan angka kejadian sakit tenggorokan pada tahun

pertama kunjungan pada kelompok yang menjalani

tonsilektomi 1,96 (P= 0,02); kelompok adenotonsilektomi

1,85 (P= 0,01); dan kelompok kontrol 2,78. Pada tahun ke dua

masing-masing menjadi 1,59 (P= 0,01); 1,78 (P= 0,01); dan

2,85. Pada tahun ke tiga kelompok tonsilektomi 1,19

(P=0,002); kelompok adenotonsilektomi 1,36 (P= 0,01); dan

kelompok kontrol 2,25. Insiden infeksi sakit tenggorokan di

kelompok tonsilektomi atau adenotonsilektomi lebih rendah

dibandingkan kelompok kontrol selama 3 tahun follow up.

Sedangkan kejadiaan sakit tenggorokan di kelompok yang

menjalani tonsilektomi saja dan di kelompok

adenotonsilektomi tidak berbeda bermakna.24

Dengan desain case series atas 290 penderita peritonsiler

abses, Kronenberg et al. (1987) mendapatkan bahwa penderita

tonsilitis rekuren memiliki angka kekambuhan abses

peritonsiler lebih besar dibandingkan dengan yang tanpa

riwayat tonsilitis rekuren (40% berbanding 10.5%, nilai p=

0.0001). Tindakan konservatif tanpa tonsilektomi memberikan

angka kekambuhan 22%.

Gangguan fungsi pada penderita tonsilitis kronik dan

dampaknya terhadap kualitas hidup telah banyak diteliti.

Penderita tonsilitis kronik yang terganggu fungsi respirasi dan

deglutisi mengalami penurunan kualitas hidup, meningkatkan

biaya perawatan kesehatan dan kehilangan waktu untuk

sekolah atau bekerja. Obstructive sleep apnea syndrome

(OSAS), yang prevalensinya 1 – 3 % pada anak TK dan usia

sekolah, menimbulkan masalah kesulitan bernafas malam hari

terutama saat tidur, gangguan emosional, gangguan perilaku

dan gangguan neurokognitif.

Penelitian before and after surgery oleh Goldstein et al.

menggunakan Child behavior checklist (CBCL) dan OSA-18

(18 item berkaitan survai QOL pada penderita OSAS) menilai

64 pasien obstruksi saluran nafas dan atau tonsilitis. Hasil

penelitian menyebutkan bahwa gangguan perilaku dan

emosional ditemukan pada anak dengan OSAS sebelum

diobati dan membaik setelah adenotonsilektomi. Skor CBCL

menunjukan korelasi signifikan dengan skor QOL (OSA-18).

Penelitian Lianne et al. dengan desain prospektif,

observasional, before and after trial, atas 101 pasien OSD

(obstructive sleep disorders) yang menjalani

adenotonsilektomi; menggunakan OSD-6, yang meliputi

keluhan fisik, gangguan tidur, kesulitan bicara, kelainan

menelan, distress emosional, keterbatasan fisik, dan perhatian

orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir

90% anak yang menjalani tonsilektomi mengalami

peningkatan QOL setelah pembedahan - 75% perbaikan besar

dan 6% perbaikan sedang.

Neil et al. meneliti daya guna tonsilektomi pada dewasa

dan menentukan pengaruhnya terhadap QOL. Desain yang

dipakai cross-sectional, menggunakan parameter Glasgow

Benefit Inventory (GBI) meliputi demografi, penggunaan

antibiotik, kunjungan pasien, kehilangan waktu kerja

disebabkan tonsilitis kronik selama 12 bulan sebelum dan

setelah tonsilektomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

tonsilektomi pada dewasa memberikan perbaikan QOL pasien.

Tonsilektomi juga menurunkan pemakaian sarana kesehatan

dan waktu kerja yang hilang.

Keuntungan tonsilektomi secara ekonomi diteliti oleh

Bhattacharyya et al. menggunakan break even time analysis

model pada 83 pasien yang menjalani tonsilektomi karena

tonsilitis kronik, menggunakan GBI dan kuesioner untuk

menilai sebelum dan setelah tonsilektomi. Dalam 1 tahun

terdapat penurunan pemakaian antibiotik, kunjungan pasien ke

dokter dan hari kerja yang hilang. Break even point

keseluruhan tonsilektomi dicapai pada 2,3 tahun. Berdasar

fakta tersebut dapat disimpulkan tonsilektomi menurunkan

pemakaian fasilitas kesehatan, meminimalkan economic

burden tonsilitis kronik pada populasi dewasa.

KESIMPULAN

Tonsilektomi merupakan tindakan operasi bidang THT

tersering. Indikasi tonsilektomi yang diterima luas pada saat

ini adalah tonsilitis kronik dengan 7 atau lebih episode sakit

tenggorok akibat tonsilitis dalam 1 tahun atau 5 episode/tahun

dalam dua tahun dan 3 episode/tahun dalam 3 tahun. Indikasi

lain adalah riwayat abses peritonsilar, karier SBHGA, dan

gangguan fungsi.

Pada tonsilitis kronik terjadi penurunan fungsi imunitas

tonsil. Penurunan fungsi ditunjukkan melalui peningkatan

deposit antigen persisten pada jaringan tonsil sehingga terjadi

peningkatan regulasi sel-sel imunokompeten berakibat

peningkatan insiden sel yang mengekspresikan IL-1β, TNF-α,

IL-6, IL-8, IL-2, INF-γ, IL-10, dan IL-4.

Tonsilektomi harus dengan indikasi tepat mengingat

peranan tonsil sebagai bagian sistem pertahanan tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa pada tonsilitis rekuren atau

kronik, tonsilektomi menurunkan angka kejadian sakit

tenggorok, meningkatkan QOL, menurunkan pemakaian

fasilitas kesehatan dan meminimalkan beban ekonomi

penderita tonsilitis. Pada anak-anak hendaknya dikerjakan

pada tonsilitis kronik yang telah mengganggu fungsi normal

seperti obstructive sleep disorders dan gangguan fungsi

digesti. Sedang pada kasus Ig A nefropati, palmaris pustulosa,

demam rematik tonsilektomi dikerjakan untuk menghilangkan

fokus infeksi.

KEPUSTAKAAN

1. Quinn FB, Ryan MB. The tonsil and adenoid in pediatric patient. In

Grand Round Presentation, UMTB, Dept. Otolaryngology. www.

UMTB.edu. 2002.

2. Timms MS, Temple RH. Coablation tonsillectomy: a double blind

randomized controlled study, J Laryngol. Otol. 2002; 116: 450-.2.

3. Scottish Intercollegiate Guidelines Network. Management of sore throat

and indications for tonsilectomy. www.show.scot. nhs.uk. 1999

4. Paparella MM. Otolaryngology. Philadelphia: WB Saunders 1980: 417-

19.

5. Ulina S. Hasil guna ketoprofen dalam mengatasi nyeri pasca

tonsilektomi. Karya Akhir Bagian Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan

Tenggorok. RSUP DR. Sardjito/FK UGM. 2002.

6. Royal College Paediatric & Child Health. Management of acute and

recurring sore throat and indication for tonsillectomy. RCPCH. London.

2000.

7. Anthony WC. Pharyngitis and Tonsillitis. In Best Practice of Medicine.

www.info@mdx.com. 2002.

8. Paradise JL, Bluestone CD, Colborn K, Benard BS, Rockette HE, Lasky

MK. Tonsillectomy and adenotonsilectomy for recurrent throat infection

in moderately affected children. Pediatrics 2002;110: 7-15.

9. Ballanger JB. Penyakit telinga, hidung, tenggorok, kepala dan leher.

Ed.13. Binarupa Aksara. Jakarta: 318-323.

10. Gray RF, Hawthrorne M. Anatomy of the mouth and pharynx. In:

Synopsis of Otolaryngology. 5th.ed. Singapore: Butterworth Heinemann

1992: 288 – 304.

11. Becker W, Naumann HH, Pfaltz CR. Applied anatomy and physiology

mouth and pharynx. In: Richard AB (ed). Ear, Nose and Throat Disease,

a pocket reference. 2nd rev.ed. New York: Thieme Flexibook 1994:307 -

12. Adam GL. Penyakit – penyakit nasofaring dan orofaring. Dalam: Boies

Buku Ajar Penyakit THT. Edisi bahasa Indonesia. EGC Jakarta 1996:

13. Ballantyne J, Groves J. Acute infection of the pharynx and tonsil. Scott

Brown's Otolaryngology. 5th ed. Butterworth. London, Sydney. Durban

Toronto: 1987. 76 – 98.

14. Nave H, Gebert A, Pabst. Morphology and immunology of the human

palatine tonsil. Anat Embryol 2001;204: 367-373.

15. Bernstein JM, Yamanaka N, Nadal D. Imunobiology of the tonsil and

adenoid. In Handbook of Mucosal Immunology. Academic Press Inc.:

1994. pp. 625-640.

16. Subowo. Imunobiologi. 10 th

ed.. Bandung:Angkasa, 1993.

17. Simpson JF, Robin IG, Ballantyne JC, Groves J. A synopsis of

otolaryngology. 2nd ed. Bristol: John Wright and Sons Ltd. 1967. p: 189-

193.

18. Mawson SR. Disease of the tonsil and adenoid. In: The Disease of the

Ear, Nose and Throat. London: Butterworth 1977; 3: 123 – 170. 19. Agren K,
Anderson U, Nordlander B, Nord CE, Linde A, Ernberg I et al.

Upregulated local cytokine production in recurrent tonsillitis compare

with tonsillar hypertrophy. Acta Otolaryngol 1995;115: 689-696.

20. Male D, Cooke A, Owen M, Trowsdale J, Champion B. Advance

Immunology. 3 rd ed. Mosby Year Books. London. 1996.

21. Chikovani NV, Gabuniia UA, Lomaia TG. Morphology of the palatine

tonsils lymphocytes in chronic tonsillitis using data of electron

microscopic radioautography. Arch Pathol 1989;51: 55-59.

22. Murat U, Oztruck C, Gorur K. Effect of tonsillectomy on serum

concentration of Interleukin and TNFα in patients in chronic tonsillitis.

Otorhinolaryngol 2002;64: 254 – 256.

23. Suzuki S, Fujieda S, Sunaga H, Yamamoto C, Kimura H, Gejyo F. 2000.

Synthesis of immunoglobulins against Haemophilus parainfluenza by

tonsillar lymphocyte from patients Ig A nephropaty. Nephrol Dial

Transplant 15: 619-624.

24. Paradise JL, Bluestone CD, Colborn DK, Benard BS, Rockette HE,

Kurs-Lasky M. Tonsilect

omy and adenotonsilectomy for rekuren throat

infection in moderately affected children. Pediatrics 2002; 110: 7-15.

25. Kronenberg J, Wolf M, Leventon G. Peritonsilar absess: recurrence rate

and indications of tonsillectomy. Otolaryngol 1987;8: 82-84.

26. Goldstein NA, Fatima M, Campbell TF, Rosenfeld RM. Child behaviour

and quality of life before and after tonsillectomy and adenoidectomy.

Arch Otolaryngol Head Neck Surg 2002;128: 770-775.

27. Lianne M. Impact of adenotonsilectomy on quality of life in children

with obstructive sleep disorders. Arch otolaryngol head neck surg.,

2002;128:489-496.

28. Bhattacharyya N, Kepness LJ, Shapiro J. Efficacy and quality of life

impact of adult tonsillectomy. Arch Otolaryngol Head Neck Surg 2001;

127: 1347-1350.

29. Bhattacharyya N,Kepness LJ.Economic benefit of tonsilectomy in adults

with chronic tonsillitis. Ann Otol Rhinol Laryngol 2002;111: 983-8.

Cermin Dunia Kedokteran No. 155, 2007 68

----- Original Message -----
From: "Ade Rosalina" <ade_rosalina@yahoo.com>
To: <sehat@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, September 18, 2007 10:04 AM
Subject: [sehat] Amandel mau dioperasi

> Dear Doctors and Smart Parents,
>
> Ada titipan pertanyaan dari temenku yang sedang kebingungan. Anaknya
perempuan (umur 8 tahun) sakit amandel, dibawa kedokter A ternyata sudah
harus dioperasi karna sudah membesar, temen saya ini takut dan menanyakan ke
dokter B (second opinion) dokter B hanya memberikan obat dan dilihat
perkembangannya 2 minggu ini namun jika tetap membesar memang harus
dioperasi. masalahnya teman saya ini sangat takut jika anaknya harus
dioperasi yang menjadi pertanyaan kami, sbb:
> 1.selain tindakan operasi, adakah jalan lain selain dioperasi seberapa
besar tingkat kesembuhannya?
> 2. sebenarnya Amandel ini disebabkan oleh apa? adakah pemicu makanan yang
membuat amandel membesar?
> 3. menurut teman saya, anaknya agak kurang konsentrasi, dan sedikit kurang
pendengarannya apakah ada pengaruhnya dari Amandel?

1b.

Re: Amandel mau dioperasi

Posted by: "lamriasi@chakrajawara.co.id" lamriasi@chakrajawara.co.id

Tue Sep 18, 2007 1:43 am (PST)


Saya seorang mommy dari 2 kids. 6 th y ll saya dianjurkan untuk angkat
Amandel oleh Dr THT.
Tapi saya tidak mau, saya cari jalan altrnative. Berdasarkan info dari
seorang teman, ada seorang Dr buka praktek di rumahnya daerah Mayestik
namanya Dr. Bambang - (praktek di RS Pertamina juga).
Pengobatan yang dilakukan lewat telapak kaki, dengan alat semacam sumpit
atau besi sebesar sumpit (maaf sy lupa), dan segala penyakit bisa langsung
trdeteksi.
Obat yg dikasih pun hanya obat kumur (kl tdk salah rasa sirih) dan obat
minum seperti pil jamu.
Saya hanya ketemu belio 2 x dan sampai saat ini keluhan Amandel sudah tidak
ada.

Saran dari saya Amandel jgn di angkat, karna itu adalah imun utk tubuh
kita.

Regards,
Ri@
lamriasi@chakrajawara.co.id

| |
| Email Security Information: |
| X_NAI_Spam_Score: 2.5. X_NAI_Spam_Level: **. X_MSMAIL_PRIORITY: . |
| X_OriginalArrivalTime: . X_MS_TNEF_Correlator: . X_MS_HAS_ATTACH: . |
|----------------------------------------------------------|

mardiyanti.sulaiman1@exx
onmobil.com To: sehat@yahoogroups.com
Sent by: cc:
sehat@yahoogroups.com Subject: Re: [sehat] Amandel mau dioperasi


09/18/2007 11:55 AM
Please respond to sehat



Mbak Ade,

Saya bantu jawab ya, sambil menanti jwbn dr yg ahli.

Kelihatannya emang amandel anaknya teman mbak udah sangat besar, sehingga
menghalangi oksigen masuk k otak (Kurang konsentrasi) dan adanya komplikasi
k telinga (cmiiw).
Sprtnya emg sudah hrs diopearsi ya amandelnya. Sbnrnya operasi amandel
bukanlah operasi besar. kalo ga slh hanya sktr 30 mnt-an.
Kalo penyebab amandel sprtnya faktor alergi (yg ini dugaan saya b'dsrkan
pengalaman). Jadi, kalo emg si anak ketemuu dgn alergennya, yah, amandelnya
bisa kumat lg (cmiiw lagi).

Kalo ga slh, ada member sehat yg pernah operasi amandel mgkn blio b'sedia
sharing

Maaf kalo tdk membantu

Thx,
Ranti

Ade Rosalina
<ade_rosalina@
yahoo.com> To
Sent by: sehat@yahoogroups.com
sehat@yahoogro cc
ups.com
Subject
[sehat] Amandel mau dioperasi
09/18/2007
10:04 AM

Please respond
to
sehat@yahoogro
ups.com

1.selain tindakan operasi, adakah jalan lain selain dioperasi seberapa
besar tingkat kesembuhannya?
2. sebenarnya Amandel ini disebabkan oleh apa? adakah pemicu makanan yang
membuat amandel membesar?
3. menurut teman saya, anaknya agak kurang konsentrasi, dan sedikit kurang
pendengarannya apakah ada pengaruhnya dari Amandel?

Terima kasih untuk jawaban dari Specialist dan smart parents

===========================================================================
This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender
immediately and destroy this email without using, sending or storing it.
Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception
and amendment. The Trakindo Group of Companies do not accept liability for
damage caused by this email and may monitor email traffic.
Unless expressly stated, any opinions are the sender's and are not approved
by the Trakindo Group of Companies and this email is not an offer,
solicitation, recommendation or agreement of any kind.
===========================================================================

2a.

Re: [Tanya] Buah zakar janin terdapat banyak cairan ?

Posted by: "kriswatiningsih" kriswatiningsih@yahoo.com   kriswatiningsih

Mon Sep 17, 2007 10:33 pm (PST)

--- In sehat@yahoogroups.com, "foxapin11" <arifianto.apin@...> wrote:
>
> Bu Fenny,
>
> Betul kata Mbak Apin, anak saya dulu juga didiagnosa hidrokel, tapi
setelah lahir, dan sebelum berumur 1 tahun, sudah normal sendiri, jadi
tidak perlu tindakan operasi. Semoga anak Ibu juga segera membaik ya.

Kristin

3a.

Re: Ibu menyusui, puasa??

Posted by: "Ade Novita" anovita@cbn.net.id   novita_ade

Mon Sep 17, 2007 10:55 pm (PST)

dear ibu-ibu yang tetap semangat menyusui dan bertanya-tanya mengenai puasa ketika menyusui,

sedikit berbagi aja ya

dari segi hukum Islamnya
puasa bagi umat Islam itu wajib hukumnya, tapi ada beberapa pengecualian dan kemudahan atau boleh dikatakan soft loan bagi beberapa orang yang pada kondisi tertentu boleh tidak berpuasa tapi wajib mengganti atau membayar nantinya dan/atau membayar fidyah.
khusus untuk ibu hamil dan menyusui yang khawatir puasa akan berdampak kurang baik bagi dirinya maupun bayinya, dapat tuh pengecualian, kategorinya hampir mirip dengan orang sakit.
ada beberapa dalil dari ulama, silahkan saja di browse di google, kalau ga salah dr yusuf qardhawi punya artikel khusus untuk ini.

dari segi ilmu perASIannya

Kualitas ASI pada ibu gizi baik dan sedikit kurang, berdasarkan penelitian adalah sama, Kualitas ASI baru berpengaruh atau ada sedikit perubahan hanya pada ibu dengan gizi sangat buruk
karena ASI sendiri bersifat parasit, kalau kurang maka dia akan mengambil dari cadangan yg dimiliki sang ibu

sementara puasa kan hanya mengganti jam makan saja, atau istirahat makan saja di pagi hingga sore hari, jadi tidak 24 jam perut total kosong, rasanya ga mungkin ya kalau masuk kategori gizi buruk.

dan seburuk-buruknya gizi ibu menyusui tetap kandungan ASI jauh lebih unggul dibanding susu sapi

untuk kuantitas ASI lebih banyak dipengaruhi supply & demand, semakin sering disusui atau diperas, maka semakin banyak ASI akan dihasilkan.
selain itu Kuantitas ASI sangat dipengaruhi hormon oksitosin yang hanya dapat berfungsi optimal pada ibu yang penuh percaya diri, relaks dan yakin.

jadi....

pilihan kembali ke ibu menyusui masing2

bila puasa membuat kita khawatir dan ga fokus, bisa jadi lohh produksi asi berkurang

tapi bila puasa malah membuat hati semakin tenang, bisa jadi justru produksi asi bertambah

kuncinya jalankan segala sesuatunya dengan ikhlas...dan memohon ridhoNYA

selamat buat yang tetap berpuasa dan menyusui / hamil

selamat pula buat yang memilih untuk menunda puasa dan berniat menggantinya di lain waktu dan / atau bayar fidyah, mungkin memang rezekinya mereka yang mendapat fidyah

salam

Ade Novita
Bunda Reva & Wira

[Non-text portions of this message have been removed]

4a.

Re: Urgent: Anak sy sakit apa dokter?

Posted by: "yuli sukri" yuli_sukri@yahoo.com   yuli_sukri

Mon Sep 17, 2007 11:03 pm (PST)

dokter apin,.. hehhee...jadi inget "kejadian" bumi kena gastro bulan
februari kemaren..gejalanya hampir sama sama albert,..bumi = muntah +
diare.

mmhh... seandainya klinik sehat dah buka,.. mungkin ga perlu roadshow
ke beberapa ugd *walopun akhirnya si bumi ga diapa2in... "selamet"
gara2 rs-nya pada penuh semua...*

maap...

rgds,
-yuli-
mamabumi&kieraberharapdrapinpraktekharisabtupagi,jangansoregituh

--- In sehat@yahoogroups.com, "foxapin11" <arifianto.apin@...> wrote:
>
>>
> Masalah pada Albert belum diketahui benar dengan pasti. Dokter
> menyimpulkan ini adalah demam dengue. Jika memang benar demam
dengue,
> maka penyebabnya adalah virus yang self-limited (sembuh dengan
> sendirinya). Tidak butuh antibiotika. Langkah yang sudah Ibu lakukan
> pada muntah sudah tepat, yaitu mencegah dehidrasi, dengan
> meningkatkan asupan cairan (banyak minum) atau menambahkan dengan
> cairan rehidrasi oral (oralit, dll).
>

5a.

Re: susu ibu hamil vs UHT

Posted by: "rini_thalib78" T.Riniarti@mitsui.com   rini_thalib78

Mon Sep 17, 2007 11:04 pm (PST)

Dear Lia,

Salam kenal yaa...
Aku juga punya cerita hampir mirip sama temennya Lia, cuman yg ngotot
pengen minum ya aku pas hamil dulu..
Cuman lucunya semua susu hamil yang aku minum, hasilnya aku jadi
diare.. coba merek ini, itu, hasilnya sama aja..

Akhirnya aku cerita ke DSOG ku dan dia cuma ketawa kalo susu hamil
itu malah gak penting2 amat, di luar negeri malah gak ada.. cmiw loh..
Dia menyarankan aku untuk minum susu yg biasa aja seperti UHT gitu,
atau susu bubuk biasa atau youghurt juga bagus kok.. Karena menurut
beliau, yang diambil dari susu itu cuma kalsium aja, kalo pun
kandungan DHA dllnya kan bisa dari makanan yang kita..

Trus ya aku minum susu UHT aja deh, eh malah gak diare.. aman2 aja..
Anakku juga perkembangannya Alhamdulillah bagus..

Kalo saran aku sih, mendingan temenmu tanya ama DSOG aja gimana saran
terbaiknya..

Ya itu aja cerita plus sarannya.. moga2 berkenan en ngebantu ya...

Salam,

Rini-ibunya Kemal 11mos

--- In sehat@yahoogroups.com, "Myrna Amalia" <myrnamalia@...> wrote:
>
> Dear all,
>
> Critanya, titipan pertanyaan dari sepupu saya yang hamil anak kedua.
> Kehamilannya sekarang ini beda dibandingkan dengan kondisi
kehamilannya yang
> pertama, yang mana waktu itu dia getol aja minum susu khusus bumil
(niy
> suaminya jg yang support banget). Naah di kehamilannya yang kedua
ini,
> sepupu saya eneeeg banget ama yang namanya segala macem susu khusus
bumil.
> Suami dan obgynnya juga menganjurkan dia untuk terus minum, demi
bayi, dll
> lah. Tapi kasiaan banget tiap minum rasanya terpaksa, sambil tutup
idung,
> minum gak dirasain langsung gleg aja tapi yah gitu eneeeg banget.
Sebenernya
> sepupu saya ini suka banget mimik susu UHT (sama dengan yang
dikonsumsi
> putri pertamanya 2y9mos). Masalahnya suaminya niy kadang masih blum
yakin
> juga kalo sbenernya mimik susu apa aja gak masalah, maunya tuh kalo
lagi
> hamil yah kudu minum susu khusus bumil yang ada tambahan kandungan
AHA DHA
> bla bla demi perkembangan otak janin, dll itu...jadi ribut deh :((
>
> Maaf yah jadi panjang lebar niy, mohon masukan dan pendapat yah
mengenai
> konsumsi susu khusus untuk ibu hamil VS susu UHT ini.
>
> Thanks in advance,
> Salam sehat,
> Lia-BundanaAnya 19mos
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

6.

tanya : berbagai sumber growth chart, pakai yg mana?

Posted by: "mutiara chotimah" mutiara_1404@yahoo.com   mutiara_1404

Mon Sep 17, 2007 11:33 pm (PST)

anak saya Najla,17 bulan beratnya sekarang 9kg, dengan panjang kurang lebih
75cm,dia masih mimik asi saya terutama sore&malam setelah saya pulang
kerja. sedangkan siang dia minum susu UHT,tapi sehari paling banter cuma
habis 250 ml.
sudah 2 bulan dia susah makan,tapi saya pantang menyerah,saya
coba semua resep,kadang dia mau,tapi kadang akhirnya saya makan sendri.
saya agak khawatir dengan berat badannya dibandng dengan
usianya.sebenarnya banyak sumber saya sudah cari mengenai growth chart.
Hasilnya, jika diplot di grafik dan tabel dari WHO, Najla ada di persentil 15 dan
z(score) antara 0-(-2), Jika dari buku sehat dari Rumah Sakit, ada di persentil 5,
tapi jika di plot di chart dari Pediatric, sumbernya dari CDC, sudah tidak masuk
dalam chart. yang ingin saya tanyakan :
growth chart mana yang sebaiknya digunakan?


---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.

[Non-text portions of this message have been removed]

7a.

Re: Ask: Si kecil Faris lagi sariawan

Posted by: "Olivia Firdaus" olivia@thetempogroup.net   olivia_firdaus

Mon Sep 17, 2007 11:39 pm (PST)

Dear Mbak Ria,
Kalo emang flu singapur atau nama keren nya HFMD (Hand Foot Mouth Disease)
malah ngga usah dibawa ke dokter karena penyebab nya virus jadi bisa sembuh
sendiri seiring naiknya daya tahan tubuh. Kasih aja anak nya makan yang enak
enak dan dingin kayak puding dingin, es krim dll asal jangan samapi
dehidrasi, biasanya puncaknya di hari ke 4, waktu itu anak saya menderita
HFMD dan pas hari ke 4 dia susah sekali minum, air putih aja ngga mau. Tapi
sesudah hari ke 4 sudah mulai membaik dan akhirnya sembuh di hari ke 7.

Maaf kalau tidak berkenan.

Regards

Olivia

-----Original Message-----
From: sehat@yahoogroups.com [mailto:sehat@yahoogroups.com] On Behalf Of
lamriasi@chakrajawara.co.id
Sent: 18 September 2007 8:40
To: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Ask: Si kecil Faris lagi sariawan

HALO..

anak tetangga saya bbrp hari yang lalu juga kena sariawan di seluruh bibir,
lidah, samping lidah, bawah lidah. setelah dibawa ke dokter katanya itu
virus Singapur yang butuh penanganan secepatnya, karna bisa sampai ke
tenggorokan.
jadi saran saya, better take your kid to a Docter.

maaf kalo tdk membantu.

Regards,
Ri@

===========================================================================
This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender
immediately and destroy this email without using, sending or storing it.
Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception
and amendment. The Trakindo Group of Companies do not accept liability for
damage caused by this email and may monitor email traffic.
Unless expressly stated, any opinions are the sender's and are not approved
by the Trakindo Group of Companies and this email is not an offer,
solicitation, recommendation or agreement of any kind.
===========================================================================

==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division.
SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca,
Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori
program kami, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division.
SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu
Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Paket
Edukasi Orang Tua Sehat)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

Yahoo! Groups Links

This e-mail message may contain legally privileged and/or confidential information. If you are not the intended recipient(s), or the employee or agent responsible for delivery of this message to the intended recipient(s), you are hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail message is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete this e-mail message from your computer.

8a.

Re: hamil dan miom

Posted by: "Imelda Hutauruk" i_hutauruk@yahoo.com   i_hutauruk

Mon Sep 17, 2007 11:45 pm (PST)

Mbak,

Saya jg memiliki myom di dlm rahim, baru ketahuan waktu USG kehamilan anak saya yang 1, kebetulan posisi myom tersebut tidak menutupi jalan lahir sehingga saya masih bisa melahirkan normal sampai 2 kali. Sampai saat ini myom saya belum hilang krn belum dioperasi. Sepanjang pengetahuan saya, myom tidak bisa hilang sendiri.

Semoga bisa membantu.

Regards,
Imelda

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

9.

Tolong Polycystic Kidney desease!

Posted by: "sutrisno" sutrisnoraga@gmail.com   sutrisnoraga

Mon Sep 17, 2007 11:46 pm (PST)

Teman2

Saya didiagnosa dokter sakit PKD (Polycystic Kidney desease yaitu dimana ada banyak kista di daerah ginjal dan hati.) Menurut informasi dokter sampai saat ini penyakit ini tidak ada obatnya.

Menurut informasi yang saya dapat dari internet, penyakit ini bagi sebagian orang sama sekali tidak mengganggu, walaupun ada juga yang mengalami gagal ginjal akibat penyakit ini. Secara Mental saya sudah sadar dan siap akan keberadaan penaykit saya ini,

Yang saya alami saat ini adalah satu kista di ginjal kiri saya dimensinya sangat besar (diameter 10 cm) yang mengakibatkan saya menjadi sering sakit pinggang dan perut kembung, yang mengganggu aktivitas saya sehari2.

Pertanyaan saya adalah : Apakah ada perkembangan di ilmu kedokteran belakangan ini, dimana penyakit saya ini sudah dapat disembuhkan? atau paling tidak adakah cara untuk memimalisasikan gangguan dari kista ini (sakit pinggang dan sakit perutnya).

Salam

Sutrisno

[Non-text portions of this message have been removed]

10a.

Re: [news] Susu UHT Berbahaya, Dr Roy Sparringga, Kementerian Negara

Posted by: "Zulaichah Purnawati" zullaicha@yahoo.com   zullaicha

Mon Sep 17, 2007 11:46 pm (PST)

Dear all,

Kemungkinan terjadi penyimpangan suhu selama proses distribusi
memang bisa saja terjadi. Di container yang terlalu ngap dalam
keadaan tertutup dengan produk dalam keadaan penuh bisa meningkatkan
suhu ruang. Jadi untuk proses distribusi, berapa jumlah max
pengisian produk, posisinya gmn itu juga sudah diatur dengan
berbagai tes kemudian ditetapkan dalam SOP&WI.

Dalam jumlah kecil apalagi di rumah tangga mungkin sangat jarang
terjadi ya kasus dia atas, kecuali produk dah ga beres duluan dari
toko. Mungkin ga para ibu nyimpan susu UHTnya di lemari yang dekat
kompor atau kompresor atau mesin lain yang bisa menimbulkan panas?
Sepertinya sih ga mungkin ya......

Yang jelas titik kritis pada produk sterilisasi (dalam konsep HACCP)
ya pada tahapan sterilisasi itu, kalo titik kritis itu ga dilalui dg
sempurna akibat buruknya bisa terjadi pada saat distribusi.
Tapi....sebelum produk itu direlease, ada masa inkubasi lho....di
suhu ruang dan suhu inkubator/inkubasi dipercepat (diset pada suhu
45 derajat). Penyimpanan arsip produk tiap batch minimal mengikuti
shelf life yang telah ditetapkan.

Semoga sedikit tercerahkan ya......
-- In sehat@yahoogroups.com, rahayu widayanti <rahayuwidayanti@...>
wrote:
>
> Apakah mungkin selama distribusi mencapai suhu diatas 50 derajat
Celcius? Suhu Jakarta paling panas, katakanlah 35 derajat. Di dalam
kardus di dalam truk pake terpal di tengah jalan di siang hari
bolong dalam pengangkutan/ distribusi, apakah mungkin suhu lebih
tinggi lebih dari 15 derajat dari suhu luar?
>
>
> samsul <samsulna@...> wrote:
> Kalo aku yg bingun kalimat dibawah :
>
>
> `'Biasanya di dalam kemasan terdapat pengaturan suhu untuk
penyimpanannya.
> Mungkin di rumah, suhu ruangan sudah sesuai, tapi kita tidak tahu
proses
> pendistribusiannya yang mungkin melebihi suhu 50 derajat celcius.
Hal itu
> tentu akan lebih berbahaya,'' jelasnya. "
>
>
>
> Kalimat diatas tidak diikuti penjelasan yg memadai, misalnya
bahaya yg
> bagaimana, apa penyebabnya, dll
>
>
>
> Bisa dapat imelnya pak Roy gak, kita tanya aja yg detail.
>
>
>
> Trus tanya juga ke produsen UHTnya, bener tidak bahaya tersebut dan
> bagaimana SOP delivery dari pabrik sampai ke supermarket / toko
biasa.
>
>
>
> Thanks,
>
> Samsul
>
>
>
> _____
>
> From: sehat@yahoogroups.com [mailto:sehat@yahoogroups.com] On
Behalf Of
> ghozansehat
> Sent: Monday, September 17, 2007 5:16 PM
> To: sehat@yahoogroups.com
> Subject: [sehat] [news] Susu UHT Berbahaya, Dr Roy Sparringga,
Kementerian
> Negara Riset dan Teknologi
>
>
>
>
> Ada yg bisa menjelaskan lebih detail?
>
> Terima kasih
>
> salam,
> bapakeghozan
>
>
>
>
>
> --
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.0.0 - Release Date:
2/18/2005
>
>
>
> --
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.0.0 - Release Date:
2/18/2005
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
=====================================================================
=====
> " Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks
Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
> Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX,
Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan
konsisten mensponsori program kami, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua
Sehat)."
>
> Kunjungi kami di :
> http://www.sehatgroup.web.id/
>
=====================================================================
=====
>
> " SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks
Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
> Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and
Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme,
PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."
>
> Please visit our website at :
> http://www.sehatgroup.web.id/
>
=====================================================================
=====
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

11a.

Re: (unknown)

Posted by: "Sondang Rotua" sondang.rotua@hbtlaw.com   sondang.rotua

Mon Sep 17, 2007 11:57 pm (PST)

Kalo bikinnya ga pake santen bisa kok mbak, enak juga.

Aku kalo buat bubur kacang ijo ga pernah pake santen. Biar lebih enak
biasanya aku tambah susu putih aja.

Sondang Rotua

Hiswara Bunjamin & Tandjung
23rd Floor, Gedung BRI II
Jalan Jend. Sudirman Kav.44-46, Jakarta 10210, Indonesia
Phone: (6221) 574 4010, Fax: (6221) 574 4670 / 71
Email: hbtlaw@hbtlaw.com <mailto:hbtlaw@hbtlaw.com>
Website: www.hbtlaw.com <http://www.hbtlaw.com <http://www.hbtlaw.com/>
>

This message and any attachments are intended solely for the named
addressee. They are confidential and may be covered by legal
professional privilege or otherwise protected from disclosure. If you
have received this message in error: please delete it and any copy of it
from your system, and you must not copy or retransmit this message or
any attachment or disclose the contents to any other person. Unless
otherwise expressly stated by an authorized representative of our firm,
any views, opinions and other information expressed in this message and
any attachments are solely those of the sender and do not constitute
formal views or opinions of our firm.

_____

From: sehat@yahoogroups.com [mailto:sehat@yahoogroups.com] On Behalf Of
Rien Vibrian
Sent: Friday, September 14, 2007 4:13 PM
To: sehat@yahoogroups.com
Subject: [sehat] (unknown)

Kudapan manis bersantan ya, Dok?? Lho kalau bubur kacang ijo berarti ga
boleh juga?kan pake santan. Kupikir itu sehat...saya bikin tiap hari
selama masih ASI xlusiv ini

rien-sby

__________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarket <http://searchmarketing.yahoo.com/> ing.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.485 / Virus Database: 269.13.16/1004 - Release Date:
9/12/2007 5:22 PM

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.21/1012 - Release Date:
9/16/2007 6:32 PM

----------

This email have been scanned by antivirus program

[Non-text portions of this message have been removed]

12.

Re: Torey Hayden Workshop - Exercise JAWABAN

Posted by: "Maya Wulandari" mameled@yahoo.com   mom_mas_arya_mba_kinan

Tue Sep 18, 2007 12:08 am (PST)


yg sudah punya jawaban via milis2/blog2 gpp,
sama saja kok. Posting ini mmg sdh pnah saya posting 3 th
lalu di milis2 Yahoo setelah mengikuti workshop Kelas Pelangi:
Pengalaman Torey Hayden Mendidik Anak-Anak Berkebutuhan Khusus,
Gedung Depdiknas Jakarta 7 & 8 September 2004

JAWABAN Kasus:
1. A : Woodrow Wilson - presiden USA ke-28
2. A : Auguste RODIN - french sculptor
3. A : Hellen Keller - author, lecturer, blind-deaf from age 2
4. C : Di penjara - Kriminal - seorang Pemerkosa
5. A : Eleanor Roosevelt - first lady presiden USA ke-32
6. A : Albert Einstein
7. C : Di Penjara - Kriminal
8. A : David Gutterman - dokter ahli bedah otak
9. C : Di Penjara - Kriminal - Pembunuh Berantai
10. A : Thomas Alfa Edison

http://www.conservativebookclub.com/Join/JoinBookPage.asp?prod_cd=C5586

Discover Your Child's Learning Style
Willis, Mariaemma; Kindle, Victoria

Is the way you teach a recipe for your children's failure?

Thomas Edison's teachers said he was too stupid to learn anything.
Orville Wright was expelled from sixth grade for bad behavior. The
sculptor Rodin's father said that his son was an idiot, and his uncle
called him uneducable.

Is your child another Edison, Orville Wright, or Rodin - trapped in a
stultifying educational straitjacket? Wise parents know that
different children learn in different ways - but few know how to take
full advantage of that fact. Indeed, many homeschoolers end up
replicating in microcosm the same mistakes that schools make by
lumping thirty souls at thirty different stages of development into
one classroom. Discover Your Child's Learning Style helps you break
out of this straitjacket and play to each of your children's
strengths as you homeschool. Your kids will end up quickly and
happily learning more - and you'll get some welcome stress relief.

Authors Mariaemma Willis and Victoria Kindle Hodson use their nearly
fifty years of educational experience to identify basic areas that
dramatically influence how well your child does in different kinds of
academic situations - and to which most teachers and parents pay
cursory attention or ignore altogether:
* Five personality types that can decisively affect how your child
learns. Does he gravitate toward groups or like to be alone? Is he
focused or dreamy? How to structure the best curriculum and learning
environment for each type

* Twelve areas of talent that help you identify what your child does
best - and what that means for how he learns best

* How to use what naturally interests your child to enhance the
attractiveness of what you're teaching him

* Separating truth from myth about modality: whether your child
learns best by seeing, hearing, or working with hands-on activities.
Helpful material you can use to identify your child's best style and
to teach him math, reading, and other subjects most effectively

* Environment: do you know if your child learns best in quiet or with
background noise? Sitting or standing? In bright or muted light? The
real difference these overlooked areas can make

* Four techniques for helping your child become an eager,
self-directed learner

* What about learning disabilities? How becoming aware of learning
styles can cut through a great deal of the fashionable nonsense about
dyslexia, ADD, and more.

MAYA

http://aryakinan.blogspot.com

---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

13a.

(questions) susu UHT

Posted by: "aulia anissa" anissa12760@yahoo.com

Tue Sep 18, 2007 12:18 am (PST)

dear all moms

aku anggota baru di milis ini, seneng dech baca2 smua
artikelnya, cuman aku mo nanya tentang susu UHT, apa
sebenernya susu UHT itu, apa manfaatnya buat bayi
berumur 3 bulan?

thanks a lot
-anissa-

__________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/

13b.

Re: (questions) susu UHT

Posted by: "Heny Mustikasari Soedjito" heny.mustikasari@gmail.com

Tue Sep 18, 2007 1:15 am (PST)

susu UHT adalah salah satu cara sterilisasi aja mbak, dengan pemanasan
sangat tinggi selamam beberapa detik untuk membunuh semua kuman dan mikroba,
sehingga susu bisa awet dan tahan lama.

susu UHT bisa aja susu murni, tapi bisa juga tidak, cara tahunya dari
komposisi kanudngannya aja dibaca di bungkusnya.

manfaat susu UHT, untuk kalsium yang dibutuhkan untuk perrumbuhan tulang
anak

untuk bayi 3 bulan, jangan dulu bu, baiknya untuk anak diatas usia 1 tahun
susu UHT tidak cocok untuk bayi umur 3 bulan
jadi nanti aja kalo dede-nya udah 1 tahun, pake susu UHT deh...

Salam
Heny M - Bundanya Ahya

On 9/18/07, aulia anissa <anissa12760@yahoo.com> wrote:
>
> dear all moms
>
> aku anggota baru di milis ini, seneng dech baca2 smua
> artikelnya, cuman aku mo nanya tentang susu UHT, apa
> sebenernya susu UHT itu, apa manfaatnya buat bayi
> berumur 3 bulan?
>
> thanks a lot
> -anissa-
>
> __________________________________________________________
> Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
> Play Sims Stories at Yahoo! Games.
> http://sims.yahoo.com/
>
>

--
Cheers
Heny M

[Non-text portions of this message have been removed]

14a.

[news] Susu UHT Berbahaya, Dr Roy Sparringga, Kementerian Negara Ris

Posted by: "Zulaichah Purnawati" zullaicha@yahoo.com   zullaicha

Tue Sep 18, 2007 12:27 am (PST)

Mbak Heny & all,

Iya mbak, sebaiknya memang perlu ditanyakan. Menurut dugaanku yang
dimaksud oleh Dokter tersebut adalah mikroba Clostridium botulinum,
yang jelas golongan Basillus atau Clostridia. Mikroba ini termasuk
dalam golongan mikroba thermophilees, tumbuh baik pada suhu >45
derajad dg suhu pertumbuhan optimal antara 55 - 65 derajad celcius.
Laju pertumbuhan atau pembelahan sel meningkat dengan meningkatnya
suhu. Mikroba ini dapat berbiak dg membelah diri hanya dalam waktu 2
menit saja pada suhu 55 derajad celcius.

Tidak semua bakteri mampu membentuk spora, nah Clostridium botulinum
ini mampu membentuk spora yang bersifat patogen terhadap manusia.
Sekali spora terbentuk, ia akan tetap menjadi dorman sampai kondisi
lingkungan yang sesuai untuk germinasi dapat berlangsung tercapai.
Mekanismenya saat aku belajar dulu belum dimengerti, tapi setelah
spora bergerminasi, sel tersebut langsung dapat memulai kehidupan
penuh serta mampu mempertahankan diri dari stress lethal (Kondisi
maut).

Itulah makanya sterilisasi komersial harus tercapai (memanaskan
produk dalam kurun waktu tertentu, sedemikian rupa sehingga dalam
kondisi penyimpanan NORMAL, bakteri patogen tidak mampu tumbuh atau
mikroba2 pembusuk tidak lagi terdapat di dalamnya).

O ya.....yang menyebabkan penyakit dari Clostridium botulinum itu
adalah toksin yang dihasilkan dan toksin ini tidak beracun lagi
setelah dipanaskan di atas suhu 70 derajad celcius.

Duh....jadi seperti kuliah saja ya......

-- In sehat@yahoogroups.com, "Heny Mustikasari Soedjito"
<heny.mustikasari@...> wrote:
>
> Mbak Zulaicha,
>
> Bukan soal positif thinking atau tidak, tapi statement publik
semacam ini
> kan bisa misleading. Jelas disebutkan disitu bahwa:
>
> *Makanan atau minuman yang mengandung mikrobiologi*, kata Roy,
*juga sangat
> berbahaya untuk kesehatan tubuh*. Misalnya timbulnya penyakit yang
proses
> penyembuhannya memerlukan waktu yang tidak sebentar, cacat fisik,
bahkan
> dapat menimbulkan kematian. *Salah satu contoh minuman yang
mengandung
> mikrobiologi, kata Roy, adalah susu Ultra High Temperature (UHT)*.
>
> saya potong ekornya untuk menitik beratkan pada pernyataan yang
misleading
> tersebut. Dan sepertinya kita perlu re-konfirmasi maksud dari
pernyataan
> ini. kalau ada yang bisa menghubungi dokter yang bersangkutan akan
sangat
> bermanfaat...
>
> Salam
> Heny M - Bundanya Ahya
>
>
> On 9/18/07, zulaicha purnawati <zullaicha@...> wrote:
> >
> > Dear all,
> >
> > Kalo saya pikir statement Dr.Ir. Roy Alexander
> > Sparringga, M.App.Sc <http://m.app.sc/> itu kurang lengkap kali
> > ya.....(positive thinking sih....). May be dia
> > maksudnya ke arah penyimpanan susu UHT yang tetap
> > harus hati2, karena memang sterilisasi yang dilakukan
> > dalam industri makanan & minuman dalam kategori
> > sterilisasi komersial, dalam hal ini erat kaitannya
> > dengan shelf life & cara penyimpanan.
> >
> > Recent Activity
> >
> > - 28
> > New
Members<http://groups.yahoo.com/group/sehat/members;_ylc=X3oDMTJnMnQz
N2J2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzExNjU3NjU0BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZ
WMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMTkwMDgyMjAy>
> >
> > Visit Your Group
> >
<http://groups.yahoo.com/group/sehat;_ylc=X3oDMTJmZ2VpM2c0BF9TAzk3MzU
5NzE0BGdycElkAzExNjU3NjU0BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDdnRsBHNsawN2
Z2hwBHN0aW1lAzExOTAwODIyMDI->
> > Healthy Cooking
> >
> > on Yahoo!
Groups<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12moakrmr/M=493064.10928738.115156
54.9706571/D=grphealth/S=1705061104:NC/Y=YAHOO/EXP=1190089403/A=48360
34/R=0/SIG=11n53k6s3/*http://health.groups.yahoo.com/group/fruitabupa
rents/>
> >
> > A place for parents
> >
> > to share their ideas.
> > New business?
> >
> > Get new
customers.<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12m5cvr9q/M=493064.10729656.11
333347.8674578/D=grphealth/S=1705061104:NC/Y=YAHOO/EXP=1190089403/A=3
848640/R=0/SIG=131an6mds/*http://searchmarketing.yahoo.com/arp/srchv2
.php?o=US2002&cmp=Yahoo&ctv=Groups1&s=Y&s2=&s3=&b=50>
> >
> > List your web site
> >
> > in Yahoo! Search.
> > Yahoo! Groups
> >
> > Find Green
Groups<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12menrlmj/M=493064.11135488.117104
74.8674578/D=grphealth/S=1705061104:NC/Y=YAHOO/EXP=1190089403/A=47763
68/R=0/SIG=11mj2s6kj/*http://advision.webevents.yahoo.com/green/index
.html>
> >
> > Share with others
> >
> > Help the Planet.
> > .
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Cheers
> Heny M
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

15a.

Sakit gigi pas hamil

Posted by: "Sondang Rotua" sondang.rotua@hbtlaw.com   sondang.rotua

Tue Sep 18, 2007 12:30 am (PST)

Dear all,

Tau sih pas hamil ga boleh minum obat macem2, apalagi ke dokter gigi, tapi kalo pas hamil gini (4bulan) trus sakit gigi�kira2 ada jalan alternative lain ga selain makan obat or ke dokter gigi..?

Terima kasih sebelumnya.

Sondang Rotua

Hiswara Bunjamin & Tandjung
23rd Floor, Gedung BRI II
Jalan Jend. Sudirman Kav.44-46, Jakarta 10210, Indonesia
Phone: (6221) 574 4010, Fax: (6221) 574 4670 / 71
Email: hbtlaw@hbtlaw.com <HYPERLINK "mailto:hbtlaw@hbtlaw.com"mailto:hbtlaw@hbtlaw.com>
Website: www.hbtlaw.com <HYPERLINK "http://www.hbtlaw.com/"http://www.hbtlaw.com>

This message and any attachments are intended solely for the named addressee. They are confidential and may be covered by legal professional privilege or otherwise protected from disclosure. If you have received this message in error: please delete it and any copy of it from your system, and you must not copy or retransmit this message or any attachment or disclose the contents to any other person. Unless otherwise expressly stated by an authorized representative of our firm, any views, opinions and other information expressed in this message and any attachments are solely those of the sender and do not constitute formal views or opinions of our firm.

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.21/1012 - Release Date: 9/16/2007 6:32 PM


----------

This email have been scanned by antivirus program

[Non-text portions of this message have been removed]

15b.

Re: Sakit gigi pas hamil

Posted by: "segaintil" j.v.tiel@hetnet.nl   segaintil

Tue Sep 18, 2007 1:52 am (PST)

Ya boleh dong ke dokter gigi, masak kalau hamil gak boleh ke dokter
gigi. Lho siapa yang membuat aturan tuh? Kan dokter gigi juga tahu
bagaimana menangani kalau ibu sedang hamil.
Mengurangi sakit gigi bukan hanya dengan obat telan painkiller
saja... dokter gigi punya banyak cara untuk mengatasi sakit gigi,
tergantung sakitnya kenapa dong. Malah dianjurkan bagi ibu hamil
untuk memeriksakan gigi & mulutnya ke dokter gigi, karena banyak
komplikasi terjadi yang muncul di dalam rongga mulut saat ibu hamil.

Julia Maria

--- In sehat@yahoogroups.com, "Sondang Rotua" <sondang.rotua@...>
wrote:
>
> Dear all,
>
>
>
> Tau sih pas hamil ga boleh minum obat macem2, apalagi ke dokter
gigi, tapi kalo pas hamil gini (4bulan) trus sakit gigi…kira2 ada
jalan alternative lain ga selain makan obat or ke dokter gigi..?
>
>
>
> Terima kasih sebelumnya.
>
>
>
> Sondang Rotua
>
> Hiswara Bunjamin & Tandjung
> 23rd Floor, Gedung BRI II
> Jalan Jend. Sudirman Kav.44-46, Jakarta 10210, Indonesia
> Phone: (6221) 574 4010, Fax: (6221) 574 4670 / 71
> Email: hbtlaw@... <HYPERLINK "mailto:hbtlaw@..."mailto:hbtlaw@...>
> Website: www.hbtlaw.com
<HYPERLINK "http://www.hbtlaw.com/"http://www.hbtlaw.com>
>
>
>
> This message and any attachments are intended solely for the named
addressee. They are confidential and may be covered by legal
professional privilege or otherwise protected from disclosure. If
you have received this message in error: please delete it and any
copy of it from your system, and you must not copy or retransmit
this message or any attachment or disclose the contents to any other
person. Unless otherwise expressly stated by an authorized
representative of our firm, any views, opinions and other
information expressed in this message and any attachments are solely
those of the sender and do not constitute formal views or opinions
of our firm.
>
>
>
>
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.21/1012 - Release Date:
9/16/2007 6:32 PM
>
>
> ----------
>
> This email have been scanned by antivirus program
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

16.

Oleh-oleh dari acara Semiloka Nasional Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 1

Posted by: "Luluk Lely Soraya I" lsoraya@cbn.net.id

Tue Sep 18, 2007 12:36 am (PST)

Dear Smart Parents (SPs),

Alhamdulillah Yayasan Orangtua Peduli (YOP) yg menaungi SEHAT group (milis
sehat) berkesempatan hadir dalam Semiloka Nasional Inisiasi Menyusu Dini
(IMD) yg dimulai hari minggu 17 sept 2007 hingga 18 sept 2007. Acara ini
diadakan oleh UNICEF, Perinasia dan Depkes dalam rangkaian perayaan Pekan
ASI sedunia 2007. Tema yg diangkat :

The 1st hour : Who owns it?
Inisiasi Menyusu Dini mencegah 22& kematian neonatal

Mayoritas peserta adalah para tenaga kesehatan dan LSM terkait dg ASI &
menyusui.Mulai dari para dokter, bidan, konselor laktasi, dsbnya. Dari YOP
diwakili oleh dr wati, Ade Novita dan saya sendiri. Sayangnya hari kedua
hanya dr wati yg dapat hadir. Kita tunggu cerita dari beliau lengkapnya
ya.

Semiloka dibuat dalam bentuk diskusi panel & group discussion utk membahas
isu-isu penting nasional terkait masalah ASI & menyusui. Hari pertama
kemarin setelah opening, diisi dg diskusi panel mengenai laporan situasi
menyusui di Indonesia oleh Depkes, Sharing knowledge masalah menyusui di
negara lain oleh pakar laktasi dari India, Dr Raj Anand dan dari India
diwakili oleh Dr Soon Ruey yg juga obgyn.

Ada banyak hal yg menarik dari semiloka ini yg berhasil saya summarize.
Diantaranya :

- Per th 2007, Indonesia memiliki 4,5 juta ibu hamil/tahun dan 4,25 jt
bayi baru lahir per tahun. Dari data tsb, hanya sedikit sekali persentase
bayi yg mendapatkan ASI sekitar 13,9% (namun tidak diketahui berapa byk
bayi yg mendapat ASI eksklusif)

- Penyebab utama rendahnya ibu yg memberikan ASI ke bayinya :
Tingginya angka kemiskinan (?), rendahnya pendidikan dan faktor sosial
budaya serta turun temurun

- Pelanggaran thd kepmenkes no. 237 th 1007 yg mengatur kode etik
penjualan produk pengganti ASI (termasuk susu formula) juga relatif tinggi
hingga th 2007

- Isu strategis yg ditemukan :
1. Banyaknya tenaga kesehatan (termasuk dokter, bidan dsb)
yang belum mendukung pemberian ASI (termasuk IMD)
akibat minimnya pemahaman ttg ASI & menyusui
2. Banyaknya RS atau klinik bersalin yg belum memiliki pojok
laktasi dengan tenaga konselor laktasi
3. Gencarnya promosi susu formula di masyarakat. Lemahnya
pengawasan promosi susu formula.

- Upaya peningkatan utk mengatasi isu strategis :
1. Ini yg paling menarik : Kurikulum ASI & menyusui (termasuk ilmu
konselling ASI dan IMD) akan dimasukkan dalam kurikulum kedokteran.
Wajar saja jika selama ini tidak banyak tenaga kesehatan (dokter, bidan,
dsbnya) yang mengerti ilmu ttg ASI dan menyusui. Sehingga terkesan tidak
mendukung pemberian ASI eksklusif atau kurang menolong ibu yg bermasalah
dg menyusui. Hal ini dikarenakan memang bahasan ttg ASI tidak dibahas saat
mereka masih kuliah di kedokteran. Meski penambahan mata kuliah baru dalam
kurikulum butuh wkt panjang, tapi semoga hal ini bisa terwujud.
2. Memperbanyak Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi /RSIBB (BFHI)
3. Memperketat & memperkuat proses hukum ttg pengaturan penjualan produk
pengganti ASI (susu formula dsbnya).
4. Fasilitas laktasi diperbanyak
5. Membuat kelompok pendukung ASI di posyandu-posyandu

- Dr Raj Anand, seorang dsa yg juga pakar laktasi di WABA & India,
menjelaskan ttg kondisi menyusui di India dan efek menyusui thd menurunnya
tingkat kematian pada balita
Yg menarik adalah Hampir seluruh RS di India merupakan RSIBB yg notabene
pemberian ASI adalah yg utama

- Dr Soon Ruey yg juga pakar ASI dari WABA di Malaysia menjelaskan
mengenai pentingnya IMD bagi bayi dan proses menyusui. Yg menarik adalah
Malaysia memiliki 115 RS yg sayang ibu & bayi. Sehingga tingkat pemberian
ASI eksklusif di Malaysia sangat tinggi dan hal ini jg ditemukan di India.

Belajar dari acara diatas, semakin kita menyadari bahwa begitu banyak
sekali PR utk mensosialisasikan dan mengedukasi ttg ASI dan menyusui di
masyarakat kita. Butuh semua pihak utk aktif berbicara, membantu dan
saling mengedukasi ttg ASI. Bagaimana menurut anda?!
Yuk kita mulai dari yg paling kecil dan yg paling dekat dg lingkungan
kita. Tidak perlu menjadi konselor laktasi atau ahli laktasi utk melakukan
hal tsb. Siapapun anda, berapapun ilmu ASI yg anda dapatkan dan miliki.

Lets share the knowledge & keep breastfeeding

Love
Luluk
"Proudly & consistently support breastfeeding from the first start and
beyond"

17a.

Re: (tanya)pentingnya klinik perkembangan anak

Posted by: "segaintil" j.v.tiel@hetnet.nl   segaintil

Tue Sep 18, 2007 12:40 am (PST)

Mas Dokter Apin,
Sekarang di puskesmas dan RS ada buku panduan tumbuh kembang, biasa
disebut Buku Hijau.... Anda pasti juga sudah memegangnya barangkali
ya.
Dan IDAI sekarang sedang repot keliling2 melakukan pelatihan buat
trainer2. Jadi baru tahap training for trainer. Nanti tahun 2015
diharapkan semua puskesmas sudah bisa jadi pusat tumbuh kembang.
Begitu penjelasan Ketua Peer Grup Tumbuh Kembang IDAI pada saya
beberapa waktu lalu. Tetapi katanya, para orang tua yang ingin
mengetahui bagaimana tumbuh kembang anak-anaknya bisa ditanyakan ke
puskesmas pembina (kecamatan). Karena tingkat kecamatan sudah banyak
yang ditraining.

Sedang klinik2 tumbuh kembang yang banyak berdiri sekarang itu
memang betul hanya melayani anak-anak dengan gangguan tumbuh
kembang.

Kalau saran saya sih, sebaiknya para orang tua mencatat sendiri
semua perkembangan anak-anaknya, nanti jika dibutuhkan kita masih
punya catatannya. Kadang saya lihat banyak ibu-ibu yang membuat
catatannya di webblog/multiply. Bagus juga, jadi yang lain juga
dapat membaca apa saja yang harus dicatat.

Sekian beritanya....
Julia Maria

--- In sehat@yahoogroups.com, "foxapin11" <arifianto.apin@...> wrote:
>
> Bu Nia,
>
> Anak dibawa ke klinik perkembangan hanya mereka yang mengalami
gangguan
> perkembangan (delayed development, retardasi mental, Down
syndrome).
> Kalau anak normal sih ibu bapaknya saja yang memantau perkembangan
> anaknya. Silakan browse milis atau websehat untuk mempelajari
indikator
> tumbuh-kembang normal.
>
> Apin
>
> --- In sehat@yahoogroups.com, "niea_152" <niea_152@> wrote:
> >
> > Dear Dokters,SPs,MODs
> >
> > saya mau tanya neh, sebenernya seberapa penting sih kita bawa
anak ke
> > klinik perkembangan untuk memantau perkembangannya?biasanya apa
aja
> > yang diperiksa?apabila ditemui kekurangan atau keterlambatan
apakah
> > ada tindak lanjut seperti stimulasi2 dsb?kalo memang perlu, saya
> butuh
> > referensi untuk klinik tumbuh kembang bayi di jogja, dan
biasanya
> > berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk 1X pertemuan?
> >
> > mohon infonya ya..
> > thx in advance
> >
> > salam
> > -nia-ibunya razan
> >
>

18a.

member baru

Posted by: "Theo Sinaga" theo_sinaga2007@yahoo.co.id   theo_sinaga2007

Tue Sep 18, 2007 12:53 am (PST)

Hi smua,

Saya riris, saya member baru disini, sebelumnya saya sudah join di afb milis, dan banyak teman yg advise agar join disini juga.
Saya ibu dari 1 anak (6 bulan), dan sangat exited bisa gabung di milis ini dan dapat ilmu sebanyak banyaknya.
Trimakasih

Riris

---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

19.

gosip ASI menyebabkan asma dan alergi di radio pagi ini

Posted by: "Ade Novita" anovita@cbn.net.id   novita_ade

Tue Sep 18, 2007 1:03 am (PST)

dear all

penasaran dengan katanya pagi ini di radio hardrockfm ngebahas soal subject diatas, saya coba cari apa kira2 yang bikin radio tersebut mebahasnya, sayangnya saya ga ngikutin dan mendengarkan, tapi 2 artikel berikut mungkin bisa kita bahas sama-sama?

ini dia artikel yg dimaksud si pembawa acara

http://www.timesonline.co.uk/tol/news/uk/health/article2434723.ece

Breast-feeding does not protect children against developing asthma or allergies, a study suggests. A large trial involving more than 13,000 women and children found no evidence of a protective effect.

Previous research has suggested that breast-feeding helps to boost a baby's immune system and can protect against respiratory infections.

Figures released in May showed that fewer than 1 per cent of women in Britain follow government advice to breast-feed exclusively for the first six months.

The Infant Feeding Survey revealed that 76 per cent of women in 2005 started out breast-feeding, up 7 per cent from 2000. But most had resorted to formula milk within weeks and fewer than half were still breast-feeding by the time their baby was six weeks old. Only one in four women was still breast-feeding at six months.

The new study is published today in the British Medical Journal and involved babies born in 1996-7. Mothers and babies were split into two groups, with the first having breast-feeding promoted and supported in hospitals and polyclinics the women and children attended. In the control group, the hospitals and clinics continued with their normal practices and policies.

Within the first group there was a big increase in women breast-feeding exclusively at three months and they breast-fed for longer. The researchers followed up the children at 6. They were tested for asthma and had tests for allergies to the house dust mite, cats, birch pollen, and mixed grasses.

The researchers, led by Michael Kramer, from the Montreal Children's Hospital, said: "Whether breast-feeding protects against allergy and asthma has been frequently studied and hotly debated for more than 70 years." They concluded: "Intervention to promote breast-feeding did not reduce the risk of asthma, hay fever, or eczema at age 6.5 years despite large increases in the duration and exclusivity of breast-feeding."

http://breathspakids.blogspot.com/2006/08/breastfeeding-beyond-9-months_19.html

Yes, it is another one of those studies that is partially modifying received wisdom and filling the newspapers although I haven't yet succeeded in tracking the journal paper (assuming it exists). There is no question that wherever possible, Breast Is Best, but for how long? And is this uniformly true or does it have different consequences for babies born into families with a history of allergy or not? A study by a Finland hospital reports that when babies are fed exclusively on breast milk for more than nine months they may have an increased risk of allergies and asthma.

Previous studies revealed that babies who are exclusively breast-fed for the first six months of their lives have a decreased risk of allergies including eczema and asthma. However, it seems as if when babies are fed only breast milk for nine months or longer they show an increased incidence of allergies and asthma.

20 years ago, scientists asked 200 mothers to breast-feed their babies for as long as practical. The researchers then assessed the children for allergies at the ages of 5 years, 11 years and 20 years. More than half of the children who were exclusively breast fed for 9 months or longer and had a family history of allergy were showing symptoms of allergies by age 5, compared to fewer than than a fifth of those who were breast-fed for 2-6 months.

All of which may seem either welcome news or useless noise in the general discussion about breast-feeding. Breast is best but are there limits? Now, the usual guidelines advise that a mother should breast-feed an infant exclusively for the first 6 months. This is said to populate her baby with the beneficial effect of her own immune system until the baby's immune system is mature. The current speculation is that where there is a family history of allergy, if a baby is breast-fed beyond 6 months then there is too little challenge to the baby's immune to allow it to develop properly.

Well, just to muddy the waters further, it is not that straightforward. A recent australian study examined the issue: Atopic disease and breast-feeding--cause or consequence? The authors argued that:

Early signs of atopic disease might prolong the duration of exclusive breast-feeding. This could mask a protective effect of breast-feeding or even result in breast-feeding appearing to be a risk factor for the development of atopic diseases. Future investigation of the relationship between breast-feeding and atopic diseases should consider this possibility.
A recent review, Primary prevention of childhood asthma and allergic disorders, summarised the difficulties.

In the prevention of these [allergies and asthma], the effects of breastfeeding are controversial, with studies showing a protective effect in children without allergic predisposition, but other studies showing no effect or even the potential for an increased asthma risk.
Further to the above, newspapers report a separate study at Stockholm's Karolinska Institute that babies who are breastfed are able to cope with stress later in life better than bottle-fed babies. Newspapers that don't give enough information to allow me to trace the paper on Entrez Pubmed are fast becoming a pet peeve. Anyway, I found the paper, Breast feeding and resilience against psychosocial stress. The researchers looked at a long-term study of UK schoolchildren and found that children who had been bottle-fed displayed more anxiety following their parents divorce/separation than children who had been breastfed. They report that:

[b]reast feeding is associated with resilience against the psychosocial stress linked with parental divorce/separation. This could be because breast feeding is a marker of exposures related to maternal characteristics and parent-child interaction.
If you have a newborn whom you are breast-feeding, and you have a family history of allergy or asthma, then it may be worth discussing how long you should breast-feed for with your doctor or Health Visitor. However, so far, all of the research reinforces the general message that, wherever practical, Breast is best.

[Non-text portions of this message have been removed]

20.

Mohon pencerahannya....dan diagnosanya ..sakit apa anak saya

Posted by: "iin" indrawati.ciptadi@gmail.com   indrawati_ciptadi

Tue Sep 18, 2007 1:05 am (PST)

Dear para dokter milis,

Saya punya anak Gallen (3 thn 11 bulan) , sudah beberapa hari ini
panas. Asalnya hari sabtu lalu, Gallen masih sekolah , masih sehat2
aja menurutku, sehabis pulang sekolah , kita pergi jalan2, tp
lumayan lama jg, soalnya sambil berbelanja.

Setelah pulang , masih nornal2 saja, cuma ada sedikit batuk-batuk.
Tapi malamnya selagi tidur badannya panas sekali, saya ukur sampai
39.8C. Saya kasih tempra.

Hari minggu pagi , masih agak hanget tp tidak sepanas, tapi sudah
mulai turun ,saya lupa mengukurnya, krn melihat anaknya masih
lincah. tapi begitu malamnya waktu tidur suhunya naik lagi , jadi
39.5C. Saya kasih tempra. Batuknya mulai ngetril klo kata org. lebih
keras. Sudah tidak nafsu makan, makan muntah. Malammya sebelum
tidur , saya suruh hisap uap air panas + minyak kayu putih.

Hari senin, saya pikir libur dulu sekolah krn badannya panas, pagi
saya ukur 38.4C , siang 38.1 C dan malam nya pas tidur 39.1C (naik
lagi). saya kasih tempra. Dan batuknya mulai berkurang , tapi
suaranya jadi berubah...seperti bindeng gitu ..kayak org kehabisan
suara. Enek, mual, ngk mau makan tapi anaknya masih bawel, ngoceh
dan masih mau main. Malamnya jg saya suruh hisap uap air panas +
minyak kayu putih.

Hari selasa yaitu hari ini, saya ukur pagi2 38,2C saya kasih tempra,
siang turun jadi 37.5C. Suaranya masih bindeng, dan batuknya mulai
berkurang, tapi masih ada. Tapi pagi tadi agak sedikit lemes, siang
udh mau mulai makan bubur dan nasi , walau sedikit.

Dan selama badannya panas beberapa hari, tidak BAB. klo ditanya
anaknya , jawabnya ngk sakit, cuma kepalanya panas ..saya jadi
bingung. Kadang panas 1 badan, kadang kepalanya saja yang panas.

Yang saya mau tanyakan ,
1. menurut diagnosa dokter atau sp di milis, kira2 anak saya sakit
apa yah ?
Dan apa yg harus saya lakukan ?

2.Sudah 3 malam ini panas tinggi (39 lebih), apa anak saya kena
penyakit typhus ? Apa klo typhus itu jd disertai batuk ?

3.Kira-kira kapan boleh periksa darah ?

Mohon pencerahannya yah, soalnya saya lagi bingung sekali. Takut
salah menganalisa. Terima kasih sebelumnya.
-iin-

21a.

Re: Bunga Rampai 75B

Posted by: "Christine Widjaya" christine.widjaya@gmail.com   mommy_timothy

Tue Sep 18, 2007 1:13 am (PST)

Dear Dr. Wati,

Terima kasih masukannya soal Combantrin :)

Saya sudah mencoba browsing tapi *spt yg tertera di kemasannya* hanya
dijelaskan bhw ibu hamil dan anak dibawah 1 th tidak dianjurkan utk
mengkonsumsi. Saya mencoba kontak produsen nya tapi belum ada balasan. Saya
menanyakan ke beberapa dokter, katanya tidak apa2 karena obatnya hanya
bekerja di usus, tidak masuk ke darah. Tapi saya masih ragu2.

Kenapa saya begitu getol menanyakan juga di milis lain yg saya ikuti, karena
saya biasanya teratur minum obat ini tiap 3 bulan sesuai anjuran di
kemasannya. Dan karena dari info yg saya dapatkan, cacingan sangat mudah
menular. Jadi rasanya cukup "tersiksa" selama 9 bulan hamil tidak boleh
minum hehehe dan saya rencananya kan menyusui selama mungkin. Jadi saya
ingin tahu apakah boleh selama menyusui minum obat ini. Mungkin kalau baby
saya sudah 1 th lebih sudah aman ya? (sekarang ini baby saya usia 3 bulan)

Terima kasih atas tanggapannya

Salam
Christine

>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

21b.

Re: Bunga Rampai 75B

Posted by: "Gopina Goham" alfin.baby@gmail.com   alfin_baby

Tue Sep 18, 2007 1:54 am (PST)

lho mbak, bukannya sudah jelas diterangkan sama dr wati di BR.

quote:
11. COMBANTRIN Vs IBU MENYUSUI - CHRISTINE WIJAYA
sudah browsing soal combantrin?
masalahnya biukan semata soal aman atau tak aman buat ibu menyusui melainkan
apa gejala si ibu, apa diagnosisnya
kalau gak ada caing lalu mengkonsumsi obat cacing ... siapa yag dibunuh si
obat? bagaimanapun obat cacing kan tergolong antibiotika, jadi gak boleh
semabarngan ya
end quote..

jadi ya sekali lagi, walaupun dianjurkan 3bulan sekali mengkonsumsi obat ini
(dianjurkan oleh produsennya lho :p), tapi apakah diagnosenya sudah jelas
mbak cacingan?

kalau rajin cuci tangan, hidup sehat, setahu saya ya ndak cacingan dengan
mudahnya tho. bukan begitu? apakah ada indikasi cacingan pada mbak?

jika bayi mbak usianya sudah > 1 tahun pun, jika tidak ada indikasi
cacingan, u/ apa?

mohon maaf jika kurang berkenan...

On 9/18/07, Christine Widjaya <christine.widjaya@gmail.com> wrote:
>
> Dear Dr. Wati,
>
> Terima kasih masukannya soal Combantrin :)
>
> Saya sudah mencoba browsing tapi *spt yg tertera di kemasannya* hanya
> dijelaskan bhw ibu hamil dan anak dibawah 1 th tidak dianjurkan utk
> mengkonsumsi. Saya mencoba kontak produsen nya tapi belum ada balasan.
> Saya
> menanyakan ke beberapa dokter, katanya tidak apa2 karena obatnya hanya
> bekerja di usus, tidak masuk ke darah. Tapi saya masih ragu2.
>
> Kenapa saya begitu getol menanyakan juga di milis lain yg saya ikuti,
> karena
> saya biasanya teratur minum obat ini tiap 3 bulan sesuai anjuran di
> kemasannya. Dan karena dari info yg saya dapatkan, cacingan sangat mudah
> menular. Jadi rasanya cukup "tersiksa" selama 9 bulan hamil tidak boleh
> minum hehehe dan saya rencananya kan menyusui selama mungkin. Jadi saya
> ingin tahu apakah boleh selama menyusui minum obat ini. Mungkin kalau baby
> saya sudah 1 th lebih sudah aman ya? (sekarang ini baby saya usia 3 bulan)
>
> Terima kasih atas tanggapannya
>
> Salam
> Christine
>

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
FruitaBü Parents

Healthy Eating Zone

A parenting resource

on Yahoo! Groups.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

No comments: