Saturday, July 28, 2007

[sehat] Digest Number 7594

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (16 Messages)

Messages

1a.

Re: tanya awal mknan bayi 6 bln?? (yg benar yg mana??)

Posted by: "Anisa" cat_freak95@yahoo.com   cat_freak95

Fri Jul 27, 2007 5:16 am (PST)

Dear moms,

Menanggapi sekaligus juga meminta konfirmasinya,

kalau yang saya baca di buku 'Bayi pada tahun pertama'-Arlene
Eisenberg, Heidi E.Murkoff & Sandee E. Hathaway :
MPAsi pertama yg dianjurkan, seperti yg juga sudah disebutkan oleh
mbak diani adalah seral beras/tepung beras. Memulai makanan pertama
bayi dengan memberikannya sesuatu yg manis seperti pisang atau jus
buah tidak dianjurkan, karena dikhawatirkan di kemudian hari tidak
akan menyukai makanan lain yg tidak semanis makanan tsb, seperti
sayuran atau sereal yg tidak diberi pemanis.

Tapi, saya juga baca buku 'Variasi Sehat Makanan Bayi'-Wied Harry
Apriadji, disitu dianjurkan bahwa :
Buah segar merupakan pilihan pertama makanan pemula MPAsi. Berbeda
dengan nasi dan makan pokoklainnya, buah segar mengandung karbohidrat
yang mudah dicerna, yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi
mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh
karena itu buah digolongkan dalam semidigested food.

Mohon bantuannya, yang benar yang mana ya?
Maaf kalau harus menyebutkan / mengutip dari buku beserta
pengarangnya, maksud saya, supaya lebih akurat saja.

Terimakasih
Bundanya Nayra (4m3w5d)

--- In sehat@yahoogroups.com, "Diani Najwa" <dnajwa@...> wrote:
>
> Dear ...
>
> Makanan yang paling bagus adalah yg dari serealia (tepung beras, gandum)
> yg dalam bentuk tekstur yang lembut dan konsentrasinya encer
> jadi pertama kali misalnya bubur susu (ASI) dibuat encer banget
> kemudian hari ke dua tambah sedikit kekentalanya dst semakin meningkat
> hingga hari ketiga
> hari ke empat bisa diganti dengan tepung beras merah
> utk variasi bisa pakai tepung beras putih, beras merah, havermut dsb
> Untuk porsi hari ke satu misal 1 kali sehari 1 sendok teh tepung beras
> hingga 2 minggu pertama, selanjutnya meningkat seriring usia bayi
> Lebih lengkapnya buka
> http://www.sehatgroup.web.id/
> di situ ada Prinsip, Panduan, Jadwal sampai resep2 juga ada.
>
> Maaf bila kurang membantu
>
> Regards
> Diani
>
> Pada tanggal 27/07/07, Gugi <agugiaj@...> menulis:
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

1b.

Re: tanya awal mknan bayi 6 bln?? (yg benar yg mana??)

Posted by: "caeciliapudjiastuti" caeciliapudjiastuti@yahoo.com   caeciliapudjiastuti

Fri Jul 27, 2007 11:36 pm (PST)

Mbak Aanisa, nampaknya bpk Wied ini memang berbeda pandangan soal
ini. Beliau menulis buku ini dengan dasar food combining, saya kurang
tahu persis bagaimana hal ini jika dilihat dari kacamata makan
seimbang. Sementara pemberian produk serealia disarankan sebagai
makanan awal MPASI karena bahan makanan ini paling kecil resiko
alerginya. Berbeda dengan sayur dan buah yang jenisnya sanagat beragam
dan setiap jenis bisa jadi berpotensi menimbulkan alergi pada bayi.

Pola MPASI yang diterapkan sebagian besar smart parent memang
diarahkan pada pengenalan seluruh jenis makanan secara bertahap sesuai
dengan waktunya(kesiapan bayi). Ini pastinya berkaitan dengan berbagai
artikel dan temuan.

Jadi memperkenalkan gula/rasa manis belakangan bukan sekedar tidak
membiasakannya makan manis karena takut nanti tidak mau makanan yang
lain, melainkan memang kita tidak butuh terlalu banyak gula tambahan,
mengingat banyak bahan makanan sudah mengandung gula. Bagi bayi selama
mungkin mengenal gula/ manis akan membuat tubuh dan giginya sehat.

Tidak perlu bingung ya mbak...

Sisil

2a.

Re: Balasan: [sehat] (tanya) Perawatan Pasca Melahirkan "Mustika"

Posted by: "Rina Sofiany" rina.rinso@gmail.com   rina_sofiany

Fri Jul 27, 2007 5:31 am (PST)

Tentang breastfeeding class, menurutku banyak manfaatnya (meskipun aku dah
punya anak usia 5,5 thn tapi menghadapi bayi baru perlu update ilmu juga
kan). Bukan hanya diajarkan menyusui (yg mana semua bayi secara naluri pasti
bisa, dibuktikan dengan ELO) tapi banyak ilmu yang akan membuat kita semakin
yakin akan manfaat ASI, bisa sharing dengan ibu hamil yg lain (waktu aku
ikut hampir semua hamil). Di milis ini juga sudah banyak tulisan ttg
keunggulan ASI, tapi gak tahu ya, mungkin aku tipe tradisional yg tetep suka
kopdar sambil ngobrol dan diskusi ;) kalau menurutku sih gak ada yg rugi kok
dengan mencari ilmu dan informasi.

maaf kalau tidak berkenan

rina rinso

http://rustamaji.net

----- Original Message -----
From: Ndari -
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Friday, July 27, 2007 3:26 PM
Subject: Re: Balasan: [sehat] (tanya) Perawatan Pasca Melahirkan "Mustika"

hehe.. emang sih kalo diliat kayaknya mahal banget, tapi coba deh 1,3 jt
dibagi 15 hari kan sekitar 80rban, ongkos dia ke rumah, bahan rempah2nya n
fee dia mijitin dll jadinya ya gak mahal... tapi ya itu aku juga pingin
tanya2 manfaatnya apa sih?
Ngomong2 ttg asi tadinya aku mo ikutan kelas breastfeeding basic, tau dari
milis asiforbaby, tapi kakakku malah bilang "iihh... ngapain? ntar juga bisa
sendiri kok!" hehe.. mana yang bener nih?

3.

Re: Balasan: [sehat] Kelas breasfeeding basic (was: Perawatan Pasca

Posted by: "Yenny Handoko" yenny.handoko@gmail.com

Fri Jul 27, 2007 8:17 am (PST)

Hi Ndari,

Menurut saya perlu banget koq kelas ini, apalagi kalo baru hamil pertama
kali. Saya baru ngikut minggu-minggu lalu, padahal udah kehamilan kedua.
Wah, ternyata banyak ilmu yang belum didapat waktu hamil pertama kali. No
wonder, waktu itu ASIX nya gagal :-(
Paling ga kita punya persiapan mental, supaya ga cepet menyerah kalo ketemu
situasi awal2 manyusui yang memang kadang ga langsung lancar.
Soal perawatan melahirkan, ya balik ke masing2 individu ya. Saya dulu juga
pake sih :-) Habis, lahiran anak kembar, saya dulu kayanya guede banget,
jadi mikir butuh bantuan buat balik ke ukuran normal. He..he... so far bisa
sih. Tapi ga nutup kemungkinan tiap orang pasti cocok-cocokan juga ya...

good luck

mom Luna & Jovann

On Fri, 2007-07-27 at 15:26 +0700, Ndari - wrote:
> hehe.. emang sih kalo diliat kayaknya mahal banget, tapi coba deh 1,3
> jt
> dibagi 15 hari kan sekitar 80rban, ongkos dia ke rumah, bahan
> rempah2nya n
> fee dia mijitin dll jadinya ya gak mahal... tapi ya itu aku juga
> pingin
> tanya2 manfaatnya apa sih?
> Ngomong2 ttg asi tadinya aku mo ikutan kelas breastfeeding basic, tau
> dari
> milis asiforbaby, tapi kakakku malah bilang "iihh... ngapain? ntar
> juga bisa
> sendiri kok!" hehe.. mana yang bener nih?

[Non-text portions of this message have been removed]

4a.

Luka bakar

Posted by: "Yenny Handoko" yenny.handoko@gmail.com

Fri Jul 27, 2007 8:27 am (PST)

Dear parents & dr,

Mau tanya nih.
Kemaren sore, Jovann (minggu depan 24 bulan) ga sengaja kesenggol teko panas
isi air mendidih (buat air mandinya)
kulitnya mengelupas sebesar kurang lebih koin ukuran uang logam 500 perak
lah, lokasi sedikit ke kiri atas pusernya.
saat itu, dioles bioplacenton
dari arsip2 milis yang saya cari, obat itu memang buat luka bakar ya
trus, malamnya saya tutup kasa bersih & kering hanya untuk menghindari
lukanya itu tergesek dengan bajunya
dan minum paracetamol 5 ml (1x saja)

hari ini ganti kasa itu pagi, siang, sore, sambil dioles bioplacenton
sebelum ditutup

Yang saya mau tanya:
dengar2 kalo luka demikian, kalo ditutup malah sulit kering
memang hari ini saya lihat area luka agak basah

saya jadi bingung harus tutup atau tidak?
kalau ditutup, jadi basah dan lama keringnya
kalo dibuka, pasti rewel karena kena baju agak perih

selain itu, mertua nawarin antibiotik, katanya biar ga infeksi
saya yang ragu dan belum ngasih sampai sekarang
apa memang perlu?
bagaimana indikasi infeksinya?
areal sekitar luka kelupasan tsb memang agak merah, tapi saya duga karena
bekas "plester" kasa
dan suka dia gesek2 (gatal mungkin)

Tolong pencerahannya ya parents. Thanks

mom Luna & Jovann

[Non-text portions of this message have been removed]

4b.

Re: Luka bakar

Posted by: "lydia_m_iswara" lydia_m_iswara@yahoo.com   lydia_m_iswara

Fri Jul 27, 2007 10:23 am (PST)

Dear Yenny

Tanda2 infeksi: bengkak,bernanah,demam.
Udah bener kok ditutup dengan kain kasa bersih tapi longgar aja ya.

Cheers
Lydia

Burns: First aid
http://www.mayoclinic.com/health/first-aid-burns/FA00022

To distinguish a minor burn from a serious burn, the first step is to
determine the degree and the extent of damage to body tissues. The
three classifications of first-degree burn, second-degree burn and
third-degree burn will help you determine emergency care:

First-degree burn
The least serious burns are those in which only the outer layer of
skin (epidermis) is burned. The skin is usually red, with swelling
and pain sometimes present. The outer layer of skin hasn't been
burned through. Treat a first-degree burn as a minor burn unless it
involves substantial portions of the hands, feet, face, groin or
buttocks, or a major joint.

Second-degree burn
When the first layer of skin has been burned through and the second
layer of skin (dermis) also is burned, the injury is termed a second-
degree burn. Blisters develop and the skin takes on an intensely
reddened, splotchy appearance. Second-degree burns produce severe
pain and swelling.

If the second-degree burn is no larger than 2 to 3 inches in
diameter, treat it as a minor burn. If the burned area is larger or
if the burn is on the hands, feet, face, groin or buttocks, or over a
major joint, get medical help immediately.

For minor burns, including second-degree burns limited to an area no
larger than 2 to 3 inches in diameter, take the following action:

Cool the burn. Hold the burned area under cold running water for at
least 5 minutes, or until the pain subsides. If this is impractical,
immerse the burn in cold water or cool it with cold compresses.
Cooling the burn reduces swelling by conducting heat away from the
skin. Don't put ice on the burn.
Cover the burn with a sterile gauze bandage. Don't use fluffy cotton,
which may irritate the skin. Wrap the gauze loosely to avoid putting
pressure on burned skin. Bandaging keeps air off the burned skin,
reduces pain and protects blistered skin.
Take an over-the-counter pain reliever. These include aspirin,
ibuprofen (Advil, Motrin, others), naproxen (Aleve) or acetaminophen
(Tylenol, others). Never give aspirin to children or teenagers.
Minor burns usually heal without further treatment. They may heal
with pigment changes, meaning the healed area may be a different
color from the surrounding skin. Watch for signs of infection, such
as increased pain, redness, fever, swelling or oozing. If infection
develops, seek medical help. Avoid re-injuring or tanning if the
burns are less than a year old — doing so may cause more extensive
pigmentation changes. Use sunscreen on the area for at least a year.

Caution

Don't use ice. Putting ice directly on a burn can cause frostbite,
further damaging your skin.
Don't break blisters. Broken blisters are vulnerable to infection.
Third-degree burn
The most serious burns are painless and involve all layers of the
skin. Fat, muscle and even bone may be affected. Areas may be charred
black or appear dry and white. Difficulty inhaling and exhaling,
carbon monoxide poisoning or other toxic effects may occur if smoke
inhalation accompanies the burn.

For major burns, dial 911 or call for emergency medical assistance.
Until an emergency unit arrives, follow these steps:

Don't remove burnt clothing. However, do make sure the victim is no
longer in contact with smoldering materials or exposed to smoke or
heat.
Don't immerse severe large burns in cold water. Doing so could cause
shock.
Check for signs of circulation (breathing, coughing or movement). If
there is no breathing or other sign of circulation, begin
cardiopulmonary resuscitation (CPR).
Cover the area of the burn. Use a cool, moist, sterile bandage;
clean, moist cloth; or moist towels.

5a.

Re: Fwd: TOLONG !! Anak saya Muntah Terus setelah minum susu

Posted by: "Mia.D.Andike (Ibunya Ania)" miadeazi@yahoo.com   miadeazi

Fri Jul 27, 2007 9:49 am (PST)

Ibu Unah,
Saya setuju dg Pak Reski.Memang sebaiknya si kecil
kembali ke ASI.Tidak ada kata terlambat Bu,asal Ibu
mau berusaha sering2 menyusui atau memompa PD karena
produksi ASI kan prinsipnya supply and demand.Juga
sambil berdoa dan berpikiran positif bahwa ASI Ibu
cukup.Insyaallah cukup Bu..FYI,bukannya promosi tapi
di sebelah ada milis asiforbaby,paling tidak kita
bisa sharing,berbagi info dan saling mendukung
sesama ibu menyusui.
maaf kalo kurang berkenan.

6a.

Re: artikel SUSU UHT vs SUSU BUBUK

Posted by: "Imelda Scorvia" scorvia@yahoo.com   scorvia

Fri Jul 27, 2007 10:35 am (PST)

Dear mama Justin,
Sejak saya belum punya anak sampe sekarang Raj 17 bln, saya pualingg
demen nanggapin susu UHT ini lho. Pernah bikin kajian ekonomisnya
segala lagi. Hehee… seru aja dan kebetulan sedikit tahu masalah
persusuan ini waktu masih kuliah di IPB.

Mbak udah download artikel dari blog-nya mbak ida rifai kan? Buat
yang gak bisa akses internet, saya coba copy-in aja ya (mohon maaf
buat yang sudah punya)

Sebagai informasi tambahan, produk makanan yang berbentuk bubuk
(powder) termasuk susu bubuk, lebih mudah ditambahkan berbagai
macam 'campuran' oleh produsennya dibandingkan dengan susu yang
berbentuk cair - susu UHT.

Jadi... jangan heran kalau susu bubuk saat ini sudah banyak
campurannya.
Dari yang 'basic ingredients' seperti bahan2 untuk standarisasi,
bahan pengisi, gula/pemanis (makanya susu bubuk rasanya cenderung
lebih manis kan?), pengawet, flavor + aroma + pewarna, dsb...;
sampai beberapa unsur yang difortifikasi... yang katanya sih untuk
brain development seperti AA, DHA, Spingomyelin, FOS, GOS, dkk...

Padahal susu murni sudah mengandung omega 3 & omega 6 yang merupakan
precursor (cikal bakal) si AA & DHA, yang secara alami akan
disintesis oleh tubuh jika ada si precursor tsb.
Sedangkan GOS (Galakto-oligosakarida) yang termasuk dalam kelompok
probiotik, yang juga disebut2 terfortifikasi pada sebuah susu
formula, ternyata secara alami terdapat dalam susu cair murni
termasuk air susu ibu (Made Astawan, 2007, Majalah Ayahbunda).

Dan yang lebih penting lagi, zat gizi alami yang terdapat pada susu
murni (susu UHT) lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan zat
gizi fortifikasi yang terdapat pada susu formula. Iya kan…?

Nahhh… makin mantep kan sama UHT? Jangan terpedaya sama akal2an
produsen susu formula deh. Hehee…
Mudah2an mama Justin bisa lebih PD kasih susu UHT. Seperti yang
bunda wati pernah bilang, Einstein aja gak minum formula bisa jenius
kok… hehee…

with LUv,
:: iMeL bundana RaJ ::

PT. Tetra Pak Indonesia
Ronny Hendrawan
Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

Sumber : WASPADA Online

Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru
dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena
kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung
protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin
A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari
interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang
kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan
belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya
sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI
tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah
susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT)
maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar
63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh
bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah
(5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi
dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian
dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray
dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2
tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full
cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk
powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)
(SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah
menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang
singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis,
2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh
mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu
pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai
gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif
tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah
menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat
singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang
sangat baik.
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan
baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair
segar adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi.
Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang
terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan
mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan
bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan
menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar
juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di
dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis
dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang
baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi
susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT
juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan
menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan
tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik
multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara
sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas
bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk
dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap
cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya
dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT
pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT
disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan
susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya
campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis
dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis
menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan
bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10
bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang
pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan
tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih
lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu
pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat
higienis karena bebas dari seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga
potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak
ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan
mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat
gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau
pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu
sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan
susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap
kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen
terjadi pada pengolahan susu cair
menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya
pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard
adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan
protein susu
akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama
seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan
tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama
juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu
perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh
manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.
Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut
pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah
berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk
olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif
kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya
dapat mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus
disimpan
pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di
atas 50
derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel
akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri
utama yang
umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi
akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk
tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk
menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam.
Selain
menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga
menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu
menjadi
berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi
susu oleh
bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan
pemecahan
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan
pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental.

--- In sehat@yahoogroups.com, "takai_galz" <takai_galz@...> wrote:
>
> Thx banget ya buat yg udah nanggepin,
>
> Ngebantu bgt artikelnya, klo ada yg punya artikel ttg susu uht
lawan
> susu bubuk (formula) ato susu kaleng, bisa minta gak ya? karna
anakku
> si Justin ga pernah minum susu kaleng cuman susu pasteurisasi
kadang
> uht, skarang 2 thn 2 bln berat cuma 11.5kg, ortu pada ngomel
> kekurusan, n suruh ngasi susu kaleng aja biar cepet ndut. tp aku
rada
> bingung... jadi klo ada yg bisa bantu kasi artikel ttg uht vs
bubuk
> pliss minta ya..
>
> Thanks banget sebelomnya
>
> luv
>
> mama Justin
>

7.1.

salam kenal

Posted by: "Veagy simbolon" baby_toar@yahoo.com   baby_toar

Fri Jul 27, 2007 12:00 pm (PST)

Halo....

salam kenal semua yang ada disini, nama saya Veagy, anak pertama saya (dan memang baru punya satu dan berniat untuk menambah lagi ) laki-laki bernama I Putu Narayana Toar Simbolon (11 bulan) kami memanggilnya Toar.....
Sharing pengalaman ya.....

salam hangat

-veagy-

---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

[Non-text portions of this message have been removed]

8a.

Re: [Tanya]Benarkah bayi saya kena atopi? Gimana caranya supaya ga b

Posted by: "rossy nadiv" rossy_nadiv@yahoo.co.id   rosynadiv

Fri Jul 27, 2007 6:09 pm (PST)

Pak Apin...makasih sarannya pak.
Saya dah baca skali lagi di web sehat soal atopi. Meski kemaren2 dah brulangkali baca, mungkin karna mata lagi ngleyang karna kurang tidur, jadi ga mudheng2 alias ga ngerti2 deh hehehe.

Btw, kalo berdasarkan diagnostiknya, memang ada di point 1, dan 6. pada point 5, karna lahirnya masih masuk akhir musim dingin, di tangannya, kulitnya sempat kering tapi cmn sampe hari ke 5 stelah lahir. Ruam merah ini diskitar mulut tidak ada, cuman skitar pipi, pelipis, dahi, dan 2 mingguan ini ada di klopak mata. Basah, mengering, kemudian berkerak, trus skarang muncul ruam merah lagi dalam 4 hari ini di kelopaknya.

Tapi 3 hari ini, saya dah coba teknik balut basah pada kakinya meski jadinya anaknya rada kembung.( ato cara saya yg salah yah ?). Alhamdulillah kihiko mulei bisa bobok baik pagi siang ato malemnya. di wajah, hanya tiap beberapa jam sekali saya lap, ato kalo kliatan gatel ngucek2 wajahnya.
Tapi yang membuat saya masih bingung, dari 4 dokter anak, 2 dokter kulit, bilang bahwa yg dialami anak saya bukan atopi, bukan alergi, ato asemo (kalo ga salah ampir sama dg biang kringat.. betul ga dok?).
bahkan kmaren waktu kenshin (cek kesehatan) buat usia 4 bln, dokter anaknya juga bilang bukan atopi, malah bilang kalo mungkin cara menyusui saya salah. Benar kah ?
Katanya, coba dikasih susu tambahan, jadi waktu slesei menyusui 10 menit, kasih formula 100 mL. mungkin jadinya kulitnya akan membaik. Tapi saya pikir, apa ga sebaiknya meningkatkan kualitas ASI saya, bukan malah menggantikan dg formula? Maaf kalo saya salah hehehe.


Nah yg jadi pertanyaan :

Kmaren obat yg diresepkan adalah
puropeto (propet) krim buat kulit kering, 1 hari 1x
andamu (andam) 5 %, 1 hari 2 x ---> salep yg ringan
arumeta (armeta) 0,1 %, dioleskan kalo sampe lecet2 ---> salep yg keras

apakah ini termasuk obat2 yg direkomendasikan untuk atopi seperti di web sehat?
Kalo benar anak saya atopi, sementara dokter mengatakan bukan, apa yg harus saya lakukan ? Buat Tes alergi, menurt dokter kulitnya, blm perlu. Bagaimana sebaiknya?
Sementara, saya sudah ikuti prosedur pemakaian salepnya sesuai instruksi dokter dan pake teknik balut basah dan kompres dingin. Hasilnya :
Bag. kepala atas : membaik, kulit kering bersisik, mulai tumbuh rambut lagi :).
Bag. wajah dan dahi : masih terdpt ruam merah menebal, kadang lecet.
Daun telinga yg atas : masih gatal dan lecet
lengan tangan dan tungkai kaki : membaik, tapi kulit jadi bentol dan kasar tp kering, trus muncul juga didaerah skitarnya yg sblmnya tdk ada, spt di punggung tangan, lengan atas, lutut dan paha.
Bakan di badan bagian belakang, dan sebagian dada dan perut, juga putingnya yg bagian kiri, jadi muncul ruam merah juga, tapi ga berair.

Salep yg ringan sudah tinggal sedikit, apa yg sebaiknya saya lakukan? Ke dokter kulit lagi kah?
Trus kemaren sempet diberi olive oil yg dioleskan setelah mandi. Bolehkah ini saya teruskan menggantikan krim pelembab yg harus dioleskan stelah kompres dingin?
karena menurut saya ada hasilnya, kulitnya jadi ga bersisik dan ga terlalu kering.
Apakah olive oil ini aman buat bayi? mengingat kemaren diberi krim pelembab tapi sepertinya ga cocok karena kulit jadi kemerahan dan berair lagi ?

maaf kalo ga berkenan . Mohon pencerahannya. Makasih sebelumnya yah Dr. dan Sp.

salam
ro-c

foxapin11 <arifianto.apin@gmail.com> wrote:

---------------------------------
Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.

[Non-text portions of this message have been removed]

8b.

Re: [Tanya]Benarkah bayi saya kena atopi? Gimana caranya supaya ga b

Posted by: "Luki Mahanani" lukiyor26@yahoo.com   lukiyor26

Sat Jul 28, 2007 2:47 am (PST)

Mbak Rossy,

Anak saya juga dulu waktu lahir kulitnya mulus setelah 3 bulan mulai
deh dipipinya muncul merah2..trusan gatel banget.. saya bawa ke
DSK.. kata DSKnya bukan atopi cuma kulitnya lemah..
trusan makin lama makin parah .. sampe berdarah-darah gitu pipinya
kaya retak .. dokternya cuma bilang.. karena udaranya
kering..kulitnya ga tahan.. singkat cerita.. lama2 sekujur tubuhnya
gatel2 gak bisa tidur.. ada penebalan kulit.. trusan sama DSKnya
digaruk pake bolpen dicek.. kayanya ga langsung merah tp agak
putih.. akhirnya dia bilang kalo anak saya atopi..
Oya kok obat yang dikasih keras banget ya..

Saya disini dikasih obat
propet buat biar ga kering..
kindabeto isi steroid 0.05%
sama salep yang keras namanya ridomeksu steroid 0.3% max dipake 3 hr
berturut-turut kalo kulitnya dah benyek banget

Sekarang yang saya pakein cuma propet aja biar ga kering.. yang
steroid 0.05% kalo kepaksa banget.. sekarang masih gatel2 tp udah
gak separah dulu..
kata dokternya emang seperti gelombang jd ada kalanya dia timbul
merah2 ada kalanya bagus.. nanti mungkin sembuh kalo udah SMP (lama
amat yak)..trusan soal ibunya perlu diet makanan pencetus alergi..
dokter bilang ga perlu.. pas udah MPASI liat aja reaksi anaknya kalo
alergi ya diberhentiin. Coba aja dibawa ke RSU.. cari DSK yang
spesialis atopi biar pasti..

LM

8c.

Re: [Tanya]Benarkah bayi saya kena atopi? Gimana caranya supaya ga b

Posted by: "Luki Mahanani" lukiyor26@yahoo.com   lukiyor26

Sat Jul 28, 2007 2:47 am (PST)

Mbak Rossy,

Anak saya juga dulu waktu lahir kulitnya mulus setelah 3 bulan mulai
deh dipipinya muncul merah2..trusan gatel banget.. saya bawa ke
DSK.. kata DSKnya bukan atopi cuma kulitnya lemah..
trusan makin lama makin parah .. sampe berdarah-darah gitu pipinya
kaya retak .. dokternya cuma bilang.. karena udaranya
kering..kulitnya ga tahan.. singkat cerita.. lama2 sekujur tubuhnya
gatel2 gak bisa tidur.. ada penebalan kulit.. trusan sama DSKnya
digaruk pake bolpen dicek.. kayanya ga langsung merah tp agak
putih.. akhirnya dia bilang kalo anak saya atopi..
Oya kok obat yang dikasih keras banget ya..

Saya disini dikasih obat
propet buat biar ga kering..
kindabeto isi steroid 0.05%
sama salep yang keras namanya ridomeksu steroid 0.3% max dipake 3 hr
berturut-turut kalo kulitnya dah benyek banget

Sekarang yang saya pakein cuma propet aja biar ga kering.. yang
steroid 0.05% kalo kepaksa banget.. sekarang masih gatel2 tp udah
gak separah dulu..
kata dokternya emang seperti gelombang jd ada kalanya dia timbul
merah2 ada kalanya bagus.. nanti mungkin sembuh kalo udah SMP (lama
amat yak)..trusan soal ibunya perlu diet makanan pencetus alergi..
dokter bilang ga perlu.. pas udah MPASI liat aja reaksi anaknya kalo
alergi ya diberhentiin. Coba aja dibawa ke RSU.. cari DSK yang
spesialis atopi biar pasti..

LM

9a.

Re: (Tanya) Hati ayam mengandung antibiotik

Posted by: "lika" nempel@gmail.com

Fri Jul 27, 2007 11:15 pm (PST)

hmmm.... penasaran juga.. beberapa waktu yang lalu saya pernah dapet imel
tentang hati ayam yang katanya berisi kumpulan racun dan penyakit karena
(katanya) hati berfungsi sebagai alat penyaring toxin di tubuh kita.

entah betul atau hoax ya.. sebagai orang awam, sebetulnya artikel itu agak
membingungkan, karena kan itu hatinya si ayam, bukan manusia yang
mengkonsumsi segala jenis makanan dan bersahabat dengan beragam produk
makanan dan minuman olahan, jadi mungkin kerja hati-nya nggak seberat
manusia. so far, menu hati ayam masih tetap ada dalam daftar makanan si
mungil sampai ada keterangan yang pasti.. toh rata2 peternakan hewan sudah
menggunakan vaksin dan antibiotik. susah nyortirnya mbak.

eniwei, ada yang bisa kasih pencerahan lebih lanjut?

cheers,
lika

Pada tanggal 27/07/07, Justine Dimpudus <
justine.dimpudus@aventispasteur.co.id> menulis:
>
>
> Untuk lebih lengkap silahkan lihat di:
> http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=4\
> 18<http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=418>
> <http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=\
> 418<http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=418>
> >
>
> Kalau sudah begini apakah masih aman memberikan hati (bahkan daging)
> ayam ke anak?
>
> .
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

10a.

Re: [Tanya] Bahayakah benjolan di bekas suntikan DPT - DPAT?

Posted by: "najwa safina" kireihanashah@gmail.com   ian_pokian

Sat Jul 28, 2007 2:30 am (PST)

mbak... insya Allah nggak papa ya... di kompres anget aja.... tanya mbak Ade
deh... Reva pernah bengkak karena DPT sebesar dompet... namun setelah itu
berkurang sendiri....

[Non-text portions of this message have been removed]

11a.

Re: Penyakitku apa ya dok trus harus ke dokter apa ya??

Posted by: "najwa safina" kireihanashah@gmail.com   ian_pokian

Sat Jul 28, 2007 2:38 am (PST)

observasi dulu ya mbak... mungkin memang daya tahan tubuhnya lagi lemah
aja.. wajar kok kalau ada infeksi kelenjar getah beningnya bengkak... tapi
coba perhatikan juga.... gimana giginya... ada yang bolong atau yang rusak
nggak... karena getah bening di daerah leher juga bisa membengkak bila ada
infeksi di daerah mulut... mbak... udah bener kok... banyak minum dan kalau
sakit sekali minum PCT, dan bisa beli ada tablet hisap yang mengandung
lidocain... itu bisa untuk mengurangi rasa sakitnya... bengkak akan
berkurang dengan sendirinya seiring dengan redanya infeksi...

[Non-text portions of this message have been removed]

12a.

Re: Bunga Rampai 71C

Posted by: "Mama Sasha" alida@datascrip.co.id   blue_kulid

Sat Jul 28, 2007 3:13 am (PST)

thnx bunda udaaah banyak ksh ilmu buat SPs disini...

senyam senyum baca nya bun, malu..tp jd banyak belajar....

seandainya sblmnya saya ga cari2 info ttg Hep A, waktu tmn saya duluan yg
dirawat,
mgkn saya ga punya bekal en bs berlama2 dirawat ....

saat diagnosis dokter pertama blg maag, saya emang agak curiga tp untungnya
br minum satu obat saja lalu saya cpt2 browse di medicastore ttg obat2an itu
makanya saya tau itu obat golongan keras lalu saya stop krn feeling saya
bukan maagh...

seandainya ga pernah 'gangguin' dokter ian dgn tlp2an saya hehee thnx ya
doc, mgkn saya akan ttp 'buta' ilmu kesehatan ya bun.... maklum dok norak
bgt br pertama kali sakitnya kyk gitu koq panik tp alhamdulillah ttp usaha
tuk rasional...saya takutnya dehidrasi krn 2hr ga makan dan minum ... dan
orang rumah ga percaya saya sakit hehee rada melow laah saat itu ...yaaah
bgtulah klo mau rasional tp lingkungan ga banyak mendukung bikin jd ga PeDe
jg yaah .... sdkt ga PeDe laah buat saya ...

belum lagi tmn kantor saya kyknya anggep saya aneh gtu, koq sakit ga dirawat
en ga minum obat apapun, soalnya dia dirawat sampe 2mggu sampe 10 jt an en
pake AB pula hiiks....SGOT nya 6000an umurnya jauh lbh tua dr saya, dia
heran aja krn stlh saya ceritakan saya udah lepas infus dgn 'ngototnya' dan
ngotot lagi pgn pulang sampe2 tuh internist udah ogah visit ke saya
heheee....

AC nya panas mgkn aja petunjuk Allah tuk saya yaah ambil hikmahnya deeh....

heran ya bun, klo mau rasional koq jd dilihat aneh ....

saya tambah yakin duluu saya sempat baca2 email bunda ttg SGOT dan tmn saya
bantuin browse di mayo clinic ttg Hep A,
dan internist di her**** dan dokter jaga di UGD Bun** mereka sdh rasional
dan juga kedua tmn saya samsek ga di infus+hanya 2 hr di rumkit...
jd saya ga parno lagi ... hiiks mash beljar bun....

yg pneting pikiran saya saat itu, hati saya lg drop kalo saya ga rasional
ato ga belajar koq kayaknya tegaa amat dgn badan sendiri....

thnx bun tuk pelajaran2nya ..... thnx milis sehat ...

alhamdulillah 3hr ini saya udah lumayan fresh en fit ... SGOT udah turun jd
200 an...mgkn 3hr lg udah normal amiin...pas 2mggu sama dgn kedua tmn2 saya
yg jg bedrest dirumah, saya msh penasaran bisa ada 4 orang yg kena Hep A ya
dlm waktu yg berdekatan.

saya slama 10 hr bnr2 mual ga nafsu mkn samsek tp hikmahnya BB turun 3-4kg
hehee pdhl susyaaah bgt nurunin, kata dr.ian mau dooong turun hehee sakit
ato sehat ga ngaruh tuh BB nya...............

love bundaaa,
alida

Pada tanggal 22/07/07, Purnamawati <purnamawati.spak@cbn.net.id> menulis:
>
> Jakarta 21 Juli 2007 jam 23.30
>
>
> 22 Juli jam 18.30
>
> 1. HEPATITIS A, SGOT SGPT, MAAG - MAMA SASHA
> Thanks Ian hehehe sudah "memarahi" Alida. Tapi seneng kamu dah di rumah
> dan bisa ngemail ... berarti everythings will be fine soon
> Kalau boleh urun rembug, ada beberapa pelajaran menarik
>
> 1. Check up ke dokter kantor dibilang maag
> Hehehe kan dah sering dibnilang di milis ini bahwa gak ada tuh yang
> namanya gejala maag. Kenapa terima diagnosis itu dan kenapa obatnya dibeli
> dan dikonsumsi
> Katakanlah kamu "maag" .. kan gak emergency ... jadi bisa browsing dulu
> obatnya
> BTW ...Tahunya obatnya keras?
>
> 2. Dirawat
> Hep A hanya dirawat kalau kita takut ada kemungkinan hepatitis fulminan.
> Tahunya?
> SGPT SGOT di atas 5000 an lah, atau kesadaran menurun, dan dibuktikan
> dengan pemeriksaan PT (prothrombine time) yang memanjang dan penurunan kadar
> albumin
> Kalau kamu masih bisa nawar ma dokter tuh berarti sebenernya gak butuh
> rawat inap
>
> 3. Infus glukosa
> Kan indikasi infus kalau dehidrasi berat. Kamu masih pipis kan ... kalau
> soal lemes, memang infeksi virus bikin lemes.
> Nah infus glukosa bukan buat makanan (kalorinya keciiiil sekali) ... jadi
> ... infus glukosa/nacl dll bukan untuk makan. Jadi dokter mudanya bener tuh
>
> 4. Jangan dimarahin bun ... kan di RS juga ACnya panas
> hehehe masak dimarahin
> Kan saya selalu bilang, buat apa marah, kan kalian yang punya kuasa akan
> badan kalian (dan badan anak kalian) ... bukan saya kok. Saya mah cuma bisa
> ngasih tahu aja, keputusan mah di tangan kalian
> BTW ... emangnya kalau ACnya dingin gak pulang dari RS? hehehe
>
> 5. SGOT SGPT belum turun
> Ya lah pasti belum turun
> nanti setelah 6 mingguan lah baru turun
> periksa lagi kapan? ya nanti aja sebulan lagi
> sekarang tenang2 aja & makan sehat
> Bedrest tuh bukan berarti harus tiduran berjam-jam ... kurangi saja
> kegiatan ... main sama anak asal gak jempalitan ya gak papa
> Yang penting cuci tangan cuci tangan cuci tangan
> selebihnya ada di
>

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Yahoo! Groups

Healthy Eating Zone

Encouraging families

to eat healthy.

Take a Trip

Find Great Deals

Yahoo! Travel

makes it easy

Yahoo! Mail

Next gen email?

Try the all-new

Yahoo! Mail Beta.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

No comments: