Wednesday, June 20, 2007

[sehat] Digest Number 7473

Milis SEHAT Group

Messages In This Digest (25 Messages)

Messages

1a.

Re: [Tanya] Bayi 4 Bulan Belum Boleh Negakin Punggung?

Posted by: "Esti" ehandayani@gmail.com   esti_fgj

Tue Jun 19, 2007 9:38 pm (PST)

Mb Hanum,
menurut pendapat saya sih, yang nggak boleh tuh kalo kita yang maksain anak
negakkin punggung atau berdiri (padahal dia belum kuat). Kalo memang anaknya
yang negakkin punggungnya sendiri, bukannya itu artinya dia udah kuat?
Anak saya umur 4.5 bulan udah ongkog-ongkog, umur 7 bulan udah belajar
berdiri, dan sekarang 10 bulan (kurang) dia udah minta titah. Alhamdulillah,
kakinya nggak bengkok kok, dan jalannya juga nggak jinjit.

Disyukuri aja Mb, Azkiya perkembangannya kelihatannya cukup bagus...

On 6/18/07, hanum <hanum.k@gmail.com> wrote:
>
> Dear Bunda Wati, doctors, dan Sps,
>
> Anak saya skrg usia 4.5 bulan. Dari usia hampir 4 bulan lalu, selain
> kepalanya udah tegak, dia jga senangnya negakin punggung. Klo dipangku dlm
> posisi duduk, pasti aja kepalanya gak mau disenderin ke dada. Trus juga
> kakinya suka menjejak berdiri. Klo udah berdiri gitu anak saya kelihatan
> senenggg banget....ketawa2. Awal2 sih saya suka ngikutin aja kebiasaan
> dia.
> Saya pikir itu bagian dari perkembangan anak. Tapi kok teman, sodara,
> tetangga yg lihat anak saya begitu banyak yg bilang : "Belum boleh tuh.
> Belum waktunya anak usia segitu negakin punggung. Apalagi berdiri (meski
> sebentar). Tulangnya belum kuat. Klo dibiarin aja bisa bengkok loh".
> Duh...saya jadi khawatir nihhh....bener gak sih belum boleh? Mohon
> pencerahannya ya....
>
> Terima kasih...
>
> Salam,
> Hanum
> _Ibune Azkiya_
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> __._
>

--
http://www.dbc-network.info/?id=midsummer
http://fun.to/langitbiru

[Non-text portions of this message have been removed]

2a.

Re: kuisioner ASI & Menyusui

Posted by: "Merry Nitalia" m_nitnot@yahoo.com

Tue Jun 19, 2007 9:40 pm (PST)


--- Ade Novita <anovita@cbn.net.id> wrote:

> Dear All,
>
> yang belum mengisi, hayo hayo ditunggu.... biar
> makin nyata bentuk dukungan kita untuk memberikan
> hak bayi untuk mendapatkan ASI ekslusif
>
> member baru member lama please ya partisipasinya
>
> Please send it to
> 1. lsoraya@cbn.net.id
> 2. purnamawati.spak@cbn.net.id
> 3. anovita@cbn.net.id
> 4. arifianto@cbn.net.id
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Moderator Milis Sehat
> To: sehat@yahoogroups.com
> Cc: sehat-owner@yahoogroups.com ; 'Ade Novita'
> Sent: Tuesday, June 12, 2007 11:04 AM
> Subject: [sehat] Ikutan isi kuisioner ASI &
> Menyusui yuk !
>
> Dear Smart Parents,
>
> Dalam rangka turut menyukseskan ASI eksklusif,
> Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) yang menaungi Milis
> Sehat, kembali mengadakan kuisioner utk bahan riset
> kami. Kami mohon partisipasi dari seluruh member
> untuk dapat mengisi kuisioner tsb.
> Kuisioner tidak terbatas untuk para ibu menyusui
> saja, tetapi juga utk para ayah, calon, calon ayah,
> bahkan para eyang ataupun mereka yg sedang
> merencanakan pernikahannya.
>
> Silahkan mengisi kuisioner dan mengirimkannya
> kembali melalui japri di email : anovita@cbn.net.id
> . Harap menuliskan judul di subject : Kuisioner ASI.
> Kami harapkan juga untuk tidak mengirimkan jawaban
> kuisioner ke milis.
>
> Terima kasih atas kerjasamanya.
> Dengan mengisi kuisioner ini, berarti anda telah
> aktif membantu menyukseskan ASI eksklusif di
> masyarakat kita.
>
> Salam sehat
> Moderator Milis Sehat
>
>
>
======================================================
>
> KUESIONER ASI
>
> Data Pribadi
>
> Nama : Merry Nitalia
>
> Usia : 27 tahun
>
> Jenis Kelamin : Perempuan
>
> PENGETAHUAN
>
> 1.. Apakah Anda pernah memperoleh
> pendidikan/pengajaran mengenai ASI & menyusui?
>
> 1.. Ya (sebutkan dari mana)
> ____Teman, majalah, milis_______________
>
> 2.. Tidak
>
> 2.. Tahukah Anda bahwa pada usia 0-6 bulan
> sebaiknya bayi hanya mengkonsumsi ASI?
>
> a. Ya b. Tidak (Ya)
>
> 3.. Menurut anda, apakah Susu Formula masa kini
> dapat menyamai komposisi dan keunggulan ASI?
>
> a. Ya b. Tidak (Tidak)
>
> 4.. Apakah Rumah Sakit / Bersalin yang Anda
> kunjungi untuk memeriksakan kehamilan memiliki
> klinik laktasi?
>
> a. Ya b. Tidak (Tidak)
>
> 5.. Apakah DSOG/Bidan Anda memberi penjelasan
> mengenai ASI pada saat pemeriksaan kehamilan dan
> menyarankan Anda untuk memberikan ASI Eksklusif?
>
> a. Ya b. Tidak (Tidak)
>
> SAAT KELAHIRAN
>
> 6.. Apa yang dilakukan DSOG / bidan / perawat anda
> setelah bayi Anda lahir?
>
> 1.. Memperlihatkan bayi pada Anda untuk dilihat
> saja (tanpa Anda pegang) (Ya)
>
> 2.. Memberikan bayi pada Anda untuk dipeluk dan
> disusui
>
> 3.. Memandikan bayi
>
> 4.. Bukan salah satu di atas, sebutkan apa
> tindakannya
>
> _____________________
>
> 7.. Kapan Anda pertama kali menyusui bayi Anda
> yang baru lahir?
>
> 1.. 0-30 menit setelah lahir sebelum bayi
> dibersihkan
>
> 2.. 30 menit - 1 jam setelah kelahiran
>
> 3.. 6 jam setelah kelahiran
>
> 4.. 6 - 24 jam setelah kelahiran (Ya)
>
> 5.. Lebih dari 24 jam
>
> 8.. Apakah papan nama di box bayi Anda atau jam
> dinding atau kalender di Rumah Sakit / bersalin ada
> merek Susu Formula? (Tidak)
>
> 1.. Ya (sebutkan merek Susu Formulanya dan nama
> Rumah Sakit/Bersalinnya)
> ____________________________________________________
>
> 2.. Tidak (Tidak)
>
> 9.. Apakah bayi Anda tidur bersama dalam satu
> kamar dengan Anda di Rumah Sakit/ Bersalin (rooming
> in atau rawat gabung), termasuk di malam hari?
>
> a. Ya b. Tidak (Tidak)
>
> 10.. Bila bayi Anda tidak tidur di satu kamar
> dengan Anda atau tidur di kamar bayi, apakah bayi
> Anda diberikan kepada Anda setiap kali bayi ingin
> menyusu, termasuk di malam hari?
>
> a. Ya b. Tidak (Tidak)
>
> 11.. Apakah selama di Rumah Sakit / bersalin bayi
> baru lahir Anda diberikan Susu Formula atau cairan
> lain selain ASI?
>
> 1.. Ya (sebutkan apa yang diberikan)
>
> ___Ya (Susu Formula)
>
> 2.. Tidak
>
> 12.. Apakah pada saat bayi pulang ke rumah, Anda
> dan bayi Anda dibekali contoh / sampel / hadiah dan
> brosur Susu Formula?
>
> a. Ya b. Tidak (Ya)
>
> SUSU FORMULA
>
> 13.. Apakah anda pernah dihubungi oleh bagian
> pemasaran / produsen Susu Formula?
>
> a. Ya b. Tidak (Ya)
>
> 14.. Apa yang Anda lakukan ketika Anda dihubungi
> oleh produsen Susu Formula?
>
> a. Langsung menolak
>
> b. Mendengarkan aau menerima saja semua
> penjelasannya (Mendengarkan saja)
>
> c. Berargumentasi
>
> d. Lainnya, sebutkan
>
>
>
_____________________________________________________
>
> 15.. (Bagi yang mengkonsumsi Susu Formula) Apakah
> Anda mengkonsumsi Susu Formula dari produsen
> tersebut?
>
> a. Ya b. Tidak (Ya)
>
> 16.. Pendapat Anda mengenai promosi Susu Formula
> saat ini:
>
> a. Baik (Cukup)
>
> b. Sedikit meresahkan namun tidak mengganggu
>
>
=== message truncated ===

__________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

2b.

Re: kuisioner ASI & Menyusui

Posted by: "Meutia Chaerani Soemardjan" chaerani@indrani.net   chaerani

Wed Jun 20, 2007 12:12 am (PST)

Bu Novi,

apakah boleh kuesionernya saya publish di blog saya (
http://www.indrani.net ) dan blog ASI http://asi.blogsome.com dan juga
di multiply http://asioke.multiply.com ?

mohon ijinnya.

--- In sehat@yahoogroups.com, "Ade Novita" <anovita@...> wrote:
>
> Dear All
>
> terlampir kuesioner ASI yang dimaksud pada email dr wati (subject
please help) , sampai saat ini baru 139 kuesioner yang masuk
>
> regards
>
> Ade (anovita@...)
>
> ----- Original Message -----
> From: Moderator Milis Sehat
> To: sehat@yahoogroups.com
> Cc: sehat-owner@yahoogroups.com ; 'Ade Novita'
> Sent: Tuesday, June 12, 2007 11:04 AM
> Subject: [sehat] Ikutan isi kuisioner ASI & Menyusui yuk !
>

3.

[oot] Dukung Petisi Online untuk Pelayanan Publik yg Adil dan Berkua

Posted by: "ghozansehat" ghozansehat@yahoo.com.sg   ghozansehat

Tue Jun 19, 2007 9:45 pm (PST)

Mohon maaf Mod....

Bukan memperbanyak thread OOT hari ini......mumpung lagi inget...
Siapa tahu bermanfaat....

Terima kasih

----- Original Message -----
From: "otniel aldi" <pr_otnielaldi@yahoo.com>
To: <orangmedia@yahoogroups.com>; <wartawan_jakarta@yahoogroups.com>;
<mediacare@yahoogroups.com>; <wartawan@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, June 19, 2007 3:06 PM
Subject: [mediacare] Dukung Petisi Online untuk Pelayanan Publik yg Adil dan
Berkualitas SEMANGAT!!!!!

> Dear Temans....
>
> Dukung petisi Online please...
>
>
> Kita lagi mengadvokasi RUU Pelayanan Publik yang ada
> di DPR saat ini, agar RUU itu memihak pada rakyat.
> Penjelasan lengkapnya ada di Linkbwah ini yaaa...
>
> http://yappika.or.id/petisi.php?id=6
>
> Pastinya teman-teman tau bagaimana buruknya kondisi
> pelayanan publik di Indonesia. Sektor pendidikan,
> kesehatan, administrasi kependudukan bahkan
> transportasi menjadi momok yang menakutkan. Semua
> kalangan baik miskin maupun kaya, Direktur sampai
> tukang bajaj sekalipun merasakan betapa buruknya
> Pelayanan Publik kita. Diharapkan RUU ini membantu
> kita untuk bisa memperoleh haknya yaitu Pelayanan
> Publik yg Adil dan Berkualitas.
>
> Dengan mengisi Petisi Online ini berarti anda telah
> berkontribusi dalam mewujudkan Pelayanan Publik yg
> Adil dan Berkualitas.
>
> Klik dibawah ini ya;
>
> >http://yappika.or.id/petisi.php?id=6
>
> Terimakasih untuk dukungannya...
>
>
>
> Best Regards,
>
>
>
> O. Aldi
> Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3)
>

4.

TANYA: sama para Dokter..

Posted by: "pusparini aisya" puspaandi@yahoo.co.id   puspaandi

Tue Jun 19, 2007 10:02 pm (PST)

Dear Drs....

mau tanya banyak neh dok...;
1. usia berapa bayi boleh makan roti (ex. roti tawar), keju, dan yogurt?
2. apakah ada efeknya memakai salep HYDROCORTISONE selama berbulan-bulan?
3. Apakah ada pengaruhnya yang dikonsumsi ibu menyusui terhadap bayinya, misalnya: bayi alergi telur, ibunya jg tidak boleh makan telur?
4. sampai kapan susu formula dapat digunakan setelah kemasannya dibuka, 1 bln atau selama belum beku masih bisa digunakan?

sementara itu dulu, terimakasih banyak atas responnya, maaf kalo sudah pernah dibahas.

Regards,
"bundareiysa"



________________________________________________________
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

5a.

Nilai Leukosit Rendah

Posted by: "Vira Widjaja" vira.widjaja@gmail.com

Tue Jun 19, 2007 10:14 pm (PST)

Dear Doctors & Smart Parents,

Sahabat saya sedang bersusah hati, karena putri tunggalnya (9tahun) tengah
sakit. Sudah cek lab, hasilnya positif typhus tapi ukurannya baru 1:80, jadi
dokter masih belum yakin apa benar2 typhus atau gejala typhus.
Lalu, leukositnya 2600, jauh dibawah batas normal 5000-10,000.

Mohon advise Bapak&Ibu Dokter atas kasus di atas.
Kemungkinan penyakit apakah yang diderita putri sahabat saya? Saat ini dia
sedang bingung karena diminta cek ke hematolog.
Adakah Smart Parents yang punya informasi tentang hal ini? Mohon referensi
hematolog yang baik, khususnya untuk anak2.

Terima kasih banyak sebelumnya!

Salam sehat,
Vira

[Non-text portions of this message have been removed]

5b.

Re: Nilai Leukosit Rendah

Posted by: "Purnamawati" purnamawati.spak@cbn.net.id

Tue Jun 19, 2007 11:34 pm (PST)

Vira
keluhannya apa?
gejalanya apa?
demam berapa lama?
kondisi anaknya bagaimana?
dugaan diagnosiusnya apa?
apa alasan periksa darah?

kalau soal kadar leukosit rendah thok ... ya banyak paling sering sih infeksi virus

widal gak bisa dan jangan dipakai buat menegakkan diagnosis tifus

wati
----- Original Message -----
From: Vira Widjaja
To: sehat@yahoogroups.com
Cc: vira.jk@kaha.com
Sent: Wednesday, June 20, 2007 12:14 PM
Subject: [sehat] Nilai Leukosit Rendah

Dear Doctors & Smart Parents,

Sahabat saya sedang bersusah hati, karena putri tunggalnya (9tahun) tengah
sakit. Sudah cek lab, hasilnya positif typhus tapi ukurannya baru 1:80, jadi
dokter masih belum yakin apa benar2 typhus atau gejala typhus.
Lalu, leukositnya 2600, jauh dibawah batas normal 5000-10,000.

Mohon advise Bapak&Ibu Dokter atas kasus di atas.
Kemungkinan penyakit apakah yang diderita putri sahabat saya? Saat ini dia
sedang bingung karena diminta cek ke hematolog.
Adakah Smart Parents yang punya informasi tentang hal ini? Mohon referensi
hematolog yang baik, khususnya untuk anak2.

Terima kasih banyak sebelumnya!

Salam sehat,
Vira

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

6.

hasil CT scan

Posted by: "Melany, Jeane (SKM)" JMelany@skm.co.id   fadel_ra

Tue Jun 19, 2007 10:24 pm (PST)




Dear Dr. Wati,

Beberapa waktu lalu saudara laki2 saya melakukan CT scan unutk
penyakitnya setelah beberapa hari di rawat di RS, hasilnya adalah
sebagai berikut:

"konsolidasi paru kanan 53,6 dengan kolaps paru dan hydropneumotoraks
disertai fibro infiltrat dengan cincin ektasi di 3, 36, 8, 9."

"TB Paru dengan BE"

"Hydropneumotoraks kanan"

"Hepatomegali + Hepatoma"

(dokter maaf bila tulisan di atas tidak sesuai/jelas, karena ini yang
dikutipkan dari istri saudara laki2 saya tersebut).

Dokter kami ingin tahu mengenai hasil diatas tersebut dan apa suggest
dari dokter untuk penyakit diatas.

Pagi ini menurut istrinya dokter menyarankan untuk pembedahan karena ada
penebalan di paru-paru jadi harus dikikis.

Dok, tolong advicenya kami tunggu....

Seblumnya terima kasih.


Regards,

Jeane

SKM is committed to working with its clients to deliver a sustainable future for all. Please consider the environment before printing this e-mail.
Notice - This message contains confidential information intended only for the exclusive use of the addressee named above. No confidentiality is waived or lost by any mistaken transmission to you. If you have received this message in error please delete the document and notify us immediately.
Any opinion, text, documentation or attachment received is valid as at the date of issue only. The recipient is responsible for reviewing the status of the transferred information and should advise us immediately upon receipt of any discrepancy.
All email sent to SKM will be intercepted, screened and filtered by SKM or its approved Service Providers.

[Non-text portions of this message have been removed]

7.

tanya imunisasi...

Posted by: "ati nurma" nisrina_fitra@yahoo.com   nisrina_fitra

Tue Jun 19, 2007 10:26 pm (PST)

dear sp dan bunda wati,,,,

maaf yach jika pertanyaan ini sudah bosan dibahas dimilis ber-ulang2...
anak saya saat ini berusia 1 th 8 bulan dan imunisasi yg terakhir kali diberikan ke anak saya adalah mmr pada usia 1 th 6 bulan (telat yach.. karena waktu itu msh takut sama efek yg ditimbulkan akibat imunisasi mmr)....
nah sabtu besok, niatnya saya mau meng-imunisasikan lagi anak saya.. tapi saya bingung.. imunisasi lanjutan apa saja yg harus saya berikan...
saya sudah compare jadwal2 imunisasi yg saya punya, harusnya sih hib 4, dpt 4 dan polio 5, benar ga sih? apa masih perlu? apakah imunisasi itu termasuk kategori imunisasi ulangan?
sekedar info, anak saya sudah imunisasi polio 5 kali....
please infonya, agar anak saya ga telat imunisasi lagi....

atie...

---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.

[Non-text portions of this message have been removed]

8.

Pleaseee heeelpp Anakku

Posted by: "hani" hani@sofrecom.co.id   nurulzehani

Tue Jun 19, 2007 10:30 pm (PST)


Dear Sps,

Aku lagi sedih neh..
Sudah hari ke-4 , anakku (Hadin , 21 bulan) rewel sekali , sulit ditenangkan.
Anehnya rewelnya tiba tiba dan berhentinya pun tiba tiba.
Misalnya dia lagi main, tiba2 dia nangis sekenceng2 nya, nendang2, mukul mukul yang nggendong wadooowww
Itu berlangsung beberapa menit. Setelah itu tiba tiba dia diam sendiri dan perhatiannya ke yang lain.
terus waktu mbak nya ngajakin mandi, dia gak mau, marah2 dan tidur di lantai sambil kakinya nendang2 gitu. Tadinya gak pernah seperti ini.
Aku tadinya mikir, mungkin mau tumbuh gigi geraham nya, tapi dulu waktu geraham kiri gak kaya gini. Badannya gak panas, dan aktifitasnya biasa .
Atau sariawan? Gak tuh, aku lihat mulutnya baik2 aja.
Atau mungkin dia lihat anak lain nangisnya begitu, terus dia praktek di rumah? Tapi mainnya sama anak lain yang biasa main, aku lihat anak lain gak begitu.,
Aku bingung , please sharingnya .. aku juga kasian sama mbak nya pegangin dia kalo lagi ngamuk gitu.
Aku butuh banget gimana solusinya

Terimakasih sebelumnya
Hani

[Non-text portions of this message have been removed]

9a.

Re: Sharing & Management ASI

Posted by: "Eka Budhi Hartanty" ekatanty@yahoo.com   ekatanty

Tue Jun 19, 2007 10:35 pm (PST)

Mbak Lulu,

Mau tanya ya. Asi yang diperah itu bisa bertahan berapa lama ya?
Kebetulan aku harus pergi keluar kota selama 2 minggu.
Terima kasih.

lutvita hardiani <lutvitahardiani@gmail.com> wrote:
selamat ya mbak atas kelahiran putranya...

sharing ttg memerah asi supaya cukup ya... kalo aku prinsipnya untuk hari
ini tuh perahan kemarin + perahan tadi pagi... jadi dikantor itu merah min
4x dapat min 400ml (jadi 1x perah pake tangan dapet 100ml) dan sebelum kerja
pagi hari merah dulu sekalian mengosongkan PD supaya ga sakit. dapet 100ml.
kalo pagi hari dah kosong karena dah dimimi ma dede bayi.. aku kompress air
hangat PDnya biasanya langsung ngucur lagi.. kayak tadi pagi karena dah
sakit banget yang PD kiri karena jarang disusui.. akhirnya aku kompress dan
hasilnya dapet 170ml (PD kanan dan kiri).. dan jam 7.30 merah lagi dikantor
dapet 100ml lagi dan rasanya lebih mudah memerahnya kalo sering dikompres
air hangat.. kalo massage kadang ga sempet lg.

semoga membantu

lulu
mami-deven.blogspot.com

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.

[Non-text portions of this message have been removed]

9b.

Re: Sharing & Management AS

Posted by: "lutvita hardiani" lutvitahardiani@gmail.com

Tue Jun 19, 2007 11:55 pm (PST)

ASI yang diperah bisa tahan 3 bulan di freezer dan 8 hari kalo ga salah
dikulkas bawah (CMIIW). tapi aku sih cuma 2 hari aja dikulkas bawah. karena
anakku kayaknya ga terlalu doyan kalo dah lebih dari 2hari di kulkas bawah..

tapi kalo mau pergi keluar kota apa masih sempet nyetok untuk 2 minggu
mbak??
mungkin moms lain ada yang bisa bantu jawab... freezerku aja kayaknya cuma
nampung seminggu-an. dah ga muat lagi.. ada trik2 khusus ga?? biar freezer
muat banyak ASI??

n mbak sisil mau tanya kalo merah malem dapetnya cuma dikit terus nanti pas
dikasih ke baby-nya gimana digabung-gabung ma ASI yang lain gapapa??? aku
biasanya merah malem cuma untuk mengurangi rasa sakit PD tapi malah jadi
jarang diminum karena cuma 30ml aja..

lulu

On 6/20/07, Eka Budhi Hartanty <ekatanty@yahoo.com> wrote:
>
> Mbak Lulu,
>
> Mau tanya ya. Asi yang diperah itu bisa bertahan berapa lama ya?
> Kebetulan aku harus pergi keluar kota selama 2 minggu.
> Terima kasih.
>
> l
>

[Non-text portions of this message have been removed]

9c.

Re: Sharing & Management AS

Posted by: "caeciliapudjiastuti" caeciliapudjiastuti@yahoo.com   caeciliapudjiastuti

Wed Jun 20, 2007 12:15 am (PST)

dear lulu,
diperlakukan kayak memerah asi di kantor aja sih. kadang di kantor kan
dapet sedikit juga, bisa disatuin asal suhunya sama. jadi kalau cuma
dapet 10 cc, taruh kulkas aja dulu, nanti 2 jam lagi memerah dapet
dikit taruh kulkas dulu, kalau suhu sama baru disatuin. Ga masalah kok
selama masih dalam kurun waktu 24 jam. Lagipula itu cuma 2-3 jam kan.

Kadang stok di freezer pun isinya ada yg cuma 20-30 cc, daripada
kebuang, sedikitpun aku sayang2 dan simpan dengan baik. Makanya
menyusui pun aku tadahi PD yang satu demi tak ada asi yang terbuang.
Ketika memberikan mungkin ibuku sering juga menyatukan yang isinya
sedikit, tapi karena diberikan berurutan menurut aku jarak antas
perahannya kan tidak jauh. Selama ini tidak ada masalah pada anakku.

sisil
-dengan rutin memerah, asi lancar, stok banyak, anak puas hehehe

10a.

Re;[Tanya] BB anak tidak naik2 & anak blm lancar bicara,plis help??

Posted by: "irma1710" irma1710@yahoo.com   irma1710

Tue Jun 19, 2007 10:57 pm (PST)

Mbak kirana bisa aja,namanya jg ortu pastilah gak mau anaknya kenapa2,
lagian aku gak panik2 amat kan??? he he...
trus klo dibilang pendiem,gak juga sih malah bbrp orang bilang aku
kritis, kalo nanya2 maunya detil. Terus anak ke-2ku Saffa (8 bln)
malah lebih banyak ngocehnya, kalo aku ajak ngomong dia nyautin, apa
aja walau gak jelas sama sekali. (minimal ada suara yang keluar tanda
dia ngerespon, gak kayak abangnya). Emang tiap anak itu beda & unik
dan sama sekali gak boleh dibanding2kan. Mungkin nanti ada waktunya,
anakku Fatih ngomongnya lancar. sambil aku tetap sabar bimbing &
ngajarin dia. Doain yach SP….
Thanks.
Irma

11.

(News) Osteoporosis Hits Men, Too

Posted by: "Dolly G. Malda" dolly_pippo_1999@yahoo.com   dolly_pippo_1999

Tue Jun 19, 2007 11:01 pm (PST)

Osteoporosis Hits Men, Too But it's under-treated and under-researched.by Robert W. Lash, M.D.
More than 2 million American men have osteoporosis, and an additional 12 million are at risk, according to the National Osteoporosis Foundation. Male osteoporosis seems to be a disease ahead of its time: under-diagnosed, under-treated, and under-researched. Data from NIH's ongoing National Health and Nutrition Examination Survey indicate that the number of men affected will roughly double to nearly 5 million men by 2020. A study in the Archives of Internal Medicine confirms the lack of awareness regarding male osteoporosis, with fewer than three percent of men, compared with 42 percent of women, receiving treatment.

Despite the large number of men affected, male osteoporosis is often a back-burner issue, as physicians and patients concentrate on hypertension, diabetes, and prostate problems. Thus, osteoporosis may remain clinically unnoticed until fractures occur, which may be too late for some patients, as the mortality rate for men with hip fractures (31 percent) is double that of women (17 percent). (These numbers are age-dependent: far lower for a 30-year-old who falls skiing, and a bit higher for a 95-year-old man who falls in the bathroom.)
Men have more dense bone, which is why fewer men than women are affected by osteoporosis, and why they usually present ten years later. Risk factors for osteoporosis in men include heredity, smoking, excessive alcohol use, low calcium intake, inadequate physical exercise, prolonged exposure to certain medications (such as steroids to treat asthma or arthritis), and disorders that decrease testosterone levels. Like women, men should be thinking about osteoporosis if they notice a loss of height, change in posture, or the sudden onset of severe back pain. Fractures that occur in the absence of a fall or trauma should also raise suspicions.
The good news is that bone loss and fracture risk can both be reduced by taking up healthy habits—an improved diet and weight-bearing exercise. Most American men have an inadequate daily calcium intake, so be sure to have a daily elemental calcium intake of about 1200 milligrams. Vitamin D is also important for strong bones, and men should have between 10 and 20 micrograms (400 and 800 international units) each day. Treatment with bisphosphonates, which has been shown to increase bone density, should be discussed with a physician. Male osteoporosis is on the rise, but there are steps you can take to keep you and your bones healthy. If you think you're at risk, make sure you talk about it with your doctor. It's the "manly" thing to do.

Discover Magazine
www.discovermagazine.com

---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

12.

FW: File - COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS.doc

Posted by: "sAmSul" samsulna@gmail.com   samsul_na

Tue Jun 19, 2007 11:03 pm (PST)



-----Original Message-----
From: sehat-owner@yahoogroups.com [mailto:sehat-owner@yahoogroups.com] On
Behalf Of Dyah
Sent: Wednesday, June 20, 2007 11:57 AM
To: 'sehat Moderator'
Subject: RE: File - COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS.doc

Dear Sehat,

Usia saya 27 thn seorang karyawati swasta, baru memiliki anak usia 5.5
bulan...
Anak saya sudah tidak mau minum ASI sejak usianya 3.5 bulan. Pada saat itu
anak saya mengalami batuk dan pilek sehingga dia susah mengatur nafas disaat
minum ASI. Saya sudah mensiasatinya memasukan ASI ke botol, tapi tetap saja
anak saya tidak mau

Dari usia 3 bulan sampai saat ini anak saya sering sekali sakit2an. Batuk,
pilek, demam, bahkan seminggu yang lalu baru keluar dari rumah sakit
dikarenakan diare. Dirawat selama 5 hari...

Saya sangat bingung dan cemas sekali menghadapi anak saya dengan kondisi
seperti ini...

Pls saya mohon info dan saran untuk meningkatkan daya tahan tubuh selain ASI
mengingat anak saya sudah tidak mau ASI

Terima kasih sebelumnya

Thanks "N B. Rgds,
Dyah
PT Uni Enlarge Industry Indonesia
Ph. 62-21-44820064 Ext. 220
Fax. 62-21-44831425

13a.

Re: Tindik telinga bayi

Posted by: "Wahyu Wijiantari" wahyuwij@nec.co.id

Tue Jun 19, 2007 11:07 pm (PST)

Kalau dah 20 bulan ditindik bisa gak ya?
Tadinya aku gak pengen kasih tindikan, tapi lama2 kurang pas kalau anak perempuan gak dipakein anting. Jadi kayak anak laki2, apalagi anaknya tomboi.

----- Original Message -----
From: Titin Yunaini
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 20, 2007 7:49 AM
Subject: Re: [sehat] Tindik telinga bayi

m' frida, sekedar sharing ya, my tiza (4m16d) dah ditindik dari umur 2 bln, ni aj dah telat kata tetangga, he..he..
kemaren tiza ditindik di RS tempet lahirannya tapi dgn bidan aj, nggak dokter, pada bisa kok, ada alat khusus tu tuk masukin anting sekalian langsung tindik, sebelumnya telinga sikecil dipencet ampe putih n dikasih salep biar nggak banyak keluar darah n nggak infeksi.
tiza sih sempet nangis juga, tapi cuman bentar, all prosesnya nggak makan waktu lama paling 15 mnt dari nyiapin ampe selesai.
so bisa ditanyain ke bidan2 r RS yang deket dgn m' frida biasanya di BKIA (bagian klinik ibu n anak) ada kok fasilitas tsb, biayanya juga nggak mahal kalo disini.

tu aj sekedar infonya, moga bermanfaat

titin ~ bundanya tiza

----- Original Message -----
From: Frida Sannaria S
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, June 19, 2007 5:02 PM
Subject: [sehat] Tindik telinga bayi

Dear Sp's,

Mau tanya, saya punya bayi perempuan 4.5 bln.
Tetangga saya kmrn tanya,kok blm ditindik...
saya pikir sih masih kekecilan, kan kasihan klo ditindik.
Tp dia bilang klo masih kecil malah dia gak bkl terlalu sakit....
bener gak ya?
Trus klo mau ditindik, ada yg punya referensi dimana saya bisa tindik bayi.

Makasih.
frida

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

14a.

Re: Hasil Putusan MK terhadap UU Pratek Kedokteran

Posted by: "Endah" endah182@yahoo.com

Tue Jun 19, 2007 11:18 pm (PST)

----- Original Message ----
From: R M A <rajendra.ma@gmail.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 20, 2007 9:01:35 AM
Subject: [sehat] Hasil Putusan MK terhadap UU Pratek Kedokteran

waduh....
jadi membayangkan, nanti seorang dokter baru lulus sekolah
gak perlu ada surat ijin praktek langsung bisa buka praktek, dan
begitu juga dokter yang males belajar, tetp kekeuh menjalankan praktek
kedokteran berdasarkan buku-buku yang sudah masuk museum tidak perduli
adanya protokol baru dalam pengobatan penyakit tersebut.
Dan jika ternyata akibat praktek kedokteran yang seperti itu menjadi
fatal buat pasien...?
gak ada yang bertanggung jawab, karena dokter boleh praktek meskipun
gak pakai SIP atau STR.
Dokter boleh gak menambah ilmu karena yang rugi adalah dokter dan
bukan pasien...

Gak mungkin lah .. SIP itu udah dari jaman nenek moyang dulu juga udah ada .. gak mungkin dokter gak punya SIP. Cuma caranya mendapatkan SIPnya itu yang beda-beda.

Menambah ilmu pengetahuan itu relatif penilaiannya. Ada dokter yang rajin simposium (dan menambah nilai angka kredit) tapi di sana tidur, atau ada dokter yang gak sempet ke simposium (karena gak punya uang buat bayar atau karena terlalu jauh tempatnya, atau karena harus praktek .. kalo gak praktek berarti gak makan) tapi rajin update ilmu via internet. Nah lho .. pilih mana ? Tapi gak usah khawatir, praktek kedokteran itu ada standar-nya, di tiap rumah sakit itu ada standar pelayanan medis yang harus dipatuhi. Dokter praktek pribadi juga punya standar pelayanan medis yang diatur oleh organisasi profesinya.

waduh, nanti kalo saya pilih dokter, saya harus tanya, dokter update
gak dengan perkembangan pengetahuan ilmu kedokteran terbaru....?
buktinya apa..? Dan berarti sayapun harus update juga, untuk lebih
meyakinkan.. . lalu kalo begitu untuk apa saya ke dokter...? Lebih baik saya
sendiri yang jadi dokter, khan gak perlu SIP/STR...

Dibalik ijasah seorang dokter .. terdapat masa sekolah yang cukup panjang .. 4 tahun kuliah ditambah 2 tahun ko-asisten. Untuk spesialis ditambah minimal 4 tahun residensi selama 24 jam per hari 7 hari seminggu. Jadi, ada art, skill dan hal-hal lain yang gak bisa tergantikan oleh seorang awam yang baca internet. Paling yang kurang dari seorang dokter adalah nurani dan kejujuran :-) Itu gak ada mata kuliahnya, tapi ditempa dari pengalaman dan kepribadian.
Endah

Recent Activity
36New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Health care software
Corporate wellness
Wellness product
Health care information technology
Pet health care
Healthy Eating
A Yahoo! resource
for families on
how to eat healthy
Healthy Eating
A Yahoo! resource
for families on
how to eat healthy
Yahoo! Travel
Find Great Deals
Flights, Hotels,
Cars, Cruises....

__________________________________________________________
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469

[Non-text portions of this message have been removed]

14b.

Re: Hasil Putusan MK terhadap UU Pratek Kedokteran

Posted by: "R M A" rajendra.ma@gmail.com   marulli_mohamad

Wed Jun 20, 2007 12:21 am (PST)

To Ibu Endah...

Soal SIP
Mudah-mudahan tetep seperti itu bu....
mudah-mudahan IDI, IDAI atau depkes tetep bisa mengontrol dokter....
karena pasal pidana (bak penjara maupun denda) sudah dihapus oleh MK, saya
masih ragu alat apa yang nanti dipakai untuk mengontrol dokter...
dicabut Ijin Prakteknya...
lha wong dia bisa praktek tanpa adanya ijin kok....
gak ada sanksi pidananya....

Mengenai ilmu pengetahuan, saya yakin sekali dokter itu pinter-pinter, sudah
sekolah 4 tahun ditambah koas belum lagi kalo ambil spesialisasi. Tapi
dengan menghapuskan kewajiban untuk menambah ilmu
pengetahuan takutnya dan tidak ada sanksi untuk itu apalagi dengan
embel-embel jika tidak menambah ilmu pengetahuan maka yang dirugikan
adalah dokter itu sendiri dan bukan pihak lain
(baca pasien) maka dokter bisa saja seenaknya melakukan praktek
kedokteran berdasarkan standart yang sudah kedaluarsa.
Mungkin kalau di RS bisa diatur (ada standar) tapi kalau yang praktek
pribadi apakah bisa organisasi profesi IDI atau IDAI atau yang lain
melakukan kontrol terhadap anggotanya..?
dicabut ijin-nya..?
gak pakai ijin dan gak nyantumin ijin juga bisa praktek kok...

kecuali, IDI bikin press release atau selebaran daftar black list dokter,
maka dokter akan nurut, karena gak ada cash inflow, tapi kalo gak ada
seperti itu, pasien gak akan tahu, mana dokter yang punya ijin, mana dokter
yang update, dll.
Liatnya cuma satu dokter ini laris, pasti dokter mumpuni, padahal obatnya AB
semua, semua penyakit harus pakai AB.
walah!

Ayah Dhifa

--
R M A

[Non-text portions of this message have been removed]

15a.

Re: Tanya resep

Posted by: "upy" hrd@pikhospital.co.id

Tue Jun 19, 2007 11:28 pm (PST)

Mba tini... maaf nih aku cuma mau komentar...
obatnya banyak banget yak..... :(

anakku (2thn 4 bln)juga pernah, kotoran telinganya mandek di dalem telinga ... karena takut (belum ikut milis) aku bawa ke tht... alhamdulillah ga dikasih obat minum apapun... cuma di vacuum aja, biar kotorannya keluar ...

Kalo masalah makan....udah sering dibahas tuh mba..
ga perlu vitamin,,, ibunya aja yang pinter2 muter otak buat bikin menu... biar anaknya mau makan...kadangkala Rafa juga suka 'emoh' makan....
sekarang sih aku ga pusing... nanti kalo laper juga dia minta makan...hehehe..

maaf yah kalo ga membantu... nanti pasti banyak masukan dari bunda dan yanda yang lain ... cmiiw

Note :
masih bouncing gak yah ???
----- Original Message -----
From: Hartini Suhermawati
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 20, 2007 10:19 AM
Subject: [sehat] Tanya resep

Dear SP & Dokter,

Anak teman saya 2,5 tahun di telinga kirinya ada kotoran namun dalam sekali sehingga tidak bisa dibersihkan dengan cotton bud, dan kemarin dibawa ke Dr Sugianto wiriandinata, SpA. RS. Siloam LIPPO-Cikarang
dan diberikan resep sbb berikut :

R/ TARIVID OTIC DROPS FL I ==> kata dokternya di kasih untuk 3 hari saja.

S 2 DD 3 GTT AS

..........................................................DET

R/ ORGABOLIN TABLET 2MG ¼ TB

COBAZIM CAPSUL 1000 MCG ½ CA

PRONICY TABLET 4 MG ½ TB

EQUAL GRANUL SACHE QS

MF P DTD NO XXX

S 1 DD I P

.........................................................DET

R/ BIOSTRUM SYRUP 100 ML FL I

S 1 DD O CTH

.......................................................DET

resep No 2 & 3 untuk nafsu makan katanya, karena akhir2 ini nafsu makan berkurang namun susunya kuat. Dari segi berat badanya pas (sesuai dengan umurnya ) kata dokternya. Sekarang berat badan anak temanku 13 kg umur zufar 2,5 th. Katanya ngitungnya berat badan ideal : 2 x 2,5 + 8 = 13 .

Bisa minta tolong efek dari obat2an tersebut, sebelum memutuskan apakah akan ditebus atau tidak ?

Thanks

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

16a.

Re: Fw: BUAT EVA LASE ...[sehat] [repost]Cough, cold medications can

Posted by: "eva lase" evalase@yahoo.com   evalase

Tue Jun 19, 2007 11:33 pm (PST)

Wah Dok, saya baru baca, serem banget sih....
Udah terlanjur di kasih..... :( Next time saya gak lagi deh....

Purnamawati <purnamawati.spak@cbn.net.id> wrote:
Buat Eva lase yang tanya obat pilek ...

----- Original Message -----
From: caeciliapudjiastuti
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 14, 2007 2:46 PM
Subject: [sehat] [repost]Cough, cold medications can kill young children

maaf, malah ketinggalan artikelnya. Mudah2an berguna. thanks ayah ghozan.

sisil

Cough, cold medications can kill young children
By FC/CDC
Mar 2, 2007 - 8:02:35 AM

News Summary

The Food and Drug Administration is reviewing the risk and benefits of
popular
cough and cold remedies indicated for young children, a top official
was cited
as saying by the New York Times.

The official, Dr. Charles J. Ganley, director of the office of
nonprescription
drug products at the FDA told the Times that â?oweâ?Tre particularly
concerned
about the use of these drugs in children less than 2 years of age.�

At high doses, the ingredient(s) in cold medicines can affect the
heartâ?Ts
electrical system, leading to arrhythmias. Some medicines affect the blood
vessels, potential leading to hypertension and stroke. Children may
get injured
even at recommended doses.

A recent report by the Centers for Disease Control and Prevention
found that
between 2004 and 2005 at least 1,519 children under the age of 2 years
suffered
serious health problems after using common cough and cold medications.
Three
died from implications of such drugs.

But the FDA said it could not expect new regulations in response to a
petition
filed by prominent pediatricians and public health officials that
demands that
drug makers stop marketing those cough and cold medications to
children under
age 6.

The petition was said to claim that those cold and cough remedies do
not work
and can only cause harm to children. Doctors said many popular
medicines such
as Toddlerâ?Ts Dimetapp, Infant Triaminic and Little Colds should not
be given
to children younger than age 6 although they are marketed to children
as young
as 2.

Quite shockingly, the Times reports that many of the medicine in those
worthless
products did not receive thorough safety review by the FDA.

For the full news report by The New York Times, read U.S. Reviewing
Safety of
Childrenâ?Ts Cough Drugs .

The following is the report published by the CDC regarding the cough
and cold
medications.

Infant Deaths Associated with Cough and Cold Medications --- Two
States, 2005
Cough and cold medications that contain nasal decongestants,
antihistamines,
cough suppressants, and expectorants commonly are used alone or in
combination
in attempts to temporarily relieve symptoms of upper respiratory tract
infection
in children aged <2 years. However, during 2004--2005, an estimated 1,519
children aged <2 years were treated in U.S. emergency departments for
adverse
events, including overdoses, associated with cough and cold
medications.* In
response to reports of infant deaths after such events, CDC and the
National
Association of Medical Examiners (NAME) investigated deaths in U.S.
infants aged
<12 months associated with cough and cold medications. This report
describes the
results of that investigation, which identified deaths of three
infants aged <6
months in 2005, for which cough and cold medications were determined
by medical
examiners or coroners to be the underlying cause. The dosages at which
cough and
cold medications can cause illness or death in children aged <2 years
are not
known. Food and Drug Administration (FDA)-approved dosing
recommendations for
clinicians prescribing cough and cold medications do not exist for
this age
group. Because of the risks for toxicity, absence of dosing
recommendations, and
limited published evidence of effectiveness of these medications in
children
aged <2 years, parents and other caregivers should not administer
cough and cold
medications to children in this age group without first consulting
health-care
provider and should follow the provider's instructions precisely ( 1).
Clinicians should use caution when prescribing cough and cold
medications to
children aged <2 years. Moreover, clinicians should always ask
caregivers about
their use of over-the-counter combination medications to avoid overdose in
children from multiple medications that contain the same ingredient.

In January 2006, NAME, in collaboration with CDC, initiated an e-mail
inquiry,
requesting reports of deaths in infants aged <12 months for which
cough and cold
medications were determined as the underlying cause. To identify
additional
cases, CDC examined media and medical-journal reports of infant deaths
suspected
to be linked to cough and cold medications during 2005. A total of 15
local
medical examiners in 12 U.S. states and Canada responded to the NAME
survey.
However, no cases other than those from media and published reports were
identified. From these reports, CDC identified three cases of infant
deaths in
two states during 2005 that were determined by a medical examiner or
coroner to
have been caused by cough and cold medications (Table 1).

The three infants ranged in age from 1 to 6 months; two were male. All
three
infants had what appeared to be high levels of pseudoephedrine (a nasal
decongestant) in postmortem blood samples. The blood levels of
pseudoephedrine
ranged from 4,743 ng/mL to 7,100 ng/mL.â? One infant (patient 2) had
received
both a prescription and an over-the-counter cough and cold combination
medication at the same time; both medications contained
pseudoephedrine (Table
1). The other two infants also had received pseudoephedrine-containing
medications (one prescription and one over the counter). Two of the
infants
(patients 1 and 2) had been administered prescription medications
containing
carbinoxamine (an antihistamine), although neither had detectable
postmortem
blood levels of carbinoxamine. Two of the infants (patients 2 and 3) had
detectable blood levels of dextromethorphan (a cough suppressant) and
acetaminophen (an antipyretic and analgesic).

All three infants were found dead in their homes. Autopsy and medical
investigation records were obtained. A medical examiner or coroner
determined
that cough and cold medication was the underlying cause of death for
each of the
three. None of the deaths were determined to be intentional. On
autopsy, two of
the infants (patients 1 and 2) had evidence of respiratory infection; no
abnormalities in cardiac pathology were revealed in any of the infants.

Reported by: Pediatric Toxicology Committee and Data Committee,
National Assoc
of Medical Examiners. A Srinivasan, MD, D Budnitz, MD, N Shehab,
PharmD, Div of
Healthcare Quality Promotion, National Center for Preparedness,
Detection, and
Control of Infectious Diseases (proposed); A Cohen, MD, EIS Officer, CDC.

Editorial Note:
Cough and cold medications (Table 2) are in widespread use to treat
children,
and the overall incidence of reported adverse events has been low. An
estimated
1,519 children aged <2 years were treated for adverse events from such
medications during 2004--2005; infant deaths, although rare, also have
been
reported ( 2--4). The cases described in this report suggest that such
deaths
continue to be reported and underscore the need for clinicians to use
caution
when prescribing and caregivers to use caution when administering
cough and cold
medications to children aged <2 years.

In children aged >2 years, FDA approval of the use of over-the-counter
cough and
cold medications is based on review of safety and efficacy data by an
external
advisory review panel. However, in children aged <2 years, systematic
reviews of
controlled trials of over-the-counter cough and cold medications have
concluded
they are not more effective than placebo in reducing acute cough ( 5)
and other
symptoms of upper respiratory tract infection ( 6). Because of the
unproven
efficacy of the cough suppressants codeine and dextromethorphan in young
children and the potential for adverse events, in 1997 the American
Academy of
Pediatrics issued a policy statement advising that parents should be
educated
regarding the lack of antitussive effects, risk for adverse events, and
potential for overdose in children from these medications ( 7). In
2006, the
American College of Chest Physicians released clinical practice
guidelines for
management of cough, advising health-care providers to refrain from
recommending
cough suppressants and other over-the-counter cough medications for young
children because of associated morbidity and mortality ( 8).

In addition to advising caregivers and health-care providers regarding
the risks
of administering cough and cold medications to children aged <2 years,
public
health officials have taken steps to improve the safety of these
medications. On
June 8, 2006, FDA took enforcement action to stop the manufacture of
carbinoxamine-containing medications that had not been approved by the
agency;
FDA noted that many of the medications were inappropriately labeled
for use in
infants and young children despite safety concerns regarding use of
carbinoxamine in children aged <2 years ( 9). Although manufacturers were
required to cease production by September 6, 2006, some products might
still be
in distribution. In another action, the availability of
pseudoephedrine-containing medications has been affected by the
federal Combat
Methamphetamine Epidemic Act, which was signed into law March 9, 2006.
This act
bans over-the-counter sales (but permits behind-the-counter sales in
limited
amounts) of cold medications that contain pseudoephedrine, which can
be used to
make methamphetamine. Because of this act, pseudoephedrine has been
removed as
an ingredient in many cough and cold medications and replaced with
other nasal
decongestants. However, some pediatric cough and cold medications
containing
pseudoephedrine still might be sold behind the counter. As an
alternative to
pseudoephedrine and other nasal decongestants, caregivers might consider
clearing nasal congestion in infants with a rubber suction bulb;
secretions can
be softened with saline nose drops or a cool-mist humidifier.

Few data exist regarding the therapeutic or toxic levels of cough and cold
medications in children aged <2 years ( 2,3,10). Blood levels of cough
and cold
medications revealed in postmortem studies might not reflect levels in the
bloodstream at the time of administration ( 1). However, in this
report, the
blood levels of pseudoephedrine found in the three patients aged 1--6
months
were approximately nine to 14 times the levels resulting from
administration of
recommended doses to children aged 2--12 years.

The findings in this report are subject to at least two limitations.
First,
because no universally accepted criteria exist for attributing deaths
to cough
and cold medications, the cause of death in these cases was based on
the report
of the medical examiner or coroner. However, the actual cause of death
might
have been overdose of one drug, interaction of different drugs, an
underlying
medical condition, or a combination of drugs and underlying medical
conditions.
Second, the findings are limited by the low response rate and absence of
identified cases from the NAME survey, which might underestimate the
number of
deaths in infants attributed to cough and cold medications.

No FDA-approved dosing recommendations exist for administering
over-the-counter
cough and cold medications to children aged <2 years, and proper
dosing for
children in this age group has not been studied. Instructions on
over-the-counter medications advise consumers to "consult a doctor"
for children
in this age group ( 1). Suggested dosing for some cough and cold
medications can
be found in parenting and prescribing guides, and clinicians commonly
extrapolate a dose based on the weight or age of children aged <2
years from
dosing guidelines for adults and older children ( 7). Such
extrapolation is
based on the assumption that the pathophysiology of the disease and
the effects
of the drug are similar in adult and pediatric patients.

Caregivers and clinicians should be aware of the risk for serious
illness or
fatal overdose from administration of cough and cold medications to
children
aged <2 years. Caregivers should only administer cough and cold
medications to
children in this age group when following the exact advice of a clinician.
Clinicians should be certain that caregivers understand 1) the
importance of
administering cough and cold medications only as directed and 2) the
risk for
overdose if they administer additional medications that might contain
the same
ingredient. Caregivers should always inform their health-care
providers of all
medications they are administering to a child.

Acknowledgment

This report is based, in part, on contributions by the Food and Drug
Administration.

References
1.. Food and Drug Administration. Cold, cough, allergy,
bronchodilator, and
antiasthmatic drug products for over-the-counter human use. 21 CFR
Part 341
(2006).
2.. Gunn VL, Taha SH, Liebelt EL, Serwint JR. Toxicity of over-the-counter
cough and cold medications. Pediatrics 2001;108:E52.
3.. Marinetti L, Lehman L, Casto B, Harshbarger K, Kubiczek P, Davis J.
Over-the-counter cold medications---postmortem findings in infants and the
relationship to cause of death. J Anal Toxicol 2005;29:738--43.
4.. Boland DM, Rein J, Lew EO, Hearn WL. Fatal cold medication
intoxication in
an infant. J Anal Toxicol 2003;27:523--6.
5.. Schroeder K, Fahey T. Over-the-counter medications for acute cough in
children and adults in ambulatory settings. Cochrane Database Syst Rev
2004(4):CD001831.
6.. Smith MB, Feldman W. Over-the-counter cold medications. A critical
review
of clinical trials between 1950 and 1991. JAMA 1993;269: 2258--63.
7.. Use of codeine- and dextromethorphan-containing cough remedies in
children. American Academy of Pediatrics. Committee on Drugs. Pediatrics
1997;99:918--20.
8.. Irwin RS, Baumann MH, Bolser DC, et al. Diagnosis and management
of cough
executive summary: ACCP evidence-based clinical practice guidelines.
Chest 2006
Jan;129(1 Suppl):1S--23S.
9.. Food and Drug Administration. Carbinoxamine products; enforcement
action
dates. Federal Register 2006;71:33462.
10.. Hanzlick R. National Association of Medical Examiners Pediatric
Toxicology (PedTox) Registry Report 3. Case submission summary and
data for
acetaminophen, benzene, carboxyhemoglobin, dextromethorphan, ethanol,
phenobarbital, and pseudoephedrine. Am J Forensic Med Pathol
1995;16:270--7.
source:
http://foodconsumer.org/7777/8888/Non-f_ood_Things_27/030208022007_Infant_Deaths\
_Associated_with_Cough_and_Cold_Medications.shtml


FDA Puts Kids' Cough Remedies Under the Microscope

By Neil Osterweil, Senior Associate Editor, MedPage Today
Reviewed by Robert Jasmer, MD; Associate Clinical Professor of Medicine,
University of California, San Francisco
March 02, 2007

Add Your Knowledgeâ"¢ Additional General Pediatrics Coverage

ROCKVILLE, Md., March 2-- The FDA is casting a weather eye on
over-the-counter cough and cold remedies for children, looking into
the possible
risks of such nostrums for infants and toddlers.

The agency is responding to a citizen's petition filed by a panel of
pediatricians and public health experts with the agency on March 1. The
petitioners sent an advance copy to the New York Times, prompting the
agency to
hold a press briefing outlining its plans.
Action Points

a.. Explain to interested patients that there is no evidence of efficacy
for over-the-counter cough remedies and they nay be hazardous to young
children.
"We have been looking at this issue internally with regard to the safety
and efficacy of cough/cold products in children," said Charles Ganley,
M.D.,
director of the office of non-prescription products at the Center for Drug
Evaluation and Research.

"This really started early last year when there were some deaths reported
in children in the central United States, in the same county, with the
use of a
product called carbinoxamine," Dr. Ganely said. "After further review
of this it
was determined there were unapproved drug products on the market that
contained
carbinoxamine."

Last June, the FDA ordered some 120 cough and cold medicines that contain
carbinoxamine off store shelves. The two approved carbinoxamine-containing
products can continue to be sold legally, the agency said.

The FDA said there is no evidence that carbinoxamine is safe for children
under age two, yet dozens of cough drops and syrups marketed for
infants and
toddlers contained the compound. Twenty-one deaths have been reported
among
children under age two who took carbinoxamine products, the agency said

In January of this year, the CDC announced that other prescription and
over-the-counter cough and cold remedies had been linked to the deaths
of three
infants.

The infants, two boys and a girl from the ages of one to six months, were
all found to have high levels of the nasal decongestant
pseudoephedrine in their
blood at autopsy, reported Arjun Srinivasan, M.D., and colleagues, in
the Jan.
12 issue of Morbidity and Mortality Weekly Report.

Two of the children had detectable blood levels of the cough suppressant
dextromethorphan and the analgesic acetaminophen (Tylenol), the
investigators
added.

The blood levels of pseudoephedrine in the children were nine to 14 times
higher than those resulting from the recommended doses of the
decongestant in
children who are ages two to 12 years.

"Because of the risks for toxicity, absence of dosing recommendations, and
limited published evidence of effectiveness of these medications in
children
ages younger than two years, parents and other caregivers should not
administer
cough and cold medications to children in this age group without first
consulting a health-care provider and should follow the provider's
instructions
precisely," the investigators wrote.

The citizen's petition, filed by 15 pediatric health experts, calls on the
FDA to order a halt to marketing OTC cough and cold remedies for
children under
six, citing a lack of evidence of efficacy, and concerns about safety.

On the basis of its experience with carbinoxamine, the FDA had already
decided to conduct an internal review to see if their were similar
problems with
other OTC products.

"It wasn't just looking at adverse events in children less than two years
of age, but also all children for which the products have been
marketed legally
for the last 30 years or so," Dr. Ganley said.

He noted that the products, most of which have been on the market for
decades, were typically evaluated for efficacy by extrapolating from
adult data,
and not with pharmacokinetic and pharmacodynamic studies in children.

"I think the important thing to note here is that are millions of doses of
OTC cough/cold drug products that are used on a weekly basis by
children very
safely," he said. "If the directions are to ask your doctor or consult
a doctor
prior to use in a specific age group, the parents need to adhere to that."

Industry trade groups agreed with Dr. Ganley's assertion.

"Millions of Americans safely and effectively use OTC cough and cold
medicines every year--both for themselves and for their families,"
said Linda A.
Suydam, president of the Consumer Healthcare Products Association, in a
statement. "These medicines have been found safe and effective by the
FDA and
are the same medicines that families have safely relied upon for
decades to help
relieve cough and cold symptoms and make their children feel better."

But in guidelines issued last year, the American College of Chest
Physicians strongly recommend against the use of OTC cough and cold
medications
in children 14 years-old and younger.

"Cough is very common in children. However, cough and cold medicines are
not useful in children and can actually be harmful," said guidelines chair
Richard S. Irwin, M.D., of the University of Massachusetts Medical
School in
Worcester, Mass. "In most cases, a cough that is unrelated to chronic lung
conditions, environmental influences, or other specific factors, will
resolve on
its own."

source: http://www.medpagetoday.com/Pediatrics/GeneralPediatrics/tb/5182

Warnings sought on kids' cold medicine
By ANDREW BRIDGES

BW Exclusives
a.. The Man WhoMentoredClarence Thomas
b.. Homing In on Trading Abuses
c.. Hugging the Tree-Huggers
d.. Forget Davos: I'm Booked Up for TED
e.. Buffett's Ultimate Pick for Berkshire
Story Tools
a.. order a reprint
b.. digg this
c.. save to del.icio.us

WASHINGTON

Government health officials said Friday they are reviewing whether popular
medicines like Tylenol Plus Cold & Cough and Infant Triaminic Thin
Strips are
safe and effective in treating children's colds and coughs.

Disclosure of the ongoing review, which will take months to complete, came
as critics charged that many over-the-counter cough and cold remedies
can harm
toddlers and preschoolers. Those critics, including public health
officials and
pediatricians, are pushing the government for stricter warnings to prevent
life-threatening overdoses.

"We have been looking at this issue internally with regard to the safety
and efficacy of the use of these products in children," Dr. Charles
Ganley,
director of the FDA's office of nonprescription drug products, told
reporters as
he responded to a petition filed Thursday by city of Baltimore
officials and
others. The review covers medicines that include decongestants,
antihistamines,
cough suppressants and expectorants.

The petition is far from the first warning about tots using the medicines.
The American Academy of Pediatrics began issuing those warnings to
parents in
1997. And just two months ago, the Centers for Disease Control and
Prevention
reported that more than 1,500 toddlers and babies wound up in
emergency rooms
over a two-year period because of the drugs. The study's authors told
parents to
consult a doctor before giving the remedies to children under age 2.

In fact, the labels of every cough and cold remedy already caution parents
to do just that, said Linda A. Suydam, president of the Consumer
Healthcare
Products Association, which represents makers of over-the-counter, or OTC,
medicines.

"OTC cough and cold remedies have a long history of safety when used
according to the label. The most important information for all
consumers is that
OTC medicines are real medicines and must be used according to the label
instructions at all times," Suydam said in a statement.

Still, product packaging often bears images of children apparently much
younger than 2, as well as terms like "infant" and "baby." The petitioners
called that misleading, adding that the average drug store stocks more
than 30
such products.

Concentrated Tylenol Plus Cold & Cough, for instance, includes a picture
of a mother and infant, even though its label recommends asking a
doctor before
using in children younger than 2. Manufacturer McNeil Consumer Healthcare
reiterated that advice in a statement. A spokeswoman declined to comment
further.

The FDA has never approved dosing recommendations for the 0-2 age group
for the drugs. Nor is it known just how much of their various
ingredients it
would take to injure or kill children that young, according to the CDC.

The petition asks the FDA to go further and require that labels say the
products shouldn't be used to treat children younger than 6.

In Maryland alone, roughly 900 children 4 and younger overdosed on the
medicines in 2004, according to the new petition. In Baltimore, the
medical
examiner has linked the products to the deaths of at least four
children under 4
in the last five years.

Yet these products have never been proven to benefit children so young,
the petitioners argued.

Therefore, "we recommend that families be aware of these risks and not use
over-the-counter cough and cold medications for children ages 5 and
under,"
Baltimore officials said.

So what should parents do?

"They should just continue following the dosing that is on the products
now. Given the information we have right now, if we thought there was
a need to
come out with an immediate statement, we would do so," Ganley said.

A 1994 study suggested that parents commonly use the cold and cough
preparations to treat their children, who suffer on average from six
to 10 colds
a year. The Journal of the American Medical Association study found
that in a
specific 30-day period, nearly 36 percent of all 3-year-olds in the United
States were given nonprescription cough and cold medications.

Ganley also acknowledged to reporters that the petition, perhaps
unwittingly, asks a much broader question about the efficacy of the
drugs when
used in children not just to age 6, but up to 12. That's because the
efficacy of
the drugs in children across the 2-to-12 age group generally has been
established by extrapolating data from testing in adults.

It also raises a question about whether the FDA should leave it to doctors
to determine when, and at what doses, it is safe and prudent to use
drugs in age
groups for which the FDA has no information, he added.

"The petition opens some much broader issues than they realized they
opened," Ganley said. The FDA is reviewing both questions, he added.

source: http://www.businessweek.com/ap/financialnews/D8NK9T301.htm

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

[Non-text portions of this message have been removed]

17a.

Re: (OOT) menggugat iklan [ikon] ASI

Posted by: "Endah" endah182@yahoo.com

Tue Jun 19, 2007 11:46 pm (PST)

Saya ikut komentar ya. Saya pernah tanya pada salah seorang tokoh satgas ASI di IDAI, bisa gak kita bikin cuti melahirkan 6 bulan. Wah .. ternyata memang sulit. Dari segi polititis, ekonomis, dan segala macam -is lainnya. Sekarang saja dengan cuti melahirkan 3 bulan, buruh/karyawan perempuan banyak yang dapet masalah .. pokoknya dianggap tidak kompeten. Menurut saya, dengan cuti 3 bulan saja masih banyak yang bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Kenapa gak memanfaatkan yang ada tanpa perlu minta yang sulit terkabul. Atau, kalau mau cuti 6 bulan mungkin 3 bulan sisanya di luar tanggungan dan musti siap dengan konsekuensinya udah gak ada jabatan pas balik :-( (no pain no gain ya .. hiks .. hiks ..)

Mengenai artis .. saya sih setuju2 saja .. siapa saja bisa jadi ikon pemberian ASI eksklusif
Cuma dari segi marketing +advertising dll (saya bukan orang advertising :-)) kayaknya lebih eye-catching kalo yang jadi ikon itu artis. Udah cantik, badannya bagus lagi. Wah, ibu2 jaman sekarang kan banyak yang khawatir kalo menyusui payudaranya jadi jelek ..jadi gendut .. naah .. ditampilin deh artis. Maksudnya: artis aja tetep cantik dengan menyusui. Gitu lho .. Coba kalo saya yang ditampilin jadi ikon, udah gendut, pendek .. haha .. gak ada menarik-menariknya deh :-)
Saya jadi teringat, pada suatu seminar ASI yang diadakan IDAI, salah seorang tokoh (saya bingung mengklasifikasikan beliau, tokoh agama atau budayawan atau apa ya ?) mengomentari (kedengerannya menyindir) para artis yang waktu itu ikut datang dan ber-testimoni tentang pemberian ASI eksklusif. Menurut beliau: "Ngasi ASI aja kok bangga .. ". Gitu kira-kira kalimat beliau. Maksudnya .. kayaknya pemberian ASI ini kok jadi seperti yang di'sombong'kan. Menyusui itu kan proses alamiah yang harus dilakukan setiap ibu. Orangtua jaman dulu juga kan semua menyusui. Kalo dulu mungkin pemberian susu formula itu yang di'sombong'kan karena menandakan ortunya mampu membeli, tapi sekarang ini karena udah kebanyakan pemberian susu formula, malah pemberian ASI yang di'sombong'kan. Wajar sih saya bilang, sekarang ini godaan untuk tidak memberikan ASI banyak banget .. jadi kalo ada yang bangga karena berhasil memberi ASI eksklusif ya sah-sah saja.

Mengenai pabrik susu jadi sponsor ASI .. inilah dilema-nya. Jangankan susu formula, sebetulnya susu ibu menyusui pun dilarang menjadi sponsor. ASI itu gak ada perusahaan manapun yang mau support, kalo gak ada keuntungannya buat mereka. There's no such a free lunch. Sekarang, mending mana .. mulai ada kegiatan-kegiatan mempromosikan ASI (meski sponsornya terlarang tapi tetep diberi pengawasan atau ada kode etiknya misal dalam iklan tersebut tidak menyebutkan merk susu), atau tetep sama seperti beberapa tahun yang lalu - sama sekali tidak ada kegiatan promosi ASI karena tidak ada perusahaan yang mau sponsorin ?. Menurut saya ibu-ibu jaman sekarang sudah lebih pintar menyikapi iklan.

(Juga) Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan

Endah

----- Original Message ----
From: Deulis <deulis@bhaktimedia.com>
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, June 19, 2007 5:54:25 PM
Subject: [sehat] (OOT) menggugat iklan [ikon] ASI

Dear All,
Sepertinya sedang hangat dibahas mengenai ASI ekslusif dan etika iklan susu formula, tidak sengaja searching di google menemukan tulisan ini.
Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
deulis
mendambakancutimela hirkanbisa6bulan

menggugat iklan [ikon] ASI May 14, '07 3:15 AM
for everyone

Baru-baru ini, ada iklan ASI ekslusif dan gak tanggung-tanggung bintang iklannya adalah ibu negara dan ibu menteri kesehatan. Beberapa bulan lalu, 2 produsen terbesar untuk ibu menyusui prenagen dan nutricia menobatkan artis-artis untuk menjadi duta ASI. Diantaranya Dian Nitami dan Mona Ratuliu sebagai duta ASI. Untuk Nutricia, produsen menggaet Arzeti Bilbina sebagai dutanya.

Sepintas gak ada masalah dengan iklan-iklan tersebut. Tapi coba deh kita renungkan baik2. Ibu negara Ani Yudhoyono dan Ibu Siti Fadillah di layar kaca tampak sangat serius menyerukan ASI ekslusif 6 bulan pada ibu-ibu menyusui. It's good!! Gw setuju banget, emang harus itu!! Tapi, ibu Ani Yudhoyono yang terhormat, gimana bisa kami para perempuan menyusui ekslusif 6 bulan. Kami para buruh, minta cuti mensturasi saja susahnyaaa minta ampun, sampai dimintain pembuktian segala!! Belum lagi cuti hamil. Bu, ibu tahu tidak, kami para buruh, kalau mau cuti hamil kadang gaji hanya dibayarkan separohnya. Belum genap tiga bulan, kami dipaksa masuk kalau tidak kami akan diancam akan dipecat secara sepihak [dianggap mengundurkan diri sukarela] tanpa dibayarkan pesangonnya. Ibu Negara yang terhormat tau tidak??? Sebenarnya Iklan ini mau membidik ibu-ibu yang mana??

Gak usah para buruh wanita, gw aja yang bukan buruh pabrik merasa gak cukup dengan cuti 3 bulan. Memang di beberapa perusahaan atau lembaga atau kedutaan mereka memberikan hak cuti melahirkan 6 bulan dan tetep digaji penuh. Tapi ada juga perusahaan kayak gw yang "mengikuti aturan pemerintah Indonesia" tapi [sebagai perusahaan internasional] tutup mata dengan peraturan internasional WHO tentang ASI ekslusif.

Jadi, jangan asal gembar-gembor pemberian ASI ekslusif wajib hukumnya, tapi BOJO-mu ndak ikut mendukung dengan tidak merubah cuti hamil jadi 6 bulan!!!

Iklan kedua penunjukkan duta ASI. Ini bukan iri bukan sirik, secara mereka ARtis..yah apa boleh buat. Gw setuju banget dengan duta ASI yang ditunjuk Prenagen. Dian Nitami dan Mona Ratulliu. Gw tau Dian Nitami bener2 concern banget ngurus anaknya, baru beberapa bulan dia muncul setelah jadi duta mary Claire untuk pelangsingan badan. Tapi gw lebih sreg banget dengan Mona Ratuliu. Dia bener2 ngurus anak, nyusuin anaknya hampir 2 taun. Coba deh perhatiin, baru 2 tahun kemudian dia muncul main sinteron [gw lupa judulnya, karena emang gak pernah nonton] yg dia jadi perempuan polio [gw taunya dari iklan sinetronnya] .

Tapii..Arzeti Bilbinaaa..enggak bangeeed dehhh!!! Gw bukannya iri sama dia. Gak ada hubungan apa2 aja iri. Cuma, gw kecewa aja dengan dia sebagai ikon. Gak pantes. Dan menurut gw Nutricia gak pantes deh bikin ikon ASI..iya Nutricia memang membuat produk minuman ibu menyusui dan ibu hamil. Tapi, nutricia ini juga memproduksi susu bayi salah satunya Nutrilon. It's ok dengan itu. Jualan kok. But, you know what.susu nutrilon adalah salah satu [mungkin yang paling pertama] produk yang getoool bangettt masukin susunya ke RS.bersalin atau RSU yang punya klinik bersalinnya. Temen yandhrie, lahiran di RSIA yang terkenal banget di Jakarta Barat, bayinya selama di Rumah Sakit itu sudah diberi susu Nutrilion. Dan konyolnya lagi pemberian susu nutrilon tergantung dengan kelas si ibu. Kalo di VIP diberi Nutrilon Platinum, kalo di klas I or II Nutrilon Royal, kelas III Nutrilon Gold or just Nutrilon 1.

Ada juga RSIA "H" yang ada di jatinegara dan di depok. Di depok, sepupu gw bayinya juga diberi nutrilon dan dia di kelas II jadi dapetnya Nutrilon Royal.

Teman gw satu lagi di RSIA di Bekasi, di RSnya, si bayi dah dikasih formula nutrilon. Alasannya dia abis operasi cesar anaknya kasian haus. [please deh, bayi bisa bertahan 2 hari tanpa susu ibunya]

Gak usah jauh2.gw aja. Alhamdulillah banget RS gw Y** adalah RS pro ASI. Dokter kandungan, suster, Dokter Anak sangat galak menyuruh ibunya memberikan ASI. Tapi dooh, yang namanya sales susu formula tauu aja cari selah nya. Mereka minta no.telp pasien yg baru melahirkan dengan dalih mau memberikan souvenir. Ternyata mereka memberikan pamphlet susu formula untuk bayi gw. Halus memang.

Back to Nutrilon, nutricia dan Arzetti. Ketiganya bagi gw telah melakukan "kebohongan publik". Nutricia memang kapitalis yang memang cuma cari untung. Di satu kaki mereka memproduksi minuman nutrisi untuk ibu, di kaki lainnya yaa buat si bayi alias susu formula

Arzetti. Semua orang tau dia model. Gw pernah liat iklan ikonnya dia yang sayangnya di majalah ayah bunda. Dia cerita bagaimana dia ingin mengikuti jejak ibunya memberikan ASI kepada 7 anaknya. Find. Di iklannya bilang kurang lebih sebagai model dia harus menjaga bentuk tubuhnya, dengan memberikan ASI dapat melangsingkan kembali. It's true, keuntungan ASI adalah mengembalikan bentuk tubuh ibu ke berat semula lebih cepat. But, YELOOOWW, Arzetti itu kan iconnya Marie France Bukannnn???? ? Lo mau ketipu dengan ucapannya??? Please deh.

Kenapa sih? Ikon nya harus mereka para ARTIS yang sebenernya bisaaaaa banged mau kasih ASI ekslusif. Mereka punya waktu yang lebih fleksible. Gak maen sinetron, gak ngemsi, gak jalan di catwalk setaon or dua taon gak bakal mengurangi pundi2 mereka.

Kenapa Ikonnya gak mbak2 tukang sayur yang membawa anaknya berjualan dan disusui setiap saat, panas terik berteduh di pohon. Atau buruh pabrik yang ngumpet2 memeras ASI di kamar mandi yang sanitasinya kurang terawat atau karyawati kantoran yang memeras ASI di toilet sambil digedor2 orang lain mau pipis??? Kenapa gak mereka??? Mereka seharusnya yang menjadi ikon ASI. Di tengah kesulitan dan mengatur waktu agar bisa memberikan HAK anak merak atas ASI, mereka bisa. Semestinya mereka yang menjadi ikon ASI.para perempuan tangguh!!!

Tags: friendster blog

http://remangsenja. multiply. com/tag/friendst er%20blog

[Non-text portions of this message have been removed]

__________________________________________________________
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

[Non-text portions of this message have been removed]

17b.

Re: (OOT) menggugat iklan [ikon] ASI

Posted by: "Mama Sasha" alyssa.azzahra@gmail.com

Wed Jun 20, 2007 12:02 am (PST)

Moms,
spt yang bundanya si mamat cerita, drpd berharap cuti 6bln.
mending perusahaan2nya aja yg menyediakan nursing room aja udah cukuuup
bahagia bgt kaan...

Kampanye ASI tanpa sponsor? hehehee jgn pesimis gtu aah ...
insyallah ttp ada sponsor koq...asal orang penggede2nya mau ikut peduli dan
turun tangan...
apalagi dr milis sehat dan milis2 laennya ... ada koq pengaruh besarnya dr
kehebatan dunia maya ini :P

Insyallah kami ini sedang planning tuk event World Breastfeeding Week di
indonesia terwujud,
negara2 laennya memperingati itu setiap tahunnya di bulan agustus...
doain aja kami bs mewujudkannya...ya gak mbak lita...optimis kaaan??(halooow
mbak lita)
syukur2 bs terus berlanjut...berlanjut....amiiiienn...

Bunda wati aja bs mewujudkan Pesat TANPA sponsor dr farmasi yg katanya orang
'berperan besar' ...

love ASI,
alida
*

http://alyssakuw.multiply.com/reviews/item/17*

[Non-text portions of this message have been removed]

18a.

OOT/ was: kanker tulang

Posted by: "Muchamad Afief" much.afief@Mondialorg.com

Wed Jun 20, 2007 12:00 am (PST)

dear Smart doctors and smart parent,

sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada yang sudah reply email saya
(dibawah ini) sekitar bulan January.
Faiz adalah teman sekolah anak saya yang menderita kanker tulang ganas.

Innalillahi wainnailaihi rojiun, akhirnya Faiz telah meninggalkan
keluarga dan orang tua yg dicintainya untuk selamanya setelah melawan
kanker tulang yg dideritanya selama 7 bulan, pada hari Jumat, pukul
00.30 (+/-) 8 June 2007.

Faiz adalah termasuk anak yang cerdas disekolahnya, anak yang periang
dan selalu menurut kepada orang tuanya, dia begitu dewasa untuk dapat
menerima penyakit dengan ikhlas untuk anak seumurnya.

2 bulan sebelum menghadap Illahi Robbi dia sudah tidak bangun dari
tempat tidurnya, sehari-harinya dihabiskan dengan membaca buku dan
cerita2 dengan bundanya, subhanallah... seperti tahu umurnya tidak
panjang lagi, dia selalu berpesan kepada ayah bundanya untuk tidak
menangis jika dia meninggal " ibu jangan nangis ya kalo Faiz mati, faiz
sudah ikhlas", " ibu maafin Faiz ya selalu merepotkan ibu, Faiz malu
bu......" bilamana ibunya membersihkan saat ia buang air. dia selalu
menyimpan uang yg diberikan tamu yg menengok di bawah bantalnya, dan
kemudian membagi-bagikan kepada adik dan saudara-saudaranya, ibunya
bilang" Faiz simpan saja uangnya, nanti kalo faiz sembuh, faiz bisa beli
semua mainan yang faiz suka" maklum selama ini ibu bapaknya tidak punya
cukup uang untuk membelikanya mainan seperti teman-temannya, " ngak usah
Bu... buat adik saja, faiz ngak pingin beli apa-apa"... bahkan kakeknya
yg dateng dari Jawa di kasih uang sambil bilang " kek.. ini uangnya ntar
buat beli oleh-oleh saja ya......kakek boleh beli apa aja yang kakek
suka.." dia bilang kepada ibunya " Bu.. kenapa ya pas kita punya uang
banyak cuman habis buat berobat Faiz, aku kasian sama ibu bapak...maafin
Faiz ya Bu...".
Sehari sebelum meninggal, seluruh gurunya datang menengok, dia sempat
berujar : bu guru... nanti kalo Faiz sembuh, Faiz jadinya masuk kelas
berapa ya... ah... Faiz mau belajar lagi ah... supaya ngak ketinggalan
pelajaran..." gurunya sempat berujar.." Faiz boleh masuk ke kelas mana
saja nak... nanti Faiz tinggal pilih saja..." membesarkan hatinya. hari
itu hampir seharian dia tidur, dia bilang ngantuk sekali, mungkin lagi
ngak sakit.....kasihan...pikir ibunya.

keesokan harinya Faiz mengeluh sesak napas dan sudah tidak mau makan,
karena semakin parah akhirnya orang tuanya membawanya ke klinik terdekat
menjelang tengah malam.. itupun setelah bapaknya pulang kerja dan
berhasil meminjam mobil untuk membawanya, Bu..pak... Faiz ngak kuat
lagi.." dalam perjalanan ke klinik, "kuatkan ya Nak, kan Faiz udah kuat
6 bulan.. Faiz pasti kuat deh.." tanganya tak lepas dari mengeggam
lengan ibunya.
"..Bu... kalo Faiz tidur berarti Faiz mati ya bu..." jangan nak..faiz
ngak boleh bicara begitu..Faiz pasti sembuh.. Allah sayang sama
Faiz..".. tapi Faiz sudah ngak kuat bu.....
sampai di klinik segera dipasangkan alat bantu napas, tapi suster gagal
mencari nadi untuk memasang saluran infus, sambil tersegal dia masih
sempat berujar " sus... kalo susah ngak usah deh.. biarin aja.."
akhirnya diputuskan untuk segera membawanya ke RS terdekat.
duduk di kursi dorong, terlihat kepalanya sudah oleng, tapi dia masih
sempat biang ke ibunya " ibu.. masih kurang satu..." rupanya dia ingin
tangan yg satunya lagi memegang lengan bapaknya... " Faiz jangan tidur
ya nak......."bapaknya masih tetep berusaha agar dia sadar. Faiz ngak
kuat yah..."
sebelum sempat masuk ke mobil ambulance, Faiz menghembuskan napas
terakhirnya dengan kedua tangan mengenggam ibu bapaknya. Innalillahi
wainna Ilaihi Rojiun......telah berpulang kepadamu ya Allah putra
terbaik yang telah Kau titipkan pada ke dua orang tuanya. Semoga
kematiannya khusnul khotimah yang akan mengangkat kedua orang tuanya
nanti di sorga.. amien...amien...
semoga kedua orang tuanya diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan
ini... amien.
semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari setiap musibah dan Allah
menguatkan iman kita..amien.
Maaf bagi yang tidak berkenan.

best regards,
Afief
Muchamad Afief wrote:
> dear smart doctors,
>
> titipan pertanyaan buat temen sekolah anak saya, umur 9th dan
> didiagnosa kanker tulang oleh dokter tulangnya hanya berdasarkan hasil
> rongten dan harus segera di amputasi, second opinion ke dokter lain
> bilang "ada kemungkinan" jaringan-nya sudah diambil (pake suntikan)
> dan harus menuggu dua minggu hasil lab.
> pertanyaa saya:
> 1. bisakah diagnosa kanker hanya dengan rongten, bukannya ada CT scan
> atau skening tulang buat memastikannya??
> 2. haruskah amputasi, gimana dengan kemoterapi dan pembedahan untuk
> mengambil jaringannya??
> 3. smart parent dan smart doctors..ada ngak informasi sp. tulang anak
> yg bagus buat di referensikan??
> 4. for info, sakitnya ada di atas lutut (paha) dan sering terasa
> nyeri, sekarang sudah timbul benjolan/membengkak.
>
> terima kasih banyak sebelumnya,
> Afief
>

19a.

Re: Tanya - Arti hasil cek kolesterol & tindak lanjutnya

Posted by: "Meutia Miranti" meutia.miranti@gmail.com   m_miranti2000

Wed Jun 20, 2007 12:22 am (PST)

dr Tonang & dr Ian,

Terima kasih banyak atas masukannya..

Saya coba jawab pertanyaan2 dr Tonang yaa..

1a. Tujuan cek laboratorium
Hasil dari General Check up dari kantor tahun lalu, kolesterol saya 230-an,
saya sempat diberi obat selama sebulan plus diet ketat dan olah raga teratur
(termasuk aerobik), setelah itu turun menjadi 190.
Setelah turun itu, saya tidak lagi minum obat, diet biasa2 saja, olah raga
kadang2, itu pun sepeda statis (non aerobik ya Dok? hehe).
Jadi saya ingin cek, dengan pola hidup seperti itu, berapa kolesterol saya.

1b. Ada keluhan atau tidak
Kurang lebih ada.
Biasanya kalau setelah makan makanan yang tinggi kolesterolnya, saya agak
pusing.

2. Parameter yang diperiksa
Ya betul dok, yang saya periksa hanya 4 parameter tersebut.
Saya sih nggak minta 4 itu. Saya cuma bilang pada dokternya, saya mau cek
kolesterol, yang dipilih 4 parameter tersebut.
Kira2 perlu periksa yang lain lagi gak Dok? Atau nanti saja ketika General
Check Up?
Kalau berdasarkan sejarah, yang agak bermasalah di saya adalah kolesterol
yang tinggi dan HB yang rendah.

Mengenai olah raga, jadi sepeda statis itu kurang bermanfaat ya dok?

Terima kasih banyak atas saran dan masukannya untuk dr Tonang & dr Ian.
Panjang juga nggak apa2 kok.. :-)

Sekali lagi terima kasih.

Meutia

2007/6/19, Tonang Ardyanto tonang.milist@gmail.com:
>
> Bu Meutia, pertama-tama, jangan terlalu khawatir, ini sekedar lampu
> kuning
> kok.
>
> Namun, seperti misi Sehat yang saya ketahui, ada beberapa hal yang perlu
> kita bincangkan ya. Pertama, ada hal penting yang belum Ibu sampaikan,
> yaitu
> mengapa Ibu melakukan cek laboratorium? Karena ada keluhan tertentu?
> Sekedar
> check-up inisiatif pribadi? Karena keharusan sebagai salah satu syarat
> mengurus aplikasi asuransi? Karena aturan periodik di kantor? Karena ....?
>
> Mari kita biasakan untuk memaknai hasil pemeriksaan laboratorium sebagai
> bagian tidak terpisahkan dari penilaian kesehatan. Kalau Ibu periksa ini
> karena ada keluhan tertentu, kita harus hubungkan keluhan tersebut dengan
> hasil ini. Kalau Ibu periksa ini "hanya" check-up rutin - karena
> macam-macam
> alasannya - kita analisa hasilnya sebagai suatu data prediktif. Data-data
> prediktif yang dikumpulkan dari check-up regular/periodik, akan
> menunjukkan
> gambaran/pola tertentu. Bila ada perubahan, kemungkinan merujuk ke suatu
> kondisi tertentu yang bisa diprediksi/dideteksi lebih dini
> (inilah salah satu tujuan check-up rutin).
>
> Kedua, apakah hanya 4 parameter tersebut yang Ibu periksa di laboratorium?
> Adakah parameter lainnya? Kalau hanya 4 tersebut, kesimpulan kasarnya ini
> masih lampu kuning. Kalau Ibu buka-buka arsip dulu, maka penetapan cut-off
> "200 mg/dl" untuk kolesterol itu bukan seperti "garis finish". Hasil
> mendekati 200 bukan berarti Ibu benar-benar aman, tapi harus sudah
> hati-hati. Sedangkan hasil sedikit melewati 200 bukan berarti Ibu sudah
> benar-benar bahaya, artinya masih sama "harus hati-hati".
>
> Apakah harus diet ketat? Harus susu tertentu? Tidak ada keharusan Bu. Yang
> penting menu seimbang. Sekedar contoh saja, secara teori, makan telur
> sampai
> 6 butir sekali makan, belum masalah bagi kadar kolesterol. TETAPI ada 30%
> orang yang membawa ciri genetik sangat sensitif terhadap masukan
> kolesterol.
> Sayangnya kita tidak pernah tahu persis mana yang kelompok 30%
> itu. Saran moderate cukup 2 butir per hari.
>
> Apakah harus olahraga? Tanpa hasil seperti itu pun, olahraga tetap perlu
> Bu.
> Apa kriteria yang baik? Silakan buka-buka lagi arsip tentang olahraga yang
> "CRIPE". Ini yang baik untuk kita-kita yang mulai menapaki "Life after
> 30s".
> Contoh paling gampang: renang, jogging dan senam aerobik.
>
> Demikian Bu, maaf ya kalau terlalu panjang.
>
> Tonang
> .
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Healthy Eating

A Yahoo! resource

for families on

how to eat healthy

Travel Deals

Take a Trip Now

Yahoo! Travel

makes it easy

Free Blogging

Y! Web Hosting

Share your views

with the world.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
==========================================================================
" Mailing list SEHAT didukung oleh Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website didukung oleh CBN Net.
Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw dan Ibu Marissa Muliadi yg telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Kunjungi kami di :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

" SEHAT mailing list is supported by Hewlett-Packard StorageWorks Division. SEHAT Internet Access & Website are supported by CBN Net.
Our biggest gratitude to : XEROX, Bhumiyamca, Arutmin, HBTLaw and Ibu Marissa Muliadi who have consistently sponsored our programme, PESAT (Paket Edukasi Orang Tua Sehat)."

Please visit our website at :
http://www.sehatgroup.web.id/
==========================================================================

No comments: